[FF Freelance] Hyde (Black Angel)

req-hydeTitle: Hyde (Black Angel)

Author: Levina Hwang (LH) >> @LevinaChrisa

Casts:

  • Ok Taecyeon (Taecyeon of 2PM)
  • Jo Eunso (OC)

Genre: Romance, sad, and a little bit thriller maybe.

Rating: PG-15.

Length: Ficlet.

Disclaimer: Inspired by VIXX – Hyde song. This story is originally mine. Tao belonged to God, his family, his agency and his fans^^ OC? Mine ofc. Pernah di publish di sini dan di sini. No Silent Readers, No Bash, Don’t be a plagiarism.

Cover by Keyunge Art | flwrblossom.wp.com

A/N: Annyeonghasseyo, masih inget sama aku? Itu lho author yang nulis I’m Sorry yang castnya Sehun sama OC, semoga pada inget ya… Buat Keyunge eonnie gomawo ne buat covernya yang kece ini 🙂 Okay, langsung aja deh ya^^

Summary: “Dalam diriku ada seseorang yang lain yang tak dapat aku kendalikan dan jahat, tapi itu bukan aku, aku sangat mencintaimu.”

.

.

.

.

“ARRRGH!”

.

Sedari tadi seorang laki-laki itu mengerang dengan nafas beratnya, menghembuskannya dengan kasar, tangannya terus saja meremas bajunya dengan keras. Sakit. Bola matanya merespons semuanya dengan lambat, otaknya tidak lagi berjalan dengan sedemikian rupa. Sejurus kemudian, semuanya kembali normal, rasa sakit telah menjauh dari raganya yang berperawakkan tegap itu.

.

“Aku harus menemuinya, harus.” Dia kembali bersuara.

.

Kemudian seorang Ok Taecyeon itu menyambar mantelnya dan segera pergi dari tempat tinggalnya yang sangat nyaman itu.

.

“Mianhae, aku terlambat lagi.”

“Oppa, kau selalu saja terlambat.” Gadis bernama Jo Eunso itu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Mianhae, jeongmal mianhae…”

“Oppa selalu saja begitu.”

“Arraseo, kau ingin apa?”

“Traktir aku es krim itu, ne?”

“Ne.”

.

“Aku ke toilet sebentar ne?”

“Arraseo.”

.

Taecyeon menapakkan kakinya dengan cepat ke salah satu gudang yang ada di toko itu, sekali lagi dicengkramkannya tangannya yang besar itu ke arah letak jantungnya. Keringatnya membanjiri tubuh, punggungnya seperti ditusuk-tusuk oleh 100 jarum pentul.

.

“ARRRGH!”

.

Sedetik kemudian, semuanya kembali normal seperti sedia kala, kejadian seperti ini sangat sering terjadi, ini sudah yang kedua kalinya di hari yang mendung ini.

.

“Mianhae, kau menunggu lama?”

“Kau ke toilet lama sekali oppa, mungkin kau tidak enak badan, ayo pulang oppa, wajahmu pucat sekali.”

“Apa benar?”

“Lihatlah sendiri, ayo pulang.”

“Baiklah, kita pulang sekarang juga ne?”

.

Taecyeon merebahkan tubuhnya di sofa favoritnya, dia termenung dan tak bergeming, nafasnya berderu dengan sangat lambat, dadanya sesak sekali. Jari jemarinya yang kokoh itu menyeka keringat yang terus saja membanjir dari saluran di balik kulitnya itu. Taecyeon berusaha dengan keras untuk menormalkan tubuhnya lagi. Dia mengambil segelas air dingin dari kulkas kemudian ditenggaknya dengan cepat, ia merasakan keadaan yang sedikit lebih baik, setidaknya segelintir oksigen dapat dihirupnya, mengisi kekosongan paru-paru yang tadi menyiksa.

.

“Begini lebih baik.” Gumam Taecyeon.

.

.

.

Sinar matahari menembus kaca jendela ruangan tidurnya, membangunkannya dari tidurnya yang nyenyak. Sejenak, tubuh itu terdiam, hanya sebentar lalu mulai menggeliat dari kasur, membasuh wajahnya dengan air dingin yang menyegarkan jiwa. Taecyeon kemudian membersihkan dirinya dalam pancuran shower, merapikan dirinya, memakaikan tubuhnya satu stel tuxedo miliknya itu. Kemudian matanya menyorot jam tangannya, masih jam tujuh pagi, dan ia akan berangkat jam setengah delapan nanti.

.

Beep beep!

.

“Yeobosseyo…”

“Yeobosseyo oppa, apa kau masih sakit?”

“Anniyo, aku sehat, aku hanya kelelahan kemarin…”

“Arraseo, hati-hati di jalan ne? Oppa kerja kan?”

“Ne, pasti, oppa pasti hati-hati di jalan…”

“Kalau begitu, baiklah, bye…”

“Bye…”

.

Taecyeon menampakkan senyumnya, dia mencoba untuk membawa suasana senang dalam hidupnya. Eumm, hari ini dia amat sangat bergairah dan bersemangat, seperti kobaran api yang menggebu-gebu. Ia berharap, kejadian hari kemarin tak akan terulang kembali, apalagi jika sampai menyakiti kekasih yang sangat dicintainya itu.

.

“Boleh aku masuk ke ruanganmu?”

“Eo, Eunso-ya, tentu saja, ada apa?”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menemuimu…”

“Arraseo, kisseu?”

“Anniyo…”

“Kisseu ne? Kisseu?” Taecyeon terus memaksa.

“Arra…arra…”

.

CHU~

.

“Yah, kenapa di pipi? Kisseu…” Taecyeon menunjuk bibirnya.

“Anniyo…”

“Kisseu…”

“Shireo!”

“Kisseu ne? Just once ne?”

“An-”

.

Taecyeon menyuarakan semua hasratnya dalam satu kecupan hangat yang dilayangkannya di bibir sang gadis. Dia sangat mencintai Eunso, sangat. Bibirnya melepaskan rasa dari hatinya, melesat ke dalam ciumannya, Taecyeon mencoba untuk mencicipi saliva sang gadis, dan juga lipgloss yang menempel di bibir sang gadis yang begitu menggoda. Eunso mengisyaratkan bahwa Taecyeon harus melepaskan tautannya itu.

.

“Nappeun…” kata Eunso pelan.

“Nappeun anniyo, saranghae jeongmal.”

“Nado oppa.”

“Apapun yang terjadi, kau harus ingat, aku akan selalu mencintaimu.”

“Arraseo oppa.”

.

Taecyeon mendekap Eunso dengan erat. Eunso dapat merasakan kalau Taecyeon sangat mencintainya, perasaan itu tulus adanya, dan Eunso tak mau semuanya itu hilang.

.

“ARRGH!”

.

Taecyeon mengerang kesakitan, sekujur tubuhnya mendadak sakit sekali tapi dia mengisyaratkan pada Eunso kalau ia baik-baik saja.

“Oppa… oppa kenapa?”

“Tenanglah.”

“Lebih baik kau pulang oppa…”

“Ne…”

.

.

.

“ARRGH!”

.

Ini bahkan sudah kesepuluh kalinya dia mengerang kesakitan. Otot-otot tangannya bahkan terlihat sangat jelas. Gigi taringnya sedikit memanjang. Yap, itu wujud aslinya, dia bukan manusia biasa melainkan seorang black angel yang bisa membunuh siapapun yang ada di dekatnya, makanya ia selalu waspada terhadap situasinya. Dia sendiri bahkan tidak bisa mengendalikannya, kekuatannya lebih dari yang bahkan dia bayangkan.

.

PRANG!

.

Gelas yang sedari tadi dipegangnya pecah karena genggaman tangannya yang kokoh itu. Darah yang berbau anyir itu menyeruak hidung, mengaliri tangan besarnya itu. Dia benar-benar tidak bisa lagi mengendalikannya lagi. Ini sangat diluar batasnya.

.

“Hhhhh…” Taecyeon menhempaskan nafasnya dengan kasar.

.

Kemudian dilihatnya dengan lamat-lamat rumahnya yang megah itu, disorotnya satu per satu hingga ia menemukan foto Eunso yang terpajang dengan manis. Paras cantik dan hati yang baik membuat seorang Ok Taecyeon begitu terpesona olehnya. Karena semua itu, Taecyeon akhirnya dapat kembali ke dalam wujud manusia biasa.

.

Ting Tong!

.

“Oppa, apa oppa di dalam? Aku mau mengambil kunci mobilku, tadi sepertinya ketinggalan saat mampir.”

“…” Tidak ada sahutan satupun dari dalam rumah itu.

Pip pip pip pip pip!

.

Jari jemari mungil itu dengan sigap digerakkannya, memencet tombol-tombol sandi yang sudah ia hafal di luar kepalanya itu. Ia mulai menderapkan kakinya menuju pelataran rumah yang mempunyai kesan glamour.

.

“Astaga, apa yang terjadi padamu oppa?” pekik Eunso yang melihat Taecyeon terbujur lemah di lantai.

“Oppa, ayo bangun oppa…” katanya lagi.

“Hhhh…” hanya suara deruan nafas yang menyeruak dalam telinganya.

“Oppa…” kata Eunso lirih.

 

ARRRGH!

 

“Oppa, mana yang sakit? Katakanlah padaku…”

“Menjauh dariku, Eunso-ya.” Kata Taecyeon dingin.

“Oppa…”

“Menjauh dariku.”

“Tapi…”

 

ARRRGH!

 

.

Tangan kokoh itu seketika mengepal, pita suaranya menjerit dengan lantang, sepasang sayap hitam mulai muncul dari balik punggungnya. Kantung matanya mulai menghitam. Otot-ototnya semakin terlihat dengan jelas.

.

“Hhhh…” deruan nafasnya kembali menggetarkan telinga.

“Oppa, ada apa denganmu?”

“Siapa kau?”

“Aku Eunso oppa, aku Eunso.”

“Eunso? Siapa itu?”

“Oppa…” air di ujung pelupuknya telah membanjiri wajahnya yang cantik itu.

“Oppa, ini aku… ini aku…” kata Eunso lagi.

 

ARRRGH!

 

.

“Oppa kenapa?” tanya Eunso untuk yang kesekian kalinya.

“Aku? Kau mengenalku?”

“Oppa…”

 

OPPA!

 

.

“A-aku mencintaimu oppa sekarang dan selama-lamanya.” Katanya tergesa, melihat Taecyeon yang mendekati tubuh Eunso.

.

Tangan besar itu mencekik leher mulus sang gadis. Gigi-giginya yang berubah menjadi setajam pisau itu menyerang leher itu juga. Mencakarkan kuku tajamnya ke tubuh jenjang sang gadis yang sangat mencintainya itu. Matanya menajam, seperti mata elang yang siap menelan mangsanya tanpa hati. Namun, dalam sekejap waktu semuanya lenyap dan kembali normal. Taecyeon melihat keadaan sekitarnya dengan matanya yang sayu. Ditatapnya dengan miris sang kekasih yang telah tiada, bulir air matanya menukik seiring malam yang telah berubah.

.

“Tak seharusnya ini semua terjadi, Eunso-ya, maafkan aku, tapi itu bukan aku…”

“Bangunlah… ayo bangun…” Taecyeon mengguncang tubuh Eunso pelan.

 

Tuk!

 

.

“Apa ini?” gumam Taecyeon masih dengan suara paraunya.

 

‘Oppa?
Apa oppa sakit?
Kenapa sering sekali pucat?
Aku sangat mengkhawatirkanmu,
Cepatlah semubuh ne?
Ingat, aku akan selalu mencintaimu.

Jo Eunso – Your GF ^^’

 

“Maafkan aku Eunso-ya, aku sangat sangat mencintaimu tapi ini semua karena aku tak pernah memberitahumu sesuatu, aku… aku adalah malaikat hitam yang dapat membunuh siapa saja. Maafkan aku…”

.

Dan seorang Ok Taecyeon mengambil pisau tajam dari dalam laci kamarnya, menembuskan benda tajam itu ke dadanya yang bidang itu. Menyerang tubuhnya di sebelah kekasihnya yang sudah tak bernyawa lagi. Darah segar itu terus mengalir dari jantungnya. Tangannya meraih kekasihnya itu.

.

“Aku… aku sangat mencintaimu Jo Eunso, kuharap kita bertemu di sana, saranghaeyo jeongmal, neomu mianhae.”

I love you with all my heart but this thing made you gone, That’s not me. But I’ll change myself into a better man there, with you.-Ok Taecyeon.

A/N: Nah, gimana? Kurang feelkah? Mian banget kalo kurang feel atau gaje. Commentnya ditunggu loh^^ Goodbye and see you in the next fanfiction 🙂

 

3 thoughts on “[FF Freelance] Hyde (Black Angel)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s