[FF Freelance] The Sweet Hate (Part 2)

the sweet hate poster 2

Judul: The Sweet Hate (part 2)

Author: FZ

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Genre: Romantic, Friendship, Family, Comedy (?)

Main Cast: – Park Chanyeol (EXO)

–          Jang Hye-eun

Disclaimer: FF gagal (-_-) yang pernah dipost di wordpress pribadi >> allfictionstrory.wordpress.com dengan cast berbeda. FF ini udah lama dibuat dan masih belum mendapat perbaikan yang layak. Semoga gak pada ilfeel sama jalan ceritanya J just enjoy the show kkk~

Previous: Part 1,

PART 2

            Chanyeol sedang sibuk mengangkat telepon dari para gadis dari sekolahnya. Dan ia juga sibuk dengan e-mail di laptopnya. Berulang kali ia duduk di kursi meja belajarnya dan berdiri lagi, dan pindah ke kasur atau sofa kecil di kamarnya. Tapi ia tidak pernah mengucapkan kalimat yang panjang di telepon hanya ‘Maaf aku tidak bisa’, hanya kalimat itu dan langsung memutuskan panggilan.

“Wah wah, sobat kita lagi sibuk rupanya,” ucap Sehun dari pintu kamar Chanyeol yang terbuka.

“Ini lebih buruk dari tahun kemarin,” ucap Chanyeol lemas sambil membalas e-mail dari para gadis.

“Jadi kau menolak semuanya? termasuk Eunjung?” tanya Luhan.

“Apa? semua? jadi kau juga menolak ajakan Eunjung? apa kau sudah ….” Sehun menghentikan perkataannya. Lalu ia tersenyum nakal sambil berjalan menuju Chanyeol yang sedang duduk. Ia berbicara tepat di samping telinga Chanyeol. “Kau mau mengajak anak baru itu?” lanjutnya.

Chanyeol terdiam dan tangannya juga berhenti mengetik di keyboard laptopnya, lalu kedua temannya tertawa keras.

“Kalau begitu, bolehkah aku mengajak Eunjung?” tanya Luhan menggoda.

Chanyeol tidak menghiraukan perkataan Luhan dan Sehun. Ia tetap sibuk membalas e-mail dan menjawab telepon atau sms yang masuk ke ponsel nya. Luhan dan Sehun hanya tertawa-tawa.

@@@

Di koridor sekolah.

Hye-eun sedang berjalan di koridor sambil memasang headphone di telinganya. Kedua tangannya dimasukkan ke saku balazer-nya. Ia terus berjalan sampai akhirnya ia bertemu Chanyeol, dan Chanyeol langsung memberhentikannya.

Hye-eun melangkah ke kiri dan Chanyeol menghalanginya, begitu juga ketika Hye-eun pindah ke kanan. Hye-eun yang bingung karena jalannya dihalangi Chanyeol, akhirnya menyerah, melepaskan headphonenya dan menanyakan apa yang diinginkan Chanyeol. Chanyeol menjawab dengan basa-basi dahulu dengan menerangkan apa yang bakalan terjadi  besok pada ulang tahun sekolah.

Hye-eun pura-pura tidak tahu tentang acara itu dan mendorong Chanyeol untuk menjelaskan lebih rinci tentang pesta tersebut.

“Dan seluruh siswa diperbolehkan membawa pasangan,” lanjut Chanyeol dengan wajah berbinar.

“Oh ya? kalau begitu aku akan mengajak pacarku ke sana,” kata Hye-eun senang.

Namja…. namjacingu?” kata Chanyeol kaget. Wajahnya yang ceria beberapa menit lalu berubah jadi kekecewaan dan bingung.

Ne, memangnya ada yang salah? sekarang ini aku sudah berubah dan aku bisa mendapatkan laki-laki yang aku idamkan,” kata Hye-eun sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya—menyombongkan diri. “Kalau kau berpasangan dengan siapa?”

“A..aku dengan Pa… Park Jiyeon,” jawab Chanyeol asal bicara dengan raut sedih.

“Park Jiyeon si ketua pemandu sorak yang cantik dan pintar itu?” Hye-eun pura-pura antusias. “Waah kau hebat!” Hye-eun menepuk pundak Chanyeol dengan senyuman palsunya. “Terima kasih atas informasinya ya!” lanjutnya lalu pergi.

Chanyeol yang gagal dengan rencananya, kini begitu sedih. Ia menyenderkan dahinya di dinding, bergaya seperti pemain sinetron. Baru kali ini aku di perlakukan begitu oleh seorang gadis, ucap Chanyeol dalam hati.

@@@

Dua jam sebelum pesta ulang tahun sekolah dimulai mereka bertiga ke rumah Hye-eun. Hye-eun meminjamkan gaun yang ia punya. Jinri dan Sooji kagum melihat koleksi baju Hye-eun yang banyak dan bagus-bagus. Setelah mereka berdua memilih baju, Hye-eun mulai me-make over mereka.

Sooji yang memakai kacamata kini memakai softlens. Kini mata coklat terlihat jelas. Rambut Sooji yang hanya mengembang di bagian bawah dan tanpa model, di potong Hye-eun dengan potongan Shaggy, dan di beri aksen keriting dengan alat pengeriting punya Hye-eun. Hye-eun juga menambahkan lipgloss pink di bibir mungil Sooji. Sekarang, Sooji sudah berubah menjadi seorang putri yang memakai gaun putih selutut dengan pita yang tidak terlalu besar di pinggangnya dan dilengkapi tali tipis di bahu, serta sepatu putih cantik yang ia bawa dari rumah.

Sedangkan Jinri, memilih gaun merah sederhana di atas lutut yang memiliki lengan ¾. Rambut yang tidak terlalu panjangnya diikat setengah dan diberi jepitan lucu. Make up yang di buat tidak begitu heboh juga pas dengan raut wajahnya yang sedikit chubby.

Di aula sekolah.

Dekorasi di sekolah sangat heboh. Pita-pita dipasang di setiap sudut langit-langit aula sekolah, tak lupa balon-balon dan lampu disko di tengah-tengah langit-langit aula. Beberapa lampu leser juga terpasang, hingga terdapat efek kilat bila menyala.

Ruang aula sekolah sudah penuh dengan siswa-siswi Kyungmoon Seoul High School. Semua memakai pakaian formal, walaupun tidak seformal para direktur perusahaan yang sedang rapat pemindahan saham. Guru-guru pun tak mau ketinggalan menikmati pesta tersebut.  Memang ada beberapa orang yang bukan dari sekolah tersebut karena pacar dari siswa atau siswi sekolah tersebut.

Chanyeol dkk juga sudah hadir di sana. Chanyeol menggunakan jas formal biasa dengan kemeja hitam ketat dan dasi putih. Tapi tidak sesuai dengan perkataannya kemarin dengan Hye-eun, bahwa ia akan mengajak Park Jiyeon. Kenyataannya ia malah mengajak Ham Eunjung, yang sebenarnya ingin diajak Luhan. Luhan terlihat sangat kesal dengan Chanyeol yang egois itu.

Masuklah Sooji dan Jinri yang terlihat begitu berbeda dengan penampilan biasanya. Semua mata tertuju pada mereka, seperti pada saat Cinderella memasuki istana saat di pesta dansa. Mereka berjalan dengan perasaan yang kurang enak karena diperhatikan banyak orang. Bahkan Sehun dan Luhan juga terpana. Lain dengan Chanyeol yang mencari-cari sosok Hye-eun yang mungkin ada di belakang Sooji dan Jinri.

Sooji dan Jinri berjalan menuju Chanyeol dkk. Chanyeol mendongakkan kepalanya ke kerumunan orang-orang. Lalu bertanya ke Sooji. “Mana Hyeon? Eh-uhm.. maksudku Hye-eun.”

“Dia ada di belakang. Sepertinya mereka mengobrol sedikit di luar,” jawab Sooji menunjuk pintu masuk aula dengan ibu jarinya.

“Mereka?” tanya Chanyeol.

Jinri dan Sooji mengangguk. “Maksudnya, Hye-eun dan Baekhyun. Dia pacarnya, kau tahu. Ia jauuuuh lebih tampan daripada dirimu,” ucap Jinri sambil tersenyum licik ke Chanyeol.

Dengan geram, Chanyeol berjalan cepat menuju luar aula. Tapi sebelum ia benar-benar sampai pintu masuk aula, Hye-eun sudah berjalan dengan menggandeng lengan Baekhyun sambil tersenyum.

Hye-eun begitu cantik malam ini. Ia mengenakan dress abu-abu atau bisa yang memiliki bagian ukiran cantik selutut dengan tali tipis di bagian pundaknya. Rambutnya disanggul ke belakang dengan menyisakan sedikit rambut di sisi depan kanan-kiri. Sepatu tali berwarna hitam dengan detail resleting pada bagian belakangnya, berhak enam senti, menghiasi kakinya. Ia juga membawa tas pesta kecil beraksen lipil membalut tas tersebut yang berwana putih dengan handle rantai.

Chanyeol menatap Hye-eun tanpa berkedip. Beberapa detik kemudian, ia baru tersadar kalau di samping ada Baekhyun. Hye-eun menghampiri Chanyeol yang berada sekitar satu meter di hadapannya. Hye-eun memperkenalkan Baekhyun ke Chanyeol.

Baekhyun mengulurkan tangannya. Sebenarnya Chanyeol tidak mau menjabat tangan Baekhyun, tapi ia tidak mau terlihat begitu menyukai Hye-eun di depan pacar Hye-eun. Dengan berat hati ia meraih tangan Baekhyun yang sudah terjulur.

“Senang bertemu denganmu,” ucap Baekhyun tersenyum. Mau tidak mau Chanyeol juga tersenyum kaku dan mengucapkan hal yang sama.

Eunjung berlari ke arah mereka bertiga setelah melihat kedatangan Hye-eun dan Baekhyun.

Annyeong, siapa namamu?” kata Eunjung sedikit terengah-engah kepada Baekhyun.

“Aku …..” ucap Baekhyun mulai menampakkan sifat aslinya.

“Eunjung, ini pacarku. Tolong, jangan kau ganggu dia!” kata Hye-eun memotong dengan memasang wajah sebal. “Ayo, kita ke sana saja!” lanjutnya lalu menarik tangan Baekhyun ke arah Jinri dan Sooji.

Baekhyun juga memiliki sifat seperti Chanyeol. Tidak bisa lihat wanita cantik sedikit, matanya langsung berubah seperti seekor rubah. Makanya Hye-eun menariknya jauh-jauh dari Eunjung. Karena kalau ia tergoda, bisa-bisa rencananya gagal.

“Kenapa kau menarikku? Aku baru saja ingin berkenalan dengannya.” Baekhyun berbisik ke Hye-eun yang masih menarik lengannya.

Hye-eun menghentikan langkahnya dan berbalik ke Baekhyun sambil memasang ekspresi kesal. “Seonbae tahu. Kalau seonbae lakukan itu, semua rencanaku pasti gagal.”

“Ayolah, jangan egois begitu,” pinta Baekhyun memelas sambil meraih telapak tangan Hye-eun.

“Nanti ada saatnya seonbae bebas,” kata Hye-eun kembali menggandeng lengan Baekhyun. “Sekarang seonbae masih di bawah kontrakku.”

Baekhyun hanya mendengus pelan. Kenapa aku bisa berteman dengan orang ini, kata Baekhyun dalam hati.

@@@

            Hye-eun sedang berjalan di koridor menuju lockernya sambil mendengarkan music dari I-pod nya. Semua murid yang dilewatinya langsung menoleh kepadanya sambil membaca sebuah majalah. Hye-eun berjalan seperti biasa meskipun dihatinya ia bertanya-tanya.

Sooji dan Jinri berlari menuju Hye-eun sambil membawa majalah yang sama dengan yang dibaca oleh semua murid.

“Hye-eun.. Hye-eun lihat ini!” kata Jinri dengan nafas yang belum teratur sambil memperlihatkan salahsatu halaman majalah yang ia bawa. Hye-eun memperhatikan halaman tersebut. Di sana terdapat fotonya dengan Chanyeol di studio foto kemarin.

“Apa itu kau?” tanya Sooji yang berdiri di belakang Hye-eun dan Jinri penasaran sambil mendongakkan kepalanya di sela-sela Hye-eun dan Jinri, ke halaman majalah yang dilihat Hye-eun.

Hye-eun hanya menjawab dengan datar sambil membalik ke halaman-halaman berikutnya. “Ne.”

“Kenapa kau bisa melakukan itu?” tanya Sooji.

“Melakukan apa?” kata Hye-eun menoleh ke Sooji.

“Berfoto bersama Chanyeol. Aku saja tidak pernah bisa berfoto dengannya, apalagi sampai menjadi model majalah bersama Chanyeol,” ucap Sooji sedih.

Hye-eun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak percaya mengapa orang-orang pada menyukai Chanyeol yang, yaaaa kau tahu seperti itu. Setelah bicara secukupnya ke Sooji dan menjelaskan kepada mereka tentang hal itu, mereka bertiga berjalan menuju ruang music, tempat pelajaran pertama dimulai.

Eunjung dan dayang-dayangnya menghalangi jalan mereka. Kemana pun Hye-eun dan kawannya melangkah, Eunjung selalu menghalangi jalannya. Sampai akhirnya Hye-eun kesal melihatnya. “Baiklah, apa maumu?” tanya Hye-eun ketus.

Eunjung meraih pundak Hye-eun dengan kedua tangannya dan menyenderkannya di dinding. Sooji dan Jinri mencoba membantunya namun Hyomin dan Jiyeon menghalanginya.

“Kau… bagaimana kau bisa menjadi model majalah itu bersama Chanyeol?” kata Eunjung keras sambil terus mendorong pundak Hye-eun, walaupun itu sudah mempel di dinding. “Aku saja yang sudah mengenal Chanyeol lama belum bisa melakukan hal seperti itu,” lanjutnya.

“Kasihan sekali kau. Tapi… kau tidak perlu takut aku merebut Chanyeol-mu itu,” ucap Hye-eun tenang, sambil tersenyum pahit.

Tapi hal itu malah membuat Eunjung tambah kesal dan ingin menamparnya. Sesaat itu Chanyeol langsung memegang tangan Eunjung yang hampir melayangkan tamparannya di pipi kanan Hye-eun.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Chanyeol ke Eunjung. “Kau bukan siapa-siapa aku. Jadi, apa masalahmu kalau dia bisa menjadi model bersamaku,”

“Ta..tapi aku ini fans mu Chanyeol,” kata Eunjung hampir menangis sambil memegang tangan Chanyeol. “Aku sangat kesal, kenapa orang seperti dia…” menunjuk Hye-eun dengan kasar. “….bisa mendekatimu dengan mudah, sedangkan aku?”

“Aku tidak mempunyai fans sepertimu, yang selalu membuntutiku seakan kau ini pacarku. Berbicara seenaknya di depan wartawan, selalu melarang orang lain mendekatiku, apa itu namanya fans?” kata Chanyeol kasar sambil melepaskan tangan Eunjung dari tangannya.

Eunjung mulai menangis. “Chanyeol kau jahat!” kata Eunjung sambil menangis lalu pergi.

Hye-eun merapikan pakaiannya. “Apa itu yang selalu kau lakukan pada fans-mu?” tanya Hye-eun.

Chanyeol terdiam tidak menjawab, lalu membuka mulutnya. “Kenapa kau harus marah-marah? aku kan sudah melindungimu,”

“Aku tidak butuh perlindungan dari orang sepertimu,” Hye-eun pindah dari tempatnya sambil menyenggol pundak Chanyeol. “Kau memang jahat, Chanyeol,” kata Hye-eun  lalu pergi bersama kedua sahabatnya.

@@@

Eunjung masih menyimpan dendam dengan Hye-eun. Dia menyangka kalau Hye-eun sudah mempengaruhi Chanyeol, sehingga Chanyeol bisa berkata seperti itu kepadanya. Ia berjalan di koridor sambil terus menyobek-nyobek kertas, halaman majalah dimana terpampang foto Hye-eun dan Chanyeol.

Eunjung melihat Chanyeol berjalan di koridor menuju lockernya sambil membawa sebuah buku seperti album foto. Eunjung langsung bersembunyi di balik pilar terdekat. Ia melihat Chanyeol memasukan album itu ke lockernya, dan pergi. Karena penasaran Eunjung mendekati locker Chanyeol dan membukanya ketika Chanyeol sudah menjauh dari lockernya.

Eunjung menemukan album foto yang tadi Chanyeol taruh. Ia membuka album itu satu per satu, lalu ia tersenyum licik.

Esoknya.

Entah kenapa di sekolah ini, yang memiliki gelar International School, murid-muridnya ternyata suka sekali bergosip. Contohnya pagi ini. Lagi-lagi Hye-eun mendapat pandangan tidak enak dari murid yang ia lewati.

Lama-lama aku di sini bisa menjadi artis. Pikir Hye-eun dalam hati sedikit kesal sambil terus berjalan dan sesekali ia melihat sekelilingnya.

Lagi-lagi Eunjung menghalangi langkah Hye-eun.

Hye-eun menghela nafas. “Sekarang, apa salahku?”

“Kau akan tahu nanti. Lihat saja pembalasanku,” ucap Eunjung sambil berkacak pinggang, lalu pergi.

“Aku tidak sabar menunggunya,” ucap Hye-eun saat Eunjung melewatinya. Eunjung memberhentikan langkahnya.

Eunjung melihat ke Hye-eun, beberapa detik kemudian Hye-eun menatapnya juga. Melihat ekspresi Hye-eun yang datar membuat Eunjung kesal, kemudian ia berjalan lagi.

Pulang sekolah.

Semua murid mengerubungi locker Hye-eun. Entah apa yang mereka lihat. Namun setelah melihatnya, mereka berbisik satu sama lainnya. Hye-eun yang bingung karena lockernya dikerubungi banyak orang, berlari kecil.

Jinri yang ada di samping Hye-eun, juga mengikuti Hye-eun berlari. Hye-eun langsung menyeruak sekumpulan murid-murid, akhirnya ia sampai di depan lockernya. Murid-murid yang menyadari bahwa pemiliknya sudah ada langsung mundur beberapa langkah.

Hye-eun kaget melihat apa yang ia dapati di depan lockernya. Begitu juga Jinri yang berada satu langkah di belakang Hye-eun. Eunjung datang dengan wajah penuh kemenangan melihat ekspresi Hye-eun.

Ia pun mendekati Hye-eun.

“Sudah kubilang. Jangan pernah bermain-main dengan Ham Eunjung,” bisik Eunjung di telinga Hye-eun.

“Hye-eun, apa itu benar kau?” tanya Jinri tidak percaya.

“Bagaimana Hye-eun? bisakah kau menjelaskan kepada semuanya!” kata Eunjung dengan nada merendahkan.

Hye-eun berbalik menghadap ke semua orang yang ada di sana sambil menunduk. Dua detik kemudian ia mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar. Eunjung kaget dengan sikap Hye-eun. Apa dia sudah tidak waras?  tanyanya.

Ne, ini aku,” kata Hye-eun sambil menunjuk ke foto itu dan tertawa seperti anak kecil yang tidak punya dosa. Ya, itu adalah foto Hye-eun saat ia masih kecil dan gendut.

Chanyeol dkk datang ke sana ketika Hye-eun menunjukan foto itu. Hye-eun melihat Chanyeol ada di sana dan ia langsung menatap tajam ke Chanyeol. Lalu ia mengalihkan lagi pandangannya dari Chanyeol.

“Waktu itu aku sering dibilang ‘anak babi gendut’,” kata Hye-eun sambil menatap kembali Chanyeol. Semua orang di sana tertawa.

“Dan kalian tidak usah memperdulikan tulisan di sana yang mengatakan aku melakukan operasi plastik atau semacamnya. Aku melakukannya secara alami. Jadi, kalau kalian yang memiliki masalah dengan berat badan, kalian bisa konsultasi denganku,” kata Hye-eun tersenyum, gaya bicaranya seperti sales kecantikan yang sedang menawarkan produk pada tante yang suka memakai make-up super tebal.

Eunjung kesal karena rencana untuk menjatuhkan Hye-eun gagal. Chanyeol juga bingung karena sikap Hye-eun jauh berbeda dari yang dulu ia kenal, diejek sedikit saja ia sudah menangis keras.

@@@

            Chanyeol mendapati Hye-eun sudah duduk di bagian depan mobilnya sambil melipat tangannya. Chanyeol pun mendekatinya.

“Ada apa?” tanya Chanyeol dengan gaya khasnya.

“Untung saja masalah ini masih bisa aku selesaikan. Kalau tidak, entah apa yang aku bisa lakukan terhadapmu,” kata Hye-eun dingin.

Ya! aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan,” tanya Chanyeol mulai kesal.

Hye-eun menatap tajam Chanyeol. “Walaupun Eunjung itu fans atau pacarmu atau apalah, haruskah kau menggunakan masa lalu-ku untuk menghancurkanku. Tak ku sangka kau hanya bersandiwara saat memarahinya, lalu berkomplot dengannya. Tapi, masalah kecil itu sama sekali tak berarti untukku,” kata Hye-eun lalu berdiri dan berjalan menuju sepedanya.

Hye-eun berbalik. “Oh iya, kau mendapatkan foto itu dari eomma-ku kan?” teriak Hye-eun dari kejauhan. “Kau harus mengembalikannya lagi. Aku jadi merasa ada yang hilang dengan masa laluku.”

Chanyeol tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya. Padahal ia tidak tahu sama sekali, mengapa foto itu bisa berada di tangan Eunjung. Memang benar Chanyeol membawa pulang foto yang ditunjukan Nyonya Jang kepadanya. Tapi, ia hanya bermaksud untuk menyimpannya bukan untuk mengejek kembali Hye-eun.

@@@

            Kyungsoo sedang menunggu Chanyeol di lapangan parkir sekolah, tepatnya di dalam mobilnya, di belakang bangku kemudi. Sambil memainkan I-pad nya, ia sesekali melihat sekeliling berharap Chanyeol cepat datang. Tiba-tiba ia melihat sesosok wanita yang ia kenal lewat di depan mobilnya. Kyungsoo langsung menaruh I-pad nya di bangku sebelahnya, dan keluar dari mobilnya untuk menanyakan kepada wanita itu di mana Chanyeol berada.

Ia meraih tangan wanita yang sedang berjalan sambil memakai headphone itu, dan menariknya sehingga wanita itu berbalik menghadapnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hye-eun memasang ekspresi tidak sukanya, lalu melepaskan headphone dari telinganya dan menggantungkannya di leher.

Kyungsoo terpana melihat Hye-eun. Lalu berkata, “Kau tahu di mana Park Chanyeol?”

Hye-eun mendongak ke belakang Kyungsoo yang lebih tinggi darinya. “Itu, di sana,” jawabnya sambil menunjuk Chanyeol yang sedang berjalan menuju tempat mereka.

Kyungsoo ikut melihat ke belakang. “Oh, gamsahamnida,” ucapnya kembali menoleh Hye-eun. Hye-eun tersenyum singkat lalu memasang kembali headphone nya dan pergi.

Kyungsoo masih menatap kepergian Hye-eun. Lalu ia dikejutkan oleh Chanyeol yang menepuk pundaknya dari belakang. Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk berhenti memikirkan Hye-eun. Ia hanya tersenyum ketika ditanya kenapa oleh Chanyeol. Chanyeol bingung tidak seperti biasanya Kyungsoo bisa tersenyum terhadapnya. Yang ia bisa hanya marah-marah, memikirkan jadwal Chanyeol dan kesibukan lainnya.

Sepertinya Kyungsoo masih memikirkan pertemuan singkatnya tadi dengan Hye-eun. Ia tersenyum-senyum membayangkan senyum singkat Hye-eun, yang ia buat menjadi berdurasi panjang dan lambat di pikirannya.

Chanyeol yang sedang menyetir bingung melihat kelakuan Kyungsoo hari ini. “Hyeong sedang bahagia hari ini?” tanya Chanyeol.

“Kurang lebih seperti itu,” jawab Kyungsoo kembali tersenyum.

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya masih sambil menyetir melihat tingkah aneh menejernya hari ini.

Sejak saat itu, Kyungsoo sering datang ke sekolah Chanyeol. Malahan ia rela menunggu Chanyeol seharian di lapangan parkir, hanya untuk berharap bisa kembali bertemu Hye-eun. Chanyeol merasa sangat terganggu dengan sikap Kyungsoo akhir-akhir ini, ia seperti orang aneh di mata Chanyeol bahkan lebih aneh dari biasanya.

“Ahh… kau tak perlu tahu tentang diriku,” kata Kyungsoo ketika Chanyeol berulang kali menanyakan apa yang terjadi pada dirinya.

“Tapi, akhir-akhir ini hyeong tampak….” Chanyeol menunjuk dahinya dengan telunjuknya sambil memasang ekspresi bingung. “Kalau hyeong butuh istirahat, hyeong boleh libur seminggu ini,” kata Chanyeol cemas.

“Itu tidak perlu,” jawab Kyungsoo singkat.

Keesokan harinya di studio foto.

Kyungsoo melihat Hye-eun keluar dari ruangan Tuan Yoon lalu diikuti dengan Tuan Yoon sendiri. Setelah mereka bersalaman, Hye-eun pergi dari tempat itu. Kyungsoo menghampiri Tuan Yoon.

“Anda kenal dengannya?” tanya Kyungsoo ke Tuan Yoon saat mereka sudah ada di dalam ruang tersebut.

“Maksudmu gadis yang tadi?” ucap Tuan Yoon, Kyungsoo mengangguk. “Memangnya kau tak mengenalnya? dia itu Jang Hye-eun, waktu itu Chanyeol pernah berpasangan foto dengannya. Dan juga ia satu sekolah dengan Chanyeol,” lanjut Tuan Yoon.

Kyungsoo terkejut. Ia baru mengingat bahwa orang yang menjadi pasangan Chanyeol berfoto saat itu adalah Hye-eun. Ya, Jang Hye-eun ia mencoba mengingat nama itu.

@@@

            Kyungsoo sedang bermain skateboard-nya di taman kota. Di sana juga ada Hye-eun yang sedang membaca sebuah novel sambil memakai headphone-nya di sebuah bangku taman sendirian. Ini bukan kebetulan melainkan Kyungsoo sengaja mengikuti Hye-eun yang ia temui di jalan menuju taman ini. Untung saja ia membawa skateboard-nya di dalam mobil, jadi ia mempunyai alasan lebih logis daripada hanya berjalan-jalan di taman.

Oh iya, kalian pasti penasaran bagaimana penampilan Kyungsoo? Nama aslinya Do Kyungsoo. Ia masih muda, umurnya baru menginjak dua puluh dua tahun. Dia pintar main music terutama piano yang mulai ia pelajari dari kecil. Dia juga jago main basket dan skateboard, Kyungsoo sering bertanding basket bersama Chanyeol dkk meski ia selalu dimarahi Chanyeol kalau ia menang.

Untung saja ia pernah kenal dengan klub skateboard di taman itu. Sehingga ia tidak terlalu canggung untuk bermain di sana. Tapi permainannya tidak terfokus karena ia terus memperhatikan Hye-eun yang membaca lalu membalikan halaman ke halaman berikutnya dengan gaya—yang menurut Kyungsoo—sangat elegan. Sampai akhirnya ia terjatuh di area bermain skateboard, semua anggota klub itu mentertawakannya. Tapi Hye-eun tetap tidak berkutik.

Hye-eun terkejut saat melihat sebuah skateboard menyentuh kakinya. Hye-eun menutup novel dan melepaskan headphone-nya lalu menatap skateboard itu. Di atas skateboard terdapat sebuah kertas notes kecil yang ditempelkan di sana. ‘HELLO’ begitu bunyi tulisan yang tertulis di kertas itu. Hye-eun mengambil kertas itu, lalu mencari siapa yang menulis kata itu untuknya.

Akhirnya mata Hye-eun terhenti pada Kyungsoo yang sedang duduk bersila di bata taman sambil bersiul tidak jelas, memandang ke arah lain, lalu menoleh ke Hye-eun dan tersenyum. Sebelumnya Hye-eun sudah mengenal Kyungsoo saat di studio foto. Ia hanya sebatas mengenal bahwa Kyungsoo adalah manajer Chanyeol.

Hye-eun berjalan sambil membawa skateboard itu ke arah Kyungsoo. Secara langsung Kyungsoo berdiri dari duduknya.

Hye-eun berdiri di depan Kyungsoo, lalu mengulurkan skateboard yang ada di tangannya. “Ini punyamu?” ucap Hye-eun datar.

Kyungsoo menggembungkan pipi-nya sambil menunduk. Rasanya ia sedikit gugup melihat Hye-eun. Akhirnya ia berani menatap mata Hye-eun. “Ne. Gamsahamnida,” jawab Kyungsoo sambil mengambil skateboard dari tangan Hye-eun.

Hye-eun berbalik membelakangi Kyungsoo dan mulai melangkah lagi.

“Tunggu!” kata Kyungsoo memberhentikan langkah Hye-eun dan membuatnya kembali berhadapan dengan Kyungsoo. Hye-eun menaikan alisnya.

“Namamu Jang Hye-eun?” tanya Kyungsoo masih memegang skateboard nya.

“Ya. Dan… apakah aku mengenalmu?” kata Hye-eun seolah tidak mengenal Kyungsoo.

Kyungsoo melangkah mendekati Hye-eun. “Aku Kyungsoo. Do Kyungsoo, manajernya Park Chanyeol.”

“Oh…” jawab Hye-eun singkat, lalu melihat sekeliling. “Anak manja itu tidak ikut?” tanyanya ke Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa ringan. “Hari ini aku bebas tugas.”

Tiba-tiba ponsel Hye-eun bergetar, ada e-mail masuk. Ia membaca e-mail itu lalu membalasnya. “Aku harus pergi sekarang,” ucap Hye-eun sambil memasukan ponsel ke saku cardigan-nya.

“Baiklah,” jawab Kyungsoo. “Mm… hati-hati di jalan!” lanjutnya sedikit gugup, Hye-eun mengangguk sambil tersenyum lalu pergi.

Kyungsoo melompat kegirangan ketika Hye-eun sudah jauh darinya, Yuuhuu

-tbc-

5 thoughts on “[FF Freelance] The Sweet Hate (Part 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s