Hyuna’s Diary [Part 1 – Know Your Name]

hyunas-diary

Author : Asafitri || Poster : Yoora art || Cast : 4Minute Hyuna, 2PM Junho || Lenght : Chapter || Genre : Romance || Ratting : PG-15 || Disclaimer : cerita ini punya author 100%, cast hanya milik agensi masing-masing. Dan cerita ini merupakan tiap chapter dari novel yang saya buat tapi belum diterbitkan(?)

SILENT READERS, GO AWAY!

HAPPY READING \^^\

= = =

Hembusan angin di pantai Busan menerpa rambut hitam nan panjang milik seorang gadis yang sedang berdiri di tepi pantai. Tak ia hiraukan rambutnya yang berantakan karena angin. Yang ada dipikirannya hanyalah ketenangan sore hari dengan suara desiran ombak yang menurutnya adalah suara musik alam terindah. Gadis itu mengambil napas dalam-dalam, kemudian membuangnya secara perlahan. Langit senja yang kemerahan, suara desiran ombak, sekelompok burung bangau yang terbang menuju sarangnya, seolah menenangkan pikirannya saat itu. Gadis itu tersenyum.

 Kim Hyuna, itulah nama gadis itu. Gadis berusia 19 tahun, berperawakan tinggi semampai, rambut panjang sepanjang pinggang, kulit kuning langsat, serta postur tubuh yang tidak terlalu kurus atau terlalu gemuk, membuat penampilannya terkesan sempurna. Hyuna pun berjalan disepanjang pantai, tanpa alas kaki yang melindungi kakinya. Berkali-kali ombak membasahi kaki dan celana jenas-nya, namun tidak ia hiraukan. Hyuna terus berjalan disepanjang pesisir pantai, sambil bersenandung kecil.

 “Sepertinya, keputusanku untuk pindah dari Seoul kesini adalah sebuah alasan yang tepat.” Ucapnya. Hyuna pun terduduk di pasir pantai yang putih itu, sambil membiarkan matanya terus menatap matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.

 Hyuna baru seminggu tinggal di Busan, tapi dia sudah merasa nyaman. Perceraian kedua orangtuanya, serta perkataan dokter tentang keadaan dirinya, membuatnya nyaris gila tinggal di Seoul. Akhirnya, dia memutuskan untuk tinggal sendiri di Busan. Di kota yang akan menjadi dunia baru baginya.

 = = =

Hyuna menatap sebuah toko dvd yang tidak seberapa besar itu. Jemari tangannya mengambil sebuah dvd, dia lihat covernya sebentar, kemudian meletakkannya lagi ke tempatnya. Berkali-kali dia mengulang kegiatan itu, tetapi hasilnya tetap saja nihil. Dia tetap tidak menemukan apa yang dicarinya. Hyuna menghela napas panjang.

“Tidak mungkin kalau tidak ada, pasti ada.” Gumamnya. Hyuna pun berjalan menuju rak dvd lain, dan mulai mencari dvd yang diinginkannya.

 Tak lama kemudian, pandangan matanya tertuju pada sebuah dvd. Dvd yang sedari tadi dicarinya. Dvd yang sudah lama ingin dibelinya.

“Itu dia!” sahutnya riang, kemudian dengan cekatan dia segera mengambil dvd itu.

Namun….

Seorang laki-laki seusianya telah lebih dulu mengambil dvd yang dia inginkan. Hyuna hanya bisa menelan ludah.

“Maaf.” Ujar laki-laki itu. “Aku tidak tahu kalau kau menginginkan dvd ini. Yasudah kau ambil saja.” Laki-laki itupun memberikan dvd yang dipegangnya pada Hyuna. Hyuna menjadi tak enak hati. Antara ingin mengambil dvd itu, atau tetap mengalah pada si laki-laki.

“Ah tidak usah.” Ujarnya. “Kau kan yang mengambil duluan, lebih baik kau saja. Aku mengalah.”

“Tidak apa-apa. Kupikir kau sangat menginginkan ini. Aku kan laki-laki, jadi aku saja yang mengalah.”

“Benar tidak apa-apa?”

“Ne, kau masih meragukanku?”

“Hmm… yasudah. Terima kasih banyak ya.” Hyuna tersenyum pada pemuda itu, kemudian berjalan menuju kasir dengan perasaan senang. Sementara si pemuda mengikutinya dari belakang.

“Hei, maukah kau menemaniku minum cappucino?” pemuda itu menepuk pundak Hyuna yang sedang berjalan menuju pintu keluar.

“Minum cappucino?”

“Kenapa? Apa kau sibuk?”

“Tidak, hanya saja, kita belum saling kenal kan? Apa kau tak menganggapku…”

“Apa? Justru aku ingun mengenalmu, makanya aku mengajakmu untuk minum bersamaku.”

Hyuna menatap pemuda itu. Dia pikir pemuda itu seusia dengannya. Perawakannya tinggi, rambut kecoklatan, dan matanya yang sipit sangat menawan ketika pemuda itu tersenyum. Dia cermati sekali lagi, dan spertinya pemuda itu tidak ada niat jahat pada dirinya.

 “Baik, aku terima tawaramu.” Ujar Hyuna. Pemuda itupun tersenyum.

Mereka pun segera pergi ke sebuah kafe ternama, tak jauh dari toko dvd. Seorang pelayan wanita pun menghampiri mereka, dan menunjukan sebuah tempat kosong untuk mereka berdua. Hyuna memesan segelas cappucino, dan pemuda itu mengikutinya. Sambil menunggu pesanan, Hyuna menatap pemuda yang sedang bermain ponsel didepannya dengan tatapan menyelidik.

‘Kau harus hati-hati Kim Hyuna, siapa tahu dia bukan orang baik.’ Gumamnya.

Merasa ditatap seperti itu, pemuda itupun menghentikan aktivitas bermain ponselnya dan mulai bertanya pada Hyuna.

“Kau masih curiga padaku?” tanya pemuda itu. Hyuna pun mengangguk cepat.

“Tenang saja, aku bukan orang jahat kok.” Ujarnya, seakan tahu apa yang ada di pikiran Hyuna.

“Lalu… kenapa kau mau mengajakkku minum bersama? Padahal kita baru bertemu sekitar 5 menit, lagipula, aku belum tahu namamu.” Sahut Hyuna.

“Don’t worry, I’m just a guy who wants to get to know you. I just wanna know your name. Let’s take it one at a time, I’m different than others. I just wanna know your name.”

“Kim Hyuna, dan kau?” Hyuna menjulurkan tangan kanannya pada pemuda itu. Pemuda itu menerimanya sambil tersenyum.

“Kim Hyuna? Nama yang bagus. Aku Lee Junho, salam kenal nona manis.”

Hyuna terdiam sejenak. Lagi-lagi dia harus melihat senyum manis milik pemuda yang bernama Lee Junho itu. Hyuna tak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau Junho memiliki wajah yang tampan meskipun matanya sipit. Apalagi ketika dia tersenyum, matanya seolah menghilang dan menjelma menjadi senyum yang menawan. Hyuna hanya bisa menahan napas.

“Kenapa? Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Junho membuyarkan lamunan Hyuna.

“Ahhh… tidak… hanya saja… kau memiliki senyum yang bagus.” Hyuna mengakui. Junho hanya terkekeh ringan.

“Selamat, kau adalah orang ke-100 yang mengatakan hal itu padaku.” Junho pun tertawa kecil, meskipun tidak ada yang lucu.

“Apa? Sudah 100 orang yang bilang begitu termasuk aku?” Hyuna merasa terkejut. Ternyata bukan hanya dia saja yang mengakui kalau Junho itu tampan.

“Iya, kau tak percaya? Kenapa kau selalu meragukanku, nona manis?”

“Karena… wajahmu meragukan, Junho-ssi.” Canda Hyuna.

“Memangnya wajahku seperti wajah mafia?”

“Bisa jadi. Ahahaha.”

Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Mereka banyak bicara tentang kehidupan sehari-hari, tentang kegiatan di kampus, dan juga beberapa cerita humor. Semakin lama Hyuna merasa semakin nyaman mengobrol dengan pemuda yang baru dikenalnya itu. Sudah hilang rasa curiga Hyuna pada Junho, berganti dengan perasaan ingin terus berbicara dengan Junho.

“Hei, aku ingin mengajakmu pergi ke tempat lain? Apa kau masih ada waktu.” Junho pun menggandeng tangan Hyuna saat mereka keluar dari kafe.

“Boleh, kemana?” tanya Hyuna.

“Ke game center. Apa kau suka main game?”

Mendengar hal itu, Hyuna membulatkan matanya. Sudah lebih dari setahun dia tidak bermain game di game center, karena selama itu dia harus terbaring dirumah sakit. Dan setelah keluar dari rumah sakit, dia menyibukkan diri untuk pindah ke Busan, sehingga tidak terpikir untuk bermain game. Mungkin ini saatnya untuk menebus rasa rindunya terhadap game, terutama pum.

“Aku suka sekali. Apa kau suka bermain pum?” tanya Hyuna pada Junho. Junho pun memperlambat langkahnya.

“Pum? Kalau game itu, aku sudah terlalu jago. Kau mau main itu?”

“Iya, sudah lama aku tidak bermain pum.”

Mereka pun bergegas menuju game center, dan mulai bermain pum di sebuah game center. Ternyata lama tidak bermain game, tak membuat Hyuna kehilangan kemampuannya. Terbukti setelah 5 kali permainan, Hyuna menang 3-2 atas Junho.

“Hyuna, aku menyerah. Ternyata kau lebih jago dariku.” Ujar Junho seraya pergi meninggalkan Hyuna

“Hahaha, makanya jangan pernah menantangku. Kau mau kemana?”

“Ke toilet sebentar. Kau mau ikut?”

“Ikut? Untuk apa aku ikut? Oiya kau tidak akan kabur kan?”

Junho mengangkat sebelah alisnya. “Kabur?”

“Maksudku, kau tidak akan meninggalkanku sendiri disini kan?”

“Tentu, memang kenapa?”

“Akan kuberi tahu nanti.”

Junho pun segera pergi ke toilet, sementara Hyuna mulai membuka buku diary yang selalu dia bawa didalam tasnya. Dia tak sabar untuk menceritakan kejadian ini pada diary-nya saat dirumah nanti.

I’m only looking at you right know
You know what it is
I will show you my true heart
So beautiful
Just give me a chance

Hyuna tersenyum sambil menatap diary-nya, kemudian memasukannya kembali kedalam tasnya. Tak laa kemudian, Junho pun datang.

“Hei, lama menunggu?” tanya Junho sambil menepuk pundak Hyuna.

“Iya, sudah seratus tahun lebih aku menunggumu. Hahaha.” Canda Hyuna.

“Lalu, kenapa kau menyuruhku untuk jangan pergi?”

“Traktiran. Kau harus mentraktirku karena aku sudah menang darimu.”

“Apa? Traktiran? Tidak ada kesepakatan sebelumnya.”

“Itu bukan kesepakatan, tapi hukum alam. Yang kalah harus mentraktir yang menang.”

Junho pun tertawa ringan, kemudian mengusap-usap kepala Hyuna. “Baiklah, aku harus mentraktirmu apa?”

“Eskrim. Traktir aku eskrim coklat.”

“Hanya eskrim? Baiklah, ayo.”

Hyuna tersenyum senang, kemudian mereka berjalan menuju sebuah counter eskrim

= = =

“Terima kasih untuk hari ini ya, tak terasa kita main sampai malam.” Hyuna pun membungkuk pada Junho disebuah halte bus. Junho pun tersenyum kecil.

“Iya, kuharap kita bisa bertemu lagi.”

“Terimakasih pula eskrimnya, aku tak akan pernah melupakannya.”

“Aku juga, bagaimana kalau sabtu depan kita bertemu lagi? Kutunggu kau di halte ini.”

Hyuna berpikir sejenak atas tawaran Junho. Kapan lagi dia bisa bersama dengan Junho lagi. Lagipula, dia tak ingin berpisah terlalu cepat dengan orang yang baru dikenalnya itu.

“Baiklah, kalau kau tak keberatan.” Hyuna tersenyum pada Junho. Junho un membalas senyuman Hyuna.

“Tentu aku tidak keberatan, baiklah, minggu depan jam 10 pagi disini.”

Hyuna mengangguk. Tak lama kemudian, bus yang menuju rute rumah Hyuna tiba. Hyuna pun segera naik ke atas bus. Dari kaca jendela bus, Hyuna melambaikan tangan pada Junho, sementara Junho membalasnya sambil tersenyum. Bus pun berjalan, membawa Hyuna yang sedang larut dengan adegan perkenalan dengan teman barunya, Lee Junho.

 

tbc….

gimana readers? jelas apa nggak nih alurnya? hehe😀

aku bikin ff ini atas request-an temen aku, dia bilang cast-nya hyuna sama junho

ditunggu komennya untuk kelanjutan part selanjutnya😀

10 thoughts on “Hyuna’s Diary [Part 1 – Know Your Name]

  1. Yaaah udh tbc lagi,sangking seru nya ampe ga kerasa..aseek banget cara ketemu nya mrk..junho emang ganteng,ga nolak deh kalo di ajak jalan ma dya..hhe

  2. yuhuuu sebenernya gak begitu suka sama pasangan junho si hyuna tp gapapa yg penting main cast nya junho aku tetep suka hehe..
    awal yg bagus eonnie aku suka

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s