[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 1)

DYLM

Do You Love Me?

Main Cast :

Bae Suzy, Kai, Kim Myung Soo, Krystal Jung.

Support Cast :

Eunji (Apink), Min (Miss A), Jung Kook (BTS), Suga (BTS), Sohyun (4Minute), Jiyeon (T-Ara), etc.

Genre : Love, Friendship, Comedy, Romance.

Length : Chapter.

Author : Oktyas

Disclaimer : FF ini aku buat karena terinspirasi dari kisah my sister. Dan aku berpikir bahwa kisah ini terlalu mengagumkan bila tidak diabadikan di sebuah karya. Tokoh Kai di sini saya buat sama persis dengan sifat dan karakter di kisah aslinya. Saya mohon agar para reader mendoakan agar my sister bener-bener jadian sama tokoh Kai di kisah asli. Amin.

Happy reading🙂

 

Jika hati seseorang berubah, siapa yang patut disalahkan?

1

Bae Suzy mencermati kertas pengumuman yang menempel di papan informasi. Mencari-cari namanya di kertas pengumuman itu, berharap ia tercantum di dalamnya. Rambut lurus panjangnya diikat ke belakang, tertiup angin sehingga membuat ujung rambut itu menjuntai-juntai. Matanya yang indah terus saja melirik ke sana ke mari mencari sebuah nama kertas pengumuman yang tertempel di papan itu. Dia baru saja mendaftar ke Gangnam High School. Dan, terlukis sebuah senyuman di bibir cantiknya, menandakan bahwa dia lolos pendaftaran sekolah bergengsi itu. “Ya! Bae Suzy!” Terdengar suara nyaring yang memekakkan telinga memanggil gadis itu. “Ah, Jung Eunji. Bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu?” Kata Suzy kesal sambil memegangi telinganya. Jung Eunji adalah sahabat Suzy sejak Elementary School. Dia berambut panjang sebahu, memiliki garis wajah yang tegas, cantik, dan gadis yang riang. Tapi sayang, dia sedikit temperamental. Tapi bagi Suzy itu tidak masalah. Mereka memang selalu bersama-sama. Walaupun sering bertengkar, tapi persahabatan mereka awet sampai sekarang. “Hehe.” Eunji hanya terkekeh, “ Hai, apa kau lolos? Ha? Kau masuk di kelas apa?” Tanya Eunji tidak sabar. “X Social 1. Kau? Apa kita sekelas?” “Aniya.” Eunji menggelengkan kepala. “Tapi kita tetangga, aku di X Social 2.” Ujar Eunji girang. “Jinjja? Yah, tapi tetap saja tidak sekelas.” “Kalau aku tidak masalah tidak sekelas denganmu, asalkan ada laki-laki tampannya.” “Hssh. Selalu saja!” Suzy dibuat kesal lagi oleh sahabatnya. “Aku akan ke kelas dulu. Akan ada penyampaian informasi.” Suzy berjalan meninggalkan Eunji dengan sebal. Bisa-bisanya sahabatnya itu lebih mementingkan laki-laki tampan yang dengan sahabatnya sendiri. Gumam Suzy dalam hati. “Suzy-aa,” Eunji memanggil Suzy sebelum Suzy hilang dari pandangannya. Dengan air muka yang masih cemberut, Suzy menoleh “Mwo?” “Kalau ada laki-laki tampan, jangan lupa call me, oke?” Kata Eunji dengan rasa tidak bersalah. Suzy memasuki kelasnya yang sudah ramai dengan siswa lainnya. Ia mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk strategis yang tersisa di barisan tengah dari depan. Lalu ia berjalan menuju satu kursi yang kosong, kursi itu terdapat di barisan kedua dari pintu, dan ketiga dari meja depan. Benar-benar strategis, batin Suzy.  Tapi di sebelahnya sudah ada gadis mungil yang duduk di sana. “Boleh aku duduk di sini?” Tanya Suzy sopan. Berharap ia diperbolehkan oleh gadis itu. “Oh, ne. duduklah.” Gadis itu tersenyum lebar kepada  Suzy. “Namaku Lee Min Young, kau bisa memanggilku Min.” Min, mengulurkan tangannya ke arah Suzy. Setelah diperhatikan Min memang gadis yang imut, memiliki pipi yang sedikit chubby, poni tengahnya membuat ia terlihat semakin menggemaskan. “Namaku Bae Suzy.” Suzy menjabat tangan Min. “Suzy-ssi, ehm apa ada yang kau kenal di sini?” Tanya Min. Rupanya Min merupakan tipe gadis riang dan enjoy dengan siapa pun. Suzy mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas. Mengamati satu per satu wajah-wajah baru di kelas barunya, “Ani. Tidak ada sama sekali.” Geleng Suzy. “Jinjja?” “Ne. Oh ya, jangan formal kepadaku, oke?” “Ah, ne. Kalau aku lumayan banyak temanku di kelas ini.” Min bangkit dari kursinya menuju ke segerombolan gadis yang melambai padanya, “Mau bergabung dengan kami?” “Ah, tidak. Nanti saja.” Tolak Suzy halus. Ia sedikit pemalu bila langsung bergabung dengan orang-orang asing. Merasa bosan di kelas, Suzy bermaksud untuk keluar menemui Eunji, ketika dia bangkit dari kursi, tiba-tiba bruk, seorang anak laki-laki menabraknya karena berlari tergesa-gesa. “Mian.” Reflek Suzy meminta maaf kepada laki-laki itu, walaupun sebenarnya ia tidak salah. Laki-laki itu berbalik menatap Suzy dengan tatapan bingung. Sepertinya dia berangkat terlambat, jadi berlari tidak beraturan saat memasuki kelas. Laki-laki itu memiliki hidung yang lumayan mancung, tatapan mata yang tajam, dan bibir yang indah. Badannya terlalu tinggi, sehingga dia terlihat sedikit kurus, tapi tetap tampan. Ya benar, tampan. Setelah mendapatkan informasi dari guru dan para senior OSIS, yang mengumumkan bahwa mulai besok adalah Masa Orientasi Siswa (MOS) kelas kembali kosong. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Termasuk Suzy, kebetulan Min sedang berkumpul bersama teman-temannya di luar. Saat sedang asyik berkirim pesan dengan Eunji tiba-tiba duk, sebuah buku mendarat mulus di kepalanya. Dengan sigap Suzy memandang ke arah kanannya dari mana buku itu dilemparkan. “He, mian.” Kata seorang laki-laki yang melempar buku dengan polosnya. Laki-laki dengan postur tubuh bongsor. Hidung yang mancung, dan mata bulat. Masih sangat terlihat kekanak-kanakan. “Hssh, kau…” Suzy membuka buku itu, dan di halaman pertama tercantum nama Kim Jong In. “Kim Jong In? Siapa dia?” “Aku.” Jawab laki-laki yang duduk di belakang Suzy. Suzy terkejut ternyata laki-laki itu yang menabraknya tadi pagi. “Kau? Kau tadi yang menabrakku tadi pa-” belum sempat Suzy menyelesaikan kalimatnya, sudah dipotong oleh laki-laki yang berdiri di sebelah kiri Suzy. “Ya kau! Cepat lempar ke sini bukunya. Nanti Kai akan mengambilnya.” Kata laki-laki itu tidak sabar. Suzy bingung mencoba mencerna kalimat yang barusan ia dengar. Kai? Siapa dia? “Ya! ppali!” Seru laki-laki yang di sebelah kanan Suzy yang ternyata bernama Jeon Jung Kook itu. “Hai, jangan dilempar. Kembalikan padaku.” Mohon Kai. “Siapa Kai?” Tanya Suzy penasaran. “Dia!” Jawab Jeon Jong Kook dan laki-laki di sebelah kirinya bersamaan menunjuk Kim Jong In. “Ppali! Cepat lempar bukunya!” Mengetahui hal itu, tanpa ragu Suzy melempar buku itu pada laki-laki yang berdiri di sebelah kirinya. “Kenapa kau melemparnya?” Protes Kai. “Anggap saja sebagai tanda permintaan maafmu, gara-gara kau menabrakku tadi pagi.” Jawab Suzy sambil tersenyum geli. “Haissh. Kau ini!” “Hai, ngomong-ngomong namaku Suga. Terimakasih atas kerja samanya.” Kata Suga girang sambil memegangi buku Kai. “Ya! Suga dari mana? Jelas-jelas namamu Min Yoon Gi.” Kata Kai bangkit dari kursinya dan mengejar Suga. “Itu nama panggilanku.” Suga mulai berlari dan melemparkan buku Kai ke  Jeon Jung Kook. “Hai, gadis rambut panjang!” Seru Jung Kook pada Suzy. “Aku?” “Ya, kau. Siapa namamu?” “Aku, Bae Suzy.” Jawab Suzy bingung. “Ayo kita ke kantin. Hari ini aku yang traktir. Hitung-hitung, sebagai tanda keberhasilan kita mengerjai Kai.” “Kajja!” Suga berlari menghampiri Jung Kook. “Kalian! Dendamku pasti datang.” Kata Kai geram. “Suzy-aa! Kajja!” Ajak Jung Kook dan Suga bebarengan. “Ha?” “Ayolah!” Kai menarik lengan Suzy dengan paksa. Di kantin, mereka berbagi banyak cerita. Mulai dari cerita konyol mereka bertiga yang membuat Suzy tertawa terpingkal-pingkal. Sampai bisnis keluarga mereka. Suzy langsung merasa dekat dengan mereka dalam waktu yang singkat. “Oh, jadi kau pemilik Cheeky Restaurant cepat saji itu.” Suzy mengangguk-angguk mengerti. Sesekali ia menyerupu jus jeruknya dari sedotan. “Ya, begitulah.” Jawab Suga lalu melahap habis potongan semangka terakhirnya. “Jadi, apa aku bisa makan gratis di sana?” Goda Suzy sambil tersenyum genit ke arah Suga. “Kenapa tidak mampirlah. Tapi kau harus mempromosikan restaurantku, oke?” “Berbisnis saja kau lah!” Kai menjitak pelan kepala Suga. “Aku mau tanya. Kalian sudah saling kenal ya? Kenapa terlihat akrab sekali?” Suzy memandangi satu per satu wajah tampan teman barunya. “Aku dan Jung Kook satu sekolah sebelumnya. Kalau aku dan Suga, kami satu lembaga bimbingan belajar, bersama Jung Kook juga tentunya.” Jawab Kai sambil mengaduk-aduk jus alpukatnya. “Dan, juga dia baru menyerempet sepeda motorku tadi pagi.” Ujar Suga kesal menunjuk Jung Kook. “Hehe, kenapa marah? Kau yang salah. Hssh, eh, tapi kalau ada yang rusak jangan lupa, bawa motormu ke bengkelku, ote?” Giliran Jung Kook yang berpromosi bengkel milik keluarganya. “Ne! Sekalian saja aku membuat asuransi di perusahaan Kai!” Kata Suga kesal. “Wow! Kalian benar-benar melengkapi satu sama lain ya. Kalau lapar tinggal ke restaurant Suga, kendaraan rusak ke bengkel Jung Kook, lalu membuat asuransi di perusahaan Kai untuk berjaga-jaga? Wah, daebak!” Kata Suzy kaget. Aigoo! Suzy benar-benar kaget mendengar usaha keluarga temannya masing-masing. Wow, berarti mereka semua anak orang kaya? Hss, aku tidak menyangka akan mempunyai teman seperti itu. Hey, tunggu, mungkin aku bisa terkena untung sedikit kan? Suzy cekikikan di dalam hati.

***

“Ya! Jung Eunji!” Panggil Suzy berlari-lari kecil ke arah temannya itu yang sedang menunggu bus pulang di halte depan sekolah. “Apa ada laki-laki tampan di kelasmu?” “Ada. Tapi, kebanyakan mereka mempunyai pacar yang bersekolah di sini. Jadi aku tidak bisa leluasa menggoda mereka.” Kata Eunji tidak bersemangat. “Heol! Dasar wanita penggoda.” Cibir Suzy sebal. “Kau, bagaimana? Apa kau duduk bersama laki-laki?” Eunji mulai menginterogasi Suzy. Ia takut bila Suzy dikelilingi oleh laki-laki tampan di kelasnya. “Aniya. Tapi, tadi aku ditraktir oleh laki-laki tampan di kantin. Dan aku makan, dikelilingi tiga laki-laki tampan. Dengar Eunji-aa, tiga, bukan satu.” Suzy mencoba membuat Eunji iri. “Membual lah kau Bae Suzy. Cih!” Eunji menganggap kata-kata Suzy hanyalah bualan untuk menggodanya. Dua buah sepeda motor berhenti di depan mereka. Pengendara sepeda motor itu melepas helmnya sehingga membuat wajah mereka terlihat. Jung Kook dan Kai “Ya! Bae Suzy! Kau masuk dalam kelompok kami sekarang. Jadi besok giliranmu menraktir. Oke?” Kata Jung Kook dengan nada menggoda sambil tersenyum lebar. Suzy hanya melompong. Dia terlalu kaget Jung Kook dan Kai akan muncul setelah ia membicarakannya. “ Suzy-aa, hati-hati.” Sambung Kai, yang kemudian memakai helm-nya lagi diikuti oleh Jung Kook. Lalu, sepeda motor mereka berjalan dan dengan sekejap menghilang dari pandangan Suzy dan Eunji. “Su-Suzy-aa, nugu?” Tanya Eunji tergagap. “Eh? Mereka teman baruku. Yang menemaniku makan di kantin tadi.” Jawab Suzy bangga. Ia sengaja ingin membuat sahabatnya itu iri setengah mati. “Oh. Ya. Lalu bagaimana nasib Oppa-mu itu? Kim Myung Soo?” “Ya! Mereka hanya temanku. Namja chinguku tetap Kim Myung Soo.” “Tidak adil. Selalu saja dekat dengan laki-laki tampan.” Gumam Eunji tidak jelas. Beberapa menit kemudian laki-laki bernama Kim Myung Soo datang menjemput Suzy menggunakan motor. “Hai Eunji.” Sapa Myung Soo ramah. “Annyeong oppa.” “Eunji-aa, aku pulang dulu. Mian.” Suzy membonceng di belakang Myung Soo, “Annyong!” “Bye!” Balas Eunji. “Oppa, apa kau benar tidak ada kelas hari ini?” Tanya Suzy yang ada di boncengan. Myung Soo sekarang sudah semester tiga di Howon University. “Ani. Tenang saja. Makanya aku menjemputmu.” “Jeongmal? Kau tidak membolos kan?” “Ani. Kenapa kau curiga sekali padaku?” Bela Myung Soo. “Turunlah. Kau sudah sampai, Suzy-ah.” “Ne.” Suzy turun dari motor. “Bagaimana sekolahmu? Apa ada yang lebih tampan dariku?” Goda Myung Soo. “Banyak. Mereka semua lebih tampan darimu.” “Heol. Pasti kau mau selingkuh? Hah?” “Apa kau cemburu Oppa?” “Tentu! Aku cemburu, wae? Awas saja kalau selingkuh.” Ancam Myung Soo. “Bukannya aku yang harusnya begitu. Di perguruan tinggi pasti banyak gadis-gadis yang lebih menggoda dibandingkan aku. Banyak artis juga. Kau yang berpeluang besar selingkuh, bad boy.” Suzy mencubit lengan Myung Soo. “Dasar bocah cilik. Masuklah. Bantu eomma-mu di rumah, jangan sering main.” “Ne, araseo, Oppa.” Kata Suzy jengkel. Suzy berbalik hendak berjalan masuk ke rumahnya sebelum Myung Soo memanggilnya, “Suzy!” “Mwo?” “Kau lupa sesuatu.” Myung Soo tersenyum sendiri. Lalu ia mengecup hangat kening Suzy. “Masuklah.” “Cha. Aku masuk.” Suzy masuk ke dalam rumah dengan hati berdebar-debar. Jantungnya pasti seperti ini, bila Myung Soo mengecupnya. Padahal ini bukan yang pertama kali. Rasa kesalnya pada namja itu langsung hilang seketika. Alhasil, Suzy hanya bisa senyum-senyum sendiri.

***

Suzy berlari tergesa-gesa masuk ke dalam kelas. Hari pertama MOS dia malah bangun kesiangan. Sial! Nafasnya terdengar terengah-engah. Peluh membasahi keningnya. Penampilannya berantakan. Apalagi di tambah dua pita di rambutnya sebagi atribut wajib saat MOS. “Kenapa baru berangkat? Aku kira kau tidak masuk hari ini.” Cemas Min. “Aku kesiangan.” Suzy mengelap keringatnya dengan tisu yang dia bawa di saku. Belum lima menit Suzy duduk, para senior OSIS sudah masuk ke dalam kelas dan melakukan operasi barang-barang anak kelas sepuluh. “Bagi siapa yang ketahuan membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa akan disita. Dan juga barang-barang yang tidak penting akan disita. Keluarkan barang-barang kalian dan taruh di atas meja.” Bentak Han Hye Na, salah satu senior OSIS. Semua murid-murid mengeluarkan barang-barangnya di atas meja. Saat Suzy merogoh tasnya, betapa terkejutnya dia ternyata dia membawa ponselnya. “Min-ah, bagaimana ini? Aku membawa ponsel.” Suzy panik. “Ah, disembunyikan. Cepat disembunyikan. Nanti kau dihukum.” Min tak kalah panik mencari tempat untuk menyembunyikan ponsel Suzy. Kai yang duduk di belakang Suzy melihat sesuatu yang tidak beres di  meja Suzy, dan menghampiri Suzy. Kai langsung tahu, ketika ia melihat Suzy memegang sebuah ponsel dengan wajah panik. Dengan sigap, sebelum para senior OSIS itu sampai ke meja Suzy, Kai merebut ponsel Suzy. “Kai?” Suzy terkejut karena ponselnya direbut Kai. “Diamlah.” Kai kembali ke tempat duduknya dan meletakkan ponsel itu di atas mejanya. Dan ketika para senior OSIS sampai ke mejanya, mereka mulai membentak Kai dan mengambil ponselnya. “Ponselnya, hari ini kami sita. Nanti pulang sekolah baru bisa diambil. Paham?” Tanya Park Jiyeon, salah satu senior. Kai mengangguk paham. “Sudah dikatakan dilarang membawa ponsel, ipad, laptop, dan sejenisnya, apa kalian tidak paham?” Tanya Han Hye Na dengan nada membentak. Setelah pemeriksaan, Kai beserta anak-anak yang lain yang tidak menaati tata tertib MOS harus keluar dari kelas dan melaksanakan hukuman yang sudah dipersiapkan oleh para senior. Suzy menatap Kai takut, kasihan, dan merasa bersalah. Mata mereka bertemu pandang. Seolah tahu apa yang dirasakan oleh Suzy, Kai mengangguk dan tersenyum ke arah Suzy. Gwencana. Jangan terlalu dipikirkan. Kata Kai melalui sorot matanya. “Min-ah, menurutmu apa hukumannya?” Bisik Suzy. “Aku dengar-dengar, membersihkan lapangan bola volly dan berjalan sambil berjongkok mengelilingi lapangan itu.” “Jinjja?” “Ne. Yang aku dengar seperti itu.” Kata Min yakin. “Bagaimana ini? Kasihan Kai.” Desah Suzy. “Ah, ya. Berterimakasihlah padanya. Dia sangat membantumu.” Bel pulang sekolah. Kai menemui senior yang tadi mengambil ponsel Suzy dan memintanya kembali. Ia berjalan ke kelas dengan wajah lelah setelah menjalani hukuman yang cukup berat. Sesampainya di kelas, ia malah mendapat jitakan pelan dari Jung Kook. “Ya! Dasar kau! Harusnya kau sembunyikan bila membawa ponsel.” “Diamlah!” Timpal Kai jengkel. Ia lalu menghampiri Suzy yang menatap Kai dengan rasa bersalah dan canggung. Kai tahu, Suzy pasti akan mengucapkan banyak terimakasih padanya. “Lain kali sembunyikan dengan benar.” Tegur Kai dengan tersenyum. “Gomawo. Seharusnya kau-” Belum selesai Suzy bicara Kai sudah memotong kalimatnya, “Gwencana. Apa kau tidak dengar? Aku tidak marah. Tenang saja.” Ujar Kai rilex. Ia mengambil jaket yang ada di laci mejanya dan merogoh salah satu saku jaket yang lumayan tersembunyi letaknya. Ia mengambil sebuah ponsel dari saku jaketnya tersebut. “Kai, itu ponselmu? Lalu yang tadi?” Suga yang tidak sengaja melihat Kai mengambil ponsel dari saku jaket lumayan terkejut. Suzy juga, tidak kalah kagetnya. “Punya teman kita yang cantik ini. Kasihan kan bila harus panas-panasan di luar sana.” Goda Kai sambil melirik Suzy. Suzy langsung merasakan pipinya merah memanas. Kai, Jung Kook, dan Suga berjalan beriringan menuju tempat parkir sekolah. Kebetulan jalan menuju rumah mereka searah. Jadi mereka sering berangkat dan pulang bersama, walaupun menggunakan sepeda motor masing-masing. Saat hendak memakai helm, ponsel Kai berbunyi. Dengan cekatan Kai mengangkat panggilan itu. “….” “Sudah kubilang hari ini aku MOS.” Jawab Kai sambil membenarkan kancing jaketnya. “…..” “Eoh? Oke. Aku akan ke sana. See you.” Kai menutup panggilan tersebut. “Krystal?” Tanya Jung Kook. “Ehm.” Jawab Kai lalu menaiki motornya dan melaju pergi. “Hssh, selalu saja. Krystal menjadi prioritas utamanya. Setiap ada pesan atau telepon dari dia, Kai langsung menghilang menemuinya.” Gerutu Jung Kook. “Yah, Krystal kan pacarnya. Wajar kan?” Sahut Suga yang sudah siap untuk pergi, “Aku ada janji dengan Jang Chae Rin. Bye!” “Ah! selalu di tinggal sendiri.” Gumam Jung Kook kesal. Ia selalu seperti ini. Karena dia satu-satunya yang belum mempunyai pacar. Malang.

***

Kai mendatangi tempat pemotretan Krystal. Krystal adalah seorang model. Ia mempunyai sejuta kesibukan yang membuatnya tidak bisa sesering mungkin menghabiskan waktu dengan Kai, sang kekasih. “So Jung-ah,” Kai berjalan menghampiri Krystal. “Kau sudah sampai? Hari ini aku sangat lelah.” Keluah Krystal. Krystal menyandarkan kepalanya di pundak Kai yang duduk di sebelahnya. “Jadwalmu terlalu padat. Bagaimana kau bisa sekolah dengan normal?” Kai mengelapi kening Krystal yang berkeringat. “Mulai lagi. Berceramah. Awal bulan depan, aku tidak akan sesibuk ini. Tenang saja.” Krystal meneguk air putih, “Oh ya, chagi. Bagaimana sekolahmu? MOS-nya apakah menyebalkan?” “Ya, begitulah. MOS? Bagaimana ya?” Kai mengingat-ingat kegiatan MOS di sekolahnya tadi. Ia teringat saat menolong Suzy. “Tidak menyebalkan kok.” Kata Kai tersenyum. Krystal menatap Kai curiga, “Ada apa? Hm?” “Aniya. Tidak ada apa-apa.” “Tapi kau terlihat mencurigakan. Senyummu itu penuh misteri.” Cibir Krystal. “Baiklah aku tidak akan tersenyum.” Kai mengacak rambut Krystal asal.

***

Seminggu sudah MOS menyebalkan itu dilewati. Sekarang para siswa kelas X bisa menjadi siswa yang sama seperti lainnya. Di kelas X Social 1, hari ini jam pertama dan kedua adalah jam pelajaran Sastra Bahasa Inggris. Satu kelas di bentuk tujuh kelompok, setiap kelompok berisi empat anak. Karena pemilihan anggota kelompok dengan cara acak, Suzy, Kai, Jung Kook, Suga, terpencar. Begitu juga dengan Min. Suzy satu kelompok dengan Shin Hye Rin, Kim Yura, danJi Young. Awalnya mereka mengerjakan bersama. Tapi setelah menemui soal yang lumayan sulit, mereka mulai tidak peduli. “Suzy-ah, kau mencari jawaban soal nomor 4-9 ya? Ini benar-benar rumit.” Keluh Ji Young. “Eoh? Ne.” Suzy mengangguk. Karena Suzy belum terlalu mengenal mereka, Suzy merasa tidak enak bila menolak permintaan mereka. Begitu pula saat Hye Rin dan Yura menyuruh Suzy untuk melakukan presentasi. Suzy hanya mengangguk. “Gomawo Suzy-ah, kami ke sana dulu ya,” pamit Yura pergi menuju ke tempat duduk mereka dan mengobrol dengan asyiknya. “Ehem.” Terdengar suara orang berdeham di belakang Suzy. “Kai?” Suzy menoleh ke arah sumber suara. Kai duduk di depan Suzy, “Bukankah ini tugas kelompok? Kenapa kau mengerjakan sendirian? Dimana teman-temanmu?” “Ehm, mereka,-” “Mereka pergi? Menyuruhmu untuk mengerjakan semuanya? Dan nantinya mereka akan mendapatkan nilai yang tidak seharusnya mereka terima.” “Kai, aku hanya tidak enak menolak mereka. Kami masih merasa canggung.” “Apa canggung alasan yang tepat? Mereka kelompokmu Suzy-ah. Beri mereka tugas. Beri mereka tanggung jawab. Jangan kau tanggung sendiri.” Kata Kai emosi. Kai kemudian bangkit dan menemui teman-teman satu kelompok Suzy. “Dimana tugas kalian?” Tanya Kai pada Yura. “Tugas? Tugas kami? Ada di,-” “Di Suzy? Suzy sedang mengerjakan tugas kelompok kalian, dan kalian malah di sini. Hm? Dan dengan santainya kalian juga menyuruh Suzy untuk melakukan presentasi? Lalu kalian akan mendapat nilai yang tidak pantas sedikit pun untuk kalian dapatkan!” “Kai..” Yura menatap Kai takut. “Jadi begini cara mengerjakan tugas kelompok bagi kalian?! Eoh? Tidak usah banyak omong dan lakukan tugas kalian!” Gertak Kai. “Ne.” Kata Yura, Hye Rin, Ji Young bebarengan dan segera menghampiri Suzy. Saat  jam istirahat, seperti biasa Suzy diajak Jung Kook, Suga, dan Kai untuk bergabung dengan mereka ke kantin. “Kenapa kalian selalu menyeretku seperti ini si?” Protes Suzy. “Kalian kan bisa memintaku baik-baik.” “Yah, kau tidak akan menuruti jika diminta dengan prosedur yang ada.” Sanggah Jung Kook. “Hissh.” Suzy menjitak kepala Jung Kook. “Karena sudah di sini aku ingin makan ramen.” Setelah ditunggu beberapa menit, pesanan makanan mereka pun datang dan memenuhi meja di depan mereka. “Ya! Kai, tadi kenapa kau membentak mereka?” Tanya Suzy. “Nugu? Yura dan teman-temannya?” “Ne.” “Oh, aku hanya sebal dengan kelakuan mereka. Seharusnya kau bersyukur ada yang melakukan itu padamu.” “Dan apa aku juga harus bersyukur ketika mereka takut berteman denganku gara-gara sikapmu tadi?” Suzy tak mau kalah. “Ya! Kalian sedang membicarakan apa?” Tanya Suga yang benar-benar tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Kai dan Suzy. “Tanya saja pada Kai.” Jawab Suzy ketus. “Kai apa?” Suga menatap Kai penuh harap. “Tanya saja pada Jung Kook.” Jawab Kai sekenanya. Giliran Kai menatap Jung Kook, “Kookie-ah, beritahu aku. Jebal.” Jung Kook yang sedang berkonsentrasi penuh pada ramennya tidak mendengar apa yang Kai, Suzy dan Suga bicarakan hanya bisa bengong ketika melihat ekspresi Suga yang aneh itu. “Ige mwo-ya?”

***

“Jadi ini bagaimana?” Tanya Suzy pada Min, teman sebangkunya. “Ah, di buku pun tidak ada. Akan sulit menjawab soal selanjutnya apabila soal ini tidak terselesaikan.” Min memukulkan pensil di kepalanya dengan pelan. “Argh. Menyebalkan.” Keluh Suzy. Suzy memukul mejanya untuk melampiaskan emosinya. Dan saat akan memukulkan tangannya ke meja, tangan Suzy tiba-tiba ditahan oleh seseorang. “Apa kau tidak kasihan pada tanganmu? Siapa tahu ia lebih sensitif dari dirimu.” Goda Kai tetap sambil mencengkram lengan Suzy. “Ya! Hissh, lepaskan.” Berontak Suzy. Kai pun melepaskan tangannya dari lengan Suzy. Ia lalu menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah Suzy, “Ada apa?” “Soal akuntansi. Kau sudah menyelesaikannya?” Tanya Suzy. Kai memandang sebentar mata Suzy dan Min yang memancarkan penderitaan ketidakbisaan mereka mengerjakan soal itu. “Kalian benar-benar tidak bisa?” Suzy dan Min menggeleng kompak. “Aku, sudah menyelesaikannya.” Jawab Kai bangga. Tangannya ditekuk di depan dada. “Ah, jinjja? Boleh kupinjam? Hm? Boleh ya?” Rayu Suzy. Suaranya ia buat semanis mungkin. “Kerjakan dulu sebisamu.” Tolak Kai halus. “Ya! Kim Jong In! Apa kau tidak lihat sudah selesu ini wajahku, karena aku benar-benar tidak bisa.” Teriak Suzy kesal. “Aku mendengarmu Bae Suzy. Tanpa kau berteriak pun akan kupinjamkan punyaku. Araseo?” Kai bangkit dan mengambil buku tugas akuntansinya dan memberikan pada Suzy. Tiba-tiba, Jung Kook datang dari luar diikuti Suga dan berteriak kegirangan di depan kelas membuat semua penghuni kelas X Social 1 penasaran. “Ya! Teman-teman, minggu depan kita akan melakukan outbond di pantai.” Seru Jung Kook girang. “Dan, kita akan menginap semalam di villa.” Sambung Suga tidak kalah hebohnya. Seketika kelas menjadi heboh mendengar pernyataan dari Jung Kook dan Suga. Mereka bersuka-cita menyambut acara itu. “Jinjja? Kau tidak bohong?” Tanya Suzy tidak percaya. “Tidak akan. Apalagi padamu, Suzy-ku yang manis.” Goda Jung Kook. “Ah. pasti akan menyenangkan.” Sorak Suzy senang. “Sebegitu senangnya?” Tanya Kai heran melihat reaksi Suzy. “Ne!” Jawab Suzy semangat. Kai hanya memandangi Suzy dengan tertawa kecil.

Hari ini adalah hari dimana semua kelas sepuluh akan melakukan outbond di pantai di sekitar Seoul. Pukul sembilan pagi mereka sudah berkumpul di sekolahan. Karena harus menginap, bawaan Suzy lumayan banyak. Maklum karena perlengkapan seorang wanita benar-benar banyak. Dengan susah payah, Suzy membawa ranselnya masuk ke dalam bus yang sudah disediakan. Karena tidak hati-hati, Suzy tersandung koper seorang anak yang berada di lorong bus, dan mengakibatkan dirinya terjerembam di sebuah kursi yang untungnya kosong. Setelah menoleh ke belakang, ia mendapati Kai sedang duduk manis di sebelah Suzy dan menatap Suzy dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Dengan buru-buru, Suzy pun mencoba berdiri. “Kenapa harus berdiri? Duduk saja di sini. Kebetulan kosong.” Ujar Kai santai. “Ehm, tapi,” “Tapi apa?” Kai bangkit dari duduknya mengambil ransel Suzy dan meletakkan ransel itu di tempat ransel yang berada di atas tempat duduk. Selama perjalanan, Suzy asyik bercanda dengan Min dan Kwon Sohyun yang kebetulan duduk di seberang mereka. Sedangkan Jung Kook dan Suga mereka duduk di belakang Suzy dan Kai. Dengan sengaja, Kai hanya diam dan iseng memperhatikan gadis yang di sebelahnya itu. Memperhatikan cara dia tertawa, tersenyum, berbicara, dan berteriak. Semuanya terlihat normal hehe. Batin Kai. Bahkan terlalu kekanak-kanakan. Suzy, Min, dan Sohyun benar-benar membuat daerah di sekitar mereka berisik. Mereka tertawa dan tiba-tiba saling dorong. Ketika Suzy hendak mengambil boneka yang ada di tangan Min, dengan serempak Min dan Sohyun mendorong Suzy. Sehingga membuat Suzy terduduk di pangkuan Kai. Suzy langsung terkejut menyadari bahwa ia berada di pangkuan Kai, sedangkan Kai yang dari tadi sedang memperhatikan Suzy tak kalah terkejutnya, dan mereka hanya bisa saling pandang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

TBC

***

Mian, kalo alurnya nggak jelas. Aku nggak tahu part 1 ini kepanjangan, apa pendek. Dan kalo ada typo di sana sini, mohon diabaikan saja hehe. Masih halal di blog saya. Tunggu next partnya ya? Thankyou J

46 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s