[FF Freelance] Can You Love Me Sehun? (Chapter 2)

ghy

 

Can you love me Sehun? Chapter 2

 

Author: @yenykristina

Genre: romance, sad, married life

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Cast: Oh Sehun, Park Chanyeol, Jung Sena, Haneul

 

Previous: Chapter 1,

-previous part-

“Dalam sebuah pernikahan kau kira cinta tidak berperan dalam hal ini? pernikahan adalah hal sakral yang dilakukan hanya sekali seumur hidup, tanpa cinta bagaimana kita dapat membangun sebuah keluarga yang bahagia? Kau tahu apa yang terjadi jika sebuah tanaman tidak disiram air? Tentu saja tanaman itu akan layu dan kemudian mati. Seperti itulah cinta, ketidak hadirannya cinta akan membuat sebuah rumah tangga hancur”. Sera menahan pedih ketika mengatakan ini. Dahulu ia selalu berangan angan menikahi seorang pangeran tampan yang mencintainya dengan tulus. Sebuah hayalan gadis kecil yang bahkan sampai sekarang masih ia dambakan. Ia berpikir  bagaimana bisa keluarga dapat berdiri kokoh tanpa sebuah pondasi yang kuat dari cinta kedua belah pihak?

 

“Bukankah kau menyukaiku, Jung Sena?”

DEG

 

“A…apa maksudmu Sehun?”

 

“Dahulu..kau menyukaiku kan?”

 

Ch 2

 

“Ba..bagaimana k kau tahu?” Sena membelalakkan matanya dan membungkam mulutnya  cepat. Pertanyaan yang sangat bodoh, itu sama saja ia memberitahu Sehun secara tidak langsung bahwa ia menyukainya.

 

Sehun menyeringai kecil melihat kepolosan gadis itu “Kau kira aku tidak tahu. Gadis berambut panjang dengan kaca mata tebalnya yang duduk di sudut lapangan dengan membawa setumpuk buku tapi bukan untuk dibaca melainkan membuntuti seorang lelaki yang tengah bermain basket pada jam istirahat. Dan laki laki itu adalah aku” Sehun berdiri dari duduknya dan sekali lagi menyeringai kearah Sena. Ia meninggalkan Sena dengan wajah pucat pasi dan mulutnya yang terbuka.

 

Sena baru pertama kali melihat seringai Sehun -penuh dengan aura setan- seperti itulah yang kesan yang ditimbulkan. Tapi bukan itu yang membuat Sena terkejut, melainkah kata kata yang  keluar dari mulut Sehun.

 

Sena masih menikmati rasa terkejutnya, Ia berharap telinganya mengalami gangguan. Bagaimana Sehun bisa tahu bahwa ia menyukainya, Sena bahkan tidak pernah menceritakan ini pada siapapun.

 

“Perasaan seseorang dapat berubah Sehun” ujar Sena, ia menoleh ke arah punggung Sehun yang semakin menjauh.

 

Sehun menghentikan langkahnya. Ia berbalik arah dan menatap Sena penuh tanya.

 

“Itu 5 tahun yang lalu Sehun. Apa kau tidak berfikir bisa saja selama itu aku memiliki kekasih” Sena menundukkan kepalanya dan menggigit bibir tipisnya.

 

“Seseorang sepertimu tidak mudah berpindah hati, terlebih cinta pertamanya” lagi lagi Sehun menyeringai ke arah gadis itu. Sehun ingin tertawa ketika menangkap ekspresi terkejut dari wajah gadis itu. Bagaimana Sehun bisa tahu bahwa ia adalah cinta pertamanya? Ayolah… Sehun tahu segalanya.

 

Ooo

 

Sehun pov

Gadis itu…aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya dalam keadaan sekacau ini. Seluruh keluarganya meninggal dalam kecelakan pesawat. Dia telah banyak berubah dari pada 5 tahun lalu. Gadis culun berkacamata

 

Flash back

 

“Oper kemari” Sehun berlari dengan mendrible bola basket yang ada di tangannya. Ia menoleh ke arah kawannya dan mengoper bola itu tapi meleset. Bola itu telah berpindah ke tangan musuhnya. Sehun mencoba merebut bola itu kembali namun terlambat, sebuah bola melayang memasuki ringnya.

 

“Aish..sial!” umpat Sehun. Waktu telah usai dan pertandingan dimenangkan oleh pihak lawan. Ia berjalan menuju tepi dan mengambil air mineral dalam tasnya.

 

“Tak apa kawan, lain kali kita pasti menang” seulah senyum terukir di bibir laki laki jakung yang baru menghampirinya.

“Pasti Channyeol, lihatlah wajahnya sangat menyebalkan. kita pasti mengalahkannya” Sehun dan Channyeol menoleh ke arah laki laki yang mereka bicarakan.

“Ngomong ngomong kau lihat gadis yang duduk di sudut lapangan dibawah pohon itu, sedari tadi dia terus memperhatikanmu” Sehun mengikuti arah pandang Channyeol dan benar gadis berkacamata itu tengah memperhatikannya. Gadis itu buru buru mengalihkan pandangannya dan beranjak pergi meninggalkan lapangan.

Flashback end

 

Sore yang indah pikir Sena. Ia memilih menghabiskan waktu sorenya di balkon kamarnya. Dari sini seluruh pekarangan dan taman rumah ini terlihat indah. Dari sini ia juga dapat melihat balkon kamar Sehun dengan jelas. Langit sore sudah berubah warna menjadi jingga, dan gadis ini tidak ada niatan untuk meninggalkan tempat ini.

 

Sebuah ketukan pintu tertangkap oleh pendengaran Sena, ia berjalan menuju pintu itu dan membukanya. Wanita paruh baya muncul dibalik pintu kamar itu. “Segeralah turun waktunya makan malam” kata wanita itu “Baik” Sena tersenyum tipis.

Belum sempat Sena menutup pintunya, sebuah tangann menahan pintu tersebut dan membuat Sena mengurungkan niatnya untuk menutup pintu . “Oh iya, tolong beritahu Sehun. Mungkin dia masih tidur, kamarnya ada di sampingmu” perintah nyonya Oh dan hanya ditanggapi anggukkan oleh Sena.

Sena berjalan ragu ke arah kamar Sehun, tidak jauh memang hanya berbatas sebuah tembok  tapi sukses membuat Sena mengeluarkan keringat dingin. “Ayolah Sena jangan kekanak kanakan “ batinnya

Ia sudah sampai di depan pintu kamar Sehun. Tangannya terangkat untuk menggapai gagang pintu yang ada di depannya, tapi ia urungkan. Dan begitu seterusnya, dengan bodohnya ia menghitung kancing bajunya untuk memutuskan membukanya atau tidak.

“Buka..tidak…buka…tidak……….buka” Ia memasukkan udara ke paru parunya sedalam mungkin dan menghempaskannya pelan. Tanganya terangkat perlahan dan menyentuh gagang pintu. Tapi Sena merasa ada yang tidak beres, gagang pintu tersebut bergerak gerak dan bagaikan adegan slow motion munculah sesosok pria di balik pintu dengan kaos hitam dan rambutnya yang masih basah.

Dengan wajah polosnya gadis itu memandang Sehun tanpa berkedip sedikit pun. Sebuah pemandangan yang menurutnya sayang untuk dilewatkan. Gadis mana yang tidak tergoda oleh pesona seorang Oh Sehun?

Ia tersadar dari lamunannya ketika merasakan sesuatu berhembus hangat di depan telinganya. “Apa yang kau lakukan di depan kamarku hmm?” bisik Sehun.

Sena buru buru melangkah mundur menjauhi Sehun dengan detak jantung yang tak beraturan. Ia meneguk air liurnya pelan dan berusaha bersikap normal.

“I…ibumu menyuruhku memanggilmu, saatnya makan malam” kata Sena dan dibalas angukan oleh Sehun.

Gadis itu tercengang atas apa yang dilihatnya. Sehun menggapai tangan Sena dan menggengamnya. “Ayo kita turun” Sehun melangkahkan kakinya menuruni tangga dengan tangan mereka yang masih bertautan.

 

“Sena sadar dan segera menarik tangnya tapi sia sia, Sehun malah mengeratkan genggamannya” Sena melihat kedua orang tua Sehun saling berpandangan dan tersenyum penuh arti. Betapa memalukannya ini pikir Sena, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajah merahnya itu.

 

 

“Kau sudah ku anggap sebagai putriku sendiri. Berhentilah memanggilku nyonya, mulai sekarang kau harus memanggilku umma” kata wanita itu lembut.

 

“Ye..umma” Sena tersenyum tipis ke arah wanita yang sekarang dipanggilnya Ibu.

 

“Kau juga harus memanggilku Appa” celetuk pria paruh baya yang duduk berhadapan dengan Sehun.

“Tentu saja Appa” gadis itu tersenyum lebar

 

Suasana makan malam terlihat begitu hangat, gadis itu mulai kembali ke Sena yang dahulu. Ia berbincang banyak kepada orang tua Sehun dan tertawa bersama. Tidak untuk Sehun, ia memilih menyibukkan diri dengan makanannya kertimbang menanggapi perbincangan mereka.

 

Sena sadar akan diamnya Sehun. Ia melirik kearah Sehun yang sedang asik memasukan makanan ke mulutnya, Sena terus mengamati Sehun dan tiba tiba Sehun mengangkat kepalanya. Sena merasakan sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya ketika berhadapan dengan laki laki itu, jantungnya berdegup kencang dan ia dapat merasakan wajahnya menghangat dengan semburat merah yang menyelimuti pipinya.

 

“Ehmm” suara deheman orang tua Sehun membuat mereka -Sena dan Sehun – berhenti saling tatap. Gelagat salah tingkah sangat kentara pada diri  Sena yang menyebabkan orang tua Sehun terkekeh geli.

 

“Tentang pernikahan kalian, kapan sebaiknya kita laksanakan? Bagaimana kalau minggu depan? ” ayah Sehun meletakan gelas setelah meminum habis dan melipat tangannya di depan dada.

 

“Appa…kurasa ini terlalu cepat” Sehun yang masih berkutat dengan makanannya menatap kaget ke arah ayahnya. “tunggu apa lagi? diusiamu sekarang ini sudah saatnya membina keluarga ditambah kehidupanmu yang sudah mapan” balas ayah Sehun

 

“tapi… satu bulan merupakan waktu yang sangat singkat untuk saling mencintai” Ia berkata sambil menunduk. Memang Sena menyukai Sehun, tapi ia yakin Sehun tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.

 

“ku lihat kalian saling tertarik. Bukan suatu yang mustahil akan tumbuh cinta di antara kalian” timpal ibu Sehun dengan tatapan menggodanya

 

“Pernikahan tetap dilaksanakan bulan depan. Aku tidak menerima alasan apapun” kata ayah Sehun.

 

 

Sebuah mobil audi merah terparkir di halaman rumah Sehun. Dengan gaya rambut nyentrik dan berkacamata hitam pria berpostur tubuh tinggi itu melangkahkan kakinya keluar dari mobilnya. Pria ini adalah sahabat Sehun, Park Chanyel. Ia berjalan menuju pintu rumah Sehun dan mengetuknya beberapa kali.

 

“Aish apa rumah ini tak berpeghuni?” Chanyeol mendengus kesal karena pintu itu tak kunjung dibuka dan entah kemana sebenarnya penguni rumah ini.

 

Pria ini mengambil sesuatu dari saku celanannya dan menempelkannya di telinga. Ia mendengus untuk kedua kalinya karena orang yang di telpon mengabaikan penggilannya.

 

“Orang ini benar benar! Untuk apa dia menyuruhku kesini jika tidak ada seorang pun disini!” pria ini berkaca pinggang dan berbicara sendiri dengan telpon ganggamnya. Ia menggedor pintu itu dengan sangat keras persis seperti deptcolector penagih  uang.

 

Kreeek

 

Pintu itu akhirnya terbuka dan muncul seorang gadis berambut panjang di baliknya. Sena membukakan pintu itu setelah terbangun dari tidur siangnya.

 

“Ada yang bisa saya bantu?” Sena bertanya sopan kepada Chanyeol

 

Kalian tahu bagaimana ekspresi ahjusi genit yang melihat wanita cantik kan? Nah seperti itulah ekspresi Chanyeol menatap Sena. ia berdiri mematung dengan mulut sedikit terbuka. Sena mengrenyitkan dahinya karena pria ini tak menjawab pertanyannya.

 

Channyeol sadar dari lamunannya dan buru buru memperbaiki rambutnya yang berantakan. Ia tiba tiba menarik tangan Sena “A..annyeong perkenalkan aku Park Chanyeol” senyum lebar khas park chanyeol tersuguh diwajahnya. Chanyeol sadar gadis itu terbengong dengan tingkah lakunya, ia menggaruk tengkuk belakangnya grogi.

 

“Apakah Sehun ada di dalam?” dengan senyuman yang masih melekat ia bertanya kepada Sena.

 

“Ku rasa ia pergi beberapa menit lalu” jawab Sena seraya berusaha melepaskan genggaman tangan Channyeol di tanganya.

 

“mianhe” Chanyeol segera melepaskan genggamanya.

 

“Sebaiknya kau menunggu di dalam Chanyeol-ssi, di luar dingin” kata sena seraya mempersilahlan Chanyeol duduk.

 

“Ah ne gomawo” Channyeol melangkahkan kakinya masuk kerumah itu. Dan duduk di sofa rumah tamu itu. Ia terheran karena Sena meninggalkannya sendirian.

 

Sena kembali setelah beberapa menit dengan membawa sebuah nampan di tangannya. “maaf membuatmu menunggu” Sena mengambil segelas teh di atas nampannya dan memberikannya kepada Chanyeol.

 

“Gomawo, kau tidak perlu repot repot nona” kata Chanyeol sungkan.

 

“Minumlah itu bisa menghangatkan badanmu di cuaca yang dingin ini” Sena kemudian memilih duduk di sofa samping Chanyeol.

 

“Oh iya namamu siapa? Dan kau siapanya Sehun? Kau pasti sepupunya yang baru pulang dari London kan?” Tanya Chanyeol bersemangat.

 

“Ah iya aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Jung Sena dan aku bukan….”

 

“Sena apa yang kau lakukan disini?” tiba tiba sebuah suara menyela perkataan Sena. Sehun menatap Sena dengan pandangan datarnya.

“Dia menemaniku saat kau pergi tadi” jelas Chanyeol yang merasakan suasana tegang antara Sehun dan Sena.

 

“Dan siapa gadis ini ? Kenapa kau tidak mengenalkan pada ku?” ujar Channyeol .

“Aku….” Lagi lagi sena todak di ijinkan untuk sekedar menyelesaikan perkataannya..

“Dia sepupuku” Sehun menyahut cepat.

 

Deg

 

Sena sadar akan maksud Sehun dan ia hanya tersenyum menganggukan kepala kepada Chanyeol. Dan pamit untuk kembali ke kamarnya.

 

“Jinjayo? Kalau begitu kapan kapan aku boleh mengajaknya jalan jalan” kata Chanyeol antusias setelah Sena melesap ke kedalam rumah.

“Tidak, jangan dekati dia Chanyeol” sebuah kalimat datar keluar dari bibir Sehun. Ketidak sukaan sangat kentara dari nada bicara Sehun dan membuat Chanyeol curiga.

“yak wae?” Tanya Chanyeol dengan ekspresi sebal yang dibuat buat.

 

“tak akan ku biarkan dia didekati oleh pria playboy sepertimu” kata Sehun cuek. Entah mengapa sehun tidak suka jika Chanyeol mendekati Sena. Apakah itu bererti Sehun sudah mengecap Sena sebagai miliknya?

 

“sudahlah..kau tidak bisa melarangku” ucap chanyeol sinis. Ia teringat tujuannya kemari “kau menyuruhku kemari untuk mengajakku ke tempat biasa kan?” Tanya chanyeol.

 

“Hmm” jawab Sehun malas dan mengambil salah satu kunci diantara beberapa kunci yang tergantung di dalam kotak kaca dekat ruang tamu itu. “biarkan mobilmu disini, kita berangkat naik mobilku saja”

Ooo

 

Sena melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di lantai atas. Gadis itu terlihat berfikir dan bergumam di antara langkah kakinya. Sepupu? Bukan, tentu saja Sena bukan sepupu Sehun. Tapi ia mengerti bahwa Sehun belum siap menceritakan ini kepada siapapun termasuk sahabatnya sendiri.

Tatapannya memang selalu datar, tapi melihat bagaimana ia menatap Sena tadi menyebabkan sebuah spekulasi muncul di benak Sena –Sehun tidak ingin orang lain tahu bahwa ia adalah calon istrinya- ya memang sejak awal semua ini terkesan buru buru dan  terlalu cepat mengingat kurang 6 hari lagi keduanya akan berada di altar untuk mengucap janji suci. Ia bisa saja memaksa membatalkan perjodohan ini. Tapi mengapa Sehun terlihat pasrah saja dengan keputusan orang tuanya? Sungguh ia tidak tahu apa yang ada di kepala pria itu.

Sena menghempaskan dirinya diatas kasur. Ia mendengus pelan seraya memejamkan matanya “Sehun tahu apa yang ia lakukan” pikir Sena. Ia tidak ingin mengambil pusing masalah ini dan memutuskan untuk melanjutkan tidur sinangnya yang tertunda. dan ia baru terbangun ke esokan harinya.

 

Ooo

 

Sejak kejadian beberapa minggu lalu , saat sena kedapatan pingsan di rumahnya sendirian. Orang tua Sehun tidak tega jika Sena tinggal sendirian mengingat tidak ada keluarganya yang masih hidup. Ayah dan ibunya adalah anak tunggal jadi sena tidak memiliki paman dan bibi yang akan mengasuhnya. Mereka sepakat menjodohkan putranya Sehun dengan Sena dan menyuruh Sena (tepatnya memaksa) agar tinggal di rumah mereka. Alhasil disinilah Sena, tidak ada hal yang dilakukannya selain makan dan tidur sungguh membosankan. Ia sangat ingin kembali ke bangku kuliahnya jika saja ia tak terjebak dalam libur panjang musim dingin selama 1 bulan.

Jika bosan kenapa tidak keluar dan jalan jalan diluar saja?

Ayolah Sena bahkan tidak pernah ke daerah ini sebelumnya, bisa bisa ia tersesat atau diculik kemudian dibunuh jika berkeliaran diluar. Oke berlebihan mungkin, tetapi Sena takut jika jalan jalan sendirian.

Kau lupa ada Sehun disini? kau minta saja ia menemanimu jalan jalan.

Jalan jalan bersamanya? Walaupun Sena dan Sehun seatap tetapi Sena jarang sekali melihat Sehun berkeliaran dirumah. Yang Sena tahu Sehun akan keluar kamar jika lapar. Sena sering mendapati Sehun keluar malam dengan mobilnya, entahlah kemana ia pergi yang pasti jalan jalan bersama Sehun itu tidak akan pernah terjadi.

Ia merasa Sehun sedikit berubah dari pertama kali mereka bertemu secara langsung saat di taman. Ia sekarang tak banyak bicara apalagi bercanda/menggodaku seperti yang sering dilakukannya dulu, Sehun yang sekarang lebih pendiam.

Ooo

 

Orang tua Sehun akan kembali dari Jepang pada H-3 pernikahan Sena yang berarti lusa mereka akan pulang. Gadis itu teringat pria yang datang di rumah Sehun kemarin siang. Gadis itu terlihat berfikir sebentar. “Park Chanyeol, kurasa aku pernah melihatnya. Tapi dimana ?” Sena bergumam kecil.

 

Sena duduk malas ditemani sekantong keripik di depan tv . gadis itu mendengus kesal karena yang dilakukannya hanya mengonta ganto channel tv. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tetapi Sehun belum juga menampakkan batang hidungnya setelah tadi sore ia pamit pergi kerumah Chanyeol.

Tidak ada yang menyuruh Sena menunggunya, tapi entahlah gadis ini hanya ingin menunggunya pulang. Udara di Seoul sangat dingin ya memang sekarang adalah musim dingin dan salju mulai turun kemarin sore. Sena melangkahkan kakinya menuju dapur dan membuat segelas coklat panas.

Terdengar deru mobil memasuki pekarangan rumah. Ah itu mungkin Sehun, Sena meninggalkan secangkir coklat panasnya di dapur dan pergi membukakan pintu untuknya.

Sehun keluar dari mobilnya dengan penampilan yang acak acakan, Ia berjalan sempoyongan. Sena berlari menghampirinya dan memapah tubuh Sehun. Ia tertegun melihat keadaan Sehun, bau khas alcohol bercampur rokok tercium dari tuhbuh pria ini.

“Astaga Sehun kau mengemudi disaat mabuk” Sena khawatir atas keadaan Sehun. Dan ini juga pertama kalinya melihat Sehun mabuk dengan penampilan yang sangat kacau.

Sena memapah sehun menuju kamarnya. Walau berat gadis ini tak tega dengan keadaan Sehun saat ini, ia membaringkan Sehun di ranjangnya sendiri. Sena menatap sehun khawatir dan yang memenuhi kepalanya sekarang adalah apa yang membuat Sehun melakukajn semua ini.

Gadis itu hendak melangkahkan kakinya keluar ruangan tapi tertunda saat sebuah tangan menariknya sehingga menimpa tubuh Sehun. Sena membelalakan matanya dan meronta di atas tubuhnya. Namun Sehun buru buru membalikan posisi sehingga Sena berada tepat di bawahnya.

 

“Sehun lepaskan, apa yang kau lakukan?!!”

 

Tbc

 

Visit yenoxoxoworld88.wordpress.com for more fanfic😀

17 thoughts on “[FF Freelance] Can You Love Me Sehun? (Chapter 2)

  1. annyeong, reader baru disini ^-^
    sepertinya akan ada yang berbau yadong di chapter 3 nanti -,- wkwkwk, next chap yaa thor😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s