[FF Freelance] The Way to Break Up

the way to break up

Title                : The Way to Break Up

Author           : Park Minhwa (@Putrii_tasha)

Cast               : Seohyun GG || Cho Kyuhyun

Theme           : Lee hi – It’s Over

Rating            : PG-15

Genre             : Romance, Fluffy

Length           : Ficlet

Notes             : Annyeong chingu, eonnie, oppa, eomma, appa, ahjumma, ahjussi, dan semuanya *bow. Dengan senang hati aku mempersembahkan ff ku untuk ikut kompetisi ini. Yang mana daripadanya, aku menulis FF ini dengan sangat bersemangat dan senang hati. Aku memilih tema ini karena aku suka gituu sama cerita di dalam lagu ini. Alhasil lahirlah FF ku yang jauh dari sempurna ini. Semoga suka dan saya harap ini bisa membuahkan hasil. Gamsha ~!! J

 

~oOo~

Kau, bahkan aku tidak ingat bagaimana bisa aku bersama pria sepertimu. Pria angkuh yang keras kepala juga dingin. Bahkan bagaikan angin yang bertiup, kau selalu menghembuskan kebohongan yang membuatku muak. Cho Kyuhun, we know isn’t a love.

~oOo~

Seohyun POV

Langit seoul selalu tidak berbintang jika aku menatapnya, udara malam selalu sangat dingin jika aku merasakannya, dan terik matahari selalu terasa sangat membakar jika aku berdiri dibawahnya. Aku tersentak, setelah difikirkan, mengapa aku selalu menjadi yang tersakiti ? apa yang telah kulakukan di kehidupan sebelumnya sampai- sampai aku harus menjalani hidup yang sangat berat seperti ini?

Seperti biasanya, pukul Sembilan malam aku akan berdiri disini, di depan kantorku. Jika saja nasibku lebih baik, tentu saja sedari tadi aku sudah bersarang di bawah selimutku yang nyaman. Tapi apa ini ? setiap hari aku selalu menunggunya menjemputku, semua ini karena pertunangan konyol ku dengan pria itu.

Apa aku mencintainya ? ya tuhan mana mungkin aku mencintai pria seperti itu. Pria angkuh yang keras kepala dan dingin. Ya.. siapa lagi jika bukan Cho Kyuhyun. Setahun yang lalu orang tuaku menempatkanku dalam lingkaran perjodohan, entah memang aku yang bodoh atau orang tuaku yang sudah tua. Seperti angin yang bertiup tau- tau aku sudah menyandang status sebagai tunangannya. Eomma bilang tahun ini kami akan menikah, karena hidupku terlanjur hancur. Aku hanya mengiyakan tanpa peduli kapan waktu pernikahan itu akan tiba.

Lihatlah, mobilnya kini sudah terparkir dihadapanku. Tanpa kata- kata aku masuk kedalamnya. Cho Kyuhyun, ku akui dia memang tampan. Garis wajahnya tegas, tulang hidungnya juga tajam, dan rahangnya.. aku yakin adalah rahang paling sempurna yang pernah ada. Tapi lihatlah sikapnya, angkuh dan dingin. Itu saja sudah cukup membuat semua kelebihan visualnya hancur berkeping- keping di mataku. Bagiku, selama ini dia adalah patung malaikat yang kugandeng ke setiap pesta dan sesekali memperkenalkannya sebagai tunangan kepada orang banyak.

“pakai sabuk pengamanmu!” titahnya dingin. Aku hanya melakukan apa yang dia suruh tanpa suara. “tanggal pernikahan sudah ditentukan..” tambahnya sembari menjalankan mobil.

“benarkah ?”

“ya. Apa kau senang ?” Tanya nya tanpa menatapku.

“entah sejak kapan, perasaanku terasa sangat kebas. Aku bahkan tidak tahu apa aku sedang bahagia sekarang ..” jawabku dengan sesungging senyuman terpaksa. Kudengar dia tertawa, tidak ! tawa itu lebih terdengar seperti ejekan.

“dan sejak kapan pula kau menjadi sangat melankolis ? bukankah sudah kubilang jangan terlalu sering menonton drama ?”

“ yang benar saja, aku tidak suka drama.”

Ponselnya bedering, aku menoleh dan gelagatnya menjadi sedikit aneh.

mwo ? aku tidak bisa, nanti aku menghubungimu.” Ucapnya dengan seseorang di ujung telepon. Aku hanya tersenyum kecut.

“wanita panggilan lagi ?” tanyaku tanpa menatapnya.

“perhatikan ucapanmu !”

“oh, apa aku salah ? bagaimana dengan ini ? pelacur lagi ?”

Dengan sekali hentakan, dia membanting kemudi dan membuatku sedikit tergoyang. Mobilnya menepi dan kini dia menatapku tajam.

“bagaimana bisa kau bicara seperti itu kepada calon suamimu eoh ?” Tanya nya dengan mata yang berapi- api. Lihatlah, aku berhasil membuatnya marah. Bahkan mata elangnya kini mulai berkilat. Menyeramkan sekali bukan ?

“lalu bagaimana bisa juga kau melakukan hal seperti itu kepada calon istrimu ?”

“KAU !!” tangannya terangkat, aku membayangkan kemungkinan yang akan terjadi. Ya, apalagi jika bukan sebuah tamparan? Jadi aku hanya menutup mataku saja. Tapi apa ? tidak ada tamparan, yang ada hanya suara hembusan nafas berat dan erangan penuh amarah.

“kenapa kau berhenti ? ayo pukul aku!!” titah ku dengan suara tinggi. Dia menatapku lagi, tatapannya bagaikan panah yang menembus bola mataku, menyakitkan. Menyakitkan sekali jika dia sudah menatapku seperti ini.

“turun ! ”

mwo ?”

“turun dari mobilku sekarang !!” dia berteriak padaku, aku sedikit ternganga mendengarnya. Namun pada akhirnya aku keluar dari mobilnya. Astaga, dia benar- benar iblis! Meninggalkan wanita di waktu selarut ini.

Aku terdiam, menatap mobil Chevrolet hitamnya yang kian menjauh. Bodoh, mengapa air mataku mendesak keluar seperti ini. Mana boleh aku menangisi pria seperti dia ? ini memalukan, aku harus berhenti menangis. Dengan kasar aku menghapus buliran air bening yang menjijikan ini. Aku menengadah, lihatlah! Langitpun bahkan tidak membiarkan aku melihat bintang-bintang disana.

Dengan perlahan aku melangkahkan kakiku, heels yang kupakai sekarang terasa lebih seperti alat pematah tulang, kakiku ngilu sekali. Aku tersentak, sebuah mobil putih berhenti di sampingku. Kaca nya yang hitam menyulitkanku melihat siapa yang mengemudikannya. Aku menautkan alisku saat kaca mobil perlahan turun. Seorang pria tersenyum cerah kepadaku. Baju yang dipakainya santai dan terlihat nyaman. Aku menyipitkan mataku siapa tahu aku pernah bertemu dengannya.

“selamat malam, apa yang kau lakukan malam- malam begini nona ?” Tanya nya ramah.

Aku sedikit membungkuk untuk membalas ucapan selamat malamnya. “apa aku mengenalmu ?”

“aku mengenalmu, dan apa kau sama sekali tidak mengingatku ?” tanyanya masih dengan ramahnya. Aku hanya menggeleng.

“baiklah bagaimana dengan ini .. malam ini ada bintang, akan ku petik satu untuk hyunnie ku..” pria itu bernyanyi, lagu itu.. bukanlah lagu yang dinyanyikan oleh artis terkenal, atau mungkin menjadi soundtrack film terkenal. Sebuah memori berkelebat di dalam ingatanku. Lagu itu terngiang kembali, membuatku sedikit tersentak kebelakang.

“astaga ! Wooyoung oppa !” teriakku tidak percaya, pria itu hanya tertawa sembari mengangguk mantap.

~oOo~

Author POV

Seohyun hanya berdiri mematung di hadapan kaca raksasa itu. Manusia lainnya manggut- manggut dan sesekali memuji kecantikannya. Tubuh semampainya kini terbalut gaun pengantin bertahtakan ribuan manik yang berkilauan. Tatapanya kosong, namun sedetik kemudian tatapannya menjadi panik.

eommaa…..” panggilnya dengan suara sedikit keras.

“ada apa sayang ? kau tidak suka gaun ini ? ” Tanya eomma nya sembari meraba- raba bagian belakang gaun.

“kapan tanggalnya ?”

“tanggal apa ? pernikahanmu ?” Seohyun hanya mengangguk mantap.

“tanggal 4, lima hari lagi kau akan menjadi nona Cho..” jawab eomma Seohyun dengan bahagianya. Seohyun hanya tertegun, hatinya mencelos menyadari masa depannya akan segera hancur.

“kenapa ? kau tidak perlu gugup.. aku akan bersamamu ..” ucap eomma Seohyun dengan nada menenangkan.

Seohyun tetap diam, dia ingin sekali menangis. Takdir ini, dia tidak bisa melawannya. Tentu saja dia tidak bisa melawan orang tuanya. Terlebih sekarang kedua orang tuanya sudah terlampau tua, Seohyun tidak ingin mengecewakan mereka.

~oOo~

Jika di drama biasanya sang pemeran utama akan berakhir bahagia dengan sebuah pernikahan. Tidak bagi Seohyun, dirinya kini dibelenggu oleh sangkar emas yang mengerikan. Bagaikan pusara angin, takdir ini membawanya terbang ke langit, lalu terdiam beberapa saat. Bersiap untuk mengehempaskan tubuhnya kembali ke tanah. Seperti yang sudah dikatakannya, perasaannya kebas.

Angin malam menyeruak masuk apartemennya. Dingin, sangat dingin seperti biasanya. Dengan perlahan kaki mungilnya berjalan menghampiri jendela yang terbuka. Mata indahnya menatap langit yang selalu tak berbintang. Dia tersenyum miris, kapan dia akan melihat langit berbintang lagi ? seperti dulu, dulu sebelum dia mengenal Cho Kyuhyun.

Ponselnya berdering, dengan malas dia mengangkat teleponnya. “halo?” ucap Seohyun dengan volume suara yang sangat pelan.

“permisi, apa anda mengenal tuan bernama Cho Kyuhyun ?” Tanya suara bass di ujung telepon.

“ya, ada apa ?”

“dia naik taxi ku. Tapi dia tidak menyebutkan alamatnya, dia dalam keadaan mabuk sekarang..”

“apa ? baiklah, aku akan mengirimkan alamat apartemennya  padamu. Tunggu sebentar..” Seohyun memutuskan sambungan telepon lalu mulai mengetik pesan berisikan alamat apartemen Cho Kyuhyun.

~oOo~

Seohyun POV

Dasar pria bodoh, apa dia tidak puas membuatku menderita? Dan sekarang apa ? dia membuatku terpaksa datang ke apartemennya  karena supir taxi tidak tahu  sandi apartemennya.

Aku mendesah sesaat setelah supir taxi pergi. Cho kyuhyun, kini dia sedang tertidur pulas di sofa dengan keadaan yang berantakan. Aku makin membencinya karena kini dia bahkan  sangat bau alkohol.

“YA~ kau akan menikah dan sekarang kau malah mabuk- mabukan ?” tanyaku sembari menyentuhnya dengan ujung jariku. Wajahnya terlihat sangat lelah, sesekali mimik wajahnya berubah lembut dan ramah. Sayang sekali, jika bangun dia akan kembali berubah menjadi monster..

Tapi apa itu, di kerah kemejanya.. juga di pipi kirinya. Aku mendekatkan wajahku untuk melihatnya lebih jelas. Lipstick ? ya tuhan, dia masih menggunakan jasa wanita panggilan ? dasar iblis !

Aku mundur beberapa langkah, walalupun aku sudah mengetahuinya dari dulu.. melihat bukti secara langsung seperti ini terasa sangat menyakitkan. Ada semacam perasaan sesak di dadaku. Bukan karena aku mencintainya, mungkin lebih karena aku menyadari pria seperti apa yang akan aku nikahi.

Malam ini, seiring dengan air mata yang menggenang. Aku pulang dengan perasaan hampa.

~oOo~

Besok, oh tuhan .. mengapa waktu berjalan dengan sangat cepat. Aku menatap pantulan tubuhku di cermin. Aku cantik, aku rasa aku cukup cantik untuk menikah dengan pria yang lebih baik. Seperti.. Wooyoung oppa, cinta pertamaku yang kutemui beberapa hari yang lalu.

Hari ini pukul sepuluh, aku membuat janji dengan kyuhyun. Aku memintanya menemuiku di kafe biasa, kafe yang menjadi saksi bisu keabu- abuan hubungan kami. Aku mendesah setelah melirik jam dinding, bahkan jam dinding pun bekerja lebih cepat. Aku harus bergegas.

Author POV

Seohyun berjalan pelan memasuki kafe tempat tujuannya, Cho Kyuhyun belum datang, selalu sepeti itu.

Seohyun memilih salah satu kursi lalu duduk terdiam memandangi meja. Semalam penuh dia memikirkan ini, dan kini keputusannya sudah bulat.

Lima belas menit kemudian Cho Kyuhyun tiba. Wajahnya tetap dingin seperti biasanya.

“apa yang ingin kau bicarakan ? aku masih punya janji dengan clien ku..” Tanya kyuhyun sesaat setelah mendudukan dirinya di kursi. Seohyun mengangkat kepalanya, membuat wajah cantiknya terpampang jelas dihadapan Cho Kyuhyun.

Seohyun tersenyum, senyum aneh yang belum pernah ditunjukannya. Cho Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.

“bagaimana keadaanmu ? semalam kau mabuk..” Tanya Seohyun ketus.

“ah itu, kudengar kau datang semalam..”

“apa kemeja yang penuh lipstick itu sudah kau cuci ? jika kau tidak langsung mencucinya noda itu akan membekas ..”

Kyuhyun terdiam, air mukanya berubah panik. “itu.. aku hanya..”

“kita akhiri sampai disini.” Ucap Seohyun tegas. Kyuhyun membelalakan matanya, lalu kembali memasang wajah dingin.

“jangan bercanda ..”

“Dapatkah kau mendengar suaraku? Sudah berakhir, jadi selamat tinggal.” Ucap Seohyun tak kalah dingin. Kyuhyun menegakkan tubuhnya, lalu menatap seohyun tajam.

“tidakkah kau berfikir sebelum mengatakannya ? besok waktunya, semuanya sudah siap..”

“ Sifat keras kepalamu yang  tidak berguna, kebohongan yang kau katakan sepanjang waktu, itu sudah cukup membuatku tidak berfikir dulu sebelum mengatakannya.”

“tidakkah kau tahu berapa uang yang orang tuaku habiskan untuk semua ini ?”

“Kau akan menyesal, Kau akan segera menyadari kesalahanmu. Aku tidak akan pernah ingin melihatmu lagi.” Ucap Seohyun tanpa memperdulikan pertanyaan Kyuhyun.

“kau, apa kau sedang mabuk ?”

“aku bahkan tidak pernah menyentuh botolnya.. aku pergi. Selamat tinggal..” ucap Seohyun ketus sembari berlalu meninggalkan Kyuhyun yang termangu.

Ada jalan kecil didekat kafe itu. Tanpa fikir panjang, Seohyun berjalan mengikuti jalan kecil itu.

“tunggu… Seohyun !” teriak Kyuhyun dengan nafas terengah. Seohyun membalik tubuhnya, matanya sedikit tebelalak melihat Kyuhyun berlari kearahnya.

Detik selanjutnya, tubuh kurus Seohyun sudah terengkuh oleh kedua tangan Kyuhyun. Ya, pria itu memeluknya. Membuat seohyun terhenyak saking kagetnya.

“lepasskaannn…” pinta seohyun sembari mendorong tubuh Kyuhyun. Kyuhyun sedikit terhuyung kebelakang.

“maafkan aku.. ” ucap Kyuhyun ragu. Seohyun hanya menatap pria itu tak kalah ragunya. Perlahan namun pasti, tangan kyuhyun memegang tangan Seohyun. Namun Seohyun menepisnya.

“jangan memegang tanganku, karena aku muak padamu..”

“aku menyesal.. sungguh jangan lakukan ini..”

“ Dapatkah kau mendengar kata-kata ini? Sudah berakhir.. Aku selalu ingin meninggalkanmu dengan cara  seperti ini..!” ucap Seohyun sembari melangkah mundur. “lanjutkan hidupmu … memberikan hatiku padamu adalah sebuah kesalahan besar..”

“apa selama ini aku sudah sangat menyakitimu? ” Tanya Kyuhyun putus asa.

“Sekarang aku tidak akan menutup mataku dan menangis lagi….” Ucap Seohyun seraya terisak. “Jika aku melihat ke belakang, aku benar-benar tidak bahagia. Aku akan lari dari persembunyianku dibawah bayanganmu. Di bawah langit biru dan menemukan diriku yang bahagia..” tambahnya lagi lalu mulai berjalan mundur dan berlari meninggalkan Cho Kyuhyun yang terdiam menyadari kesalahannya.

~oOo~

Seohyun terdiam, matanya masih berkaca karena ucapannya tadi kepada Cho Kyuhyun. dia bahagia kini, tentu saja. Tapi ada secercah perasaan bersalah di benaknya.

“Cho Kyuhyun, kata- kata yang ku ucapkan tadi, mungkin akan menyakitimu.. sampai- sampai kau akan membunuhku karena benci.” Gumam Seohyun sembari menerawang langit yang sangat terik. “lihatlah.. cahaya mataharinya tidak membakar kulitku seperti biasanya.” Tambahnya lagi seiring dengan secercah senyuman di bibirnya.

“hey.. sejak kapan aku tersenyum seperti ini ?” tanyanya lagi kepada dirinya sendiri. Lalu dia tersenyum lagi, berusaha untuk menghibur diri.

~oOo~

Seohyun POV

Ini sudah berakhir, katakan  padaku apakah ini mimpi ? tentu saja aku tidak akan membiarkan ini hanya sekedar mimpi. Aku menatap cangkir Mocca di hadapanku. Terlalu cantik untuk ku minum.

Setelah hari itu, aku menjadi lebih bergairah. Eomma dan Appa tentu saja marah besar. Tapi pada akhirnya mereka bisa mengerti. Cho Kyuhyun, aku tidak tahu banyak tentangnya semenjak hari itu. Kudengar dia dikirim ke London untuk mengurus perusahaan Appa nya disana. Dan aku, aku masih tetap pada perkerjaanku sebagai sekertaris . hidupku lebih berwarna, aku tidak perlu menunggu seseorang menjemputku jam Sembilan malam lagi, atau meminum kopi tanpa gairah seperti biasanya. Aku bahagia, tentu saja.

Aku meninggalkan kafe itu. Berbelok sedikit untuk melewati jalanan kosong yang kulewati sebulan yang lalu. Dijalan kosong ini aku meninggalkan Cho Kyuhyun. setelah hari itu, langit kembali berbintang, angin malam juga tidak sedingin sebelumnya, dan sekarang terik matahari juga tidak membakar kulitku. Seperti sebuah pernyataan umum, ‘apa yang datang dan apa yang pergi itu berbeda’

Aku mensyukuri kehidupanku sekarang, jika aku menoleh kebelakang. Aku akan melihat diriku kesakitan, maka dari itu aku tidak akan menoleh  ke belakang. Aku hanya akan memandang ke depan. Menatap masa depan yang menantiku.

Aku terhenti, dua meter jauhnya. Wooyoung oppa berdiri membuka tangannya, seakan menyambutku untuk datang kepadanya. Aku tersenyum sembari melambai. Dia, adalah masa depanku.

Aku berlari kearahnya, lalu memeluknya seerat yang aku bisa. Dia hanya tertawa renyah sembari membalas pelukanku. Dan pada akhirnya, perpisahan ku dengan pria itu menjadi sesuatu yang luar biasa melegakan.

~oOo~

Mungkin dulu aku memiliki banyak ketakutan, seperti biasanya aku tidak terlihat, selalu bersembunyi di dalam bayangannya, aku selalu mengambil selangkah darinya, bahkan saat air mata jatuh mengalir, dia hanya menatap langit. Aku sempat bertanya, apa aku ini awan ? tapi jawabannya adalah tidak. Aku hanyalah debu yang berterbangan disekitarnya, Cho Kyuhyun membutuhkan awan yang selalu dilihatnya. Dan debu sepertiku, hanya membutuhkan angin seperti Wooyoung oppa untuk membantuku terbang dan mengarungi kehidupan ini.

-Seohyun-

THE END

7 thoughts on “[FF Freelance] The Way to Break Up

  1. Keren thor crita.a..
    Biasa.a fanfiction yg sering ak bca tntang prjodohan bakal hidup bhgi sma orng yg d’jodoh in sma dya.. Salut dh author Seohyun d’bt gk jdi sma kyu..
    suka bngt crta.a d’tunggu karya-karya slnjut.a..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s