Volere [1st]

volere

Volere

by

ellenmchle

Main Cast: f(x)’s Krystal – Jung Soojung & EXO’s Kai – Kim Jongin // Support Cast: Some members of f(x) & EXO // Genre: Romance, Life & (lil bit) Comedy // Length: Chaptered // Rating: PG-15 // Disclaimer: Inspired by Vision in White (2009) & When in Rome (2010) // Big thanks to Lyri for the awesome poster.

                                                                                                                                     

Did you ever wish for the impossible?

| Prologue | 1st |

§

Jarum jam menunjukkan pukul 7.15 am waktu setempat, Soojung  berguling mematikan bunyi alarm—yang berasal dari iPhone-nya—dan berakhir dengan wajah kusut—sekusut rambutnya saat itu. Ia masih berbaring di atas kasurnya sambil sesekali memijat pelan keningnya. Rasa pusing menyambutnya dengan sangat tidak bersahabat pagi itu.

“Brengsek! Haruskah waktu berlalu dengan begitu cepat?”

Soojung ingat ia baru berhasil menjatuhkan dirinya di atas kasur jam 4 tadi subuh karena harus melewati jam tidurnya untuk memilah-milah foto-foto yang telah diambilnya pada saat pernikahan kliennya. Dan sekarang ia harus segera menarik diri dari tempat tidurnya yang begitu nyaman itu jika tidak mau mengacaukan jadwal pekerjaannya hari ini.

Dengan terhuyung-huyung Soojung menuju dapur. Hal pertama yang ia cari tentu saja mesin pembuat kopi. Ia sangat membutuhkan kopi kental manis di tengah dinginnya udara Seoul—yang mulai masuk melalui celah-celah jendela apartment-nya—pagi itu. Ia menambahkan dua sendok gula ke dalam cangkir—yang sudah dipenuhi cairan berwarna hitam pekat—dan memimumnya seraya berdiri di depan jendela, memandangi jalanan kota Seoul yang mulai dipenuhi salju.

Soojung berjalan kembali ke kamarnya—berniat untuk memeriksa jadwalnya hari itu—kemudian mencari sesuatu di dalam laci dan detik berikutnya ia baru menyadari bahwa  ia sudah meninggalkannya di studio kemarin malam.

“Sial!”

Mengenakan kaus kaki tebal dengan gambar doraemon di tengah-tengahnya, celana panjang flanel kotak-kotak serta kaus lengan panjang berwarna putih, Soojung dengan segera meraih ganggang pintu kamar mandinya. Pancuran air panas bekerja sama dengan gula dan kafein untuk menghapus semua sisa keruwetan sehingga Soojung bisa dengan serius memusatkan pikirannya pada tugas hari ini.

Soojung mengubah dirinya dari si kusut pecandu kafein yang berbalut baju tidur menjadi seorang jurnalis foto pernikahan yang menawan.

Soojung mengabaikan tempat tidurnya yang acak-acakan serta keadaan kamar tidurnya yang berantakan. Ia memang terlalu sibuk untuk hal-hal kecil seperti ini, maka dari itu Soojung berani membayar tinggi siapapun yang bersedia bekerja untuknya—membersihkan apartment-nya setiap ia menjalankan tugasnya di Seowon. Tidak heran jika ahjumma bermarga Lee—pembantu Soojung—sangat betah selama ini.

 

 

§

Dengan diet coke di tangannya dan tas di tangan satunya lagi, Soojung mendorong pintu kaca studio Seowon—perusahaan wedding organizer terbaik di Seoul yang didirikan olehnya dan ketiga sahabatnya. Bagi Soojung, Seowon adalah bisnis dan juga hidupnya. Ia mendapatkan semuanya di sini dan yang terpenting adalah ia merasakan kehangatan setiap kali ia berada di sini. Apa yang bisa menandingi melakukan pekerjaan yang kau sukai dan melakukannya bersama sahabat-sahabat terbaik yang pernah kau miliki?—batin Soojung.

Soojung berjalan masuk lalu berputar untuk mengintip daerah kekuasaan Victoria—sahabat sekaligus partner-nya. Si Chinese itu tampak berdiri di atas kursi kecil, dengan saksama menghiasi kue pengantin tingkat lima yang akan segera dipamerkan pada acara pernikahan klien mereka nanti malam.

“Kerja yang bagus, eonnie!” puji Soojung seraya mengacungkan jempol kanannya.

Victoria terlihat sedikit terkejut dengan suara Soojung yang tiba-tiba itu. Untung saja ia masih bisa mengontrol keterkejutannya atau jika tidak kue tingkat lima yang lebih tinggi darinya itu akan segera tumbang atau setidaknya memiring seperti Menara Pisa akibat senggolan tubuhnya yang kehilangan keseimbangan.

“Sudah ku bilang berapa kali jangan mengejutkanku, bodoh!” kesal Victoria.

“Kau tidak mengumpat dalam Bahasa Chinese lagi? Sebuah kemajuan yang patut dirayakan.” gurau Soojung kemudian meninggalkan daerah kekuasaan Victoria itu dan beralih menaiki anak tangga menuju lantai atas.

Seowon cukup beruntung memiliki Victoria yang sangat ahli dalam bidang masak-memasak, selain tidak perlu repot-repot mencari jasa masak memasak karena Victoria bisa membantu menyiapkan makanan yang beragam untuk pilihan klien mereka, mereka juga tidak perlu repot-repot memikirkan masalah kue pengantin karena Victoria juga sangat ahli dalam bisa pastry. Sangat berbeda dengan Soojung yang hanya bisa berkutat dengan kameranya.

Namun keahlian mereka yang berbeda-beda itulah yang telah berhasil membawa nama Seowon meraih tempat teratas di daftar wedding organizer terbaik di Seoul.

“Jadi siapa yang akan menikah hari ini?” tanya Soojung setelah berhasil memasuki ruangan Amber—si tomboy yang sedang berkutat di depan mac book-nya.

“WG Sunye dan James Park.  Hey! Kau tidak lupa tugasmu kan?” balas Amber sedikit panic.

Soojung tampak memeriksa meja Amber yang dipenuhi berkas-berkas, iPhone, earphone, mac book, segelas americano dan dua kotak pop tarts.

“Kau tidak menyimpan catatanku?” tanya Soojung tampak kecewa tidak menemukan apa yang dicarinya.

Holy shit! Kau menghilangkan catatan pentingmu itu?!”

“Aku tidak menghilangkannya, hanya meninggalkannya!”

“Tapi kau belum menemukannya kan? Berarti kau menghilangkannya, bodoh!”

“Aku tidak sengaja, Amber!”

Soojung tampak kesal. Demi apapun di dunia ini, ia ingin sekali mengutuk dirinya yang telah begitu bodoh menghilangkan catatan penting itu. Jadwal pekerjaannya, salinan daftar lagu yang akan dimainkan band dan lainnya yang dibutuhkan di resepsi pernikahan nanti malam semuanya sudah ia salin di dalam catatan itu dan dengan mudahnya ia menghilangkannya. What the hell!

Soojung memijat kembali keningnya. Ini benar-benar mimpi buruk baginya sebelum Jinri yang datang dengan senyumannya—yang membuat gadis itu terlihat semakin manis—menyerahkan sesuatu pada Soojung.

“Aku menemukannya di lantai bawah tadi malam sebelum pulang dan ku rasa ini milikmu,” ucap Jinri kemudian membuka tutup botol minumannya dan meneguknya sampai berkurang setengah.

“Aku mencintaimu, Jinri-ah…” balas Soojung—terlihat lebih seperti anak TK yang baru saja mendapatkan boneka Barbie—seraya memeluk Jinri dengan manja.

“YA! Lepaskan aku, bodoh!” bentak Jinri kemudian mendorong tubuh Soojung agar menjauhinya.

“Baiklah, karena mimpi burukku sudah berakhir, jadi cepat mulai rapat kita. Aku tidak punya banyak waktu.”

“Victoria eonnie belum di sini?” tanya Jinri memeriksa sekitar.

Victoria bergegas masuk dengan sekaleng diet coke di tangan kanannya. “Maaf terlambat, mulai saja rapatnya.”

“Kamar Pengantin Wanita dan Ruang Duduk sudah dihias. Selasar dan tangga hampir selesai. Buket dan bunga untuk jas sudah diperiksa. Kita akan memulai dari Aula dan Ruang Dansa.” jelas Jinri.

“Gadis pengapit?”

“Bola bunga mawar putih, pita perak dan emas. Aku sudah membuatkan halo buat gadis kecil itu—bunga mawar dan baby’s breath—sudah siap untuk penata rambut. Pasti akan terlihat sangat manis. Oya Soojung, aku butuh beberapa gambar penataan ini kalau kau sempat. Kalau tidak, aku akan memotretnya sendiri.”

“Serahkan padaku.”

Gomawo.”

“Aku masih perlu menata bagian paling penting kue pengantin dan juga mengurus makanan pencuci mulut,” timpal Victoria.

“Aku akan memotret pengantin wanita. Mulai dari kedatangannya, beralih ke pengantin pria saat kedatangannya. Kemudian foto-foto formal di dalam dan di luar ruangan. Aku akan memotret kue dan penataan sekarang. Dan pemotretan seluruh anggota keluarga dan resepi terpisah sebelum acara dimulai. Sesudah acara, aku hanya perlu kurang lebih satu jam untuk foto keluarga dan yang lainnya.” Soojung menjelaskan tugasnya.

“Sekarang kita pastikan pengaturan waktunya.”

Empat gadis itu tampak berkonsentrasi penuh. Sesekali mereka tampak saling memberikan saran dan mengutarakan pendapat pribadi mereka. Kepercayaan klien terhadap Seowon harus mereka balas dengan kerja keras dan kesuksesan di setiap acara pernikahan yang mereka pegang—itulah prinsip mereka.

“Aku berharap bisa bertemu artis-artis terkenal di pernikahan kali ini,” gurau Jinri berusaha mencairkan suasana setelah rapat selesai.

“Tentu saja kita akan bertemu dengan mereka. Aku dengar 2AM Jokwon akan menjadi MC,” tambah Victoria.

“Benarkah? Sepertinya aku harus memakai pakaian terbaikku untuk acara malam ini. Aku yakin semua artis JYP pasti ada di sana, dan mungkin juga artis SM seperti SNSD,” Soojung tampak berseri-seri.

“Ingat! Kita di sana bukan menjadi tamu undangan atau untuk bersenang-senang. Kita di sana untuk bertugas!” Amber memperingatkan, seakan tidak tertarik dengan pembicaraan ketiga sahabatnya itu.

Soojung, Jinri dan Victoria tampak tidak memperdulikan peringatan Amber. Mereka lebih memilih meninggalkan Amber sendiri di ruangannya dan beralih menuruni anak tangga seraya bergosip ria mengenai artis-artis yang kemungkinan besar akan hadir nanti malam.

 

§

Seorang pemuda dengan kulit tan dan tubuh yang terlihat ‘sedikit’ atletis menaiki tangga kolam renang dengan sambutan dari beberapa gadis cantik—yang sedari tadi sudah menunggu munculnya pemuda itu dari dalam air—di sana. Beberapa di antara mereka menyodorkan handuk, jus dan beberapa majalah khusus pria.

Kolam renang indoor ini memang menjadi pilihan para penggemar renang yang ingin tetap melakukan hobby-nya di musim dingin. Bagi yang ingin melihat gadis-gadis cantik dengan lekuk tubuh yang sexy, mungkin tempat ini juga bisa dijadikan pilihan alternatif.

Hey, Hey!” panggil lelaki berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang sedikit pendek seraya menurunkan sedikit kacamata hitamnya. What? Bukannya kacamata hitam itu harusnya tidak diperlukan di indoor dan di musim dingin seperti ini?

“Ada apa, Tuan?” jawab pemuda yang dipanggilnya.

“Siapa pemuda itu?” tanyanya masih menerawang ke arah pemuda berkulit tan yang ia maksud.

“Yang mana, Tuan?”

“Yang itu, yang hitam itu.”

“Aku tidak mengenalnya, Tuan.” jawabnya benar-benar seperti seorang pesuruh yang sangat memerlukan belas kasihan.

“YA! KIM MINSEOK! Apa gunanya aku mempekerjakanmu, eoh?! Cepat cari tahu siapa dia!”

Kim Minseok—begitu pemuda dengan tubuh sedikit berisi itu dipanggil majikannya—dengan segera melaksanakan perintah dari Kim Joonmyun—majikannya—yang masih dengan santai duduk di kursinya seraya menikmati segelas orange juice yang berbonuskan payung kertas mini sebagai accessories gelasnya. Sepertinya pemuda bermarga Kim dan bernama lengkap Kim Joonmyun ini memang sedang menikmati liburan musim panasnya di tengah dinginnya udara kota Seoul. Cukup menyedihkan.

Cih! Apa hebatnya dia sampai gadis-gadis sexy itu mengikutinya terus? Kurus kering begitu, tidak maco sama sekali!” hinanya.

“Apa karena dia hitam? Atau karena dia sedikit pesek? Apa aku harus berjemur supaya gadis-gadis itu mendekatiku? Atau haruskah aku melakukan operasi plastik?” ucapnya terus menerus seraya memperhatikan wajahnya lewat cermin kecil yang tidak pernah lupa ia selipkan di sakunya setiap kali keluar rumah.

 

§

“Maaf sebelumnya tapi boleh aku minta nama, tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon rumah, nomor handphone jika ada, hobby, makanan dan minuman kesukaanmu?” tanya Minseok pada pemuda berkulit tan yang dimaksud majikannya.

“Apa aku perlu menanyakan zodiak, shio dan kata-kata mutiaranya juga ya?” gumam Minseok dengan sangat pelan. Untung saja dia belum sempat menambahkannya di dalam daftar pertanyaannya karena,

“Anak kecil darimana ini?” sindir salah satu gadis di sana.

Hey, gendut! Apa kau juga membawa diary-mu?” timpal gadis lainnya.

“Aku? Aku tidak meminta kalian mengisi diary-ku.” Mereka juga tidak ingin mengisi diary-mu, Minseok!

“Jadi kau benar-benar memiliki diary? Oh no! This fattie—“

“Untuk apa kau ingin mengetahuinya?” akhirnya pemuda berkulit tan itu angkat bicara—setelah dengan teganya membiarkan gadis-gadis di sekelilingnya menjadikan Minseok sebagai bahan candaan mereka. Well, setidaknya pemuda ini sudah cukup berbaik hati dengan menghentikan ejekan gadis-gadis itu yang mungkin akan segera membuat Minseok meneteskan airmata jika masih berlanjut.

“Dia menyuruhku,” Minseok menunjuk Joonmyun yang masih sibuk dengan cerminnya di sebrang sana. Bisa dipastikan setelah ini Minseok akan segera menerima gaji terakhir plus pesangonnya dan mungkin sedikit uang penghargaan atas kerja kerasnya selama lima tahun ini.

“Kau mengenalnya? Kenapa ia tidak bertanya sendiri saja?”

“Entahlah. Dia memang sedikit aneh.” Ya, bisa dipastikan Minseok akan dipecat dengan sangat tidak hormat.

“Kau mengenalnya?”

“Tentu saja, dia majikanku. CEO Lotte Mart, Kim Joonmyun. Umurnya 27, dia pria single dan dia sedang mencari pasangan hidup.” Minseok memperkenalkan majikannya layaknya host yang sedang memandu acara pencarian pasangan hidup yang biasa disiarkan di tv.

“Katakan padanya, namaku Jongin, Kim Jongin. Dan katakan padanya juga bahwa aku tidak tertarik sama sekali dengan laki-laki karena aku masih normal.” jelas Jongin kemudian meninggalkan Minseok dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

Minseok tidak paham. Melebihi ketidakpahamannya akan pelajaran matematika saat ia masih sekolah. Bagaimana mungkin pemuda bernama Kim Jongin itu menganggap majikannya sebagai seorang gay? Ia yakin selama lima tahun bekerja untuk Joonmyun, ia belum pernah menemukan keanehan pada pemuda itu. Joonmyun selalu membahas gadis-gadis cantik, manis, lucu, sexy setiap kali bersamanya. Jadi tidak mungkin kalau Joonmyun itu gay. Minseok tampak berpikir keras dan detik berikutnya—setelah berhasil memantapkan pikirannya—ia tersenyum.

“Tuan Kim Joonmyun… Aku yakin kau laki-laki normal!” teriakannya menggema di ruangan indoor itu.

Jongin yang berjalan belum terlalu jauh dari tempat Minseok berdiri menoleh kembali ke belakang—tempat di mana Minseok berdiri—kemudian sedikit mengerutkan keningnya begitu melihat ekspresi bahagia menghiasi wajah Minseok. Aneh!—batin Jongin.

Beda lagi dengan Joonmyun yang tampak berlari ke arah Minseok sambil sesekali menutupi mukanya dengan koran. Ia bersumpah akan segera memecat si gendut itu setelah mereka meninggalkan tempat ini.

 

§

Soojung memeriksa catatannya sambil menuruni anak tangga. Ia harus segera melihat penataan bunga, souvenir, telapak meja, pakaian yang dikenakan pengiring pengantin dan juga hiasan kepala. Ia mulai berkeliling untuk memeriksa selasar dan ruang duduk tempat acara nanti malam akan dilangsungkan. Kursi-kursi yang sudah dibungkus kain putih tampak berkilauan dengan pita-pita perak, berjejer baris demi baris. Soojung kemudian mengitari ruangan itu, mempertimbangkan sudut-sudutnya, pencahayaan, komposisi dan membuat lebih banyak catatan saat berjalan keluar.

iPhone-nya tiba-tiba berbunyi saat ia sedang membolak-balikkan catatannya. Dengan segera Soojung mengeluarkan benda itu dari dalam saku coat-nya.

“Aku sedang sibuk, kita bicarakan nanti saja jika memang tidak terlalu penting.”

“YA! Ini sangat penting, bodoh! Aku akan segera menikah.”

“Apa? Kau akan segera menikah? Kapan? Dimana? Dengan siapa?”

“Tentu saja di Seoul, memangnya kau pikir aku menikahi orang asing?”

“Lalu dengan siapa? Dan kapan?”

“Minggu depan, bersama SHINee Lee Taemin…”

“YA! Jika kau hanya sedang mengerjaiku lebih baik kau—“

“Aku serius akan menikah, bodoh! Bersama nae oppa, Billy Hwang.”

Cih! Sejak kapan Hwang Jongkook berubah nama menjadi Billy Hwang? Menjijikan! Tapi selamat untukmu.”

“Aku mengundangmu sebagai tamu terhormat dan paling istimewa di acaraku. Jadi kau harus datang, arra?”

“Kau mengundang tamu terhormat dan paling istimewa hanya melalui telepon seperti ini? Aku tidak akan datang jika tidak ada undangan resmi.”

Soojung memutuskan sambungan telepon sepupunya begitu saja. Dan detik berikutnya ia sudah kembali fokus pada pekerjaannya. Ah! Ia hampir saja lupa bahwa Jinri memintanya untuk mengambil beberapa gambar pada saat penataan.

 

 

 

to be continued…

 

 

 

Bagi fans Minseok aka Xiumin aku minta maaf banget karena karakter dia aku bikin jadi bloon banget di sini .__.V Aku benar-benar ga dapet feel kalau nulis pake member EXO yang lain, jadinya terpilihlah si Bakpao ini sebagai cameo di chapter pertama ini. LOL.

Seperti biasa, aku menunggu komentar baik itu berupa saran ataupun kritikan dari teman-teman yang uda baca🙂

25 thoughts on “Volere [1st]

  1. HAHA JONGIN SIALAN, oke aku ngerti perasaan Suho kaya apa yang iri sama Jongin gara-gara pria hitam-pesek itu bisa merebut hati para wanita sexy. Pfft.. tapi kayaknya si Suho kelupaan kalau Jongin itu lebih tinggi dari dia :p BUAHAHA😆 ngenes-ngenes deh itu si Suho -_- apalagi karakter Suho disini jadi cowok ‘lenjeh’ ya kak? HAHA bisa bisa aku bayangin😄 terus.. WTH si Suho bawa cermin?!😯 buat apa? -___- ya ampun Suho puhlisss -_____-”

    terus aku juga kasian sama Amber yang dicuekin sama Victoria-Sulli-Soojung yang lebih milih nggosip cowo ganteng daripada menomorsatukan pekerjaan mereka😆 terus.. si LUNA ke mana yaaa? apa Luna ngga diikutkan di cerita ini? apa aku yang ngga nyadar sama narasi tentang Luna?🙄 ah sudahlah~

    entah kenapa aku kok lebih fokus ya ke hubungan Xiu-Ho😄 haha kasian aja si Xiumin udah dijadiin semacam bodyguard sama Suho, udah gitu disuruh nanya ke Jongin -_- HAHA terus aku membenarkan sih ucapan Jongin yang bilang kalau “dia masih suka sama cewek” pas Xiumin kasih tau kalau dia tanya-tanya karena diperintah sama Suho. Pfft.. itu berasa harga dirinya Jongin dijatuhkan banget terus si Xiumin tanpa dosa dan polos banget ngomong terus terang -______- basa basi dikit napaaaa.. aduh
    bener-bener deh karakter EXO member disini idiot semua😆 /geplak/

    terus aku kok penasaran ya sama orang terakhir yang nelepon Soojung? siapa dia? AH aku penasaran~ terus hubungan Soojung-Jongin disini juga belum nampak😄 /ya iyalah Ky namanya juga baru part awal/ /dibuang ke jurang/

    aku pokoknya akan menunggu part dua okeeh kak😉

    PS: aku sempet baca ff kakak yang Invidus itu, tapi pas aku baca komentarnya… kok aku jadi agak sebel ya? -_- itu.. mereka pada ngga setuju Soojung jadi main cast? -_- aku pengen ketawa ngakak keras sekali😆😆😆😆
    kakak yang sabar ya :” menentukan siapa yang akan jadi main cast itu adalah hak si penulis, kalau mereka ngga suka ya mending ngga usah baca aja sih.. haha😆 ya pokoknya kakak jangan sampai patah semangat gara-gara dapet komentar miring kaya gitu, okeee😉 toh masih ada juga pembaca yang mendukung KaiStal kan?😉 semangat kak Ellen😀

    sebenarnya sih itulah alasan mengapa aku ga pernah suka MyungZy dan kenapa aku ga pernah sekalipun buat ff mereka..

    oke sekian😀 ditunggu part duanyaa😀 Zuky selalu menyemangati kak Ellen😀

    • Hai Zuky🙂
      Aku ga sadar kamu uda baca + ninggalin comment yang mungkin panjangnya hampir setengah dari part ini…hehe.

      Luna ya? Aku emang ga rekrut dia buat jadi salah satu pemain di sini karena uda kebanyakan pemain ngetop yang aku rekrut /berasa drama the heirs aja/ -_- Tapi ga menutup kemungkinan si next part-nya bakalan muncul Luna sebagai cameo setelah Xiumin aku jadiin tumbal (?) di part 1 ini. LOL.
      Kalau untuk hubungan Soojung-Jongin bakalan aku munculin kok ntar di part 2-nya🙂 tenang aja karena aku sendiri uda ga sabar nulis scene pas mereka berduaan..hahaha. /jiwa shipper menggebu-gebu/

      Ah, iya ff Invidus itu -_- jujur aku sempat down si pas baca komentar di chapter 3, bukan cuma chapter 3 aja, pas prologue-nya aku publish aja uda keliatan banget yang baca ff itu kebanyakan fans Suzy dan MyungZy shipper dan itu sempat bikin aku down buat nulis scene KaiStal. Ya, awalnya aku kira ga bakalan sampai segitunya juga reaksi readers, eh ternyata yang aku takutin akhirnya terjadi juga ._. Jujur aja, uda pernah terlintas di pikiran aku untuk stop nulis ff itu karena aku ngerasa terbebani banget buat deskripsiin karakter Suzy. Tapi di satu sisi aku ga mau kecewain mereka yang nunggu kelanjutannya, apalagi kayak yang kamu bilang bahwa masih ada yang dukung Soojung, Jongin & KaiStal. Ya, kita liat nantinya gimana aja de, kalau masih sanggup ya aku lanjutin..hehe. Aku nulis kan sesuai mood juga dek🙂

      Makasih ya Zuky cantik uda mau nyemangatin Ellen yang emang bener-bener lagi down🙂

      • I know exactly whats ur feeling rite now kak yg di Invidus itu ^^ tenang aja, aku liat juga masih ada banyak yang lebih bisa menghargai kakak dari sisi penulis ^^ sabar ya kak, aku juga pernah dapet komen lebih sadis dari itu kok HAHA

  2. Hiahahahahahah!! Ngakak sumpa bener bener ngakak sama xiumin yg polosnya minta ampun! Bloon banget..
    Tapi di part 1 ini belom ada kaistal moment ya? Ah iya part kai nya juga sedikit menurutku
    Tapi gak apa, keren kok, banget! Aku suka
    Next part soon

  3. Hahahahaha lucu ngebayangin Suho sama Xiumin kaya gitu. Dan Kai…… tetep yaaaah jadi cowok keren. Kayaknya asyik banget ngeliat Krystal, Sulli, Amber sama Vic. Mereka kompak banget bikin iri. Aku penasaran banget kelanjutannya gimana. Semangat author!!

  4. anyeong author-mim…
    aku lagi iseng” cari FF kaistal eh nemu FFnya Authornim~
    Dinda Imnida 18y.o
    aku suka bd ama jalan crtanya thor, apalgi castnya #jiwa kaistal kambuh*
    keep writing thor~❤

  5. Akhirnya nemu ff kaistal lagi yg rameeeeee~ aduh baru baca prolog+chap 1 aja udah rame gimana selanjutnyan ih hihi, menurut aku sih gada yg kurang tthor passs bgt deh pokonya
    For chap2 paitting aku menunggu ^^

    • Pas banget ya? padahal aku pribadi ngerasa masih kurang banget ._.
      Well, makasih ya uda baca dan makasih juga buat review-nya🙂

  6. Hahaha OMG I’m so ketinggalan with this part. /halah/

    tbh ini awal yg bagus buat ngebuka kehidupan seorang Krystal. tipikal wanita karir yg bener2 lg cari jodoh. /hah trus bakalan banyak rintangannya. ehehe

    dan aku bener2 gak tngerti sama suho yg segitunya klw ngeliat kai. Suho semacam bos2 yg gak ngerti gmn buat bersaing secara sehat. bisanya cuma iri. #EH tapi mungkin karakter nya dia yg bakalan bikin lucu yg kalau sebentar2 bakalan heboh sendiri liat saingan2nya. dan Suho pasti bukan jodohnya Krystal. hahaha
    kmudian juga itu…itu…yg nelpon…..itu bikin penasaran. serius. /eiyyhh author ini. jgn sering2 bikin readernya penasaran/😄

    terakhir /aku sbnernya bingung mw bilg apa lagi/😄
    keseluruhan aku tetep suka semua yang ada di part ini.. terutama Authornya…
    dan aku bakalan tunggu klimaksnya yg gak akan di duga2 dri author nya.. /meski ini masih jauh dari klimaks/ hahaha
    hanya saja, TETAP SEMANGAT aja buat Authornya~

    • Yup, ini emang masih jauh banget dari klimaksnya ._. ditunggu aja ya dan semoga ga ngecewain nantinya hehe..
      Well, makasih ya uda baca dan makasih juga buat review-nya🙂

  7. duuh yaampun karakter suho lucu banget😄 serasa jones dia/eh. aku suka bahasa/kalimat-kalimat yang dipake di ff ini, eyd banget terus juga serasa baca novel terjemahan, sukaa ><

  8. suka banget sama fanficnya. cara mendiskripsikan keadaannya itu loh yg oke banget
    daebbak ellen-ssi
    iri banget sm soojung yg udah punya wo sendiri. aku jg pengen punya wo sendiri. pekerjaan impianku
    sumpah yya suho oppa kai sm Xiumin kocak abis smpai aku cengar cengir sendiri kayak orang bodoh
    penasaran siapa yeoja yg udah kai cintai itu sapa. sampai krystal patah hati nntnya?????

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s