Chance (Vignette)

chance

Chance

By

Intan Triyana

Cast:  EXO-K’s Chanyeol & Miss A’s Suzy || Genre: Angst & Life || Rating: PG-15 || Length: Vignette  (1.678 words)

credit poster: perfectbaek

Kali ini Ia yakin, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu.

 

***

Kedua mata Chanyeol menatap Seorang Wanita dengan Anak Kecil dalam pangkuannya di taman, seberang café tempat Chanyeol berada. Hatinya merasa ia mengenal wanita itu, entah itu siapa.

Alih-alih berusaha menebak siapa Wanita itu, Chanyeol meletakkan beberapa lembar uang lalu bangkit untuk keluar café itu, menghiraukan panggilan pelayan café tentang uangnya yang kelebihan.

Chanyeol menyebrangi jalan dengan hati-hati, meskipun sorotan matanya tetap tertuju pada Wanita yang menjadi perhatiannya sejak tadi. Semakin dia berjalan, semakin pandangan Wanita itu semakin jelas.

Sampai… langkah besarnya terhenti ketika wanita itu sudah terlihat dengan jelas dikedua matanya. Otaknya sudah bisa menangkap siapa Wanita itu. Wanita yang selama ini di carinya… Wanita yang membuatnya gila, Wanita yang membuatnya mengubah sikapnya, Wanita yang selalu membuat hatinya perih, Wanita yang sangat…. Dirindukannya.

Hatinya merasakan kerinduan teramat dalam ketika melihat Wanita itu dan juga merasakan sensasi aneh yang bergejolak dihatinya ketika anak kecil yang berada dipangkuan wanita melihat kearahnya. Apakah hanya perasaannya atau bukan, melihat stuktur Wajah anak kecil itu sama saja melihat stuktur wajahnya didepan kaca.

“Bae.. Su.. Zy…?”

Ingin rasanya Chanyeol berlari mendekati Wanita itu, memelukknya, menciumnya, berteriak sekencang-kencangnya, melampiaskan kerinduan pada Wanita itu. Tapi.. Anak kecil yang berada dipangkuan Wanita itu menjadi pertanyaan mendasar diotaknya. Kemudian, roda-roda masa lalu mulai menjelajar di otaknya.

***

Oppa…” Panggil Suzy dengan nada bergetar. “aku.. a..aku tak bermaksud untuk.. aku tidak sengaja menumpahkan teh tadi kepada Sulli-ssi…”

“Aku tahu. Diamlah.” Sahut Chanyeol dingin.

Chanyeol masih tak terima gadis dambaan hatinya—Sulli tertumpahi teh panas di tangannya oleh kecerobohan Suzy—yang berstatus sebagai istrinya. Bayangan jeritan kesakitan dari bibir Sulli, rasanya ia juga terikut merasakan apa yang dirasakan Sulli. Chanyeol ingin membantu Sulli tadi, mengobatinya, tapi, Baekhyun berkata dia yang akan membantu Sulli, lalu membawa Sulli seenaknya tanpa menunggu persetujuannya.

Oppa.. a..ku..”

“SUDAH KU BILANG DIAM!” bentak Chanyeol. Emosi yang sedari tadi ditahannya langsung tumpah begitu saja ketika mendengar suara Suzy untuk yang kepuluhan kalinya.

Chanyeol merasa muak mendengar suara Suzy yang terlalu lemah. Muak dengan pernikahan yang di atur oleh ibu nya. Tidak adil rasanya, Chanyeol mencintai seorang gadis, tapi Ibu nya melarangnya berhubungan dengan gadis yang dicintainya dan malah menjodohkannya dengan gadis yang bahkan belum dikenalnya.

Jika biasanya orang tua akan memilihkan lelaki atau gadis yang  latar belakang keluarganya jelas, lain halnya dengan Ibu nya. Ibu nya malah memilihkan gadis yang tidak jelas asal usul dari mana. Ia masih heran sampai sekarang tentang hal itu.

“Sudahlah,” Chanyeol mengambil jaketnya, matanya masih menatap tajam gadis yang sedang ketakutan dihadapannya. “Tidak usah menunggu ku pulang.”

***

Chanyeol masuk kedalam rumah dengan langkah gontai. Hari ini adalah hari terburuk dalam sejarah kehidupannya, melihat gadis yang dicintainya tengah bercumbu mesra dengan sahabat karibnya.

Sakit rasanya. Dalam keadaan itu hanya Soju yang diperlukannya untuk menenangkan hatinya sedang tertusuk beribu-ribu jarum. Belum lagi, ditambah dengan ucapan Sulli yang cukup pedas untuknya.

‘Kau bahkan menikahi gadis lain bukan aku. Dimana janji manismu? Kau saja menikah, apa pacaran dengan orang lain adalah larangan untukku? Tidak kan? Sana urusi saja istrimu itu. Sepertinya dia membenci ku, sampai berusaha menumpahkan teh panas dengan sengaja agar kulit tanganku terlihat buruk.’

Tidak.. tidak.. Chanyeol tidak bermaksud begitu, bukankah dari awal Sulli setuju-setuju saja dengan pernikahan pura-puranya dengan Suzy? Lalu, kenapa Sulli malah menuduhnya?

Tangan besar Chanyeol membuka ganggang pintu kamarnya, kemudian terlihatlah pemandangan indah dimatanya.

Melihat Suzy dengan tubuh yang hanya dibaluti handuk dengan rambut yang masih basah. Semua orang pasti bisa menebak, jika Suzy baru selesai mandi.

Tubuh Suzy yang hanya dibaluti handuk itu cukup mengotorkan pikiran Chanyeol. Bagi Chanyeol inilah saatnya. Bukan kah mereka adalah sepasang suami-istri yang sah?

Chanyeol mendekati Suzy, menarik paksa handuk itu hingga terlepas. Bahkan suara jeritan ketakutan Suzy hanyalah angin bagi telinganya. Ia terus maju dan menyerang Suzy, melakukannya dengan kekasaran yang membuat sentuhannya terasa menyakitkan untuk Suzy

Hingga malam itu, malah menjadi malam penuh tangisan bagi Suzy.

 

***

Chanyeol terbangun ketika mendengar deringan nyaring yang keluar dari ponselnya. Kepala nya terasa berat, sangat pusing, bagaikan terkena benturan dinding yang ketebalannya berlapis-lapis.

Suzy masuk dalam kamar, ketika melihat Chanyeol sudah terbangun. Ketakutan mulai menjelajari tubuhnya, ia masih takut jika Chanyeol akan menyerangnya secara paksa seperti semalam. Walaupun sebenarnya apa yang dilakukan Chanyeol semalam sebenarnya sah saja, tapi tidak dengan melakukannya dengan kasar. Semalam, setelah Chanyeol sudah tertidur pulas akibat kelelahan, Suzy sudah memakaikan pakaianya juga Chanyeol kembali.

Sedangkan Chanyeol, Ia bingung dengan tatapan Suzy yang seperti melihatnya seperti penjahat. Ia merasa tidak melakukan sesuatu yang buruk. Walaupun seingatnya, dia sempat membentak Suzy. Tapi.. bukankah Suzy sudah sering dibentak olehnya?

Kepalanya kembali pusing, lebih sakit dari sebelumnya. Teriakan rintihan Chanyeol membangunkan Suzy dari ketakutannya, Suzy mendatangi Chanyeol dengan khawatir. Mencoba menenangkan rasa sakit Chanyeol dengan ikut memijat dahinya.

***

Dua bulan berlalu setelah kejadian malam penuh tangis itu, Suzy mulai merasakan mual setiap paginya semenjak minggu kemarin. Suzy tidak bodoh. Dan ia sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Chanyeol sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi pada malam itu, Suzy juga tidak ingin mengungkit atau memberi tahu tentang apa yang dilakukan Chanyeol pada malam itu.

Yang diingat Chanyeol hanyalah rasa sakitnya melihat Sulli bersama Baekhyun.

Tapi itu sudah berlalu, Chanyeol sudah kembali kepada Sulli. Gadis itu memohon maaf kepada Chanyeol atas perselingkuhannya.  Chanyeol pun memaklumi nya. Lagian, gadis mana yang tidak sakit melihat kekasihnya menikah dengan orang lain? Sekalipun pernikahan itu ‘hanya’lah pernikahan kontrak.

Lalu bagaimana dengan kandungan Suzy? Tinggal 5bulan lagi pernikahannya akan kandas, pernikahan kontrak itu akan berakhir 5 bulan lagi. Sedangkan ia tengah mengandung, bukankah secara hukum suami istri tidak bisa bercerai ketika sang istri sedang mengandung?

Suzy menatap sekotak pizza dihadapannya dengan tatapan jijik. Perutnya kembali merasakan mual ketika melihat makanan. Sudah hampir 3 hari Suzy tak makan, ia lebih memilih perutnya kosong daripada merasakan mual yang menyiksanya.

Melihatnya saja sudah membuat mual, apalagi memakannya? Beruntunglah Chanyeol selalu makan diluar akhir-akhir ini, hingga Suzy tidak perlu memasak dan merasakan mual ketika mencium aroma masakannya sendiri.

Chanyeol yang menangkap gelagat aneh Suzy langsung bertanya, “kau tidak mau?”

“Maaf, aku sudah kenyang.” Tolak Suzy dengan halus.

“Begitu? Padahal aku sudah baik mau membelikanmu makanan.” Chanyeol mengusap dagunya sambil berfikir. “Ada hal yang perlu ku katakan padamu.”

“Apa itu?”

“Aku ingin kita bercerai sekarang. Aku tidak tahan, aku tidak tega dengan Sulli ku, aku ingin menikahinya segera. Bisakan kita bercerai sekarang?”

Suzy yang sedang meminum air putih, langsung menyemburkan air nya. Apa ia salah dengar? Ia sedang mengandung dan suaminya meminta cerai? Oh tidak. Itu bukan suaminya. Bukan. Itu hanyalah status.

Tapi, anak yang dikandungnya benar-benar darah daging Chanyeol, bukankah berarti seharusnya Chanyeol tidak boleh menceraikannya?

Oppa..  sebenarnya.. ada yang ingin aku kata kan padamu..” Suzy berjalan kearah kamar dengan jantung yang berdegup kencang. Ia belum siap mengatakannya, tapi ia harus bagaimana?

Suzy kembali dengan sebuah map ditangannya, dengan gugup ia memberikan itu kepada Chanyeol. Chanyeol masih terlihat bingung, penasaran juga apa isi map itu. Sambil tangannya berusaha membuka map itu. Ia masih bertanya, “apa ini?”

“Kau l..ihat.. saa..ja sendi..rii,”

Chanyeol membulatkan kedua matanya tak percaya, hasil tes kehamilan. Suzy mengandung? Anak siapa? Chanyeol merasa tidak pernah menyentuhnya.

“KAU?”

“Oppa.. kita tidak bisa bercerai…”

“Apa maksudmu? Sudah jelas kau bukan hamil anakku, meskipun secara hukum aku suamimu tapi aku tak akan bertanggung jawab, datangi lah laki-laki yang menghamilimu itu, suruh dia bertanggung jawab.”

Bagi Chanyeol, ini adalah kesempatan menguntungkan, setidaknya ia bisa menuduh Suzy berselingkuh bukan?

“Tapi, ini anakmu.”

Chanyeol tertawa datar, “tidak mungkin. Aku tidak pernah menyentuhmu.”

“Malam itu.. saat kau dalam keadaan mabuk, Oppa. Apa kau tidak ingat?” Suzy berusaha menahan tangisnya. Kenapa Chanyeol malah menyuruhnya meminta pertanggung jawaban orang yang menghamillinya, sedangkan faktanya Chanyeol lah yang telah menghamilinya.

Chanyeol terlihat berfikir, dahinya berkerut. Terakhir dia mabuk adalah dua bulan yang lalu, ketika mendapati Sulli bercumbu dengan Baekhyun, samar-samar dia memang merasa telah melakukan sesuatu. Di pikirannya mungkin dia hanya sedang mengalami mimpi basah.  Tapi Ia memang merasakan benar-benar sedang melakukan itu.

10 menit merasakan sakit kepala yang hebat, Chanyeol akhirnya teringat dengan malam itu.

“Aku tidak meningingkan anak itu! Aku tidak sengaja melakukannya! Kau pergilah dan gugurkan kandunganmu. Aku akan memberimu uang dalam jumlah yang banyak. Tapi kau haru pergi dari sini, dan jangan pernah mendatangi ku lagi. Aku akan menikah dengan Sulli, jadi jangan rusak pernikahanku dengan Sulli nanti. Kau mengerti?”

Suzy membulatkan matanya tak percaya, tetesan air matanya pun tumpah ketika mendengar ucapan Chanyeol. setega itu kah Chanyeol mencampakkan nya?

***

Chanyeol terdiam menatap bingai foto pernikahannya dulu. Sebenarnya tatapannya hanya tertuju pada wanita yang berada disampingnya. Air bening kembali menetes dari pelupuk matanya.

“Bae Suzy.. kembalilah..”

Sudah 5 bulan setelah pengusirannya kepada Suzy waktu itu. Chanyeol merasakan hal yang berbeda dalam hidupnya, Hampa.

Hampa tak ada lagi yang menyiapkan makanannya, tak ada lagi orang yang selalu tidur disamping kanannya, tak ada lagi orang yang rela tidur di sofa demi menunggunya pulang usai berkerja. Tak ada lagi yang menanyai nya sudah makankah ia. Tak ada lagi suara lembut yang dulu dianggapnya suara wanita lemah ditelinganya.

Ia merindukan semua hal yang terdapat di wanita itu. Sekarang… barulah dia mengerti kenapa ibu nya memilihkan wanita itu untuk menjadi pendampingnya, bukan Sulli yang selama ini dikiranya sebagai belahan jiwanya, yang mencintainya dengan tulus. Padahal nyatanya hanya mencintai hartanya dan malah mencintai sahabatnya.

Untung saja, ia belum sempat menikahi Sulli. Jadi, Chanyeol tidak perlu merasakan penyesalan yang bertubi-tubi jika Sulli berhasil mendapatkan semua hartanya.

Yang diinginkannya sekarang hanyalah melihat Suzy, wanita yang masih berstatuskan istrinya. Melihat Suzy dalam keadaan sehat, melihat Suzy tersenyum dengan senyuman ramah yang selama ini dia rindukan. Mendengar suara lembut Suzy di telinganya.

Suzy bahkan berhasil merubah sikapnya. Sikapnya yang  dulu terkenal dengan penuh kebahagiaan, berubah menjadi manusia sedingin es dan manusia terapuh yang pernah ada.

 

***

Chanyeol tersenyum, senyum pertamanya setelah  beberapa tahun.

“Apa  anak kecil itu adalah hasil dari pernikahan kita, Suzy-ah?

Mungkin, Tuhan sudah selesai menguji nya dengan mengirimkan kembali Wanita yang menjadi hidupnya itu. Dan mungkin ini lah titik awal dari kehancuran hidupnya. Kali ini Ia yakin, ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu, dan  ia akan mencoba memulai semuanya dari awal.

Kemudian, Chanyeol melangkahkan kakinya kearah dimana Suzy dan Anak kecil itu terduduk dengan senyuman manis yang terpampang di bibirnya.

End

Note: Hai! hai! Aku balik lagi! jangan tanya kenapa aku buat cast Chanyeol-Suzy padahal mereka ga ada moment apapun! aku sendiri juga bingung kenapa aku malah bikin fanfict ini yang cast nya jauh banget ngelencengnya-_- tapi dari semua itu. makasih deh bagi yang udah baca fanfict ini, pendapat kalian aku tunggu lho! ^^

 

35 thoughts on “Chance (Vignette)

  1. sequel dong thorr…keren FFnya..
    idih..Chanyeol bikin emosi..
    mskipun gtu.,tpi Chanyeol suka Suzy kok..!! ada jga wktu di Gayo Daejun tuh Chanyeol lambai² dismping Suzy.. #seneng
    FFnya nyesek..Sulli jahat..

    KEREN thor!! Fighting^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s