-Spesial Valentine- [Oneshot]

-Spesial Valentine-

Title : -Spesial Valentine-

Author : FOURTEENIRSA

Main Cast :

  • Im Yoona
  • Choi Siwon

Rating : PG-15

Genre : Romance, Life

Lenght : Oneshot

Disclaimer : Okeh. Ini hasil karya ku, hasil pemikiran ku dan hasil kerja keras ku. Semua jalan cerita adalah milik ku kecuali Aa’ Siwon ma Teteh Yoona. HeHeHe ..

A/N : Ayo, YoonWonited! Yeah .. Yeah .. Mari berkumpul ..  FF –Special Valentine- ini merupakan rangkaian dari FF ku yang sebelum-sebelumnya (My Paris Story, The Beginning I Love You). Buat yang belum baca FF itu, gak apa-apa kok baca FF ini karena alur ceritanya masih bisa dimengerti. FF ini sebenarnya juga udah lama mau author post cuma baru selesai sekarang. So, langsung aja, chek this out!

***

Author P.O.V

Yoona sibuk membolak-balikkan halaman majalah yang sedari tadi di bacanya. Ia tak menghiraukan Yuri yang sedang bernyanyi kecil dengan nada berantakan sembari merapikan tempat tidurnya.

“Ya! Kelihatannya serius sekali. Ada apa?” tanya Yuri penasaran melihat dahi Yoona yang tampak berkerut.

“Besok lusa hari valentine, aku bingung akan memberikan hadiah apa untuk Siwon Oppa,” ucap Yoona dengan wajah gusarnya dan membuat Yuri tertawa.

“Hanya karena itu, Super Yoong menjadi sebingung ini?” celetuk Yuri dengan nada mengejek. Mendengar hal itu, segera Yoona bangkit dan memutar otaknya. Ia tidak boleh kehabisan akal. Ia harus segera menemukan hadiah yang cocok untuk kekasihnya itu.

“Tentu saja tidak. Super Yoong tidak akan kehabisan akal,” ucap Yoona membanggakan diri. Yuri tertawa kecil melihat tingkah roommate-nya itu.

“Baiklah, semoga berhasil Yoong. Ku harap kau tidak mengacaukannya kali ini,” ucap Yuri kemudian berlalu keluar kamar.

Mengacaukan? Ingatan Yoona tiba-tiba terputar kembali mengingat kejadian satu tahun yang lalu. Di tanggal yang sama, Yoona mempersiapkan kado spesial untuk Siwon. Ia membuat sulaman sarung tangan hasil karyanya sendiri. Semalaman ia mengerjakannya hingga pagi. Namun yang paling fatalnya adalah sarung tangan  yang telah dibuatnya itu di sulam dengan ukuran tangan Yoona.

Tak dapat Yoona bayangkan ekspresi wajah Siwon saat itu yang  tampak kebingungan. Namun pada akhir Valentine itu tentu saja berakhir bahagia karena Siwon menghadiahkan Yoona sebuah kalung indah bermatakan bandulan cantik berbentuk bulan dan bintang.

Yoona menggembungkan pipinya. Ia hampir putus asa setelah berjam-jam menghabiskan waktu untuk perpikir dan mengenang kejadian konyolnya. Ia berniat memberikan sesuatu yang sangat spesial kepada kekasihnya. Sesuatu yang tidak akan pernah Siwon lupakan tentunya.

Tiba-tiba senyumnya terkembang ketika sebuah ide terlintas dibenaknya.

“Ahh! Aku tahu!” seru Yoona. Namun seketika senyuman itu memudar dan digantikan wajah keraguan. “Apa itu akan berhasil?” batinnya.

***

Siwon menyisiri pertokoan yang berada di pusat perbelanjaan. Dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya serta jaket kulit berwarna coklat tua, membuat penyamarannya terlihat sempurna.

Ia berjalan pelan ketika melintasi sebuah toko sepatu bermerek terkenal. Niatnya untuk memasuki toko itu urung ketika dilihatnya wajah sang pujaan hati terpampang cantik di pintu masuk. Seulas senyum tipis Siwon terlukis.

“Dasar ratu iklan,” desisnya pelan.

Siwon berlalu dan menjauhi toko itu. Ternyata memilih sesuatu untuk seseorang yang spesial tidaklah mudah, pikirnya.

Langkah demi langkahnya tampak tenang. Di lewatinya kerumunan para remaja yang sedang berteriak-teriak di depan sebuah toko elektronik. Awalnya ia urung untuk melihat apa yang menjadi penyebab dari keributan itu. Namun rasa penasaranya kian memuncak dan ia memberanikan diri untuk ikut didalam kerumunan remaja itu.

Dengan tubuhnya yang tinggi, mudah saja bagi Siwon untuk menyaksikan keributan itu dari jarak yang cukup jauh. Ternyata keributan itu bersumber dari sebuah Music Video yang diputar oleh toko tersebut. Bukan karena kehebatan layar LCD dari Televisi yang sedang di promosikan itu, namun bintang yang ada didalam layar tersebut.

Ya, siapa yang tidak tahu Super Junior. Boyband ternama yang sudah menapaki jenjang Hallyu Star itu. Siwon sedikit bergidik ngeri ketika dilihatnya seorang gadis bertubuh gempal menempel di dinding kaca pembatas toko. Ia menciumi wajah Siwon yang kala itu sedang di sorot. Dengan perlahan Siwon melangkah mundur dan segera pergi menjauh.

Dikendarainya mobil itu dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk. Siwon meraih ponselnya segera dan membaca isinya.

Oppa, sedang apa?” bacanya dalam hati. Ya, siapa lagi kalau bukan kekasih hatinya. Siwon tersenyum dan segera membalas pesan singkat itu.

“Aku sedang menuju kehati mu,” eja Siwon pelan. Tanpa menunggu lama, segera di tekannya tombol send dan pesan itu terkirim kepada yang dituju.

Siwon menikmati semilir angin yang masuk dari kaca jendelanya. Dibenaknya kini hanya terlintas bayang-bayang Yoona yang sedang tersenyum kepadanya. Segera Siwon mengambil jalur yang berlawanan dari dorm-nya.

Dilintasinya sebuah taman kecil yang tak jauh dari apartemen SNSD, biasanya ia akan menemukan seseorang yang dicintainya disana dan dugaannya benar.

Walaupun Yoona mengenakan topi serta syal yang dililit tinggi hingga menutupi wajahnya, sudah tentu Siwon mengetahui bahwa gadis itu adalah Yoona.

Dihentikannya mobil itu sedikit jauh dari tempat Yoona duduk, gadis itu sedang menatap lekat ke arah ponselnya.

Tak lama ponsel Siwon bergetar. Tentu saja itu pesan singkat dari Yoona. Siwon segera membuka pesan itu dan membacanya. “Oppa, kau menggoda ku. Hemm? Aku merindukan mu.”

Senyum Siwon semakin terkembang. Ia tidak membalas pesan singkat itu, melainkan berjalan mendekati Yoona. Ia membiarkan gadisnya larut akan pikirannya sendiri. Sesekali ditatapnya layar ponselnya yang tampak gelap. Tak ada balasan dari Siwon, pikir Yoona. Dihelanya nafas berat dan kembali Yoona terbuai dengan suasana taman yang sarat akan damai.

“Merindukan ku?” bisik Siwon ditelinga Yoona. Kini pria itu telah berada di sebelah gadisnya. Yoona tersenyum lebar dan segera memeluk Siwon erat.

Keduanya larut. Seperti sepasang kekasih lainnya, keduanya menikmati keadaan yang kini tengah bersahabat. Tak biasanya taman itu tampak sepi ditengah-tengah cuaca yang cerah.

Siwon membiarkan semuanya dikendalikan Yoona. Ia tak mau mengakhiri pelukan itu. Menikmati aroma rambut Yoona yang segar telah membuatnya betah.

Yoona berbisik pelan, “Ternyata oppa benar-benar telah menuju hati ku.” Siwon tersenyum. “Tentu saja,” jawabnya.

Yoona mengendurkan pelukannya dan menatap Siwon dalam. Sudah beberapa hari ia tak melihat wajah kekasihnya itu. Spontan degup jantungnya berpacu pecat. Mata mereka saling bertemu dan mengakibatnya pipi Yoona merona merah.

Wajahnya tertunduk malu, namun segera di raih Siwon lalu dikecupnya bibir gadis itu hangat. Yoona mematung. Tak menyangka akan mendapat kecupan hangat dari kekasihnya.

Kini degup jantungnya berkali-kali lebih cepat bekerja. Yoona meremas ujung syalnya, gugup tengah melandanya. Matanya terpejam erat dan menikmati setiap debaran yang diciptakan Siwon.

Perlahan wajah Siwon menjauh. Tertawa ia ketika dilihatnya Yoona masih memejamkan mata.

“Mau sampai kapan terpejam seperti itu,” ejek Siwon, membuat mata Yoona terbuka lebar.

Oppa!” rutuknya. Yoona memukul lengan Siwon geram dan pria itu hanya tertawa menyaksikan kekesalan pujaan hatinya.

Keduanya tertawa bersama ketika manik mata mereka kembali bertemu. Seperti mengisyaratkan apa yang sebenarnya kita lakukan, hanya hal kecil namun cukup membuat keduanya bahagia.

***

Siwon memberhentikan mobilnya tepat didepan apartemen SNSD. Dipalingkannya wajah kearah Yoona. “Apa besok lusa kau sibuk?” tanya Siwon.

Yoona terlihat sedang menimbang-nimbang, “Sepertinya tidak. Wae?”

“Bisakah kau ikut dengan ku?” tanya Siwon lagi.

“Kemana oppa?” Yoona balik bertanya. Ia tampak penasaran dengan arah pembicaraan Siwon.

“Bisakah hanya aku saja yang tahu kemana kita akan pergi?” Yoona mengangguk mengerti. Meskipun ia tahu bahwa Siwon sedang merencanakan sesuatu untuknya, namun tetap saja rasa penasaran masih menggantung dibenaknya. Terlebih lagi, Siwon tak memberinya alasan yang jelas.

“Baikah, besok lusa. Jam 06.00 pagi aku akan menjemputmu,” ucap Siwon dan di sambut anggukan mengerti dari Yoona.

***

Wajahnya tampak kelelahan. Para member SNSD baru saja selesai mengisi acara talk show di sebuah stasiun TV ternama di Korea Selatan. Direbahkannya tubuh yang mulai kehilangan daya.

Jam telah menunjukkan tengah malam. Ia teringat sebuah janji yang dibuatnya besok. Seketika Yoona terlonjak dari posisi tidurnya. Wajahnya tampak panik. Apa yang harus aku lakukan pikirnya.

Tak menunggu lebih lama lagi, mulai ia berkreasi dengan tangannya. Sesuai dengan rencana awal, ia telah mempersiapkan semuanya. Besar harapannya, kali ini tidak boleh gagal pikirnya.

Tekun Yoona mengerjakan sesuatu itu. Dengan rasa kantuk yang menderanya. Ia tetap berjuang demi kekasihnya. Jika Yoona memiliki waktu luang, mungkin sekarang ia tidak perlu bersusah payah untuk bergadang menyelesaikan misinya.

Inilah bentuk perjuangan, demi cinta ia rela mengorbankan jam tidurnya. Mungkin para member SNSD yang lain sedang tertidur lelap di tempat tidur mereka masing-masing. Menikmati alam mimpi yang damai sebagai bunga tidurnya. Namun bukan Yoona namanya yang terus berjuang hingga akhir.

***

Sinar mentari baru saja masuk dari celah-celah tirai. Deru nafasnya terdengar damai. Larut ia hanyut dalam mimpi, hingga belasan panggilan tak terjawab itu pun membuatnya tak sadar.

Yoona menggeratkan selimutnya. Tiba-tiba ia bangkit dan segera meraih jam diatas nakas. “Tujuh tiga puluh,” ejanya.

Spontan ia melompat keluar dari selimutnya dan segera menuju kamar mandi. Diputarnya knop pintu berkali-kali, namun pintu itu terkunci. Sepertinya ada seseorang didalam sana.

Yaa! Pailli!” perintah Yoona.

Waeyo?! Aku baru saja masuk!” teriak Hyohyun dari dalam.

Yoona menepuk jidatnya keras. “Eottoke?” gumamnya.

Tanpa pikir panjang, segera diraihnya jaket serta syal. Tak lupa kacamata serta topi ikut dikenakannya. Bergegas ia berlari menuju lift hingga kelantai dasar. Yoona menebar pandangannya. Sudah ia duga, mobil Siwon telah terparkir didepan apartemennya sesuai dengan yang dikatakannya dua hari yang lalu.

Segera Yoona menghampiri mobil kekasihnya dan bergegas masuk. Siwon menatapnya heran. Ia menatap penampilan Yoona yang sedikit tidak biasa itu.

“Apa kau sakit?” tanya Siwon khawatir. “Aku mencoba menelpon mu berkali-kali, namun tidak diangkat. Ada apa?”

“Aaa .. Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja oppa,” jawab Yoona beralasan. Tidak mungkin baginya untuk jujur dan mengatakan bahwa ia tak sempat mandi untuk menemui pujaan hatinya dihari spesial itu.

“Jika kau sakit, kita bisa membatalkannya. Kau terlihat sedang tidak sehat, Yoong,” ucap Siwon masih dengan ke khawatirannya.

Yoona menggeleng cepat. “Tidak oppa, aku baik-baik saja. Ayo kita berangkat.”

Siwon memandang Yoona tidak yakin. Namun ia tak dapat membantah lagi, segera dipacunya mobil itu hingga menghilang dibalik tikungan.

***

Siwon membuka kaca jendela mobilnya, sengaja dibiarkannya udara segar masuk. Sesekali dipalingkannya wajah ke arah Yoona yang tampak tertidur di balik kacamata hitamnya.

Siwon tersenyum. Bahagia karena hari spesialnya kali ini akan dilewatinya bersama orang yang paling berarti dalam hidupnya.

Sudah hampir dua jam berlalu. Jarak yang ditempuh Siwon bukan hambatan baginya untuk membawa pergi kekasihnya itu ketempat dimana hanya akan mereka habiskan bersama. Penat sedikit menyerang bagian pundaknya, namun tak mengurungkan niatnya untuk berhenti atau sekedar singgah ditempat peristirahatan.

Yoona melenguh kecil. Ia terbangun dari tidurnya. “Apa belum sampai Oppa?” tanyanya kemudian.

“Sebentar lagi,” jawab Siwon sembari tersenyum.

Yoona melirik keluar jendela. Ia mencari tahu, ada dimana ia sekarang. Namun tak dikenalinya sama sekali daerah itu. Sepertinya ia belum pernah melewati jalan ini sebelumnya, pikir Yoona. Ia memilih untuk tetap diam dan menanti kejutan apa yang akan diberikan Siwon padanya.

“Sepertinya kau tampak kelelahan sekali. Apa jadwal mu begitu padat?” tanya Siwon kemudian.

“Tidak, hanya saja kemarin ….” kalimat Yoona terputus. Matanya membelalak lebar sembari menepuk jidatnya keras.

Wae?” tanya Siwon penasaran dengan reaksi frontal Yoona.

Dengan tersenyum canggung Yoona menjawab, “Aa .. Aniyeo.”

Yoona mengutuk dirinya sendiri atas kelalaiannya. Karena terburu-buru, ia sampai lupa membawa hadiah valentine untuk kekasihnya itu. Padahal sudah dengan susah payah ia membuatnya dan semua itu berakhir sia-sia saja.

“Apa kau melupakan sesuatu?” tanya Siwon lagi.

Yoona masih mematung ditempatnya, memikirkan kehancuran misinya. Siwon tersenyum melihat tingkah Yoona yang selalu seperti itu jika sedang melakukan kesalahan. Ia tahu betul kebiasaan gadisnya.

“Sudahlah, tidak apa-apa. Bersama dengan mu hari ini sudah lebih dari cukup.”

Yoona mengerti arah pembicaraan Siwon, spontan dipalingkannya wajah dan didapatinya Siwon tengah tersenyum kearahnya.

Mianhae oppa,” sesalnya.

“Tidak apa-apa,” ucap Siwon lembut. Diraihnya tangan Yoona dan mengelusnya pelan. “Kau lebih dari segalanya Yoong,” timpal Siwon lagi.

Yoona tersenyum disertai rona merah diwajahnya. Ia tak dapat membendung hatinya yang kini meluap keluar. Selalu seperti ini. Siwon selalu membuatnya terbang melayang dengan kata-kata manis yang selalu disukainya.

***

Siwon menghentikan laju mobilnya. Mereka telah sampai. Yoona menganga lebar melihat pemandangan yang ada dihadapannya sekarang. Ia melepas kacamata hitamnya. Dengan sedikit tidak percaya, ia menoleh kearah Siwon yang sedang mengulum senyum.

Seperti mengerti maksud gadisnya, Siwon berkata, “Ini hadiah valentine untuk mu.”

Yoona tersenyum senang. Ia membuka pintu mobil dan segera berlari menuju pantai. Laut biru, pasir putih, dan pepohonan pinus membuat pantai itu semakin terlihat eksotik. Yoona melepas sepatu flatnya dan berlari menuju kerumunan ombak.

Yoona berteriak kencang, ketika deburan ombak itu membasahi skin jeans nya. Dengan tawa khasnya, Yoona tampak sangat bahagia. Ia melompat-lompat layaknya gadis kecil berusia 5 tahun. Ia tak dapat mengingat, kapan terakhir kali ia pergi berlibur ke pantai seperti sekarang.

Oppa, kemarilah. Ini sangat menyenangkan,” panggil Yoona.

Siwon tersenyum simpul. Ia pun berlari menghampiri Yoona. Menggendong tubuh gadis itu dengan fronta dan membawanya ketengah-tengah laut membuat Yoona memekik keras.

“Yaaa! Oppa …” rengeknya.

Wajahnya tampak panik ketakutan. Segera direngkuhnya erat tubuh Siwon.

“Bukankah kau belum mandi? Jadi kau harus mandi sekarang,” ucap Siwon membuat mata Yoona membulat. Yoona tak dapat menyembunyikan rasa malunya. Ia menepuk dada Siwon pelan. Siwon hanya menanggapinya dengan tertawa renyah.

Yoona salah besar jika ia dapat membohongi kekasihnya itu. Siwon sudah hafal betul dengan segala kebiasaan buruk Yoona. Apalagi jika ia sedang terburu-buru.

Keduanya larut dalam rasa cinta. Hari itu merupakan hari yang membahagiakan bagi keduanya. Menghabiskan waktu bersama tanpa ada yang harus ditakuti. Inilah kencan yang diidam-idamkan keduanya. Layaknya pasangan normal, mereka tak perlu takut mengumbar rasa sayang satu dengan lainnya.

Yoona benar-benar tak dapat membayangkan hari valentine yang sangat indah seperti yang dialaminya sekarang. Dan tentu saja masa-masa seperti ini akan selalu ia rindukan.

***

Duduk keduanya dibibir pantai. Menikmati semilir angin berhembus. Nyanyian ombak yang berirama dengan mentari yang mulai menjingga. Yoona membaringkan kepalanya dipundak Siwon. Berbagi rasa penatnya dengan yang dicinta.

Siwon merengkuh tubuh Yoona dalam rangkulannya mengelus lengan kekasihnya pelan. Pandangannya jauh melayang, menatap angkasa yang tak berujung. Berharap cinta mereka pun tak berhenti hanya disatu titik saja.

Oppa ..” panggil Yoona.

Ne ..” jawab Siwon masih tak mengalihkan pandangannya.

“Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih telah membawa ku jauh dari semuanya. Terima kasih telah melepaskan semua kelelahan ku,” ucap Yoona.

Siwon tersenyum, kali ini matanya tak dapat menahan untuk tidak memandang wajah cantik Yoona. “Sudah seharusnya itu yang ku lakukan,” balas Siwon.

Yoona pun tersenyum. Ia tak mau banyak berkomentar dan tetap larut dalam hangatnya dekapan Siwon. Mungkin masa-masa ini akan sulit untuk terulang kembali. Status hubungan mereka yang selalu dirahasiakan hampir membuat Yoona jemu. Namun konsekuensi itulah yang harus diambilnya. Dan Siwon, dia lah yang menjadi alasan untuk Yoona tetap bertahan. Karena ia tahu bahwa pria itulah yang akan membuatnya bahagia kelak.

Yoona menatap cicin yang melingkar indah dijari manisnya. Ia teringat ketika setahun yang lalu ia dilamar oleh Siwon tepat dibawah menara Eiffel. Kenangan manis yang tidak akan pernah ia lupakan. Ia tak menyangka hubungannya akan terus berjalan sejauh ini. Dan menantikan saat pernikahan mereka membuat Yoona semakin tak sabar.

“Tinggal menghitung bulan lagi. Apa kau siap dengan hari bahagia kita?” ucap Siwon membuka pembicaraan.

Yoona bangkit dari pundak Siwon, menatap pria itu dengan penuh rasa cinta.

“Aku siap. Sangat siap melebihi yang Oppa perkirakan,” ucap Yoona penuh dengan keyakinan.

Siwon tersenyum, “Apa kau juga siap menjadi ibu dari ke 7 anak ku nantinya?” tanya Siwon menggoda Yoona.

Mata Yoona membulat. Ia tak dapat membayangkan akan melahirkan 7 anak dari Siwon. “Yaa! Oppa .. Itu terlalu banyak,” protes Yoona.

“Baiklah, kurasa 11 lebih baik. Tim kesebelasan Korea Selatan akan dipimpin oleh anak-anak kita nantinya.” Siwon tertawa lebar. Candaanya itu membuat Yoona semakin gemas.

Yoona memukul bahu Siwon sembari mengomel kecil, “Aku tidak ingin menjadi nenek-nenek tua di usia muda. Mengasuh 11 anak akan membuat kulit ku menjadi keriput Oppa.”

Siwon semakin tertawa. Ia menarik tangan Yoona untuk bangkit, “Sekalipun kulit mu mengeriput. Aku akan tetap mencintai mu,” ucap Siwon lalu mengedipkan sebelah matanya. Membuat Yoona cukup terhipnotis.

Siwon pun mengajak Yoona berlari menyusuri bibir pantai yang tak berujung itu. Yoona sangat bahagia. Sebuah rencana besar, sebuah kebahagiaan besar akan menantinya dimasa yang akan datang. Tanpa ragu ia menapaki lembuatnya pasir putih ditelapak kakinya mengibaratkan keyakinannya akan terus hidup bersama dengan Siwon hingga mautlah yang memisahkan mereka.

 

-FIN-

40 thoughts on “-Spesial Valentine- [Oneshot]

  1. jdi ceritanya real life nieeee……….aigooooo cerita nya simple,padat,jelas……aku suka2…….
    aigoo yoongie masa mw ketemu ma wonppa gx pake mandi dulu….kekekeke
    omoooooo yoonwon berapa bulan lagi mw nikahhh……knapa gx di lnjut ajha ampe mreka nikahhhhhhh!!!!!!
    sequel…….sequel……….
    gomawo

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s