[FF Freelance] So I… (Part 2 – END)

so i coverJudul: So I…

Author: Kiray Nayla

Main Cast:

  • Kang Hana, Park Jungsoo, Cho Kyuhyun

Support Cast:

  • Lee Sungmin, Kim Mira, Kim Ryeowook, Kim Youngwoon,
  • Shin donghee, Jaekyung, Kang Sora, Choi Sungjun

Length: Two Shots

Rating: General

Genre: Romance, Sad, Comedy

FB: Kiray Nayla

Previous: Part 1,

Annyeonghaseyo, apa kabar??

Author bawa part terakhir So I nih, maklum yaa kalo banya typo bertaburan. Thankyu buat admin yang udah publish FF ini.

Langsung saja kita ke TKP, cekidooott

Hana POV

 

“Percayalah padaku, aku akan menjaga mu dengan baik” katanya sambil tersenyum dengan manis

“Yak..kau ini ada-ada saja”

“Aku serius”

“Ini hari minggu, kalau mau bicara serius di hari kerja saja”

“Yak…memangnya aku bicara tentang pekerjaan, ini tentang hati hana-ya”

“Sudah, konsentrasi mengemudi saja sekarang”

“Aish.. kau ini” jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang mungkin sebenarnya tidak gatal

 

~

 

Siang ini aku makan sendiri karena temanku masih sibuk, namun aku sudah begitu lapar, dari pada sakit lambungku kambuh lebih baik aku makan sendiri.

“Apa boleh aku duduk disini?” Kata seseorang yang suaranya sangat aku kenal, ya..dia park jungsoo

“Eoh..silahkan jungsoo-sshi”

Kemudian dia duduk sambil menaruh nampan berisi makan siangnya

“Kau makan sendirian?”

“Ne. Kau juga sendirian?”

“Ne, yang lain sedang ada tugas ke luar jadi aku makan sendiri”

“Eo..begitu”

Lalu kami menyantap makan siang kami

“Oh ya, akhirnya jalan menuju rumahku sudah selesai di perbaiki”

“Ooh..bagus kalau begitu”

“Ne, aku tidak perlu memutar arah lagi untuk pulang”

“Eoh..ne..”

Aigoo..ternyata dia mengantarku karena dia jalan menuju rumahnya sedang di perbaiki dan kebetulan searah dengan arah flatku. Kalau begitu mengapa tidak sepanjang tahun saja jalannya di perbaiki, agar dia tetap mengantarku pulang sampai dia jatuh cinta padaku !!

 

“Ooh ya, semalam kau pergi ke acara pertunangan siapa?”

“Nde? Eoh..pertunangan temanku”

“Lalu kau pergi dengan siapa?”

tidak mungkin aku menjawab dengan kyuhyun kan?

“Dengan beberapa temanku”

“Eoh..begitu”

 

~

Sejak mengenalnya sampai sekarang sudah hampir setahun hubungan ku dengan Jungsoo tidak ada kemajuan, mungkin dia memang tidak tertarik padaku, namun aku tidak bisa menutupi perasaan ku. Kami bertemu hanya sebatas di kantor, dia bahkan tidak pernah mengirimi ku pesan, berbeda dengan kyuhyun yang sekarang lebih dekat dengan ku walau pun sudah lama kerjasamanya dengan perusahan ku selesai. Memang dia sempat mengatakan kalau ingin memiliki hubungan yang lebih serius denganku, namun sampai saat ini kami tidak pernah membahasnya lagi, tapi tidak bisa di pungkiri aku juga merasa kalau kyuhyun menyukaiku, tentunya dari sikap-sikapnya selama ini.

 

~

Hari ini kyuhyun mengajakku menemaninya membelikan hadiah ulang tahun untuk eommanya, katanya dia sedikit bingung memilihkan hadiah yang pas, jadi memintaku membantunya. Kami mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di kota seoul, seperti biasa, jika weekend seperti sekarang tempat ini begitu ramai. Banyak gadis-gadis muda yang melihat ke arah kami, apa mereka terpesona oleh kyuhyun? Jika aku lihat dari tatapannya, sepertinya mereka merasa iri denganku yang berjalan dengan seorang namja tampan bernama cho kyuhyun, memang hari ini kyuhyun nampak begitu tampan dengan celana jeans dan kaos santai yang di padukan dengan blazer, wajahnya yang nyaris sempurna, kulit putih sebening embun di tunjang dengan tubuhnya yang tinggi menjulang dengan mudah membuat yeoja manapun jatuh cinta padanya, mungkin aku yeoja yang beruntung bisa jalan bersamanya. Untuk membuat mereka lebih iri padaku, aku mendekatkan jarakku dengannya, nampaknya kyuhyun menyadari kalau aku berada begitu dekat di sampingnya, kemudian dia melihat ke arahku dan tersenyum begitu manis dan tanpa ku duga dia meraih tanganku lalu menggenggamnya, aku melihat ke arah tangan ku yang sudah di genggamnya lalu melihatnya yang masih tersenyum, akupun membalas senyumnya. Kami jalan bersama dengan bergandengan tangan.

Setelah membeli hadiah untuk eomma kyuhyun, kami pergi ke sebuah taman untuk menikmati bintang yang bertabur begitu banyak malam ini

 

“Igo” kata kyuhyun sambil memberikan sekaleng softdrink padaku

“Gumawo” jawabku sambil menerimanya

“Sepertinya sudah cukup lama kita dekat dan saling mengenal”

“Ne, tidak terasa sudah sejak perusahaan mu bekerja sama dengan kantorku”

“Ne..sudah cukup lama juga aku mempunyai perasaan lain padamu”

“Nde?” Aku sedikit terkejut dengan ucapannya, bukan hanya terkejut dengan perkataan kyuhyun namun aku juga terkejut saat mataku menangkap keberadaan seseorang yang begitu aku kenal sedang duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat ku dan kyuhyun sekarang. Aku tidak salah, itu park jungsoo namun dia bersama seorang wanita, yang sekilas aku lihat sama dengan wanita yang berfoto bersamanya waktu itu, apa dia yang bernama sora? Mereka terlihat begitu akrab, ani mesra lebih tepatnya, lihat saja bahkan mereka berpegangan tangan dan saling melempar senyum, entah mengapa mataku memanas saat ini, hatiku juga rasanya hancur, seakan tidak terima dengan apa yang ku lihat.

 

“Mungkin kau bisa merasakan sikapku yang berbeda padamu selama ini, itu karena sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah jatuh cinta denganmu, entah mengapa aku merasa begitu nyaman berada dekat denganmu, kau adalah yeoja pertama yang pernah aku kenalkan pada orang tuaku, bahkan aku mengenalkan mu pada seluruh keluarga ku waktu itu, yaa itu karena aku merasa yakin kalau kau akan menjadi milikku. sebelumnya juga aku sudah pernah mengatakannya tentang keinginanku untuk bisa lebih dekat denganmu, namun mungkin kau tak menganggap itu serius, kali ini aku benar-benar ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. Aku mencintaimu, biarkan aku selalu di sampingmu, menjagamu, aku akan selalu ada untukmu”

Sambil mendengarkan perkataan kyuhyun, mataku masih tertuju pada jungsoo dan wanita itu. Entah mengapa, tanpa aba-aba air mata ku menngalir begitu saja

“Gwenchana?” Tanya kyuhyun yang heran melihatku menangis. Aku langsung menghapus air mataku, tak tahu dorongan dari mana aku malah memeluk kyuhyun, mungkin ini bisa sedikit menenangkan ku yang tengah patah hati dengan jungsoo

“Mianhe, apa aku membuatmu menangis?”

“Ani..”

“Lalu kenapa kau menangis?” Tanya kyuhyun yang begitu bingung

“Bisa kau biarkan aku meminjam pundakmu sebentar?”

“Selamanyapun akan aku biarkan”

Aku masih menangis di pelukkannya, mianhe cho kyuhyun, aku memang saat mencintai jungsoo, aku menyukaimu namun belum bisa mencintaimu, apa aku salah bersikap padamu selama ini?

Setelah aku puas menangis di pelukkanya, aku melepaskan pelukkan ku

“Gumawo”

“Gumawo untuk?”

“Karena kau telah meminjamkan pundakmu, juga atas semua yang kau berikan padaku”

“Asal kau bahagia aku bahagia. Namun mengapa kau menangis seperti itu?”

“Apa mungkin aku terharu dengan ucapanmu tadi yaa?” Kataku pura-pura bertanya sambil tersenyum padanya

“Mwo?? Jinjja?” Jawabnya bahagia dengan matanya yang berbinar

“Jadi apa kau juga mencintaiku?”

Tuhan..aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa sekarang. Aku tidak bisa membohongi perasaanku, yang hanya mencintai jungsoo, namun namja itu tidak mungkin menjadi milikku

“Hmmm..”

“Jebal, jawab aku”

“Ehm..” Kataku sambil menganggukkan kepalaku

“Jinjja?? Gumawo hana-ya, gumawo” jawab kyuhyun yang tiba-tiba memelukku

“Gumawo telah menerima cintaku, aku pikir selama ini kau tidak mencintaiku”

“Kau tidak pernah bertanya”

“Apa kau menungguku mengungkapkannya? Bukankah aku sudah mengatakanya beberapa kali, tapi kau saja yang tak menjawabnya. Jadi sejak kapan kau menyukaiku?”

“Aku rasa ini tidak perlu di jawab”

“Wae?? Aku ingin tahu” katanya yang melepaskan pelukkannya dan menatap ku dengan penuh tanya

“Itu rahasia ku”

“Yak…kau ini” dia kembali memelukku

“Sejak kapan kau mulai mencintaiku, itu tidak penting, yang terpenting Sekarang kau sudah resmi menjadi yeoja chinguku, jadi jangan pernah melihat pria lain selainku”

“Yak..mana mungkin aku tidak boleh melihat namja lain, harus kah aku hanya berhubungan dengan yeoja saja?”

“Bukan begitu, kau tidak boleh melirik namja yang sekalipun lebih tampan dari ku, apa lagi mempunyai perasaan dan menyukainya, arrachii?”

“Hahaha..kau ini ada-ada saja tuan cho”

“Yakseo?”

“Ish..”

“Marhaebwa hana-ya.. Yakseokae?”

“Ne..ne..nan yakseokhae”

“Geurae.. Saranghaeyo” ucapnya lembut, masih dalam pelukkan nya yang begitu memberikan kehangatan untukku, aku hanya diam tidak menjawab kata-kata cinta darinya. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi

Maafkan aku kyuhyun, karena yang ada di hatiku adalah park jungsoo, bukannya aku memanfaatkanmu, namun aku akan mencoba menerima kehadiran mu dalam hidupku, buatlah aku mencintaimu dan melupakan jungsoo.

~

Sudah 2 bulan aku menjalani hubungan dengan kyuhyun, perlakuannya terhadapku begitu manis, namun entah mengapa aku masih belum bisa sepenuhnya mencintainya. Mungkin aku bodoh masih saja mencintai jungsoo, yang sebenarnya tidak mencintaiku. Hampir setiap hari aku masih bertemu dengannya, melihat senyumnya yang selama ini aku idamkan juga sesekali berbincang dengannya.

~

 

“Saya rasa meeting hari ini cukup, semuanya sudah saya sampaikan, jadi bila terjadi kemungkinan terburuk, saya mohon kalian makum, karena ini semua bukan kehendak saya selaku direktur di sini” ujar Direktur Lee

“Ne, algeseumnida” jawab kami semua, dan kemudian kami kembali ke ruangan masing-masing

Ya, beginilah keadaan kantorku saat ini, terjadi suatu masalah pada kantor pusat kami yang berada di Amerika, yang menyebabkan akan terjadinya pengurangan pegawai di seluruh cabang termasuk cabang di Korea ini. Ada yang bilang, bahwa perusahaan akan mempertahankan pegawai yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun. Sementara aku baru bekerja 2 tahun disini, dan divisi ku mempunyainya pegawai yang cukup banyak, jadi mungkin salah satu dari tim ku akan ada yang di PHK, bisa jadi aku lah salah satu itu.

“Kita hanya perlu melakukan yang terbaik ya kan?” Tanya mira yg membuyarkan lamunanku sambil menyenggol tanganku yang sedang berjalan lemas menuju meja dengan

“Nde?”

“Yak..mana semangatmu kang hana?”

“Eoh..aku semangat ko”

“Ne.. Fighting (`▼´)ง !!!”

“Figjting !!!”

Kami sedikit tertawa, kemudian berjalan bersama menuju meja masing-masing.

 

~

 

“Kau mau minum apa?”

“Capuchino saja”

“Baiklah tunggu disini, biar aku saja yang belikan”

“Ok..gumawo hana-ya”

“Ne”

 

Kemudian aku keluar dari mobil yang di parkir di pinggir jalan tepat di depan sebuah cafe bernama handle & grathel, Malam ini setelah pulang kerja, mira mengantarku pulang. Akupun masuk ke dalam cafe yang terlihat cukup ramai, langsung aku menuju tempat memesan juga sekaligus kasir tsb, yang antriannya cukup banyak. Dari belakang aku liat seseorang yang sepertinya aku kenal, yak..itu youngwoon dengan jungsoo, ternyata mereka juga sedang mengantri aku berada satu orang di belakang mereka.

 

“Yak..tadi siang kau kemana huh? Kami menunggumu saat makan siang tapi kau tidak mengangkat telpon ku”

Aku mengurungkan niatku untuk menyapa mereka, karena bisa aku dengar mereka tengah asik mengobrol

“Mianhe, ponsel ternyata ku silent, aku mengantar sora fitting baju pengantin tadi”

“Jinjja? Kalian pergi bersama?”

 

Mwo?? Apa yang di maksud adalah sora yang sering mereka bicarakan? Fitting baju pengantin? Apa jungsoo dan sora akan menikah?

 

“Ne..”

“Memang sudah menetapkan tanggal pernikahannya?”

“Ne, orangtuanya ingin sora segera menikah”

 

Jadi mereka akan segera menikah? Tuhan…aku harap kali ini aku salah dengar, satu hal yang paling tidak ingin aku dengar adalah pernikahan jungsoo dengan wanita lain, tapi mengapa aku malah mendengarnya sendiri secara langsung. Rasanya seperti di hujam 1000 jarum, aku tak kuat menahan sakit di hatiku

 

“Aigoo…lalu apa dia nampak cantik dengan baju pengantinnya?”

“Dia begitu cantik” jawab jungsoo sambil tersenyum

“Beruntung sekali bisa bersanding dengan wanita secantik sora”

 

Kakiku lemas, seperti tak kuasa lagi berpijak, mataku memanas dan nafasku terasa sesak, selama ini aku masih selalu berharap suatu saat ada keajaiban sehingga jungsoo juga dapat mencintaiku, namun sekarang jelas sudah mengapa selama ini dia bersikap biasa saja padaku dan tak menyukaiku, dia akan menikah dan sirna semua harapanku.

“Kau mau pesan apa?” Tanya jungsoo pada youngwon yg berada di sampingnya lalu dia memalingkan matanya ke belakang, aku yang berada di belakangnya langsung membalikkan tubuhku dan bergegas keluar meninggalkan cafe ini menuju mobil mira, air mata mengalir begitu saja tanpa komando dariku.

 

“Yak..mana minumku?”

“Bisa antarkan aku pulang sekarang?”

“Hana-ya gwenchana?” Tanya mira yang sadar kalau aku tengah menangis sekarang

“Gwenchana, palli antarkan aku pulang sekarang”

“Ne, keundae waegeurae??”

Aku hanya diam sambil menghapus air mata dengan tisu

“Geurae..kita pulang sekarang”

Kemudian mira melajukan mobilnya, tidak lama kami sampai di halaman flat ku

“Neo jinjja gwenchana?”

“Nan gwenchana mira-ya”

“Apa kau tidak mau menceritakannya padaku? Sebenarnya ada apa? Apa aku berbuat salah? Atau karena masalah kantor?”

“Tidak..kau tidak salah apa-apa ko, juga bukan karena masalah kantor..sudah lah, kau pulang saja sudah malam. Gumawo telah mengantarku”

“Baiklah kalau kau tidak mau bercerita, kalau memang menangis bisa membuatmu lebih tenang menangislah, walau menangis tidak menyelesaikan masalahmu, mungkin jika kau berubah pikiran dan ingin menceritakannya padaku, aku akan mendengarkana dan sebisa mungkin aku bantu”

“Ne.. Gumawo..sudah pulang sana, sudah malam”

“Yak..kau mengusirku huh? Geurae..aku pulang dulu, kau baik-baik lah kalau ada apa-apa segera hubungi aku”

“Ne, gumawo.. Hati-hati dijalan”

Mira pun melajukan mobilnya menjauh dari flatku. Setelah sampai di flatku, aku langsung menuju lemari es, tenggorokkan ku terasa begitu kering, mungkin karena menangis tadi. Langsung ku buka pintu lemari es ku, aku mengambil botol air mineral dan hendak membuka tutupnya, namun aku melihat ada botol soju, aku tidak meminum soju, namun saat kyuhyun belanja kemarin ini belanjaannya tertinggal disini jadi aku memasukkan beberapa botol soju itu ke dalam lemari es. Aku malah menyimpan lagi air mineral yang sudah di tanganku dan mengambil botol soju itu lalu membuka tutupnya, kata orang ini bisa mengurangi beban masalah kita, lalu ku minum sekali

“Huewwk..rasanya tidak enak”

Kemudian aku meminum air mineral untuk menghilangkan rasa aneh alkohol

Drrttt..drttt…

Ponselku bergetar menandakan ada panggilan masuk, saat aku lihat ternyata kyuhyun yang menelepon

“Yeoboseyo”

“Kau dimana?”

“Aku di rumah, wae? Kau dimana?”

“Aku di jalan, sedang menuju flatmu, boleh kan aku datang ke tempatmu?”

“Eoh..ke sini saja”

“Geurae..sebentar lagi aku sampai”

“Ne..hati-hati di jalan”

Kemudian dia memutuskan sambungan teleponnya, dari suaranya sepertinya ada yang berbeda darinya, apa dia sedang ada masalah? Entahlah..

Kenapa selalu kyuhyun yang muncull dalam hidupku? Kenapa bukan jungsoo? Sudah kesekian kalinya aku berpikir seperti itu, mengapa aku tidak bisa bersama dengan orang yang benar2 aku cintai?

Sambil menunggu kyuhyun aku tak sadar sudah hampir sebotol soju ini ku minum, aku yang sebenarnya tidak bisa minum alkohol malam ini rasanya ingin sekali menghabiskannya dan sekarang kepalaku mulai terasa berat, sepertinya aku memang tidak hebat minum, lihat saja kepalaku sudah mulai pusing.

Ku dengar ada suara bel, itu pasti kyuhyun, langsung aku menuju pintu, saat aku membukanya aku melihat kyuhyun yang berantakkan dan aku bisa mencium aroma alkohol

“Apa aku mengganggumu?”

“Ani..masuk lah”

Kamipun masuk

“Apa kau sedang mabuk huh?”

Bukannya menjawab kyuhyun malah langsung memelukku

“Eottohkae..eottohkae hana-ya?” Dia menangiis..aku tahu dia menangis sekarang, ada apa sebenarnya?

“Kyu waegeurae??”

“Mungkin aku yang paling bersalah”

“Yak..ada apa? Kenapa kau begini? Jebal ceritakan padaku” aku menarik tubuhnya

“Tenangkan dirimu dan ceritakan semuanya padaku ne” kataku sabil membelai wajahnya, dia menarik nafas panjang sesaat

“Kau tau, investor tunggal yang ku bawa untuk mega proyek kami di tokyo tiba-tiba menarik dananya dan membatalkan kerjasama, sementara proyek sudah berjalan 80%, perusahaan kami merugi besar bahkan mungkin bisa bangkrut karena ini”

“Mwo?? Jinjja?”

“Aku sudah mencoba berusaha agar mereka tidak menarik dana nya dari proyek ini, tapi mereka tetap bersikukuh untuk membatalkan semuanya, dan saat appa tau semua ini, dia begitu kecewa padaku dan sangat terkejut hingga penyakit jantungnya kambuh”

“Lalu sekarang bagaimana keadaan appamu?”

“Aku tidak tahu, karena saat aku ke rumah sakit nuna marah besar padaku, dia menganggap aku yang menyebabkan ini semua. Dan eomma juga tidak mau bicara padaku”

Kami terdiam sesaat, aku tidak tega melihat keadaan kyuhyun yang sedang dalam masalah, senyum yang selalu dia perlihatkan padaku nampaknya hilang hari ini

“Bodoh..bodoh..memang aku bodoh, aku paling bersalah” katanya sambil memukul-mukul kepalanya

“Yak..oppa..” Aku menarik tangannya

“Jangan pernah merasa kau paling bersalah, ini semua bukan inginmu dan kau sudah berusaha sebisamu untuk menggagalkan investor itu membatalkan rencananya kan?”

“Tapi tidak ada yang percaya padaku lagi, bahkan keluargaku pun begitu”

“Keluargamu hanya belum menerima ini terjadi, di tambah appamu yang penyakitnya kambuh, mereka hanya shock dan sangat mengkhawatirkan appamu.”

“Tapi mereka tidak mengkhawatirkan ku? tidak ada yang mempercayai penjelasan ku, bahkan mendengarkannya saja tidak, seakan memang aku lah yang paling berdosa. Aku juga sangat mengkhawatirkan appa, tapi untuk melihat keadaannya saja aku tidak bisa” jawabnya sambil menahan air matanya

Aku menarik tubuhnya dan memeluknya, mencoba menenangkan keadaanya yang sedang kacau sekarang, walau sebenarnya akupun tak kalah kacau darinya, masalah di kantor, jungsoo dan di tambah rasa pusing di kepalaku akibat soju tadi, ya ini bisa di bilang mabuk.

“Tenanglah, mereka hanya memerlukan sedikit waktu untuk memahami semua ini. Dan jangan pernah kau mengatakan kalau tidak ada yang mempercayaimu karena ada aku disini yang selalu percaya padamu” kataku sambil mengusap punggungnya

“Tapi ini berat hana-yaa”

“Seberat apapun pasti ada jalan keluarnya. Mana kyuhyun yang aku kenal selama ini, yang selalu optimis? Katanya kyuhyun itu seseorang yang pekerja keras, tidak mudah menyerah”

Dia tidak menjawab

“Bahkan kau begitu optimis bisa mendapatkanku sejak awal kan? Walau saat itu aku belum menyukaimu”

Dia sedikit tertawa dalam tangisannya, dan mengeratkan pelukkannya

 

“Cobaan yang hadir tak akan melampaui batas kemampuan kita, karena setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya, namun bagaimana kita menanggapinya dan menyelesaikannya, mungkin butuh waktu untuk menyelesaikannya, jadi jangan putus asa tuan Cho”

“Gumawo chagi” jawabnya sambil tersenyum lalu menarik tubuhnya dan menatap ke arahku

“Gumawo telah hadir di hidupku” dia mencium keningku sekilas

“Ne”

“Sebesar apapun masalahku, tetap aku namja yang paling beruntung karena ada kau di sisiku, gumawo ”

Aku tersenyum, kemudian dia mendekatkan wajahnya dan tidak lama dia mencium bibirku lembut, mengapa aku merasa ada yang berbeda, Ini memang bukan ciuman kami yang pertama, namun sampai hari ini aku belum bisa membalas ciumannya karena aku belum terlalu yakin dengan perasaanku padanya, aku pun memejamkan mataku dan membalas ciumannya yang semakin lama semakin dalam, namun tiba-tiba dia melepaskan tautannya. Apa dia merasa kalau baru kali ini aku membalas ciumannya

“Gumawo” katanya sambil tersenyum lalu dia mendekatkan lagi wajahnya dan berbisik di telingaku

“Saranghae”

“Nado oppa-yaa”

Dia menciumku lagi, kali ini lebih intens yang membuat semua masalah rasanya hilang dari kehidupan kami

 

~Skip~

 

Aku terbangun dari tidurku dengan mata yang belum terbuka sempurna melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi, aku merasa udara lebih dingin walau aku memakai selimut, aku menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang ternyata aku sadari kalau tidak ada sehelai benangpun yang menempel, omo…kenapa begini? Apa yang terjadi? Saat aku membalikkan badan ternyata di sebelah ku ada kyuhyun yang sedang tertidur pulas. Mengapa dia ada disini? Kenapa kami sama-sama tidak berpakaian? Apa mungkin kami telah? Andwae…

Aku ingat sekarang apa yang telah aku lakukan sebelumnya, mengapa ini bisa terjadi, mengapa ??? aku menangis menyesali semuanya. Sementara kyuhyun yang berada di sebelahku mulai terusik dan terbangun

“chagi-yaa, apa kau menangis?” tanya nya saat menyadari kalau aku sedang menangis,

“Chagi-yaa wae?? uljima” dia menarik tanganku yang aku gunakan untuk mengelap air mataku, namun aku menyingkirkan tangannya

“Apa yang telah kau lakukan padaku huh? Kenapa sampai sejauh ini?

“Kita…”

“Katanya kau akan menjaga ku? Tapi kenapa seperti ini?”

“Mianhe, tapi tadi kau pun tidak menolaknya”

ya..memang akupun bodoh sebenarnya, itu karena aku agak mabuk tadi, tapi kan dia tetap tidak boleh melakukan itu. Gumamku dalam hati

“Yak…ini tidak seharusnya kita lakukan oppa, neo nappeun nappeun nappeun” aku sambil memukul tubuhnya

“Mianhe hana, mianhe, ini memang salahku” dia memegang tanganku dan mencoba memelukku

“Kau tahu itu adalah harta yang paling berharga, aku menjaganya selama ini, aku pikir kau bisa aku percaya, tapi kenapa kau melakukannya padaku”

“Jeongmal mianhe, maafkan aku”

Aku hanya menangis sejadi-jadinya, sementara kyuhyun memelukku erat mencoba menenangkanku, sampai aku tertidur lagi karena terlalu lelah menangis.

 

Keesokan paginya aku bangun sebelum kyuhyun bangun, setelah membersihkan tubuhku kemudian aku menyiapkan sarapan untuk kami, tidak lama kyuhyun bangun dan menghampiriku yang tengah memasak di dapur,

“Pagi..”

“Eoh..kau sudah bangun”

“Kau mandi saja dulu, setelah itu kita sarapan dan berangkat ke kantor” sambungku

“Ne, aku mandi dulu kalau begitu”

Percakapan kami pagi ini terasa begitu canggung, mungkin karena kejadian semalam

 

~

 

Beberapa minggu kemudian

 

Hari yang melelahkan, pekerjaan begitu menumpuk hari ini sampai pkl 10 malam aku baru bisa pulang, kepalaku terasa agak berat, badanku juga sedikit lemas mungkin karena terlalu lelah bekerja. Saat keluar kantor ternyata jungsoo juga tengah menunggu lift, sepertinya dia baru akan pulang juga

 

“eoh..hana-sshi, kau baru pulang juga?”

“Ne, pekerjaanku menumpuk hari ini”

“Pantas saja wajahmu terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?”

“Nan gwenchana, mungkin hanya terlalu lelah saja”

Tiiingg..

Pintu lift terbuka, kamipun masuk kedalam lift yang mengantarkan kami ke lantai dasar

Apa iya aku terlihat pucat? Tapi memang kepalaku rasanya pusing sekali, aku memegang keningku dan sedikit memijitnya untuk mengurangi pening ini

“Apa kau tahu kalau donghee-sshi sudah pindah ke Busan minggu lalu?”

“Nde?” Jawabku tidak terlalu sadar yg dia katakan, karena aku sibuk memijat keningku

“Nan jeongmal gwencahan? Apa kepalamu pusing?”

“Aah…ne, sedikit”

“Kalau begitu aku antar pulang saja”

“Tidak usah, merepotkan sudah malam”

“Tidak merepotkan…lagi pula, kau nampaknya tidak sehat, kalau ada apa-apa bagaimana?”

“Tapi..”

Tingg… bunyi lift yang menunjukkan bahwa kami sudah berada di lantai dasar

“Kau tunggu di loby saja, aku ambil mobil ke parkiran dulu”

“Aku keparkiran saja sekalian tidak apa-apa”

“Tidak usah, tunggu di sini saja”

Lalu dia meninggalkan ku menuju parkiran, dan aku menunggunya di loby. Jungsoo oppa memang saat baik, apa lagi melihat ku sedang tidak enak badan seperti ini, tapi apa aku harus sakit dulu baru bisa mendapat perhatian darinya? Hahahha… Ternyata ada hikmahnya juga aku lelah bekerja dan tidak enak badan hari ini, jadi jungsoo oppa bisa mengantarkanku pulang dan berada di dekatnya sudah membuatku bahagia, mungkin sebentar lagi rasa pusing ini akan hilang. Tidak lama mobilnya datang dan dia turun membukakan pintu mobilnya untukku, lihatlah aku memang tidak salah telah jatuh cinta pada namja seperti ini, namun yang salah adalah mengapa dia tidak jatuh cinta juga padaku.

“Gamsahamnda”

“Ne, hati-hati” katanya sambil memegang bagian pintu mobil agar aku tidak terpentok (?) setelah aku duduk dia kemudian menutupkan pintu menuju kursi pengemudi

“Apa lebih baik kita ke dokter saja dulu untuk memastikan keadaanmu?”

“Aah…tidak usah, aku hanya sedikit kelelahan saja”

Apa dia begitu khawatir terhadapku?

“Kau yakin? Setidaknya dokter bisa memberikanmu vitamin kan”

“Tidak…istirahat sebentar juga pasti akan lebih baik”

“Baiklah, tapi kau harus minum obat dulu, aku ada obat sakit kepala apa kau mau minum sekarang?”

“Gamsahamnida, tidak perlu nanti saja di rumah aku akan minum obat”

“Geuraeso”

Hanya butuh beberapa menit kamipun sampai di flatku

“Kau istirahatlah, kalau perlu besok tidak masuk kerja dulu”

“Tidak bisa, masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan besok, kau juga istirahat ne, maaf sudah merepotkan dan terimakasih”

“Ne, ini tidak merepotkan ku, kalau kau sakit mungkin aku ikut repot”

Mengapa dia repot kalau aku sakit? Hahaha

“Ya sudah, aku pulang dulu. Kau istirahat, kalau ada apa-apa hubungi saja aku”

Omo…apa ini mimpi? Baru kali ini dia mengatakan seperti ini

“Ne, gamsahamnida jungsoo-sshi”

“Yak…sepertinya kita sudah lama kenal,, mengapa masih bicara dengan bahasa informal seperti ini”

“Ne, sudah setahun sejak aku pindah kantor”

“Kalau begitu mulai sekarang kau panggil saja aku “oppa” bukankah aku lebih tua dari mu? Biar kedengarannya lebih akrab kan”

“Ne, jungsoo oppa”

“hehehe…baiklah aku pulang dulu ya”

“Ne, hati-hati di jalan”

Saat hendak tidur, tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk

From : Jungsoo oppa

Apa kau sudah minum obat? Segeralah tidur

 

Kyaaaa… dia begitu perhatian padaku, dengan cepat aku membalasnya

To: Jungsoo Oppa

Ne, aku sudah meminum obat dan sepertinya sebentar lagi pening di kepalaku akan hilang. Kau juga segeralah istirahat. Gumawo..

 

~

 

Author POV

Kyuhyun yang baru saja selesai meeting segera menuju kantor hana menemui yeoja chingunya itu. Karena malam ini ada yang ingin hana sampaikan padanya. Ternyata hana sudah menunggu kyuhyun gedung kantornya, kyuhyun menghentikan mobilnya kemudian hana langsung masuk ke mobil.

“Apa sudah lama menunggu?”

“Ani, aku baru saja turun”

“Eoh..kau belum makan kan? Kita makan saja dulu”

“Ne, terserah kau saja”

“Baiklah”

Kemudian mereka menuju sebuah tempat makan

 

~

 

Jungsoo POV

 

Sebelum pulang aku mampir ke sebuah tempat makan untuk mengisi perutku, setelah menghabiskan makananku aku hendak pulang, namun saat menuju pintu keluaar aku melihat hana duduk bersama seorang namja, aku menghentikan langkahku dan duduk di salah satu bangku, aku sedikit memperhatikan mereka, aku melihat hana tengah menangis dan namja itu merangkul hana sambil berbicara, sayangnya aku tidak dapat mendengar jelas yang mereka katakan

“Mianhe” kata namja itu, kemudian dia mengusap air mata di wajah hana dan mereka saling bertukar senyum

“Kaja, kita pulang” kata namja itu dan di jawab anggukan oleh hana

Kemudian mereka berdiri dan berjalan menuju pintu keluar dengan saling bergandengan tangan

Siapa namja itu? Mengapa hana menangis? Apa mereka sepasang kekasih?

Tapi Hana lucu sekali ketika sedang menangis seperti tadi hahaha,yaak..orang menangis malah aku tertawai.

“Apa anda mau memesan lagi tuan?”Tanya seorang pelayan

“Eoh..ani, aku akan pulang”

Kemudian aku langsung pulang dari tempat ini

 

~

 

“Jadi malam ini kau akan mentraktir kami dimana?”

“Terserah kalian saja, aku yg akan bayar semua” jawab ryeowook

“Kalau begitu aku akan pilih tempat yang paling mahal” sepertinya youngwon punya ide untuk menentukan tempatnya

“Yak..jangan terlalu mahal juga hyung, kecuali kalian mau menambahkan sisanya”

“Itu sama saja kau tidak mentraktir kami” jawab donghee

“Hahaha..biar aku saja yang memilih nanti, pokoknya pasti akan sesuai dengan kocekmu wook”

“Geurae..memang jungsoo hyung yg paling mengertiku”

“Yasudah, sekarang selesaikan saja pekerjaan kalian dulu”

“Ne..eeh Bagaimana kalau kita ajak hana juga?”Kata ryeowook

“Sepertinya ide bagus, dia kan menyenangkan orangnya. Sebentar, Aku akan menghubunginya”

Kemudian youngwon mengambil ponselnya dan menghubungi hana

“Yah..ponselnya tidak aktiv”

“Jinjja? Mungkin tidak ada sinyal”

“Ne, kau coba saja hubungi dia dari ponselmu”

Kemudian akupun mencoba menghubungi hana

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv, cobalah beberapa saat lagi”

“Ternyata benar ponselnya tidak aktiv, baiklah aku akan mengirimnya pesan, mungkin ponselnya lowbat”

“Ne, nanti setelah aktiv dia akan membacanya”

“Tapi sudah lama aku tidak bertemu dengannya” kata ryeowook

“Ne, biasanya setiap hari aku melihatnya, namun belakangan ini aku tak melihatnya lagi, apa dia sedang cuti?”

“Atau tugas keluar kota?”

Benar juga kata youngwon dan ryeowook, sudah sejak terakhir aku melihatnya bersama seorang namja malam itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi

“Eoh..mungkin dia tugas keluar kota dan di sana tidak ada signal, makanya ponselnya tidak aktiv” ujar donghee

Mungkin benar juga, dia tugas ke luar kota atau cuti, tapi mengapa sampai berminggu-minggu begitu?

“Bisa jadi begitu, hmm..kita tidak jadi pergi bersamanya kalau begitu”

ryeowook sepertinya ingin sekali pergi dengan hana

“Tapi kita tetap pergi kan walau tanpa hana? Sepertinya kau kecewa sekali tidak ada dia wookie-yaa”

“Ne, aku senang berteman dengannya karena kita seumuran”

“Senang berteman atau senang…” Ledek youngwon

“Yak..senang apa hyung?”

 

Author POV

 

2 years later

“Mengapa antriannya begitu panjang” kata hana yang tengah duduk di salah satu bangku sambil menunggu gilirannya datang untuk menemui customer service salah satu bank di seoul

“Antrian no 196 silahkan maju ke counter 4” suara panggilan untuk hana yang mempunyai no antrian 196, kemudian hana menuju customer service yang di maksud.

“Lalu mengapa bila no rekening itu tidak terdaftar, tapi aku bisa mentransfer uang dan sampai ke rekening itu?” Tanya hana yang sudah hampir emosi, karena kemarin ini dia mengirim uang pada salah satu rekening, namun setelah di transfer si pemilik rekening belum juga menerima uangnya, maka dari itu hana mencek langsung ke bank yang bersangkutan untuk memastikan kesalahan ini, dan ternyata entah hana yang salah ketik no rekening atau si pemilik rekening yang salah memberikan nomor rekeningnya.

“Tapi memang sudah kami cek, no rekening tsb tidak terdaftar agashi”

“Seharusnya jika memang tidak terdaftar, transaksiku di tolak, tapi ini malah uang yang aku transfer terkirim”

“Maafkan kami, mungkin terjadi suatu kesalahan dari pihak kami”

“Aish..lalu bagaimana nasib uang ku yang sudah terkirim ke rekening itu? Bisa kalian kembalikan saja?”

“Kalau untuk itu, kami tidak bisa memberikan keputusan sekarang, karena harus kami bicarakan dulu”

“Yak…masa uang segitu saja harus di bicarakan dulu, sudahlah aku mau uangku kembali”

“Maaf agashi, jumlah tersebut cukup besar sehingga saya tidak bisa memutuskan sekarang”

“Aigooo..eoteohke?? Kau tahu itu uang perusahaan, jadi aku mohon jangan di persulit, tolong bantu aku” kata hana dengan muka yang sedikit memohon

“Ne, akan kami usahakan” Kata customer service tsb

Hana tertunduk lesu menerima jawabannya, sambil menunggu cust. Service tsb mengurus bukti transfer yang hana punya. Tanpa di sadari ada seorang namja yang ternyata dari tadi dari memperhatikan percakapan nasabah dan cust service tsb dari balik ruangannya yang berada di belakang customer service. Namja yang sepertinya mengenal suara nasabah tersebut keluar dan menghampiiri kedua orang tersebut

“Ada apa ini? Sepertinya ada sedikit masalah, mungkin ada yang bisa aku bantu? ” Tanya sang namja pada customer service

“Eoh.. Manager Park, ne agashi ini mengalami sedikit masalah, dia transfer ke salah satu rekening yang ternyata rekening itu tidak terdaftar?”

“Jeongmalyo?? Mengapa bisa begitu?”

“Aku juga tidak mengerti, mengapa agashi ini bisa salah transfer ke rekening itu”

Hana yang sedang tertunduk sontak mengangkat wajahnya, karena merasa di salahkan oleh cust service tsb

“Yak..!aku hanya transfer ke nomor rekening yang orang itu berikan padaku, bukan aku yang salah araseo!!” Kata hana sambil melihat ke arah cust service itu dengan nada yang lebih tinggi, sontak membuat orang sekitar kaget, tidak terkecuali namja yang di panggil manager tadi

“Jeosonghamnida, mungkin itu kesalahan kami” kata namja itu sambil membungkuk 90 derajat. Lalu hana melihat kearah manager itu dan saat melihat wajahnya, betapa terkejutnya hana hingga dia tidak sadar kalau mulutnya sudah terbuka lebar.

“Pa..park…jung..soo-sshi??” Kata hana sambil menutup mulutnya dan menunjuk ke arah namja itu

“Kang hana??? Kau betul-betul kang hana?”

“Omo…park jungsoo-sshi?? Ne, aku kang hana”

“Aigo.. Kang hana apa kabar? Kau kemana saja?”

“Apa kalian saling mengenal?” Tanya sang cust service

“Ne, dia teman ku di kantor sebelumnya”

“Sudah lama tidak bertemu, apa kau bekerja disini sekarang?”

“Ne, sudah hampir setahun aku disini. Kim gilyeon-sshi, apa urusan nona ini sudah selesai?”

“Saya masih sedang mencek bukti transfer, atm tempat nona ini melakukan transaksi dan menanyakan pada bagian yg bersangkutan Manager Park”

“Eoh, kalau begitu kau uruslah sampai selesai”

“Ne algeseumnida”

“Bagaimana kalau sambil menunggu kita makan siang bersama, sambil mengobrol bukan kah sudah lama kita tidak bertemu” ajak jungsoo pada hana

“Eoh..boleh juga”

Kemudian mereka berdua pergi makan siang bersama

 

Hana POV

Tuhan mengapa setelah 2 tahun aku harus di pertemukan lagi dengan namja ini? Setengah mati aku melupakannya, namun sekarang jantungku kembali berdetak kencang saat bertemu dengannya, matanya, senyumnya,lesung pipinya, sikap ramahnya masih sama dengan jungsoo yang aku kenal 2tahun yang lalu. Seharusnya dia bertambah tua, namun wajahnya sekarang tidak seperti namja seusianya yang lain.

Sekarang kami sedang menunggu pesanan untuk makan siang, mungkin karena sudah cukup lama tidak bertemu aku aga sedikit canggung, walau biasanya aku adalah orang yang mudah beradaptasi, namun dengan jungsoo oppa sangat berbeda

“Tapi sepertinya kau terlihat lebih cantik sekarang” katanya memecah kesunyian

“Memang dulu aku tidak cantik ya?”

“Ani..bukan begitu, kau bertambah cantik maksudku”

“Hehehe..kau bisa saja, kau juga sepertinya sangat awet muda, tidak ada yang berubah darimu”

“Jinjja? Tapi anak2 sering memanggil ku “ahjussi” dan itu sangat menyakitkan”

“Hehehe..itu karena mereka menghormatimu”

“Harusnya mereka memanggilku hyung kan?hahaha..

“Jadi kau mau mereka memanggilmu hyung begitu?”

“Iyaa..heheeh..Ohya..kau kemana saja selama ini, mengapa seperti menghilang begitu?”

“Aku di tokyo 2 tahun ini”

“Jeongmal? Memang belakang banyak orang yang bekerja di tokyo seperti mu, apa disana lebih enak? Mengapa kau tak megajakku juga?”

“Aahh..tetap saja tanah kelahiran yang paling nyaman dan aku rindukan”

“Iyaa..pasti begitu”

“Kalau kau sejak kapan bekerja di sini?”

“Aku baru setahun pindah ke bank ini”

“Eoh..pesanannya sudah datang, silahkan di makan” sambungnya saat pesanan kami datang

“Ne”

Sambil makan siang kami berbincang-bincang, setelah selesai jungsoo menawarkan untuk mengantarkanku, awalnya ku tolak karena ini kan masih jam kerja dia harus kembali ke kantor, lagi pula urusan ku dengan bank nya belum selesai, tapi karena dia terus memaksa akhirnya aku menerimanya. Dia juga bilang akan menyelesaikan urusan salah transfer ku itu.

Setelah bicara cukup banyak di perjalanan, ada satu pertanyaan yang ingin sekali aku tanyakan padanya, bagaimana tentang pernikahannya dengan yeoja itu?

“Bagaimana kabar teman yang lain, youngwon-sshi, ryeowook-sshi, dan donghee-sshi?”

“Mereka baik-baik saja, kami masih sering bertemu. Ohya.. Kim youngwon bulan depan akan menikah, aku rasa dia harus mengundang mu ke pesta pernikahannya”

“Jinjja? Aku akan datang kalau dia mengundangku”

“Ne, aku akan memberitahunya kalau aku bertemu denganmu”

“Lalu kalau kau…”

“Aahh..bukan kah ini tempat yang kau maksud?”

Belum sempat aku meneruskan pertanyaanku, ternyata kami sudah sampai di depan kantor ku

“Eoh..ne”

“Jadi kau bekerja di sini sekarang?”

“Ne, begitulah. Gumawo sudah mengantarkan ku”

“Ne, cheonmaneyo. Tidak perlu khawatir, urusan di bank itu biar aku yang bereskan, nanti aku akan menghubungimu lagi”

“Eoh..gumawo, kalau begitu aku masuk dulu”

“Ne, sampai bertemu lagi”

~

~

Drrttt..drtttt

Ponselku berbunyi, langsung ku angkat panggilan yang ternyata berasal dari jungsoo oppa

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, aku park jungsoo”

“Ah..ne jungsoo-sshi, ada apa?”

“Untuk urusan di salah transfer itu, sepertinya ada beberapa yg harus kau tanda tangani”

“Eoh..kalau begitu besok pagi aku akan ke bank”

“Tidak perlu, biar aku antarkan saja padamu malam ini”

“Apa tidak merepotkan mu?”

“Gwenchanna, kan sekalian kita bisa bertemu”

“Baiklah, kalau begitu dimana kita akan bertemu?”

“Nanti sepulang kerja aku akan menjemputmu di kantormu, setelah itu kita makan malam, bagaimana?”

“Eoh..baiklah, nanti aku hubungi kau saat akan pulang”

“Ok..”

Kemudian malamnya kami bertemu, ternyata hanya selembar kertas yang harus tanda tangani, itu seperti surat pernyataan kalau aku sudah salah transfer. Selebihnya kami menghabiskan waktu bersama dengan makan malam dan minum kopi bersama. Tak bisa ku pungkiri, aku masih sangat mencintainya, kerja jantungku pun masih 2 kali lebih cepat dari biasanya saat berada dekat dengannya, apa lagi saat dia memandangku dan tersenyum padaku.

“Sepertinya tidak lama lagi uangmu sudah bisa kami kembalikan”

“Jinjja? Gumawo sudah membantuku”

“Ne, hanya perlu membereskan sedikit lagi saja”

“Eoh..Gumawo, kalau sampai uang itu tidak kembali bisa habis aku, karena itu uang perusahaan”

“Hehehee..kalau begitu untuk ucapan terimakasih kau harus mentraktirku “

“Baiklah, hari ini biar aku yg bayar”

“Jangan, hari ini biar aku saja yg bayar, lain kali saja kau teraktir aku, nanti aku tentukan waktunya, bagaimana?”

“Terserah kau saja kalau begitu”

“Baiklah, kau siapkan saja uang yang banyak”

“Kau ini minta di traktir atau ingin merampok ku? Mengapa harus menyiapkan banyak uang? “

“Hahaha..tenaang, mentraktirku tidak akan membuatmu miskin”

“Hahaha”

Author Pov

“Nona Kang Hana”

Saat namanya di panggil, kontan hana langsung menolehkan pandangannya pada sumber suara tersebut

“Ne” kemudian dia berjalan menuju cust. service sebuah bank tsb.

“Hari ini, uang yg anda transfer sudah bisa kami kembalikan, mohon tanda tangani beberapa surat keterangan ini”

Ujar customer service dengan sopan sambil menunjukkan beberapa lembar kertas dan memberikan ballpoint pada hana,

“Ne, gamsahamnida”

“Silahkan tanda tangan sebelah sini” kata cust. Service sambil menunjukkan bagian yg harus hana tanda tangani

“Eoh..ne”

Setelah selesai membubuhkan tanda tangannya dan menunggu proses yang sedang di lakukan, pandangan hana melirik ke sekeliling kantor bank, berharap menemukan sosok yang di carinya

“Dananya sudah masuk ke rekening anda nona kang hana”

“Ne, gamsahamnida”

“Apa ada yang mau di tanyakan lagi?”

“Tidak ada, terimakasih”

“Kalau masih ada pertanyaan, silahkan hubungi kami kembali”

“Ne..”

“Silahkan antrian berikutnya”

“Aah..chakkamanyo, boleh saya bertemu dengan Manager Park? Saya ingin mengucapkan terimakasih juga padanya”

“Eoh..sudah 2 hari dia tidak masuk kantor”

“Dia kemana?”

“Katanya dia sedang sakit”

“Jinjja?? Sakit apa?”

“Maaf, saya kurang tahu”

“Dia di rawat di Rumah Sakit mana?”

“Setahu saya, Manager Park hanya istirahat di rumahnya, tidak sampai di rawat di Rumah Sakit”

“Eoh syukurlah”

“Atau anda mau alamat rumahnya? Kebetulan tidak jauh dari sini”

“Di mana rumahnya?”

“Sebentar, saya tuliskan alamat rumahnya”

“Ne”

Kemudian cust. Service itu menuliskan alamat rumah jungsoo pada secarik kertas yang kemudian di berikan kepada hana

“Igo..yang aku tahu dia tinggal disini”

“Aahh..ne, Gamsahamnida agashi”

“Ne, cheonmanaeyo”

“Kalau begitu saya pamit dulu, sekali lagi terimakasih”

“Ne”

“Mungkin aku memang harus ke rumah jungsoo oppa untuk menjenguknya yg sedang sakit sambil mengucapkan terimakasih, tapi bagaimana kalau ada istrinya? Haruskah aku melihat mereka bersama mungkin menunjukkan kemesraannya di depan ku? Apa aku akan kuat? Tapi sekarang ini jam kerja, mungkin istrinya sedang bekerja, atau istrinya hanya ibu rumah tangga biasa? Aahh..terserah saja, lagi pula aku hanya ingin mengucapkan terimakasih, dan aku juga sudah tidak boleh lagi mencintainya”. Gumam hana dalam haati

Setelah dari bank, hana menuju ke sebuah toko roti sebagai buah tangan yang akan di bawa ke rumah jungsoo.

Ternyata apartemen jungsoo memang tidak jauh dari kantornya di bank, kini hana berada di depan pintu yg bertuliskan nomor 1004, nomor apartemen yang di berikan cust service tadi. Langsung hana menekan bell di sebelah pintu, setelah beberapa menekan bell akhirnya pintunya terbuka dan muncul lah namja yang sedang memakai kaus gombrong dengan celana pendek selutut, walau dari wajahnya terlihat baru bangun tidur tapi tetap terlihat tampan dan senyuman yang menampakkan lesung pipinya itu menambah ketamp

“Eoh..kang hana” kata jungsoo agak sedikit terkejut melihat kehadiran hana

“Annyeonghaseyo”

“Annyenghaseyo, bagaimana kau bisa ada disini?”

“Aku di beri alamatmu oleh cust. Service di bank, dia bilang kau sedang sakit, jadi sekalian aku mengucapkan terimakasih dan melihat keadaanmu”

“Eoh..kalau begitu silahkan masuk, kita bicara di dalam saja”

“Ne”

Kemudian jungsoo masuk dan di ikuti hana

“Silahkan duduk”

“Ne” sambil duduk hana memperhatikan keadaan sekitar apartemen jungsoo yang terlihat sepi, apa mungkin istrinya sedang tidak ada di rumah?

“Aku tidak bawa apa-apa untukmu” kata hana sambil meletakkan sekotak roti di meja

“Wah..padahal tidak perlu repot-repot, Gumawo.”

“Tidak, kebetulan toko rotinya tidak jauh dari sini”

“Kalau begitu, Mau minum apa?”

“Tidak usah, aku membawa minum” kata hana sambil menunjukkan botol air mineral yang sejak tadi di bawanya

“Tidak perlu repot-repot, lagi pula kau sedang sakit kan? Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah pergi kle dokter?”

“Ne, kemarin aku ke dokter, menurut dokter aku hanya perlu istirahat saja, mungkin karena akhir-akhir ini aku cukup sibuk, jadi keadaanku lemah dan mudah terserang virus”

“Yak..jangan telalu sibuk bekerja, kau memang sejak dulu kalau sudah bekerja lupa waktu yaa”

“Heheheh..aku tidak enak jika meninggalkan pekerjaan yang belum selesai”

“Tapi jangan di paksakan, tubuhmu juga butuh istirahat”

“Ne, ibu dokter.. Kau ini sudah seperti dokter saja”

“Hehehe..”

“Ohya, istri mu kemana? Apa dia bekerja?” Tanya hana

“Istri?? Siapa?”

“Yaa istrimu lah, kalian tidak berceraikan?”

“Yak..kang hana, kau ini bicara apa huh?”

“Nde?”

“Mana mungkin aku bercerai”

“Lalu kemana istrimu?”

“Mana mungkin aku bercerai, kalau menikah saja belum”

“Mwo??”

Jadi dia belum menikah? Lalu siapa yg menikah dengan sora itu? Mengapa dia ikut fiting baju pengantin segala? Tanya hana dalam hati

“Sampai saat ini aku belum menikah, apa kau meledekku karena di usia ku sekarang aku masih belum laku juga?”

“Aah..ani..tapi bukannya waktu itu kau akan menikah?”

“Waktu itu kapan? Kau ini ada-ada saja”

Jawab jungsoo sambil tersenyum

“Jadi kau belum menikah?”

“Beluuumm” jungsoo sambil menunjukkan jarinya yang tidak menggunakan cincin pernikahan

“Eoh..”

Lalu yang fiting baju pengantin dengan sora siapa? Mengapa aku harus mendengarkan percakapan jungsoo dan youngwoon oppa waktu itu? Pabo..pabo..harusnya waktu itu aku cari tahu dulu tentang kebenarannya, memang saat itu hatiku sangat hancur Sampai membuat pikiranku kacau dan terjadi hal yang merubah kehidupanku

Author POV

“Bagaimana urusan dengan bank? Apa sudah beres?” Tanya jungsoo yang membuyarkan lamunan hana

“Ne, semuanya sudah selesai uangkupun sudah di kembalikan”

“Baguslah”

“Gumawo, sudah membantuku”

“Cheonmaneyo, lagi pula itu sudah kewajiban kami”

Mereka pun berbincang beberapa saat, sampai hana harus pamit karena harus segera kembali ke kantornya

“Sepertinya aku harus kembali ke kantor sekarang”

“Ah..ne, gumawo telah mengunjungiku”

“Ne, semoga kau lekas sembuh oppa”

Kemudian hana beranjak untuk pergi menuju pintu keluar

“Kau naik apa?”

“Aku naik taxi”

“Kalau begitu Biar aku antar ke bawah, sambil mencari taxinya”

“Tidak perlu, aku bisa sendiri, lagi pula kau kan masih sakit”

“Gwenchana, kaja” kata jungsoo sambil membukakan pintu untuk hana

Kemudian mereka menuju lift untuk turun

“Jadi kapan kau akan masuk kerja lagi?”

“Mungkin besok, karena aku sudah bosan di rumah seharian”

“Tunggu sampai keadaanmu benar2 fitu saja dulu”

“Aku sudah sehat sekarang”

Baru sampai lantai 8, pintu lift yg di dalamnya hanya ada hana dan jungsoo terbuka, ada dua orang yang berdiri di depan lift hendak masuk, dengan membawa meja yang ukurannya cukup besar, mereka aga sedikit memaksakan untuk masuk, hingga membuat jungsoo dan hana memundurkan tubuhnya, namun tubuh hana tidak terasa sudah menyentuh dinding lift kasar yang membuat punggunya terasa nyeri,

“Aww..”

jungsoo yang sejak awal berdiri di depan hana juga ikut memundurkan, terkejut mendengar hana meringis dan membalikkan tubuhnya

“Gwenchana?” Tanya jungsoo cemas

“Gwenchana”

Belum sempat jungsoo membalikkan badannya lagi, ternyata meja yang di bawa orang tadi sudah berada tepat di belakang tubuhnya, hingga untuk berbalik badan saja sudah tidak bisa, Kini jungsoo menghadap hana, jarak mereka sangat dekat, namun tangan jungsoo menahan di dinding lift. Hana yang kaget hanya bisa terdiam dengan mata yang terbuka lebar

“Yak..mengapa kalian membawa barang sebesar ini dengan lift penumpang, harusnya di lift barang” kata jungsoo sambil

“Jeosonghamnida, lift barangnya sedang rusak tuan”

“Ini bisa membahayakan penumpang lain”

“Jeosonghamnida tuan”

Sementara jungsoo berbicara dengan orang itu, hana merasakan jantungnya seakan mau meledak, karena detakkannya semakin tidak karuan sejak dia berada dalam jarak yang begitu dekat dengan jungsoo untuk pertama kalinya, mungkin bila tangan jungsoo tidak menahan pada dinding lift, sudah tidak ada jarak lagi antara mereka. Bahkan kini hana dapat mencium dengan jelas harum parfum jungsoo. Hana hanya menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah sangat memerah sekarang

“Kau tidak apa-apa hana?” Tanya jungsoo sambil menatap hana, yang kontan membuat hana semakin grogi

“Aahh..nan gwenchana oppa” jawab hana dengan tetap menyembunyikan wajahnya

Sampai lift ini mengantarkan mereka ke lantai dasar, posisi mereka tidak berubah masih saling berhadapan.

Tiing… Bunyi yang menandakan mereka sudah sampai di lantai dasar

Kemudian orang yang membawa meja itu keluar dari lift lebih dulu baru hana dan jungsoo.

“Mianhe, kalau tadi kau merasa tidak nyaman, aku tidak bermaksud”

“Ne, gwenchana”

“Lagi pula, Bagaimana bisa terjadi kerusakan pada lift barang, hingga menyusahkan orang lain seperti itu” ujar jungsoo sedikit jengkel

“Mungkin lift barangnya sedang di perbaiki sekarang”

“Ya semoga saja”

“Kalau begitu aku pulang dulu oppa”

“Eeh..kau tunggu saja di sini, biar aku yang carikan taxi”

“Tidak perlu, di luar sangat terik mataharinya nanti kau bisa pusing biar aku saja”

“Aku sudah sehat kok, kaja”

~

Malam ini hana dan jungsoo berada di sebuah cafe, jungsoo menagih hutang hana untuk mentraktirnya. Tak terasa sudah cukup lama mereka berada di cafe yang bernama mouse & rabit itu,

“Aku sudah lama tidak berkunjung ke sungai han”

“Aku juga, sejak pulang dari tokyo aku belum pergi ke sungai han sampai sekarang”

“Bagaimana kalau kita menikmati keindahan malam di sana sekarang?”

“Sepertinya itu ide bagus, kaja kita ke sungai han”

Kemudian mereka meninggalkan mouse & rabit kemudian bergegas menuju sungai han. Sesampainya di sungai han, keadaan sekitar nampak begitu ramai, sepertinya sedang ada pertunjukan di sana, sehingga begitu banyak orang berkerumbung

“Waahh..ramai sekali, ada apa di sana?” Tanya hana

“Ne, sepertinya ada pertunjukan, mungkinkah ada seorang artis disana?”

“Tunggu, bukan kah ini lagu exo – growl” kata hana yang menyadari kalau terdengar suara nyanyian dan musik dari exo yang berjudul growl

“Jinjja? Mereka boygruop yang sedang terkenal itu kan? Ya, aku mengenal lagu ini”

“Mungkinkah mereka yang berada di sana oppa?” Hana terlihat begitu antusias, karena dia adalah noona fans dari exo

“Bisa jadi, kaja kita lihat”

Jawab jungsoo yang juga tak kalah antusias.

Kemudian dia menggenggam tangan hana dan membawanya kearah kerumunan orang-orang tersebut. Sementara hana begitu terkejut saat merasakan tangannya tengah di genggam erat oleh jungsoo sekarang, seperti sebelumnya, rasanya bagaikan ada 1000 bunga mekar indah di hati hana, sehingga hatinya begitu berbunga saat ini

Sekarang mereka telah sampai di depan kerumunan orang tersebut, dan benar saja ternyata ada beberapa member exo yang tampil di panggung, ini seperti acara sebuah produk yang iklannya di bintangi oleh member exo.

“Kyaa..ternyata benar exo” kata hana sambil mencoba melihat ke arah panggung dengan mendongkakkan kepalanya, karena pandangannya terhalang oleh penonton lainnya

“Ne, mereka adalah exo” balas jungsoo

“Cha..sekarang kita akan memilih penonton yang beruntung untuk naik ke atas panggung, siapa yang mau berada di panggung yang sama dengan exo??” Kata MC yang membuat penonton berteriak histeris begitu juga hana

“Baekhyun-sshi akan memilihnya secara langsung” lalu baekhyun turun dari panggung, yang kontan membuat penonton makin histeris, mereka mencoba mendekat ke arah baekhyun hingga saling berdorongan,

“Yak!!!” Kata hana yang mulai terdorong oleh penonton dari belakang, bukan hanya di dorong, namun juga di tabrak oleh penonton yang mencoba merangsek ke depan.

“Awas” Jungsoo yang berada di belakang hana kemudian memeluk tubuh hana agar terhindar dari penonton lainnya

“Eoh..” Hana yang terkejut kemudian memegang tangan jungsoo yang melingkar di tubunya

“Omo..dia memelukku sekarang? Eottohke?? Dia juga melindungiku, aigooo aku tidak tahu harus bagaimana, namun aku merasakan begitu nyamanan berada dalam pelukkannya. Park jungsoo, mengapa kau selalu membuatku jatuh cinta padamu huh?”

“Baekhyun-sshi, sudah memilih 2 orang yang beruntung, silahkan naik ke atas panggung” kata MC, kemudian baekhyun dan 2 orang penonton pun naik ke atas panggung. Karena sudah terpilih yang beruntung, penonton sudah tidak berebut untuk ke depan lagi sekarang, namun nampaknya ada sepasang manusia yang malah asik berpelukkan dalam keramaian ini, hingga membuat beberapa penonton melirik ke arah mereka yang di anggap sedang bermesraan di depan umum. Hana yang mulai sadar menarik tangannya yang sejak tadi memegang tangan jungsoo yang melingkar di tubuhnya

“Ehem..” Hana berdehem agar jungsoo melepaskan pelukannya, namun entah karena tidak sadar, menikmati petunjukan atau memang merasa begitu nyaman dengan posisinya yang memeluk hana, jungsoo tidak merespon hana

“Oppa..”

“Nde?”

“Ehmm” hana tidak enak bila meminta jungsoo melepaskan pelukkannya

“Aahh..ne, mianhe” sepertinya jungsoo sadar kemudian dia menarik tangannya dan kini menggaruk kepalanya, yang sebenarnya sama sekali tidak gatal. Hana hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya

“Kebanyakan penonton masih remaja, jadi mereka terlalu antusias melihat idolanya hinga berlarian seperti tadi, tapi kau tidak apa-apa kan?”

“Ne, mereka sangat antusias. Aku tidak apa-apa”

“Kalau begitu kita pergi saja, di sini terlalu ramai” ajak jungsoo yang lagi-lagi menggandeng tangan hana dan menariknya keluar dari kerumunan penonton. Setelah berjalan cukup jauh dari keramaian tadi mereka duduk di sebuah kursi

“Kau tunggu sebentar di sini, aku akan ke mini market itu membeli minum, kau haus kan?” ucap jungsoo sambil menunjuk mini market yg berada tidak jauh ari tempat mereka

“Eoh, baiklah”

Kemudian jungsoo kembali dengan membawa sekantung penuh belanjaan

“Yak oppa, mengapa kau belanja banyak sekali? Kau beli apa saja?” tanya hana sambil mengambil kantung belanjaan itu dan membukanya, ternyata isinya minuman dingin dan makanan ringan

“Ini tidak banyak” kata jungsoo sambil tersennyum

“Siapa yang mau menghabiskan makanan sebanyak ini?”

“Tidak apa-apa kalau sisa bawa pulang saja”

“Ish..kau ini”

~

Jungsoo POV

“Hahahaha..lalu kau memberikan jacketmu pada orang itu, dan akhirnya kau pulang sambil kedinginan?” tawa hana saat aku menceritakan cerita lucu saat aku menumpahkan kopi di baju seseorang musim dingin lalu

“Hahahaha… Ne, sudah dingin aku tidak jadi minum kopi, akhirnya aku pulang dan membuat kopi sendiri”

“Hahahahhaa… itu menyedihkan sekali oppa” katanya sambil tak henti hentinya tertawa, aku bisa melihat kebahagiaan dari wajahnya yang aku yakini begitu terlihat cantik apa lagi saat dia tertawa seperti ini. Aku sangat merindukan tawanya yang begitu khas, tidak seperti terakhir aku bertemu dengannya 2 tahun lalu yang saat itu dia begitu murung.

“Ne..” hanya kata itu yang keluar dari bibirku, aku tengah menikmati wajahnya dari sini, dari sampingnya

“Hahahaha..semoga itu tidak terjadi lagi yaa”

“…..”

“Oppa..”  hana menepuk pundakku masih sambil tertawa, yang secara tidak langsung membuatku tersadar

“Ahh..nde?”

“Kenapa kau diam saja? Apa kau malu karena telah menceritakannya padaku? Tenang..aku tak akan bercerita pada orang lain”

“Hehehhe…ani.. setelah youngwon tahu dia sudah menceritakannya pada semua orang”

“Jinjja? Aku tau dia memang tidak bisa menyimpan rahasia”

 

 

Drrttt..drtttt

 

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo”

“Apa kau sudah siap? Sebentar lagi aku sampai apartemenmu”

“Ne, aku sudah siap”

“Baiklah tunggu aku ne”

“Ne”

Kemudian sambungan telepon jungsoo dengan hana terputus, tidak lama bel apartemen hana berbunyi, hana sudah tau pasti kalau yang datang adalah jungsoo. Sebelum membuka kan pintu ia menuju cermin dan merapihkan tampilannya yang sebenarnya sudah terlihat sempurna

“Cermin..Apa aku terlihat cantik?” hana bertanya pada cermin

“Ne, kau sudah cantik nona” hana menjawab sendiri ucapannya

“Hahhaha..aku ini apa-apaan” katanta sambil tertawa

Hari ini hari pernikahan Youngwon, jungsoo mengajak hana untuk hadir bersama sekalian memberi kejutan pada teman2nya dengan pergi bersama hana karena jungsoo yg Awalnya ingin memberitahu kalau dia sudah bertemu dengan hana merubah pikirannya dan malah menyembunyikannya sampai hari ini.

 

Hana menuju pintu tak lupa memakai high hells dan mengambil hand bag yang senada dengan dress yang di pakainya. Lalu dia membuka pintu dan nampaklah seorang namja menggunakan tuxedo putih, dengan rambut yang di bentuk rapi dengan memperlihatkan keningnya di hiasi dengan senyum dan lesung pipinya

“Annyeonghaseyo”

Jungsoo masih belum membalas kata salam hana, karena sepertinya namja bermarga Park ini cukup terpesona dengan penampilan hana hari ini yang menggunakan dress di atas lutut berwana putih tulang, tidak seperti biasanya kali ini hana menggunakan make up dan membiarkan rambutnya tergerai

“Eoh..annyeonghaseyo, apa kau sudah siap?”

“Ne, aku sudah siap”

“Hana-ya, kau begitu cantik” ucap jungsoo tulus Hana yang mendengar pujian dari jungsoo hari ini merasakan pipinya sepertinya merona bukan karena blush on yang di pakainya

“Gumawo, kaja kita berangkat sekarang”

“Ne”

 

Mereka pun menuju tempat resepsi pernikahan youngwon, setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah gedung bernuansa modern dan dapat di lihat sudah banyak tamu yang hadir tentunya dengan pakaian serba putih, karena dress code acara ini memang putih. Merekapun memasuki tempat acara, tidak lama jungsoo melihat youngwon yang sedang berbincang dengan Ryeowook dan Donghee, jungsoopun menghampirinya di ikuti hana dari belakang

“Youngwon-aah” kata jungsoo yang langsung merangkul youngwon dari belakang, yang sontak membuat semuanya kaget dan melihat ke arah jungsoo

“Hyung..” kata youngwon

“Aah..Jungsoo hyung..”

“Chukkahamnida youngwon”

“Gumawo hyung”

“Di mana pengantinn wanitamu? Aku ingin mengucapkan selamat juga”

“Aah..dia sedang bersama sepupu-sepupunya disana” katanya sambil menunjuk ke satu arah

“Eoh..baiklah nanti aku kesana”

“Yak..kau kemana saja hyung? Lama tidak bertemu” ucap donghee

“Aku ada saja, kau yang sibuk sepertinya”

“Hyung kau bersama siapa?” tanya ryeowook yang melihat hana yang tertunduk dan berdiri di belakang jungsoo

Kemudian hana muncul dan memberikan salam

“annyeonghaseyo”

“Ommo..” ryeowook terlihat begitu terkejut melihat orang yang bersama jungsoo adalah hana

“Apa kalian ingat siapa dia?”

“Aigo… Kang Hana?” jawab youngwon

“Ne, kau Kang Hana kan?” donghee bertanya pada hana

“Ne, kang hana imnida”

“Bagaimana aku bisa melupakan yeoja seperti dia” kata ryeowook sambil mendekat ke arah hana dan langsung memeluknya

“Hana-ya, bogoshipda”

“Nado bogosipo wookie-yaa” hana membalas pelukkan ryeowook.

Hana dan ryeowook memang cukup dekat karena mereka seumuran dan sering mengobrol bersama dulu. Ryeowook adalah salah satu orang yang begitu kecewa dengan kepergian hana 2 tahun yang lalu

“Yak..yak.. kenapa kau memeluknya” jungsoo mencoba melepaskan pelukkan ryeowook pada hana dengan menarik tangan namja imut tersebut

“Biarkan hyung, aku merindukannya” ryeowook menyingkirkan tangan jungsoo yang ada di tangannya

“Aish…” kata jungsoo sambil tertawa

“Kau kemana saja selama ini? Mengapa pergi tak memberi tahuku?”

“Apa kau tidak melihat infotiment di tv huh? Di sana ada berita tentangku”

“Yak..kau bisa saja” kemudian ryeowook melepaskan pelukkannya

“Bagaimana kalian bisa ke sini bersama?” Tanya youngwon

“Aku mengajaknya sekalin untuk memberikan sureprice pada kalian”

“Memang sejak kapan kau bertemu dengannya lagi hyung?”

“Sejak sebulan yang lalu”

“Mwo?? Sudah sebulan dan kau tidak memberi tahu ku? Kau jahat sekali hyung” ryeowook nampaknya protes pada jungsoo

“Hahahaha… mianhe, kalau aku memeberi tahumu namanya buka sureprice lagi”

“Terserah kau saja, Hana-ya kau kemana saja selama ini? Bahkan ponselmu pun tidak dapat di hubungi”

“Mianhe ponselku hilang waktu itu, apa kau mau nomor ponselku yang baru?”

“Tentu, berapa nomormu?” Hana pun bertukar nomor ponsel dengan ryeowook dan mereka mulai asik mengobrol, sementara donghee pergi menuju tempat makanan yang tersedia dan jungsoo mengobrol dengan youngwon

“Bagaimana kau bisa bertemu dengannya lagi hyung?”

“Dia nasabah di Bank tempatku bekerja”

“eoh.. dia terlihat makin cantik”

“Ne seperti aku yang semakin tampan”

“Aish…kau semakin tua bukan semakin tampan”

“Yak.. apa kau mau pesta mu berantakan hari ini huh?”

“Hahahahha”

~

Beberapa teman satu kantor mereka pun hadir, karena sudah lama tidak bertemu kini terlihat jungsoo begitu asik mengobrol dan hana hanya berdiri di belajang jungsoo sambil membawa minuman

Drrrttt..drrrtttt..

“Yeoboseyo”

Hana mengangkat teleponnya kemudian pergi meninggalkan keramaian pesta menuju balkon gedung ini. Jungsoo yang menyadari hana pergi ke luar ternyata mengikutinya dari belakang, dia khawatir terjadi sesuatu pada hana

“Ne, aku baik-baik saja disini tidak perlu khawatir, kau juga jaga dirimu baik-baik jangan begadang karena bermain game terus” Sayup-sayup jungsoo mendengar pembicaraan hana di telepon

“Geurae, kau istirahatlah. Kalau begitu aku tutup teleponnya” Setelah itu hana menutup sambungan teleponnya dan membalikkan badannya hendak kembali ke dalam tempat acara, namun ia begitu terkejut saat berbalik badan dan menemukan jungsoo berada tidak jauh di belakangnya

“Oopp ppa kau di sini..?”

“Telepon dari siapa? Apa sudah selesai?”

“Hmm..ne, di dalam agak berisik, jadi aku keluar”

“Eoh… lihat pemandangan dari sini begitu indah ” kata jungsoo yang sedang menatap ke arah pemandangan kota dari ketinggian gedung berlantai 12 ini. Bukannya masuk ke dalam ruangan pesta tapi jungsoo malah menuju sebuah bangku yang tersedia di situ

“Duduk saja dulu di sini” ucap jungsoo sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya menyuruh hana untuk duduk, Kemudian hana mendekat dan duduk di samping jungsoo, mereka menikmati pemandangan sekitar tanpa mengeluarkan satu katapun.

“Yak..ternyata disini. sedang apa kalian?” terdengar suara seseorang dati belakang dan menghampiri hana dan jungsoo yang tengah menatap pemandangan kontan membalikkan badan nya menatap si yang punya suara..yang tak lain adalah ryeowook

“eoh wookie, pemandangan dari sini bagus ne” kata hana memberitahu ryeowook

“Ne memang indah..kaja masuk, sebentar lagi acara pelemparan bunga, kalian tidak ingin melewatkannya kan?”

“Jinjja, aku akan masuk”

“Baiklah” ryeowok kemudian berjalan kembali masuk

“kaja oppa kita masuk” hana bangkit dari duduknya

“Aku masih mau di sini” nampaknya jungaoo masih enggan meninggalkan tempat ini

“kalau begitu aku masuk duluan ne”

“kajima”

“tidak enak ryeowook sudah keluar memberitahu masa aku tidak mengikutinya

“Kajima” jungsoo menarik tangan hana dan membuat hana kembali duduk

“Jangan pernah meninggalkanku lagi” sambung jungsoo

hana sedikit bingung dan berpikir “sebenarnya ada apa dengan namja ini? aku kan hanya akan masuk kembali ke tempat acara, kenapa tidak boleh?”

“Cukup sekali kau menghilang dari kehidupanku, aku mohon sekarang dan selanjutnya tetaplah di sisiku”

“Nde?” hana semakin tidak mengerti apa yang di katakan jungsoo

“Jika kau tidak pergi 2 tahun lalu Mungkin yang menikah sekarang seharusnya kita bukan youngwon”

“Kau bicara apa sebenarnya oppa?”

“Saat kau pergi tanpa ada kabar dua tahun yang lalu, rasanya seperti ada yang hilang dari hidupku yang mulai merasakan kembali hangatnya cinta. Ketika aku mulai yakin kalau aku memang mencintaimu walau dengan sekuat hati aku mencoba menampik perasaan yang sebenarnya dari awal sudah ada padamu, setiap aku merindukanmu aku mencoba menahannya, mengalihkan pikiranku pada hal lain, namun semakin hari rasa itu semakin mengganggu pikiranku”

Hana begitu terkejut mendengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut jungsoo, apa yang dia maksud? apa benar namja ini mencintai hana? mengapa baru sekarang? Seperti di terjang ribuan anak panah, hati hana terasa begitu sakit tidak siap untuk mengetahui ternyata jungsoo pun mencintainya

“Nde?” tidak tahu kata apa yang harus di ucapkan hana selain kata tanya itu

“Ne, aku yakin aku mencintaimu sejak dulu. Saat kau menghilang aku mencari mu, namun aku tak menemukanmu”

 

Flashback

 

“Mira-sshi”

“Nde?”

“Bisa bicara sebentar?”

“eoh..” mira mengangguk kemudian duduk bersama jungsoo

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Silahkan katakan saja”

“Sudah sebulan ini aku tidak melihat kang hana, di mana dia? apa dia baik-baik saja? aku tidak bisa menghubunginya”

“Kang hana sudah resign sebulan yang lalu, aku juga tidak bisa menghubunginya dan tidak tahu dimana dia sekarang”

“Apa kau tahu alamat keluarganya?”

“Aku hanya tahu keluarganya tinggal di mokpo tapi tidak tahu tepatnya di mana”

“Apartemennya pun selalu kosong, sebenarnya dia pergi kemana?”

“Tidak tahu, aku juga mencarinya”

“Jika kau bertemu dengannya tolong beritahu aku”

“ne”

Sepulang kantor jungsoo yang masih penasaran hampir setiap hari datang ke apartemen hana, walau tidak pernah ada jawaban dari sana.

Namja itu memecet bel di depan pintu masuk, satu kali..dua kali… sampai tiba-tiba ada jawaban dari dalam, seseorang membuka pintu sontak membuat raut wajah jungsoo berubah bahagia, yaa hana sudah kembali

“Nuguseyo?” tanya seorang wanita paruh baya

“Park jungsoo imnida, apa kang hana ada di dalam?”

“Kang hana? tidak ada yang bernama kang hana di sini”

“Bukankah ini apartement kang hana?”

“eoh..mungkin dia penghuni sebelumnya, sekarang kami yang tinggal disini”

“Apa kau tahu kemana pemilik sebelumnya berada?”

“Mana aku tahu, lagi pula aku tidak mengenalnya”

“Apa kau sama sekali tidak mengetahuinya?”

“Aku menyewa apartemen disini pada pengelola gedung bukan pada pemilik sebelumnya. kalau tidak ada lagi yang penting aku harus masuk karena aku sedang masak” jawab wanita itu sedikit ketus

“eoh..maaf sudah mengganggu, gamsahamnida” jungsoo membungkukkan badannya walau wanita itu langsung berbalik dan menutup pintunya. Sejak saat itu jungsoo mulai frustasi karena tak kunjung mengetahui keberadaan hana

 

Flashback end

 

 

“Tidak banyak yang aku tahu tentangmu, hingga sulit mencari keberadaanmu sampai akhirnya aku menyerah dan menanti keajaiban, namun ternyata takdir mempertemukan kita lagi. ketika kita bertemu sebulan yang lalu betapa bahagianya aku bisa dekat dengan mu, asaku kembali hadir untuk bisa bersama denganmu”

Hana mulai merasa panas di matanya dan sepertinya air matanya mulai akan keluar. sakit…itu yang hana rasakan, mengapa tidak sejak dulu jungsoo orang yang paling dia nanti dan cintai mengatakan semua ini

“Kenapa baru mengatakannya sekarang? mengapa tidak sejak dulu?” kau tahu aku menunggumu 2 tahun lalu, gumam hana dalam hati.

“Aku akui mungkin aku salah satu namja paling pengecut yang pernah ada, Tiga tahun lalu aku mengalami perpisahan yang menyakitkan dengan kekasihku”

“apa dia sora?”

“kau tahu dari mana?”

jadi benar yeoja yang bernama sora itu adalah kekasihnya, tapi bukankah mereka sudah fiting baju pengantin?

“bukankah kalian sudah akan menikah? bahkan kalian sudah fiting baju pengantin bersama kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu semua itu?”

“itu bukan urusanmu”

“Aku begitu mencintai dia saat itu, namun kami harus berpisah karena dia di jodohkan dengan namja lain, dan benar kami fiting baju pengantin tapi itu untuk pernikahannya dengan namja itu”

 

Flash back

Malam itu di sebuah taman sora bertemu dengan jungsoo

“Oppa, eomma sudah menetapkan hari pernikahanku”

“Jinjja?”

“Ne 3 bulan lagi, eottohke oppa?” terlihat kecemasan dari mata sora

“Cepat atau lambat kaupun harus menikah dengannya bukan?”

“Tapi aku masih mencintaimu, aku belum bisa mencintai namja itu”

“Tidak bisa sora-ya, kau harus melupakanku”

Jungsoo tersenyum sambil menggenggam tangan sora

“Kau harus bisa, kau pasti bisa mencintainya” jungsoo mencoba meyakinkan sora yang sudah menjadi mantan kekasihnya itu, karena sebenarnya sekarang dia sudah bisa melupakan sora.

 

Di sisi lain terdapat seorang namja yang sedang menyatakan cintanya pada yeoja pujaannya, namun sang yeoja tertuju pada pasangan jungsoo dan sora.

 

Flasback end

 

“aku mencintainya sampai sulit melupakannya, tapi sejak aku bertemu denganmu aku merasa ada yang berbeda dengamu sepertinya aku mulai jatuh cinta, namun aku takut perasaan itu hanya pelampiasan saja, aku tak mau kau malah sakit hati karena ku. aku selalu menampik perasaan itu, menghindarimu dan seakan mengacuhkanmu. tapi akhirnya aku tidak bisa menghindari perasaan itu, karena semakin aku menghindarimu aku semakin merindukanmu, saat aku mulai yakin pada perasaanku tidak lama kau malah menghilang dan itu membuat penyesalan yg begitu besar bagiku”

Setelah menjelaskan panjang lebar, hati hana semakin teriris dan kini tak ada lagi yang menhalangi laju air matanya yang membasahi pipi nya

“Kenapa baru sekarang kau mengatakan semua ini oppa?” ucap hana sambil terisak

“Mianhe.. Aku tidak mau membuat kesalah untuk kedua kalinya, jadi aku mohon tetaplah disini di sisiku, kita jalani hidup bahagia bersama”

“Aku tidak bisa” jawab hana sambil menghapus air matanya

“Wae?”

“Sekarang aku tidak bisa”

“Wae?? apa kau tidak mencintaiku?”

“Bukan begitu, tapi…” hana memalingkan wajahnya

“Tapi kenapa?”

Ingin rasanya hana mengatakan kalau dia sangat mencintai jungsoo, tapi itu tidak mungkin

“Katakan kenapa?” jungsoo memegang pundak hana agar hana kembali menatapnya

hana menundukan wajahnya, dia tak mau menatap mata jungsoo karena saat ini dia sedang berbohong dan jungsoo pasti tahu itu

“Apa kau tak mencintaiku?”

“Ne, aku tidak mencintaimu !!!”  kata hana dengan penakanan di setiap katanya mencoba meyakinkan jungsoo

Aku tahu hana mencintaiku juga, bukan itu alasan yang sebenarnya, bahkan dia tidak berani menatap mataku, pikir jungsoo.

 

“Tatap aku, katakan sekali lagi” jungsoo menagkupkan tangannya di kedua pipi hana membuat mau tidak mau hana menatap jungsoo, terlihat air mata yang mengalir dari mata hana, jungsoo menghapus air mata itu dengan ibu jarinya, menatap hana dalam mencoba mencari jawaban dari tatapannya

“Katakan sekali lagi kalau kau tak mencintaiku”

Bukannya menjawab hana malah semakin terisak

“Aku tidak bisa oppa..”

Jungsoo menarik hana dalam pelukkannya

“Aku mencintaimu kang hana”

Hana hanya diam dalam pelukkan hangat jungsoo, ini adalah hal yang sangat hana hindari, mengetahui perasaan jungsoo di saat yang sudah tepat lagi. Tak lama dia menarik tubuhnya

“Maaf, aku tidak bisa oppa”

“Tidak bisa kenapa?” jawab jungsoo lirih

 

Flashback

 

Author POV

 

Kyuhyun yang baru saja selesai meeting segera menuju kantor hana menemui yeoja chingunya itu. Karena saat ini ada yang ingin hana sampaikan padanya. Ternyata hana sudah menunggu kyuhyun di depan gedung kantornya, kyuhyun menghentikan mobilnya kemudian hana langsung masuk ke mobil.

“Apa sudah lama menunggu?”

“Ani, aku baru saja turun”

“Eoh..kau belum makan kan? Kita makan saja dulu”

“Ne, terserah kau saja”

“Baiklah”

Kemudian mereka menuju sebuah tempat makan

“Aku ingin mengatakan sesuatu”

“Katakan saja, dari semalam kau bilang ingin mengatakan sesuatu padaku” jawab kyuhyun

hana mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tasnya dan menyimpannya di atas meja

“Apa ini?” tanya kyuhyun sambil melihat amplop itu

“Aku hamil, itu hasil pemeriksaan dokter”

“Mwo??” kyuhyun begitu terkejut kemudian mengambil amplop itu dan membukanya, seketika terlihatlah hasil pemeriksaan dokter yang menunjukkan bahwa hana tengah mengandung janin berusia beberapa minggu

“Tapi kenapa bisa… ”

“Apa maksudmu? kau tidak percaya? ini anakmu, apa kau lupa kita melakukannya? dan kau ingat aku hanya melakukannya denganmu”

“Bukan begitu, aku hanya tak menyangka akan seperti ini, sementara masalah ku yang lain masih belum selesai sekarang…”

“Apa kau tidak mau menerimanya?”

Kyuhyun terdiam, otaknya seakan mau pecah karena sepertinya masalah yang sedang di hadapinya begitu bertubi-tubi, di tambah kekasihnya mengandung anak mereka

“Kau mau meninggalkanku? tidak apa-apa asal jangan suruh aku membuang bayi ini”

hana menangis

“Kenapa kau berpikir begitu? aku tidak akan berbuat seperti itu”

“Aku hanya tidak ingin menambah dosa lagi oppa”

Kyuhyun menarik hana kedalam dekapannya, mencoba menenangkannya

“Kita akan membesarkan bayi itu bersama, aku akan bertanggung jawab, kita akan segera menikah”

“Jinjja? kau janji?”

“Ne, asal kau mau ikut denganku tinggal di tokyo untuk membereskan masalah perusahaan di sana”

hana hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju

“uljima, mianhe”

“Kaja, kita pulang” kata namja itu dan di jawab anggukan oleh hana

 

 

Tidak begitu jauh dari tempat hana dan kyuhyun seorang namja bernama park jungsoo sedang melihat ke arah mereka, namun jungsoo tidak tahu pasti apa yang sedang mereka bicarakan.

 

Flash back end

 

“aku sudah menikah” jawab hana lesu

“kau mencoba berbohong lagi huh? aku tahu kau juga mencintaiku kan”

 

“Sebenarnya apa yang membuat hana menolakku? apa benar dia sudah menikah?” beribu pertanyaan ada di benak jungso

 

“Aku akui sejak dulu aku mencintaimu, bahkan sangat mencintamu namun aku seperti orang bodoh yang menanti sang pangeran mencintainya, karena kau tak pernah menunjukkan kalau kau mencintaiku, awalnya aku bersabar namun aku tidak bisa hanya menunggumu yang nampaknya tak bisa berubah”

“Tapi aku mencintaimu dan kalau kau mencintaiku mengapa kau berhenti menungguku?”

“Aku mana tahu kalau kau mencitaiku juga? kau baru mengatakannya sekarang. harus sampai kapan aku menunggumu? lebih dari setahun namun kau tak pernah mengatakan dan menunjukkan kalau kau mencintaiku, sementara ada namja lain yang dengan tulus mencintaiku”

“Kau juga baru mengatakan kau menikah sekarang, mengapa tak sejak awal kita bertemu lagi?”

“Apa kau pernah bertanya tentang masalah pribadiku? tidak kan? sejak awal kita bertemu 3 tahun lalupun kau tidak pernah bertanya dan itu menbuatku yakin kau memang tak pernah mencintaiku”

“Aku tahu aku salah, aku hanya takut terjadi hal menyakitkan lagi seperti sebelumnya”

“Ketakutanmu malah membuatmu mengalaminya lagi oppa”

Jungsoo diam, mengutuki kebodohannya selama ini

 

“Dua tahun yang lalu aku menikah dengan seorang namja. saat itu aku hamil, lalu aku menikah dengannya dan karena masalah perusahaannya di tokyo akhirnya aku memutuskan mengikutinya tinggal di tokyo, kami menetap di sana sampai ada sedikit masalah di perusahaan keluargaku hingga aku harus pulang dan berada di sini sekarang”

“Jadi sekarang kau sudah punya anak? ” jungsoo terlihat mulai frustasi

“Ketika usia kandunganku menginjak 4 bulan, aku mengalami keguguran karena terlalu pusing dengan masalah yang di alami suamiku. ”

Mereka terdiam sesaat, tak sadar jungsoo pun mulai mengeluarkan air matanya, hatinya juga hancur, yeoja yang di tunggunya selama ini ternyata telah termiliki orang lain.

“Saat bertemu dengan mu lagi sebulan yang lalu, sebenarnya ada rasa bahagia namun aku khawatir, aku takut aku belum bisa melupakanmu. Dan ternyata itu benar, aku memang masih mencintaimu namun keadaanya sudah tidak memungkinkan lagi, aku….”

“Cukup, aku tidak ingin mendengarnya lagi. itu hanya semakin membuatku sakit”

Hana terdiam sambil mencoba menahan tangisannya

 

“Aku anggap ini hanya mimpi”

“Tapi sayang ini semua nyata oppa”

“Apa tak ada sedikitpun harapan untukku bisa berasama mu? Kita saling mencintai bukan?” tanya jungsoo dengan mata memohon menatap hana. melihat namja yang begitu dia cintai seperti ini hana pun merasa iba dan hatinya terasa semakin sakit

Hana hanya menggelengkan kepalanya pertanda memang semua ini tidak dapat berubah

“Apa kau mencintai namja itu”

“Dia yang akan hidup bersama ku sampai aku mati kelak seperti janji sakral yang aku buat bersamanya di depan tuhan, masih banyak waktu untuk membuatku lebih mencintainya”

Jungsoo tersenyum kecut,

“Mengapa kau seyakin itu? apa kau bahagia bersamanya?”

“Aku menerimanya dan mencoba hidup bahagia”

“Lalu bagaimana dengan aku?” jungsoo menundukkan kepalanya, mungkin pertanyaan itu terdengar egois namun pikirannya sudah tidak karuan lagi sekarang. haruskan dia kembali menelan pil pahit dan merasakan sakitnya patah hati yang ternyata semua ini juga karena perbuatannya sendiri yang tak bisa meyakinkan perasaannya pada hana.

“Maafkan aku” jawab hana yang kemudian memeluk jungsoo

Keduanya larut dalam haru, jungsoo tidak bisa menahan air matanya dan menangis di pundak hana begitu juga hana. mungkin hanya dengan menangis mereka bisa mencurahkan rasa sakit hati yang di rasakan karena mereka saling begitu mencintai namun tak dapat bersama.

 

~

 

 

“Jungsoo-ya, jangan petik bunga itu chagi”

“Aku hanya mau ambil satu”

“Tapi jangan chagi”

“Sudahlah tidak apa-apa nantikan bisa di tanam lagi”

“Tidak bisa, bibit bunga itu aku dapat dari belanda langsung”

“Nanti kita beli lagi”

“yak…kau benar-benar memetiknya” kata sang eomma saat bunga kesayangamnya sudah terpisah dari batangnya

“Jungsoo-ya, kau benar-benar” yeoja itu menahan amarah

“Aku akan memberikan bunga ini pada eomma, ini” kata namja kecil sambil tersenyum manis memperlihatkan leaung pipinya dan memberikan sebuah bunga pada eommanya yang terduduk bersama appanya

“Tapi chagi..” ibu muda itu terlihat frustasi

“Bukankah setelah menerima pemberian orang eomma harus mengucapkan terimakasih”

yak..anak ini memang bisa saja

“Ne, gamsahamnida” jawab eommanya sambil tersenyum terpaksa, dia tidak merelakan bunga yang di tangannya sudah tak bersama dengan pohon dan batangnya lagi

“Bukankah eomma sangat menyukainya? jangan hanya di biarkan bunga ini di pohonnya lebih baik di petik dan eomma bisa menyimpannya kan”

“Aigoo..anak eomma pintar sekali”

Namja kecil itu hanya tersenyum kemudian mencium pipi eommanya

“Oppa lihatlah kelakuan anakmu itu, apa yang kau ajarkan sampai seperti itu” kata yeoja itu pada suaminya

“Dia memang mewarisi kepintaranku. jungsoo-ya apa kau tidak mau mencium appa mu? kau curang sekali”

“Appa mau ku cium juga? baiklah” namja kecil itu mencium pipi appanya

 

Keluarga kecil yang nampaknya begitu bahagia itu duduk di halaman belakang rumahnya menghabiskan waktu akhir pekannya, mereka adalah kang hana, cho kyuhyun dan buah hati sekaligus jagoan kecil mereka cho jungsoo yang berusia 4 tahun. Tidak lama setelah kejadian bersama jungsoo di pernikahan youngwon waktu itu hana kembali ke tokyo dan menjalani hidupnya bersama kyuhyun yang memang sudah menetap di sana. Kemudian

hana melahirkan putra pertama mereka yang di beri nama cho jungsoo, tentu hana yang memberi nama anaknya, bukan tak bisa melupakan namja yang begitu ia cintai hanya saja nama itu yang keluar saat kyuhyun menanyakan nama untuk anak mereka pada hana, dan ternyata kyuhyun menyukai nama jungsoo hingga akhirnya jadi lah anak mereka di beri nama cho jungsoo. Sampai detik ini kyuhyun tidak pernah tahu sedikitpun tentang kisah hana dengan park jungsoo, hana menutupnya rapat2 dan membiarkan semuanya menjadi kenangan dan mencoba menikmati hidupnya bersama suaminya dan putra kecilnya dengan bahagia seperti pesan jungsoo.

 

~

 

Flashback

Setelah puas mengeluarkan air matanya hana melepas pelukkan jungsoo dan mereka saling bertatapan

“Mianhe” kata maaf terlontar dari mulut jungsoo

“Mianhe karena aku kau harus menahan semua rasa sakit dalam hidupmu. aku berjanji tak akan membuatmu menangis lagi karenaku. Aku mohon hiduplah bahagia bersama namja itu, lupakan saja aku yang sudah menghancurkan kebahagiaan yang sudah kau dapatkan dua tahun ini karena aku mengucapkan semua ini sekarang”

“Gwencahana, aku merasa lega karena akhirnya kita tahu perasaan yang kita pendam masing-masing selama ini”

“ehm.. aku mohon hiduplah bahagia bersamanya”

“ne..”

“kau berjanji?”

“ne..aku berjanji”

 

Jungsoo Pov

Memang berat melepas orang yang sangat aku cintai pergi bersama namja lain, tapi apa dayaku semua ini juga akibat kebodohanku selama ini yang tak berani meyakinkan perasaanku pada seseorang yang begitu aku cintai hanya karena ketakutanku yang tak beralasan.. sekarang aku akan menghilang menjauh dari kehidupan hana, aku mohon kalau aku tidak dapat bersamanya biarkan aku tidak pernah bertemu dengannya lagi Tuhan, ini terlalu menyakitkan.

 

If you love someone, tell them..

Because heart are often broken by word left unspoken..

 

 

….The End….

 

Inilah akhir dari kisah cinta yang sebagian di ambil dari kisah nyata ini, maaf kalo kurang memuaskan, semoga ada hikmahnya setelah baca FF ini. Intinya kalau cinta bilang cinta, jangan biarkan perasaan itu di pendam sendiri. *author berat yee kata-katanya* heheheh

Thankyu yang udah baca, jangan lupa comentnya yaa, itu sangat berarti bagi saya yang amatir ini. Baiklah…sampai disini dulu paypay ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s