You’re My Destiny [Chap2]

youre my destiny

Tittle: You’re My Destiny
Genre : Sad, Romance, School Life, Family
Type : Chaptered
Author : Park Mi-Rin (yongyongri)
Poster and Vid Teaser : Mi-nji Art

Rating : PG -15
Main Cast : Park Jiyeon “Jiyeon T-ara” , Lee Chanhee “Chunji Teen Top” , Lee Donghae “Super Junior”, Kwon Yuri “Yuri Girls Generation”
Support Cast : Lee Ha Yi “Lee Hi”, Bae Suzy “Suzy Miss A”, Kim MyungSoo “L Infinite”, Son Naeun “Naeun A-Pink”
Backsong : A- Pink – NoNoNo, Jessica SNSD – One Person

Prev : Teaser || Chap 1 ||

Oia, yang mau lihat vid teasernya langsung aja ya here >>>

beri komentar juga buat teasernya😀 kamsa :*

Chap 2 datang huhhhhh!!!!!! Mian telat ^plak^

Happy reading chingudeul :*

Mata jiyeon membesar, hatinya begitu kesal. Berani-beraninya bermain-main dengan seorang jiyeon. Matanya beralih pada lelaki di hadapannya yang memasang muka musam dan bersandar di bahunya.

“ahh appo..”keluh orang itu.

“ige mwoya?”pekik Jiyeon dalam hatinya.

Seorang gadis manis yang tak lain adalah ha yi sedang berjalan menuju kantin dan mendapati kerumunan orang. Ia pun dengan mudahnya menyusup karna badannya yang bergitu mungil.

“apa yang terjadi?”Tanya ha yi sebelum ia berhasil meyusupkan tubuhnya.

“lepaskan!”ucap jiyeon berhasil mendorong chunji jatuh ke lantai.

“omo! Oppa. yakh!! Oppa gwenchana~?”teriak seorang gadis manis itu berlari ke arah chunji.

“Lee Ha Yi? Apa yang kau lakukan disini”tanya chunji.

“paboya~”omel jiyeon.

“mwo? apa kau bilang?”teriak ha yi. “GIZIBEY!! Berani-beraninya kau berkata seperti itu pada oppaku ahh!”bentak ha yi.

“ha yi! Diamlah”lerai Chunji yang menyadari adiknya sebentar lagi akan meledak.

Jiyeon pergi begitu saja menjauh dari kerumunan dengan wajah penuh kesal, ia berhasil menarik seorang gadis yang tadinya melemparinya.

“makan itu”ucap jiyeon mendorong gadis itu kelantai tepat dimana tumpukan cake itu berada.

“apa yang kau lakukan!!”teriak gadis tadi bangkit membersihkan roknya dari cream kue yang mengenainya saat ia terjatuh kelantai.

“yakh!! Apa kau itu idiot! Kau yang menjatuhkan makanan ini bukan? Kau tau kue itu untuk apa dibeli? Dimakan bukan? Jadi habiskan”ucap jiyeon kembali mendorongnya.

“agasshi gwenchana?”tanya bodyguard jiyeon yang baru saja datang.

“minggir! Menjauh dari sini kalau tidak kau kupecat!”teriak jiyeon. “makan!”ucap jiyeon mendorong kepala gadis itu kelantai hingga menyentuh cake yang berhambur di lantai.

“hoh?”hanya itu yang bisa di ucapkan oleh ha yi melihat sikap tegas jiyeon.

“makan!”

“kau yang melempar ini? Yakh!! Kau cari mati ya?”ucap ha yi bangkit hendak menjambak rambut gadis tersebut.

“geumanhae..”teriak chunji membuat jiyeon dan ha yi berhenti menghakimi gadis tersebut.

Chunji bangkit dan berjalan keluar dari kerumunan.

“oppa? mau kemana?”teriak ha yi yang berlari mengikuti chunji kakaknya.

“kau!!! Urusan kita belum selesai. Kau mengerti!”ucap jiyeon menendang kaki orang tersebut.

“dasar wanita manja tak berguna!!!”teriak gadis pelempar kue tadi.

“mworago? Kau! Jangan menghina dirimu sendiri”ucap jiyeon pergi dari kerumunan mengejar chunji.

Semua orang mulai terlihat ngeri dengan sikap jiyeon yang mereka anggap hanya seorang anak manja yang tak bisa melawan dan hanya bisa mengandalkan bodyguardnya tapi jiyeon berbeda. Setelah melihatnya kebanyakan hanya bisa menganga tak habis pikir. Semua orang mulai mengumpat gadis pelempar kue tersebut dan sebagian pula ada yang membelanya dan menyalahkan sikap jiyeon.

Kaki jiyeon berlari pelan berjalan di belakang chunji yang memasuki toilet lelaki yang di susul oleh ha yi. Awalnya jiyeon hendak mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam toilet, tapi setelah memikirkan yang dilakukan chunji padanya belakangan ini ia pun memutuskan untuk masuk.

“gwenchana?”tanya jiyeon pada chunji yang berada di toilet lelaki membersihkan bajunya. Jiyeon mengeluarkan tisu dari kantongnya dan membantu chunji membersihkan sisa-sisa kue dari bajunya.

“yakh! Kau! Menjauh dari kakakku!”ucap ha yi yang baru saja datang membawa tisu.

“ahh”keluh jiyeon yang didorong oleh ha yi.

“kalian keluarlah”ucap chunji yang mulai muak dengan 2 wanita ini yang terus saja berteriak. “aku bisa membersihkannya sendiri”ucap chunji meraih tisu dari tangan jiyeon dan juga ha yi. “keluarlah”pinta chunji lagi.

“oppa..”

“keluarlah”

“mian..”ucap jiyeon namun hanya dibalas dengan tatapan datar seorang chunji.

jiyeon pun dengan segera berjalan keluar dari toilet diikuti oleh ha yi.

“walau pun kau adalah kakak kelasku! Tapi jika itu menyangkut kakakku aku tidak akan takut padamu!”ucap ha yi pada jiyeon.

“omo omo omo.. Apa kau bilang? Anak ini begitu tidak sopan. Yakh!! Anak kelas 1 beraninya..”ucap suzy yang menunggu jiyeon di pintu toilet.

“geumanhae~”lerai jiyeon.

Jiyeon hanya diam dan sesekali menengok ke dalam toilet untuk melihat apa chunji sudah selesai. Bel masuk berbunyi, suzy mengajak jiyeon segera ke kelas bersamanya dan jiyeon pun hanya diam di seret oleh suzy.

Setelah pertengahan pelajaran chunji tak juga muncul kekelas jiyeon hanya sesekali menghela nafas sambil melihat ke bangku sampingnya. Jiyeon bangkit dari duduknya menghampiri guru yang sedang mangajar sekarang, suzy memberi kode dan bertanya jiyeon akan kemana tapi diabaikan oleh jiyeon.

“aku hanya ke toilet, kalian tidak perlu mengikutiku!”ucap jiyeon pada bodyguardnya yang siap siaga di depan kelas. “apa kau tak punya telinga? Aku bilang tetaplah disini!”ucap jiyeon makin kesal karna bodyguardnya terus saja mengikutinya.

Jiyeon ke toilet tapi tak menemukan chunji disana jiyeon pun menuju belakang sekolah memandangi tembok tinggi di hadapannya berniat untuk kabur lagi kali ini.

“ayolah jiyeon kau bisa! Bahkan tembok di rumah lebih tinggi dari ini”ucap jiyeon menyemangati dirinya sendiri. “huhhh”ucap jiyeon meniup poninya.

Jiyeon berhasil melompat dengan mudahnya karna terlalu sering kabur dari para pengawal-pengawal yang dibencinya itu. Jiyeon berjalan di trotoar menuju sebuah toko kuebertuliskan ”fishy cake”.

“annyeong haseyo…”sapa jiyeon yang terlihat akrab dengan penjaga toko.

“okh? agasshi..”jawab penjaga toko berlari ke arah jiyeon.

“agasshi? Yakh! Bukankah sudah ku bilang panggil namaku saja?”

“ahh.. Aku belum terbiasa”

“cobalah jieun~a..”

“ne, ku usahakan”ucap jieun sambil tersenyum. “cakkaman”

“Hmm”ucap jiyeon yang tengah sibuk melihat-lihat kue apa yang akan ia makan.

“apa kau lari dari sekolah lagi?”

jiyeon melihat seragamnya dan mengangguk pelan.

“aigooo..stokingmu juga sedikit robek”

“jinjja? Ahh pasti tadi tersangkut. Ck”keluh jiyeon melihat robekan di stokingnya. “aku merasa bosan disekolah dan aku sangat lapar”ucap jiyeon yang kembali beralih melihat-lihat cake. “apa paman tidak membuat pie lagi?”

“pie?”

“cakkaman”ucap jieun yang buru-buru masuk mengambil sesuatu.

“hm..ini terlihat enak”ucap jiyeon.

Terdengar pintu terbuka mata jiyeon pun mengarah ke pintu masuk. Ia menghela nafas kemudian berbalik dan melihat sesosok yang ia kenali disana.

“wae?”tanya jiyeon berjalan menuju pintu.

“kau??”

“kenapa kau menolongku? Bukankan sejak awal kau membenciku?”tanya jiyeon.

“jinjja..ahh”

“wae? Kenapa kau tak menjawabku? Okh? Apa kau menyukaiku lee chunji!?”

“mwo? Apa kau bilang?aahh”ucap chunji. “jika itu bukan kau! Aku juga akan melakukan hal yang sama jadi jangan bermimpi terlalu tinggi!”ucap chunji langsung pergi.

“ahhh…”

“jiyeon~a, ini pie…”ucap jieun terputus ketika melihat jiyeon yang tengah duduk kesal di kursi. “wae~yo? Kau terlihat kesal? Apa karna..”

“anyi.. Bukan kau”ucap jiyeon.

Jiyeon tengah duduk dengan wajah kesal di hadapan begitu banyak cake yang di bawakan oleh Jieun. Ia bahkan memakannya dengan cepat. Seorang datang menghampirinya.

“Minumlah kau bisa tersedak”ucap orang tersebut meletakkan orange jus di meja jiyeon yang tak lain pemilik toko yaitu donghae.

“paman, apa paman punya pie yang bisa menghilangkan rasa kesal? Apa paman bisa membuatnya? Ahh”tanya jiyeon.

“mwo? Kau mengada-ngada lagi. Apa kau kesal dengan seseorang?”tanya donghae.

“paman, jika paman tahu didepan paman ada yang ingin melempari seseorang dengan cake. Apa paman akan mengorbankan punggung paman untuk melindunginya?”tanya jiyeon.

“apa ada orang yang seperti itu? Menurut paman jika itu bukan orang yang penting untuk paman kurasa aku hanya akan berteriak untuk menyuruhnya menghindar daripada mengorbankan pundak paman. Bukankah itu terdengar aneh?”

“begitukah?”tanya jiyeon.

“apa seseorang melemparimu?”

“anyi, aku hanya bertanya”ucap jiyeon kembali memasukkan cake dimulutnya.

“lalu? Apa ada orang didunia ini yang rela di hukum karna meminjamkan sepatu olahraganya?”

“chingu? Jika dia seorang teman, atau dia menaruh perasaan padamu”ucap donghae. “aku benar-benar frustasi kali ini”

“lalu paman, apa paman pernah percaya yang namanya cinta pandangan pertama?”Tanya jiyeon dengan wajah serius.

“apa kau mengalaminya sekarang?”tanya donghae yang terlihat mulai tertarik dengan pembicaraan jiyeon.

“lalu, bagaimana jika ia selalu bersikap dingin?”tambah jiyeon.

“ini begitu rumit kali ini, kau menyukai seseorang pada pandangan pertama?”

jiyeon mengangguk. “sepertinya..”

“tapi ia selalu bersikap dingin? Begitu?”

“hm, benar-benar membingungkan kenapa ia selalu melindungiku? Apa dia hanya sekedar menghawatirkanku?”

“bisa jadi seperti itu, tapi menurut paman kau bukanlah orang yang mudah menyukai seseorang yang baru kau lihat”

“aku juga berfikir begitu. Bahkan orang setampan myungsoo saja sudah bertahun-tahun menyukaiku tapi.. Hasilnya sama saja. lalu apa ini? Aku selalu ingin melihatnya? Tapi saat bertemu aku berubah menjadi kesal seketika. Wae? Aku juga tak tau jawabannya”

“kau yakin baru bertemu dengannya?”

“hm, aku yakin. Senyumannya begitu mempesona tapi kurasa senyuman paman lebih menarik. Tapi kenapa aku bisa menyukainya? Hm?”

“takdir?”

“paman bilang takdir? Apa ini takdirku?”

“hm, mungkin saja peman juga tidak tau pasti. ada kejadian yang aneh berarti ada yang Tuhan rencanakan untukmu.”

“untukku?”

“kalau kau yakin dia akan jadi jodohmu. paman hanya berharap jangan menyerah seperti paman. Kau mengerti?”

“ne, arrasso”ucap jiyeon memanyunkan bibirnya.

“lalu, ahh kau ini seorang gadis bukan? Apa kau tidak takut jika suatu saat kau akan gemuk? Lalu berhentilah memanjat tembok sekolahmu, ingat kau itu seorang gadis. Kau mengerti?”

“hm, arrasso arrasso.. Ck kenapa paman tiba-tiba cerewet seperti ibuku? Lalu aku gemuk? kue ini takkan membuatku gemuk secepat itu”ucap jiyeon. “ini juga salah paman, kenapa selalu membuat kue dengan rasa yang begitu enak”puji jiyeon.

“aihhh anak ini”ucap donghae mngacak-acak rambut jiyeon.

Sudah sejak lama jiyeon jadi pelanggan di toko cake ini, bahkan jieun yang jadi pelayan telah akrab dengannya begitupun dengan donghae. Donghae sudah menjadi tempat mengeluh jiyeon ketika ada masalah dan cake buatan donghae lah yang terkadang jiyeon makan untuk menghilangkan rasa penat di hatinya. Menurutnya kue buatan donghaelah yang terenak saat moodnya sedang tidak baik.

***

chunji baru saja pulang dan menuju toko cake ayahnya.

“jieun~a, apa gadis itu sudah pulang?”tanya chunji.

“siapa yang kau maksud? Jiyeon?”

“hm”

“ahh, dia baru saja di jemput oleh bodyguard-bodyguardnya. Ku rasa anak itu lagi-lagi kabur dari sekolah dan membuat masalah”keluh jieun.

“ahh, selalu saja.”ucap chunji langsung masuk ke dapur menemui ayahnya.

“mana bajumu?”tanya donghae saat chunji masih didepan pintu.

“kotor, ahh terjadi sesuatu di sekolah. mana ha-yi? Dia sudah pulang?”

“dia tak menemui ayah disini mungkin saja dia pulang ke rumah”

“kalau begitu aku ke rumah saja. Appa, cepatlah pulang setelah ini”pinta chunji kembali meraih tasnya lalu keluar dari toko menuju rumahnya yang tak begitu jauh jaraknya.

Chunji baru saja sampai dan di sambut oleh serangan pertanyaan dari ha yi.

“siapa dia? Kenapa kau mengorbankan dirimu? Dia pacarmu? Atau kau sedang pendekatan dengannya? Ahh atau kau cinta sepihak? Hm? Atau..”tanya ha yi mengikuti chunji yang berjalan ke dapur.

Chunji menengguk segelas air dan menghela nafas melihat ke arah ha yi. “kau sudah cocok menjadi seorang wartawan”ucap chunji mengacak rambut ha yi.

“yakh!! Oppa.. Beritahu aku”rengek ha yi.

“kau akan mendapatkan jawabannya nanti, Lee Chunji sedang sangat lelah sekarang. Kau mengerti?”ucap chunji naik ke lantai atas menuju kamarnya.

“ahh, selalu begitu!”omel ha yi.

chunji menutup kamarnya dan melemparkan tasnya kesebuah sofa di kamarnya. Ia pun berjalan menuju kasurnya, merentangkan tangannya di kasur kesayangannya itu.

“ahhh”terdengar helaan nafas kelelahannya.

Beberapa kemudian ia bangkit dari tidurnya membuka sebuah laci dan mengambil sebuah pita anak perempuan berwarna pink. Ia kembali ke kasurnya dan fokus memandangi pita tersebut tanpa menyadari ayahnya sudah ada di kamarnya.

“masih menyimpannya”

“ahhh, ayah mengagetkanku”keluh chunji menyapu dadanya.

donghae mengambil pita tersebut dari tangan chunji. “sudah menemukannya?”

“hm”

“benarkah?”

“dia menjadi anak baru disekolahku, ayah”

“kebetulan sekali. Dia mengenalimu?”

“anyi, dari pertama melihatnya saja aku sudah tau itu dia. Meskipun dia sudah berubah mana mungkin aku tak bisa mengenalinya”

“berubah? Apa dia tidak gendut lagi?”

chunji tertawa kecil. “itu hanya ejekan appa. Wajah cantik, tinggi, pakaian, tas, sepatu semuanya berubah. Dia sudah tumbuh dewasa tapi tidak untuk sikapnya. Sikapnya sama saja”

“apa dia anak seorang yang kaya raya”

“ahh, kurasa lebih dari itu tepatnya seperti seorang anak raja” ucap chunji. “ayah, aku sudah menghindarinya menjauh dari kehidupannya tapi semakin aku menjauhinya semakin takdir membuatku semakin masuk kedalamnya”ucap chunji.

“dan bahkan membuatmu rela di lempari cake demi melindunginya? Lalu kabur dari sekolah?”ucap donghae.

“hm. ayah mengetahuinya?”

“ha yi menceritakannya pada ayah”

“ahh mulut anak itu”

“sudahlah, cepatlah mandi dan turun untuk makan bersama” ajak donghae. “chunji~a! jangan menghindari takdir, jika kau sudah yakin berjuanglah, atau kau akan hidup dengan penyesalan nantinya.”

chunji hanya diam dan memandangi pita yang ia pegang sekarang.

“suatu saat nanti..”

~otte?otte? bagaimana episode ini? Ku tunggu komentarnya~

5 thoughts on “You’re My Destiny [Chap2]

  1. uwahhhh tambahhh seruuuuu nie ..
    makin pnsaran am next chaptnya d tnggu..
    tpi nextnya jgn lama” thor,,untung aq nunggu ff in gk sampe’ jamuran#plak#🙂😉

  2. Ohh mereka berdua dulu pernah ketemu,jd penasaran sm cerita masa lalu mrk🙂 tp knp sekarang jiyeon nggak kenal chunji??
    Lucu adlh dan jiyeon selalu curhat sm donghae tntg kekesalannya pd chunji,pdhl chunji itu anaknya donghae😄 kira2 donghae tau nggak yah klau itu chunji??
    Ditunggu lanjutannya author klau bs lebih panjang,yg ini pendek, lg seru baca ee udh tbc😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s