[FF Freelance] Our Target (Part 8)

our targetTitle                       : Our Target!

Author                  : Park Min Gi

Main Cast            : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Genre                   : Horor-Romance

Length                  : (Part 8)

Rated                    : PG-17

Summary             : When a plan change for some reason…

“This plot definetly mine & just a fanfiction”

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6, Part 7,

***

Vampire’s Mansion

Krystal di kejutkan dengan tampilan rumah unik yang kecil di dekat hutan saat ia membuka mata. Rumah itu Nampak bergaya modern namun juga alami. Dinding-dinding-nya terbuat dari bebatuan yang tak pernah temui sebelumnya. namun, begitu ia mendekati dinding itu, dinding itu akan berubah warna menjadi gelap dan dingin. Just like Vampire’s skin!

BRAKKK

Observasi Krystal akan rumah itu terinterupsi tatakala Vampire bermata sipit yang membawanya itu, menggeser sebuah pintu yang berada jauh di dalam tanah. Gadis itu-pun mendekati pintu dan melihat beberapa anak tangga menuju kebawah di dalamnya.

“A-apa itu?” tanya Krystal-bingung. Ia menoleh kea rah Jinki, yang hingga saat ini enggan menatap mata-nya secara langsung. Bahkan, Vampire itu sepertinya sejak tadi terlihat, memaksakan dirinya untuk berdekatan dengan Krystal. Hal itu di sadarinya, saat paras vampire itu memucat ketika berada di dekatnya. Well, kalau soal saat ia membawa gadis itu tadi, sepertinya sesuatu yang dipaksakan-nya juga.

“Pintu masuk.” Jawabnya singkat.

“M-mwo??!” seru gadis itu terkejut. Ia baru menyadari, bahwa rumah unik ini ternyata sama sekali tak memiliki pintu.

“Ayo!” ajak-nya lagi. Krystal-pun mau tak mau menuruti vampire itu dan memasuki pintu itu perlahan.

Mereka melewati sebuah lorong panjang yang memiliki dinding hangat. Obor berada di setiap tikungan dinding, untuk menerangi jalan mereka. Gadis itu menyadari satu hal, dinding yang ada di luar tadi sepertinya untuk menipu seseorang yang melihat. Agar mereka berfikir, bahwa rumah kosong ini, tak di tempati dan mungkin terlalu dingin untuk ditinggali. Oleh sebab itu, dinding diluar sangat-lah dingin. Namun, hal yang tidak mereka ketahui adalah jauh di dalamnya benar-benar sangat hangat.

I-itu kah Vampire yang sebenarnya? Menipu dengan dinginnya kulit mereka, namun jauh di dalam diri mereka ,..mereka sangat hangat!.*batin Krystal

Jonghyun sibuk mencari minuman penghilang daga hausnya. Ia frustasi, karena di kediaman itu sama sekali tidak ada darah. Binatang, ataupun manusia.

“Kai, apa kau tidak memiliki minuman lain selain Soda??” tanya-nya bingung, ketika mendapati banyak-nya soda di dalam mesin yang baru ia ketahui, bernama kulkas itu.

“Aniy, Hyung. Taemin melarangku untuk menaruh darah manusia di dalam botol-botol itu! kau tau kan, bagaimana sikap Lee’s Family?” Jawab Kai, terduduk di sofa, dan menyeringai pada bagian akhir perkataannya.

Jonghyun menghela nafas berat. Ia benar-benar tak sanggup hidup tanpa darah. “Aish!! Aku benar-benar bisa gila!!” desis-nya frustasi.

Tiba-tiba saja pintu lorong terbuka dan memunculkan sosok Jinki juga yeoja yang tidak lain adalah Krystal. Kai spontan berdiri, membelalakan matanya, melihat yeoja yang sejak tadi berusaha ia bawa hingga kabur sekarang berada tepat dihadapannya dengan bersama,…Jinki.

“Hi!” sapa Jinki melempar senyum pada Jjong juga Kai.

“K-krystal?..b-bagaimana bisa?-“ Tanya Kai , heran.

“Aku melihatnya bertengkar denganmu saat, aku berniat berburu dihutan! Manusia serigala itu masih berada di sana, dan mereka mencoba menyerang yeoja ini saat ia berlari kehutan meninggalkanmu tadi.” Jelas Jinki yang akhirnya terduduk di sofa yang sama dengan Kai. Vampire bermata sipit itu, menyenderkan kepalanya di bahu sofa dan sesekali mengatur nafasnya.

Ekspresi Jonghyun membentuk huruf ‘O’ yang di artikan ia mengerti atas penjelasan Jinki. sementara Kai, ia masih terdiam memandangi secara bergantian, kea rah Krystal dan Jinki.

“K-kau berhasil membawanya Hyung?” tanya Kai, masih tak percaya.

“Hmmm.” Jinki menjawab dengan haluan kecil.

Krystal masih merasa tidak nyaman dengan berada ditengah-tengah tiga vampire itu. apalagi, saat ia melihat sosok Jongin. kejadian akan Minho sesaat kembali menghantuinya. Ia hanya bisa berdiri mematung, tak berniat bergerak sedikitpun atau sekedar mengedipkan mata.

Ketiga vampire itu terlihat bingung dengan sikap sang gadis.  “Hey, Kau yeoja! Masuklah ke kamar dan buat dirimu senyaman mungkin disini.”, Perintah Jonghyun yang akhirnya membuyarkan keheningan.

“T-tapi..bagaimana dengan keluargaku?” tanya Krystal yang tiba-tiba teringat akan ayah-nya.

“Kami sudah menelfonnya beberapa jam yang lalu! Ayah-mu, mengizinkanmu tinggal bersama teman sekelasnya untuk beberapa minggu.” Jelas Jonghyun. Krystal menautkan alisnya-bingung. Bagaimana Vampire ini bisa membuat Ayah-nya menurut secepat itu?

“Biar ku antar kau ke kamar, Krys-“

“Tidak perlu.” Seru Krystal menolak, sebelum Jongin menyelesaikan perkataannya. “Beritahu aku dimana, dan aku akan kesana sendiri..” jelas gadis itu lagi. Masih tidak mau menatap wajah sang Vampire.

Jonghyun dan Jinki hanya melempar pandangan ‘awkward’ karena berada di antara kedua insane itu.

“kedua dari kanan, di lantai dua.” Ucap Kai, penuh kekecewaan dan sedikit kesal. Begitu Krystal mendapat jawabannya, ia-pun bergegas pergi dari hadapan ketiga vampire itu.

Kai menghela nafas sesaat setelah sosok Krystal menghilang. Jinki yang melihat hal itu, menepuk pelan punggungnya.

“Sabar sedikit Kai, aku yakin dia pasti memaafkanmu tidak lama lagi!” ujarnya di selingi senyum khas miliknya.

“Ne Hyung~..k-keundae, kenapa kau gampang sekali membawanya kesini?” tanya Kai.

“Oum…aku juga tidak tau!” jawab Jinki singkat, “Oiya Jjong, aku butuh bicara denganmu!”  Jinki mengatakan, saat Jonghyun menyelesaikan minuman kalengnya yang ketiga.

“Sure.”

Mereka-pun pergi meninggalkan Kai yang berada di ruang utama. Vampire muda itu masih berfikir keras, mengenai ‘Jinki dan juga Krystal’.

..

“Mwo? Kau merasa lemah saat berada dekat dengan gadis itu??!” tanya Jonghyun, usai Jinki menjelaskan bahwa wangi darah Krystal-lah yang membuatnya memucat sejak tadi. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya. vampire bermata sipit itu selalu tahan pada semua wangi manusia, sebelum ia bertemu dengan Krystal. Entah, apa yang membuat wanita itu begitu melemahkan-nya.

“Aku juga tidak tau kenapa!” sanggahnya,

“Tapi, aku tidak sepertimu Hyung. bukankah seharusnya, kau lebih terlatih dibandingkan denganku?? Aku masih meminum darah-manusia sampai saat ini. tapi…aku sama sekali tidak tergoda dengan wangi darah yeoja itu!” jelas Jonghyun.

“hmmm” lagi-lagi Jinki berdehem meresponnya. ia menoleh kea rah Jonghyun yang tiba-tiba menyunggingkan senyum kecil di wajahnya. “Mwoya Jjong?”

“Hhh~ Kai kesal dan cemburu padamu Hyung.” jelasnya singkat dan enteng. Bahkan, vampire yang tidak lain adalah kaka kandung Jongin itu, mengutarakannya dengan selingan tawa kecil.

“M-maksudmu?”

“Dia cemburu karena kau begitu mudah membawa yeoja tadi kesini. Aku bisa membaca pikiran bocah Pabo itu, dari sini!”

“J-Jjinjjaro?”

“Biarkan saja Hyung. dia itu memang bodoh! Oh iya, aku mau keluar. Aku ingin kembali ke club di dekat kota! Hehe, kau mau ikut?” tanya Jonghyun. Jinki menggeleng. “Arra, aku pergi ya!”

“ah Jjong wait!”

“hm?”

“Apa…kau kenal dengan seseorang atau vampire yang bernama Onew?” tanya Jinki, penasaran.

“Aniya, Wae?”

“Ouh, t-tidak. Tidak apa-apa! Hati-hati!”, Seru Jinki kemudian meninggalkan Jonghyun, yang tak lama setelah itu berjalan menuju lorong meninggalkan rumah itu.

***

Jonghyun berjalan menuju pintu keluar dimana ia harus melewati lorong yang tadi di lewati Jinki dan Krystal tadi. Begitu ia, menetapi beberapa langkah mendekati pintu itu, secara automatic pintu itu terbuka dan memunculkan Taemin dan Sulli yang baru saja sampai.

Paras Jonghyun berubah jengkel melihat sosok yeoja yang ia harapkan untuk tidak pernah bertemu lagi kini berada di dalam satu rumah dengannya.

“Ouh right. Aku lupa bahwa, yeoja menjengkelkan ini adalah salah satu manusia yang tahu bahwa kita adalah vampire!” desisnya penuh sindir. Sulli hanya mengerutkan alisnya-jengkel terhadap sikap penyambutan vampire yang mirip dengan dinosaurus itu. Taemin yang melihat hal itu, berusaha menepuk-nepuk pelan bahu Sulli, berusaha menenangkannya dan tidak meladeni sikap Jonghyun.

“Hyung, jangan begitu! Sulli ini kan-“

“Ne-ne, Aku mengerti. Kau mau bilang bahwa, Dia gadis yang kau cintai kan Taemin-aah?” potong Jonghyun. Taemin mengangguk pelan meresponnya.

Jonghyun menghela nafas lelah. “Terserah kalian sajalah! Aku tidak mau tau mengenai hubungan aneh kau dan Kai itu. yang jelas, kalau sampai kedua gadis ini merepotkan aku dan Jinki-Hyung… aku tidak segan-segan melemparkan mereka kepada asmodeus tanpa pikir panjang!” seru-nya berbahaya.

“Hei, Memangnya siapa yang membutuhkan bantuanmu?!!” Berang Sulli, yang akhirnya tak bisa lagi menyembunyikan ke-jengkelannya pada vampire bernama Jonghyun itu.

“Sulli-aay..” gumam Taemin menenangkannya.

Jonghyun hanya tersenyum sinis mendengar guratan kesal gadis itu. taringnya, Nampak terlihat sekilas dibalik bibir sensual milik-nya. Membuat Sulli tertegun diantara perasaan takut dan deg-deg-an. Entah apa yang membuat jantung-nya berdegup kencang seperti itu, saat melihat seringai itu keluar dari bibir Jonghyun.

Beberapa detik berikutnya vampire itu menghilang dibalik pintu keluar. Ucapan Taemin untuk menyuruhnya masuk, membuyarkan lamunannya mengenai peperangan rasa itu.

‘Aneh’ *batin Sulli

***

Taemin mengajak Sulli untuk duduk diruang tamu selagi ia membuatkan minuman untuk gadis itu.

“Taemin-aah, bolehkah aku bertanya?..” tanya Sulli, yang dijawab sebuah anggukan kecil dari Taemin. bagaimana kau bisa mengenal Jonghyun juga Jongin?”

“Aah… keluarga kami bersahabat Sulli-aah. Jongin dan Jonghyun-Hyung berasal dari keluarga bermarga Kim. Sedangkan, aku, Jinki dan Joon-Hyung berasal dari keluarga Lee. Ayahku dan ayah Jongin bersahabat, meskipun perlakuan mereka terhadap seseorang dikerajaan berbeda..” jelas Taemin, sembari menuangkan air berwarna merah ke dalam gelas yang, ia ingin suguhkan kepada Sulli.

“Kerajaan? Maksudmu, kalian semua adalah pangeran??? Dan… Joon..itu-?”

“Joonie-Hyung adalah kakak pertamaku.. dan yap. Kau benar! Kami adalah pangeran di kerajaan..” jelas Taemin lagi.

“oooh. perlakuan berbeda? Pantas saja kau dan Jongin sangat berbeda. Apalagi melihat Kim Jonghyun…Sunggggguuuuuuuuuuuuuuh berbeda.” Ketusnya saat, menyebut nama Kim Jonghyun.

Taemin terkekeh melihat reaksi Sulli. “Keluargaku sudah terbiasa dengan tidak menyakiti manusia. Kami bahkan, telah berhenti meminum darah manusia sejak kecil. namun, hal itu tidak terjadi pada keluarga Kim. Ayah Jongin, masih memberi asupan darah manusia sebagai menu utama dikeluarga mereka! Mereka bahkan, tidak segan-segan menyakiti manusia di saat kerajaan kami bertugas membantu manusia! Itu sebabnya Jongin, dan Jonghyun Hyung bersikap seenaknya dan tidak perduli..” lanjut Taemin menjelaskan lebih detail.

‘jadi keluarga Kim masih meminum darah manusia…’ *batin Sulli

“Lalu, kalau kau tidak minum darah manusia…apa minumanmu?” tanya Sulli lagi,

“Darah binatang, soda, ataupun minuman-minuman yang biasa diminum manusia! Kami itu juga vegetarian. Hehe”

Kali ini giliran Sulli yang terkekeh mendengar jawaban Taemin. Vampire? Vegetarian? Benar-benar langka. “Benarkah?? “ tanya Sulli diselingi tawa kecilnya,

Taemin mengangguk. Dan ekspresinya, berubah serius pada detik berikutnya seakan tengah teringat sesuatu hal yang serius.

“Mwoya Taemin-aah?”, tanya Sulli berubah sedikit panik.

“Sulli-aah… keluarga Kim masih mementingkan bangsa Vampir dibanding apapun juga. jadi, ku harap kau harus sedikit berhati-hati pada Jonghyun Hyung maupun Jongin! meskipun, mereka adalah kerabat kami tapi, tidak bagi kalian para manusia. jadi, …”

Sulli menyunggingkan senyum kecil di pipi chubby-nya. Taemin menautkan alisnya, bingung. “Mwo?”

“aku tau…”

“…”

“itu caramu mengkhawatirkan-ku kan?” gumam Sulli lembut menatap Taemin.

“aku hanya tidak ingin melihatmu menjadi korban seperti Choi Minho tempo hari…” sahut Taemin, terdengar menyedihkan.

“kau tenang saja Taemin-aah! Aku bisa menjaga diriku sendiri. Apalagi, dari vampire macam Kim Jonghyun!” seru Sulli menghibur Taemin, sembari-mengacak-acak pelan rambut vampire itu.

“Kau tidak akan bisa Sulli. kumohon, apapun yang sedang kau rencanakan dan berhubungan dengan Jonghyun-hyung…hentikanlah… aku tidak mau kau terluka!” ujar vampire muda itu. kali ini terdengar nada penuh kecemasan di dalamnya.

Sulli hanya tersenyum paksa mendengar ucapan Taemin. Ia tahu, vampire itu hanya terlalu mengkhawatirkannya.

Tapi…jauh di dalam hati gadis itu.

Ia benar-benar tidak bisa menjauhi Kim Jonghyun karena tugas yang diberikan sunbae-nya belum terselesaikan …

Namun, kenapa ia merasa…bahwa ketika tugas itu terselesaikan-pun…ia tetap tak bisa…

 

***

In Krystal Dream

Seorang pemuda terlihat sedang menduduki bangku putih. Ia memiliki senyum yang manis dan sangat menawan tatakala ia tengah membelai bulu lembut putih milik kelinci kesayangannya. Bak seseorang yang tengah menikmati perbincangannya dengan si kelinci.

Yang terdengar saat itu hanyalah,

“Bunny,…kau kesini untuk memberitahuku ya? Apa  ini…memang sudah waktunya?”

Sayup-sayup terdengar kala itu. sang pemuda bagai dilanda kebingungan akut luar biasa dalam nada bicaranya. Perbincangan itu terinterupsi tatakala, sang pemuda mendengar suara langkah kaki kecil yang berada tepat dibelakangnya.

Ia menoleh dan mendapati sesosok gadis belia yang hampir setiap hari mengamatinya dari jauh.

“kau lagi…” katanya,

“m-maaf mengganggumu,…aku-“

“kenapa kau selalu mengikutiku?” tanya sang pemuda, datar. Krystal merasa sangat malu dan canggung bertatap muka langsung dengan pemuda yang menjadi idolanya selama ini. ya. Gadis belia itu, jatuh cinta pada sang pemuda saat pertama kali melihat senyum-nya.

Senyuman pemuda itu…bak sebuah cahaya yang siap menerangi kegelapan macam apapun.

“Namamu…Krystal jung kan?” tanya sang pemuda, yang langsung membuat sang gadis tertegun dan mengangguk cepat layaknya seorang anak kecil penurut.

“bolehkah, aku minta tolong?”

“…”

“aku ingin menitipkan kelinci ini padamu…” ucapnya sambil memberikan kelinci putih itu ke tangan sang gadis.

“..eh?”

“tolong jaga dia,…”

“apa…a-apa kau akan pergi jauh?! B-bukankah kau sangat menyayanginya?” tanya sang gadis di sesaki perasaan bingung dan sakit. Meskipun, ia tak memiliki hak bertanya ataupun melarang kepergian pemuda pujaannya.

Sang pemuda hanya mengangguk pelan dan tersenyum.

 

 

**

Ketika sosok itu menghilang saat itu juga Krystal terbangun dari tidurnya. Nafas terengah-engah seperti tengah berlari kencang sepanjang malamnya, sejurus berikutnya ia kembali teringat akan pertemuannya dalam mimpi itu.

Sakit dan bingung akan kehilangan namja itu sangat nyata. Yap. Memang hal itu adalah hal yang nyata. Pertemuan sekaligus perpisahannya dengan sang pemuda, terjadi pada beberapa tahun yang lalu.

Krystal menghela nafas sembari menarik kembali selimutnya guna menutupinya dari kedinginan malam.

Tatapan sang pemuda kala itu membuatnya benar-benar tak bisa dilupakannya. Ia bukan hanya tengah memuja senyum dan ketampanannya.

“…onew…” gumamnya pelan,

TBC

16 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 8)

  1. Aaaa udah lama ya nak update huhu kangeen banget bacanya
    Loh loh itu, jangan bilang sulli suka sama jjong dan jangan sampe deh krystal tergoda (?) sama jinki, nanti kai gimana dong
    Keren. Next part soon

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s