[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 5)

oppaTitle                      :  Oppa & I

Author                 : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast            :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi

Support cast      :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin
  • Kang Chan Hee
  • Kang Sora
  • Oh Sehun
  • Kim Jeongmin

Rating                   : PG-13

Genre                    : Fluff, Family, Friendship, Little Romance

Length                  : Chaptered

COVER BY XIAO ART

Disclaimer         : Annyeonghaseyo. *bow* Hehe, mian baru bisa nge-post chapter 5nya. Ini semua karena author sekolah dan ga bisa ngelanjutin FFnya dengan cepat. Mianhae ne? Maaf kalau typo(s) berserakan dimana-mana. Jangan lupa tinggalkan jejaknya, jejaknya readers semua adalah sumber kekuatan untuk author ngelanjutin next chapter. Gomawo. *bow*

Happy Reading

Previous: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4,

Author Pov

Kyungsoo menekan knop pintu kamar Hyanggi, Ditangannya sudah ada nampan yang berisi bubur dan juga obat-obatan. Baru saja Kyungsoo menginjakkan kakinya didalam kamar Hyanggi, pemandangan mengenaskan sudah menyambutnya. Jongin, dia ada disana dan tentunya menemani Hyanggi. Ada rasa cemburu yang menjalar dihati Kyungsoo saat melihat senyuman dibibir Hyanggi untuk Jongin.

“Hyung? Kau sudah selesai menyiapkan makanan untuk Hyanggi? Mendekatlah Hyung, jangan bermenung disana..” tegur Jongin. Kyungsoo tersentak dari lamunannya kemudian mendekat kearah Jongin dan juga Hyanggi.

“Kemarikan Hyung, biar aku yang menyuapinya..” cuap Jongin dan mengambil alih nampan yang ada ditangan Kyungsoo.

‘Sial, seharusnya aku yang menyuapinya. Kenapa Jongin yang mengambil alih?’ batin Kyungsoo kesal dan duduk ditepi ranjang Hyanggi, Menatap kosong dan cemburu Jongin yang sudah mulai menyuapkan Hyanggi dengan bubur buatan Kyungsoo.

“Lekas sembuh Hyanggi..” ujar Jongin dan mengelus pelan puncak kepala Hyanggi. Tangan Kyungsoo entah kenapa tiba-tiba terasa gatal, ia juga ingin mengelus kepala Hyanggi.

“Aku keluar dulu. Setelah ini kau pulanglah Jongin, bukankah kau meninggalkan kuliahmu demi menjemput Hyanggi? Dan terimakasih karena sudah menjemput Hyanggi..” cetus Kyungsoo yang membuat Jongin menatap Kyungsoo heran. Baru kali ini Jongin mendengar Kyungsoo berucap seperti itu kepadanya.

“Baiklah Hyung. Aku mengerti akan dengan ucapanmu. Ini, Hyung saja yang melanjutkannya. Besok atau lusa aku akan kemari lagi untuk menggantikan posisi Hyung dan tentunya merebut posisi Hyung dihati Hyanggi..” canda Jongin dan meletakkan semangkuk bubur ditangan Kyungsoo.

“…..” Kyungsoo hanya diam dan dengan cepat menggantikan tempat Jongin tadi dengan dirinya.

“Hyanggi-ya, aaa…” suruh Kyungsoo dengan memperlakukan Hyanggi seperti anak kecil dan syukurnya Hyanggi hanya menurut. Bagi Hyanggi, disuapi Kyungsoo adalah keajaiban terbesar dan harus ia nikmati.

“Oppa, apa besok Oppa ada jadwal kuliah? “ tanya Hyanggi kepada Kyungsoo.

“Ada..” jawab Kyungsoo singkat dan mengambil segelas air mineral dan menyodorkannya kearah Hyanggi.

“Hah…” lenguh Hyanggi pelan. Kesal, Hyanggi merasa sangat kesal karena besok ia akan sendirian dirumah tanpa adanya ketiga Oppanya.

“Tapi aku akan absen untuk besok.” Sambung Kyungsoo yang sukses membuat Hyanggi tersedak saat meminum airnya.

“Ohok..ohok..” Kyungsoo meletakkan mangkuk bubur ditangannya keatas meja yang ada disebelah ranjang Hyanggi. Kalang kabut Kyungsoo mengusap-ngusap permukaan punggung Hyanggi.

“Aish, kenapa bisa tersedak bodoh? Jika kau mati bagaimana? “ gerutu Kyungsoo. Hyanggi tersenyum pelan kearah Kyungsoo, hidungnya sedikit merah akibat ulahnya sendiri.

“Kurasa itu akan terdenga konyol Oppa, mana ada orang yang akan mati hanya karena tersedak..” sahut Hyanggi dan tertawa kecil. Kyungsoo menghentikan kegiatannya mengelus punggung Hyanggi, wajahnya sedikit memerah akibat perkataan Hyanggi. Benar adanya yang diucapkan Hyanggi jikalau akan terdengar konyol jika seseorang mati tersedak.

“Oppa, gomawoyo…” lirih Hyanggi setelah puas menertawakan Kyungsoo.

“Ne..” sahut Kyungsoo dan tanpa sengaja Kyungsoo melemparkan senyuman manisnya kearah Hyanggi.

“Oppa, kau tersenyum..” teriak Hyanggi girang. Kyungsoo mengulum kembali senyumannya dan menatap Hyanggi dengan kesal.

Pletak!

“Appo Oppa, aku ini orang sakit..” celoteh Hyanggi sembari mengelus kepalanya yang menjadi sasaran jitakan Hyanggi.

“Cepat tidur! “ bentak Kyungsoo.

“Ne~~ “ cibir Hyanggi dan merebahkan badannya dan tidak lupa sebuah senyuman merekah yang dilemparkan khusus untuk Kyungsoo.

oOoOo

Cheongdam Middle School, 08.00 KST

Beberapa siswa-siswi Cheongdam Middle School tampak sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Begitu juga dengan dua orang namja yang sekarang saling bertukar tatapan mematikan. Salah satu dari namja itu akhirnya mengeluarkan suara setelah lama bungkam.

“Dimana yeojamu itu? “ cemooh Chanhee dengan senyuman sinis.

“Ia punya nama dan namanya adalah Hyanggi..” sahut Jeongmin ketus dan singkat.

“Karena ulah kau, ia jatuh sakit dan terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Apa kau puas menyiksa orang? “ sambung Jeongmin dan berjalan berlalu dari depan Chanhee.

‘Sakit? ‘ batin Chanhee. Tiba-tiba saja jantung Chanhee berdetak cepat, rasa cemas dan takut menjalar dengan cepatnya ditubuh Chanhee.

“Kenapa Sora Noona tidak mengatakan hal ini semalam? “ cuap Chanhee heran karena semalam, Sora hanya mengatakan kalau Hyanggi baik-baik saja walaupun gaya bicara Sora terdengar begitu kesal kepada Chanhee.

“Chanhee-ya, aku perlu bicara denganmu.” Seru seseorang. Chanhee membalikkan badannya dan menghela nafas panjang saat melihat Sora.

“Ne Noona, dimana? “ lenguh Chanhee pelan.

“Diruang Kepala Sekolah..” jawab Sora dengan tegas.

Deg!

“Baiklah Kang Chanhee, sepertinya kau akan di drop out dari Cheongdam Middle School..” tebak Chanhee dengan wajah kecewa. Dengan malas Chanhee berjalan mengikuti Sora menuju ruangan Kepala Sekolah.

“Noona, kenapa harus diruangan kepala sekolah? Apa Noona akan mengurus surat keluarku? Atau aku akan di drop out dari sekolah ini? “ bertubi-tubi Chanhee mengulurkan pertanyaannya kepada Sora. Tapi seolah orang bisu, Sora hanya diam dan menekan knop pintu ruangan Kepala Sekolah.

“Appa! “ teriak Chanhee kaget saat melihat sosok namja paruh baya berpakaian rapi dengan setelan jas hitam yang didampingi seorang yeoja yang mungkin lebih muda setahun dari namja paruh baya itu.

“Noona..” cuap Chanhee dan menatap Sora yang sekarang hanya tersenyum kecut dan duduk didepan Nyonya Kang dan juga Tuan Kang.

Chanhee duduk didepan Tuan Kang sambil menundukkan kepalanya dan menghindari tatapan ganas dan kejam Tuan Kang. Ya, inilah yang selalu ditakuti Chanhee, Sora melaporkan dirinya kepada orang yang ditakutinya yakni Tuang Kang.

“Chanhee, apa benar yang dikatakan Noonamu? Kau membully seorang yeoja yang tak bersalah? “ suara tegas Tuan Kang menggema jelas diruangan Kepala Sekolah.

“N..ne Appa..” jawab Chanhee gagap.

“Kenapa kau melakukan itu hah? Kau ingin membuat nama Appa tercoreng? Apa jadinya jika nanti kau masuk kedalam surat kabar? Apa kau tidak memikirkan perasaan Orang Tuamu yang selalu menjaga nama baiknya. Belum lagi Noonamu yang selalu mengeluh dengan sikapmu. Berhentilah membully seseorang atau Appa akan membawamu ke Hongdae. Apa kau ingin Home Schooling seperti dulu lagi? Jangan merepotkan Noonamu.. “ ujar Tuang Kang panjang lebar.

“Appa, aku tidak ingin Home Schooling lagi. Eomma, lakukanlah sesuatu.. Noona, jebal…” pinta Chanhee dengan wajah memelas.

“Uruslah urusanmu sendiri Chanhee, kau sudah besar..” sahut Nyonya Kang yang tidak tahu menahu.

“Aku masih kecil Eomma! “ cetus Chanhee dengan suara tinggi.

“Kang Chanhee! “ bentak Tuan Kang yang berhasil membuat Chanhee kembali menjadi diam.

“Jika kau masih ingin di Seoul, minta maaf kepada yeoja yang bernama Kim Hyanggi itu. Appa tidak ingin mendengar kata-kata penolakan. Kau mengerti? “ ujar Tuan Kang dan bangkit dari duduknya.

“Sora-ya, mianhae. Mianhae karena sudah membuatmu menjadi susah karena ulah dongsaengmu sendiri. Jika ia seperti ini lagi, segera laporkan kepada Appa. Jangan dipendam dan dipikiran sendiri saja. Kau mengertikan nak? “ nasihat Tuan Kang.

“Ne Appa. “ sahut Sora dan membungkuk sopan hingga Tuan Kang dan Nyonya Kang sudah pergi dari ruangan kepala Sekolah. Tuan Kang dan Nyonya Kang harus kembali ke Hongdae dan melanjutkan pekerjaannya yang harus ditinggalkannya untuk beberapa saat karena Chanhee yang berulah.

“Jika kau seperti ini, siap-siaplah untuk Home Schooling lagi..” bisik Sora sembari tersenyum sinis.

“Arrasso Noona..” ucap Chanhee pelan dan berjalan keluar dari ruangan Kepala Sekolah.

oOoOo

Kyungsoo’s House, 12.00 KST

“Oppa, bisakah Oppa melakukan sesuatu yang tidak membosankan? Aku bosan Oppa..” rengek Hyanggi yang sedari tadi hanya melihat Kyungsoo sibuk berkutat dengan sebuah buku tebal.

“Kau ingin Oppa melakukan apa huh? “ tanya Kyungsoo dan menutup buku bacaannya.

“Nyanyikan aku Oppa, bukankah Oppa pintar bernyanyi? “ pinta Hyanggi dengan puppy eyesnya.

“Aku tidak bisa bernyanyi yeoja tengil..” celoteh Kyungsoo yang membuat Hyanggi mengerucutkan bibirnya kedepan. Sikap Hyanggi yang seperti itu, sukses membuat Kyungsoo tersenyum manis sekaligus senang bukan kepalang.

“Oppa, kau lagi-lagi tersenyum. Kenapa akhir-akhir ini Oppa sangat senang tersenyum? Apa karenaku Oppa tersenyum? “ tanya Hyanggi dan menatap Kyungsoo lekat-lekat.

“Eoh..” jawab Kyungsoo jujur dan lagi-lagi tersenyum.

“Jinjjayo Oppa? “ teriak Hyanggi kesenangan dan mengecup cepat bibir Kyungsoo.

“Isshijak..” desis Kyungsoo dan mengancang-ancang akan menjitak kepala Hyanggi.

Ting..Tong..

Ting..Tong..

“Chakamannyo, sepertinya itu Jongin tapi mungkin saja Joonmyun Hyung..” pamit Kyungsoo.

“Joonmyun Oppa? Ah, aku merindukan Joonmyun Oppa..” celoteh Hyanggi yang membuat Kyungsoo menatap Hyanggi dengan death glarenya.

“Mwol? “ cibir Hyanggi.

Pletak!

“Oppa! “ teriak Hyanggi kesakitan. Kyungsoo hanya terkekeh pelan dan berlari keluar kamar Hyanggi untuk membuka pintu karena ada tamu.

CKLEK!

“Annyeonghaseyo..” Kyungsoo mengernyitkan dahinya bingung. Didepannya sekarang bukanlah sosok Joonmyun dan juga Jongin melainkan sosok namja yang mungkin seumuran dengan Hyanggi dengan perwatakan tampan.

“Nuguseyo? “ tanya Kyungsoo ragu.

“Hyanggi chingu..” jawab sang namja kecil. Kyungsoo tersenyum lebar dan menyuruh sang namja kecil masuk.

“Gomawo Hyung. Hyanggi oddiga? “ Kyungsoo hanya tersenyum tipis dan menyuruh sang namja mengikuti langkahnya.

“Ne..” sang namja yang mengangguk-angguk pelan dan mengikuti langkah Kyungsoo dari belakang.

“Kim Hyanggi, tebak siapa yang datang? Neo Chinguya..” ujar Kyungsoo dan menyuruh masuk sang namja.

Jder!

Ibarat disambar petir, Hyanggi membeku seketika saat melihat sosok Chanheelah yang datang kerumahnya. Tangan Hyanggi seketika bergemetar, nafasnya memburu, ia sangat takut untuk berhadapan dengan sosok Chanhee. Ia belum siap untuk disakiti lagi oleh Chanhee.

“Hyanggi-ya, berbincang-bincanglah dulu dengan chingumu. Oppa akan menyiapkan minuman untum chingumu dan juga makan siangmu..” ujar Kyungsoo dan menepuk pelan pundak Chanhee.

“Ah, Ne Hyung. Gomapseumnida..” ujar Chanhee dengan ramah dan juga sopan. Chanhee menghela nafasnya kecil kemudian mendekat kearah Hyanggi yang sekarang sudah menggigit ujung bibirnya.

“Annyeong..” sapa Hyanggi dengan ragu dan melemparkan senyuman kaku kearah Chanhee.

Author Pov End

Kyungsoo Pov

Aku sibuk berkutat didapur, menyiapkan makan siang untuk Hyanggi sekaligus minuman untuk chingu Hyanggi. Ah, mengenai Chingu Hyanggi. Dia sungguh sangat tampan dan tampaknya ia sangat dekat dengan Hyanggi.

CKLEK!

Bunyi suara pintu terbuka membuatku melirik sekilas kearah pintu Rumahku. Jongin, ia disini dengan keranjang buah ditangannya. Aku tersenyum tipis dan kembali menyibukkan diriku mengupas bawang bombai dan bawang putih.

“Hyung, apa yang kau lakukan disini? “ celoteh Jongin yang entah sejak kapan sudah ada dikawasan dapur.

“Menyiapkan makan siang untuk Hyanggi..” jawabku tanpa meliriknya.

“Dimana Hyanggi? Apa dia sudah baikan? “ tanya Jongin dan memakan tahu yang baru saja selesai kupotong.

“YA! “ teriakku kesal dan memukulnya keras.

“Dimana Hyanggi hyung? Dia sudah baikan atau belum? “ tanya Jongin lagi. Ingin rasanya aku menyumpal mulutnya dengan kentang bulat agar dia diam.

“Dikamar bersama Chingunya. Sudah..” jawabku acuh tak acuh.

“Chingu? Siapa Hyung? Namja atau yeoja? “ cuap Jongin sedikit menyesak.

“Molla, aku lupa untuk menanyakan namanya. Namja..” balasku dan mengangkat bahuku pertanda tidak terlalu tahu dengan namja yang mengunjungi Hyanggi.

“Apa Jeongmin? “ gumam Jongin sambil berpikir keras.

“Jeongmin? Nugunde? “ tanyaku dan menatap Jongin penasaran.

“Hyanggi namjachingu..” jawab Jongin dengan tampang polos. Aku tersentak kaget mendengar ucapan Jongin barusan. Ia bilang namajchingukan? Bagaimana bisa Hyanggi memiliki namjachingu? Kenapa aku tidak tahu?

“Mworago? Jangan menghayal kau Kkamjong..” bentakku dan mengancang-ancang akan memukulnya.

“Aku tidak menghayal Hyung, waktu itu aku melihat Jeongmin mencium dahi Hyanggi..” bela Jongin.

“Ne? YA! Jangan mengumbar-ngumbar kebohongan babo! “ teriakku kepadanya.

“Aku tidak mengumbar-ngumbar kebohongan Hyung. Aku mengatakan apa yang aku lihat dengan mataku..” gerutu Jongin dengan wajah masam.

“Yasudahlah, aku ingin kekamar Hyanggi saja daripada disini..” cibir Jongin kearahku.

“Jika sekali lagi kau mengatakan yang tidak-tidak dongsaengku, pisau ini akan melayang kearahmu Kkamjong..” ancamku seraya menaikkan pisau tajam berukuran cukup besar kearah wajahnya.

“Mwoya? Hyung, kau sadarkan barusan mengatakan apa? ‘Dongsaengku’? “ gerutunya sembari mengejek dan membalikkan badannya segera pergi dari hadapanku.

“Aish, yang benar saja..” gerutuku dan memotong-motong kentang didepanku dengan acak-acakan.

Kyungsoo Pov End

Author Pov

“Kudengar kau sakit..” ucap Chanhee memulai perbincangan.

“Anio, kata siapa? Aku hanya butuh istirahat..” jawab Hyanggi sambil terus menghindar dari tatapan Chanhee.

“Mianhaeyo..” seru Chanhee yang membuat Hyanggi sukses tersentak kaget.

“Ne? “ ulang Hyanggi kaget.

“Mianhaeyo. Mianhae karena membuatmu tersiksa seperti ini dan juga sakit..” tutur Chanhee. Hyanggi tersenyum lega, ia yakin betul kalau Chanhee meminta maaf dengan tulus dari hatinya.

“Ne. Gwenchana..” sahut Hyanggi sembari tersenyum merekah.

“Aku tidak akan membully-mu lagi Kim Hyanggi, mianhae..” ulang Chanhee.

“Ne Chanhee-ya..” Hyanggi menghela nafas lega. Senyumanya merekah seketika, dibenaknya sekarang sudah tidak ada lagi ketakutan akan dibully oleh Chanhee.

BAM!

“Hyanggi-ya, Oppa wa- “ teriak Jongin yang terhenti saat melihat wajah dan rupa Chanhee.

“Kau? “ erang Jongin dan menatap Chanhee tajam.

“Oppa wasseo? “ ujar Hyanggi mencoba mencairkan suasana.

“Eoh. Kau sudah membaik bukan? “ tanya Jongin dan melempar senyuman tipis dengan mata yang masih terfokus menatap intes Chanhee. Yang ditatapun hanya bisa menggigit ujung bibibrnya.

“Kang Chanhee, ikut aku! Aku ingin bicara denganmu..” ujar Jongin dengan suara ketus. Chanhee mengangguk pelan dan menatap sekilas Hyanggi. Chanhee melemparkan senyuman tipisnya dan mengelus pelan puncak kepala Hyanggi.

“Annyeong. Lekas sembuh..” lirih Chanhee pelan.

Blush!

Wajah Hyanggi seketika memerah. Helusan Chanhee barusan entah kenapa membuat hati Hyanggi serasa sangat senang dan ingin meledak. Perasaan yang muncul disaat Chanhee melakukan hal itu kepada Hyanggipun sama dengan perasaan saat Jeongmin melakukannya kepada Hyanggi.

Jongin menarik lengan Chanhee keluar dari rumah Kyungsoo lebih tepatnya didepan pintu rumah Kyungsoo. Jongin hanya takut Kyungsoo ataupun Hyanggi mendengar ucapan mereka berdua.

“Kang Chanhee..” seru Jongin dengan nada dingin.

“Ne Hyung? “ tanya Chanhee. Chanhee menggigit ujung bibirnya, ia rasa sesuatu yang tidak enak akan terjadi kepadanya sebentar lagi.

“Berhentilah membully dongsaengku! Jangan menyiksanya lebih dari ini! “ teriak Jongin melepas amarahnya. Ya, Jongin tahu siapa biang kerok yang selalu mem-bully Hyanggi dan Jongin tahu dari Noona Chanhee sendiri, Sora.

“Mianhae Hyung, aku tidak akan mem-bullynya lagi. Jwesonghamnida Hyung..” ujar Chanhee dan membungkuk sopan.

“Ini peringatan terakhirku, sekali lagi kau mem-bully dongsaengku.. kau akan berhadapan denganku..” ancam Jongin dan meninggalkan Chanhee diluar sendirian.

“Hah..” desah Chanhee dan menghirup oksigen banyak-banyak.

“Keputusan yang baik Chanhee! “ tukas Chanhee pada dirinya sendiri.

Author Pov End

Hyanggi Pov

“Eoh? Oppa, dimana Chanhee? “ tanyaku kepada Jongin Oppa yang kembali seorang diri.

“Pulang..” ketus Jongin Oppa dan duduk ditempat Chanhee duduk tadi.

“Apa Oppa mengusirnya? “ tanyaku lagi. Jongin Oppa menggeleng pelan dan menghembuskan nafas kecil. Oh tidak, apa yang terjadi diantara Jongin Oppa dan juga Chanhee?

“Huh? Dimana chingumu Hyanggi? “ tanya Kyungsoo Oppa yang ada diambang pintu. Kyungsoo Oppa mengedarkan pandangannya kian kemari.

“Ia sudah pulang Oppa..” jawabku dan melirik Jongin Oppa yang sibuk memainkan ponselnya.

“Geurae? Kalau begitu, ini saatnya makan siang. Jongin-ah, kau makan siang disinikan? “ tanya Kyungsoo Oppa memastikan.

“Tentu saja Hyung..” jawab Jongin Oppa semangat.

“Ck..” decak Kyungsoo Oppa seraya tersenyum kecut.

oOoOo

Hari silih berganti, hari ini hari keduaku beristirahat total. Aku sangat senang besok akan kembali masuk kesekolah, bertemu dengan Jeongmin dan juga Chanhee. Hari ini aku akan ditemani Joonmyun Oppa karena Kyungsoo Oppa ada kuliah yang harus diikutinya begitu juga dengan Jongin Oppa. Sebenarnya aku kurang enak hati jika harus merepotkan Jongin Oppa dan Joonmyun Oppa.

Semalam aku sudah membujuk Kyungsoo Oppa untuk membiarkanku dirumah sendirian tanpa diawasi sekaligus ditemani Joonmyun Oppa. Tapi Kyungsoo Oppa terus bersikeras untuk menyuruh Joonmyun Oppa menjagaku jadi apa boleh buat? Percuma saja menolak dan melwan jika pada akhirnya aku harus mengalah karena keegoisan Kyungsoo Oppa.

“Oppa pergi dulu..” kudengar suara Kyungsoo Oppa dari arah belakangku. Aku hanya bisa mengiyakan ucapan Kyungsoo Oppa dan kembali sibuk menekan tombol remote TV. Aku ingin menonton sesuatu yang bisa membuatku menangis, tersenyum ataupun tertawa keras.

“Annyeong..” pamit Kyungsoo Oppa dan mengelus pelan kepalaku.

‘Ia berubah..’ batinku dan tersenyum tipis. Samar-samar kudengar pintu rumah tertutup kembali, aku merebahkan badanku diatas sofa yang kududuki dan menatap kosong layar ponselku. Sekarang jam 9 pagi, pasti Jeongmin sibuk belajar begitu juga dengan Chanhee.

“Ayolah, apa ini? Kenapa aku selalu memikirkan Jeongmin dan Chanhee? “ rutukku dan memukul kepalaku sendiri dengan keras.

“Hyanggi! Kim Hyanggi! “ seketika aku terduduk dari tidurku. Kudengar seseorang meneriaki namaku dan dengan cepat aku berlari kearah pintu rumah. Kubuka pintu rumah dan kudapati sosok Joonmyun Oppa didepan rumah.

“Oppa! “ teriakku dan menghambur kepelukan Joonmyun Oppa.

“Aigoo, kau merindukanku? “ tanya Joonmyun Oppa.

“Sangat Oppa..” jawabku yang membuat Joonmyun Oppa tertawa geli.

“Apa kau sudah lama menungguku Kim Hyanggi? “ tanya Joonmyun Oppa lagi.

“Anio, “ jawabku cepat.

“Ah, bagaimana kalau kita pergi bermain? Kau pasti sangat bosan dirumah sehari kemarin..” ajak Joonmyun Oppa. Spontan, mata besarku ini melotot sempurna.

“Ne Oppa..” seruku bersemangat. Joonmyun Oppa berjongkok didepanku, mengambilkan sepatu converse kesayanganku dan memakaikannya untukku.

“Gomawo Oppa..” ucapku dengan senyuman mengembang.

“Ne.” sahut Joonmyun Oppa yang masih sibuk berkutat memasangkan tali sepatu converseku.

“kajja..” Joonmyun Oppa menggaet tanganku dan tidak lupa sebuah senyuman dibibirnya.

“Memangnya kita akan kemana Oppa? “ tanyaku kepada Joonmyun Oppa.

“Lotte World..” tukas Joonmyun Oppa dan menarik lenganku agar seger kemobilnya yang mewah itu.

“N..n..ne? Lo..tte World? “ ulangku dengan gugup.

“Op..op..pa…” seruku dan menahan tangan Joonmyun Oppa.

“Waeyo Hyanggi-ya? “ tanya Joonmyun Oppa bingung..

“…..” Aku hanya diam seribu bahasa.

‘Lotte world?’ batinku dalam hati. Jantungku berdetak ta karuan, tanganku berkeringat dingin dan bibirku berubah pucat pasi.

“Hyanggi-ya.. Hyanggi-ya..” panggil Joonmyun Oppa berulang kali..

“Op..pa.. “ lirihku dan menatap manik-manik mata Joonmyun Oppa dengan dalam. Joonmyun Oppapun hanya bisa menatapku cemas dan bingung dengan tingkahku yang seperti ini.

Hyanggi Pov End

-TBC-

Note : Maaf baru bisa nge-post. Mian kalau ceritanya gaje dan typo(s) berserakan dimana-mana. Maklum ini FF selesai dalam waktu 5jam-an jadi typo(s) nya pasti banyak. TT TT. Inikan udah chapter 5, berarti kemungkinan next chapter adalah chapter terakhir. Tapi tergantung juga sih, mana tahu jadi 7 chapterkan.  Oh ya, itu menurut kalian Hyanggi kenapa? Kenapa ia tiba-tiba jadi gugup gitu waktu Joonmyun ngajak dia ke Lotte world. Padahalkan biasanya orang bakalan ngelinjang kesenangan kalau diajak kesana. Ayo ayo, yang tahu jawabannya bakalan author kirimin Jeongmin kerumahnya. :3 Jangan lupa comment ne?

8 thoughts on “[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 5)

  1. aq baru baca part ini eonni ….
    maaf ya jadi masih penasaran tingkat tinggi awal mula ma lanjutannya ….
    ntar aq cari dulu deh part sebelumnya ….

    • Iyakah? Hehehe. *sembunyi diketek Jongin*
      Menurut chingu Hyanggi jatuh cinta ama siapa coba?
      Lanjutannya pasti bakalan lama post disini chingu soalnya aku hanya Freelance.
      Jadi chek di wordpress aku aja ne? bluegreenfanfiction.wordpress.com

    • Asaaa~
      Kok tahu? *kedipkedipgaje*
      Kalau disini bakalan lama di postnya chingu soalnya aku cuman Freelance disni jadi chek di wordpress pribadi aku aja ne?
      bluegreenfanfiction.wordpress.com

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s