[FF Freelance] Open Mermaid (Part 3)

OP3

 

Open Mermaid (Chapter 3)

Author : @TiaGupek

Main Cast:

– Choi  Yeon Sung

– Suho (Kim Joon Myun)

– Oh Sehun

Other Cast:

– Kim Jong In (Kai)

– Byun Baek Hyun

– Im Hyoni

– Park Minha

Genre : Comedy, romance..

Rating : >15

Previous part: Part 1, Part 2

Summary : Dia telah mengetahui keberadaanku saat ini.

Happy Reading, lanjutan yang kemaren ya..

*…*

Normal PoV

Sedari tadi Hyoni sedang memperhatikan teman kesayangannya yang sedang tenggelam dalam pikirannya itu, padahal Hyoni sudah lama duduk di sampingnya dan belum mendapat respon sekali pun.

“Yak. Apa yang kau pikirkan, huh?” dipukulnya pelan temannya itu.

“Oh.. Yak Hyoni kau mengagetkanku saja,” untuk pertama kalinya Yeon Sung merespon. Hyoni menjitaknya pelan.

“Kau yang aneh, tadi pagi apa yang kau makan?”

“Aku.. Aku sudah sarapan, tadi dua anak itu membawakanku sebuah roti,” Yeon Sung mengikat rambutnya.

“Hah.. pantas saja, mungkin roti itu beracun.”

“Mana mungkin Hyo-ya.”

“Lalu kenapa dengan dirimu? Apa kau bertemu pangeranmu?”

“Hahaha.. tebak saja. Yang selama ini hilang dariku, kini telah kembali. Ehem..” *berasa lirik lagu ni* Yeon Sung menaikturunkan alisnya.

“Mwoya? Otakmu yang kurang se-ons sudah kembali eoh?” Hyoni menjitak kepala Yeon Sung agak keras.

“Appo Hyo-ya..”

“Lalu apa yang kembali dan apa yang hilang?”

“Ck, Tebak saja cantik. Hahaha” Yeon Sung sengaja merahasiakannya dan pergi keluar kelas.

“Yak, Yeon-ah kau jahat.”

 

*….*

“Hehehehe…kalungku kembali..” ucap Yeon Sung pelan, ia berjalan, tak tau akan menuju kemana karena saat ini hatinya tidak bisa diganggu.

———————————————– SKIP TIME ———————————————–

Hari berganti malam, seperti biasa Yeon Sung menyiapkan makan malam. Ia hanya sendiri di rumah karena halmoni sedang pergi ke Seoul dan Suho, kau tau sendiri ia sedang kasmaran dengan Minha.

Alat masak Yeon Sung menemaninya kini, hanya memasak untuk dirinya sendiri. Ia ingin menghubungi Hyoni, untuk makan malam bersama. Tapi pasti kalian tau kan apa yang akan dilakukan dua sejoli ketika malam minggu, saat ini Hyoni dan black knight-nya (read: KAI) sedang memadu kasih.

Sempat terpikir Yeon Sung untuk mempunyai pacar, tapi saat ini dia hanya focus untuk belajar. Otaknya memang tak seberapa, tapi semangatnya tinggi. Dan satu lagi, ia tidak percaya diri jika ada yang menyukainya. Pangerannya saja pergi entah kemana, dia mencoba untuk melupakan Suho. Yeon Sung sudah memutuskannya. Dia menganggap Suho sebagai Oppa-nya saja, tapi sangatlah sulit.

Ting Tong Ting Tong (anggep aja bell OK)

“Iya, tunggu sebentar.” Teriak Yeon Sung yang sedang menata makanan.

Cepat- cepat Yeon Sung membuka pintu, mungkin Suho pulang.

“Apple Sunbae, kau lama sekali..” dugaannya salah.

“Mian, aku baru selesai memasak. Kajja, masuk..”

“Cih, kau, memasak..? hahhahaha, …” Sehun memegangi perutnya yang sakit karena tertawa. Lebai.

“Yak!” Yeon Sung memukul Sehun agak keras.

“Ya, Sunbae appoyo..”

“Yak, What are you doing in here? Huh?” Yeon Sung sok nginglish..

“-_-, Hahahahaa. Apa yang kau katakan Sunbae?” tawa Sehun meledak seketika karena aksen Korea Yeon Sung masih melekat dalam kata-katanya.

“Ck, Hun-ah, hajima.. kau mau apa?”

“hahahaa, ini.. bukumu Sunbae..ah.. perutku sakit.”

“Aissh, Neo, jinjja..”

Plak , buku itu sukses menghantam kepala Sehun yang masih setia tertawa. Yeon Sung agak kesal kali ini, ia lalu menutup pintu, namun ada tangan yang mencegahnya.

“Kau marah.” Sehun berubah menjadi lembut.

“Ani.”

ck, dasar yeoja.. huft..” Sehun berkata dalam hati. Sehun melihat Sunbae-nya itu geli, bibir tipis yeoja itu ia majukan dan matanya melihat Sehun kesal. “Untung aku tidak melihat setan disini, kalau saja ada maka aku akan menciummu Sunbae -_-“ .  Sehun menghela napasnya.

“Mianhae, aku hanya bercanda. Sunbae tidak mengajaku masuk lagi.”

“Andwe, kau jahat..” ia kembali menutup pintunya, namun Sehun berhasil menerobos masuk (?) rumahnya.

“Yak, mau apa kau Sehunnn…”

“Tadi kau menyuruhku masuk, kau lupa?”

Week “ terserah..”

Setelah melalui beberapa proses seperti mendapat pukulan ringan di sekitar lengan (Yeon Sung ingin memukul kepala Sehun tapi ia sadar hoobae-nya itu seperti tiang listrik) Sehun menemani sunbae-nya itu makan malam, Yeon Sung mendapat teman untuk makan malamnya kali ini.

Dua orang itu kini terlihat lebih akrab dari sebelumnya, entah apa yang mereka bicarakan sehingga keduanya tertawa, terlihat serasi.

Sang namja dengan nyamanya menyampaikan guyonan ringan untuk menemani sang yeoja. Sang namja merasakan apa yang dinamakan cinta pertama kalinya, rasa ingin melihat yeoja itu selalu tersenyum selamanya. Tidak dengan tangisan yang dulu ia perlihatkan hanya karena seorang namja menyebalkan itu.  Namja itu yakin apa yang ada di dalam hatinya saat ini, cinta itu sudah mulai tumbuh

Sedangkan sang yeoja untuk kesekian kalinya tersenyum dan tertawa hari ini, banyak hal yang membuatnya merasakan itu. Kita tunggu apakah di hatinya ada sesuatu yang tumbuh diam-diam.

Cklekk (Apa ini??)

“Eoh, sunbae sudah pulang?”

“Sunbae, makanlah dulu..” begitu melihat Suho, Yeon Sung segera menemuinya. Entah dia mencoba, tapi sepertinya gagal untuk melupakan pangerannya itu.

“Ehm, aku sudah makan.” Suho berlalu menuju kamarnya dan kamar Yeon Sung pula, ia tak sempat melihat wajah sendu yeoja itu terlebih dulu. Yang sempat Suho lihat adalah kedekatan Yeon Sung dan Sehun.

Yeon Sung mengedipkan beberapa kali matanya, namanya saja tak pernah terucap dari bibir pangeran itu. Mungkin di pikirannya akan mudah untuk melupakannya, tapi praktiknya sangat susah sekali.

Sehun yang melihat sunbae-nya itu hanya terdiam, hatinya seperti tertusuk jarum. Kecil tapi sakit.. (gileee)..

“Apel sunbae? “ Sehun, masih ada Sehun disini. Bodoh sekali Yeon Sung mengabaikannya walau sesaat.

“Mwoya Hun-ah?” Yeon Sung tersenyum walaupun terlihat canggung.

“Film-nya bagus sunbae..” Sehun merutuki dirinya sendiri, kenapa ia tidak bisa berkat jujur dihadapan gadis itu.

“Oh, Jinjayo?”

“Sunbae..”

“Ehm?” selagi film romantic itu terputar di layar televise, Sehun mencoba merangkai kata-kata.

“Kau sudah melupakannya?”

“Nuguya?” deg deg.. entah jantung siapa yang berbunyi lebih cepat.

“Namja itu?”

Yeon Sung melihat kearah namja tampan itu, matanya mempesona.

“itu… itu..” gadis itu gelagapan, matanya mencari-cari sesuatu.

“Ehm, sepertinya aku salah bertanya seperti itu? Kau tak usah memaksakannya sunbae. Hal yang terpenting dalam hidupmu sudah kembali, kan?” mengalihkan pembicaraan itu lebih baik, karena Sehun sudah mengetahui jawabanya.

“eoh, kalungku kembali. Kau mau melihatnya?” Yeon Sung meletakan bandul itu keluar dari kaus kuningnya.

—————————————-9^.^9——————————————————————

Suho Pov

Aku bingung tentang apa yang ada dalam otakku ini, saat di sekolah hingga sekarang yang terlintas dalam pikiranku ini hanya dirinya..

Hubunganku dengan Minha, ahh.. aku tak ingin membicarannya sekarang. Aku menghindarinya seharian ini. Mungikin terdengar keterlaluan tapi, dia berbohong padaku. Aku tak suka dibohongi.

Bruk

Aku merebahkan tubuhku ini di kasurku, kasur ini bersebelahan dengan punya Yeon Sung. Kemarin halmoni membelikannya, ternyata halmoni-ku itu masih sayang denganku, kekkekeee..

Tubuhku lelah setelah bermain sepak bola bersama dengan teman-temanku itu, teman baru mungkin, sedikit lebih baik untuk melupakan Minha.

Mungkin sangat aneh kalau mendengar ada namja tampan tidur dalam satu ruang dengan seorang yeoja, tapi mau bagaimana lagi.. aku tak mau terus menerus bangun dengan punggung ecokan (wkwkw, bahasa apa ini??), lagi pula kasur kami terpisah dan di antaranya terdapat sekat pemisahnya, jadi aman untuk diriku dan yeoja itu.

 

———————————————-SKIP TIME ——————————————————

Normal PoV

Yeon Sung terbangun tepat pada waktunya seperti biasa, ia masih merasa canggung dengan pangeran tampan yang tidur di sebelah ranjangnya itu. Ia dapat melihat wajah polos pangerannya itu dari celah sekat itu, satu kebiasaan yang sudah Yeon Sung ketahui dari pangerannya, tidur seperti mayat. Senyuman tipis terlihat dari bibirnya, dari awal ia memasuki kamarnya, posisi tidur namja itu tetap tidak berubah sampai pagi. Namja itu tidur menghadap dirinya.

“Haaahh.. susah sekali..” desah panjang keluar dari bibir mungilnya.. “untuk melupakanmu..”

Ia beranjak untuk segera mandi dan memasak, halmoni sudah pulang saat sesudah Sehun berpamitan tadi malam. Yeon Sung tidak membangunkan namja itu karena, ia masih takut bertatapan langsung dengan Suho.

@ School

“Yeon-ah, Yeon-ah.. Hosh hosh…” tiba tiba Hyoni muncul dengan terengah-engah, membuat tangan Yeon Sung menepuk palen punggunnya..

Puk puk puk..

“Ada apa, Hyo?”

“Hosh.. hosh… lihat lokermu… kajja.. palli!!” tanpa balasan dari Yeon Sung, Hyoni menarik sahabatnya itu menuju loker keduanya. Mereka memiliki loker yang bersebelahan.

“OMO.. ige mwoya Hyoni-a??”

“Mollayo..” masih dengan napas terputus-putus Hyoni mambalas.

“Kali ini kau dapat masalah Yeon..”

“Keunde, apa masalahku? Aku tidak merebut namjachingu orang lain Hyo-a…” Yeon Sung binggung dengan semua ini, pagi-pagi ia sudah dikejutkan dengan surat ancaman tertempel jelas di depan lokernya. Untuk beberapa saat banyak pasang mata yang menatap sinis Yeon Sung.

Yeon Sung melepas paksa kertas itu, ia membacanya dengan seksama.

 

 

Untuk wanita jalang pemilik loker ini..

Kau tau Choi Yeon Sung-ssi, yeoja murahan sepertimu tidak pantas bersama SEHUN. Dia sempurna, dan kau tidak..

SEHUN milikku, kau tau itu…

Jangan kau dekati ia lagi, atau tidak

Siap-siap saja wajahmu yang jelek itu akan hancur sempurna..

 

“Hyo-a, eottokajji? Aku dan Sehun hanya… aku mengangapnya hoobae saja.. tidak lebih.” Terdengar isakan kecil saat Yeon Sung berkata. Hyoni hanya tersenyum kecut menanggapinya, ia tau benar pasti hal ini akan terjadi. Sehun adalah namja yang tengah menjadi bahan gossip dan tema obrolan siswi di sekolah ini, mulai tingkat satu sampai tinggat tiga. Dengan kata lain ia popular, sama seperti Kai . Hyoni sudah terbiasa dengan gunjingan fans fanatik Kai, walau hubungan mereka baru seumur jagung tapi Hyoni sudah kebal. Tapi bagaimana dengan Yeon Sung, dia masih terlalu … polos mungkin.

“Kau percaya dengan ini, sudahlah.. anggap saja surat dari fans,” Hyoni merangkul temanya yang sedang berupaya menahan tangis itu.

“Yak, tadi kau berteriak histeris saat memberitahuku. Aku jadi takut Hyo-ya…”

“Ck, sudah… kau tau , aku memang agak berlebihan Yeon-a.. jadi jangan di pikirkan eoh??” Hyo menarik tangan sahabatnya itu menuju kelas. Mereka menjadi pusat perhatian sekarang di koridor itu, bagaimana tidak.. siswi yang terkenal polos dan kekanakan itu kini menjadi gadis dengan perdikat ‘pengoda lelaki tampan’.

“Hyo..”

“Em?”

“Jangan kau katakan pada Sehun , eoh..”

Mana mungkin aku tak mengatakannya Yeon-a, kau sahabatku. Hoobae itu harus tau bahwa fans gilanya itu menyakiti hatimu.

“Nde..” ucapan Hyoni bertolak belakang dengan isi hatinya sekarang.

 

*…*

 

“Kau tau kan keadaannya.. menjauhlah darinya, kumohon. Eoh? Arraseo?” Hyoni berkata sambil membujuk hoobae-nya itu.

Lawan bicara Hyoni menundukan kepalanya saat ini, sangat terkejut mendengar berita itu langsung. Bagaimana masalah ini bisa ia tak ketahui, Baekhyun juga tidak berkata apa-apa. Padahal kalau kau tau, anak TK sepertinya sudah berpengalaman dalam hal bergosip ria. Hyoni menganggap waktu istirahatlah saat yang tepat untuk bicara dengan namja ini, Hyoni menarik tangannya saat ia sedang berjalan ke toilet, karena itu waktu yang tepat. Ia sedang sendiri.

“Tapi aku menyukainya..” akhirnya kata-kata itu terucap dari mulut namja yang bernama Oh Sehun itu, walau ia mengatakan pada orang lain , ia sudah merasa lega. Ia mengatakannya pada Hyoni di saat angin musim gugur bertiup di belakang gedung sekolah.

“Mwo?? “ Hyoni kaget, ia sudah menduganya setelah insiden Sehun dan Yeon bertatapan pada penerimaan murid baru .

“Em, aniyo.. aku sangat mencintainya..” Sehun mengangkat kepalanya, terlihat keyakinan di mata indahnya.

“Eoh, keureyo.. Sehun-ssi, nan arrayo… keunde, bisakah kau jauhi sahabatku itu..” Hyoni berkata dengan tegas, sebelum hal-hal aneh terjadi pada Yeon Sung.

“Anyo, tak akan  pernah sunbae..”

“Tapi..”

“Aku akan melindunginya, aku bersungguh-sungguh,” Sehun memotong perkataan Hyoni

Tapp .. Hyoni menepuk pundak Sehun.

“Neon namja yeyo, bisa aku pegang kata-kata mu Sehun-ssi?”

“Pasti..”

 

 

*…*

 

“Sehun-ah.. mendekat..” tangan Baekhyun melambai pada temannya itu, kini ia sudah mendekatkan bibir indahnya ke telinga Sehun.

Syuuuuuhhh… (apa ini????)

Baekhyun meniup telinga temannya itu, Sehun kaget dan reflex member kado special pada Baekhyun sebuah jitakan.

“Yak, baboya…” Sehun masih merinding dengan perlakuan Baekhyun.

“Kau yang babo, appoyo Hun-a..”

“Kau jahat..”

“Nappeun nom, nappeun nom !!” Baekhyun memukuli secara bertubi-tubi pada pundak Sehun.

“Yak.. BOCAHHH…” kini seluruh isi kelas menatap pada Sehun. Terutama para siswi, banyak yang terpesona dengan teriakan namja cool itu.     -___-

“Aissh, kau tidak asik lagi Hun-a. what’s wrong? My friend?” baekhyun masih mengusap telinganya.

“ -_____-

“Kau tak akan bisa membantu… haah…” Sehun beranjak kembali ke kursinya.

Baekhyun mengikuti temannya itu, ia menarik kursi sehingga berhadapan dengan Sehun. Ia tau masalah apa yang dihadapi chingu-nya itu, masalah cinta.. muehehehehe..

Sehun menatap manik mata Baekhyun, mereka bertatapan lama. Jarak diantara mereka mulai berkurang, semakin dekat. /Plakk (bukan yaoi !!)

..

..

Baekhyun tersenyum, semua giginya terlihat. Dengan berbisik ia berkata.

“Aku tau siapa yang melakukannya Hun-a..”

“…”

“Hah? Jinjja? Nugu?”

“…….”

 

*…*

 

@ Halmoni’s House

Yeon Sung masih merenungkan kejadian tadi pagi, saat pulang sekolah ia sengaja pergi sebelum Sehun dan Baekhyun menunggunya. Ia mencoba menghindari mereka untuk sementara, tepatnya untuk menghindari Sehun. Ia kini tengah berada di taman depan rumahnya, duduk bersandar pada bangku setelah selesai dari kebun apel. Yeoja dengan rambut terurai itu tak habis pikir kenapa ada orang yang iri dengan hubungannya dan Sehun, ia merasa normal-normal saja saat bersama namja itu. Hanya teman, itu saja.

“Kau.. kau sedang apa?” suara namja tapi lembut, menyapa telinga Yeon Sung.

“Eoh sunbae?? Aku, ehm… aku..” Yeon Sung binggung harus menjawab apa.

“Kau melamun”

Deg deg deg.. tepat sekali, Suho tau apa yang ia lakukan sesaat tadi.

“hehehee…” Yeon Sung merutuki dirinya sendiri, karena ia memaksakan untuk tertawa.

“hahhahahahaa… aneh sekali kau ini.. hahaha”

Kenapa ia tertawa, bahkan tadi tidak ada yang lucu. Kau yang aneh pangee__ upss__ sunbae,Yeon Sung berucap dalam hati.

“Kau bermasalah ya?” Suho menempati sisi di samping Yeon Sung.

“Anya, keunya… aku tidak mood saja,”

“Aku tau gossip itu..” Suho menatap manik mata Yeon Sung.

“Hah?? Gossip apa sunbae?”

“Ck, yeoja-yeoja di kelasku banyak membicarakanmu dengan hoobae tingkat satu itu.” “ Namamu Choi Yeon Sung kan?”

“Nde.. sunbae suka bergosip yah?” dengan polosnya Yeon Sung berkata, tak peka dengan aura di dekatnya yang sudah berubah.

“Mwo, bagaimana aku tidak tau kalau ada segerombolan yeoja dengan suara melengking bergosip tak tau tempat dan waktu.” Ujar Suho dengan menaikan sedikit nadanya, Suho terbayang beberapa wajah yeoja yang sedang bergosip tentang Ahjuma-nya (read: Yeon Sung) sambil tertawa meledek.

“hahahahaaaa, wah aku hebat ya..”

“Apanya…?” Suho menatap Yeon Sung dengan tanda Tanya besar di otaknya.

“Aku dibicarakan para yeoja seantero sekolah,” Yeon Sung kembali menatap Suho sambil memperlihatkan tawa manisnya. /aseeekk

“Em, kukira ini pertama kalinya kita bicara.. em, aku bingung memanggilmu apa..”

“Namaku Yeon Sung, sunbae..” Yeon Sung juga merasa sedikit canggung sekarang, ternyata Suho orang yang nyaman untuk diajak bicara seperti Hyoni.

“Arra, tapi kau adalah Imo-ku (bibi). Kau diadopsi halmoni ku. Jadi aku memanggilmu Imo.” Suho menerangkan sambil menunjuk Imo barunya itu.

“Keunde, aku lebih muda..”

“Aku akan memanggilmu Imo saja ..”

Yeon Sung ingin membela diri namun ia urungkan karena saat ini, ia melihat senyum limited edition milik pangerannya itu.

“Oke, lalu aku akan memanggilmu…”

“Ehm… Adeul..?? hahahaha..”

Takk. Suho menjitak kepala yeoja itu. “Yak, aku tetap sunbae-mu, neo arro?”

“ehm, OK” Yeon Sung mengelus pucuk kepalanya itu.

Tak disangka berawal dari kegalauan hatinya tentang surat ancaman itu, ia bisa dekat dengan pangerannya.

“Yeon-a.. himnae !!, aku akan membantumu,” tangan Suho tidak dapat ia kontrol untuk mengelus pelan puncak kepala yeoja itu.

“Gomawoyo, sunbae..” agak terkejut dengan perlakuan Suho tadi.

“Kau kan Imo sekaligus adikku…”

..

..

..

..

TBC

 

Next Preview

“Kalau aku pelakunya, apa bukti yang kau punya..?”

“Kau jahat… nappeun namjaya!!!”

“Hyoni, mianhae…”

“Park Minha… Neo…”

 

Maap lama, otak saya menguap tiba-tiba. Hehehehehe, semoga masih ada yang suka dan berkomentar ya readres yang Baek hati… komen, kritikan, de el el, author trima ko ^.^

Salam cium membabibuta…

Annyeong

One thought on “[FF Freelance] Open Mermaid (Part 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s