[FF Freelance] A Rainbow (Chapter 3)

992900_592647264100153_2125047573_n

Title : A Rainbow Chapter 3/?

Author : Leony Meong

Twitter : @Leonyisabella

Cast :

  • Park Bom Lee  (2ne1)
  • Choi Seunghyun (Bigbang)

Karakter pendukung lainnya bisa ditemukan setelah chapter berikutnya xp

Genre : Angst, Drama, Gaje dan Typo akan bertebaran karena itu memang gaya bahasa khas saya (?)

Length : Chaptered

Rating : General

Disclaimer : Yang saya miliki hanya ide cerita dan bang tabi (?) selebihnya adalah aset negara dan tuhan YME.

A/N : Annyeong, yang pertama saya berterimakasih kepada admin yang mau post ff saya kalau beneran di post (?) dan readers yang kalau memang baca dan memberi jejak, untuk keterangan, ff ini memiliki alur mundur untuk saat ini, saya memberi tanggal agar tidak terlalu membingungkan .w.b

Dan maaf karena untuk kedepannya Bang Jidi akan dijadikan Semi – semi Antagonis .w.v

© Happy Reading ©

Previous: Chapter 1, Chapter 2,

 

Chapter Sebelumnya

“Bommie, kau  jangan coba – coba bunuh diri lagi Ne? Berdoalah agar Aku tidak mati, Aku tidak mau kau dipenjara karena tuduhan telah membunuhku.” ucapku sembari meringis karena menahan sakit yang amat sangat

“YAAAA CHOI SEUNGHYUN – SSI ! JANGAN MATI SEKARANG ! TUBUHMU ITU BERAT, AYOLAH, KUMOHON ….!.” Teriaknya lagi

“Panggil Aku Tabi, ingat itu.”

Chapter 3

Seunghyun POV

06.30 – 16 September 2012, Rumah Sakit St Marry Seoul

Aku membuka mataku perlahan tapi pasti, melawan rasa kantuk dan pusing yang mengusik kepalaku, Apa Aku sudah di Surga? Bagaimana kabar Eomma?

Aku terbangun dengan keadaan memakai Piyama  berwarna hijau, jelas ini bukan Piyamaku, karena hampir seluruh Piyamaku berwarna Pink, ruangan ini berbau obat, apa ini di rumah sakit? atau Surga yang sedikit aneh?

 Samar – samar kulihat seorang gadis sedang tidur terduduk di tepi ranjang, ah itu Bommie, ternyata dia membawaku ke Rumah sakit, Aigoo kukira dia akan menyeretku dan membuangku ke Sungai terdekat.

“Bommie – ah …” panggilku

Gadis itu sama sekali tidak merespon panggilanku, Aish, gadis ini, apa dia memang tidak bisa bangun pagi atau dia bermimpi terlalu indah sehingga terhanyut kedalam mimpinya?.

Aku mencoba untuk duduk, namun perutku rasanya perih sekali. Rasanya seperti luka terbuka yang disiram Alkohol

“Bom – ah, ireona…”

Gadis itu tetap tidak bergeming, Aish dia tidur pulas sekali !

Tapi … wajahnya terlihat sangat manis saat tertidur kkke~  >.<

Aku memandangi wajahnya cukup lama, lalu tanganku iseng mengusap lembut pipinya, Dia gadis yang sangat cantik ..

Aigoo Choi Seunghyun, Kau terlalu jauh mengaguminya >.< Aku memukul kepalaku sendiri, Aku tak bisa seperti ini, dia terlalu indah untuk menjadi kekasihku.

Aku mengguncang tubuhnya perlahan

“Bom – ah, ireona…”

“Tidak bisakah Eomma membiarkanku tidur lebih lama lagi? Aku tidak bisa membuka mataku, Jebal, ini hari minggu.” jawab Bom, kali ini dia mempererat pelukannya pada sisi Ranjang rumah sakit.

“Baiklah Bomm-iee, tidurlah, kau ini gadis yang suka tidur kan :P, tapi kau harus bertanggung jawab pada Pria manis yang kau tusuk di Kantin .” ucapku dengan suara Ahjumma

“YAAA KAU BUKAN EOMMAKU.” Teriaknya, kali ini gadis itu terbangun dengan rambut yang sedikit acak – acakan dan muka yang sepertinya sangat merindukan kasur

“Memang bukan, lagipula Aku tidak bilang kau ini Anaku kan, kau sendiri yang mengigau dan menyebut – nyebut Eomma- mu 😛 ” ledeku

“YAAA TABI ! KAU INI MENYEBALKAN, Aku tadi memimpikan Eomma, dia berada di Ladang jagung yang sangat indah, Aku sangat merindukannya Tabi …. dia memberiku SEKARUNG JAGUNG REBUS ! Kau tahu, SEKARUNG ! dan semuanya sangat lucu dan manis, namun saat Aku menghempaskan tubuhku di ladang jagung yang indah itu, Eomma menyuruhku Bangun dan membuang Sekarung Jagungku tercinta. Aigoo mimpiku benar – benar horor >.<.” Dia bercerita sembari menutup matanya, dan memeluk tuubuhnya sendiri seperti orang yang ketakutan, apa menurutnya mimpi itu memang Horor? Gadis ini benar – benar Limited Edition, tak salah Aku menyukainya !

“Baiklah, baiklah Nona jagung, Aku sudah cukup mendengar mimpi Horor – mu itu, sekarang ayo rapikan dirimu, kau terlihat sangat menakutkan dengan penampakan rambut yang acak – acakan dan muka yang sepertinya sangat merindukan kasur, apa saja yang kau lakukan sehingga terlihat begitu kusut? Apa kau tersesat bertahun – tahun di ladang jagung?.”

“Yaa Kau Ini !! Aku menjagamu Semalaman Dasar Menyebalkan, bahkan Aku belum Makan Karena mencemaskanmu, kukira Kau akan mati kemarin, Aku Menyesal Menunggumu Semalaman  Dan Mendoakanmu agar segera sembuh, kenapa kau tidak Mati sajaa kemarin … !.” Dia menatapku sebal dan meninju perutku

“Sssh.. Bommie – Ah ..”

“Wae..?.” jawabnya ketus.

“Appo..” Aku mengelus perutku yang terbalut perban

 “OMO ! maafkan Aku, apa itu sakit? menurut Dokter luka yang kubuat kemarin cukup dalam, kau beruntung sekali masih bisa hidup.” Dia mengusap perutku, tatapannya terlihat sendu.

“Kau juga beruntung Bommie – ah, sebenarnya Aku tidak keberatan jika harus mati kemarin, hanya saja mungkin lebih baik seperti ini, karena Aku masih memiliki banyak tanggungan.”

“Aish, Wae? Apa maksudmu? lalu apa yang Kau maksud dengan ‘tanggungan’? Apa kau memiliki Anak dan Istri?.” Matanya terbelalak dan menatapku sedikit Horor

Aku menatapnya sebentar, lalu menghela napas.  Segala hal yang gadis ini lakukan benar – benar unik.

 “Kau beruntung, karena jika Aku mati kemarin mungkin Kau bisa di penjara karena tuduhan telah membunuhku, Aku tidak keberatan jika Aku mati kemarin karena mungkin umurku tidak akan cukup panjang, namun Aku memiliki tanggungan,mereka adalah orang – orang yang sangat kusayangi dan sangat membutuhkanku.”

Bom menyilangkan tangannya dan mengangkat sebelah alisnya, dia terlihat sedikit bingung

“Kenapa Kau bilang begitu? Ayolah,  jangan berpikir pesimis seperti orang yang kehilangan semangat hidup, itu tidak baik. Lalu tentang tanggunganmu, mereka adalah orang – orang yang sangat kau sayangi dan sangat membutuhkanmu, apa mereka memang Anak dan Istrimu? padahal Kau masih SMA, benar – benar tidak bisa dipercaya, pantas saja tampangmu terlihat seperti Ahjussi yang mesum.”

 “Kau bilang hal itu tidak baik, tapi Kau sendiri melakukan percobaan bunuh diri kemarin Sore, Kau ini Gadis Aneh, walaupun mungkin umurku tidak akan panjang, Aku tetap memiliki tujuan hidup dan cita – cita, Aku tidak akan melakukan hal bodoh semacam bunuh diri, semua itu karena ‘tanggunganku’. Lalu, tanggungan itu bukan Anak dan Istriku, Aku bahkan belum pernah memiliki Seorang Yeoja chingu.” Jelasku cukup panjang namun sedikit berbelit – belit sembari merebahkan tubuhku ke tempat tidur.

Dia mentapku dengan tatapan yang menyelidik sembari memakan jagung kesayangannya yang entah Ia dapatkan darimana

“Aigoo, baiklah Aku mengerti, Aku tidak akan bunuh diri lagi. Tapi tolong jelaskan padaku kenapa Kau tidak akan berumur panjang, lalu siapa tanggunganmu?.”

Aku tersenyum sekilas, kurasa ini merupakan urusan yang pribadi.

“Nanti lagi saja mengurusi urusanku, Aku baik – baik saja.  Bahkan kurasa kau lebih memerlukan bantuan.”

Dia hanya tersenyum dan tidak menjawab lagi, kini dia menggenggam Jagungnya dengan cukup erat.

“Bommie – ah.”

“Wae?.”

“Matamu terlihat sembab, bahkan Kau bahkan lebih mirip dengan Panda daripada Seungri sekarang, Apa yang Kau lakukan semalam?.”

“Aku menjagamu, bukankah Aku sudah bilang sebelumnya. Lalu, Siapa itu Seungri?.”

Aku menunduk dan meremas Selimut Rumah Sakit.

“Aku ingat, hanya saja Aku tidak yakin Kau melakukannya, Kita tidak saling mengenal dengan baik, dan interaksi yang kita lakukan terlihat sangat aneh, bahkan Kemarin Kau masih memanggilku Pemuda bertampang mesum. Seungri itu Adikku, matanya seperti Panda, mungkin Kau tidak akan menyukainya, dia sedikit nakal dan Hyperactive.”

Bom kini mempererat genggamannya pada jagungnya, pipinya sedikit memerah

“Aku benar – benar menunggumu, Aku mencemaskanmu, Aku baru sadar bahwa tindakan bunuh diriku sangat bodoh dan kekanak – kanakan, Aku seperti Anak kecil yang selalu ingin menang, jika dia kalah dalam suatu permainan, maka lebih baik akhiri saja, itu pemikiran yang bodoh, mengenai interaksi kita yang aneh, mungkin itu benar, tapi bukankah kita sudah setuju untuk menjadi teman?.”

Aku hanya terdiam mendengar jawabannya namun sebenarnya dalam hatiku

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

AKU BERBUNGA – BUNGA ! SUNGGUH ! JANTUNGKU SERASA INGIN MELOMPAT KE BULAN, GADIS IMPIANKU MENUNGGUKU SEMALAMAN !!

INI MERUPAKAN SALAH SATU HAL TERINDAH DALAM HIDUPKU

EOMMA, ANAKMU INI SANGAT BERUNTUNG !

(To Be Continued)

Nah pemirsah bagaimana chapter yang ketiga ini? minta Krisarnya ya Chingu :3 jangan lupa tinggalkan jejak Ne? Paypay~

 

6 thoughts on “[FF Freelance] A Rainbow (Chapter 3)

    • Tabi memiliki penyakit yang cukup berat chingu, nama penyakitnya masih rahasia xD tapi di chapter 4 ciri” penyakit tabi akan di ulas

  1. Tabi sakit ya….??? Apa cuma trick biar dy bisa deker2 sama Bom….??? `_^
    Heheheheh…

    Lanjut…. Lanjut…. pLease…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s