[FF Freelance] The Sweet Hate (Epilog)

the sweet hate poster 2Judul: The Sweet Hate (epilog)

Author: FZ

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Genre: Romantic, Friendship, Family, Comedy (?)

Main Cast: – Park Chanyeol (EXO)

–          Jang Hye-eun

Previous: Part 1Part 2Part 3Part 4, Part 5,

Epilog

Di dalam pesawat.

Hye-eun menempati kursinya di kelas VIP. Ia sedikit tidak nyaman berada di tempat ini, karena ia selalu berada di kelas bisnis. Ia pun mengambil tempat duduk di dekat jendela, dan berpangku tangan sambil menatap ke luar. Mungkin hal itu dapat membuatnya sedikit lebih rileks.

Karena Hye-eun tidak berpaling menatap pemandangan bandara dari jendela—memperhatikan segala kesibukan yang tidak pernah berhenti di salahsatu bandara terbaik di dunia ini. Ia tidak menyadari seseorang sudah menempati kursi di sebelahnya.

“Maaf, apa kau punya tisu?” tanya orang yang duduk di sebelah kursi Hye-eun, sambil mencolek sedikit lengan Hye-eun.

“Oh.ya,” Hye-eun sedikit terkejut. “Ada,” ia merogoh tas tangan abu-abu nya, lalu mengeluarkan sebungkus tisu dari sana. “Ini,” ia berbalik ke orang itu.

Orang yang sedang membaca majalah sampai menutupi wajahnya itu pun menurunkan majalahnya dan ……….

“C-Chanyeol????” Hye-eun pun terkejut.

Chanyeol tersenyum nakal kepada Hye-eun. “Kenapa kau kaget begitu?”

“B-bagaimana kau bisa di sini,” Hye-eun merubah posisi duduknya sampai benar-benar berhadapan dengan Chanyeol.

Chanyeol juga mengikuti cara Hye-eun. “Aku juga ingin berlibur,” jawabnya santai.

“Tapi …………” Hye-eun tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia rasa, dia sudah terlalu banyak berbicara dengan Chanyeol. Sebenarnya ia ingin bercerita lebih banyak ke Chanyeol, tapi ia harus ingat tentang perbuatannya dulu. Hye-eun pun mengalihkan badan dan pandangannya ke arah jendela.

“Hye-eun,” Chanyeol memanggil lembut Hye-eun. Dan ketika itu juga debar jantung Hye-eun jadi tak menentu.

Mwo?” jawab Hye-eun ketus.

“Aku minta maaf, atas kelakuanku,” sesaat Chanyeol terdiam, dan berfikir. “Lho!? kenapa aku yang minta maaf? Kau kan yang bersalah, sudah berbohong padaku. Dan harusnya kau …..”

Hye-eun mendekap mulut Chanyeol dengan telunjuknya, persis yang Chanyeol lakukan dulu, tapi ia tetap tidak mengalihkan pandangannya ke jendela. “Sudahlah, memang aku yang salah.” Jawab Hye-eun dingin.

Hye-eun berbalik, menoleh ke Chanyeol. “Aku … aku tidak tahu harus berbicara apa padamu. Aku sudah menyakitimu. Apakah aku pantas mendapatkanmu kembali?” Hye-eun tertunduk dan mulai terisak.

Chanyeol menyentuh lembut pipi Hye-eun. “Aku juga minta maaf, karena dulu aku sering mengganggumu dan menyebabkan kau merencanakan semua ini.” Ia berkata. “Tapi setelah aku melihatmu sekarang, aku berfikir kau satu-satunya untukku. Dan aku tidak bisa melihatmu dengan pria lain apalagi sampai merelakanmu pergi tanpa pamit kepadaku.” Chanyeol nyengir.

Airmata mulai merembes dari mata Hye-eun, ia pun tersenyum. “Jadi… kau memaafkanku?” tanya Hye-eun.

“Mmm.. bagaimana ya??” ucap Chanyeol konyol. Ia menoleh ke Hye-eun yang sedang cemberut, lalu Chanyeol tertawa. “Mana mungkin aku tidak memaafkanmu. Seribu kali pun kau berbuat salah, aku selalu memaafkanmu, Hyeon.”

“Jadi, kalau aku membuat seribu satu kesalahan, baru kau tidak memaafkanku?” goda Hye-eun.

Chanyeol memutar bola matanya.

“Oh,iya, kebetulan sekali kita bertemu di pesawat ini!” seru Hye-eun.

“Ini bukan kebetulan,” jawab Chanyeol tenang. Hye-eun melongo menatapnya. “Sebetulnya aku penat dengan kesibukanku, jadi aku minta liburan kepada Kyungsoo. Karena bingung mau kemana, appa-mu menyuruhku liburan bersamamu secara diam-diam. Aku pun menyetujuinya dan membelikanmu tiket yang bersebelahan denganku.”

“Jadi, tiket itu darimu?” tanya Hye-eun tak percaya.

Chanyeol mengangguk.

Pantas saja, umpat Hye-eun dalam hati.

Chanyeol merogoh saku jaketnya. “Hye-eun, maukah kau memakai ini lagi?” Hye-eun menunjukan kalung yang ia beri dulu ke Hye-eun.

Wajah Hye-eun mulai memerah dan akhirnya ia pun mengangguk. Chanyeol memasangkan kalung itu di leher Hye-eun. Hye-eun pun memegangi bandul kalung tersebut.

Chanyeol melihat wajah Hye-eun yang memerah. Kemudian terlintas ide konyol di kepalanya. Ia pun memegang kedua pipi Hye-eun. “Hye-eun, kau masih sakit ya?” tanyanya panik.

Tanpa menunggu jawaban Hye-eun, Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Hye-eun. Hye-eun pun mulai menutup mata, dan……

“Huwaaaa…. Sedang apa kalian???” seru seseorang dari kursi belakang Hye-eun dan Chanyeol. Suara yang sangat familiar untuk Hye-eun.

Ya! sudah kubilang jangan menganggu mereka!” kata seseorang lagi pelan.

Buru-buru mereka menjauhkan diri satu sama lain. Hye-eun menoleh ke pemilik suara itu. “Sehun? Luhan?”

Sehun dan Luhan yang memangku wajah mereka di sandaran kursi Chanyeol dan Hye-eun hanya tersenyum nakal. “Annyeong, Hye-eun,” sapa Sehun dengan nada manis berlebihan.

“Tadinya, kami tidak mau menganggu kalian. Tapi…” Sehun menoleh ke Luhan yang ada di sebelahnya sambil meringis, tapi Luhan hanya tersenyum konyol—layaknya ia tidak mempunyai dosa apapun.

“Oh ya!” seru Luhan. “Sehun, apa kau masih sakit?” Luhan menggoda Chanyeol dan Hye-eun dengan wajah konyolnya.

“Ya….” Sehun membalasnya sambil bergaya seperti waria, kini ia ikut-ikutan mengganggu Chanyeol dan Hye-eun. Kemudian Luhan dan Sehun saling berpegangan dan memajukan bibir mereka seperti bebek.

Hye-eun merasa jengkel dengan kelakuan dua anak ini. Ia pun menoleh ke Chanyeol. “Kau mengajak mereka?” tanyanya geram.

“Bukan hanya kami, tapi juga Kyungsoo.” Kata Luhan sambil menunjuk kursi paling belakang kelas VIP, yang diduduki Kyungsoo yang sedang mengenakan headphone.

Hye-eun menatap tajam Chanyeol. “Kalau begini kita tidak bisa bersama terus, kan?”

“Ya… apa boleh buat. Mereka terus memaksa,” Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tenang lah, Hye-eun. Kami akan memberikan kalian privasi kok,” goda Sehun sambil memainkan alisnya.

Hye-eun menghempaskan tubuhnya di kursi. “Chanyeol.”

Chanyeol menoleh ke Hye-eun. “Ya, my princess.” Ucapnya seperti pelayan.

“Begitu sampai ke Jepang, kau harus mentraktirku sushi sebanyak-banyak-banyaknya,” kata Hye-eun tanpa merubah posisi duduknya.

Chanyeol hanya menelan ludahnya.

THE END

*Maaf epilog-nya sangat amat pendek -_- btw, what do you think about this FF? Don’t forget to leave ur comment, cingudeul ^^

7 thoughts on “[FF Freelance] The Sweet Hate (Epilog)

  1. kependakan thorrr *aegyo*

    Sequel dong yg mrk liburan k jepang jebbbaaaallllllll

    Sehun lulu tak sentil ya.. Bandel ganggu orang ajj

  2. kependekan thorrr *aegyo*

    Sequel dong yg mrk liburan k jepang jebbbaaaallllllll

    Sehun lulu tak sentil ya.. Bandel ganggu orang ajj

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s