[Ficlet] Only Fantasy

only fantaji

Author: Shin Min Rin/Lin (@nzazlin)

Title: Only Fantasy

Genre: Fantasy, Slice of Life, Friendship, lil romance.

Rated: T

Length: Ficlet

Cast: ~ Kim Myungsoo/L (Infinite) as Kim Myungsoo

           ~ Park Jiyeon (T-Ara) as Elorine and Park Jiyeon

           ~ Jung Soojung/Krystal {f(x)} as Cryssant and Jung Soojung

           ~ [imagine] Kang Minhyuk (CN Blue) as Baltimore

           ~ [imagine] Min (Miss A) as Schenger

   and others…..

Summary: Tak sengaja membaca sebuah kertas coklat tua, Myungsoo masuk ke dalam dunia yang ternyata hanya fantasinya saja. Penasaran? Ayo dibaca ^^ #maksanihcrtanya

Disclaimer: Well, This is purely imagine by me as author, of course the ideas from god. The cast belong to themselves. Some inspiration, my fav story ‘Alice in Wonderland’. Don’t claim as yours! I’ve made this with many effort(Digeplakk) eventhough this ff not too good. Klo ad yg sama, murni tdk sengaja.

WARNING! Typo(s), Alur Gaje, OOT, OOC and etc… alur kecepetan jg >0<  DON’T LIKE? Simple, DON’T READ!

 

-Happy Reading!-

 

Life in fantasy, fantasy in life.

Bagaikan mantra setelah tidak sengaja aku menemukan huruf-huruf dengan tulisan rangkai indah di kertas coklat tua ini. Aku menemukan kertas ini saat membereskan barang-barang dalam lemari peninggalan kakek. Saat itulah karena rasa penasaran, aku membacanya. Sebenarnya, aku tidak tau apa maksudnya itu. Aku hanya membacanya saja. Hingga membuat ku sekarang berada di sebuah tempat antah berantah. Sangat aneh. Diri ku seperti dihisap sebuah lubang hitam sesaat setelah membaca kalimat dalam kertas tua tadi.

Jamur-jamur yang besarnya tidak normal. Bagaimana tidak, jamur-jamur berwarna merah pola polkadot ini lebih besar berkali-kali lipat dari ku, lebih tepatnya disebut jamur raksasa. Tanah yang ku injak ini. Berwarna hijau karena ditumbuhi rerumputan tipis yang terbilang aneh. Kenapa aneh? Ya, bisa kau lihat? Rerumputan ini bahkan tidak bisa di sebut rerumputan, lebih tepatnya coretan spidol warna hijau yang membentuk rumput, tetapi tidak bisa di hapus seperti sekarang ini, aku mengais-ngais tanah yang terdapat rerumputan lukisan tetapi tidak bisa terhapus. Berarti ini asli, bukan coretan spidol.

Aku berjalan perlahan. Menatap ke seluruh pemandangan yang sangat asing bagi ku. Ini pasti negeri ajaib seperti di dongeng-dongeng. Pemandangannya saja seperti cerita hasil karangan Lewis Caroll yang sangat mendunia, Alice in Wonderland. Perlu ku akui. Aku sangat menyukai cerita itu, merupakan film paling sering ku tonton saat masih kecil.

Langit di atas sana, berwarna biru tua, mendung, tidak ada matahari di sana. Aku berjalan perlahan-lahan masih sambil melihat ke arah sekeliling ku.

“Hei, kau siapa makhluk asing?” Sebuah suara laki-laki terdengar mengagetkan ku. Lebih mengagetkannya lagi, yang berbicara tadi adalah kucing. Ku ulangi sekali lagi, kucing! Dengan bulu biru tua ditambah loreng berwarna hijau tua. Sungguh kucing yang aneh, sudah pandai berbicara, warna tubuhnya pun aneh, dan ukuran badannya bisa dibilang sehat karena gemuk.

“Kau siapa makhluk asing?” ulangnya lagi. Membuat isi hati ku yang sedang menganalisis berbagai hal mengenai dirinya menjadi buyar. Tampak aku terkejut sesaat.

“A-Aku Myungsoo. Kim Myungsoo.” Aku berbicara dengan tergagap, karena merasa agak asing dan aneh. Dia menatap ku seperti berpikir, hal itu tampak karena matanya menadah ke atas. Artinya memikirkan sesuatu kan.

“Myungsoo? Nama yang asing. Tidak ada nama orang di sini seperti Myungsoo, Kim Myungsoo, ataupun apalah itu. Kau berasal darimana?”

Haruskah ku jawab ini? Aku berpikir, bingung. Kalau nanti ku jawab aku berasal darimana apakah dia akan menyakar ku dengan kuku tajamnya?

“Aku tidak akan menyerang mu. Lebih baik, kau berbicara mengenai dirimu pada ku, kalau kau tidak mau mendapat urusan lebih parah.”

“Sebenarnya ini dimana?” aku berusaha mengalihkan pertanyaan. Memang pertanyaan ini yang selalu mengganjal pikiran dari awal aku berada di sini.

“Hm.. Kau sedang berada di Fantasy Elorine Town. Kenapa?”

“Ah tidak, aku hanya bertanya saja. Ya sudah kalau begitu, mengenai pertanyaan mu tadi. Yang pastinya aku bukan berada dari sini. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa di sini,”

Dia menatap ku intens. Aku pun merasa tidak enakan. Aku pun menggaruk kepala ku yang tidak gatal.

“Bisakah kau bantu aku untuk keluar dari sini? Aku benar-benar bingung.”

“Untuk itu, aku tidak tau. Aku hanya berdiam diri di sini, inilah rutinitas ku.” Ucapnya sambil menjilati bulu yang ada di kaki depannya. Aku pun berpamitan untuk pergi. Lalu aku berjalan untuk mencari jalan keluar.

Aku berjalan ke tempat yang semakin gelap. Tempat yang gelap. Jamur-jamur raksasa itu seperti menunduk setiap aku berjalan beberapa langkah ke depan.

Aku mundur beberapa langkah. Jamur yang tadi menunduk saat melangkah di bawahnya kini kembali tegak dan jamur yang berada di atas ku yang tadinya sudah tegak, sekarang menunduk lagi. Keadaan ini semakin aneh saja.

Belum terhitung satuan menit. Sepasang singa raksasa, yang satunya berwarna putih dan satunya berwarna hitam. Aneh, mengaum di hadapan ku. Sukses membuat ku bergidik ngeri dan berlari terbirit-birit karena ketakutan.

Tidak berani untuk menolehkan kepala ke belakang. Singa-singa raksasa itu pastilah akan mengejar ku dengan kencang. Depan ku kosong, tidak ada apapun. Semakin lama aku berlari. Aku merasa aneh, tidak ada auman singa itu lagi.

Sepertinya nasib baik tidak memihakku sekarang. Buktinya, kedua singa buas nan besar ini berada di hadapan ku, mengaum dengan suara yang memekikkan telinga. Aku seperti kehabisan akal. Tubuh ku sudah lelah karena berlari tadi.

Akhirnya aku hanya bisa pasrah, di santap oleh binatang buas ini. Aku hanya bisa memejamkan mata dengan pasrah. Saat tau, kalau diri ku di telan oleh singa yang berwarna putih.

 

;-;-;-;-;-;-

 

“Seorang makhluk asing. Pakaiannya juga asing. Model pakaian seperti apa itu?”

“Wah, sepertinya tampan!”

“Tidak, kau salah Crys, tidak ada yang lebih tampan dari ku! Aku lah yang tertampan sejagat raya ini.”

“Heh! Kau terlalu narsis Balt! Narsis itu tidak baik, jatuhnya sombong.”

“Tapi, itu kenyataannya, buktinya saja setiap hari gadis-gadis yang tinggal di Moon Town selalu mengelu-elukan nama ku.”

“Hah, itu k..”

“Sudahlah! Hentikan perdebatan kalian!”

“Baik Yang Mulia Ratu.”

“Benar kata Crys, makhluk asing ini terlihat tampan! Kau lihat! Kulitnya putih bersih dengan bibir tipisnya itu juga, tampak menawan. Benar juga kata Ger, pakaiannya tampak asing.”

Sayup-sayup terdengar percakapan itu oleh ku. Ku pikir, aku telah mati karena dilahap oleh kedua singa aneh itu. Ternyata, aku masih hidup. Ku buka mata ku perlahan-lahan.

“Hei, kalian lihat! Dia mulai sadar!”

Terdengar lagi oleh ku, suara yang sama dengan suara yang terakhir kali berbicara, berteriak heboh seakan-akan senang dengan kebangunan ku.

Terlihat bayang-bayang wajah ketiga orang, manusia? Dengan dandanan yang berbeda pada umumnya ditambah kelinci coklat sebesar anak kecil, kedua singa tadi, tangkai pohon yang kurus dan seekor kucing biru pertama kali ku temui.

Aku membelalakkan mata ku kaget menatap mereka semua yang sedang mengerumuni ku. Ku lihat seorang gadis. Dia tampak cantik, menampilkan senyumannya yang manis. Hanya saja, penampilannya berbeda dari yang lain. Rambutnya ikal lurus memanjang, matanya yang indah, ditambah mahkota warna putih bening besar terpasang di kepala, gaunnya yang tampak indah putih bersinar. Sangat cantik, apalagi tersenyum seperti ini.

“Selamat datang di negeri ku! Perkenalkan aku Elorine, Ratu negeri ini!” Gadis ini tersenyum manis. Sangat cantik. Aku menatapnya tanpa berkedip sedikit pun. Hingga aku bersin karena kibasan bulu berwarna biru.

“Kau! Kau kucing tadi!” Kaget ku, hingga membuat ku terduduk dari posisi baring. Mereka semua refleks berdiri tegak.

“Yup! Perkenalkan aku, Cizzy. Kucing penjaga hutan jamur.” Ucapnya sambil tersenyum menampakkan gigi taringnya. Aku hanya menatapnya masih kaget.

“Kau tampan! Kau siapa? Perkenalkan! Aku Cryssant~.” Gadis yang tampak cantik tetapi tidak lebih cantik dari Ratu tadi,—Elorine—. Crys berucap sambil mengulurkan tangannya pada ku.

Aku bingung antara membalas uluran tangannya untuk berjabat atau tidak. Dia tersenyum melihat ku. Lelaki disampingnya langsung mendorongnya ke tepi.

“Sekarang aku. Perkenalkan, aku Baltimore, tetapi lebih sering di panggil Balt.” Lelaki dengan jas biru tua berenda di bagian leher ini mendekatkan diriku, dia berbisik. “Aku ini paling tampan sejagat raya. Banyak yang tergila-gila pada ku.”

Dia mengedipkan matanya pada ku. Membuat ku agak sedikit geli, karena kami ini sama, satu spesies. Lalu Balt di pukup kepalanya cukup keras oleh seorang gadis yang mungil dengan pakaian berwarna coklat, rambutnya berwarna ungu menyala.

“Perkenalkan, aku Schenger. Kau bisa memanggil ku Ger. Huh, sebenarnya aku malas ingin berkenalan dengan makhluk asing seperti mu kalau kakak ku tidak menyuruh.” Ger berkata sambil menunjuk orang yang dimaksud. Elorine tersenyum manis melihatku yang sedang menatapnya karena tunjukan tangan Ger.

“Nah, kelinci coklat ini peliharaan ku! Lucu kan? Dia tidak bisa berbicara seperti singa Janus ini, kau bisa memanggilnya Doo.” Ucap Crys saat membelai lembut kelinci coklat tadi.

“Oh iya, maaf tadi, aku mendapat laporan dari Cizzy, kau begitu aneh dan asing. Makanya, aku memerintahkan Kedua singa ku yang bernama Janus ku untuk menangkap mu. Ku pikir kau bukan orang jahat setelah melihat mu di sini. Hei, siapa nama mu? Kau berasal darimana?” Elorine berkata panjang lebar menatap ku sambil tersenyum manis.

“Namanya Myungsoo. Kim Myungsoo, nama yang aneh bukan? Dia bukan berasal dari sini. Aku tidak tau darimana, yang pasti, dia ingin dicarikan jalan keluar dari sini.” Cizzy menjawab pertanyaan Elorine. Elorine menatapku kembali sambil tersenyum.

“Baiklah, daritadi kau diam saja ‘Myungsoo’? Benar Myungsoo? Kau bisa tidur di salah satu rumah bunga di sana. Aku tau, kau lelah dan kaget akan penangkapan yang benar-benar aneh menurutmu,” Elorine tersenyum ramah setelah tadi menunjuk sebuah bunga tulip raksasa di belakang ku. Lalu ia melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya.

“Ayo kita pergi dari sini. Biarkan Myungsoo beristirahat. Baiklah, sampai jumpa Myungsoo!” pamit Elorine.

“Myungsoo? Sampai jumpa!!! Semoga kau memimpikan aku nanti kalau kau tidur!” Crys berkata sambil tersenyum manis dan melambai tepat didepan mata ku. Untung saja, Balt langsung menarik dirinya agar pergi mengikuti Elorine. Aku agak aneh dengan Crys itu, menurut ku dia terlalu aneh dibandingkan yang lain.

Daritadi, aku hanya diam saja, terlalu kaget dengan kehadiran mereka yang sangat tidak biasa. Akhirnya, aku bangkit dari tempat ini. Oh, sebuah daun raksasa yang tadi ku tiduri dan duduki. Aku pun beranjak dari situ, menuju bunga raksasa yang terdapat sebuah kotak berwarna lain dari kelopaknya yang ku yakini itu pintu. Aku sangat lelah, dan cukup kaget dengan keadaan ini. Aku berharap, setelah tertidur, aku sudah kembali ke dunia asal.

 

;-;-;-;-;-;-;-;

Aku terbangun dari tidurku. Ku buka pintu bunga. Keadaan tempat asing ini, sama seperti tadi, tetap saja sama seperti awal aku datang. Biru tua, tidak ada matahari ataupun bulan. Aku berjalan menuju daun lebar raksasa tadi. Aku duduk di sana.

“Myungsoo? Hai! Ini untukmu, sepertinya kau belum makan apapun.” Elorine datang membawa sekeranjang makanan yang kelihatan sangat enak. Tiba-tiba saja perut ku berbunyi. Aku tersenyum kikuk. Elorine pun begitu. Elorine seperti mengisyaratkan aku agar mengambil makanan dalam keranjang.

Ku ambil satu roti yang kelihatan lezat. Sangat menggiurkan. Ku lihat Elorine tersenyum melihat tingkah ku.

“Terima kasih.” Ucapku sebelum melahap roti ini. Benar, dari penampilannya saja, sudah tau kalau ini akan sangat terasa lezat. Sangat enak. Elorine menatap tingkah ku sambil tertawa kecil.

Jantung ku tiba-tiba berdegup kencang melihat dia yang tertawa kecil. Sangat cantik dan manis. Bagaimana pun wajar saja, dia ratu. Aku menelan roti yang telah ku kunyah menatapnya tanpa berkedip lagi. Aku pun ikut tersenyum kikuk.

Lalu dia duduk di samping ku. Membuat jantung ku tambah makin berdegup kencang. Aku menatapnya, dia juga begitu.

“Pernahkah kau merasa berdebar-debar saat melihat seseorang untuk pertama kalinya?” ucapan Elorine membuat ku terkejut. Aku seperti tertangkap basah. Tapi lebih baik, dijawab dan biasa-biasa saja.

“Pernah. Kenapa Ratu Elorine bertanya seperti itu?” tanya ku mencoba untuk sesopan mungkin padanya. Ia tertawa kecil lagi. Membuat jantungku mendadak berdegup kembali.

“Tidak. Hanya bertanya.” Aku mengangguk paham.

 

;-;–;-;-;-;-;–;

Suara ledakan besar berbunyi tak lama setelah aku menghabiskan roti pemberian Elorine sambil berbincang-bincang sedikit. Elorine sontak berdiri, aku pun ikut berdiri. Kami memandang asap mengepul dan cahaya merah-merah di utara sana.

“Ini ada apa?” tanya ku kebingungan. Elorine tidak menjawab. Dia menatap ku, tampak raut panik di wajah cantiknya terpancar.

“Yang Mulia Ratu! Pasukan Red Tropp kembali menyerang! Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Balt muncul diikuti Crys. Elorine menjatuhkan keranjangnya yang dibawa kini sudah kosong ke tanah.

“Kita harus cepat bertindak!” Elorine berjalan dengan cepat didahului Balt dan Crys serta diikuti oleh ku yang kebingungan.

“Hei, bisakah kalian jelaskan? Ada apa ini sebenarnya? Aku baru saja tiba di sini.” Aku bertanya pada mereka yang kelihatan sangat panik.

“Red Tropp! Kerajaan itu menyerang kami terus menerus setahun belakangan ini.” Crys menjawab tak luput dari kepanikan dan kecepatan langkahnya. Aku menatapnya penuh tanya.

“Mereka, kerajaan Red Tropp, mengincar kekuasaan dan wilayah kami!” Balt menimpali, cukup menjawab segala kebingungan ku.

Aku masih mengikuti mereka berjalan di gelapnya hutan jamur yang rimbun ini. Ku dengar dari Elorine, kami akan pergi ke istana untuk bersiap siaga.

Sesampainya di istana megah berwarna putih bersinar bagai permata ini. Kami dengan cepat menaiki sebuah tempat seperti lift berwarna bening. Dengan kecepatan super, dapat dikira-kira hanya beberapa detik kami sampai di tempat tertinggi istana. Terlihat dari sini, semua daerah di negeri ini tampak dari tempat tinggi ini. Lantai tertinggi istana White Fantasy Town, kata Balt dan Crys tadi menjelaskan di sela-sela kepanikan menuju istana. Beberapa tempat sudah terbakar. Rusak parah, jamur-jamur itu telah terbakar beberapa.

“Cizzy, aku tau, kau bisa melakukannya,” ucap Elorine pada sebuah alat berbentuk cangkang keong. Dia seperti menghubungi Cizzy. Matanya beralih ke Balt dan Crys.

“Dimana adikku?” tanya Elorine.

“Dia sudah menuju ke sana bersama Janus dan segerombol pasukan Diaem.” Balt menjawab. Elorine mengangguk mengerti.

“Maaf Myungsoo, kau harus melihat kepanikan kerajaan ini.” Ucap Elorine berusaha tenang melihat ekspresi ku yang kebingungan daritadi.

Aku hanya menjawab, “Tidak apa-apa. Aku mungkin bisa membantu kalian.”

Elorine tampak membulatkan mulutnya. Crys tersenyum ceria, Balt menatap ku dengan tatapan yang sulit di pahami.

 

;-;-;–;-;-;

Aku sekarang sedang menaiki daun raksasa dengan memakai baju besi. Di belakang ku, Elorine beserta Balt dan Crys menunggang kelinci coklat peliharaan Crys yang dengan ajaibnya berubah bentuk menjadi raksasa. Aku menatap mereka. Mereka tersenyum pasti. Aku pun membalas senyuman mereka.

Daun ini mulai berjalan pelan, lalu sedang kemudian semakin cepat. Aku tak henti-hentinya berteriak ketakutan. Melintasi hutan jamur menuju tempat asap mengepul.

Sampailah kami di sini. Aku masih berada di atas asap yang mengepul. Melihat ke bawah, mungkin beribu prajurit berwarna merah tampak dari sini. Aku akan segera meluncur ke bawah melalui asap yang mengepul agar tidak diketahui lawan. Sekilas ku tatap wajah Elorine seraya mengangguk yakin. Aku meluncur dengan cepat menggunakan daun raksasa ini.

Tiba-tiba sebuah asap hitam, yang sangat hitam seperti menarikku untuk mengikutinya. Aku tidak bisa melawan. Dan yang terakhir kali ku dengar, suara Elorine meneriakkan nama ku penuh kecemasan.

 

 

 

………

 

Aku kembali lagi. Aku kembali ke dunia asal ku.

“Myungsoo-ah…” ku dengar suara ibu berjalan mendekat.

Aku tersadar sepenuhnya. Rupanya aku masih terduduk di depan lemari melihat sederetan kalimat yang ada di kertas coklat tua itu.

Ternyata hanya fantasi, ilusi, imajinasi ku terlalu berlebihan. Kalau dipikir-pikir itu tidak mungkin dianalogikan dalam logika. Ya, setidaknya aku harus lebih berpikir panjang.

Suara pintu di buka. Ibu ku muncul dari balik pintu. Aku menatapnya yang masih terdiam di depan lemari berantakan ini. Ibu melihat pemandangan kamar yang berantakan dengan menggelengkan kepalanya.

“Ini lebih berantakan dari sebelumnya. Ya sudah, Sungyeol, Sunggyu dan bersama kedua teman yang lain sudah menunggu dari setengah jam yang lalu di bawah. Cepat turun. Ibu baru saja pulang dari belanja, Myungsoo kenapa di tekan tombol bel tidak sadar sih?” ucap ibu panjang lebar. Aku langsung berdiri.

“Iya, Eomma. Nanti ku bereskan setelah ini.” Aku pun turun ke bawah meninggalkan Ibu yang masih berada di ambang pintu kamar.

Ku dapati Sungyeol tersenyum menyambut ku. Ku lihat lagi, dua orang gadis dan Sunggyu Hyung duduk di dekat Sungyeol.

“Hei! Kau ini! Sudah setengah jam kami menunggu mu.” Ucap Sunggyu Hyung. Aku hanya meminta maaf sambil tersenyum penuh rasa bersalah.

Aku mengalihkan pandangan ku. Betapa terkejutnya aku. Kedua gadis yang ada dalam fantasi ku tadi muncul di hadapan ku.

“Crys? Dan…. Elorine?” aku menunjuk gadis cantik yang wajahnya sama persis dengan Elorine sambil terbelalak kaget. Mereka menatap ku bingung. Terlebih lagi, Elorine ini lebih bingung karena di tunjuk. Aku pun menurunkan tunjukan tangan ku saat Sungyeol menyela.

“Hei, hei! Apanya yang Crys, Elorine? Kau mengingau ya?” aku menatap Sungyeol. “Mereka ini, anggota baru yang akan masuk band kita. Nama mereka, tanya sendiri.”

“Annyeonghaseyo~ Jung Soojung imnida. Kau bisa memanggil ku Krystal.” Gadis yang mirip Crys ini tersenyum setelah memperkenalkan diri. Berbeda, dia bukan seperti Crys yang agak aneh. Jujur saja, aku suka Crys kalau kalem seperti ini. Mata ku menatap gadis yang mirip Elorine. Dia tampak terkejut sesaat, sangat manis, seperti Elorine.

“Annyeonghaseyo~ Park Jiyeon imnida. Panggil saja Jiyeon.” Dia tersenyum ramah. Aku terperangah menatapnya. Sama cantiknya dengan Elorine. Mata nya indah. Sunggyu Hyun berdehem, mengagetkan ku. Lalu aku duduk di sofa sebelah lain. Di hadapan mereka.

“Ngomong-ngomong, Crys dan Elorine? Kau berfantasi? Berimajinasi?” tanya Sunggyu Hyung. Aku hanya mengangguk.

“Kau ini terlalu pusing memikirkan menulis lagu, hahaha…” Sungyeol meledekku lalu beralih menatap kedua gadis yang ada di sebelah kiri sofanya. “Dia yang menulis lagu. Biasanya lagu yang dihasilkannya sangat bagus. Makanya sampai berimajinasi seperti itu.”

Mereka berdua manggut-manggut, lalu menatap ku.

“Sungyeol-ah!” kata ku berusaha membuatnya agar tidak meledekku melebihi ini.

“Sudahlah, bukankah berimajinasi itu lebih bagus. Seperti kata Einstein.” Sunggyu Hyung tiba-tiba berucap. Membuat ku untuk berbicara.

“Sunggyu Hyung, tumben kau begitu pintar. Nilai ulangan mu saat SMA saja rendah. Hahahaha.”

Perkataan ku tadi berhasil membuat seisi ruang tamu tertawa.

 

-END-

Me: Halo! Aku cuma bsa post ff yg idh prnah ku post sblumnya di wordpress ku. Maaf ya, maklum lah balada maba bnyak kegiatan ama tugas jg >,< ff ku yg lain ku pending dlu buat lnjutin, tunggu abis selesai ujian deh, puyeng kepala tiap hri liat rumus pas ngampus *curcol dikit*

Kritik & saran sngat penting. Komen jg~ Jgn lupa RCL~ Thanks a lot :-) Blg aja, yg kurang yg mna, aku kan msh amatir banget ^v^

8 thoughts on “[Ficlet] Only Fantasy

  1. Bagus lho ffnya :),selalu salut sm org yg bisa nulis ff bergenre fantasi krn sulit beda sm genre yg lain 🙂 Ditunggu ff mu yg lain lagi.

  2. suka ceritanya 😀 aku suka banget cerita fantasy kae gini 😀 kekeke
    ketemu dimimpi eh malah ketemu juga direal life 😀 haha keren banget lah ini suka banget 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s