[2] Secret Love

secret-love-ff

Secret Love

by dazzlesme

Cast: 2PM‘s Nichkhun & SNSD‘s Tiffany | Support Cast: Kim Bum, SNSD‘s Taeyeon, Super Junior’s Siwon | Genre: Life, Romance | Length: Chaptered | Rating: G | Disclaimer: gatau dapet ilham dari mana sampe buat ff khunfany macem ini.

PROLOGUE | CHAPTER 1 |

Chapter 2

“Taeng.. Aish, dimana sepatu abu-abuku!?” Tiffany melempar sepatu-sepatunya ke arah yang berbeda, menyebabkan ruangann yang seharusnya digunakan sebagai kamar rias ini berantakkan seperti kapal pecah.

Taeyeon tak menanggapi, masih sibuk dengan urusannya sendiri-membenahi peralatan untuk photoshoot Tiffany nanti.

“Taeng! Kau dengar aku tidak!?” Bentak Tiffany, kesal. Dan, dalam sekejap Taeyeon langsung menghentikan aktifitasnya, menatap Tiffany garang.

“Kau lihat tidak aku sedang apa!? Tidak bisakah kau gunakan yang lain!? Aku sibuk untukmu juga!” Taeyeon balas membentak, dengan amarah yang berapi-api.

***

Suasana hening menyelimuti.
Tak ada satupun yang membuka suara. Tiffany sibuk dengan iPad-nya, sementara Taeyeon masih fokus menyetir.

“Maafkan aku soal tadi.” Taeyeon akhirnya membuka suara, memecah keheningan yang sedaritadi terjadi.

Tiffany menoleh sesaat, memastikan apakah benar Taeyeon yang berbicara. Ia mematikan layar iPad-nya, dan menghadap kearah Taeyeon. “Jangan begitu. Kau tidak salah ‘kok,” ujarnya. “Aku yang seharusnya meminta maaf.”

Taeyeon hanya mengangguk-angguk mengiyakan. Tidak mau larut dalam suasana canggung seperti ini terus menerus.

‘Drt,drrtt..’

Ponsel Taeyeon bergetar. Dilihatnya nama, “Kim Bum” tertera disana.

“Coba kau angkat, dan bilang kalau kita sedang dalam perjalanan menuju studio.”

***

“Apakah tuntuttan itu benar adannya, kalau anda adalah pengguna Narkoba akut?”

“Apakah benar, Entertainment anda sudah menuntaskan masalah ini?”

“Apakah benar kalau anda tidak jadi di tahan oleh pihak kepolisian?”

“Dan, apakah benar kalau anda berduet dengan Tiffany Hwang–artis yang pamornya baru naik– di dalam drama series terbaru hanya untuk menaikkan nama baik anda kembali?”

“Lalu, apa maksud yang membawa-bawa kepulangan anda dari Thailand?”

Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja mengiang di telinga Kimbum. Hidungnya sesak, rasanya ia tak bisa bernafas dengan normal sekarang. Tubuhnya penuh keringat. Keringat yang bercampur antara keringat karena disesakki banyak orang dan keringat karena rasa takut.

“Aku akan mengadakan press conference besok!” Tukas Kimbum, saking kesalnya.

***

Incheon Airport, Incheon-ssi, Soutk Korea.
8:30 PM

“Dimana kau?”

“Sebentar lagi aku keluar.” Pria berperawaakan tinggi dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya itu langsung menekan tombol merah pada mode screen ponselnya.

Ia menarik nafas sesaat, tangan kirinya menarik koper besar menuju pintu keluar.

“Khun! Jangan cepat-cepat!” Wanita pendek dengan rambut ikal sebahu itu berlari kecil menarik kopernyan yang besar. Berlari menuju pria yang dipanggilnya sebagai ‘Khun’ tadi.

***

“Sudah kuserahkan kasusmu kepada Jongwoon-hyung. Ya, dia yang menanganinya. Apa? Oh, itu secepatnya pasti.”

Siwon mengakhiri sambungan teleponnya. Meletakkan gagang teleponnya, kemudian menghela nafas panjang. Sebelum akhirnya kedua tangannya memijit pelan pelipisnya. Berharap setidaknya pusing yang menimpa kepalanya akan mereda walau hanya sedikit.

Belum sampai satu menit, teleponnya sudah berdering dengan suara yang dapat dipastikan adalah telepon terusan dari jaringan telepon diruangan lain.

“Yeoboseyo..” Suara lantang seorang Choi Siwon kembali menggema.

“Jendral Choi Siwon, ya, saya sendiri.”

“Mengawal? Siapa?”

“Artis Thailand?”

“Nichkhun….. ? ……”

“B-Baiklah…”

***

Tiffany meraih selembar tisu yang diberikan Taeyeon, lalu duduk tepat di sampingnya.

“Kau tahu? Ia bahkan seperti orang setres,” ujar Tiffany, mengelapi keringatnya yang bercucuran dari sana-sini. Taeyeon tertawa renyah.

“Ia memang sedang setres.” jawab Taeyeon, masih dengan tawanya.

Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya. Gila saja, sudah 17 kali take, ia mengulang gaya fotonya, hanya karena lawan mainnya itu salah terus. Apa dikiranya menggunakan heels 10 centi itu tidak pegal?

“Katanya aktor papan atas, tapi kenapa dia bertingkah begitu..” gumam Tiffany.

Taeyeon mengeluarkan sebotol air mineral dari tasnya dan menyerahkannya kepada Tiffany. “Ia sedang di guncang. Namanya hampir saja turun kalau ia tidak berduet denganmu di drama ini.”

Ya, saat ini Tiffany sedang photoshoot untuk drama terbarunya dengan aktor papan atas, Kimbum, yang akan tayang 2 minggu lagi. Sedangkan Shootingnya sendiri baru akan di mulai besok pagi.

“Kenapa?”

Taeyeon tertawa hambar, “dia pengguna narkoba. Katanya.”

‘brr’

Secara spontan, Tiffany langsung memuncratkan isi air yang ada di dalam mulutnya. “Apa katamu!?” tanya Tiffany, shock. Taeyeon hanya tertawa menanggapi.

“Oh ya,” Tiffany menghabiskan air mineralnya terlebih dahulu sebelum melanjutkan bicaranya. “Bolehkah aku tahu.. ehm, jujur, sampai sekarang aku masih penasaran..” katanya, sedikit ragu.

Taeyeon menyerngitkan matanya, “Apa?”

Tiffany terlihat berfikir sejenak sebelum melanjutkan, “Kalau boleh tau, apa yang kau lihat saat malam aku debut di laptopmu itu? Tiga hari lalu, serius aku masih penasaran sampai sekarang. Tapi, kalau aku tidak boleh tau juga tidak apa-apa kok.” katanya, nyengir kuda sesaat yang langsung hilang.

“Ah, itu..” Taeyeon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung harus mengatakan apa.

“Hei, Tiff!” tiba-tiba, ada suara yang menyapa Tiffany.

‘Terimakasih, Tuhan..” gumam Taeyeon dalam hati.

Tiffany menoleh, dan mendapati Kimbum dengan senyumannya.

kimbum_that-winters-the-wind-blows-pic-image-full-of

“Eh, hai..” balas Tiffany, tersenyum kecut. “Ada apa?” tanya nya, to the point.

“Mau ikut aku sebentar? Kita makan siang bersama, sekaligus tanda permintaan maafku soal yang tadi.” ajak Kimbum, masih dengan senyumnya.

Tiffany menarik nafas panjang sebelum menjawab. “Aku harus mendapatkan izin dari Managerku terlebih dahulu sebelum pergi kemana-mana.” ia menoleh kepada Taeyeon, dan memasang kode dengan matanya, agar Taeyeon tidak mengizinkannya saja.

Kimbum kini tersenyum kearah Taeyeon, “Bagaimana?”

Taeyeon tertawa. “Boleh saja..” katanya, yang dibalas pelotottan dari Tiffany. Beruntung sekali Taeyeon saat ini, karena tidak harus memberitahukan kepada Tiffany apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

“Baiklah,” kata Kimbum, mengedipkan sebelah matanya kepada Taeyeon, lalu beralih pada Tiffany. “Ayo!”

***

“Kau mau makan apa?” tanya Kimbum, lalu memberikan menu makanan kepada Tiffany.

Mereka sekarang sedang berada di restoran Jepang yang berada tak jauh dari tempat mereka photoshoot. Kimbum sengaja mengajak Tiffany kesini, sebagai tanda permintaan maafnya sekaligus, siapa tau ada netizens dan membuat berita lalu nama’nya kembali naik di dunia industri Korea Selatan.

Tiffany berdeham sesaat. “Kau tidak takut?” tanya Tiffany, memperhatikan sekitar dengan seksama lalu kembali kepada Kimbum.

Kimbum tersenyum kecil, “Tidak perlu takut, disini sepi kok.” jawabnya menenangkan. Padahal, bisa dikatakan disini tidak sepi, karena ada sepasang kekasih di pojok ruangan, empat orang partner kerja, dan tiga orang remaja sma yang baru pulang sekolah.

“Siapa tau..”

‘drt, drrttt.’

Dirasa ponsel Kimbum bergetar. Dengan sigap, ia mengangkatnya. “Yeoboseyo?” katanya setelah benar-benar terhubung.

“Bagaimana bisa kau seenaknya membuat press conference hah!? Kau tahu kan, kalau besok itu ada jadwal shooting episode pertama dramamu dengan Tiffany!” tukas yang berada di seberang sana dengan volume cukup keras.

“Ya, aku tau. Batalkan saja, atau tunda sampai besok lusa. Pokoknya besok harus ada press conference mengenai pemberesan kasusku itu. Kau harus persiapkan semua, dan ubah semua jadwal yang telah ada. Aku tidak mau tahu, bagaimanapun caranya.” katanya dengan santai.

“APA!? BAGAIMANA BISA!? KAU FIKIR SEMUANYA ITU PUNYA IBUMU HAH!?” yang di seberang sana makin ngotot mendengar jawaban yang baru saja di lontarkan oleh Kimbum.

“Aku tidak peduli.” kata Kimbum, langsung mematikan sambungan teleponnya.

“Ada apa?” tanya Tiffany yang tidak mengerti kepada Kimbum.

Kimbum tersenyum kecil, “Tidak ada apa-apa, hanya masalah kecil dengan managerku,” jawabnya. “Jadi, kau mau makan apa?”

***

‘Prok. Prok. Prok.’

Suara tepukkan tangan menggema di telinga Nichkhun. “Kau datang tepat waktu, Horvejkul,” kata Injung, duduk tepat di samping Nichkhun. “Kau tahu? Sekarang, fans-fans mu sedang memadati Airport begitu mendengar kabar kalau kau tiba hari ini..” kemudian ia tertawa.

Nichkhun hanya tertawa sekilas. “Yang penting sekarang aku sudah ada disini.” katanya santai, meraih iPodnya dan mengenakan earphone di sebelah telinganya. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan sampai-sampai menyuruhku datang dua hari lebih cepat daripada schedule sebelumnya?” tanya Nichkhun, menatap Injung.

Injung menggelengkan kepalanya singkat. “Tidak ada. Aku hanya ingin menyelamatkanmu,” jawabnya. “Bayangkan, kalau seluruh fansmu memenuhi Airport minggu depan, saat menanti kau datang. Berapa pengawal yang harus ku sewa?” ia tertawa lagi.

Sementara Nichkhun hanya ber-oh-ria menanggapi, Injung membuka beberapa berkas yang sedari tadi bertengger di meja kerjanya. “Kau sudah menandatangani kontrak dengan Management-ku, jadi, kita sepakat kalau kau akan menetap disini.” katanya.

“Aku tau.” jawab Nichkhun cuek, masih dengan matanya yang terfokus pada layar iPod kesayangannya.

‘knock, knock.’

Terdengar suara pintu yang diketuk.

“Masuk.” tukas Injung.

Dari balik pintu, muncullah tiga orang pria dengan pakaian serba hitam, lengkap dengan topi-topinya.

“Bandara sudah terkendali. Disana sudah ada yang menangani, dan semakin kesini, mereka sudah mulai pergi meninggalkan bandara..” kata yang berbadan paling tinggi.

Injung mengangguk-angguk meng-iya-kan. “Bagus, Terimakasih banyak!” tukasnya berbunga-bunga. Mereka bertiga mengangguk serempak dan langsung meninggalkan ruangan. Seketika, suasana hening kembali.

“Lihat, Khun, kepolisian Korsel bahkan tidak segan-segan memberikan banyak perlindungan kepadamu. Bukti bahwa kau memang milik Korea Selatan, bukan Thailand.” ujar Injung.

“Berhenti bicara seperti itu. Bagaimanapun juga, Thailand adalah tanah lahir Ibuku.” katanya dengan dingin. Injung hanya tertawa sekilas.

“Kau tunggu disini, menunggu jemputanmu. Kau akan di kawal menuju Apartemenmu, sementara aku melanjutkan pekerjaanku.” katanya, tidak di tanggapi sama-sekali oleh Nichkhun.

Sebenarnya, Nichkhun sama-sekali tidak ingin menandatangani kontrak dengan Management milik Injung ini, kalau saja bukan karena beberapa alasan yang membuatnya akhirnya benar-benar melakukan hal yang paling di hindarinya ini.

‘knock, knock.’

Terdengar pintu yang diketuk, lagi. “Sepertinya itu jemputanmu,” kata Injung, membuat Nichkhun langsung bangkit dari posisinya.

Baguslah. Ia tak mau berlama-lama berada satu tempat dengan Injung.

“Masuk!” tukas Injung, dan pintu langsung terbuka. Memperlihatkan sesosok pria gagah dengan pakaian serba hitam yang dimana mengkilat-kilat empat bintang yang berada di dada kanan nya. Topi hitamnya sengaja ia lepas saat memasuki ruangan ini.

“Selamat siang, saya Choi Siwon.” lelaki gagah itu tersenyum tiga jari kepada Nichkhun.

“Selamat datang kembali di Korea Selatan, Nichkhun Buck Horvejkul…” [].

.

18 thoughts on “[2] Secret Love

  1. ceritanyaa kerenn….tiap part bikin penasaran dchh….yg bikin pnasaran yg taeyon buka berita d youtube….beritanya apa yaa…..seruuu…udh ada lanjutannya lgi belom??

  2. Kereeeeeeeeennnnn 😀

    Setelah ubek2(?) beberapa FF akhirnya ketemu juga :3
    yg part 3 nya udah di publish belum?

  3. kangen banget fanfic khunfany di blog ini di post..tapi sekiaaan lama menunggu,tetap tidak ada yang di update..come on… ayolaaah….next part thor…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s