[1] Secret Love

secret-love-ff

Secret Love

by dazzlesme

Cast: 2PM‘s Nichkhun & SNSD‘s Tiffany | Support Cast: ??? | Genre: Life, Romance | Length: Chaptered | Rating: G | Disclaimer: gatau dapet ilham dari mana sampe buat ff khunfany macem ini.

PROLOGUE |

Chapter 1

“Bukan. Bukan begitu. Lebih tebal sedikit. Ya, begitu. Ah, bukan! Kenapa terlalu panjang? Jangan seperti itu. Ah, iya seperti itu maksudku.”

Kalau saja bukan sahabatnya, berani jamin Taeyeon sudah mengacak-acak wajah gadis di hadapannya ini.

“Sudah?” Tanya Taeyeon, malas.

Tiba-tiba, wajah sahabatnya itu berseri-seri kala selesai berkaca. “Aish.. terimakasih! Taeyeon-ah! Kau memang berbakat dalam merias. Mengapa tidak membuka salon rias saja?”

“Kau ini bicara apa,” Taeyeon membenahi peralatan make up nya ke dalam tasnya.

“Sudah selesai?” Tiba-tiba, dari balik tirai hitam yang menutupi pintu, muncul sosok pria gagah dengan microphone di tangan kanannya.

“Sudah semua. Ayo, Tiff. Cepat naik kesana.” Seru Taeyeon.

“Baiklah. Doakan aku. Semoga debutku ini lancar ya.”

“Tuhan selalu memberkatimu.”

***

Sedan hitam itu meluncur mulus hingga ke tempat parkir salah satu restoran mewah yang terletak di tengah padatnya Apgujeong.

Dari balik kursi penumpang, muncul wanita dengan pakaian casual serba pink dengan heels yang berdiameter 10 senti.

Sedangkan dari balik kemudi, muncul wanita dengan jeans biru dan kaos putih lengan panjang serta heels silvernya yang berdiameter 5senti.

“Mau apa kita kesini?” Taeyeon- yang mengenakan kaos bertanya.

“Untuk merayakan suskesnya debutku, aku akan menraktirmu makan.” Tiffany- yang memakai pakaian serba pink menjawab.

Taeyeon menghentikan langkahnya. “Kau serius?” Ia menatap sahabatnya yang tak kunjung berhenti tersenyum itu.

“Tiff….. sepuasnya!?!?” Taeyeon histeris. Ia menghentakkan tangan Tiffany berkali-kali.

Ia mengangguk mantap. “Sepuasnya.”

***

“Jwadwi, kwaw mwau awpwa swetewlah iwniw?” Tanya Taeyeon dengan mulut penuh makanan.

Tiffany mengaduk-aduk Ice Tea nya lalu menjawab, “Tidak ada. Aku ingin menonton penampilanku di televisi saja.” Kemudian ia tertawa.

Taeyeon meneguk es jeruknya. “Malam ini?” Tiffany mengangguk mantap. “Bagaimana bisa, aku selaku managermu tidak di beritahu kalau artisnya akan tampil di televisi malam ini….” Taeyeon menggerutu.

Tiffany tertawa sekilas. “Tenang saja, masih ada lima belas menit untuk kita menontonnya.” kata Tiffany.

Keduanya terdiam. Saling bertukar pandang sejenak. Dan kemudian……..

“Apa!? Lima belas menit!?”

***

Tek. Tek. Tek.

Suara mesin ketik di sekitar, tak kunjung membuyarkan lamunan pria gagah dengan name tag bertuliskan Choi Siwon itu.

Empat bintang berkilauan dari kanan dan kiri bahunya kala cahaya lampu memantulkan cahayanya.

Sebenarnya, ia sedang tidak melamun. Karena, matanya tertuju pada jarum jam di dinding yang sedang berputar menuju detik berikutnya.

Jam 7 malam tepat.

Dengan sigap, Ia menekan tombol on pada televisi berukuran 21 Inci di hadapannya. Tangannya mengutak-atik tombol, sampai jarinya berhenti menekan ketika benar-benar sudah berhenti pada channel yang memang sedari tadi di tunggu-tunggu olehnya.

Sepertinya acara itu memang benar baru saja di mulai.

“Bisa kalian hentikan aktifitas kalian sebentar? Beri aku waktu 10 ah 5 menit saja..” Suaranya yang terkesan berat menggema. Hanya dalam satu hentakkan, suasana benar langsung berubah menjadi hening. “Terimakasih.” ucapnya lagi.

Kemudian, di layar televisinya sana, terdengar gemeriuh teriakkan – teriakkan histeris, saat payung-payung kuning mulai terbuka satu persatu.

Musik yang mengiringi ‘pun mulai bersahutan satu dengan yang lainnya. Dan, ketika payung yang berada di paling tengah itu tertutup, menunjukkan sosok wanita bak barbie hidup, teriakkan-teriakkan itu mulai kembali terdengar.

***

“Oh, tidak.. kita terlambat.” Taeyeon memegangi lutut kakinya sambil mengatur nafasnya yang menggebu-gebu. Ia baru saja berlari dari mobil-tempat parkir-garasi rumah Tiffany, menuju dalam rumah Tiffany.

“Ibu!” Tak memperdulikan Taeyeon, Tiffany malah berjalan menuju dapur- mencari ibunya.

“Ada apa?” Ibunya menyahuti. Ia membersihkan tangannya dengan lap kering setelah selesai mencuci tangannya.

“Apakah Ibu melihat penampilanku tadi?” walaupun lelah, wajah Tiffany kini berseri-seri, menatap Ibunya dalam. Berharap jikalau Ibunya menonton aksi dirinya kala di atas panggung, dan memberikannya pujian.

“Oh, itu,” ekspresi Ibunya terlihat biasa saja. Tiffany mendengus kecewa.

“Bukan itu yang aku harapkan..” gumam Tiffany pelan. Namun, tanpa Tiffany sadari, tentu saja dengan jarak sedekat ini Ibunya dapat mendengar apa yang baru saja ia lontarkan walau pelan. “Baiklah, Bu, aku keluar. Ada Taeyeon.”

Tiffany berjalan dari dapur menuju ruang tengah. Dimana tadi ia meninggalkan Taeyeon, dan kini Taeyeon tengah asik dengan macbook nya.

“Sedang apa?” tanya Tiffany, menghempaskan badannya pada sofa empuk dan duduk di samping Taeyeon.

Streaming,” jawab Taeyeon. “Siapa tahu masih ada.” lanjutnya.

Tiffany berdecak. “Itu sama saja, siarannya juga sudah berlalu.” ujarnya malas.

“Kalau begitu Youtube.” jawab Taeyeon, mengangkat bahunya. Kemudian kembali mengetik.

“Bagaimana mungkin sudah ada di Youtube sedangkan acaranya baru saja tayang dua puluh menit yang lalu..” Tiffany berujar malas. Ia meraih toples berisikan permen kacang, lalu memakan permen kacang yang berbalut krim stoberi di atasnya.

“Hei! Siapa yang tahu? Kali saja kau punya fans fanatik….atau bahkan sasaeng….” gurau Taeyeon. “Artis lain bahkan baru lima menit sekalipun sudah ada di channel youtube.”

Tiffany melahap permen kacangnya lagi. “Kau ini bicara apa… jangan ngawur.” ujarnya. “Mana bisa kau membandingkan artis lain dengan artis yang baru debut sepertiku ini? Gila saja.”

Taeyeon menggapai isi toples yang di pegang Tiffany dan memakannya. “Siapa yang tahu..”

Tiba-tiba, mata Taeyeon langsung terfokus pada layar macbooknya, dengan tatapan tidak percaya. Mulutnya berhenti mengunyah dan setengah menganga. Ia diam seribu bahasa, tak mampu berbicara.

Tiffany yang menyadari perubahan pada Taeyeon, langsung mengikuti kemana arah mata Taeyeon. “Apa yang kau lihat?” baru saja retina matanya hendak menyesuaikan dengan cahaya pada layar macbook Taeyeon, namun, Taeyeon sudah dengan cepat menutup layar macbooknya rapat-rapat terlebih dahulu.

“Bu-bukan apa-apa..”

***

“Seharusnya kau lebih memperhatikan lagi tempat kronologisnya..”

“Maafkan saya, Jendral..” Tak henti-hentinya Minhyuk menundukkan badannya kepada pria gagah di hadapannya ini.

Pria itu menepuk pundak Minhyuk. “Ku maafkan kali ini. Tapi, lain kali kau jangan sampai seceroboh ini lagi. Oke? Kau boleh keluar sekarang.”

“Aku berjanji!” seru Minhyuk lantang. “Baiklah, sekali lagi maaf, dan.. terimakasih.” dan kemudian ia berlalu.

Choi Siwon, wibawanya itu yang membuatnya cukup di segani oleh bawahannya. Selain itu, sepertinya seorang Choi Siwon memang mempunyai kharisma yang cukup tinggi, apalagi untuk seorang lajang macam dirinya itu. Wanita mana yang tidak ingin mengantri?

Ia kembali ke meja kerjanya. Dan, tangannya kembali berkutik dengan berkas-berkasnya.

Ketika matanya membuka lembar pertama, ia menemukan foto seorang aktor muda yang berstatus sebagai pengguna narkoba.

“Ck, apakah dunia industri begitu mencekam?” Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut membaca kasus tadi.

“Sampai menjadi pengguna narkoba tingkat akut begitu. Sepertinya ia frustasi sekali..” gumamnya lagi.

Namun, sekelebat fikiran tiba-tiba saja menghantui benak Siwon. Memori otaknya kembali memutar apa yang dua jam lalu ia lihat.

Tayangan perdana debut Tiffany, sang pujaan hati.

“Semoga saja nantinya ia tak akan terlibat masalah macam ini.” Ia tertawa pahit kala mengutarakan fikirannya tadi.

Kini, matanya beralih pada arloji yang melingkar di tangannya. Jam 9 malam. Dan, ia belum makan sejak tadi sore.

Ya, jelas. Ini semua karena saat jam yang seharusnya ia gunakan untuk makan malam tadi malah ia pakai untuk menonton debut sang pujaan hati beserta dengan sesi wawancaranya. Ya, beginilah jadinya sekarang.

Cacing-cacing di perut Siwon makin memberontak saja. Meminta untuk segera di empani.

Sepertinya, bersantai dan makan sebentar di restoran bisa menghentikan teriakkan cacing-cacingnya.

Ia bangkit dari posisinya, membereskan berkas-berkasnya tadi sebentar, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya keluar ruangan.

“Jongwoon hyung, maukah kau temani aku?” Siwon menghampiri Jongwoon yang tengah membereskan kertas-kertas yang berserakan di bawah. “Ah, sepertinya kau sedang sibuk.” Ia memilih untuk mengurungkan niatnya mengajak Jongwoon.

“Aku tidak sedang sibuk. Ah, ini sudah selesai.” Ia bangkit dari posisi berjongkoknya dan meletakkan kertas-kertas tadi di atas meja. “Ada apa memangnya?”

“Temani aku ke restoran.  Cacing di perutku ini sedari tadi sudah memberontak minta di isi.” Siwon mengangkat bahunya kemudian.

Di tangan kanannya terdapat kunci mobil. Dan, Jongwoon tahu betul kemana tujuan orang ini selanjutnya.

“Kau tau konsekuensinya kalau mengajakku kan?”

Lagi-lagi, Siwon mengangkat bahunya.

“Kau memang selalu tahu. Lagipula, aku juga sedang lapar.” ujar Jongwoon.

***

Siwon melahap pastanya perlahan.

Ya, saat ini ia dan Jongwoon sedang berada di Restoran Itali, yang memang selalu mereka kunjungi minimal seminggu sekali.

“Kau bilang tadi kau lapar, memangnya kau belum makan malam, Hyung?” tanya Siwon setelah pasta di mulutnya berhasil ia telan.

Jongwoon meraih air mineralnya lalu meneguknya. “Begitulah,” jawabnya. “Sejak sore tadi, aku sibuk dengan kasus aktor pengguna narkoba yang entah kenapa pembahasannya malah jadi kemana-mana. Membuatku pusing saja.” keluh Jongwoon.

“Pantas tadi berkasnya dikirim juga ke ruanganku.” Siwon tertawa sekilas. “Aku belum sempat membacanya detail.”

Jongwoong menyibak rambutnya yang sebenarnya memang sudah pendek itu. “Coba kau baca. Ia malah membawa-bawa masalah kepulangannya dari Thailand beberapa waktu lalu. Aku juga tidak mengerti apa maksudnya.”

Kini Jongwoon beralih. Tangannya meraih koran yang bergantung tak jauh dari tempatnya dan Siwon duduk. Ia langsung membuka koran itu. Sedangkan Siwon masih sibuk dengan makanannya.

“Koran ini berisi seputar tentang selebritis.” Jongwoon berdecak.

“Tiffany Hwang memulai debutnya di SBS Inkigayo. Sukses menggetarkan panggung dan menarik banyak perhatian netizens. Tayang pada pukul 7 malam ini.” Jongwoon membaca topik secara singkat.

Melihat Siwon yang tersenyum-senyum sendiri, Jongwoon langsung mengangkat alis matanya. “Jangan bilang kalau kau telat makan malam karena menonton ini… oh, Tuhan, anggota kepolisian yang sangat terkenal wibawanya -Choi Siwon- menjadi seorang fanboy yang rela meninggalkan makan malamnya hanya demi menonton sang…….. idola yang gagal menjadi kekasihnya.” sindir Jongwoon.

Siwon meminum airnya, dan setelah itu barulah ia tertawa.

Namun, tawanya seketika berhenti kala melihat cover koran yang dibaca Jongwoon.

“Kau yakin ini koran pagi tadi?” Siwon merebut koran itu dari tangan Jongwoon, dan langsung membacanya.

“Ya, begitulah. Memang kenapa?” Jongwoon menggeser kursinya hingga bersebelahan dengan Siwon.

“Aktor papan atas asal Thailand, Nichkhun Buck, menandatangani kontrak kerja samanya dengan GGH Entertainment. Kabarnya, minggu depan ia akan segera meluncur ke dunia industri Korea Selatan.”

Pandangan Siwon saat itu juga berubah. “Tiffany tidak boleh tahu soal ini..” [].

.

26 thoughts on “[1] Secret Love

  1. apa maksud Siwon kalau Fany gak boleh tahu ?
    Jgn2 mereka bertiga punya hubungan di masa lalu..?
    Duuh penasaran bgt…
    Next partnya ditunggu thor…

  2. Baru nemu FF ini massa O.o
    ini udah d lanjutin belum?
    Kalo udah minta link nya dong..
    Kalo belumm please cepetan d nexxtt udah penasaran bgt soalnya..
    Ceritanya bangus bgt thor daebak ^.^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s