[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 6)

Untitled-2

  • Title : My Ice Prince Myungsoo Part 6
  • Script Writer : Kim Soo Kyung
  • Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
  • Support Cast : Find by your self
  • Genre : Marriedlife, Romance, Etc.
  • Rating : PG-18
  • Length : Short Story/ Short Chapter
  • Disclaimer : Also posted on myungzyworldff.wordpress.com

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4, Part 5

 

==Part 6==

 

===

 

Kedua ujung kaki Myungsoo bergerak dengan santai ke kanan dan ke kiri di atas ranjang tidur hotel masih ditempat ia menginap bersama istrinya. Kedua tangannya ia tekuk ke atas untuk ia gunakan sebagai alas kepalanya bersandar. Matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya sedang terfokus akan sesuatu namun sedetik kemudian arah tatapan Myungsoo beralih saat telingannya menangkap suara gesekan pintu yang berasal dari arah kamar mandi. Myungsoo menelan salivanya dalam-dalam saat melihat Suzy keluar, kedua matanya terasa berat seketika walau itu hanya untuk berkedip. Suzy, ia mengenakan piyama putih polos berbahan kain halus dan tipis dengan panjang kurang lebih 20cm diatas lutut, tidak tembus pandang memang, tapi setidaknya samar-samar penglihatan Myungsoo dapat menangkap sesuatu dibalik itu.

 

“Hei, kau berhutang terima kasih padaku!”

“Untuk?”

“Ayolah, apa susahnya berbagi cerita padaku? Istrimu sedang ke toilet kau tak perlu malu. Kau mengajak istrimu bermain berapa ronde semalam?” Wooyoung menggerakkan kedua alisnya keatas dan ke bawah disertai dengan senyuman yang hanya bisa diartikan oleh dirinya sendiri.

Myungsoo menatap aneh ke arah Wooyoung kemudian menyeruput habis teh ginger yang ia pesan tadi.

“Aku hanya ingin membandingkan kekuatanmu dan kekuatanku, itu saja” Wooyoung menggaruk kecil tengkuknya disertai dengan cengiran lebar yang ia perlihatkan dihadapan Myungsoo.

“Kami masih belum pada tahap itu”

“M.. Mworago? Kalian belum juga..? Yaakk! Kau tau aku sudah susah payah menyiapkannya dari lubuk hatiku yang paling dalam hanya untuk sahabatku yang satu ini! Kim Myungsoo! Neo… Kau memang payah!” terkam Wooyoung diikuti dengan hembusan nafas kecil pada akhirnya.

“Dalam hal ini aku adalah seniormu Myungsoo, jadi ingat perkataanku yang satu ini! Ciptakan moment yang tak akan pernah istrimu bisa lupakan saat mengingat kata ‘Jepang’..”

 

“Ciptakan moment yang tak akan pernah istrimu bisa lupakan saat mengingat kata ‘Jepang’..”

 

“Ciptakan moment yang tak akan pernah istrimu bisa lupakan saat mengingat kata ‘Jepang’..”

 

“Ciptakan moment yang tak akan pernah istrimu bisa lupakan saat mengingat kata ‘Jepang’..”

 

“Myungsoo!”

Sederet kata-kata yang sedang berkeliaran di kepala Myungsoo buyar seketika saat ia akhirnya menyadari kalau Suzy sudah berada tepat di samping tubuhnya, memanggil namanya dengan nada yang sedikit lebih tinggi juga dengan tangan kanannya yang ia gerakkan ke kanan dan ke kiri tepat di depan wajah Myungsoo.

“Giliranmu mandi” Suzy mengalungkan handuk yang sebelumnya ia pakai tepat di leher suaminya sembari menunjukkan senyum super hangat yang ia miliki.

Dahi Suzy berkerut saat ia melihat respon Myungsoo yang hanya menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun untuknya.

“Kau tidak mau mandi?” ucap Suzy sembari meniru gerakan Myungsoo saat menggelengkan kepalanya tadi.

“Ooh” respon kaget Suzy saat tiba-tiba Myungsoo menariknya hingga jatuh diatas tubuh Myungsoo kemudian memutarnya hingga kini Suzy yang berada dibawah tubuh Myungsoo.

“Aku bukan pencuri”

“Pencuri?” lagi-lagi Suzy mengerutkan dahinya.

“Kemarin kau bilang aku selalu mencuri ciumanmu, sekarang aku ingin mencium istriku, boleh?”

Wajah Suzy bersemu merah, malu-malu ia menganggukkan kepalanya, kedua matanya perlahan mulai terpejam saat dirasakan bibir Myungsoo siap memulai permainanya, naluri itu bahkan muncul begitu cepat melihat kini Suzy mengalungkan kedua tangannya dileher Myungsoo dan membalas setiap lumatan demi lumatan yang Myungsoo lakukan pada bibirnya.

Myungsoo tersenyum lembut, ibu jari kanannya bergerak untuk mengelap bibir Suzy yang sedikit basah karena perbuatannya sesaat setelah mereka menyudahi ciuman ‘pertama’ mereka untuk kategori ‘ciuman panas’ berdurasi kurang lebih 3 menit.

“Ada angin apa kau berpenampilan seperti ini?” ucap Myungsoo sembari menatap penampilan Suzy yang masih berada dibawahnya.

“Aah? Oo.. ini..” ucap Suzy gugup karena pertanyaan Myungsoo yang tiba-tiba.

“Ini apa?” Myungsoo tertawa kecil melihat tingkah gugup Suzy.

“Ini.. ini.. Wooyoung”

“Wooyoung?” Myungsoo mengernyitkan dahinya.

 

“Tuhan menciptakan umatnya dalam berbagai sifat, tipe maupun karakter dan dalam kasus ini kita akan membicarakan mengenai berbagai macam tipe seorang suami yang mereka ingin lihat dari istrinya saat mereka sedang berdua saja atau sedang beromantis ria dirumah” Wooyoung memberi jeda sejenak pada kalimatnya.

“Ada tipe suami yang tak ingin melihat istrinya berpakaian seksi meski itu hanya mereka tujukan kepada suaminya”

Suzy menatap dengan seksama wajah Wooyoung.

“Itu tentu bukan Myungsoo, apalagi aku, kkkkk” Wooyoung tertawa lebar.

“Ada juga tipe suami yang senang melihat istrinya mengekspos secara terang-terangan tubuh mereka dihadapan para suaminya, jangan salah paham karena itu adalah salah satu dari memanjakan suami kkkkk” lagi-lagi Wooyoung tertawa lebar.

“Dan itu adalah aku” ucap Wooyoung dengan bangganya sedangkan Suzy hanya menatap geli kearah laki-laki yang sedang duduk tepat dihadapannya ini.

“Kau tau kenapa para boy group atau girl group merilis teaser comeback album mereka sebelum merilis MV nya?” tanya Wooyoung dibalas gelengan kepala oleh Suzy.

“Salah satunya..Penasaran.. mereka ingin membuat fans mereka penasaran dan bertanya-tanya seperti apa konsep comeback mereka selanjutnya, anggap Myungsoo adalah fan mu dan kau adalah idolanya. Myungsoo suka yang seperti ini, transparan…tidak mengekspos secara terang-terangan tetapi juga tidak menutupnya, membuatnya ingin menelusuri jauh lebih dalam dan jauh lebih dalam”

Suzy memutar kedua bola matanya berusaha mencerna kata demi kata yang Wooyoung ucapkan namun,,

“Yaakk! Apa hubungannya? Ucapanmu tak masuk dilogika ku”

“Aku juga tidak tau, yang pasti aku hanya mau memberikan ini untukmu, aku yakin nalurimu akan jalan nanti” Wooyoung mendorong sebuah kotak putih berukuran sedang kearah depan dengan senyum lebar di bibirnya yang tak kunjung memudar sejak tadi.

“Ciptakan moment yang tak akan pernah suamimu bisa lupakan saat mengingat kata ‘Jepang’..Myungsoo yang bertugas menciptakan moment itu dan kau yang bertugas memberi celah untuk terciptanya moment itu”

 

“Jadi ini spesial untukku?” Myungsoo semakin memajukan wajahnya kedepan, menatap secara rinci kedua mata indah Suzy. Lagi-lagi Suzy mengangguk malu sambil tersenyum.

“Aku harap malam ini menjadi malam yang panjang untuk kita” jantung Suzy berdegup kencang secara tiba-tiba saat mendengar kalimat yang baru saja ia dengar, Myungsoo tersenyum simpul, tangan kanannya mengusap lembut pipi kiri Suzy yang tampak merona merah. Namun tangan Suzy bergerak cepat untuk menarik handuk mandi yang sejak tadi masih setia menempel di leher Myungsoo kemudian menutup setengah dari wajah suaminya dengan handuk itu saat Myungsoo hendak menciumnya lagi.

“K..Kau mandi dulu”

“Andwae” Myungsoo menarik handuk tersebut dan melemparnya ke sembarang arah.

“Myungs…” Suzy tak dapat melanjutkan kalimatnya saat Myungsoo kembali mengunci bibirnya dengan lembut, jantungnya kembali berpacu tak normal saat tangan Myungsoo mulai bergerak kebawah, melepas simpul kupu-kupu pada tali pengikat piyama yang Suzy kenakan.

“Myu..” Suzy seolah mencari celah untuk berbicara namun Myungsoo selalu memutus setiap kata yang baru keluar dari mulut Suzy dengan menciumnya.

“Room Service…..” suara seorang pelayan laki-laki samar-samar terdengar dari arah depan kamar Myungsoo dan Suzy,

“Room Service……” kini suara pelayan tersebut terdengar lebih keras dari sebelumnya membuat sepasang suami istri yang hampir saja… menghentikan aktivitas mereka dan menoleh serempak kearah pintu.

“Sejak tadi aku ingin mengatakan kalau aku memesan makanan untuk kita makan malam dikamar tapi kau…” Suzy tak dapat melanjutkan kalimatnya karena malu.

“Gwenchana, aku akan membukakan pintunya” Myungsoo tersenyum lebar sembari membenarkan sedikit kaosnya dan berjalan kearah pintu sedangkan Suzy cepat-cepat merapikan piyamanya yang hampir terlepas karena Myungsoo.

 

<> 

“Buka mulutmu” Myungsoo memasukkan sup rumput laut kedalam mulut Suzy saat Suzy membuka mulutnya.

“Kesukaanmu” senyum Myungsoo sembari membersihkan bekas makanan dibibir Suzy.

“Eoh? Kau tau makanan kesukaanku?”

“Tentu saja”

“Aku tau semua tentangmu” tambah Myungsoo membuat Suzy tersipu malu.

“Sebenarnya ada yang ingin kutunjukkan padamu sejak lama” ucap Myungsoo kemudian.

“Apa?” jawab Suzy sambil terus menyantap makanannya.

“Tidak ada disini, tunggu saat kita tiba dirumah”

“Apa itu berupa hadiah?”

“Mungkin saja, tergantung persepsimu nantinya”

“Kau membuatku penasaran” Suzy mengerucutkan bibirnya sedangkan Myungsoo hanya tertawa kecil.

“Kau cantik”

“Itu sudah tak diragukan lagi”

“Dan seksi”

Suzy berhenti mengunyah makanannya.

“Jangan gugup begitu”

“Ti.. tidak”

“Kita jalan-jalan besok”

“Kemana?”

“Kemana-mana”

“Uuu kau ini mandi sana, jorok sekali”

 

===

 

“Shikisai no Oka, 7km dari hotel”

Myungsoo dan Suzy saling menatap satu sama lain.

“Ada tiga alternatif, itu jika bulan Juni sampai Agustus dan sekarang adalah bulan Oktober jadi hanya ada dua alternatif saja, Bus Twinkle hanya beroperasi Juni sampai Agustus sisanya adalah menyewa sepeda atau jalan kaki”

“Menyewa sepeda dimasukkan kedalam daftar alternatif? Mana ada yang mau berjalan kaki sejauh 7km, ada-ada saja” cela Suzy.

“Ada” sahut Myungsoo membuat Suzy menoleh cepat kearahnya.

“Myungsoo,, jangan bilang..”

“Ayo kita kencan” Myungsoo menarik tangan kiri Suzy dan menggenggamnya erat.

“Kau tak usah ikut, berikan saja map nya padaku” Myungsoo mengambil map yang Wooyoung berikan kemudian menggandeng Suzy dan meninggalkan Wooyoung begitu saja.

“Dasar Kim Myungsoo” Wooyoung mendesis pelan.

“Jika dua hari yang lalu mereka belum pada tahap ‘itu’, tadi malam mereka harusnya sudah pada tahap ‘itu’ kan?” Wooyoung berbicara pada dirinya sendiri.

“Akan kutanyakan nanti, kkkkk”

 

<> 

“Apa masih jauh?” keluh Suzy dengan nafas sedikit ngos-ngosan.

“2km lagi” Myungsoo menyeka keringat diwajah Suzy dengan tangan kirinya.

“Lihat kearah kanan-kirimu, jika kau menikmati keindahan bukit-bukit bunga ini kau tidak akan merasa kelelahan, ayo naik” Suzy menghentikan jalannya saat Myungsoo tiba-tiba berjongkok memunggunginya.

“Huh, kau tidak tau aku ini berat?”

“48kg”

“Eih, kau tau?”

“Sudah kubilang aku mengetahui segala tentangmu, ayo..” Myungsoo mengulurkan kedua tangannya kebelakang untuk menggapai tubuh istrinya.

“Myungsoo..” panggil Suzy dari atas gendongan Myungsoo.

“Emm”

“Aku mencintaimu..entah itu sejak kapan” Suzy semakin mengeratkan pegangannya di leher Myungsoo.

“Aku juga mencintaimu.. bahkan jauh sebelum kau mulai mencintaiku” Myungsoo tersenyum saat dirasanya Suzy mengecup pipi sebelah kanannya.

 

<> 

“Aigoo.. indah sekali….” Suzy menatap takjub ribuan bunga yang indah, beraneka ragam juga beraneka warna didepannya saat Myungsoo baru saja menurunkan tubuhnya dari gendongan Myungsoo. Matanya semakin menatap takjub saat melihat kumpulan bunga matahari berukuran besar jauh diatas rata-rata yang tumbuh berkelompok dengan sesamanya.

“Kau suka?”

“Ini indah sekali. Aku bahkan tak pernah melihat bunga matahari dengan ukuran sebesar itu sebelumnya” Suzy mengangguk semangat.

“Jadi ini yang namanya Shikisai no Oka?” tambah Suzy dibalas anggukan oleh Myungsoo.

“Ayo” Myungsoo menarik tangan istrinya untuk mengelilingi kebun bunga yang mereka kunjungi ini.

“Sayang sekali tak ada kamera untuk mengabadikannya”

“Kau suka dunia fotografi?”

“Sangat”

“Kau tau kalau aku juga suka dunia fotografi?”

“Tentu saja, 20% sebagai fotografer sedangkan 80% sisanya kau lebih suka menjadi model yang difoto”

“Kau benar-benar tau banyak tentangku”

 

Drtdrtdrt..

Myungsoo buru-buru merogoh handphone dari saku celananya saat merasa handphonenya bergetar. Jemarinya dengan cepat menggeser tombol lock screen kemudian membaca pesan yang baru saja masuk.

 

1 New Message

From : Jang Wooyoung

Bagaimana kencanmu tuan? Menyenangkan? Sudah hampir jam makan siang dan kalian belum juga kembali..

 

Myungsoo mengalihkan pandangannya kesamping, ditatapnya dengan seksama wajah Suzy yang tengah tertidur pulas dipundaknya, Myungsoo pikir sejuknya udara di puncak bukit tempat ia dan Suzy duduk saat ini yang membuat enggan istrinya untuk bangun, Myungsoo sendiri tak tau apa nama bukit ini, ia menemukannya begitu saja saat mereka dalam perjalanan hendak kembali menuju hotel. Myungsoo sama sekali tak menghiraukan handphonenya karena baginya menatap Suzy adalah kegiatan yang jauh lebih menyenangkan dari pada membalas setiap pesan dari temannya yang konyol itu. Setidaknya Myungsoo memiliki naluri laki-laki yang bisa kapan saja muncul, perlahan wajahnya mulai mendekati wajah Suzy, mempersempit jarak diantara bibir mereka. Myungsoo mulai memejamkan matanya rapat-rapat saat permukaan bibirnya mulai menyentuh permukaan bibir istrinya namun selang beberapa detik Myungsoo tak melanjutkannya karena merasakan sesuatu.

 

Drtdrtdrt..

Handphone Myungsoo kembali bergetar dan menampilkan satu buah pesan dari orang yang sama.

 

From : Jang Wooyoung

Dihitung berdasarkan waktu kalian memang bukan pengantin baru, tapi dihitung dari sisi yang lain kalian adalah pengantin baru yang sedang dicandu asmara, pasangan macam inilah yang terkadang tak mengenal tempat dan waktu untuk bermesraan. Kalian tak berbuat hal aneh dimuka umum kan?

 

Myungsoo mendesis pelan membaca pesan dari Wooyoung, niatnya untuk memasukkan ponselnya kembali ke saku celana ia urungkan saat ponselnya kembali bergetar.

 

From : Jang Wooyoung

Aa ya, bagaimana istrimu semalam? Kau berhutang terima kasih padaku dua kali Kim Myungsoo.. Yang semalam tak mungkin gagal kan? Ayo kita bandingkan kekuatannya, kkkkk..

 

Myungsoo berdecak kesal, bila saat ini ia sedang bertatap muka dengan orang itu ingin rasanya ia melempar ponselnya tepat diwajah Wooyoung.

 

To : Jang Wooyoung

SPAMMING!!!!!!!!!!!!!!

 

Myungsoo segera mematikan ponselnya setelah pesannya terkirim.

 

=TBC=

39 thoughts on “[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 6)

  1. Akhirnya di post jg, next partnya jgn lama” dong thor ^^
    Aigooo itu wooyung bener” deh…semangat bgt mau buat myungzy punya pemikiran sendiri saat mengigat kata “jepang” haha
    Penasaran sm myungpa sejak kpn emangnya dia suka suzy…kayaknya dia emang dr dulu udh suka sm suzy tp suzynya aja yg gak tau
    Next partnya semoga myungzy momentnya lbh byk ^^

  2. Hahaha😀 eciyee yg pengantin baruu, lg anget-anget nya ih :p
    mian thor bru comment di part ini doang, kekeke~
    update nya agak lamaan ya? Sbr aja deh. Next part ditunggu thor😀

  3. Wooyoung daebak,!!;)
    teman yg pngertian skalii,..

    Suzy n myung oppa makin so sweet ajh nih,mesra bnget,cucok thor,ckckckc:D;)

    next.!!!!!!!!;)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s