Coz you’re my angel ( Ficlet )

Pict cr. onehallyu myungzy thread

Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo ||Support Cast : Son Naeun ||Genre : Romance ||Rating : PG – 15 ||Disclaimer : Pernah di post di FB pribadi dengan judul yang sama.

                 Aku berlonjak – lonjak pelan mengikuti irama lagu yang dibawakan oleh band Myungsoo, seperti yang dilakukan para penonton yang sebagian besar yeoja. Aku menatapnya, memandanginya penuh kagum. Pria yang tengah asyik memainkan gitar, sambil bibirnya melantunkan bait demi bait lirik lagu yang tentu saja sudah kuhafal betul di luar kepala. Sesekali pria itu tersenyum ke arahku, tapi entahlah – bisa juga ia tersenyum pada penggemarnya yang jelas aku akan membalasnya dengan lambaian tangan ke arahnya. Senyumnya, wajahnya dan suaranya masih sama seperti dulu. Seperti pertama aku melihatnya, di antara kepulan asap tipis yang keluar dari mulutnya.

                 Aku menghentikan langkahku, seseorang tengah menarik perhatianku saat ini. Dia duduk di pancuran tengah kota, dengan bebarap orang yang berdiri mengelilinginya. Jemari tangannya menari, di antara senar – senar panjang yang menegang. Alunannya lembut, suaranya merdu. Kepulan asap tipis keluar dari bibir ketika pria itu bernyanyi.

‘malam ini malam ini lagi

seperti saat kau di sisiku

malam ini malam ini lagi

saat sepi menguasai hatiku’

Beberapa bait lagunya yang membuat air mataku tiba – tiba keluar, seakan aku mengerti betapa kesepiannya dirinya. Beberapa detik pandangan kami saling beradu, ‘tampan’ hanya itu yang terlintas di otakku. Aku menghapus air mataku dan berjalan pelan ke arahnya. Merogoh satu – satunya benda yang ada di saku mantelku saat itu. Susu kotak hangat, aku menyodorkannya. Kami bertatapan lagi, ia mengerutkan keningnya.

“untukmu” ujarku pelan, pria itu menyunggingkan sudut bibirnya. Tangannya menengadah menerima susu pemberianku.

+++

                 Aku menggesek – gesekkan kedua tanganku sambil bersandar di tembok samping cafe. Tempat kami bertemu ketika Myungsoo usai manggung, tempat terjauh dari kerumunan fans Myungsoo yang sebagian yeoja. Aku mengampit tanganku yang seolah mulai membeku, lupa memakai sarung tangan itu lebih baik dari pada melewatkan konser Myungsoo. Karena bagiku dialah keajaiban, dialah segalanya, pria yang kucintai.

Brak… ujung gitar Myungsoo tanpa sengaja mengenai hidungku, Myungsoo terlihat sangat gugup mungkin karena aku tiba – tiba berdiri dibelakangnya.

“apa kau baik – baik saja?” tanyanya khawatir sembari memegang kepalaku, aku hanya menggeleng pelan. Tapi entah cairan kental hangat tiba – tiba keluar dari hidungku.

“kau berdarah”ucapnnya panik. Ia segera mengambil sapu tangannya, meletakkannya di hidung lalu mengangkat daguku agar mendongak.

“aku baik – baik sa..”

“jangan bicara aku akan membawamu ke klinik terdekat” sahutnya memotong ucapanku, dengan sigap dia membopongku mengangkatnya ke atas punggungnya yang hangat.

“aku Suzy” kataku tanpa mengalihkan pandanganku pada tengkuknya, tak berani menatap reaksinya.

“ya”sahutnya datar.

Seperti itu, dengan cara seperti itu aku memperkenalkan diri padanya.

Aku melonjak pelan ketika Myungsoo tiba  – tiba menarik tangan kiriku, membuat seluruh lamunanku tentangnya buyar begitu saja. Pria itu tersenyum, ia menyipitkan matanya menatap telapak tanganku. Mungkin saja dinginnya menembus sarung tangan miliknya. Ia melepas sarung tangan kiri miliknya dan memakaikannya padaku, reflek aku menarik tangan kiriku pelan.

“tak perlu, nanti kau kedinginan. Aku baik – baik saja”ujarku pelan, dia hanya diam memandangku. Meski tanpa bicarapun sepertinya aku tahu kalau dia tak ingin aku menolaknya. Akhirnya aku diam saja melihatnya mengenakan sarung tangan kirinya ketanganku.

“kita makan dulu sebelum pulang” ucapnya sambil tangan kirinya yang tanpa sarung tangan mengenggam tangan kananku yang tanpa sarung tangan juga lalu memasukkannya kesaku mantelnya yang tebal. Aku hanya tersipu melihat tingkah Myungsoo yang menurutku sangat manis, dan mengekor saja kemana dia membawaku.

+++

Aku meletakkan mantelku begitu saja di lantai lalu menjatuhkan tubuhku dilantai kamar. Entah apa yang membuatku begitu mencintaimu, mencintai sosok yang sangat dingin sepeti dinginnya musim ini. Aku menghembuskan nafas berat lalu memandang bayanganku di cermin. Mencoba mereka – reka alasan apa yang membuat Myungsoo menerima cintaku. Aku hanya gadis biasa yang selalu mengepang dua rambutnya, aku hanya gadis biasa yang selalu merah wajahnya bila Myungsoo memandangku. Kadang sikap Myungsoo membuatku takut, membuat diriku seperti kerdil dihadapannya . Atau mungkin aku hanya sosok bodoh yang terlalu mencintainya.

+++

Aku menjatuhkan susu hangat yang aku bawa membuat Myungsoo dan seorang gadis yang sedari tadi mengobrol dengannya menoleh ke arahku. Aku membalikkan tubuhku membelakangi mereka lalu berjalan menjauhi mereka.

“Inikah sosok gadis yang dulu membuatmu begitu terluka Kim Myungsoo?” batinku, aku masih mencoba mengatur nafasku agar airmataku tak keluar. Tapi tiba – tiba saja Myungsoo menghentikanku, ia menarik tanganku pelan.

“Suzy ya tunggu”serunya terengah – engah,aku masih diam terpaku membelakanginya.

“tak usah perdulikan aku, aku baik – baik saja” ucapku memandangnya dengan sebuah senyuman. Tapi pria di depanku hanya diam, ia malah menarik tanganku pergi. Aku menoleh sebentar kearah gadis cantik tadi, ia memandangiku dan Myungsoo entah apa ekspresinya aku tak begitu jelas melihatnya.

+++

Myungsoo mendudukanku di sebuah kursi kecil ditaman kota, ia membuka tempat gitarnya lalu mengambil gitar kesayanganya yang bersarang nyaman disana. Ia memetik gitarnya pelan menimbulkan suara yang sangat dinamis bila didengarkan

Seperti malaikat kau tersenyum

Seperti malaikat kau datang

Kepakan sayapmu yang penuh sinar digelap hariku

Reff

Kau malaikat karena kau malaikat

oo….

Coz you’re my angel, coz you’re my angel

I love u… my angel.

Myungsoo menghentikan nyanyiannya juga permainan gitarnya lalu memandang mataku hangat. Aku hanya terdiam, rasanya mungkin untuk pertama kalinya pandangan sehangat ini untukku. Dia meletakkan kembali gitar kesayanganya itu kesarangnya.

“aku baik – baik saja Myungsoo ya. Pergilah temui dia” ucapku bergetar, mencoba menahan tangis yang seakan mulai menguasaiku. Myungsoo menghela nafas panjang, lalu menyadarkan tubuhnya disandaran kursi.

“selalu saja ‘aku baik – baik saja’, selalu saja kata itu yang keluar dari bibirmu” ujarnya sedikit kesal, membuatku hanya mampu menunduk menahan tangisku.

“apa kau tak ingin mempertahanku demi keegoisanmu? demi cintamu? atau demi apalah agar aku bertahan disampingmu?” tanyanya mengangkat wajahku, akhirnya bendungankupun ambrol begitu saja, dengan mudahnya air mengalir begitu saja dari kedua mataku. Myungsoo melepas tangannya dari wajahku lalu menyandarkan kembali tubuhnya.

“dia tadi Naeun, Son Naeun. Seseorang yang dulu pernah kucintai” terang Myungsoo menatapku, mungkin saja ia mencari reaksi apa yang akan kulakukan ketika ia menyebutkan nama mantan pacarnya.

“Seseorang yang selalu penuh dengan ambisi. Sampai suatu ketika dia meninggalkanku demi ambisinya itu. Demi cita – cita yang tak bisa kupahami” lanjut Myungsoo.

“Tapi aku tahu Naeun adalah masa lalu” jelas Myungsoo, dia menjatuhkan pandangannya ke tanah yang diselimuti salju putih.

“sampai ketika aku menemukan seorang bidadari kecil, dia tiba – tiba memberikan susu hangatnya untukku. Kau tau kupikir itu sangat manis sekali dan membuatku tak mampu berhenti untuk melihatmu”lanjutnya memandangku.

Pernyataan yang membuat darahku berdesir begitu kencang,rasanya aku seperti manula yang mengalami serangan afasia pasca stroke. Bibirku tak mampu mengomunikasikan dengan baik kegembiraanku mendengar ucapan Myungsoo. Myungsoo memeluk tubuhku erat, rasanya dadaku penuh dengan bunga – bunga musim semi.

“coz you’re my angel” bisiknya pelan lalu melayangkan kecupan dipipiku, membuat pipiku semakin ranum karenanya.

“aku pikir lagu itu bukan untukku” isakku padanya, dia tersenyum memandangku lalu kembali mengecup pipiku yang entah seperti apa warnanya sekarang.

“akan kunyanyikan lagi lagu itu untukmu, sampai habis” ucapnya mengambil gitar miliknya

Seperti malaikat kau tersenyum

Seperti malaikat kau datang

Kepakan sayapmu yang penuh sinar digelap hariku

Reff

Kau malaikat karena kau malaikat

oo….

Coz you’re my angel, coz you’re my angel

I love u… my angel.

Indahmu warnamu

hiasi hariku yang kelabu

Kau kasihku sayangku

Jaga aku dalam malammu

Reff

Kau malaikat karena kau malaikat

oo…..

coz you’re my angel, coz you’re my angel

I love u… my angel.

Entahlah mungkin aku terlampau cengeng,ya… aku memang sangat cengeng. Saat sesorang yang aku cintai ini melantunkan lagunya untukkupun aku tak kuasa menahan air mataku. Sangat indah, begitu indah aku rasa malam ini adalah malam terindah dalam hidupku.

“ I love you my angel” ucap Myungsoo lembut, rasanya baru kali ini Myungsoo mengucapkan cintanya untukku.

THE END

Advertisements

46 thoughts on “Coz you’re my angel ( Ficlet )

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s