[FF Freelance] My Duty Love (Chapter 1)

baruuu euy

Judul                : My Duty Love [Chapter 1]

Author             : ThaJoonFany/ThaSiFany❤ @citramelica

Main Cast      : Tiffany Hwang

                          Siwon Choi

                          Kris Wu

Support Cast             : Lee Joon

                          Jesica Jung

                          Find By Your Self! J

Genre             : Romance, A Little bit Action, Comedy etc

Rate                : PG-15

Lenght            : Chapter (3Shoot)

Disclaimer       : This Fanfic is original story of mine. The cast belongs to themselves. So Don’t bash me. Kalau ada kesamaan cerita atau jalan cerita itu bearti saya belum pernah baca karya anda. Sumpah dah! FF ini udah pernah di posting di salah satu FP SiFany sebagai FF Freelance lomba, dan Cuma sekali itu aja J

 

Tiffany’s side :

 

Musim gugur… Yaaah, inilah saat dimana aku berada, duduk di sebuah bangku taman kota New York, mendongakkan kepala memperhatikan satu persatu helai daun gugur berjatuhan dari batangnya. Anginnya yang dingin bisa saja membuatku beku saat ini juga, tapi kurasa aku tidak ingin beranjak dari tempat ini. Entahlah, serasa ada sekelebat hal yang menyelimuti hatiku untuk pergi dan segera mencari tempat yang lebih hangat, Tiba tiba pikirankupun menerawang ketika melihat sebuah keluarga yang sedang bercengkrama dengan bahagianya didepanku. Sebuah keluarga yang terlihat sangat bahagia yang terdiri dari Daddy, Mommy, dan 2 orang anaknya, tawa lepas memancarkan kebahagiaan pada siapapun yang melihatnya. Pikirankupun kini menerawang ke masa lalu sekitar 10 tahun yang lalu, dimana masih ada Daddy, Mommy, Leo Oppa dan aku sebagai sebuah keluarga yang bahagia, sama seperti keluarga yang kulihat saat ini. Dan inilah yang membuatku selalu merasa kalau Tuhan tidak adil akan hidupku. Kenapa kehangatan dan kebahagiaan keluarga itu hanya sebentar dapat kunikmati ? Dimana sekarang aku merasa Tuhan menghukumku untuk menjadi gadis kesepian sepanjang hidupku. Aku bukannya tidak punya keluarga, Aku punya Daddy, Seorang yang berprofesi sebagai Jaksa terkenal di Korea Selatan. Dan dari sanalah sumber dari segala malapetaka ini. Karena pekerjaanya membuat daddy mempunyai banyak masalah, teror bahkan musuh dari kalangan kriminal, teroris bahkan para bandar narkoba. musuh utama dan target utama Daddy dari dulu adalah Kelompok terorist dan bandar besar narkoba  di Korea Selatan, yakni Kim JangKook, dia adalah ketua kriminal yang selama 15 tahun diburu Daddy, namun belum berhasil hingga saat ini. Aku sudah meminta bahkan memohon kepada Daddy untuk berhenti menyulut kasus Kim Jangkook dan kelompoknya, namun daddy tidak mau mendengarku dan tetap berksikukuh untuk mengejar dan menghukum KimJangkook seberat beratnya. Apa semua malapetaka dan pengorbanan selama ini masih belum cukup untuk menghentikan Daddy? Mommy meninggal 9 tahun yang lalu, kepolisian menyatakan mommy meninggal karena kecelakaan murni saat dia mengemudi, tapi semua itu hanya rekayasa dan sabotase Kim Jang Kook. 1 tahun berselang Leo Oppa juga menjadi korban kekejian Kim Jang Kook, Leo Oppa ditemukan over dosis dengan puluhan obat tidur dalam tubuhnya, namun kehilangan 2 orang penting dalam hidupnya tidak membuat daddy jera bahkan bertambah gencar menabuh genderang perang dengan Kim Jang Kook. Hal inilah yang mengakibatkan Daddy memindahkanku atau kata yang lebih tepatnya mengasingkanku ke New York, dia tidak mau aku menjadi korban berikutnya hingga aku dimasukkan ke perguruan tinggi di New York dan menghapus semua jejakku dari Korea. Aku hidup dengan seorang Ahjumma yang mengasuhku semenjak Mommy meninggal, bukan hanya itu, aku sangat sulit menghubungi daddy, hanya daddylah yang bisa menghubungiku melalui saluran khusus yang tidak akan bisa dilacak oleh siapapun. Semuanya bagaikan neraka bagiku, aku benar benar merasa sangaaat kesepian, setelah Mommy tiada, Leo Oppa, dan Daddy yang masih hidup tapi tak bisa kurasakan kehadirannya di hari hariku, Dan aku sangat membenci hidupku yang seperti ini.

#FlashBack!

“Daddy, Stop it Dad! Ini sudah menjadi hukum dunia, kita tidak bisa melawannya daddy, uang bisa membeli hukum dan itulah kenyataan yang harus kita terima….” kataku dengan nada frustasi berulang kali membujuk daddy menghentikan investigasinya tentang Kim Jang Kook

“Fany-ah, dia telah membunuh Mommy dan Leo, apa kau pikir daddy bisa hidup tenang jika melihatnya hidup dan berkeliaran bebas seperti tidak bersalah begitu, No! “ jawab Daddy bersikukuh

“Dad, kumohon, dendam ini tidak akan pernah ada habisnya dad, sudah saatnya daddy berhenti dan kita bisa melanjutkan hidup bersama dad, aku tidak tahan hidup seperti ini…” aku serasa semakin rapuh, frustasi dan tak tau harus bagaimana lagi menjelaskannya pada daddy.

“Fany-ah, daddy mohon, kau bersabarlah nnee… sebentar lagi daddy pasti bisa menangkapnya dan kita akan hidup bahagia lagi, oke…?”

“Bahagia…? bahkan aku sudah lupa bagaimana rasanya itu, terserah daddy, aku sudah lelah…” kataku lagi dan memutus sambungan telfon saat itu.

#Fllashback END

aku merasa lelah, kecewa dan putus asa akan kesepian dihidupku, aku merasa hidup namun jiwa dan hatiku serasa sudah mati,  aku kehilangan semuanya, Mommy… Leo Oppa… bahkan Daddy yang seharusnya menjadi tumpuanku serasa juga sudah mati. Tanpa kusadari cairan bening jatuh dari mataku hingga membasahi pipiku, akupun segera menyekanya.

“Hot Chocolate is coming….” tiba tiba terdengar suara namja dan aku merasakan hangat di wajahku ketika kusadari dia menempelkan cup hot chocolate pada wajahku.

“Eoh, Oppa… kenapa oppa disini…? pekerjaanmu sudah selesai…?” tanyaku seketika menoleh ke arah namja tersebut yang tak lain adalah Siwon Oppa, Siwon Oppa adalah tetanggaku, pelindungku, ataupun penjagaku, dia tinggal tepat didepan kamar apartemenku, dia orang Korea yang kuliah dan mendapatkan pekerjaan di New York, aku sangat beruntung punya tetangga yang juga orang korea, dan disampaing kamar Siwon Oppa adalah kamar Joon Oppa yang juga orang Korea dan juga senantiasa baik padaku, sejak aku ke New York merekalah yang banyak membantuku, bahkan sangat membantuku, mereka selalu menemaniku, mendengarkan keluh kesahku bahkan selalu ada disaat genting sekalipun, terlebih Siwon Oppa, kadang aku heran, kenapa dia bisa selalu ada untukku ?

“Nnnee…. aku baru saja pulang, dan tiba tiba pandanganku terhenti ketika melihat yeoja BABO yang duduk sendiri ditengah cuaca dingin ini…” jawabnya sambil ikut duduk disampingku.

“MWO…? Babo? Oppa-yaa…” sungutku seketika Siwon Oppa mengataiku babo.

“Kalau tidak babo apa lagi, mana sarung tanganmu? Syalmu? Dan kau hanya memakai sweater tipis ini? Kau ingin mati eoh…” teriaknya tiba tiba

“Hmm… Minhaeee, tadi aku berencana hanya keluar sebentar…” kataku menyesal.

“Sini tanganmu…” kata Siwon Oppa lagi sambil meraih tangan kananku dan memakaikan sarung tangannya, lalu meraih tangan kiriku dan memasukkannya kedalam saku jaketnya. Sedangkan dia memakai sarung tangan di sebelah kiri tangannya.

“Aiigooo, nyaman sekalii, gomawo…” kataku seketika merasakan tanganku yang hampir membeku langsung terasa hangat seketika.

“Tsk, kau ini, sedang apa kau sendiri malam malam begini eoh…?” tanyanya lagi sambil menyeduh hot chocolatenya

“Eobseo(tidak ada) Just Look around, hehehe…” jawabku sambil tertawa tidak jelas

“Keotjimal (bohong), tenang saja, aku punya banyak waktu untuk mendengarkan…” kata Siwon Oppa lagi, aku memang tidak bisa berbohong padanya, dia selalu tau apa yang kupikirkan, kurasakan bahkan yang aku lakukan sekalipun. Dan aku tidak akan bisa mengelak dan berbohong padanya.

 

Siwon’s side :

 

Wajah teduh, damai dan cantiknya kini terlihat jelas dihadapanku, setelah puas bercerita di taman tadi, aku pulang bersama Tiffany, dan dia tertidur dalam perjalanan tadi, “apa hidupmu begitu melelahkan Fany-ah…?” gumamku dalam hati dengan mengelus lembut pipinya, aku ingin menikmati pemandangan indah ini untuk beberapa saat lagi. Bisakah…?

 

******

 

“Siwon-ah, Aiigoo, syukurlah kau membawanya pulang, aku sangat khawatir…” sahut Soojin Ahjumma yang memasang raut wajah cemas ketika membukakan pintu

“Nnnee, aku menemukannya di taman…” jawabku

“Kajja, dia pasti sangat lelah…” kata Soojin Ahjumma dan menuntunku ke kamar Fany, akupun membaringkannya di atas tempat tidur Pink kesayangannya sedang Soojin Ahjummapun menyelimutinya.

“Kajja siwon-ah, ada yang ingin ahjumma bicarakan denganmu…” kata Soojin Ahjumma mengajakku ke ruang tengah untuk bicara setelah selesai merapikan tidur Tiffany.

“Nnee… “ akupun mengikuti Soojin ahjumma melangkah keruang tamu, sebelumnya akupun memandangi wajah malaikat Tiffany  yang sudah bermain di alam mimpinya, “sleep well Fany-ah…” gumamku dalam hati dan setelah itu langsung menyusul Soojin Ahjumma ke ruang tengah.

“Duduklah Siwon-ah… Kau mau Coffe or Tea…?” tanya Ahjumma yang mengambil minuman di dapur

“I wanna tea Ahjumma…” sahutku dan Soojin Ahjummapun menghampiri dengan nampan yang bertenggerkan 2 cangkir teh di atasnya.

“Minumlah, menggendong Fany sampai ke lantai 11 bukanlah hal yang mudah bukan? Gomawo Siwon-ah… kau sudah bekerja keras…” kata Ahjumma sambil meletakkan teh hangat yang memang kelihatan sangat menggodaku.

“Hahaha, Anieyeo Ahjumma, sudah menjadi tugasku…” jawabku singkat, tugas? Yah memang tugas, nanti akan kujelaskan

“Siwon-ah, bagaimana perkembangan Tiffany akhir akhir ini…?” tanya Soojin Ahjumma padaku

“Eung, sampai saat ini belum ada yang mencurigakan sama sekali ahjumma, keunde apa Huejang-nim(pak ketua) bertengkar lagi dengan Fany…?” tanyaku lagi

“Hmm.. Nnnee, seperti biasa, tapi kalau aku jadi Fany aku juga sudah lelah Siwon-ah, dia kehilangan semuanya, Ny. Hwang, Leo, sampai Nichkhun, semuanya harus dikorbankan demi balas dendam Hwang Huejang-nim pada Kim Jang Kook…” Jelas SooJin Ahjumma

“Nnee, aku juga berpikir begitu, aku sangat kasihan melihatnya hidup seperti ini…” kataku menanggapi setuju dengan Soojin Ahjumma

“Siwon-ah… mulai sekarang kita diminta oleh Hwang Hoejang-nim untuk menjaga Fany lebih intens, Kim Jang Kook sudah mencium jejak Fany disini…” kata Soojin Ahjumma lagi

“MWO…? Jinja..? bagaimana bisa…?” tanyaku seakan tak percaya, kami memastikan menghapus semua jejak Fany di korea sebelum pindah ke New Yowk, kenapa Kim Jang Kook masih bisa menemukannya.

“Entahlah, Hwang Hoejang sedang melacak gudang senjata dan narkoba Kim Jang Kook, dan Kim Jang Kook mengancam akan mencelakai Fany jika Hwang Hoejang tak juga berhenti menyelidiki kasusnya…” jelas Soojin Ahjumma

“Benarkah…? tapi, bagaimana dia bisa tau kalau Fany di New York…?” tanyaku heran seakan masih tak percaya

“Kau tau bukan Nichkhun memutuskan Tiffany 6 bulan yang lalu…?” tanya Soojin Ahjumma lagi padaku

“Nneee, tentu saja, lalu…?” tanyaku lagi, aku memang mengingatnya bahkan sangat mengingatnya dengan jelas, dimana Tiffany hilang semalaman dan mabuk sampai pagi di Bar saking frustasinya putus dari Nichkhun.

“Hmmm, Kim Jang Kook tau kalau Nichkhun adalah namjachinggu Tiffany di Korea, dan sejak itu Hwang Hoejang meminta Nichkhun untuk memutuskan Fany, namun Kim Jang Kook tetap menyelidiki Nickhun dan melacak riwayat panggilan telfon dan e-mailnya Nichkhun. Yang pasti mulai sekarang jangan biarkan Fany diluar pengawasan..” jelas Ahjumma lagi,

“Ough My God! Apa lagi ini…? apa kasus ini tidak akan pernah selesai,,,?” gerutuku frustasi mendengar penjelasan Soojin Ahjumma, ini sama saja Tiffany akan terancam bahaya.

“Bersabarlah Siwon-ah, Hwang Hoejang juga pasti berjuang disana demi Fany Nnee… setelah gudang penyimpanan dan saksi ditangkap, masalah ini akan selesai,,,” kata Soojin Ahjumma lagi dengan menepuk nepuk pundakku guna meringankan stress dan sakit kepala yang tiba tiba saja menyerangku.

“Nnne Ahjumma…” jawabku

 

******

 

Aku meregangkan dasi serta membuka kancing baju kemejaku dan langsung menghamburkan tubuhku ke atas tempat tidurku, akupun menghembuskan nafas berat dan memijit keningku yang tidak sakit pertanda rasa frustasi yang kurasakan saat ini. Kim Jang Kook sudah mencium keberadaan Fany dan ini adalah hal yang paling aku takutkan, yah aku adalah lulusan akademi kepolisian di Korea selatan yang bekerja di bagian inteligen nasional. Aku diminta oleh Hwang Hoejang-nim yang tak lain adalah Ayah Tiffany untuk menjaga Fany di New York. Hwang Hoejang-nim adalah jaksa terbaik di Korea Selatan hingga saat ini, banyak kasus penting dan besar yang berhasil dibongkarnya. Dan aku sudah bekerja selama 4 tahun bersamanya.

#Flashback

“Mwo…? New York…?” tanyaku terkejut seketika Hwag Hoejang-nim mendadak memintaku pindah ke New York

“Nnnee… kau adalah agen terbaik di tim investigasi kita Siwon-ah, dan aku sangat mempercayakan Fany padamu…” jawab Hwang Hoejang-nim lagi. Aku ditugaskan untuk menjaga putrinya Tiffany selama dia menyelidiki kasus Kim Jang Kook.

‘Keunde(tapi), Hoejang-nim, aku sangat menyukai pekerjaan investigasi bersama tim anda, tidak bisakah anda mencari orang lain? aku sangat ingin membantu penyelidikanmu atas kasus Kim Jang Kook, Hoejang-nim…” kataku lagi berusaha mengubah keputusan Hoejang-nim, aku tidak bisa membayangkan pekerjaanku yang biasa menyelidiki dan membuntuti para terorist dan panjahat kelas kakap malah digantikan dengan menbuntuti yeoja. Aiigoo pasti akan sangat merepotkan sekali.

“Siwon-ah, justru dengan kau menjaga Fany, kaulah yang sangat berperan besar atas kasus ini Siwon-ah, kau tau bukan, aku sudah kehilangan istriku dan anak laki lakiku karena kasus inni, aku yakin Tiffany adalah target Kim Jang Kook selanjutnya, kumohon padamu, kaulah yang menjadi pemeran utama dalam penyelesaian kasus ini, aku akan sangat tenang jika Fany bersama agen terbaik sepertimu Siwon-ah…” jelas Hwang Hoejang-nim lagi dengan penuh rasa pengharapan dan keyakinan atas diriku, aku bisa melihat pengharapan seorang ayah yang sangat mencintai dan sangat ingin melindungi anaknya serta pengaharapan dan keyakinannya terhadap tugas yang diberikannya padaku.

“Hmm… Baiklah kalau begitu, aku akan menyanggupinya jika memang anda mempercayakannya padaku…” kataku dengan yakin menerima tugas ini, walaupun masih ada sedikit keraguan dan keengganan hatiku dalam tugas ini, tapi aku tidak boleh menyia nyiankan setiap tugas dan kepentingan yang telah di embankan kepadaku.

“Aiiigoo, syukurlah, Khamsahamida Siwon-ah, aku akan mengikutsertakan Lee Joon denganmu ke New York,kau dan Joon berangkat seminggu lebih awal dari Fany, dan yang pasti jangan sampai Fany tahu kalau kau adalah agenku, dia akan marah besar padaku, kau tahu bukan entah sudah berapa agen yang kupindahkan hanya karena ulahnya…” jelas Hwang Hoejang-nim lagi, yah aku tahu tentang itu, Hwang Hoejang-nim selalu kewalahan melihat sikap putrinya yang tidak ingin dibuntuti agen kemanapun dia pergi, jadi aku dan Joon harus merahasiakan identitas kami untuk tetap berada disekeliling Tiffany tanpa dia sadar siapa kami sebenarnya, tugas yang terdengar sangat mudah, membosankan, dan menyebalkan, tapi mau bagaimana lagi. Dan dua hari setelah itu, aku dan Joonpun berangkat ke New York dan membantu mempersiapkan tempat tinggal tiffany disini, skenarionya mudah saja, aku dan Joon berakting sebagai tetangga yang baik padanya.

FlasBack END!

Itulah awal mulanya aku terdampar disini, di New York, bersama Joon yang merupakan sahabat karibku di Agen Inteligen nasional, SooJin Ahjumma yang merupakan pengasuh Tiffany dari kecil namun tanpa Tiffany ketahui Soojin Ahjumma juga merupakan salah satu jebolan Akademi Polisi Korea yang sudah ditugaskan oleh Hwang Hoejang-nim dari kecil untuk menjaga putrinya. Dan yang pasti aku disini bersama Tiffany, yeoja yang pada awalnya membuatku enggan melakukan tugas ini, aku menganggap aku akan menjaga yeoja keras kepala, manja, bertindak semaunya dan lain lain, namun semua pemikiran awalku tentangnya sirna ketika aku sudah mengenalnya lebih dalam, jauh dari pemikiran awalku, dia yeoja yang sabar, baik, kuat dan aku rasa dia hidup dalam kesepian yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Namun disinilah aku sekarang berada, di New York, untuk menjaga Tiffany sampai kasus Kim Jang Kook berakhir.

“Siwon-ah…. Siwon-ah…” tiba tiba suara yang sangat kukenal memanggilku, dan akupun keluar dari kamar untuk melihatnya

“Nnne Joon-ah, aku disini… kenapa kau bisa masuk…?” tanyaku heran mendapatinya sudah berada di ruang tengah kamar apartemenku.

“Yaaak! Aku adalah hacker terhebat di agen kita, kau lupa…? untuk sekedar membobol pin masuk kamarmu tidaklah begitu sulit bagiku…” katanya membanggakan diri, tapi memang benar, Joon adalah ahli komputer bahkan hacker hebat di tim kami, jadi tidak salah jika dia bisa masuk ke kamarku.

“Aiigooo, duduklah, kau mau minum…?” tanyaku lagi

“Anieyeooo, aku akan mengambilnya sendiri jika aku mau, kau sudah dengar berita dari Hoejang-nim…?” tanya Joon lagi

“Nnnee, berita kalau Kim Jang Kook sudah mencium keberadaan Tiffany…?” tanyaku lagi memastikan kesamaan berita yang dimaksud Joon

“Nnnee… mulai sekarang kita harus lebih hati hati Siwon-ah, aku sudah menggandakan Iphone Fany untuk mengawasi komunikasinya dan aku juga sudah memasang perangkat anti lacak di iphone, Tablet, dan komputernya…” jelas Joon yang seakan melaporkan kerjanya hari ini padaku

“Jinnjaa…? Whooaa, kau bergerak sangat cepat Joon-ah, Daebak! Tapi tetap hati hati, kalau Tiffany tau, semuanya akan menjadi hancur…” kataku lagi mengingat kami harus tetap menyembunyikan identitas kami di depan Fany

“Arraseeoo, kau tenang saja, image tetangga baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung dan menolong ini akan tetap melekat di ingatan Fany…” jawab Joon Lagi

“Aiigooo… kau iniii, baiklah, kalau begitu aku juga akan lebih dekat memantau Fany…” kataku lagi

“Hmm… sepertinya kau mulai menyukai tugasmu sekarang…?” tanya Joon

“Mwo…? Mwosun Mariya(Apa Maksudmu)…?” tanyaku

“Nnnee, pada awalnya aku bisa melihat kau sangat membenci tugasmu menjaga Fany, keunde akhir akhir ini aku lihat kau sangat menikmatinya…” Jelas Joon

“Yaaak! Yaaak! Kenapa kau bicara seperti itu…? Anieyeeoo, aku hanya bersikap profesional untuk semua tugasku…”jelasku menampik pikiran pikiran aneh yang kini pastii sekarang sedang bersarang di benak Joon.

“Hahahaa… Nnneee, kau sangat perofesional, aku akui, tapi jika kau menggunakan perasaanmu juga tidak ada salahnya, kupikir kau sangat serasi dengannya…” Balas Joon lagi

“Yaaaaaak!!!!”

“Haaaahahahhahaa…..”

 

 

 

Tiffany’s side :

 

“Kau sudah siap Fany-ah…?” tanya Soojin Ahjumma yang masuk ke kamarku dan melihatku sudah siap dengan pakaian kuliahku dan tasku

“Nnnee Ahjumma…” sahutku sambil menyemprotkan farfum sebagai polesan terkahirku hari ini.

“Kajja kita sarapan, Ahjumma sudah buatkan sandwich untukmu…” kata Soojin Ahjumma lagi

“Yeee Ahjumma Gomawo…” kataku sambil mengikuti Ahjumma keruang makan, akupun langsung mengambil satu potong sandwich yang sudah dibuatkan Soojin Ahjumma

“Whooaaa, Yummy… No wonder… hehehe…” kataku setelah satu gigitan sandwich kurasakan sangat enak seperti biasanya

“Hmm, kau ini, Fany-ah… Ahjumma mohon, kejadian semalam jangan sampai terulang lagi nnee… ahjumma sangat cemas…” kata Soojin Ahjumma mengingatkan kejadian aku pergi tanpa pamit setelah bertengkar dengan daddy di telfon

“Hmm… Arraseo, tidak akan lagi, Eung apa Siwon Oppa yang membawaku sampai ke kamar…?” tanyaku

“Nnneee, kau sudah sangat merepotkannya, jangan lupa berterima kasih, okee…” kata Ahjumma lagi

“Nnnee, Okeee, Arraseoyoo Ahjumma…”

“Kau pulang jam berapa Fany-ah…?” tanya Ahjumma lagi

“Hmm… belum sempat aku pergi ahjumma sudah bertanya kapan aku pulang, hahaha aku kuliah sampai siang Ahjumma, sekitar jam 3 aku sudah pulang, keogjongma …..” kataku sambil menegak habis susu coklatku dan bergegas pergi

“Baiklah kalau begitu, kau hati hatilah menyetir, okee…”

“I got it Madam, Hahaha, Annyeeong Ahjumma…” kataku lagi dengan mencium ahjumma dan segera pergi ke parkiran mengambil mobilku.

Setelah turun menggunakan lift akhirnya aku sampai di parkiran, akupun langsung menuju mobilku dan berniat memanaskannya terlebih dahulu, tiba tiba pandanganku terhenti ketika melihat ban belakang mobilku kempes, Ought Damn!

“Aiigoo, bagaimana ini… “ gerutuku

“Butuh tumpangan…?” tiba tiba suara namja mengejutkanku, dan akupun menoleh ke arah sumber suara

“Ah Siwon Oppa, Nnnee, mobilku kempes, apa oppa tidak akan terlambat ke kantor…?” tanyaku pada Siwon Oppa

“Anieyoo, bukankah kita searah? kajja Oppa akan mengantarmu…”

“Aiigoo, Gomawo Oppa, Daebak!” seruku dengan segera masuk ke dalam mobil Siwon Oppa dan memasang sabuk pengamanku dan Siwon Oppa pun langsung melajukan mobilnya.

“Oppa-ah, Gomawo untuk tadi malam, dan Mianhae membuatmu repot…” kataku teringat kejadian semalam

“Aiigoo, sudahlah, Gwenchana, jangan kau ulangi nnee, Soojin Ahjumma begitu mencemaskanmu…” kata Siwon Oppa

“Hmmm, Yaaa… Yaaa… I Got it Sir!”

“Aiigoooo, kau ini….”

 

*******

Setelah 15 menit perjalanan akhirnya aku sampai di kampusku…

“Jiinja Gomawo Oppaa… Annyeeeong…” kataku sambil membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil

“Fany-ah… kau pulang jam berapa…?” tanya Siwon Oppa

“Eung, jam 2, Waeyeo Oppaa….?” tanyaku lagi

“Oh, baiklah Oppa akan menjemputmu jam 2 nanti, okeee…” kata Siwon Oppa  lagi

“Keunde……” belum sampai aku bicara Siwon Oppa sudah melaju dengan mobilnya dan meninggalkanku yang masih berdiri ditempat, “menjemputku…?” pikirku.

“Fany-ah…” tiba tiba teriakan yang pastinya dari Jessica melengking dan membuyarkan lamunanku

“Morning Honey…” sapaku seketika dia datang menghampiriku

“Morning, kenapa kau melamun pagi pagi begini…? kau memikirkan siapa…? Kris…?” tanya Sica lagi padaku, kami berduapun bicara sambil berjalan menuju kelas

“What…? Kris…? Oh My Ghost, apa apaan kau ini…” gerutuku padanya, kris adalah teman sekelasku yang merupakan pindahan dari Korea, aku memang dekat dengannya semenjak aku membantunya mengenal lingkungan kampus, New York, tempat tempat hiburan, pusat pertokoan dll. Yah sebagai rasa simpati sesama warga Korea Selatan yang terdampar di Negeri orang.

“Hahaha, bukankah kau sering jalan dengannya…? bagaimana dia…? sesuai dengan tipemu…?” tanya Jessica lagi, hmm… pertanyaannya semakin tidak masuk akal

“Owh Sica pliisss, aku jalan dengannya hanya untuk membantunya mengenal New York, dia anak yang asyik, baik, menyenangkan, And, untuk saat ini aku nyaman berteman dengannya, So, hentikan pikiran pikiran anehmu itu…” kataku lagi menegaskan setiap kalimat penjelasanku tadi

“Hmm… Yah, Whatever, but, aku rasa Kris menganggapmu lebih dari sekedar teman…” kata Sica lagi

“Why…? kenapa kau bisa berpikiran seperti itu…?” tanyaku lagi

“Can’t you see that? Ough, kurasa kau sudah kehilangan kepekaan perasaanmu Fany-ah, itu sangat terlihat jelas, bahkan semua orang yang melihat kalian juga akan berpikir seperti itu…” kata Sica lagi

“Hmm, whatever, oke Stop it! Aku tidak mau membahas itu…” kataku berusaha memotoong topik pembicaraan yang paling aku hindari ini, entahlah semenjak aku putus dari Khun Oppa, aku belum ingin memulai komitmen ataupun membuka hati untuk orang lain, karena aku tidak mau orang yang aku cintai akan kecewa lagi oleh keadaanku.

“Yaah, aku akan diam, tapi kuharap kau mulai move on Fany-ah, aku tidak ingin melihatmu menghindari setiap laki laki yang mendekatimu bahkan menyayangimu, aku tahu itu semua butuh waktu, dan kumohon, berhentilah hidup dalam kesepianmu dan bukalah hatimu , Okee…” kata Sica lagi, aku sangat bersyukur mempunyai teman sebaik dan sepengetian dirinya, yah walaupun sikapnya terkadang juga membuatku kesal.

“Ough, Thanks dear, i’ll try the best i can do, help me okee…?” kataku lagi sambil memluknya

“Of course, i’m always be with you Fany-ah…” kata Sica lagi.

 

To Be Continued

5 thoughts on “[FF Freelance] My Duty Love (Chapter 1)

  1. Onnieee prnah publish ff ini di blog sifany’s heaven kann ?? Kann ?
    aku mau nanya blog itu kmna skrg ? Group di fb nya juga ngilang..
    Onnie kan author jg disana. Mana tau tau kan..
    Aku uda baca ff ini sampe tamat.. aku sifany shiper.
    Jd apapu ttg sifany pasti bagus hahah

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s