[FF Freelance] Faith – Chance To Know You (Part 2)

faith 7

Title : “Faith – 2 ” / Chance To Know You

Author : Jung Min Ji  (@yhumarav)

Main Cast : L Infinite a.k.a Kim Myung Soo

Kyu Hyun Super Junior a.k.a Cho Kyu Hyun

                     Han Min Jung

                     Jang Min Ha

Genre :  Romance, Hurt , Life

Rating : T

Length : Chaptered

Disclaimer : The story is mine , some inspired from k-drama

 Previous : Way To Get You (Part 1),

FF “FAITH” (PART 2)

            Min jung berlari terburu-buru melewati koridor yang terlihat sepi dari kerumunan siswa-siswa . Hari ini hari pertamanya berada dalam kelas yang sama dengan Myungsoo tapi dengan bodohnya ia mengacaukan semuanya dengan terlambat . Ini semua karena ia terlalu bahagia dengan kenyataan bahwa Myungsoo akan berada dalam jarak pandangannya .

Min Jung menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kelasnya yang baru , ia mengetuk pelan pintunya . Rasanya saat ini jantungnya telah berdetak pada kecepatan maksimum , ia menghela nafas dalam berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri ketika ia melangkah memasuki kelasnya yang baru . Rasanya ia ingin sekali berlari pulang saat ini juga dan menyembunyikan wajahnya .

Gadis itu mengenggam tangannya erat-erat begitu melihat teman sekelasnya yang sibuk membicarakannya saat ini . Bagaimana ia bisa bertahan dalam beberapa bulan ini melihat bagaimana semua tatapan benci itu padanya . Saat ini ia benar-benar meragukan keputusannya untuk pindah ke kelas Myungsoo , tapi benar-benar terlalu terlambat untuk mundur.

“Han Min Jung-ssi . Benar kan kau Han Min Jung ?” Kim Seonsaengnim menatap Min-Jung sesaat kemudian menggelengkan kepalanya tanda tak senang dengan pemandangan yang dilihatnya .

“ Ah ne , maafkan aku karena terlambat seonsaengnim.” Min Jung menunduk malu begitu menatap pandangan Kim Seonsaengnim.

“ Aku tahu kau dari kelas peringkat bawah , tapi cobalah untuk menyesuaikan diri karena murid-murid pada kelas ini adalah murid yang terbaik pada sekolah ini . “

“ Ah ya , aku akan berusaha keras seonsaengnim.”

“ Kau bisa duduk di kursi kosong disamping Kim Myungsoo .” Kim Seonsaengnim menunjuk sebuah meja kosong yang terletak tepat disamping tempat duduk Kim Myungsoo .

Min Jung tersenyum lebar begitu mengetahui bahwa ia bahkan dapat berada lebih dekat dengan Myungsoo dibandingkan bayangannya selama ini . Ia membungkuk hormat pada Kim Seonsaengnim dan bergegas menuju tempat duduknya yang baru dengan penuh semangat . Ia tersenyum lebar ketika Myungsoo meliriknya selama sesaat .

“ Myungsoo-ssi kita bertemu lagi .” Min Jung menatap Myungsoo yang sedang sibuk menulis sesuatu pada bukunya .

“ Aku akan berusaha Myungsoo-ssi . Lihat saja .”

“ Kau ini terlalu bodoh atau bagaimana sih ? Memangnya apa yang bisa kau lakukan di kelas seperti ini ? Kau tidak pernah benar-benar berpikir rupanya sebelum bertindak . “  Myungsoo menatap sinis Min-Jung dan segera mengalihkan pandangannya kembali pada bukunya .

Min Jung menghela nafas menatap sekelilingnya , setiap orang sepertinya sedang sibuk dengan bukunya masing-masing . Terlihat dari wajahnya mereka adalah anak-anak yang pintar , Myungsoo benar apa yang bisa seorang gadis bodoh lakukan pada kelas yang penuh dengan kerumunan anak pintar yang sederajat dengan Myungsoo . Min Jung menghempaskan tubuhnya pada mejanya dan menghela nafas membayangkan bagaimana harinya dapat lebih buruk dari hari ini .

Myungsoo menatap Min Jung yang menghempaskan tubuhnya pada mejanya dengan sinis .

Gadis itu tidak bisa berpikir atau bagaimana sih , bukankah kejadian tempo lalu seharusnya membuatnya mundur untuk menyukaiku .

            Setelah bunyi bel tanda pulang berbunyi semua orang di kelas sedang sibuk membereskan barang-barangnya termasuk Myungsoo . Ia memasukkan semua buku-bukunya kedalam tas hitam miliknya . Ia berjalan meninggalkan kelas tanpa mengucapkan apapun pada gadis itu ataupun menatapnya .

Min Jung bergegas memasukkan semua barangnya dan mengikuti kemana lelaki itu pergi secara diam-diam di belakangnya . Ia mengikuti Myungsoo yang ternyata masuk kedalam ruang musik . Min Jung menatap Myungsoo yang terlihat menempatkan diri dihadapan sebuah Grand Piano . Gadis itu tersenyum lebar kemudian berjingkat pelan memperhatikan Myungsoo yang sedang memainkan sebuah lagu pada pojok ruangan .

“ Kau belum puas sampai sampai mengikutiku sampai kesini ?” Myungsoo tiba-tiba menghentikan permainannya menatap Min Jung dengan tatapan mata elangnya .

“ Aku hanya penasaran .” Min Jung mencoba mengambil satu langkah kebelakang begitu melihat reaksi Myungsoo yang diluar dugaannya . Ah tapi bukankah lelaki itu memang selalu berskiap kasar pada Min Jung .

“ Kau tidak bisakah berhenti menggangguku , keberadaanmu disekitarku .. terlalu mengganggu kau tahu ?”

“ Kali ini saja Kim Myungsoo biarkan aku melihatmu , aku tidak akan membuka mulutku Ah iya kalau kau tidak mau melihatku aku akan berada pada jarak yang tak bisa kau lihat . Bagaimana ? Aku benar-benar janji Myungsoo-ssi .” Min Jung menatap Myungsoo dengan ekspresi memohon , ia hanya ingin menatap dari jauh pujaan hatinya itu . Apakah kehadirannya bagi Myungsoo begitu mengganggunya?

“ Pertama kau tidak boleh mengucapkan apapun , kedua jangan mendekat ! Ingatlah itu .” Myungsoo mengacungkan telunjuknya pada kening gadis itu dan segera berbalik kembali menghadap Grand Piano .

Myungsoo kembali meletakkan jari-jarinya diatas tuts piano dan memulai permainan pianonya . Min-Jung dengan cepat mengeluarkan kamera yang selalu dibawanya bersamanya dan mengabadikan Myungsoo yang masih terpaku pada permainannya . Min Jung tersenyum puas begitu melihat hasil fotonya kemudian mengambil bukunya berwarna pink miliknya dan menyisipkan foto itu.

Ia kemudian mengambil kameranya dan bersiap membidik Myungsoo dengan kameranya lagi . Ia tersenyum lebar kemudian berjalan mendekati tempat Myungsoo meletakkan tasnya dan menyisipkan foto itu diatas tas lelaki itu . Pangeran esnya itu bahkan lebih terlihat tampan ketika memainkan pianonya .

Gadis itu tersenyum lebar dan berjalan meninggalkan ruang musik tanpa diketahui oleh Myungsoo . Hari ini jika dihitung meskipun ia banyak mendapat kesialan di kelas ia juga dapat lebih sering berbicara dengan pangerannya bahkan ia lebih beruntung lagi dapat mendengarkan permainan piano pangerannya .

***

 

Myungsoo bergerak menatap sekeliling ruangan musik . Gadis itu sudah pergi meninggalkannya sejak tadi . Ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi berusaha meregangakan tubuhnya dan melepaskan lelah setelah beberapa jam berkutat dengan alat musik ini .

Myungsoo berjalan mengambil tas hitamnya dan mengeryit begitu melihat sesuatu jatuh dari atas tasnya . Perlahan pangeran es itu tersenyum samar begitu mengetahui bahwa itu adalah fotonya ketika ia sedang sibuk memainkan piano . Pasti gadis bodoh itu yang mengambil fotonya diam-diam.

Ia segera menyelipkan foto itu diantara bukunya kemudian berjalan keluar ruangan musik . Entah kenapa saat ini ia terus-terusan mengingat wajah Min-Jung , gadis yang menyebalkan itu . Ah gadis itu bahkan tidak sepadan dengan gadis yang membuat Myungsoo diam-diam menjadi pangeran es itu .

Sama sekali gadis yang jauh berbeda .

Tiba-tiba ponselnya berdering ketika ia hampir saja menuju motornya .

“ Ada apa menelfonku eomma ?” Myungsoo mengeryit bingung , tidak biasanya orang tuanya menghubunginya .

“ Tidak , aku tidak sedang bermain band lagi . Beritahu Appa ia tidak perlu khawatir . “

Pip

Myungsoo memutuskan sambungan terlebih dahulu . Ia bahkan sama sekali tidak mengetahui mengapa kedua orang tuanya melarangnya untuk bermain musik selama ini . Bahkan ayahnya sampai memarahinya habis-habisan dan menghancurkan penampilan bandnya terakhir kali mereka tampil . Ah iya , saat itu gadis menyebalkan itu juga melihatnya .

Ia memang terlahir dengan mempunyai banyak bakat dan otak yang begitu pintar bahkan diatas rata-rata . Selama ini ia tidak pernah benar-benar tertarik dengan apa yang ia punya pada hidupnya sampai ia belajar musik sejak dulu . Bermain musik dan menciptakan lagu memberi kesenangan tersendiri bagi lelaki itu . Bahkan terlalu senang sampai-sampai ia hanya berteman dengan musik-musiknya .

Dulunya , ia selalu bermain musik bersama gadis itu . Memainkan nada-nada dan kemudian gadis itu akan bernyanyi untuk mengiringinya . Seperti itu setiap waktu , hanya saja masa-masa itu telah berakhir sejak lama . Lama sekali sejak gadis itu pergi meninggalkannya . Persahabatan dan gadis dua hal yang berhasil menghancurkan Kim Myungsoo di masa lalu dan itu yang membuatnya berjanji tidak akan pernah kembali jatuh cinta untuk siapapun lagi . Tidak akan pernah .

 

***

            Min Jung menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal . Beberapa minggu di kelas itu , dengan begitu banyak pelajaran yang sama sekali ia tidak ketahui . Sekarang ini ia jadi bertanya-tanya jadi selama ia bersekolah memangnya apa saja sih yang ia pelajari . Ia bahkan sama sekali tidak mengetahui apapun yang dibicarakan gurunya .

Sekarang baru terpikir olehnya untuk kembali mundur dari kelas itu . Sepertinya perkataan Myungsoo semakin lama semakin terbukti kebenarannya , lalu apa yang harus ia lakukan ? Ujian kelulusan juga semakin dekat bagaimana ia bahkan bisa menghadapi semuanya secara bersamaan ?

Sepanjang waktu SMA nya yang ia lakukan hanyalah berpikir untuk mengejar Kim Myungsoo . Tidak ada yang lebih menarik dari seorang Kim Myungsoo baginya jadi ia tidak berpikir panjang mengenai bagaimana ia harus belajar dan saat ini ia benar-benar harus memutar otak mengenai bagaimana caranya ia bisa lulus SMA .

Min Jung kembali membaca bukunya , dan mencoret-coret semuanya kemudian menghela nafas dalam . Ia telah berada selama sekitar satu jam di perpustakaan sekolah . Seharusnya saat ini ia sudah pulang . Tapi karena tugas yang diberikan Kim Seonsaengnim hari ini , ia harus belajar mati-matian . Yang benar saja bahkan ia sama sekali belum mengerjakan satu nomor pun dari sepuluh soal .

Gadis itu meletakkan pensil yang sedari tadi ia genggam dan merentangkan tangannya . Detik kemudian gadis itu meletakkan tangannya sebagai bantal dan telah tertidur diatas buku yang penuh coretan ‘tidak jelas’ oleh gadis itu .

“ Aku benci matematika , sejak dulu selalu meyusahkan dan rumit . Aigooo .” Min Jung mulai memejamkan kedua matanya kemudian terlelap dalam tidurnya .

Perlahan seorang lelaki yang sedari tadi telah memperhatikan gerak-gerik gadis itu mulai mendekatinya dan menatap sinis buku yang sekarang menjadi alas tidur gadis itu .

Mengerjakan yang begini saja ia tak bisa , bagaimana ia bisa mempertahankan dirinya di kelas ini ? Bodoh .

Myungsoo perlahan menarik buku yang menjadi alas tidur gadis itu , mulai mencoretkan beberapa angka . Ia tersenyum puas setelah berhasil menyelesaikan semua soal dalam waktu kurang dari sepuluh menit . Diantara gadis lain yang mengejarnya , gadis ini termasuk gadis yang cukup tangguh untuk bertahan sebagai seseorang yang menyukai Myungsoo .

Lelaki itu terdiam sesaat menimbang apa yang akan ia lakukan pada gadis ini , sesaat tangannya hampir saja menyentuh pipi gadis itu . Kemudian ia memutuskan untuk membatalkan niatnya dan berjalan meninggalkan perpustakaan yang terlihat mulai sepi dari siswa lain .

Entah sejak kapan mengingat wajah gadis itu dapat membuat perasaannya merasakan perasaan aneh semacam ini . Perasaan seperti ini terhadap seorang gadis berisik seperti Han Min Jung . Entahlah sepertinya sedikit aneh rasanya .

Min Jung merentangkan kedua tangannya dan menguap lebar . Ia berusaha mengingat bagaimana caranya ia dapat berakhir tidur di perpustakaan ini . Begitu mengingat bahwa ia masih harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya gadis itu terlihat panik . Ia tertegun menatap bukunya yang penuh dengan coretan dari jawaban semua soal pekerjaan rumahnya . Ia menghela nafas panjang , bukankah yang ia lakukan hanyalah tidur? Bahkan saat tidur pun ia bermimpi bahwa ia tengah bersama Myungsoo mengerjakan soal ini . Benar-benar gila kan hah ?

Ia tersenyum tipis , saat ini yang terpenting bahwa ia tidak perlu mengkhawatirkan mengenai pekerjaan rumahnya . Meskipun mengingat bahwa ia juga tidak tahu bagaimana bisa pekerjaan rumahnya selesai agak menyeramkan karena hal itu terjadi secara misterius.

“ Ah , mungkinkah aku memang sudah mengerjakannya dalam mimpiku bersama Myungsoo tadi ?” Min Jung terkikik geli membayangkan bagaimana jika mimpinya itu benar-benar terjadi dalam kenyataan.

***

            Hari ini Min Jung berangkat ke sekolah dengan lebih bersemangat daripada hari sebelumnya . Ia sudah bertahan di kelas itu paling tidak selama 2 minggu dan tidak ada hal buruk apapun yang menimpanya . Hari ini gadis itu terlihat begitu semangat saat memasuki kelas , ia bahkan menyapa seluruh penjuru kelas yang sepertinya tidak terlalu senang dengan sapaan gadis itu dan mulai berbisik membicarakan gadis itu .

Min Jung mengabaikannya . Dia tidak akan terpengaruh hal-hal kecil seperti itu setelah sejauh ini . Tidak disaat moodnya hari ini sedang sangat baik . Min-Jung tersenyum lebar menampakkan deretan rapi giginya begitu melihat Myungsoo yang baru saja datang .

“ Pagi Myungsoo-ssi , semoga harimu menyenangkan .”  Ia tersenyum lebar menatap lelaki yang saat ini segera mengabaikannya dan mengenakan headphone untuk menutup telinganya .

“ Apa kau sudah mengerjakan tugas dari Kim Seonsaengnim ? Aku sudah melakukannya , bukankah aku hebat Myungsoo-ssi ?” Myungsoo menatap cepat gadis itu , ia memiringkan wajahnya menatap tidak suka gadis itu .

“ Ah tentu saja , seorang Kim Myungsoo yang pintar pasti sudah melakukannya . “ Min-jung mengangguk senang kemudian berbalik membelakangi Myungsoo sibuk mencari hal lain untuk diamati . Diam-diam lelaki itu tersenyum samar menatap gadis itu .

Kau itu sedang membanggakan hasil kerjaku ,dasar gadis bodoh .

Kelas terlihat tenang begitu Kim- Seonsaengnim memasuki ruangan . Sudah terkenal sekali bahwa Kim- Seonsaengnim adalah guru yang selalu mengutamakan kedisiplinan dan mendidik semua muridnya dengan tegas . Lelaki ini paling tidak senang dengan seseorang yang yah dapat dikatakan tidak pandai seperti … Han Min Jung .

“ Bagaimana dengan tugas yang kuberikan kemarin ? Apa kalian sudah menyelesaikannya ?”

“ Neee.”

“ Ah baiklah aku akan memanggil beberapa nama untuk maju kedepan .”

Min-Jung tersenyum bersemangat tidak seperti biasanya , ia merasa senang sekali kali ini karena merasa bahwa ia dapat setara dengan anak lainnya yang ada pada kelas ini .

Kim- Seonsaengnim mulai menunjuk beberapa anak dan akhirnya kemudian ia menatap Min Jung ragu-ragu .

“ Ah iya Han Min Jung untuk nomer 9 dan yang terakhir Kim Myungsoo . “

“ Ah iya nama-nama yang kupanggil tadi , segera kumpulkan buku kalian didepan . Aku akan mengeceknya seperti biasa sementara kalian mengerjakan di papan . Ah iya dan kau Han Min Jung tolong jangan kecewakan aku. Aku ingin melihat sampai mana sebenarnya kesanggupanmu berada dikelas ini .”

Seketika raut wajah gadis itu berubah , Kim-Seongsangnim mengatakan akan memeriksa bukunya sementara mereka mengerjakan . Itu berarti mereka akan mengerjakan tanpa melihat buku mereka? Astaga , bagaimana dengannya ? ia bahkan sama sekali tidak mengetahui apapun yang tertulis pada bukunya .

Min Jung menunduk dalam-dalam berharap dapat menghilang dari tempat itu sesegera mungkin . Myungsoo yang berada disamping gadis itu berdecak kesal , ia baru saja mengingat hal ini . Tentu saja Kim Seonsaengnim tidak akan begitu saja menerima pekerjaan seorang muridnya . Gadis itu bisa habis di tangan Kim Seonsaengnim .

Min Jung bergetar ketika Kim Seonsaengnim mulai menyebutkan namanya . Ia berusaha berpura-pura tak mendengarnya .

“ Han Min Jung ! Apa kau tidak bisa mendengar apa yang kukatakan ? Maju sekarang juga kedepan dan bawa pekerjaanmu . “

“ Ahhh…….” Min Jung menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal sama sekali . Sekarang hal yang benar-benar ia lakukan adalah berlari menuju pintu keluar kelas dan menghilang didalam kamar mandi .

“ Apa kau belum mengerjakan tugasmu ?” Kim Seongsangnim menatap Min Jung tajam sementara gadis itu berusaha setenang mungkin dan akhirnya menyerah dan maju melangkah kedepan kelas .

“ Tentu saja sudah ku kerjakan seonsaengnim . “ Min Jung menyerahkan bukunya dan mengambil salah satu spidol yang berada tak jauh dari jangakauannya . Gadis itu menghela nafas panjang  kemudian mengambil langkah maju ke arah papan tulis .

Min Jung menghela nafas panjang mengarahkan tangannya pada papan tulis , namun sesungguhnya gadis itu benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan . Jarak antara papan tulis dan pintu keluar kelas begitu dekat . Gadis itu bergantian menatap pintu keluar kelas ragu kemudian menatap papan . Ketika gadis itu hampir saja benar-benar berlari keluar sebuah suara yang familier akhirnya memecah keheningan .

“Seonsaengnim maafkan aku tapi sepertinya aku lupa untuk membawa bukuku hari ini . “ Min-Jung segera berbalik menatap tidak percaya ke arah Myungsoo yang berdiri tanpa ekspresi dengan kedua tangannya yang ia letakkan didalam saku celana .

Seketika itu juga seluruh siswa segera menatap Myungsoo sama tidak percayanya seperti bagaimana Min Jung menatapnya . Lelaki itu berjalan maju ke depan menuju ke arah Kim Seonsaengnim sementara tatapan Min Jung benar-benar tak bisa lepas dari seorang Myungsoo . Gadis itu menatap tidak percaya Myungsoo mencoba meminta penjelasan darinya ketika selama sesaat kedua mata mereka saling bertemu .Namun tetap saja Myungsoo hanya menatapnya dengan tatapan misterius dari mata elangnya .

“ Kau , Benar-benar tidak membawanya Myungsoo ?” Kim- Seonsaengnim menatap tak percaya Myungsoo yang merupakan anak kesayangannya selama ini .

“ Ah iya , Han Min Jung coba kau duduk dulu sekarang . “ Kim Seonsaengnim menatap Min Jung yang hanya terpaku menatap Myungsoo yang berada hanya beberapa meter darinya . Ia berjalan tanpa semangat kembali menuju tempat duduknya .

“ Myungsoo-ssi , kau sudah tahu kan tentu hukumannya apa jika kau melakukan hal ini dikelasku ?”

“ Ah tentu aku memahaminya Seonsaengnim . Akan kulakukan sekarang .” Myungsoo membungkuk menatap Kim Seonsaengnim yang saat ini sepertinya terkejut akan kenyataan mengenai murid kesayangannya .

“ Kau diijinkan meninggalkan kelas sekarang . Silahkan pergi ke lapangan . “

Myungsoo bergegas meninggakan kelas tanpa menatap siapapun yang diikuti oleh keheningan seluruh ruang kelas .

“ Mari kita lanjutkan untuk membahas materi selanjutnya . “  Min Jung masih menatap ke arah dimana Myungsoo terakhir kali terlihat .

Ke lapangan ? Myungsoo akan dihukum di lapangan ? Hukuman macam apa sebenarnya yang sedang dijalani pangerannya .

           

***

            Myungsoo masih berdiri tegap ditengah lapangan dengan posisinya . Untuk pertama kalinya ia mendapat hukuman selama masa sekolahnya . Lagipula hal ini juga tidak terlalu buruk . Sepertinya hukumannya akan segera selesai setelah ini , kerena bel istirahat akan berbunyi 3 menit lagi .

Myungsoo mengeryit menatap heran melihat Min Jung yang terlihat tergesa-gesa berlari menuju arahnya .

Masalah apa lagi yang akan gadis ini bawa sebenarnya ?

Gadis itu menghela nafas panjang setelah sepertinya berlari dari kelas . Ia menyerahkan botol air mineral dan menunjukkan deretan gigi rapinya begitu Myungsoo menatap gadis itu .

“ Kau pasti lelah kan ? Bagaimana kau bisa ceroboh sekali meninggalkan bukumu . “ Min Jung tiba-tiba menarik tangan lelaki itu dan meletakkan air mineral pada tangannya .

“ Apa ada hal lain yang kau butuhkan ? Kau butuh makan ? Atau yang lain ? Aku bisa melakukannya untukmu Myungsoo-ssi.”

“ Yang aku butuhkan hanyalah berusaha menjauh dari gadis pembuat masalah sepertimu . Jadi jangan pernah berbicara denganku lagi atau bahkan berpura-pura seperti kau mengenalku . Jelas ?”

“ Aku tidak akan melakukannya . Menjauh darimu , satu langkah pun tidak akan Myungsoo-ssi.”

“  Bukankah ditolak selama berkali-kali oleh orang yang sama tidak membuatmu lelah ? Berhentilah mengejarku Min-Jung-ssi . Hidupku rasanya semakin buruk semenjak kau datang . Kau tahu tidak sih kata-kataku barusan ? Gadis berisik . “  Myungsoo melewati Min Jung begitu saja tanpa peduli dengan reaksi gadis itu , selama sesaat ia menatap air mineral yang berada pada tangan kanannya dan segera melemparkannya pada tempat sampah pertama yang ia temui .

Min Jung hanya menelan ludahnya melihat semua kejadian itu didepannya . Meskipun lelaki itu sudah berkali-kali menolaknya tapi kenapa rasanya sesakit ini melihat ia membuang pemberian dari gadis itu tepat dihadapannya ? Min Jung mencoba menahan tangisnya dan bergegas berlari menuju kelas .

Gadis itu menatap sekeliling kelas , kelas terlihat sepi dalam keadaan istirahat . Kemana semua orang orang jenius itu ? Apa mereka sedang bersenang-senang atau mereka sama halnya seperti Myungsoo yang selalu membaca di waktu luangnya .

Ah Myungsoo , gadis itu menempatkan posisi pada tempat duduknya ketika kedua matanya mengeryit menatap sesuatu yang telihat keluar dari tas lelaki itu . Gadis itu berjalan mendekati tas hitam itu dan menarik buku yang menarik perhatiannya itu . Ia menatap buku itu sekilas , memberanikan untuk melihat isi buku itu . Ia menatap heran sesaat , bukankah buku ini buku tugas Myungsoo ?

Tepat saat itu Myungsoo yang baru saja datang entah darimana menatap tidak senang Min-Jung . Myungsoo segera menarik buku nya dari tangan gadis berisik itu dan segera memasukkannya kedalam tas hitam miliknya .

“ Kau bilang kau tidak membawa bukumu?”

 

–          TO BE CONTINUED – 

8 thoughts on “[FF Freelance] Faith – Chance To Know You (Part 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s