[Chapter 2] Two

two-request-by-zee

Two (Chapter 2)

A fanfiction by Jeeyeonie

Main Cast:

Lee Sura (OC)

B.A.P’s Zelo

B.A.P’s Daehyun

Cameo:

Song Jina (OC)

Kim Sunhee (OC)

Rating:

PG-13

Genre:

Drama, Romance, Angst

Length:

Chapetered

Disclaimer: The plot is totally mine. 

Poster Credit: Zee| HSG

Previous Chapter:

Prologue | Chapter 1

oOo

“Bagaimana jika aku menyukaimu, Lee Sura?”

Menyukaiku?

“Ma-maksudmu?”

“Ya, aku menyukaimu, kau cantik, suaramu bagus, aku akan menjadi fansmu saat kau debut nanti!”

“Ba-baguslah… Terimakasih atas pujianmu, Jung Daehyun.”

Apakah aku barusan dipermalukan lagi? Ya, aku memang terlalu percaya diri. Bodohnya aku, tak mungkin orang yang baru satu hari kukenal  memang benar benar ‘menyukaiku’. Bodoh.

“Aku akan kembali ke dorm, kau mau ikut aku atau tinggal disini sementara?”

“Tentu saja aku ikut denganmu. Aku bahkan tak tau dimana dormnya berada.”

oOo

Jam sudah menunjukan pukul 12 malam. ‘Selamat pagi.’ Gumamku dalam hati, dimalam yang sangat sunyi ini. Entah mengapa aku tak bisa tidur malam ini. Mungkin karena Daehyun? Mengapa hanya karena kata-katanya itu aku sampai tak bisa tidur. Apa aku menyukainya? Tidak mungkin.

Bola mataku berputar-putar mengelilingi setiap sudut ruangan ini. Makanan! Ya, makananlah yang membuatku tak bisa tidur. Aku bahkan melewatkan makan siang dan malamku. ‘Poor Sura’ batinku.

‘Krrkk krrkk’

Bunyi apa itu? Apakah ada member yang belum tidur? Ah tidak, tadi kulihat lampu di ruang tengah telah dimatikan, yang membuatku tak jadi untuk ke kamar kecil. Hanya tikus, mungkin. Aku tak terlalu memperdulikannya. Aku sebenarnya tidak takut akan hantu dan hal-hal lainnya. Tetapi, aku hanya takut akan kegelapan, kegelapan membuatku merasa seakan-akan…Hampa?

‘Krrrkkkk KRRRK’

Sungguh, bunyi aneh apa yang menganggu malam tenangku? Rasa kesal dan penasaranku mengalahkan segalanya.

“Zel-Zelo?” Ya, dialah pelaku utama pembuat suara-suara aneh itu.

“Noona! Apa yang kau lakukan malam malam seperti ini? Kau belum tidur?” Tanyanya dengan kaki yang tengah menjinjit untuk mengambil sebungkus ramen.

“Oh, kau mau ramen, Noona?”

“Ah, ya. Tidak usah, terima kasih.” Ucapku menolak, jika aku tak mempunyai rasa malu, aku akan menjawab ‘Iya’ dengan sekeras-kerasnya.

“Kau yakin? Raut wajahmu menunjukan bahwa kau lapar.” Aku hanya diam. Bagaimana ia mengetahui bahwa aku sedang lapar? Apa ‘kelaparan’ dapat dilihat dari raut wajah seseorang? Apakah aku benar-benar terlihat seperti orang yang kelaparan?

“Aku akan buatkan ramen untukmu, aku takut kau akan mati kelaparan.” Zelo mengambil satu bungkus ramen lagi. Ia berjalan menuju dapur.

“Apa yang kau lakukan disana Noona? Melihatku memasak dari kejauhan? Kau bisa tunggu aku diruang tengah.” Ya, aku memang hanya berdiri melihatnya berlalu menuju dapur layaknya orang yang sedang bingung, tak tau apa yang harus dilakukan. Aku dipermalukan, lagi.

Kulangkahkan kedua kakiku menuju ruang tengah. Aku tak takut lagi karena lampu ruangan ini sudah dinyalakan. Apa yang harus kulakukan saat menunggu ramenku datang? Kuputar-putar bola mataku untuk menjelajahi semua sudut ruangan ini. TV! Ya mungkin aku bisa menonton televise sementara menunggunya memasak. Kuambil remote yang tergeletak di meja untuk menghidupkannya.

“AAAARGH!” Wajah hancur lebur muncul dengan teriakan menakutkannya. Aku menenangkan diriku untuk sesaat, bagaimana tidak. Saat aku baru menghidupkan televisi, hantu itu langsung muncul. Aku tarik kembali ucapanku untuk tidak takut terhadap hantu.

Member yang lain? Apakah mereka terbangun? Mati kau Lee Sura. Apakah mereka semua akan marah? Satu…Dua…Ti-ga…

Tidak ada yang keluar? “Haah….” Aku menghembuskan nafasku lega.

“Ada apa?!” Zelo menghampiriku dengan tatapan cemasnya.

“Ah, tidak apa-apa. Ta-tadi ha-hanya ada ke-kecoa!” Ucapku terbata-bata. Ya, berbohong.

“Kau memalukan Noona. Kecoa takkan menggigitmu.” Zelo hanya berlalu menuju dapurnya lagi.

oOo

“Ramennya sudah siap!” teriaknya menghampiriku dengan dua mangkuk ramen. Akhirnya makanan datang padaku. Akhirnya kau akan mendapat sesuatu yang lezat, perut.

Ia menaruh kedua mangkuk itu diatas meja dan duduk disebelahku. “Kau mau makan disini atau di ruang makan?” Tanyanya padaku. “Disini saja.” Aku hanya sangat tak sabar untuk menyantap ramen ini.

Aku mulai menyuap satu sendok, dua sendok ramen kedalam mulutku. Sungguh ini adalah ramen terenak yang pernah kumakan seumur hidupku.

“Apa kau sangat-sangat lapar, Noona?” tanya Zelo sambil berhenti menyuapkan ramen kedalam mulutnya.

“Mmm…Mungkin.” Jawabku dengan mulut penuh dengan ramen yang belum tertelan.

“Kalau kau masih lapar, aku bisa membuatkan lagi untukmu.” Tawar Zelo padaku.

“Tidak, tidak usah.” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Satu ramen sudah cukup untuk perut kecilku.

oOo

“Kau mau tidur atau menemaniku menonton televisi?” Ia duduk di sebelahku lagi, setelah meletakkan mangkuk kotor di dapur. Saatku menawarkan diri untuk mencucinya ia bilang Jongup akan mencucinya esok hari.

“Aku tidak mengantuk, bolehkah?” aku balik bertanya.

“Tentu!” ucapnya dengan bersemangat. Apakah ia sering menonton televisi sendirian di malam hari seperti ini sedangkan member yang lainnya beristirahat?

“Mengapa kau belum tidur?”

“Aku terbiasa tidur larut malam jika tak mempunyai schedule esok harinya. Daehyun dan Yongguk hyung sering menemaniku.” Jelasnya sambil menyalakan televisi yang berada di depan kami berdua. Ternyata benar dugaanku.

“Horror! Kau suka?” ia mengarahkan jari telunjuknya kearah layar televisi itu. Itu, film horror yang membuatku berteriak tadi.

Aku hanya menangguk-anggukkan kepalaku. Aku tak suka berbicara terlalu banyak dengan orang baru.

Zelo, ia orangnya baik, ramah. Ia tak terlalu pemalu seperti yang orang lain bilang. Ia juga tampan.

Aku mulai menonton film horror tersebut. Film yang cukup bagus meskipun aku tak terlalu mengerti karena aku tak menontonnya dari awal.

“AAAARGH!”

Kedua kalinya, dan saat ini aku menemui diriku tengah memeluk lengan Zelo dari samping. Memalukan. Dengan segera, kulepas pelukan ‘tak sengaja’ itu. “Ma-maaf.”

Zelo hanya membalas perbuatanku dengan tertawa kecilnya.

“Lebih baik kita menonton yang lain saja. Drama?” sarannya. Aku hanya menangguk-angguk kecil. Membiarkannya mengganti  channel ini  menjadi channel yang lebi tepat. Dan tak berbau horror.

oOo

“Zelo! Lee Sura!”

Aku sedikit membuk mataku, membiarkan sedikit cahaya matahari menyisip ke mataku. Yongguk oppa? Apa yang dilakukannya di kamarku? Bola mataku mengelilingi ruangan ini. Ini bukan kamarku. Ini ruang tengah, apa yang sebenarnya kulakukan?

Aku mulai membuka mataku dengan lebar dan mencerna apa yang aku lakukan tadi malam sehingga tertidur disini. Aku sedikit memiringkan kepalaku dan yang kulihat adalah wajah Zelo yang sangat dekat dengan wajahku, deru nafasnya-pun terasa diwajahku. “ARGH!” aku berteriak lagi. Tapi tak sekeras yang kemarin. Aku segera bangkit.

Aku baru menyadarinya. Aku tertidur di ruang tengah, bersama Zelo. Aku tertidur dipahanya, tepatnya aku menggunakan pahanya sebagai pengganti bantal. Memalukan. Sangat.

Aku melihat wajah Zelo yang baru saja terbangun. “Aku akan jelaskan ini.” Ucapnya dengan tegas.

“Ma-maaf.” Aku langsung berlari menuju kamarku. “Argh!” teriakku sambil mengacak-acak rambutku. Bodoh. Bagaimana aku bisa tertidur disana? Dengan keadaan seperti itu? Sungguh, aku frustasi. Coba saja aku tak memperdulikan suara-suara aneh di tengah malam itu, aku tak akan berakhir seperti ini. Aku harap semua member takkan berpikiran yang aneh-aneh tentangku, aku harap.

oOo

“Lee Sura, kau dipanggil Sajangnim untuk menemuinya.” Ucap Youngjae saat aku baru saja selesai membersihkan diriku.

“Aku akan mengantarkanmu. Berangkat sekarang?” Ucap Daehyun sambil menyodorkan kunci mobilnya. Aku hanya menganguk setuju.

“Ada apa dengan kau dan Zelo tadi malam?” tanya Daehyun sambil tetap memfokuskan pandangannya kedepan, ia tetap konsentrasi menyetir.

“A-aku tertidur, ra-ra-ramen—“

“Stop!”

Aku diam. Apa ia menyuruhku untuk diam?

“Aku tak akan mengerti apa yang kau ucapkan jika kau bicara dengan terbata-bata.”

“Oke aku takkan terbata-bata lagi. Tadi malam aku tak bisa tidur, aku mendengar suara-suara aneh, Zelo tengah mengambil sebungkus ramen, la—“

“Bisakah kau ceritakan intinya saja?”

Sungguh, Jung Daehyun. Mengapa kau menjadi sangat menyebalkan hari ini. Bisakah kau berubah menjadi Daehyun yang kemarin? Daehyun yang membuatku berdebar-debar, membuatku tak bisa tidur akan ucapannya. Sangat berbeda dengan Daehyun hari ini. Apakah sebenarnya ia memiliki kepribadian ganda?

“Aku tertidur saat menonton televisi di ruang tengah, bersamanya.”

Ia tak menjawab ucapanku. Hanya fokus menyetir. Seakan-akan aku tak ada disini. Sungguh, apa yang membuatnya menjadi menyebalkan seperti ini?

“Aku akan menunggu disini.” Ucapnya, sedangkan aku hanya keluar tanpa menanggapi ucapannya.

oOo

Aku dalam perjalananku kembali menuju ke dorm. Sajangnim hanya memberiku sepucuk surat yang ia bilang harus kubaca saat sampai di dorm. Apakah itu surat yang penting?

“Mengapa kau dipanggil oleh Sajangnim?” tanya Daehyun membuka pembicaraan.

“Hm… Ia hanya member surat ini.” Aku menyodorkan surat yang baru saja diberinya.

“Apa isinya?”

“Aku belum membukanya, aku akan membukanya saat sampai di dorm.”

Kulangkahkan kakiku menuju kamarku, aku sudah sangat penasaran akan surat yang diberi Sajangnim.

“Untuk Lee Sura, kau akan segera debut.”

Debut? Wah ini kabar baik, aku akan segera debut! Aku meloncat-loncat riang dikamarku. Tidak akan ada yang melihat juga, batinku.

“Tetapi kau harus menyelesaikan tugasmu saat masih tinggal di dorm B.A.P. Tugas pertamamu adalah untuk memilih dua member B.A.P dan mengajaknya liburan. TS Entertainment telah menyiapkan tiketnya.”

-TBC-

Advertisements

2 thoughts on “[Chapter 2] Two

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s