[FF Freelance] Beautiful Assistant (Prolog)

Beautiful AssistantTitle : Beautiful Assistant

Author : PinkyPark

Cast : EXO Members || OC’s Song Jin –a

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer : This Fanfic is 100% Mine. EXO Member belong to themselfes, management, and them parents. Please don’t be plagiator and this Fanfic not advanced to silent readers. Don’t forget leave your like and comment. Thanks!!

Beautiful Assistant.

 

“Jika takdir bisa lebih adil. Atau mungkin dikehidupan sebelumnya aku punya kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik. Setidaknya, aku tidak akan pernah bertemu dengan kedua belas pria idiot itu. ”

 

Beautiful Assistant.

Palsu. Semua yang berlalu lalang dihadapanku membuatku muak dan mual. Senyuman kepura- puraan itu benar- benar menjijikan. Pria gempal dengan rambut nyaris selembar itu bahkan menatapku dengan tatapan kotornya. Aku sadari aku memang cantik. tapi aku, sampai mati atau bahkan sampai angin topan, tsunami, dan gempa menerjangpun tidak akan pernah sudi melakukan hal hina seperti itu.

Dan hari itu, aku pulang dengan tangan hampa.

Ibu, sepertinya aku harus bangun lebih pagi lagi untuk obat- obat bau itu.

Beautiful Assistant.

Senyum dan keceriaan sempurna itu kini menghilang. Kedua belas pria dengan wajah kusut dan ditekuk itu kini berlalu satu sama lain tanpa kata- kata. Beberapa diantara mereka menjatuhkan tubuh di sofa dan langsung tidur ditempat. Yang lainnya meneguk botol mineral sampai habis lalu membuangnya ke udara. Yang lain laginya hanya bisu lalu menghilang dibalik pintu. Angin Juni menerobos pintu apartemen super besar itu. Membuat pria dengan rambut coklat dan pria dengan rambut hitam yang tidur tidak jauh dari jendela bergidik kedinginan. Angin itu sama seperti penggemar mereka diluar, tidak membiarkan mereka tidur dengan damai. Yang lebih tua memaksa membuka matanya, Nampak khawatir ditengah kantuknya yang hebat. Dalam diam berjalan menuju jendela, menatap sekilas kebawah. Dan menelan ludah karena deretan gadis remaja itu tetap setia berdiri disana dengan poster tak bermaknanya. Pria itu menutup jendela dan matanya bersamaan. Dia lelah, ah tidak –mereka semua lelah.

Sangat lelah,

Beautiful Assistant.

 

“Ibu, Song Jin –a sangat mencintaimu. Sampai waktunya tiba, bisakah kau tetap tersenyum untukku?”

“ibu, aku tidak tahu apakah aku harus senang atau sedih. Senangnya karena mulai sekarang, aku tidak akan telat membelikanmu obat lagi. Sedihnya, aku tidak tahu hal bodoh apalagi yang akan aku hadapi dengan orang- orang idiot itu.”

“dua belas pasang mata itu menatapku berbeda- beda dan berfikir tentangku berbeda- beda pula,”

“satu diantara mereka lebih waras, dan aku merasa sedikit aneh dengan jantungku.”

“satu diantara mereka, mencuri ciuman pertamaku.”

“mereka selalu tertawa layaknya anak kecil, dan itu menyihirku dalam seketika.”

“mereka tidak begitu baik jika dibangunkan dari tidurnya, dan itu mengubahku menjadi orang bodoh.”

“tahun- tahun selanjutnya, aku hanya berharap mereka akan selalu bersama.”

 

– Song Jin –a

 

“dia gadis yang baik, baik- baiklah pada dia.”

“aku tidak begitu terkesan, tapi matanya benar- benar mengingatkanku pada berlian di tengah salju,”

“dia sangat cantik, apakah dia tidak bisa ditempatkan di tempat yang lebih pantas ?”

“untuk tuhan, bisakah kau mengembalikan detak jantungku seperti biasa? Rasanya aneh sekali,”

“aku yakin, sesuatu yang besar ada di balik senyuman itu,”

“dia terlalu muda, aku tidak bisa tertarik padanya.”

“aku harus menjaga sikapku di depannya, dia benar- benar sempurna,”

“bagaimana bisa aku fokus jika dia ada disekitarku?”

“mungkin aku harus mengingat wangi tubuhnya yang khas. Seperti bayi, aku suka itu.”

“suatu saat nanti, bahkan saat aku sudah tidak dengan gemerlap panggung dan blitch kamera, aku ingin datang kepadanya dan mengajaknya berbicara.”

“senyumnya menarik, seperti sebuah bola kaca. Aku takut akan pecah saat aku mencoba meraihnya.”

“aku mengingatnya, dia adalah gadis kecil dengan air mata menggenang di tepi sungai Han. Senyumnya tidak pernah berubah. Dan aku ragu apa dia masih mengingatku?”

 

–EXO Members –

7 thoughts on “[FF Freelance] Beautiful Assistant (Prolog)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s