Pandora [Prologue]

pandora

Author: ree

Genre: AU, tragedy, crime, mystery

Rating: PG-15

Length: chaptered

Casts: Krystal Jung (Jung Soojung) f(x), Kang Minhyuk CNBLUE

Disclaimer: Just my imagination

 

 

“One day, Pandora was given a box by Zeus…”

 

 

***

Ewha Women’s University, Shinchon-dong, Seodaemun-gu, Seoul

11.15 PM

Soojung menyipitkan kedua matanya tatkala cahaya menyilaukan blitz kamera menembus tepat ke retinanya. Baru saja ia menutup pintu Marcedes-Benz hitam yang diparkirkan di depan bangunan salah satu universitas wanita terkemuka di Korea itu dan riuh rendah suara orang-orang, suara jepretan kamera, dan suara sirine adalah hal pertama yang didengarnya.

Soojung melangkahkan kakinya ke arah kerumunan yang terletak tidak jauh dari tempat ia berdiri tadi. Agak terburu-buru karena seharusnya sudah lima belas menit yang lalu ia sampai. Panggilan mendadak dari atasan di kala ia sudah mengenakan piyama memang membuatnya sedikit terhambat.

Soojung berusaha menembus kerumunan orang-orang yang tengah sibuk dengan objek yang mereka kelilingi itu. Sedikit sulit karena orang-orang tersebut seakan tidak rela menggeser tempat mereka berdiri walau sesenti pun. Beberapa kali ia tersikut dan tersenggol. Untungnya hal ini bukan pertama kali bagi Soojung, jadi ia hanya mendecak tanpa menunjukkan rasa kesal yang berarti.

“Saat ini kami berada di Ewha Women’s University. Diduga terjadi pembunuhan terhadap salah seorang mahasiswi…” suara reporter yang sedang meliput berita live terdengar sayup-sayup diantara suara ribut orang-orang yang berada disana. Rupanya kejadian ini tidak hanya menarik perhatian para wartawan, namun juga sebagian mahasiswa yang berada di lokasi baik yang sengaja datang maupun kebetulan.

“Maaf nona, anda tidak boleh melewati garis pembatas.” Seorang pria berseragam menjegat langkah Soojung ketika gadis itu baru saja menerobos garis kuning yang sengaja dipasang di sekeliling orang-orang tadi.

Soojung hendak membuka mulut ketika seorang pria lainnya menghampiri, “Biarkan saja dia masuk.”

Gadis itu tersenyum singkat. Ia dan pria itu saling mengenal, dan tidak mungkin jika ia tidak diizinkan masuk. Hanya saja sebagian besar orang menganggapnya mahasiswi tak tahu aturan yang nekat masuk ke tempat kejadian perkara. Ia lalu menunjukkan kartu identitasnya kepada pria berseragam tadi yang wajahnya langsung berubah pucat pasi karena malu akan tindakan bodohnya barusan.

Pria dengan setelan yang membela Soojung tadi melirik arlojinya, “Kau terlambat lima belas menit, nona Jung.”

“Maaf, kau benar-benar mendadak mengabariku.” Sahut Soojung.

“Lumayan untuk cemilan tengah malammu bukan?”

Soojung mengedikkan bahu, “Kita lihat nanti, ini cemilan atau makan besar.” Ia hendak melanjutkan langkahnya setelah sebelumnya menepuk sekilas bahu pria itu, “Lain kali tolong ajarkan pada anak baru, Inspektur Jung, mana orang luar dan mana yang bukan.”

Pria yang disebut Inspektur Jung itu terkekeh, “Makanya belajarlah memakai make up agar tidak dikira anak SMA.”

Soojung kembali mendecak. Biasanya ia punya beribu-ribu kata untuk membalas sindiran pria itu, namun kali ini dirasa waktunya tidak tepat. Ada pekerjaan yang lebih penting yang harus ia selesaikan. Kembali ia melangkahkan kakinya menuju kumpulan polisi dan tim forensik yang berada tidak jauh didepannya.

Sesuai dengan kabar yang diterimanya, korban untuk kasus yang terjadi malam ini adalah seorang wanita muda yang kemungkinan besar adalah mahasiswi Ewha Women’s University yang ditemukan tewas mengenaskan di depan salah satu gedung kampus tersebut. Soojung memperhatikan jenazah yang tergeletak di lantai itu dengan seksama. Dipasangkannya sarung tangan putih pada kedua pergelangan tangannya dan diperhatikannya keseluruhan tempat kejadian perkara dengan teliti. Ia lalu mengeluarkan android-nya dan mulai memotret bagian-bagian tubuh korban.

“Disini ada tim forensik, kalau kau lupa.” Sebuah suara yang sudah tidak asing di telinganya tiba-tiba terdengar. Soojung menoleh sekilas, membiarkan laki-laki pemilik suara itu berjalan menghampirinya. Ia memang menghubungi laki-laki itu tadi, namun tidak sepenuhnya berharap dia akan datang.

“Ini untuk keperluan pribadi. Terkadang hasil jepretan tim forensik tidak membuatku cukup puas.” Jawab Soojung sambil melanjutkan pekerjaannya memotret.

Laki-laki itu meringis, “Sayang sekali ponsel sebagus itu diisi dengan foto-foto korban pembunuhan. Bagaimana kalau teman-temanmu melihat nantinya?”

“Aku akan memindahkannya ke komputer. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Sahutnya acuh tak acuh.

Laki-laki itu hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Baginya, gadis disampingnya ini benar-benar makhluk yang unik.

“Ya, Kang Minhyuk! Apa maksudmu mengenakan jas lab-mu disini? Kau mau dianggap tim evakuasi, huh?” ujar Soojung begitu laki-laki bernama Minhyuk itu memasang sarung tangannya dan berjongkok dihadapan jenazah tadi.

Minhyuk menunduk untuk melihat pakaian yang dikenakannya. Soojung benar. Jas lab putih yang sehari-hari dikenakannya memang masih bertengger di tubuhnya.

“Maaf, aku buru-buru tadi…”

“Kau tidak harus datang.” Sindir Soojung, karena memang Minhyuk bukan petugas medis apalagi anggota kepolisian yang harus terjun langsung ke lapangan ketika terjadi kasus.

“Dan membiarkanmu kembali ke rumah sendirian? Ibumu bisa menggorok leherku nanti.”

“Aku bukan anak kecil lagi, Kang Minhyuk.”

“Berikan kunci mobilmu pada anak buah Inspektur Jung. Kau naik mobilku nanti.”

Ya!”

“Bagaimana menurutmu?” Minhyuk kembali berdiri dan memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan, sebelum gadis itu melayangkan protes lebih jauh.

“Apa?” tanya Soojung tidak mengerti.

Minhyuk mengedikkan bahunya ke arah korban dihadapan mereka, yang langsung dibalas dengan gumaman ‘oh’ dari Soojung.

“Dilihat dari kekakuan mayat, sepertinya pembunuhan terjadi baru beberapa jam yang lalu. Tapi masih banyak hal yang janggal…”

Minhyuk mengangguk. Ia juga menyadari kejanggalan tersebut.

“Kalau disebut pembunuhan, sepertinya tidak ada tanda-tanda perlawanan dari korban. Tidak ada juga darah yang tercecer di sekitarnya. Dilihat dari posisinya, sepertinya tulang lehernya sengaja dipatahkan…” Soojung mengamati hasil foto dalam android-nya tadi, “Ada dua buah luka yang menganga disana, seolah kulit dan dagingnya dikoyak dengan sesuatu. Dan lagi…”

“Ada lagi?”

Soojung beralih mengamati sebuah kartu pelajar yang tadi diterimanya dari salah satu tim forensik, “Entah hanya perasaanku saja, tapi pipinya kelihatan sedikit tirus dari yang ada di foto. Menurut keterangan yang kudapat, foto ini diambil belum lama. Jadi seharusnya keadaannya tidak jauh berbeda. Lagipula ekspresi kesakitan itu…”

Soojung sengaja menggantungkan kalimatnya. Jujur, ia sendiri masih merasa aneh dengan wajah korban ketika meregang nyawa. Mata dan mulutnya terbuka, seolah merasakan ketakutan sekaligus kesakitan yang amat sangat.

“Apa mungkin dia tewas seketika setelah dipatahkan lehernya?” celetuk Minhyuk.

“Kurasa tidak mungkin.” Soojung menopang dagunya dengan sebelah tangan, tampak sedang berpikir keras. Namun sialnya, ia belum menemukan petunjuk.

“Ini benar-benar janggal…”

Sementara itu agak jauh di belakang mereka, pria muda yang tadi salah menjegat Soojung tampak menghampiri Inspektur Jung yang sedang sibuk menerima keterangan dari tim forensik.

“Inspektur, memangnya siapa gadis itu?”

Pria itu menoleh ke arah yang sama dengan arah pandang anak buah barunya itu. Begitu menyadari siapa orang yang dimaksud, pria itu pun tersenyum.

“Berarti kau harus lebih banyak menonton televisi untuk tahu siapa dia.” Jawabnya, “Tampaknya saat ini banyak orang yang mengenalnya. Dia sering dibicarakan di berbagai media massa.”

Dahi pria muda itu berkerut, belum mengerti sepenuhnya atas apa yang dikatakan Inspektur Jung.

“Dia Jung Soojung. Detektif.”

(to be continued)

______________________________________________

Annyeonghaseyo!🙂

Aku ga tau ini bisa disebut comeback atau bukan, karena rencananya aku bakal mulai bikin FF lagi bulan Desember abis semester yang melelahkan ini berakhir, tapi ternyata di ‘sedikit’ waktu lengang setelah UTS malah kepikiran cerita absurd ini. Mungkin udah kebayang ceritanya kayak apa karena yah… kurasa cerita ini ga baru. Ceritanya emang terinspirasi dari berbagai film dan lainnya, tapi semoga tetep menarik buat dibaca (kalo nggak ya gapapa).

Jadi ini bakal dilanjutin apa nggak? Doain aja semoga iya. Kalopun dilanjutin mungkin pas liburan semester, jadi…. liat aja gimana ntar :p

Oke, sampe ketemu di chapter (atau mungkin FF?) selanjutnya!

14 thoughts on “Pandora [Prologue]

  1. Aaaaaaaa bias biasssss. Lagi lagi biasssss ouo/? penasaraaaaan bgt iniii. Authpr bisaan milih castnya/?. Bagus kok thor bagus/?

  2. aq harap di sini cast nya ada lg YongSeo ma JongFany lg, aq suka 2 couple itu hehehe.

    i’m very excited this your project, i hope you really make this ff to finish.

    faithing chingo…… hanya bs memberi semangat hehehe ^_^

  3. Ngikutin black flower, langsung suka sama tokoh Krystal yg pintar dan kharismatik.
    Kalo sebelumnya dia jadi dokter bedah plastik terkenal, di sini dia jadi seorang detektif yg terkenal pula.

    We’ll wait~

  4. Wah besar harapan ni ff d lanjut author,,soalnya cerita misteri itu sangat menariiik,, apalg castnya si minhyukieeeee🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s