[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 9)

love is hurt.psd

Author  : vidyoung

Genre   : hurt romance?

Lenght  : chapter

Main Cast            : ~ Jung Min Ri (OC)

~ Kim Jong In/ Kai EXO

Support Cast      : ~ Cho Hyun In (OC)

~ Oh Sehun EXO

~ Park Chanyeol EXO

~ Bang Yongguk B.A.P

~ And other cast

Twitter : @vidyafa21 😀

WARNING :        OOC, Typo(s) bertebaran, harap maklum. Jika ada kesamaan cast dan cerita, itu semata-mata karena ketidaksengajaan, karena ini epep asli dari otak author sendiri.

Alohaaaa!! Puji syukur Tuhan akhirnya chap 9 update..

Cover-nya ganti lagi?? Ckck..maklum, author galau-.-

Gomawo buat yang telah mendukung dengan memberi coment untuk ff abal ini..

Part sebelumnya:

Di jalanan Seoul , tepatnya di dalam mobil Audi putih, seorang namja yang tengah menghisap nikotin tampak santai menyetir, sambil sesekali bergumam. Tampaknya saat ia sedang dalam mood yang baik. Tak lama mobilnya berhenti tepat didepan gedung perkantoran bertuliskan ‘KIM CORP’. Ia membuka kaca mobilnya dan mendongakkan kepalanya keatas tepatnya lantai tertinggi dimana ruangan direktur pemilik perusahaan itu berada. Tak lama, terlihat seringaiannya yang menakutkan. “Tunggu aku Kim Jongin” gumamnya sebelum ia benar-benar pergi dari tempat itu..

~~

Pemuda bernama lengkap Park Chanyeol itu  tengah menatap serius yeoja didepannya. Sepertinya ia tengah curiga dengan sikap yeoja didepannya yang murung, tidak seperti biasanya.

“Well, apa kau mau memberitahuku apa yang terjadi ketika aku tidak kesini selama 3 hari ini? Ada apa denganmu? Kenapa kau tampak pucat dan murung seperti ini? Kau sakit?” Tanya Chanyeol bertubi-tubi.

“Ti-tidak ada apa-apa. Gwenchana Chanyeol-ah. Aku hanya terlalu lelah saja” jawab Min Ri –yeoja itu-.

“Tapi matamu menyiratkan sesuatu yang lain. Kau membuatku khawatir. Sebaiknya kau istirahat yang cukup. Aku hanya takut terjadi sesuatu yang buruk padamu, Min Ri-ah” tambah Chanyeol.

“Aku baik-baik saja dan maaf telah membuatmu khawatir. Eum, Chanyeol-ah, tentang pernyataanmu waktu itu..aku menerimanya.. Kita akan menjalin hubungan, tapi aku masih butuh penyesuaian.. Jadi..bisakah kita mulai perlahan-lahan?” ujar Min Ri tiba-tiba. Chanyeol tampak terkejut. Bukannya ia tidak senang, tapi ada apa dengan Min Ri dan kenapa tiba-tiba?

“Kau serius? Apa kau benar-benar sudah memikirkannya baik-baik?” Chanyeol memastikan dan dijawab dengan anggukan oleh Min Ri.

“Baiklah, mulai sekarang kau adalah yeojachinguku.. Dan jika memang kau benar-benar telah siap, aku akan menghadap orang tuamu untuk melamarmu” Chanyeol merengkuh yeoja itu kedalam pelukannya.

Ne, maaf telah membuatmu menunggu terlalu lama” Min Ri membalas pelukan namja tinggi itu. “Gwaenchana, apapun akan kulakukan, karena aku mencintaimu, Min Ri-ah” balas Chanyeol.

-Park-Chanyeol--333

MIN RI POV

Sejak hari dimana aku menerima Chanyeol sebagai pengisi hatiku, aku sudah mulai bisa  melupakan sedikit pertemuanku dengan mantan suamiku, Kim Jong In. Jongin memang sering sekali mengunjungi rumah kami dengan dalih ingin bertemu dengan Jong Min, padahal aku sudah melarangnya untuk tidak menemui kami lagi. Ah, aku lupa kalau dia memang tipe orang keras kepala, jadi percuma saja melarangnya. Tapi 2 minggu ini aku sama sekali tidak melihatnya sama sekali, Tunggu! Kenapa aku malah memikirkannya?? Pabo Min Ri! Bukankah itu bagus jika Jongin tidak muncul? Sebenarnya apa yang terjadi padaku?? Jangan katakan kalau aku mulai merindukannya? Oh ayolah.. Kau sudah memiliki Chanyeol yang mencintaimu dengan tulus Jung Min Ri dan berhenti memikirkan namja yang telah menyakiti hatimu itu!

Ummaa~ kajja! Yeol appa sudah menunggu” Jong Min menarik tanganku menuju keluar rumah menuju mobil Chanyeol.

Ne-ne, kajja! Kau terlihat bersemangat sekali, chagi..” ujarku sambil tersenyum.

“Tentu saja! Kalena Yeol appa bilang akan mengajak jalan-jalan membeli makanan stlawbelly yang banyak sekali, Umma” Ceritanya bersemangat. Tak berselang lama, kami telah berdiri dihadapan Chanyeol yang tengah menyender di samping mobilnya dengan kedua tangan disaku celananya.

“Sudah siap?” tanyanya. Aku mengangguk sambil tersenyum. Chanyeol membukakan pintu mobil untukku. Jong Min sendiri duduk dipangkuanku di kursi depan samping kursi kemudi. Sepanjang perjalanan, Jong Min tak lelah menatap kagum pemandangan di luar jendela mobil, sambil sesekali berceloteh seperti biasa.

Tiga puluh menit kemudian, mobil Chanyeol berhenti di sebuah resto dan café berdekorasi strawberry. Jong Min turun dari mobil dengan semangatnya usai Chanyeol membukakan pintu kami.

“Stlawbellyyyy! Umma! Appa! Palli!! Jong Min ingin masuk!” Ujar Jong Min riang. Sepertinya ia benar-benar senang hari ini.

Tak lama, kami sudah menemukan tempat duduk untuk kami. Segera saja,Jong Min dengan semangatnya  memesan banyak.

Seharian ini, Chanyeol mengajak kami berkeliling ke tempat-tempat yang menyenangkan. Lihat saja Jong Min. Bahkan ketika sampai dirumah, senyuman cerianya sama sekali tidak lepas dari wajahnya.

“Chanyeol-ah, gomawo untuk hari ini.. Kami sangat senang..” ujarku tulus.

“Tentu. Aku akan berusaha memberi kalian kebahagian. Dan aku sama sekali tidak masalah jika memang harus melakukan ini setiap hari” ujarnya sambil tersenyum.

“Jangan begitu, kau juga masih harus kerja. Pikirkan juga masa depanmu” kataku.

“Bukankah kalian masa depanku? Jadi aku akan lakukan apapun untuk masa depanku” ujarnya (lagi). Chanyeol-ah.. kau membuatku semakin bersalah.. Maaf jika kau tidak sepenuhnya memberikan hatiku untukmu.. Bukan tidak mau, saat ini aku juga sedang berusaha melakukan itu, namun sepertinya akan sulit dan membutuhkan waktu yang lama..

“Hey, kau melamun lagi. Kau baik-baik saja? Aku mohon berbagilah denganku jika ada masalah, karena mulai saat ini aku akan selalu ada untukmu” aku kembali focus ke duniaku yang sekarang.

“Kau terlalu berlebihan, aku tidak apa.. Oh ya, aku akan melihat Jong Min dulu apa dia sudah tidur atau belum. Tidak apa kan aku tinggal sebentar?” ujarku.

“Tidak masalah, lagipula aku juga harus kembali ke Seoul. Kalau begitu, aku pulang dulu, chagi..” ujarnya melangkah keluar rumah setelah sebelumnya mencium keningku.

MIN RI POV END

 

                Direktur muda itu turun dari mobilnya yang terpakir didepan sebuah rumah yang sudah lama tak dikunjunginya. Ia melangkah menuju pintu dan menekan bel agar sang pemilik rumah membukakan pintu untuknya. Tak lama seorang maid membukakan pintu untuk namja –direktur muda- itu.

Omo! Tuan muda. Silahkan masuk tuan” kata maid itu sopan. Namja yang diketahui bernama Kim Jong In atau Kai itu melangkah masuk kedalam rumah yang ternyata rumah mertuanya atau orang tua Min Ri.

“Dimana Appa dan Umma?” Tanya Jongin.

“Tuan sedang menemani Nyonya di kamar” jawab maid itu yang sontak membuat Jongin bingung.  “Nyonya sakit sejak seminggu ini, saya sangat khawatir dengan kondisinya yang semakin lama semakin memburuk” tambahnya. Tak membuang waktu, Jongin segera menuju lantai atas dimana kamar mertuanya itu.

Umma..”

“J-Jongin.. Kaukah itu?” suara yeoja paruh baya yang tengah terbaring di bed-nya begitu lirih.

“Bagaimana keadaan Umma? Kenapa sampai sakit seperti ini? Mian baru bisa berkunjung” ujar Jongin.

“Ia terlalu banyak memikirkan Min Ri. Sampai-sampai ia lupa makan dan istirahat. Kami memang sangat merindukan Min Ri..” ujar namja paruh baya –tuan Jung- yang sejak tadi berada di pinggiran tempat tidur.

Mianhae…ini semua karenaku.. jika saja aku bisa memperlakukannya dengan baik, ini semua tidak akan terjadi..” ujar Jongin sambil menundukkan kepalanya. Perasaan bersalah kembali hinggap di hati pemuda itu.

“Sudahlah.. tidak usah mengungkit yang sudah terjadi.. Kami percaya kalian bisa menyelesaikannya. Bukankah secara resmi belum bercerai? Kau masih menantuku.” Ujar tuan Jung bijak.

“Tapi kurasa Min Ri sudah menemukan penggantiku. Apa yang harus aku lakukan, Appa?”

Umma yakin, Min Ri belum bisa melupakanmu sepenuhnya. Umma tau Min Ri seperti apa. Jika ia sudah mencintai seseorang, maka sulit untuknya untuk melupakannya. Jika kau benar-benar menyesal, berjuanglah untuk meyakinkannya kembali, Jongin”

Ne, gomawo Umma-Appa. Aku juga berjanji akan membawa Min Ri kehadapan kalian. Setidaknya itu yang bisa kulakukan saat ini” ucap Jongin kemudian.

“Benarkah? Apa kau serius? Aku mohon bawa Min Ri kemari, kami begitu merindukannya..Kami sudah berusaha membujuknya untuk kembali menetap disini seperti dulu, tapi sia-sia” ujar Ny. Jung lirih. Jongin hanya mengangguk mengiyakan.

KAI POV

“Aku berjanji akan membawa Min Ri kehadapan kalian. Setidaknya itu yang bisa kulakukan saat ini” ucapku kemudian. Yah, gara keegoisanku, Appa dan Umma Min Ri harus mengalami hal semacam ini.Bagaimanapun, mereka adalah orang tuaku setelah orang tua kandungku sendiri.

Sepulang dari rumah orang tua Min Ri, aku langsung melajukan mobilku ke Busan untuk memberitahu Min Ri tentang keadaan orang tuanya sekaligus menjemputnya untuk pulang. Sekitar satu jam, akhirnyaaku sampai di rumahnya, dan mulai mengetuk pintunya.

Cklek!

“Kau? Untuk apa kau datang kemari?” kedatanganku langsung disambut sinis oleh Min Ri. Aku tahu ia masih membenciku dan memang ini karena kesalahanku.

“Sebelumnya boleh aku masuk? Ada sesuatu yang harus kita bicarakan.” Ujarku.

“Jika hal tidak penting, maaf aku tidak punya banyak waktu.”

Chakkaman, Ini tentang Umma-mu..” kataku akhirnya. Ia tampak membeku di tempatnya.

Umma..? Apa yang terjadi dengan Umma-ku? Katakan padaku!” Ia tampak mendesakku.

“Ikut aku ke Seoul. Kau akan tahu nanti”

“Jangan coba-coba membohongiku, Jongin” ujarnya masih ragu.

“Aku berani bersumpah kalau aku tidak berbohong” ujarku meyakinkan. Ia tampak berpikir sejenak.

Geurae, aku akan ke Seoul. Aku akan membangunkan Jong Min dulu”

“Tidak perlu sampai dibangunkan. Biar aku yang akan menggendongnya sampai ke mobil” tawarku. Min Ri hanya mengangguk menyetujuinya.

Min Ri dan Jong Min sudah berada di mobilku. Jong Min berada di jok tengah masih tertidur. Kursi jok sudah diatur agak miring, sehingga Jong Min nyaman saat tidur. Tidak ada percakapan selama di perjalanan antara aku dan Min Ri. Ia lebih memilih melihat keluar jendela. Hanya sesekali aku  berusaha mengajaknya ngobrol yang hanya dijawab dengan singkat. Sampai tak terasa kami telah sampai didepan sebuah rumah.

“Kau masuklah dulu biar aku yang akan menggendong Jong Min” tawarku.

“Emm.. baiklah..” ujarnya. Perlahan tapi pasti, kulihat ia melangkah mendekati pintu bercat coklat itu dan menekan bel yang ada disana. TING TONG! Cklek! Pintu terbuka dan menampilkan sosok pria paruh baya..

Appa!” Min Ri berhambur ke pelukan pria di depannya itu.

“Min Ri, anakku..” Appa bergumam lirih sambil membalas pelukannya.

“Kalian masuklah.. Min Ri-ah, Umma-mu ada dikamarnya, temuilah..”  Min Ri tampak mengangguk dan bergegas menuju lantai atas.

kai 32

“Benalkah kau haraboji Jong Min?” Ujar Jong Min setelah aku mengenalkan Appa Min Ri padanya. Yah, tidak lama setelah Min Ri menemui Umma di lantai atas, Jong Min yang saat itu tengah tidur di gendonganku terbangun.

Ne, ternyata cucu haraboji sudah sebesar ini. Ohya, apa appamu ini sering mengunjungimu dan  Umma-mu disana?” Pertanyaan Appa sempat membuatku terkejut. Kami maksudku, aku dan Min Ri belum memberitahunya kalau aku Appa kandungnya, apalagi Min Ri melarangku.

“Kenapa halaboji menunjuk Jong ahjussi? Jong Min tidak tahu appa Jong Min. Kalau appa boongan Jong Min, namanya Yeol appa” celetukan polos Jong Min juga membuat terkejut appa. Ia menatapku dengan tatapan meminta penjelasan.

“Jongin, bisa kau jelaskan apa maksud semua ini?” ujar appa mengintimidasi. Aku menghela nafas pelan.

“Sebenarnya kami belum memberitahukannya, appa. Min Ri melarangku menemuinya setelah aku tahu kalau Jong Min adalah putraku” ucapku akhirnya.

“Eh? Ahjussi tadi bilang apa? Jong Min tidak mengelti”Tanya Jong Min. Baiklah.. mungkin ini saatnya aku memberitahukannya. Cepat atau lambat, ia pasti akan mengetahuinya.

“Jong Min-ah, dengarkan ahjussi. Sebenarnya ahjussi adalah appa-mu. Mian karena appa membuat kalian harus hidup sendiri” akhirnya aku mengeluarkan kata-kata yang sudah lama ingin kuucapkan.

N-ne? ahjussi a-appa Jong Min? ahjussi boong kan?” Memang tidak mudah menjelaskannya pada Jong Min, mengingat usianya masih terlalu belia. Aku mengangguk menjawab pertanyaan Jong Min.  Kulihat matanya mulai berkaca-kaca. Oh tidak, aku tahu ia akan menangis.

“Jong Min-ah, sudah bangun? Sudah bertemu haraboji?” Tiba-tiba Min Ri muncul diruangan ini. Sepertinya ia sudah selesai dengan umma. Tak ada respon dari Jong Min. Ia tetap menundukkan kepalanya.

Appa, Kai, ada apa? Jong Min kenapa?” Tanya Min Ri seraya menatapku dan Appa bergantian. Sebersit ada rasa senang ketika Min Ri kembali memanggilku Kai, tapi ini bukan saatnya untuk itu. “Chagi-“ Min Ri hendak menyentuh bahu mungil Jong Min namun sebelum itu terjadi, Jong Min berlari keluar dengan menangis.

“Aku benci appa! Aku benci umma! Hikss.. Aku benci semua! Kenapa semua boong sama Jong Min?! Hikss” Teriakan Jong Min sontak membuat semua yang diruangan ini terdiam. Min Ri yang tersadar lebih dulu langsung berlari mengejar Jong Min keluar rumah, diikuti olehku dan Appa.

“Jong Min-ah! Dengarkan Umma dulu..!” teriak Min Ri dengan air mata yang sudah mengalir deras dari kedua mata indahnya. Ia baru saja tahu apa yang membuat Jong Min seperti itu. Jong Min sudah mencapai gerbang rumah, namun ketika ia baru melangkah keluar, sebuah mobil hitam berhenti dan dari pintu mobil yang terbuka, seseorang membawa masuk Jong Min kedalam mobil.

Andwae!! Jong Min! Jangan tinggalkan Umma! JONG MIN!!”  BRUK! Min Ri jatuh pingsan, untung segera kutangkap sebelum ia jatuh di lantai.

“Min Ri-ah!” pekikku.

“Biar appa yang akan membawanya. Kau cepat kejar mobil itu selagi belum terlalu jauh, dan selamatkan Jong Min!” ujar Appa.

“Tapi app-“

Palliwa!!” ujar appa (lagi) dengan nada tegas.

Ne” segera aku menuju mobilku dan berusaha mengejar mobil hitam tadi.

KAI POV END

 

                Seorang namja bertato tengah melaporkan sesuatu pada namja dihadapannya yang dipanggil ‘Bos’ itu. Sepertinya mereka tengah membicarakan hal yang menarik, terlihat dari raut si Bos yang tampak puas.

“Jadi, sebenarnya ia belum bercerai dengan istrinya, dan ternyata ia sudah mempunyai anak yang selama ini tinggal di Busan  bersama istrinya itu?”

Ne, dan kami mendapat info kalau ia dan keluarga ‘kecil’nya itu tengah berada di rumah mertuanya, bos” Sebuah seringai tercetak jelas di bibir si atasan.

“Kau, kumpulkan anak buahmu sekarang, dan segera kesana. Aku mempunyai rencana baru”

“Baik, Tuan Yongguk” jawabnya kepada bos-nya yang ternyata adalah Bang Yongguk.

Anak buah Yongguk telah memulai aksinya. Mereka mulai mengintai kediaman keluarga Jung dengan posisi mobil agak jauh, sekitar beberapa meter dari gerbang rumah besar itu. Mereka berencana menculik putra Kai ketika semua orang sudah terlelap. Namun siapa sangka, jika keberuntungan berpihak kepada mereka. Jong Min berlari keluar dari rumah itu. Dan setelah yakin jika wajah bocah itu sama dengan yang ada di foto, mobil itu segera bergerak cepat kea rah Jong Min dan menculiknya dan segera membawanya pergi dengan mobilnya itu.

“Bagaimana? Kalian melaksanakannya dengan benar kan?”

                “Tenang saja Bos, kami sudah menyelesaikannya  lebih awal dari waktu yang diperkirakan. Kami dalam perjalanan menuju tempat yang Bos tentukan”

“Bagus. Tak salah aku memberimu kesempatan”

“Tapi sepertinya, mobil kami sedang diikuti oleh Kim Jong In. Apa yang harus kami lakukan?”

“Kalian teruskan saja, usahakan jaga jarak. Aku akan mengecohnya. Sekarang juga akan aku telpon” PIP. Sambungan telpon antara Yongguk dan anak buahnya itu pun terputus.

Jong Min berusaha berteriak, namun apa daya, mulutnya dibekap dan iapun hanya seorang anak kecil yang akan kalah dengan tubuh-tubuh kekar  milik para penculik. Jong Min hanya bisa menangis dalam diam. Air mata tak hentinya keluar dari kedua manic mata mungilnya. Saat ini ia telah diikat di kursi dan dijaga oleh dua penjahat. Entah kemana sisanya, mungkin tengah menemui Yongguk.

“Argh! Sial! Kemana mobil itu?!” Jongin memukul kemudinya kesal. Tak lama ia mendapati ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk. ‘Nomor tak dikenal?’ pikirnya heran.

“Yeoboseyo”

                “Kim Jong In, bagaimana kabarmu, rival?” ucap suara seseorang di seberang.

“Nugu?”

                “Oh ayolah.. kau tidak mungkin lupa kan? Ini baru 5 tahun”

“Kau.. Bang Yongguk..?” Ujar Kai sedikit ragu.

                “Benar sekali! Sudah lama kita tidak mengobrol, haha”

“Apa maumu? Jangan bilang kalau kau merencanaan kejadian hari ini” Kai tampak menepiikan mobilnya disisi jalan.

“Eyy, kau menuduhku? Baiklah, kau memang benar, aku yang merencanakan penculikan seorang bocah bernama Kim Jong Min, puas?”              

“Mwo?! Kau?! Apa yang kau inginkan dariku, hah?!

“Yang aku inginkan? Tidak berubah seperti 5 tahun lalu, tuan Kim Jong In. Menghancurkanmu. Kau datang ke tempat xxx. Ingat tanpa polisi, jika tidak, anak ini akan tewas ditanganku”

“Oke, jangan coba-coba menyakiti Jong Min, kau akan berhadapan denganku jika itu terjadi”

“Tergantung sikapmu nanti, jika kau membuatku kesal, mungkin aku akan melakukan sesuatu terhadap anak ini” pip! Sekali lagi telpon diputus sepihak oleh Yongguk.

bang_yong_guk_png_by_alejandranatthew-d5vr98r

“Eungg..” Perlahan-lahan kedua mata itu terbuka. Min Ri berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya disekitarnya.

“Min Ri-ah! Kau sudah sadar, nak?”

Umma.. Appa..”

Ne, ini kami”

“Jong Min.. hiks.. Jong Min.. dia..”

“Tenangkan dirimu, chagi.. Saat ini Jongin sedang berusaha menyelamatkannya. Oh ya, tadi seorang pemuda bernama Park Chanyeol menghubungi ponselmu dan menanyakan keberadaanmu. Ada hubungan apa kau dengannya?”

“Dia pengganti Jongin, Appa. Selama ini dia yang membantuku menjalani hidup tanpa Jongin.. mian..” Min Ri menundukkan kepalanya masih dengan air mata mengalir.

“Tidak apa.. Appa tahu kehidupanmu begitu sulit selama ini. Appa juga telah memberitahukannya  perihal Jong Min. Bukankah pemuda itu yang dipanggil appa selama ini oleh Jong Min, benarkan?” Min Ri hanya mengangguk mengiyakan.

“Maaf, tuan, nyonya, ada tamu yang ingin menemui nona Min Ri” suara maid dari arah pintu kamar mengalihkan perhatian mereka yang ada di dalam kamar.

“Suruh saja dia masuk kedalam sini”

“Baik” jawab maid sambil berlalu. Tak berselang lama..

“Anyeong Ahjussi, Ahjumma.. Lama tidak bertemu..”

                “Kau sudah datang rupanya” ujar Mr. Jung.

Ne. Bagaimana keadaanmu, Min Ri-ah?” Chanyeol mendekat  kearah bed Min Ri.

“Aku baik-baik saja, tapi Jong Min belum ada kabar..”

“Aku akan membantu mencarinya, jika diizinkan” tawar Chanyeol.

“Apa tidak apa, nak Chanyeol? Kami sangat merepotkan dirimu”

“Tidak apa, saya sangat tidak keberatan, ahjumma.. Kalau begitu, saya pamit dulu. Saya akan mulai melakukan pencarian Jong Min”

“Kau bisa menghubungi Jongin, karena sejak tadi ia berusaha mengejar mobil penculik itu”

Jongin baru saja kan menjalankan mobilnya usai percakapannya dengan Yongguk di telpon, namun ponselnya kembali berdering.

“Yeoboseyo, nugu?”

“Kim Jong In,, ini aku, Park Chanyeol..”

TeBeCe!!!

Advertisements

24 thoughts on “[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 9)

  1. akhirnya di post juga.. lama ya nunggunya? 😀 yongguk ada masalah apa si ama kai ampe ingin ngehancurin kai? min ri jangan php in chau\yeol dong..? yang tegas ya jdi orang, klo mo beneran ama chayeol tegasin ke kai, biar kai g mengharap… 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s