[Chapter 1] Two

two-request-by-zee

Two (Chapter 1)

A fanfiction by Jeeyeonie

Main Cast:

Lee Sura (OC)

B.A.P’s Zelo

B.A.P’s Daehyun

Cameo:

Song Jina (OC)

Kim Sunhee (OC)

Rating:

PG-13

Genre:

Drama, Romance, Angst

Length:

Chapetered

Previous Chapter:

Prologue

Note:

Halo readers, aku kembali dengan Two Chap. 1 ^~^

Maaf ya kalau kependekan(700+ words), aku lagi banyak tugas akhir-akhir ini hehe ^~^

Poster cr: Zee at HSG

Happy reading!~

Hari pertamaku berada di dorm B.A.P. Itu tidak seburuk yang aku pikirkan. Semua member memilik sifat yang ‘cukup baik’. Aku pikir mereka memang tidak menggunakan skenario saat tampil di variety show. Tapi aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapku nanti. Mungkin saja perlakuan mereka akan berubah? Aku juga tidak tau.

“Ya, Lee Sura. Kau mau makan atau tidak? Kita akan pergi 30menit lagi, bersiap-siaplah!” teriak seseorang dibalik pintu kamarku.

Yang benar saja, jam baru menujukkan jam 4 pagi dan mereka sudah harus pergi? Aku bahkan belum sempat menutup mataku dan tidur. Ini gila.

Ya, aku langsung bergegas mengganti piyamaku menjadi t-shirt dan jeans. Aku tidak mandi terlebih dahulu, aku tidak suka mandi di pagi hari seperti ini, itu sudah menjadi kebiasaanku semenjak menjadi trainee.

“A-aku,”

Kata-kataku dengan spontan terputus. Ya, karena mereka ber-enam tanpa alasan yang jelas mentertawaiku saat aku baru saja keluar dari kamarku.

“A-a-ada apa?” tanyaku terbata-bata.

“Kau percaya bahwa kita akan pergi 30 menit lagi? Bodoh!” teriak satu dari mereka diikuti tawa member lain yang semakin membesar.

Aku hanya tertunduk menahan semua maluku. Ternyata aku hanya dikibuli? Bodohnya aku, tidak mungkin mereka akan pergi sepagi ini. Kau bodoh, sungguh bodoh Lee Sura. Kau telah dipermalukan. Bodoh.

“Ayo bergabung bersama kami untuk makan pagi, kau akan merasakan betapa lezatnya ramyeon buatan manajer Kang!” teriak namja dengan rambut kecoklatan bernama Daehyun. Ia satu-satunya member yang seumuran denganku. Dan member yang berlaku sangat baik denganku. Ia juga membantuku membereskan barang-barangku saat menempati kamar baruku. Kurasa aku akan mulai mengenalinya dengan baik, dan ia akan menjadi temanku saat aku masih tinggal disini, aku harap.

Kulangkahkan kakiku menuju ruang makan. Aku duduk tepat bersebelahan dengan Daehyun. Aku berdepanan dengan Yongguk. Aku berada di paling kanan meja.

“K-kau makan dengan sangat cepat, Sunbaenim.” Aku memulai pembicaraan dengan mulutku yang penuh dengan ramyeon.

“Ini sangat enak.” Angguk-angguk Daehyun, ya memang benar apa yang dibicarakannya. Ramyeon ini sangat enak. Aku melanjutkan makanku, lebih baik aku diam dan makan. Aku takut tersedak jika terus berbicara, aku tak mau dipermalukan lagi.

oOo

“Sudah?” Tanya Zelo, sambil mengulurkan tangannya, untuk mengambil mangkuk yang sudah kosong ini.

“Mmm, biar aku saja, sendiri.” Jelasku masih dengan mulut yang penuh.

“Tidak usah.” Ia menarik paksa mangkuk itu dan langsung membawanya ke dapur.

Aku mendengus kesal, bagaimana hari-hariku disini nanti? Apakah aku akan akrab dengan seluruh member? Apa aku akan terus dipermalukan?

“Sura!” teriak seseorang dari belakangku, aku kenal dengan suara ini. Ya dia Jung Daehyun.

“A-ada apa?” tanyaku sedikit gugup.

“Tidak usah terlalu gugup, aku takkan mengigitmu. Member lain juga.” Diikuti dengan tawa kecilnya, memperlihatkan eye-smilenya. Dia cukup tampan.

“Ayo ikuti aku, aku yang akan melatih vocal-mu selama kau tinggal disini.” Jelasnya, sangat ramah.

Aku hanya mengangguk-angguk kecil dan mengikutinya dari belakang.

oOo

Ya, aku baru saja menyelesaikan latihan vocal-ku hari ini. Daehyun melatihku dengan sangat baik. Suaranya memang sangat bagus. Ia tampan. Ia juga memiliki sifat yang baik. Aku sudah tidak terlalu canggung terhadapnya, aku sudah berbicara banyak bersamanya. Ia mengajakku untuk makan siang di café, ia bilang ia akan mentraktirku. Ia juga sedikit romantis.

“Kau akan pesan apa?” tanyanya sambil duduk didepanku.

“Hmm, ice cream? Bagaimana denganmu sunbaenim? Kau akan memesan apa? Biar aku saja yang pesan.” Jelasku padanya.

“Aku ice-chocolate saja, dan cheesecake. Tak apa-apa kau yang memesan?”

“Iya, tunggu sebentar, sunbaenim.”

Aku segera menuju ke meja pemesanan, untuk memesan pesanan kami berdua.

Aku kembali ke mejaku, “Sudah, sunbaenim.”

“Mengapa kau selalu memanggilku ‘Sunbaenim’?” ia mencondongkan kepalanya padaku.

“A-agar… lebih sopan?”

“Bukankah kita seumuran?”

“N-ne.”

“Panggil aku dengan namaku saja, Sura-ya.”

Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku tanda aku mengerti. Aku bingung mengapa aku terlihat canggung lagi, padahal tadi aku sudah menguranginya.

“Suaramu bagus, kau juga cantik.”

DEG

Dia baru saja memujiku dan, ya. Jantungku berpacu lebih cepat dan cepat. Aku yakin wajahku memerah sekarang. Aku dengan spontan menundukkan kepalaku agar wajah merah tomatku tak terlihat.

“Kau sangat lucu, Lee Sura!” ia tertawa kecil sambil mencubit pipiku. Jantungku. Aku takut ia akan mendengar detakan itu.

“Bagaimana jika aku menyukaimu, Lee Sura?”

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter 1] Two

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s