1-4-3 [1st Version]

asd

1-4-3

by

dikdotspace

Cast : ‘2PM’ Hwang Chan-Sung as Chansung, ‘SISTAR’ Yoon Bo-Ra as Bora || Genre : Romance || Length : Drabble || Credit Poster : Sunnie Art

*

It’s not just a simple game of number

*

Klik! Klik! Klik!

Telunjuknya tak berhenti menekan tombol shutter ketika matanya menemukan sesuatu yang membuatnya kagum, terpesona, atau bahkan iba. Seperti sekarang ini, Chansung tengah berdiri di depan sebuah taman taman dipinggiran kota metropolitan, Seoul. Taman ini tak terurus dengan baik. Daun-daun berserakan. Lumut tumbuh menghiasi pohon, bangku, dan pancuran. Hatinya teriris menyaksikan pemandangan ini. Terlebih di sana ada sekelompok anak kecil sedang bermain dengan senang. Seolah tak memperdulikan lingkungan bermain mereka yang kumuh

Seorang gadis datang, mendekati sekelompok anak tadi. Dengan cekatan telunjuknya kembali menekan tombol shutter. Mengabadikan pemandangan miris ini di kamera canggihnya. Gadis itu terlihat ikut bermain dengan mereka. Senyuman dan tawa lepas silih berganti diperlihatkan mereka.

Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap ke arah Chansung. Chansung perlahan menurunkan kameranya. Sebuah senyuman ia berikan, membalas senyuman sang gadis. Sesaat kemudian, gadis itu ikut bermain lagi.

*

Langit biru tanpa awan yang menghiasinya menjadi pemandangan kesukaannya. Seorang gadis menatap ke atas. Senyuman terpampang jelas. Kakinya sesekali mendorong tanah membuat tubuhnya terayun.

Pandangannya teralihkan ketika ia merasakan seseorang duduk di ayunan sebelahnya. Ia menatap namja yang tadi memperhatikannya–Chansung. Ia memberikan kembali senyumannya. Chansung sedikit tersentak lalu membalas senyuman itu.

Keduanya terdiam. Sang gadis tengah kembali ke aktivitasnya semula–memandang langit. Sedangkan Chansung, ia tengah berpikir bagaimana memulai percakapan. Ia tak ingin memulai dengan sesuatu yang akan membuat suasana canggung.

Tiba-tiba saja sang gadis berdiri, membuat Chansung menoleh ke arahnya. Gadis itu memperlihatkan sebuah senyuman kemudian beranjak meninggalkan Chansung. Chansung berdiri, ingin mengikuti gadis itu. Tapi pikirannya membuatnya menahan diri. Ia hanya bisa melihat gadis itu pergi.

*

Telunjuknya menyentuh beberapa kali layar tabletnya. Sebuah senyuman mengembang ketika mengamati foto yang tengah dibukanya. Gebrakan meja dan sebuah badan yang tengah mencondong ke arahnya mengejutkannya.

Wae hyung?” tanya Chansung spontan.

“Kau sedang melihat apa?” Jihoon mencoba melihat tablet Chansung. Chansung pun segera mematikan tabletnya dan menaruhnya kembali disamping badannya. Seperti tak terjadi apapun, Chansung meminum minumannya.

“Kau menyembunyikan apa?” selidik Jihoon. Chansung menggeleng pelan, ia tak ingin minumannya berceceran.

“Kau habis menonton yadong?!” tanya Jihoon menjurus membuat Chansung tersedak seketika. Chansung menepuk-nepuk dadanya. Ia pun melemparkan tatapan sebalnya ke Jihoon.

“Mengaku sajalah. Kau habis melihatnya kan? Buktinya kau tak ingin aku mengetahuinya.” Kini Jihoon menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ekspresinya sangat tenang walau sekarang Chansung tengah menghujaninya dengan tatapan membunuhnya.

“Pikiranmu selalu yadong hyung,” kekeh Chansung. Seketika Jihoon melemparnya dengan tissue. Kekehan Chansung berubah menjadi gelak tawa. Jihoon melemparnya dengan tissue? Apa yang ia pikirkan? Chansung tak perlu bersusah payah menghindar. Toh jikapun tissue itu mengenainya, tak akan terjadi apa-apa.

*

Seorang gadis kembali menoleh. Berharap bis yang akan ia tumpangi segera datang. Entah sudah keberapa kalinya ia menoleh dalam sepuluh menit terakhir ini, tapi tetap saja bis yang ia tunggu tak juga datang. Ia menggigit bibir bawahnya ketika menyadari dirinya sudah terlambat masuk ke tempat kerjanya.

“Bora-ya,” panggil beberapa gadis. Gadis itu–Bora–mengangkat wajahnya. Seketika senyumnya mengembang. Salah seorang gadis berambut coklat sebahu membuka pintunya, mempersilahkan Bora masuk ke dalam mobil mereka.

“Untung saja ada kalian. Jika tidak habislah aku,” keluh Bora. Gadis berambut ikal coklat panjang yang tengah mengendalikan laju mobilnya tertawa. Kedua gadis lainnya juga ikut tertawa. Bora hanya bisa memberikan tatapan sebal ke arah ketiga temannya. Tangannya terlipat di depan dadanya.

“Itulah gunanya teman,” ucap Dasom–gadis berambut ikal hitam–disela tawanya. Bora mendengus kesal.

*

Chansung hendak beranjak meninggalkan Jihoon ketika sepasang matanya menangkap seorang gadis yang tengah masuk café dengan sedikit tergesa. Chansung mengikuti gadis itu dengan tatapannya hingga gadis itu menghilang dibalik pintu pantry.

Jihoon menatap bingung Chansung hingga ia kembali duduk dihadapannya. Tatapan Chansung tak lepas dari pintu pantry dibelakang Jihoon. Jihoon membalikkan badannya dan mendapati sebuah pintu. Ada apa dengan pintu itu?, ucap Jihoon dalam hati. Ia kembali memutar tubuhnya.

Kini Chansung tengah menatap ke arah kasir. Lagi-lagi Jihoon memutar badannya, mengikuti arah pandang Chansung. Dilihatnya seorang gadis berambut coklat panjang tengah berdiri dibelakang kasir, tengah menghitung jumlah uang.

Jihoon berdecak. Kini ia tahu apa–siapa–yang ditatapan Chansung. Jihoon membalikkan badannya dan terkejut mendapati Chansung tak lagi dihadapannya. Jihoon mengedarkan pandangannya dan menemukan Chansung tengah berdiri dihadapan si gadis kasir.

*

Bora mengangkat wajahnya. Refleks ia mengerjapkan matanya beberapa kali ketika mendapati namja yang tadi ia temui di taman kini ia temui di café, ditempat kerjanya.

“Selamat datang. Mau pesan apa?” tanya Bora. Walaupun ia sangat penasaran dengan namja dihadapannya saat ini, ia tetap profesional.

“Apa saja yang berhubungan dengan pisang,” jawab Chansung tenang.

“Tunggu sebentar. Anda bisa menunggu di sana, …”

“Chansung. Namaku Chansung,” potong Chansung.

“Ah Chansung-ssi. Kau bisa menunggu di sana.”

*

“Siapa gadis itu?” Jihoon langsung menginterogasi Chansung sesaat setelah Chansung menghembaskan tubuhnya.

Chansung menggeleng. Dari sorot matanya terlihat sekali bahwa dia tidak mengenal dan ingin mengenal gadis itu.

“Namanya Bora,” sahut seorang pengunjung disebelah meja mereka.

Keduanya menoleh, menatap bingung gadis disamping mereka. “Aku Lee Jieun. Kalian bisa panggil aku IU. Aku temannya,” ujarnya sambil menunjuk Bora dengan dagunya.

Mulut Chansung dan Jihoon membentuk huruf O. “Kenapa? Kau ingin dekat dengannya? Aku bisa membantumu. Itupun jika kau mau.”

“Tak perlu. Aku bisa sendiri,” tolak Chansung. Bora mendekati Chansung dan memberikan pesanan Chansung.

“Semuanya 30 ribu won.”

Chansung mengeluarkan dompetnya lalu membayarnya. Jihoon menatap bingung pesanan Chansung. Bora tersenyum lalu meninggalkan Chansung.

“Sebanyak itu? Buat apa?”

“Aku makan. Kau lupa kalau aku jago makan? Haha”

*

Bora membersihkan meja yang tadi ditempati Chansung dan Jihoon. Matanya tak sengaja menemukan secarik kertas yang diselipkan dibawah gelas yang isinya telah tandas itu. Perlahan Bora menarik kertas itu, dan membukanya. Selembar tiket bioskop terselip diantara kertas itu. Bora mengernyitkan dahinya.

Bora-ssi, 1-4-3. Haha, kau bingung? Jika kau bingung, datanglah ke bioskop itu nanti malam. Aku akan menunggumu ^^ Jadi kau harus datang

-fin

*

Annyeong readers setia (?). Mian kalo 1-4-3 1st Versionnya baru bisa muncul (?) sekarang *deep bow. Sebenernya udah jadi dari bulan lalu, tapi karena tugas, ujian, dan yah kabar duka menyelimuti author jadi author baru bisa ngepost sekarang. Oh ya jangan lupa like dan komentar ya. Tunggu juga 2nd dan 3rd Ver, kalo banyak yang suka nanti akan ada Bonus Ver ^^ Annyeong chinguu

Advertisements

15 thoughts on “1-4-3 [1st Version]

  1. wooahh, ceritanya ada chansungnya
    agak pendek ya thor part ini..asa cepet tu bacanyaa
    tapi bagus kookk, ditunggu next part 🙂

  2. aseek deh chansung bora
    tapi kayaknya bukan bora aja yg bingung aku juga bingung 1- 4 – 3 itu apa? kkkk
    ditunggu next part nya

  3. eheeyyy, itu nyeremin juga sih si Chansung, baru aja kenal–bahkan belon sempet kenalan–udah ngasih ‘143’ sama ngajak kencan hhhaha….. tapi sumpah suka banget pas Chansung bilang “Tak perlu. Aku bisa sendiri,”… SOOOOO MANLY o.O
    oh iya thor… ini ff chapter kan?

  4. Seneng bangeeettt…chansung pemerannyaa..
    Secara jarang banget author yg pake pemeran chansung..
    Author..bikin lagi cerita barunya dunk plliis..
    Request pemeran boleh ya..hihi..
    Chansung lagi hehe…and sandara park..
    Aku suka banget semenjak running man eps 195..hehe..
    Tq..tq..😊

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s