I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [7]

imyourlover-chaser-forever-11

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, PG-17, Teenager-Semi-Mature,

Cast :

Main Cast :

ü  Choi Yoon Ah (OC)

ü  Infinite’s L a.k.a Kim Myung Soo

ü  TeenTop’s L. Joe a.k.a. Lee Byung Hun

Supporting Cast :

ü BAP’s Zelo a.k.a Choi Jun Hong

ü  Infinite’s Chunji a.k.a Lee Chan Hee

ü Sistar’s Dasom a.k.a Kim Da Som

 

Lagi-lagi postan sempat mengalami penundaan.. Author sudah kasi pemberitahuan, Jadi tolong dihargai yaak..

Posted Part : Part 1 | Part 2 Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT AND LIKE MY POST~

=)0o0o0(=

*Previous Chapter*

“Sungguh, dia bukan kekasihku,” ujarnya sama dengan apa yang ia gumamkan sebelumnya, “Mungkin dulu kami sudah sempat bertunangan. Tapi itu sudah lama berlalu. Itu masa lalu.”

Setelah mengatakan hal yang mampu membuat sesuatu dalam diriku kembali berdetak, ia bangkit dari sofa, “Sekarang, ia sama saja sepertimu. Hanya temanku.”

Mendengar kalimat akhir yang ia ucapkan sebelum benar-benar menghilang di balik pintu kamar, membuat cahaya harapan yang seolah datang padaku, kembali lenyap.

Chingu? Hanya teman. Kau hanya teman seorang Choi Yoon Ah, Lee Byung Hun. Sadarlah!

Ah, setidaknya strataku dan Myungsoo kini setingkat di matanya.

Choi Yoon Ah, You’re the one who runs my world.

*o0o0o*

Author POV.

‘Hyung.. Aish kau tidak bisa memasukkan itu kedalamnya..’

‘Wae? Ini baik untuk kesehatan..’

‘Ahni!! Tidak bisa hyung, yang ada semua ini akan jadi hambar.’

‘Hambar sedikit tidak masalah asal…’

Suara bising perpaduan dentingan peralatan masak dan adu urat kedua namja di dalam dapur berukuran sedang itu membangunkan seorang yeoja yang masih bergelung nyaman di dalam balutan hangat selimut tebal. Ia mengerjapkan kedua kelopak matanya untuk meyakinkan pendengarannya soal suara bising yang mampir ketelinganya bukan halusinasi semata.

‘Noona tidak akan menyukainya hyung..’

‘Arra.. arra.. aku tidak akan memasukkannya..’

Selang beberapa detik kemudian kedua telapak kaki yeoja tersebut telah menapak mantap di atas lantai kayu walau penglihatannya belum kembali berfungsi dengan normal. Sambil mengikat rambut kusutnya ia melangkah keluar setelah membuka lebar-lebar daun jendela satu-satunya yang ada di kamar tersebut.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanyanya setelah ia menangkap dua sosok misterius yang tampak menyibukkan diri.

“Ah, noona kau sudah bangun?” sapa seorang namja yang lebih muda sembar melangkah mendekati sosok yang baru saja terlempar dari alam mimpinya, “Segeralah mandi, kami akan siapkan sarapannya.”

1

“Sarapan? Kau memasak?” yeoja tersebut tampak shock, kemudian ia melongokkan pandangannya kearah seseorang lain yang berkutat dengan isi di dalam panci, “Byung Hun memasak? Kalian memasak?!”

Yaaa gosok gigimu dulu sebelum berkomentar ini itu,” sahut sebuah suara di depan kompor yang menyala, “Kau merusak harmoni aroma masakanku dengan bau mulut pagimu, kau tau?”

“Mwora–“

Sosok sarkastik L.Joe yang tiba-tiba muncul di belakang Zelo dengan sebuah sendok di tangannya menghentikan aksi protes Yoon Ah. Tampaknya ia baru saja mencicipi hasil final dari masakan percobaannya pagi ini, “Segera mandi dan bawa pantat kurusmu kembali ke ruangan ini dalam 10 menit jika tidak ingin berangkat sekolah dengan perut kosong, Nona Choi!”

Yoon Ah tak punya pilihan lain. Jika ia tidak ingin meledak geram di pagi yang indah ini, satu-satunya penyelesaian adalah segera pergi dari hadapan namja berlidah ringan seperti L.Joe.

Setelah sosok Yoon Ah menghilang di balik pintu kamar mandi, L.Joe terkekeh pelan sebelum kembali mengaduk isi sup di pancinya yang sudah tampak mendidih. Zelo membuntutinya dari belakang sambil berdecak kagum, “Tsk tsk tsk, hebat sekali noona masih dapat bertahan tinggal serumah sampai detik ini dengan orang sepertimu, hyung..”

“Aku juga heran, padahal ia bisa menghabisiku kapan saja, dengan menancapkan pisau ini ke kepalaku saat aku tidur, atau dengan cara lain,” timpal L.Joe sambil memindahkan isi panci ke dalam tiga mangkuk.

“Seingatku, 6 tahun lalu, tipe orang sepertimu itu tipe orang yang paling dibenci noona, hyung..” celetuk Zelo dari arah meja makan. Ia menata beberapa lauk pauk yang sudah siap di atas meja makan.

L.Joe meletakkan 2 mangkuk terakhir dari sup yang baru saja mendidih ke atas meja makan,”Tapi kau lihat sendiri apa yang terjadi sekarang, ia justru merawat lukaku,” ujarnya sambil menunjuk beberapa lokasi memar yang ada di wajahnya.

“I see,” Zelo turut mengamati wajah L.Joe yang kini sudah tampak lebih baik karena beberapa memar di wajah namja tersebut sudah tampak memudar.

“Kau benar-benar merubahnya hyung..” imbuh Zelo dengan suara rendah.

Mwo?” L.Joe yang sudah duduk tenang di tempatnya mendongakkan pandangannya ke arah Zelo, “Kau mengatakan sesuatu?”

Zelo tersenyum kikuk, tergagap tak menyangka L.Joe mendengarnya, “Ahni hyung.. aku tergiur dengan masakan ini.”

“Salahkan saja noonamu yang lambat seperti ratu siput itu jika kita mati kelaparan di atas meja makan ini.”

Yaaa Lee Byung Hun berhenti bicara sembarangan atau akan kutambah memar baru di wajahmu!”

+oOoOoOo+

“Kau pergi ke mana semalam?”

“Choi Mansion,”

Mwo?! Kau pergi sendirian?”

“Aku tidak segila itu noona.. Aku pergi dengan Sulli noona dan Soo Young auntie.”

Yoon Ah segera menghujani namdongsaengnya dengarn beribu pertanyaan setelah mereka bertiga duduk di dalam bus dan L.Joe terlelap, karena selama di rumah L.Joe selalu menginterupsinya.

“Kenapa kau tidak memberitauku eo?”

“Belum saatnya noona.. ikuti saja permainan kami.”

“Dan..bukankah kau bilang kau sudah lulus SMA karena percepatan? Ada apa hari ini kau pergi ke sekolahku juga?”

“Karena ada beberapa hal yang akan kuamati.. Ah, noona apakah aku lebih tampan saat mengenakan seragam ini?”

2

“Milik siapa itu?”

“Ini seragamku saat di US noona. Apakah tidak tampak mencolok?”

“Kurasa tidak…untuk peran seorang murid baru,”

“Okay.. dan noona beraktivitas normal saja, jangan pedulikanku, arra?”

“Terserah saja..”

“Soal L hyung–“

“Soal dia terserah kalian saja. Kau hanya perlu memberitauku au harus percaya atau tidak dengannya sesegera mungkin.”

“Noona…”

“Kita sudah sampai, jadi kau bisa menghentikan sesi introgasimu sekarang, Nona Choi,” sahut L.Joe setelah tanpa kedua orang tersebut sadari bus yang mereka tumpangi telah berhenti sejak lima detik yang lalu.

3

Saat Yoon Ah baru akan membuka mulutnya lagi, L.Joe segera melayangkan lengannya ke pundak Zelo dan menyeretnya berjalan lebih cepat, “Hari ini aku yang akan jadi pemandu lokasi sekolah untuknya, kau tenang saja Nona Choi!”

Sepersekian detik kemudian, kedua makhluk tersebut telah membaur dengan lautan siswa lain yang juga memadati pedestrian menuju arah sekolah. Lagi-lagi Yoon Ah hanya dapat mendengus kesal. Seandainya saja ia tipe yeoja yang peduli dengan kecantikan, ia pasti sudah meghitung berapa jumlah kerutan baru yang muncul di wajahnya.

Tak lama kemudian ia menangkap sosok namja yang tampak menikmati alunan musik yang dialirkan oleh headsetnya dari smartphone yang ada di tangannya.

“Myungsoo!” sapanya sembari berlari mendekati namja tersebut. Ia tidak memperdulikan lirikan iri yeoja lain yang berada beberapa langkah dari posisi mereka sambil beberapa kali mendengus cemburu.

Semua siswa di SMA Haengbok mengetahui masa lalu L dan Yoon Ah, dan melihat kejadian ini para stalker L harus kecewa karena tampaknya kejadian ‘dibuangnya’ Yoon Ah dari Kim Mansion nyatanya kurang membawa pengaruh berarti pada hubungan mereka.

Namja yang disapa tampak terkejut saat mendapati sosok yang ada di sampingnya, “Yoon Ah-ya!”

201203071252544762

“Wajahmu sudah tampak lebih baik eoh,” ujar Yoon Ah yang lebih sibuk mengamati wajah L daripada membaca ekspressi bahagia yang tergambar jelas di wajah namja tersebut.

“Sudah Lebih baik,” ujar L singkat, “Musik?” tawarnya sembari menyodorkan salah satu sisi headsetnya.

Yoon Ah menerima tawaran L dan mereka lanjut berjalan dalam diam sambil mendengarkan musik bersama. Yoon Ah tidak merasa canggung dengan sikap L yang pendiam. Sudah menjadi kebiasaan namja jangkung disampingnya untuk tidak terlalu banyak bicara saat berada di khalayak umum, dan sikap diamnya itulah yang membuat penggemarnya terus bertambah setiap saat. Yoon Ah paham betul dengan segala gerak-gerik L, namja yang ia kenal sejak berada di usia belajar berjalan.

Setibanya di depan lift, Yoon Ah menahan tangan L, sehingga mereka berhenti berjalan.

“Ada apa?”

“Kita berpisah disini..” ujar Yoon Ah sembari melepaskan heandset di telinga kanannya.

“Wae–“

“Kau ingatkan aku bukan siswi tingkat satu lagi, Myungsoo,” putus Yoon Ah, sebuah senyuman hambar terpampang di wajahnya, “Aku pergi dulu.”

Gerakan Yoon Ah cukup gesit untuk seorang yeoja, dalam beberapa detik ia sudah mencapai puncak tangga lantai tingkat dua. L melangkah malas masuk kedalam lift. Kebetulan hanya dirinya seorang yang berada di dalam ruang tersebut sehingga ia bisa menyandarkan punggungnya yang terasa lemas tiap kalimat Yoon Ah terdengar lagi dan lagi di telinganya, ‘aku bukan siswi tingkat satu lagi, Myungsoo.’

Saat pintu lift terbuka, ponselnya bersuara menandakan satu pesan diterima.

‘Received from : Chagiya’

‘Lagu yang kau punya enak didengar. Lain kali jika ada kesempatan, kau harus membaginya denganku.. ㅋㅋㅋ

Tanpa berpikir ulang ia segera mengetikkan sebuah balasan sembari menyusuri lorong menuju ruang kelasnya.

‘Sent to : Chagiya’

‘Shireo! Kalau kau mau, jalan saja denganku setiap hariㅋㅋㅋ

+oOoOoOo+

Baru saja L menggantungkan tas punggungnya di sisi kanan mejanya saat ponselnya kembali berdering. Hampir saja senyuman yang ia tahan sejak keluar dari lift muncul karena membayangkan satu pesan balasan lain dari yeoja yang ia tunggu datang, jika ia terlambat barang sedetik membaca ID pengirim pesan kali ini.

‘Received from : L.Joe’

‘Jika kemarin kepalan tinjuku menghantam wajahmu terlalu keras, aku minta maaf.’

L hampir menghempaskan ponselnya ke permukaan keras mejanya jika ia tidak mengingat suatu hal penting yang ingin segera ia selesaikan.

‘Send to : L.Joe’

‘Ada yang harus kita bicarakan. Atap sekolah, jam makan siang.’

 4

[Di ruangan lain, Ruang Kelas L.Joe]

‘Received from : L’

‘Ada yang harus kita bicarakan. Atap sekolah, jam makan siang.’

Hey, dia tidak memaafkanmu?” ujar seorang namja yang baru saja menyabet ponsel L.Joe saat mendengar ponsel tersebut bergetar.

“Justru aneh jika dia memaafkanku dengan mudah,” L.Joe menanggapi dengan enteng tatapan kesal beberapa member TeenTop yang mendengarnya, “Tuan Muda Kim bukan pangeran berkuda putih yang berhati lembut, kawan..”

“Aku akan berjaga di luar pintu,” sergah C.A.P

L.Joe menggeleng cepat mendegar inisiatif sang leader, “Masalah ini harus selesai sekarang. Hanya kami berdua, dan tidak perlu campur tangan pihak lain kecuali jika kita ingin mendeklarasikan perang antar tingkatan.”

Semuanya terdiam mendengar perkataan L.Joe. Benar, jika mereka gegabah bertindak, masalah intern antara L.Joe dan L akan meluas menjadi masalah antar tingkatan yang justru tidak akan berakhir.

“Tenang saja, kalaupun kami berakhir dengan saling pukul, aku akan berikan lebih banyak memar di wajahnya!”

“Itu baru L.Joe yang kukenal!!” sorak Niel dan diikuti member TeenTop yang lain.

+oOoOoOo+

Jam pelajaran selanjutnya adalah jam olahraga untuk kelas Yoon Ah. Para murid telah berganti pakaian dan berkumpul di gedung olahraga. Sembari menunggu sang guru, beberapa siswi sengaja berkumpul membicarakan suatu hal di dekat Yoon Ah yang sedang melakukan pemanasan.

Salah seorang yang memiliki inisiatif adalah Dasom, saudara sepupu L.

*FYI Ini Silsilah Keluarga Kim*

kim

“Hei kalian sudah dengar gosip terbaru soal L tidak?”
“Gosip? Ia belum satu bulan di sekolah ini sudah terlibat skandal?”

Aeey, bukan skandal, tapi lebih pada berita buruk untuk seseorang..”

“Apa maksudmu?”

“Kudengar L akan menikah dengan salah seorang anggota keluarga Choi?”

Heol..maksudmu… ia akan tetap menikah dengan mantan tunangannya, yang teman sekelas kita itu?”

Aish, tentu saja bukan! Dia itu sudah didepak keluar dari Kim Mansion! Apa kau lupa?”

Yoon Ah menulikan telinganya dan tetap melakukan stretching, namun tanpa ia inginkan pembicaraan tersebut tetap mengalir kedalam telinganya karena posisi mereka yang berdekatan.

“Lalu siapa?”

“Choi Jin Ri..”

Huk! Detak jantung Yoon Ah seketika tak menentu. Sepupunya? Choi Jin Ri? Akan menikah dengan Myungsoo?

*FYI Ini Silsilah Keluarga Choi*

choi

“Choi Sulli?! Bukankah ia putri tunggal pengusaha ternama di US?”

Kuraeyo… Sepertinya mereka sempat bertemu saat L mengambil study di Inggris, mereka bersekolah di sekolah yang sama, sebelum Sulli kembali ke US.”

Aigooo beruntungnya.. kurasa L memang lebih pantas mendapatkan Sulli daripada Choi yatim-piatu itu. Pilihan Keluarga Kim tidak pernah salah memang…”

‘Choi Yatim Piatu? Jadi itu nicknameku di tingkat 2 ini? Heah..’

Belum sempat pikiran lain muncul di pikiran Yoon Ah, Cho Sonsaenim sudah memasuki gedung olahraga dan menyuruh murid-muridnya membentuk barisan dan memulai penilaian lari 400 meter.

Ketika tiba giliran Yoon Ah bersiap selanjutnya, ia mendengar dengan jelas lagi-lagi Dasom yang menjadi lawan larinya bergunjing dengan seorang temannya.

YT63rS21

“Mungkin mungkin pagi ini Yoon Ah masih bisa berjalan bersama L, tapi segera dia pasti akan menangisi undangan pernikahan L dan Sulli yang ia terima.”

“Memangnya Kim’s Family akan mengirimkan undangan padanya?”

Aaah, kau benar! Mungkin ia akan menangis di tengah jalan saat melihat papan reklame pengumuman pernikahan akbar Choi Corp. dan Kim Corp. Ha Ha Ha..”

‘Dasar fans mania..’ bathinnya saat peluit di bunyikan.

Pluit dibunyikan, tanda penilaian dimulai. Ditengah jalur, Dasom kembali berbicara, “Segera katakan selamat tinggal pada Myungsoo-mu jika tidak ingin mati sakit hati Yoon Ah-ya..”

Yoon Ah hanya tersenyum kecil sambil berkata, “Lain kali sebelum berlari kau harus ikat tali sepatumu dengan benar, Dasom!”

Dasom terpengaruh dan kehilangan fokusnya saat ia menunduk melihat tali sepatunya yang benar longgar dan ia terjatuh karena tali tersebut terinjak oleh salah satu kakinya.

‘Drap Drap Drap… Bruukkk’

Ia tersungkur saat Yoon Ah menginjak garis finish. Yoon Ah hanya menatapnya datar seolah berkata, ‘Apa kubilang..’ saat yeoja yang baru saja touchdown tersebut mendelik marah.

“Yoon Ah-ya tolong ambilkan spray pengurang rasa sakit! Kaki Dasom terkilir,” ujar sonsaenim olahraga seusai memeriksanya.

Yoon Ah mengangguk patuh dan segera keluar dari dalam gedung, seseorang mengikutinya dari belakang. Chunji.

“Biar aku yang menemanimu,” ujarnya tenang saat Yoon Ah menatapnya dingin.

Setibanya di dalam UKS, Yoon Ah segera melemparkan tabung spray yang ia temukan ke arah Chunji yang dengan sigap menangkapnya.

“Tolong berikan pada sonsaenim, atau..mungkin kau bisa langsung membantu sonsaenim menyemprotkannya pada Dasom,”

Eeiii bukankah kau yang dimintai tolong sonsaenim?”

“Aku tau kau menyukainya..”

M..Mwo? Da..Darimana kau..”

Yaaa Lee Chan Hee apa kau lupa aku tinggal dengan sepupumu yang bernama Lee Byung Hun?”

*FYI Ini Silsilah Keluarga Lee*

lee

“Astaga dwarft itu..” Chunji mengusap wajahnya dengan telapak tangannya yang berkeringat karena malu.

“Sudah cepat lakukan, ia pasti sudah menangis kesakitan menunggu spraynya,” ujar Yoon Ah yang sibuk melepas sepatunya sebelum berbaring santai di salah satu ranjang UKS.

“Dan apa yang kau lakukan?”

“Aku akan beristirahat, kepalaku terasa pening sekali..”

Aah.. baiklah, istirahatlah dan cepat kembali seusai jam istirahat.”

“Arraseo..”

Dengan satu kedipan mata Chunji sudah melesat keluar dari ruang kesehatan dan meninggalkan Yoon Ah yang berbaring malas. Memang benar kepalanya terasa pening, tapi rasa penasaran dalam hatinya lebih membuatnya malas untuk kembali ke gedung olahraha. Terlebih kedua nama itu terus berputar di kepalanya. Myungsoo. Jinri.

+oOoOoOo+

Entah sudah berapa lama ia tertidur, yang jelas ia terbangun karena suara gerutuan seseorang.

‘Kenapa sejak tadi pagi aku selalu terbangun oleh suara ribut-ribut??’

Setelah memastikan keempat digit angka yang terpampang di jam tangannya adalah barisan angka 10.05, ia segera beranjak bangun. 5 menit sebelum jam istirahat berakhir.

Belum genap satu menit ia beranjak dan akan melangkah keluar, ia treperangah di tempat melihat seseorang di hadapannya sedang sibuk mencari sesuatu dengan wajah yang memar.

“M..Myungsoo, apa yang kau lakukan..di sini?”

“Ah, Yoon Ah kau sedang di sini rupanya..” L menyapa yeoja dihadapannya dengan kikuk karena ia tau beberapa noda memar tampak jelas di wajahnya, “Dimana kau tadi? Aku tidak melihatmu..”

“Aku beristirahat di bilik itu, kepalaku terasa pusing tadi,”

“Ah, aku menganggumu sepertinya.. Mian, kau bisa melanjutkan istirahatmu, aku akan mencari obat lebih tenang,”

“Biar aku saja, kau duduk di sana,” tukas Yoon Ah saat ia menyadari lebam di wajah L lebih parah dari yang ia dapatkan kemarin.

“Tapi..”

“Kubilang duduk!” Yoon Ah melirik kesal L yang akhirnya segera duduk di atas ranjang yang sebelumnya ditempati Yoon Ah.

Sepuluh menit berlalu dengan ringisan perih L dan suara sobekan kemasan plaster. Yoon Ah menghela nafas lega setelah semuanya usai.

“Sekarang hobimu beralih jadi preman sekolah eoh?” tanyanya sembari mengembalikan peralatan yang baru saja ia gunakan.

“Apakah aku terlihat seperti itu?” tanya L sambil sesekali meringis saat jemarinya menyentuh tempat memarnya.

“Baru saja kemarin kau dan L.Joe saling hajar di halaman rumah. Kali ini dengan siapa?” Yoon Ah kembali berdiri di spotnya semula.

“Masih dengan orang yang sama..”

Aish.. kalian benar-benar.. apa yang sebenarnya kalian ‘diskusikan’ sampai selalu berakhiran saling tonjok?!”

L awalnya enggan berbicara, sampai akhirnya ia melihat Yoon Ah memikirkan suatu hal, “L.Joe tidak babak belur sepertiku, tenang saja..”

“Jawab dulu pertanyaanku baru kau boleh membaca pikiran..” sergah Yoon Ah sebelum semburat merah muncul di wajahnya.

“Mendiskusikan soal yeoja yang, secara tidak sengaja, sama-sama spesial untuk kami,”

‘DEG!’

‘Choi Jinrikah? Jun Hong memberitauku Byung Hun pernah menyukaii Jinri semasa SMP..’

L menyentuh dagu Yoon Ah lembut dan membawa pandangan Yoon Ah tepat sejajar dengannya, “Soal Choi Yoon Ah.”

=TBC=

+oOoOoOo+

AUTHOR MENGERTI KALIAN UDAH SETIA MENUNGGU, DAN UNTUK ITU JANGAN MALAS KOMEN UNTUK MENYATAKAN KELUH KESAH KALIAN

AUTHOR TIPE ORANG YANGTERBUKA DENGAN SEGALA MACAM KRITIK DAN SARAN, TAPI AUTHOR NGGA BISA MENERIMA SILENT READER!

SIDERS INSAPLAH & HARGAI KARYA SAYA, JEBAL~

~KAMSAHAMNIDA~

+oOoOoOo+

Advertisements

14 thoughts on “I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [7]

  1. thor, di awal tulisannya last chap tuuhhh.. ngapa masih tbc.. -..- anyway, goodwork thor, dan selamat telah berhasil dan sukses membuat saya penasaran ama lanjutannya.. keep it up thor!

  2. Next part author…secepatnya ya..berharap 1 part lebih panjang dr ini..semoga author sedang tdk malas..dan banyak inspirasi..gomawo

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s