[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 5)

Untitled-2

  • Title : My Ice Prince Myungsoo Part 5
  • Script Writer : Kim Soo Kyung
  • Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
  • Support Cast : Find by your self
  • Genre : Marriedlife, Romance, Etc.
  • Length : Short Story/ Short Chapter
  • Disclaimer : Just Fiction🙂

 Previous part: Part 1Part 2Part 3, Part 4,

 

==Part 5==

Tokyo, Japan 2AM JST.

“Aku.. aku.. sebenarnya aku..” mulut Jiyeon seolah terkunci, disaat hatinya dengan teguh berkata ‘aku siap!’ namun nyatanya mulut dan hatinya tidak dapat bekerja sama untuk saat ini. Ditatapnya Myungsoo yang dengan raut wajah tenang duduk tepat disampingnya kemudian beralih ke kedua orangtuanya yang dengan raut wajah yang masih sangat mengantuk duduk tepat dihadapannya, di sofa ruang tamu rumah orangtua Jiyeon. Jiyeon menarik nafas panjang, ia akan mencobanya lagi!

“Eomma.. Appa.. a..aku.. sebenarnya ak”

“Dia hamil” ucap Myungsoo santai membuat kedua mata orangtua Jiyeon yang tadinya tampak sayu karena masih mengantuk membulat seketika, berbeda dengan Suzy yang seolah tak kaget dengan pernyataan itu, ia hanya menunduk dalam diam.

“A..apa?” tanya kedua orangtua Jiyeon menuntut sebuah kepastian.

“Dan pacarnya kabur setelah berpura-pura ingin bertanggung jawab” Myungsoo menatap Suzy yang sejak awal duduk disamping dirinya disela-sela kalimat yang ia ucapkan. Fokus utama Myungsoo saat ini bukan bagaimana reaksi kedua orangtua Jiyeon tetapi bagaimana reaksi istrinya saat ini. Pada akhirnya Myungsoo dapat melihat itu, Suzy mengangkat kepalanya cepat dan menatap wajah Myungsoo kesamping namun dengan cepat ia menundukkan kepalanya lagi saat menyadari Myungsoo tengah tersenyum simpul sembari menatapnya. Baiklah, cukup! Kini fokus Myungsoo kembali kepada perempuan malang namun bodoh yang sedang menunduk ketakutan disampingnya.

“Apa itu benar? eoh?!” Sebuah pukulan Ny. Kim layangkan pada lengan Jiyeon.

“Jawab Ibumu! Apa itu benar?” pukulan kedua kembali ia layangkan pada putrinya.

“Kau anak nakal! Anak nakal! Dasar anak nakal! Kau bukan putriku! Hiks.. hiks.. hiks..”

“Mianhae.. mianhae eomma..hiks.. hiks.. hiks..” hanya tangis dan kata maaf yang keluar dari mulut Jiyeon ketika pukulan demi pukulan itu dilayangkan pada lengannya. Bukan pukulan keras, hanya pukulan kecil yang menandakan bahwa seorang ibu tengah marah dan kecewa pada anaknya.

“Apa yang kau pikirkan hingga kau mau ditiduri oleh laki-laki yang bahkan dia hanya pacarmu?” Tn. Park akhirnya mengeluarkan suaranya setelah lama diam berusaha menahan emosi yang sedang meluap-luap di hatinya.

Tak ada jawaban apapun, lagi-lagi menangis yang bisa Jiyeon lakukan.

“Paman…” Myungsoo hendak membuka suara.

“Biarkan aku berbicara 4 mata dengannya” potong Tn. Park.

“Saat itu Jiyeon dat”

“Ajak istrimu ke kamar tamu dan tidurlah” lagi-lagi Tn. Park memotong kalimat Myungsoo.

Myungsoo menghela nafas sejenak, diraihnya tangan Suzy agar berdiri bersamaan dengannya.

“Temanku akan menjemput, kami akan menginap di hotel” ucap Myungsoo membuat Tn. Park menatapnya sejenak.

“Mian”

“Mian?”

“Entah berapa lama kita tak bertemu dan sekalinya bertemu harus di situasi seperti ini” Tn. Park mengalihkan pandangan matanya kearah putrinya.

Tak ada jawaban dari Myungsoo, ia lebih memilih menganggukkan kepala disertai dengan sedikit senyuman yang ia tunjukkan pada bibirnya. Myungsoo menyenggol sedikit lengan kanan Suzy, dan tak perlu waktu lama bagi Suzy untuk mengartikan senggolan itu , Myungsoo dan Suzy kini membungkukkan sedikit badan mereka sebelum akhirnya mereka benar-benar pergi.

“Jangan memendamnya lagi”

“…”

“Bertanyalah”

“…”

“Suzy!”

Lamunan Suzy akan putaran-putaran kejadian beberapa jam yang lalu itu buyar seketika saat menyadari Myungsoo sedang mengajaknya berbicara. Suzy memutar kepalanya ke kanan, menatap canggung kearah Myungsoo.

“Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan” perintah Myungsoo.

Suzy hanya menunduk dan menggeleng pelan.

“Tidak ada” Suzy kembali memutar kepalanya dan lebih memilih untuk melihat sisa-sisa kendaraan yang masih berlalu-lalang dijalanan ibukota negara Jepang ini.

Hening.. untuk beberapa saat suasana itu begitu mendominasi, hanya suara mesin mobil yang bisa ditangkap oleh pendengaran Myungsoo dan Suzy sebelum akhirnya Suzy memberanikan diri untuk menatap Myungsoo lagi dan membuka suara.

“Bibi Kim it”

“Adik ayahku” jawab Myungsoo sigap seolah ia sudah mendeteksi pertanyaan itu sebelumnya.

“Jiy”

“Bukan selingkuhanku!”

“Aku tau!”

“Bodoh!”

“Apa? Kau bilang aku apa?”

“Bodoh!”

“Berani ucapkan sekali lagi?”

“Kau bodoh!” Myungsoo menarik kepala Suzy dan menyandarkan kepala istrinya itu dibahu kirinya.

“Tidurlah” ucap Myungsoo sebagai jawaban atas tatapan mata Suzy yang ditujukan padanya.

“Gunakan waktu perjalanan ini untuk kita tidur!” tambah Myungsoo.

“Kita ke Korea sekarang?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Honeymoon”

“Apa?”

“Tidak mengerti Bahasa Inggris?” Myungsoo mendorong kepala Suzy yang sebelumnya ia sandarkan pada bahunya. Myungsoo memajukan sedikit badannya kedepan, kedua tangannya terulur untuk melepas kedua earphone yang sejak tadi terpasang manis di telinga sang pengemudi mobil yang Myungsoo dan Suzy naiki.

“Sudah menemukan tempat yang kuinginkan?”

“Dasar bodoh! Sejak tadi kita sedang dalam perjalanan menuju kesana!” jawab Jang Woo Young, teman kuliah Myungsoo di Korea dulu yang sejak 3 tahun lalu memilih untuk merintis karirnya di Jepang namun beralih profesi sebagai tour guide pribadi Myungsoo selama temannya ini masih berada di negara yang menjadi tempat kakinya berpijak 3 tahun belakangan.

<> 

Furano Station, Hokkaido, Japan.

“Tujuan utama kita adalah Biei City, sebuah kota kecil yang memiliki pemandangan begitu indah yang dipenuhi oleh bukit-bukit penuh bunga. Kota ini terletak diantara Furano dan Asahikawa, itu sebabnya kita harus transit di stasiun ini dulu sebelum menuju Biei Station. Sepanjang perjalanan dari Furano Station menuju Biei Station kalian akan melihat begitu banyak ladang lavender yang sangat indah, jadi aku harap kalian tidak usah kaget dengan menunjukkan ekspresi terpukau yang berlebihan! Soal hotel, kalian akan menginap di Hotel Lavenir, letaknya tepat didepan Biei Station. Aku sudah memesankan kamar untuk kalian dilantai paling atas, kamar-kamar yang letaknya dilantai paling atas adalah kamar VIP karena view nya adalah bukit-bukit penuh bunga yang mengelilingi Biei City itu sendiri, dan…” Woo Young membalikkan badannya kebelakang, menoleh kearah Myungsoo dan Suzy yang sejak tadi hanya mengangguk-angguk malas dibelakangnya seiring dengan penjelasan yang sudah ia paparkan panjang lebar mengenai tempat yang akan mereka datangi.

“Aku hampir lupa denganmu, bagaimana? sudah sesuai keinginanmu kan? puas dengan tempatnya kan?” todong Woo Young pada Myungsoo.

“Kita belum sampai sana”

“Tapi aku sudah memberikan gambaran, apa kau tidak mendengarnya?”

“Aku tidak pandai berimajinasi kecuali jika aku sudah melihatnya dengan mataku”

“Kim Myungsoo kau payah!”

<> 

Semilir angin yang menerobos masuk melalui jendela kaca yang sedang terbuka dari sebuah kamar VIP bernomor 222 seolah tak mampu memecah keheningan yang tercipta antara Myungsoo dan Suzy yang saat ini sedang duduk saling bertolak belakang diatas ranjang besar berlapis bed cover berwarna merah marun lengkap dengan taburan mawar-mawar merah diatasnya, senada dengan warna piyama kembar bercorak abstrak yang mereka kenakan, Suzy di tepi kanan ranjang bagian kepala dan Myungsoo di tepi kanan ranjang bagian kaki.

Sesekali kedua mata mereka saling melirik satu sama lain namun ketika mata mereka saling bertemu dengan cepat kepala itu mereka tundukkan.

“Kau tau warna favoritku?” suara Suzy akhirnya dapat memecah keheningan yang sebelumnya tercipta diantara mereka.

“Tentu”

“Apa?”

“Merah marun”

“Jadi kau yang menyiapkan ini semua?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Wooyoung?”

“Darimana temanmu itu tau?”

“Pakaianmu didominasi oleh warna itu saat berbelanja pakaian tadi, setiap orang akan dengan mudah menebaknya”

“Kau benar” Suzy menganggukkan kepalanya beberapa kali pertanda mengerti.

“Myungsoo”

“Suzy”

Myungsoo dan Suzy terlihat kikuk manakala bibir mereka mengucapkan kata diwaktu yang bersamaan.

“Kau duluan”

“Ada apa?”

Myungsoo dan Suzy sama-sama menggaruk tengkuknya yang tak gatal saat bibir mereka kembali mengucapkan kalimat diwaktu yang bersamaan.

“Bibi Kim itu..” ucap Suzy mendahului.

“Bukankah aku sudah menjawab pertanyaan itu?”

“Tapi kau bilang kau sendirian dan tak memiliki siapa-siapa! Hanya appaku, bukan begitu?”

Untuk beberapa detik tatapan mata Myungsoo tertuju tepat pada kedua bola mata Suzy sebelum akhirnya ia menggerakkan badannya bergeser sedikit demi sedikit mendekati Suzy.

“Aku memang tak memiliki siapa-siapa di Korea, hanya appamu yang kumiliki karena seluruh keluarga eomma dan appaku lebih memilih hidup menyebar di Jepang dan China” jelas Myungsoo tepat didepan wajah Suzy.

“Jiyeon?”

Myungsoo tak lekas menjawab pertanyaan itu, 30 detik ia gunakan untuk memamerkan sederet gigi putih dibalik sebuah senyuman kecil yang ia pamerkan pada istrinya.

“Pacarnya adalah orang Korea yang kuliah di Jepang, ia mengajak Jiyeon ke Korea untuk menemui kedua orangtua nya dan berjanji akan bertanggung jawab, namun apa yang laki-laki itu katakan hanya omong kosong, nyatanya dia kabur dan membuat Jiyeon datang menemuiku menangis- nangis seperti perempuan malang yang tak berdaya meminta tolong agar aku membantunya memberikan penjelasan kepada orangtuanya” papar Myungsoo.

“Jadi sikap burukmu terhadapku belakangan ini karena hal itu, iya kan? Kau mencintaiku?” todong Myungsoo kemudian.

“A..apa?”

“Kau cemburu?” Myungsoo memajukan sedikit wajahnya kedepan mendekati wajah Suzy.

“T..Tidak!” Suzy memudurkan setengah badannya agar wajahnya menjauhi wajah Myungsoo.

“Kau sendiri! Atas dasar apa kau lancang menghancurkan ponsel kesayanganku, eoh ? Seluruh contact dan alamat rumah sahabat-sahabatku ada disana, lalu apa kau pikir aku bisa mengingatnya satu persatu sekarang?” kini giliran Suzy yang menodong Myungsoo oleh pertanyaannya.

“Karena aku marah”

“Apa yang membuatmu marah?”

“Kupikir kau sudah tau jawabannya”

“Aku tidak tau!”

Myungsoo terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu, sedetik kemudian kedua kaki Myungsoo yang sebelumnya menggantung bebas ke bawah ia angkat ke atas ranjang untuk duduk bersila. Myungsoo menegakkan punggungnya seiring dengan gerakan kedua tangannya yang ia tangkupkan pada kedua pipi Suzy. Myungsoo ingin bertatap muka secara intens dengan Suzy untuk detik ini. Suzy diam tak bergeming ketika ia merasakan tatapan Myungsoo begitu menusuk penglihatannya hingga ke selaput paling dalam.

“Haruskah cinta selalu dibuktikan dengan kata-kata? Tidakkah kau bisa melihatnya melalui sikapku terhadapmu? Bagaimana aku menciummu? Bagaimana aku menggenggam tanganmu dengan erat? Bagaimana aku tak ingin kau jauh dariku? Bagaimana aku menunggumu yang tak kunjung pulang seharian penuh? Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu. Kau tau?” ucap Myungsoo lembut.

“Myungsoo..”

“Jangan pernah pergi kemanapun tanpa aku! Kau hanya boleh pergi bersamaku! Karena aku tak mau kau tersesat! Aku tak mau kau tersesat dihati orang lain! Kau mengerti?”

“Myungs” Suzy tak dapat melanjutkan kalimatnya, tubuhnya seolah kaku tiba-tiba merasakan bagaimana bibir Myungsoo sedang mengunci dalam-dalam bibirnya, mengecupnya lembut tanpa pergerakan, hanya bermain pada satu titik yang menjadi fokusnya. Mungkin tak lebih dari 1 menit, Myungsoo melepaskan bibirnya dan kembali menatap Suzy fokus dengan kedua tangannya yang masih menangkup kedua pipi Suzy. Ia tertawa kecil saat melihat Suzy beberapa kali mengerjap-erjapkan kedua matanya.

“Kau kenapa?” tanya Myungsoo.

“Kau selalu mencuri ciumanku” protes Suzy namun dengan wajah yang tanpa ia sadari mulai bersemu merah.

“Dan kau marah?”

“Tentu saja!”

“Sungguh?”

“Ya!”

“Tapi wajahmu memerah”

“Apa?”

Lagi-lagi Myungsoo tertawa. Ia menarik Suzy kepelukannya, memeluk istrinya dengan hangat.

“Kau tidak ingin membalas ungkapan perasaaanku?”

Suzy memutar kedua bola matanya mendengar pertanyaan Myungsoo.

“Haruskah cinta selalu dibuktikan dengan kata-kata?” kalimat singkat yang baru Suzy ucapkan berhasil membuat Myungsoo tak bisa menahan senyum dibibirnya, begitupun juga dengan Suzy, ia tersenyum lebar dibalik hangatnya dekapan Myungsoo.

===

Wooyoung sedang menyeruput habis sisa-sisa kopi yang masih ada dicangkir yang ia pegang, sesekali matanya melirik kearah jam tangan yang terpasang pada tangan kirinya, Wooyoung tersenyum puas diikuti dengan sebuah tawa kecil yang keluar begitu saja dari mulutnya setelah ia mengingat akan sesuatu.

“Kim Myungsoo, kau harus berterima kasih padaku setelah in” Wooyoung tak melanjutkan kalimatnya saat kedua matanya menangkap kedatangan Myungsoo dan Suzy yang baru saja keluar dari lift dan masuk kedalam restaurant dimana Wooyoung berada saat ini.

“Sebagai orang sekaligus sahabatmu yang telah lebih dulu menikah, aku paham bahkan sangat paham. Bangun kesiangan dengan wajah tampak begitu cerah merona,kkkk..berapa ronde?” Wooyoung berbisik tepat ditelinga kiri Myungsoo. Myungsoo mengernyitkan dahinya sesaat, sedangkan Suzy hanya menggelengkan kepala melihat tingkah 2 lelaki dewasa yang sedang berdiri dihadapannya tanpa tau apa yang mereka bicarakan.

 

=TBC=

70 thoughts on “[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 5)

  1. Eyy myung bkin melting>< part ini sukses bkin snyum2 gaje thor, salah pahamnya jg udh tuntas
    Daebak lah~ bca nextnya dlu😉

  2. Oh ternyata jiyeon itu sepupunya .
    Udah ketar ketir aja ni bacanya kirain jiyeon siapa .
    Untungnya dengan gitu , myungsoo suzy jadi ga salah paham lagi .

  3. Annyeonghaseyo thor,.
    Naenun Irha imnida,im new reader,
    sbrlumx aku mw mnta mf ya thor,
    mian jeongmal mianhaeyo thor cx baru bisa comment di part ini cx critax bwt aku pnsran n greget,pngen cept2 lnjut baca ke part slnjutx,tp di part ini n strusx aku akan slalu coment,krn dgn coment aku bisa kluarin smua rasa yg aku rsakan saat baca ff ini thor,.
    N skrg,izinkn aku untk coment ffx,;)

    awal baca ffx aku dh suka,apalgi critax nyambung n feelx dpet bnget,aku ngerasa sprti sdang nontn drakor*dramakorea*
    krn saking terbwa suasna dlm ff n trlalu mnghayti mungkin,tp jujur aku suka bnget sma ff stu ini,author hebat bnget,thor jjang,.!!

    Aku duga klw pasti suzy hx slah pham,n trnyta dugaan ku bnar,mna mungkin myungsoo oppa tak akn mungkin lkuin hal itu n slingkuh di blakng suzy,:* #sok tau😀;)

    wktu mnytakn perasaanx,myung oppa cool bnget n so sweet,:*
    aplgi suzy jga membls prnytaan cinta dr myung oppa,.uuaaa seneng bnget aku,

    ini ff the best,keren dh;)
    oke ku rsa ckup n aku dh bnyak bacot alias coment,

    skali lagi,author hebat,keren,jjang!!
    Next part smoga lbih mngesnkan,

    fighting thor,!!:);)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s