[FF Freelance] Our Target (Part 9)

our targetTitle                       : Our Target!

Author                  : Park Min Gi

Main Cast            : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Genre                   : Horor-Romance

Length                  : (Part 9)

Rated                    : PG-17

Summary             : When a plan change for some reason…

“This plot definetly mine & just a fanfiction”

 

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7, Part 8,

***

Menurut informasi dari Taemin. Setiap malam vampire bermuka sangar dan sadis bernama Jonghyun itu, kerap kali mengunjungi club-club terkenal di Seoul. Oleh sebab itulah, Sulli melancarkan observasi untuk menyelesaikan tugas-nya mengutip informasi soal Jonghyun, membawanya ke dalam tempat-tempat aneh seperti ini.

Kalau bukan karena suruhan sunbae yang seenaknya itu dan Krystal…ia takkan pernah mau menginjakkan tempat seperti ini hanya demi vampire sok dingin seperti Jonghyun.

Musik menggelora dimana-mana. Semua orang berhimpit-himpitan menggoyangkan tubuh mereka, mengikuti irama musik dengan para orang asing. Beberapa dari mereka, ada yang datang bersama pasangan, keluarga, bahkan teman-teman. Namun, begitu mereka berada di lantai dansa, mereka tak keberatan menjadikan orang asing seperti seseorang yang mereka kenal. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka, tak keberatan jika tubuh mereka diraba-raba orang tak dikenal di dance floor.

Sorotan Sulli saat berusaha mencari sang Vampire terhenti pada seorang pemuda berambut brunette yang tengah mengajak seorang wanita ke sudut ruang sepi, yang terletak agak jauh dari dance floor. Pemuda itu bak kecanduan ekstasi, ia melancarkan ciuman panasnya pada leher sang wanita. Membuat wanita itu enggan, melepaskan pelukannya dari sang namja.

Percumbuan itu membuat Sulli tanpa sadar mendekat ke arah mereka. Ia tak salah lagi, pemuda yang tengah bercumbu dengan wanita itu memang benar-benar adalah Jonghyun, si vampire kasar yang sangat menjengkelkan.

Namun, mengapa melihatnya bercumbu dengan wanita lain malah membuat hatinya seperti terbakar.

Meskipun ia tahu bahwa Jonghyun mencumbu wanita itu hanya karena, ia ingin meminum darah sang wanita dan meninggalkannya tanpa jejak.

Tidak.

Malam ini vampire itu tidak boleh melakukannya.

Aku yang akan menghentikkannya.!

“Jonghyun!!” panggil Sulli saat, ia menyadari taring Jonghyun tengah siap beraksi merobek kulit leher wanita itu, sebelum akhirnya mendesis kencang dan menatap kea rah siapapun yang memanggilnya barusan.

Ia menaikkan alisnya-mengurat jengkel kea rah seseorang yang tak pernah ia sangka akan berhasil mengikutinya ke sini.

Wanita itu menjauhkan tubuh Jonghyun darinya sebelum berlalu pergi tanpa alasan. Meninggalkan kedua insane itu, bertatapan lama. Jonghyun menatap Sulli bak, siap menerkamnya hidup-hidup. sementara Sulli, gadis itu hanya melancarkan tatapan pura-pura-beraninya kea rah Jonghyun tanpa melakukan apapun.

“WHAT.ARE.YOU.DOING.HERE?!!” bentaknya kasar, sambil mendorong Sulli ke dinding.

“A-aku hanya tidak ingin kau menelan korban lagi! Mereka tidak bersalah Jonghyun!!” ujar Sulli, membela dirinya sembari terus berusaha melepaskan diri dari jepitan tubuh dan tangan Jonghyun dari tubuhnya. Ia terjepit di antara tubuh sang vampire dan dinding.

“Then what? KAU INGIN MENGGANTIKANNYA?!!”

“Jong s-top..” pinta Sulli, sebelum akhirnya menatap dalam-dalam mata sang Vampire. Dalam sekejap detak jantungnya melemah, ia tak pernah tahu bahwa mata asli sang Vampire benar-benar indah.

Jonghyun menaikkan sebelah alisnya saat menyadari tatapan Sulli padanya. Ia melepaskan himpitannya pada gadis itu dan berlalu pergi keluar dari club.

Sulli hanya bisa menghela nafas dan berusaha mengejar Jonghyun pada detik berikutnya.

..

“JONG BERHENTI~!!” pintanya saat mereka tengah berhasil berada di luar. Sekejap itu juga, langkah sang Vampire terhenti. Sulli mendekati sosok itu, sebelum akhirnya Jonghyun berbalik menghadapnya dan kembali menghimpitnya di sebuah dinding.

“What-is-it again?!!”  desisnya, bak tengah menahan aura membunuhnya.

“J-jangan mencari korban lain lagi…k-kalau kau sangat haus..m-minum saja darahku…j-jangan orang lain!” ucap Sulli, yang langsung membuat Jonghyun terbelalak mendengar ucapannya. Sulli-pun tak menyangka, bahwa ia akan mengorbankan dirinya demi orang lain.

Atau mungkin, karena ia tak tahan lagi melihat Jonghyun harus bercumbu dengan seseorang hanya untuk membunuh orang itu pada akhirnya.

Wajah mereka sangat dekat. Hanya beberapa centi lagi, bibir mereka dapat bertemu.

“Kau-… “ ujar Jonghyun penuh goda. Vampire itu menciumi pelan leher Sulli, hingga pada detik berikutnya dua buah taring panjang keluar dari mulutnya. Membuat Sulli merinding dengan sensasi yang diberikan sang vampire. Degup jantungnya kembali memacu hebat tatakala ia merasakan deruan nafas milik Jonghyun berada di sepanjang lehernya.

Sulli hanya bisa memejamkan matanya, saat merasa taring itu mulai menyentuh kulitnya. Entah apa yang membuatnya mengorbankan diri seperti ini, dan apapun itu membuatnya sedikit merasa menyesal telah mengucapkan semua kata itu kepada Jonghyun.

Gadis itu menyangka semuanya akan berakhir pada detik ini. namun matanya kembali terbuka, tatakala ia merasa bahwa taring milik Jonghyun menjauh dari lehernya.

Apa dia..sudah menggiggitku??

Sulli mengecek kembali lehernya. Namun, tak sekujur darahpun keluar dari lehernya.

“Asal kau tau saja Choi Sulli. aku tidak berniat memiliki hubungan dengan para manusia bodoh seperti yang dilakukan Taemin dan Kai! Jadi jangan berharap bahwa aku akan menyukaimu! Aku hanya menyukai Vampir. Bukan manusia bodoh sepertimu!!” ketusnya tajam, hingga membuat Sulli terbakar amarah untuk yang kesekian kalinya.

Menyesal karena ia memiliki perasaan aneh ketika berada di dekat vampire angkuh ini.

Jonghyun menyeringai sebelum kembali mendesiskan sebuah hinaan singkat untuk Sulli.

“Bodoh~”

Dan berlalu pergi meninggalkan sang gadis yang masih terdiam ditempatnya.

Hanya sebuah penyesalan yang kini mendiami fikirannya. Menyesal karena, merasa begitu berdebar saat melihat Jonghyun. menyesal, karena tak bisa merasakan hal yang sama pada Taemin. Dan menyesal, karena sedetik yang lalu ia berharap, bahwa Jonghyun akan menciumnya.

 

‘Sulli-Pabo!’

***

Sudah hampir sebulan Krystal dan Sulli menempati tempat tinggal para Vampire itu. semenjak hari dimana, Sulli berniat memberikan darahnya pada Jonghyun, hari itu juga mereka terlihat seperti tengah menjaga jarak. Taemin hanya bisa bersikap acuh dan sedikit lega, karena akhir-akhir ini Jonghyun tak pernah mengganggu wanita yang disukainya lagi.

Sementara Krystal, beberapa hari ini ia jarang sekali bertemu dengan Jinki disana. Jonghyun mengatakan bahwa, Jinki pergi berburu, agar para makhluk aneh lainnya tak melewati perbatasan yang sudah dibuat di wilayah mereka. Gadis itu sama sekali tidak mengetahui keberadaan sang vampire, meskipun jauh dilubuk hatinya ia selalu menunggu agar pagi datang dan berharap bertemu dengan Jinki.

Ia ingin bertanya banyak hal pada namja itu. namun, mengapa seakan-akan vampire yang tidak lain adalah kakak dari Taemin itu seolah menghindarinya dengan pergi berburu.

Disinilah ia, pergi dari Vampire mansion, berjalan menuju hutan, dengan harapan dapat bertemu dengan Jinki.

“Jongin,  berhentilah mengikutiku!!”  desis Krystal-jengkel. Melihat vampire yang telah membunuh sahabat-nya itu, selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Rasa takut akan Kai telah lama hilang, seiring berjalannya waktu yang membuat ia dan Kai sering bertemu.

“aku tidak bisa.” Balasnya datar, “sebelum aku..mendapatkan maaf darimu, dan kau mau kembali padaku..”

Krystal menghela nafas berat. Tubuhnya masih membelakangi Kai yang tampak tak berniat pergi secepat itu.

“Dengarkan aku Jongin, pertama..aku telah memaafkanmu dan aku tidak lagi takut padamu.” Jelas sang gadis, yang spontan membuat Kai mengunggah senyum penuh makna tanpa diketahui.

“Tapi… aku tidak akan pernah bisa kembali padamu..”

senyum itu pudar secapat kilat sesaat setelah mendengar penjelasan akhir Krystal. Kini, Kai dengan cepat berada di depan gadis itu, sebelum mencengkram pelan kedua lengannya. “J-jongin..l-lepaskan..”

“Wae?! Kenapa kau tak bisa kembali padaku?!! Apa kau sudah tak mencintaiku?!!” tanya Kai-terdengar sedikit memaksa, dan tidak terima. Namun, nada keputus-asaan juga terdengar di dalamnya.

Krystal hanya bisa merintih kesakitan. Ia tak bisa menjawab apapun, karena sakit yang dirasanya akibat cengkraman Kai jauh lebih mendominasi.

“KRYSTAL JAW-“

“ARGHHHH!!!!!!!!!!!!!!”

Tiba-tiba suara erangan menghentikkan dengungan kasar milik Kai. Kai menoleh cepat ke arah suara itu, secara spontan menarik Krystal ke dalam pelukannya.  Hutan ini memang belantara, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menerobosnya. Namun, ketika hal itu membicarakan tentang sesuatu yang ‘tertentu’ maka Vampire lain dan para makhluk aneh juga termasuk di dalamnya.

Dan disana, dekat barisan pepohonan itu, mereka berdua melihat seseorang-bukan, sesosok makhluk sedang menyerang Jinki yang tampak lengah dan  bersimbah darah. Wajah makhluk itu pucat-pasi yang memuakkan, dan sudah pasti makhluk itu adalah Vampire.

Krystal hanya menampilkan ekspresi horror saat melihat Jinki yang tengah bersimbah darah masih berusaha melawan sang Vampire. Secepat mungkin, Kai melepaskan pelukannya pada Krystal dan bergegas menuju Jinki untuk melawan Vampire muscular itu dengan lincah.

Jinki yang terkulai lemah, hanya bisa melihat pertengkaran itu dengan pandangan yang sayup-sayup.

“Onew.!! kau tidak apa-apa?!!”

Terdengar suara seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya. Suara yang familiar di telinganya. Ia menoleh lemah, dan mendapati Krystal tengah berada di sampingnya, disaat Kai masih berusaha melawan Vampire yang hampir memburu nyawa-nya itu.

Belum sempat ia menjawab pertanyaan sang gadis, tubuh dan darah sang vampire seakan menyerah, hingga membuatnya menutup mata.

***

Kai membaringkan Jinki di tempat tidur usai ia berhasil mengalahkan Vampire kiriman Asmudeus tersebut. Ia setengah mati menahan dahaga-haus-nya, melihat Jinki tengah bersimbah darah yang ia yakini itu merupakan darah manusia murni.

Click!

Suatu pertanyaan aneh melintas di otaknya. B-bagaimana bisa Jinki mengeluarkan darah disaat dirinya adalah Vampire?

“Jongin-aah!!” panggil Krystal, yang spontan menyadarkan Kai dari sederet pertanyaan dibenaknya. Vampire itu melirik Krystal yang sejak tadi tak berhenti mengeluarkan air mata-mengkhawatirkan keadaan Jinki.

Ia juga baru menyadari bahwa kekhawatiran Krystal akan Jinki tiba-tiba menjadi berlebihan menurutnya.

“Apa yang harus kita lakukan??? Dia…” isaknya dalam tangis,

“Aku akan mencari Jonghyun-hyung dan Taemin!! Kau…tunggulah disini! Jangan biarkan siapapun masuk sebelum kau mendengar suara salah seorang dari kami!” ujar Kai, yang langsung berlari menuju pintu keluar dengan kekuatan supranaturalnya, untuk mencari kedua vampire tersebut.

Begitu sosok sang Vampire tak terlihat, Krystal beralih menyentuh pergelangan tangan milik Vampire yang masih bersimbah darah di tempat tidur. Tangannya sangat dingin, seperti sedang meregang nyawa, dan ia..hanya bisa menangisi keadaan Jinki yang terkulai lemah tak berdaya ditempat tidur.

“Onew… bertahanlah…” Gumam Krystal-penuh tangis.

***

Sulli kembali mengikuti Jonghyun dan berniat menyelesaikan semuanya malam ini. ia tak tahan, bila harus terus menerus bertemu dengan vampire angkuh itu,  namun tak mengeluarkan sepatah katapun untuk membuat vampire itu mengerti bahwa, ia telah menyakitinya hatinya hari itu.

Kali ini Jonghyun bukan mendatangi Club malam seperti biasanya. Vampire itu malah mengajak salah seorang wanita yang menjadi incarannya, ke sebuah tempat sepi yang terletak jauh di sudut kota.

Sambil menyeringai, Jonghyun mengarahkan taringnya ke arah leher wanita itu usai mereka berciuman panas dalam kurun waktu yang cukup lama. Yap. Cukup lama, membuat Sulli muak dan cemburu melihatnya.

Sebuah jeritan kecil  mengudara dari mulut sang wanita hingga membuat Jonghyun semakin bersemangat untuk merobek leher wanita itu dan meminum darahnya dalam-dalam.

Usai memuaskan dahaganya, Jonghyun membaringkan sang wanita yang tak bernyawa itu di lorong gelap yang tak mungkin dilalui seseorang. Vampire angkuh itu mengelap sisa darah yang berada di mulutnya, lalu kembali menyembunyikkan taringnya, dan berniat kembali ke mansion.

Namun, saat ia berbalik wajah jengkelnya kembali terunggah tatakala melihat Sulli berdiri mematung melihat apa yang baru saja terjadi di depannya.

“KAU??!  LAGI?!” desisnya jengkel,. “ sampai kapan kau akan berhenti menggangguku, Choi SULLI?! APA KAU SAMA SEKALI TAK MENANGKAP PERKATAANKU TEMPO HARI, HAH??! AKU SAMA SEKALI TIDAK BERNIAT UNTUK-“

“INI SEMUA SALAH KALIAN!!”  Bentak Sulli memotong perkataan Jonghyun, membuat vampire itu terdiam beberapa saat.  “k-kalau saja kau dan semua Vampire itu tidak muncul ke dalam duniaku! Aku tidak akan diberi tugas untuk menyelidiki makhluk KEJI SEPERTIMU!! Aku tidak akan penasaran, hingga akhirnya jatuh cinta seperti ini PADAMU!!”

Jonghyun membelalakan matanya saat mendengar penjelasan yang dipenuhi isak tangis itu.

“AKU INGIN MEMBENCIMU SEPERTI YANG KRYSTAL LAKUKAN PADA KAI! Tapi-,…”

“…”

Jonghyun melangkahkan kakinya perlahan, dengan sorotan mata yang dingin ke arah Sulli. ia menghampiri yeoja yang masih menangis itu, dan menghimpitnya ke dinding.

Sulli masih enggan menatap balik kearah Jonghyun, meskipun wajah Jonghyun sungguh sangat dekat dengannya.

“Apa mau-mu sebenarnya?” tanya Jonghyun datar-namun penuh makna tersendiri didalamnya.

Sulli tak menjawab. Hanya cegukan kecil, usai menangis, yang terdengar dari mulutnya. Vampire itu menghela nafas sebelum akhirnya memutuskan untuk mencondongkan wajahnya, mencium Sulli.

Sulli terbelalak namun detik kemudian ia menutup matanya perlahan, menikmati setiap kecupan lembut yang Jonghyun berikan padanya saat ini. perasaannya bagaikan berada di awan, seluruh tubuhnya bereaksi dengan mengirim impuls debaran tersendiri ke dalam hatinya.

Sejatinya, ia memang terlanjur menyukai Jonghyun.

Hal itulah, yang membuatnya tidak pernah bisa lepas dari vampire angkuh yang menjengkelkan ini.

Jonghyun melepaskan ciumannya dari Sulli disaat Sulli menaruh kedua tanganya, di leher Jonghyun. bak tak ingin kehilangan kontak itu secepat ini.

Mata mereka saling memandang pada detik berikutnya. tak ada hal yang dapat menggambarkan bingungnya Sulli, saat melihat ekspresi Jonghyun saat ini. vampire itu seperti tengah menahan sesuatu yang sejak tadi, memenuhi dirinya.

“J-jonghyun-aah…C-change me…” gumam Sulli pelan,

“M-mwo?!”

“Change me. jika, K-kau tidak ingin berhubungan dengan manusia, maka rubahlah aku menjadi sepertimu..” ujar Sulli penuh keyakinan. Ia bagaikan tenggelam dalam bola mata indah milik Jonghyun, yang ia yakini sebagai takdirnya. “ a-aku hanya ingin bersama denganmu.”

Sulli menegadahkan kepalanya ke atas hingga bibir Jonghyun berada di lehernya. Vampire itu masih bingung, dengan perasaannya saat ini. ia memang tak menyangkal bahwa sesuatu berkembang di dalam dirinya semenjak ia bertemu dengan gadis bermarga Choi ini. tapi..

Apakah ini adalah,..

“Jonghyun-aah…jebal.”  Pinta Sulli lagi. Yang akhirnya membuat Jonghyun tak memiliki pilihan untuk berfikir terlebih dahulu, dan langsung menancapkan taringnya ke leher sang gadis, guna meminum darahnya.

Sulli merintih bak tengah meregang nyawa. Bola matanya, membelalak lebar merasakan setiap inco darahnya terambil. Tangannya masih memeluk erat leher Jonghyun yang sibuk menggigitnya perlahan.

“nghhh~” erang  sang gadis pelan, sebelum ia menutup matanya perlahan.

..

“JONGHYUN HYUNG!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!!!!!”

Terdengar suara Taemin menggelegar hingga belum sempat Jonghyun menoleh vampire bertubuh kurus itu telah berhasil menghempaskan tubuhnya mendarat di daratan aspal yang jauh.

Taemin melihat kea rah Sulli yang terkulai lemas-tak berdaya di tanah usai Jonghyun menggiggit lehernya. “KAU- KENAPA KAU MENGUBAH SULLI?!!!” bentaknya kasar, sambil terus melototi vampire yang lebih tua itu bak ingin memakannya hidup-hidup.

Dalam sejarah hidup Jonghyun sebagai Vampire, tak pernah ia melihat pandangan se-mematikan ini dari Taemin. Vampire itu begitu polos, dan ceria seperti Jinki, bahkan ia tak pernah membayangkan bahwa ekspresi membunuh seperti ini ada dalam wajahnya.

“Tae..Ini keinginannya! ia mau-“

“JANGAN BANYAK BICARA!!!” Taemin kembali memancing perkelahian dengan Jonghyun. ia menghajar vampire bermuka dinosaurus itu dengan seluruh kekuatan yang ia miliki, berulang kali ia berusaha mematahkan tangan dan bahkan memutuskan kaki Jonghyun, agar vampire itu terbelah. Namun, Jonghyun jauh lebih gesit dan kuat dibanding dirinya.

Beberapa detik berlalu dipenuhi dengan suara erangan dari kedua vampire itu. hingga pada akhirnya, Jonghyun lengah dan Taemin mengambil kesempatan itu untuk mengunci kepala Jonghyun dan berniat memutuskan lehernya.

“TAEMIN-AAH HENTIKAN!!!!”

Kembali terdengar suara seseorang menggeegar hingga menghentikan pertarungan antara Taemin dan Jonghyun. kedua vampire itu terkejut saat mendapati Kai menjadi pilar di antara mereka berdua. Taemin tak lagi, memegangi kepala Jonghyun dan secepat itupula Jonghyun menjauh dari jeratan Taemin.

“APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN?!!” bentak Kai, tak-percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.

“DIA MENGUBAH SULLI MENJADI VAMPIRE, KAI! DIA-“

“DIA YANG MEMINTANYA DAN AKU TIDAK PERNAH MEMAKSA!!!” seru Jonghyun-membela diri.

“Sulli?” Gumam Kai, “maksudmu Choi-“

“J-jonghyun…”

Ketiga vampire itu menoleh usai mendengar suara seorang gadis.  Mereka mendapati Sulli tengah berdiri tegap dengan mata merah menyala  menyorot kepada ketiga sosok vampire itu. ia, mengeluarkan taringnya sembari mengusap matanya pelan , bak baru saja  terbangun dari tidur yang panjang. Rambut cokelatnya terlihat menyala dan tergerai indah hingga ke punggung.

Ia benar-benar telah berubah menjadi Vampire.

“S-sulli…” gumam Taemin tak-percaya. ia menghampiri sosok Sulli perlahan, Namun begitu ia berniat meraih wajah sang gadis, gadis itu malah bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal (Vampire; pada dasarnya) hingga sejurus kemudian, sang gadis berada di dalam pelukan Jonghyun. memeluk erat vampire yang baru saja ingin ia bunuh.

Taemin kembali memasang ekspresi memburunya saat melihat pemandangan itu.

Kai hanya menatap hal itu dengan tatapan tak percaya. Tapi, sekelebat bayangan tentang alasan ia mencari kedua vampire ini tiba-tiba terlintas kembali dikepalanya.

“Kesampingkan dulu masalah ini!! aku punya berita buruk!!”

Jonghyun dan Taemin sama-sama menautkan alis mereka. “Ini soal Jinki-hyung! l-lebih baik kalian ikut aku sekarang!!” ajak Kai,

***

Begitu mereka tiba di Vampire Mansion. Jonghyun dan Taemin hanya bisa menganga melihat keadaan Jinki di tempat tidur.

“B-Bagaimana mungkin Jinki bisa mengeluarkan darah manusia dari tubuhnya?!! D-dia itu kan VAMPIRE?!!!”

TBC

Two more chapter and the story will be done. sorry if I can not fulfill your wishes. I write according to my imagination from the start. the end of this story will be special! Thanks for everyone who still like, read, or comment in my comment Box! Iloveyouguys^^

17 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 9)

  1. Uuuuuww makin complicated!
    Woaahh sulli beneran suka sama jonghyun, tapi krys mudah mudahan tetep sama kai #amin
    Next part soon..

  2. wewww, sulli berubah jdi vampire > <
    tapi itu yg lbh ngagetin, kenapa jinki pnya darah???? dy..vampire kan? jgn bilang klo jinki itu…onew yg selama ini krystal kenal???

  3. ya ampun bingungnih taemin suka sama sulli tapi sulli suka sama jooghyun.nnti sulli sama siapa dong berati musti salah satu dari mereka dong.semoga sulli sama jooghyun

  4. Daebak!!! cerita nya bagus. si jinki vampire?? maklum baru baca ff ini. belum baca chapter 1 nya. tapi keren!!! part 9 aja dah keren apalagi part 1

  5. Thor, mian nga pernah comment~
    soalnya cuman save page aja, nanti dibaca lsg klo punya waktu luang dgn koneksi internet nya bagus..
    tapi ff nya daebak^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s