[FF Freelance] My Duty Love (Chapter 2)

baruuu euyJudul : My Duty Love

Author : ThaJoonFany/ThaSiFany❤ @citramelica

Main Cast:

  • Tiffany Hwang
  • Siwon Choi
  • Find By Your Self!🙂

Genre : Romance, A Little bit Action, Comedy etc

Rate : PG-15

Previous : Chapter 1

Disclaimer : This Fanfic is original story of mine. The cast belongs to themselves. So Don’t bash me. Kalau ada kesamaan cerita atau jalan cerita itu bearti saya belum pernah baca karya anda. Sumpah dah!

 

 

Siwon’s side :

Jam sudah menunjukkan pukul 02.15 siang waktu setempat, tapi aku masih belum melihat Tiffany, yah aku sudah ready sejak jam 1 tadi menunggunya di depan kampusnya. Pagi ini Joon dan aku menyabotase mobil Tiffany hingga bocor agar dia tidak berangkat kuliah sendirian, yah seperti yang sudah di ultimatumkan oleh Hwang Hoejang-nim, Kim Jang Kook sudah mulai mencium keberadaan Fany dan hal itu bearti aku, Joon dan Soojin Ahjumma juga harus lebih bekerja keras dalam menjaga Fany. Saat aku menunggu Fany, tiba tiba iphoneku berdering dan kulihat Joon yang menelfonku.

“Nnnee Joon-ah…” sahutku mengangkat telfonnya

“Mmm.. Siwon-ah, Where Are You,…?” tanyanya, dia bicara dengan bahasa Inggris? Hahaha

“Yaaak! Kenapa kau sok berbicara bahasa inggris eoh…? kau lupa kalau Toefl kau itu yang paling payah diantara agen kita…” kataku langsung mengejek bahasa Inggrisnya, yah Joon memang payah dalam berbahasa Inggris, keinginannya untuk berbahasa Inggris diluar batas kemampuan bahasa inggrisnya… hahaha

“Aiigoo kau ini, sekali kali aku juga ingin kelihatan keren, Hmm… lupakan, kau sekarang dimana…?” kata Joon berusaha mengakhiri ledekanku yang akan terus berlanjut.

“Aku sedang di kampus Tiffany, Wae? Ada perkembangan baru…?” tanyaku padanya

“Hahaha, setelah aku periksa riwayat iphone Fany, sepertinya Fany akhir akhir ini sering berkomunikasi dengan namja yang bernama Kris, kau tahu orangnya…?” tanya Joon lagi, Kris?

“Kris…? Hmm… aku rasa aku pernah mendengarnya beberapa kali dari Tiffany dan kalau aku tidak salah, dia adalah murid transfer dari Korea dan Tiffany banyak menolongnya mengenal New York, Wae…? ada yang mencurigakan darinya…?” tanyaku lagi pada Joon

“Hmm… aku hanya curiga sedikit, kulihat dia sangat gencar menghubungi Fany, perhatian kepada Fany, dan sangat baik pada Fany, semuanya terlihat jelas dari bagaimana dia mengirim pesan dan chattingnya pada Fany…” jelas Joon lagi

“MWO…? pesan dan chatting…? kau membacanya…? Yaaaak! Mwoahaneungeoya(apa yang kau lakukan)? Itu melanggar privasi orang…” teriaaku seketika mendengar Joon membaca chatting dan pesan ponsel Fany.

“Yaaak! Bukankah itu tugasku, hahaha Wae? Kau iri…? makanya jadi ahli komputer jangan ahli bela diri dan menembak, hahaa…” balasnya dengan meledekku

“Mworagoo(apa katamu)…?” tanyaku sedikit kesal

“Anieyeo, sudahlah jangan berdebat, yang pasti menurutku Kris adalah orang baru yang patut kita curigai Siwon-ah, kehadirannya yang tiba tiba serta bersamaan dengan Kim Jang Kook yang mencium keberadaan Tiffany disini dan gencarnya menghubungi Tiffany harus menjadi langkah waspada untuk kita…” sambung Joon lagi

“Hmm… Okeee, Arraseoyoo… aku akan menyelidikinya kalau begitu…” kataku lagi

“Okee, selamat berinvestigasi dan berkencan…” katanya lagi

“MWO…??? YAAKK! JOON-ah…!!!” teriakku seketika,

“……..” Beep Beep, dan ternyata dia sudah memutuskan telfon sebelum aku berteriak lebih lanjut, Aiigoooo, dasar kau Joon!

Akupun kembali melihat sekeliling kampus Fany, untuk menunggunya. Sejenak aku berpikir tentang apa yang dikatakan Joon sebentar ini, Kris? Apa dia harus dicurigai?

“Siwon Opaaa…” suara lengkking ala Tiffanypun membuyarkan lamunan singkatku, akupun menoleh padanya dan terlihat dia berjalan ke arahku

“Eoh Fany-ah, kelasmu sudah usai…?” tanyaku seketika dia sampai dihadapanku, tapi dia bersama teman namjanya, siapa dia ?

“Nnnee, Oppa sudah menunggu lama… eoh, perkenalkan temanku, namanya Kris, Kris-ah ini Siwon Oppa…” katanya dengan memperkenalkanku dengan teman yang berada disampingnya, eoh, jadi dia yang namanya Kris?

“Kris Wu imnida…” sapanya dengan membungkuk padaku

“Choi Siwon imnida…” balasku, inikah Kris yang pernah diceritakan Fany padaku? Wah, ternyata dia namja yang yah, harus kuakui dia tinggi bahkan melebihiku, tampan, putih, dan mendapat nilai diatas rata rata jika dinilai oleh yeoja mana saja yang melihatnya.

“Kris ini adalah temanku yang pernah aku ceritakan pada Oppa, ayahnya orang Cina, ibunya orang Korea-Amerika, dan dia baru pindah sekitar 1 bulan yang lalu, Oppa ingat…?” jelas Fany padaku

“Nnnee, Oppa ingat…” jawabku seadanya,namun pandanganku tak lepas dari sosok Kris yang tersenyum dari tadi, apakah benar aku harus mencurigainya.

“Hmm, Kris-ah, aku pulang bersama Siwon Oppa nnee… “ kata Fany lagi

“Okee, No problem, masih banyak kesempatan lain bukan…?” jawabnya lagi dengan tersenyum pada Fany, Aiigoo kenapa aku tidak menyukainya bersikap begitu pada Fany? Aaakhh… Andwe! Be Profesional Siwon-ah! Jangan bawa perasaanmu!

“Neee, Next time maybe, oke, i’ll go first, Bye…” kata Fany sambil mengajakku masuk mobil

“Oke Byee…. Take care….” katanya lagi dengan melambaikan tangan dengan senyum indah merekah yang tak hilang dari wajahnya sedari tadi memandang Fany.

********

 

Tiffany’s side :

Kuliahku hari ini selesai juga, ceramah profesor Ferdinand tadi cukup membuatku lelah dan mengantuk, sekarang aku sedang didalam mobil Siwon Oppa, yah, Siwon Oppa menjemputku persis seperti yang dikatakannya tadi pagi. Sebenarnya sehabis kelas usai tadi Kris mengajakku menonton Film World War Z yang baru saja realease di theater terdekat, hahaha,  disatu sisi aku sangat ingin menontonnya, sekalian menghilangkan sedih dan sterssku atas masalah dengan daddy, namun aku merasa tidak mood, apalagi Siwon Oppa sudah menjemputku, dan aku pikir lebih baik aku pulang daripada pergi nonton dengan Kris. Belum lagi Soojin Ahjumma yang akan panik karenaku.

“Apa aku tidak merepotkan Oppa….?” tanyaku di perjalanan pulang didalam mobil

“Eung, Anieyeoo… kebetulan jadwal kerja Oppa juga sedang tidak padat,  Uhm… Fany-ah, boleh Oppa bertanya sesuatu….?” katanya dengan sedikit hati hatii

“Tentu saja, Mwonhae(apa itu)?” tanyaku penasaran

“Sudah berapa lama kau mengenal Kris…? Apa anaknya baik…?” tanyanya tiba tiba membahas Kris

“Nde…? Eung, lebih kurang 1 bulan belakangan ini, dan selama aku bergaul dengannya, aku rasa anaknya baik, Waeyeo Oppa…?” tanya ku yang masih penasaran kenapa Siwon Oppa menanyakan tentang Kris

“Hmmm, hanya bertanya saja, kau jangan terlalu cepat dekat dengan orang asing, berhati hatilah nnee…” katanya lagi

“Whooaa, Oppaa, nampaknya sikap pencemas Ahjumma sudah menular padamu, Araayeo Oppa, Keogjongma, aku dan Kris hanya berteman…” jawabku lagi

“Yaaah, untuk sekedar hati hati apa salahnya bukan…? ini juga demi kebaikanmu Fany-ah…” katanya lagi, kenapa lama lama Siwon Oppa jadi berlebihan seperti Soojin Ahjumma?

“Oppa-aah, tolong jangan memperburuk keadaanku, jangan terlalu mencemaskanku seperti Daddy dan Soojin Ahjumma, apa Oppa berpikir Kris merupakan salah satu dari anak buah Kim Jang Kook…? Huuft…” emosiku meledak seketika, moodku yang memang sudah tidak baik ditambah kecemasan berlebihan Siwon Oppa membuatku semakin frustasi

“Mianhae… kau benar, aku terlalu mencemaskanmu, mianhae…” katanya lagi dengan suara yang pelan dan lembut dan itupun membutaku merasa bersalah telah berteriak padanya seperti tadi.

“Hmm.. Anieyeoo, aku yang minta maaf Oppa-ah, pikiranku sedang kacau, Mianhae telah berteriak padamu, aku tidak bermaksud……” belum sampai aku berbicara Siwon Oppa sudah memotong kalimatku

“Gwenchana, Chaa—- mari kita lupakan, kau ingin mendinginkan hatimu…?” tanyanya tiba tiba kembali bersemangat

“Eung…? bagaimana caranya…?” tanyaku

“Seperti biasa, kau lupa…?” tanya Siwon Oppa dengan menggerakkan sebelah alisnya keatas kebawah seperti kebiasaannya bila sedang menggodaku.

“Mwo…? Ice Cream…?” tanyaku dengan simpul senyum yang terlukis spontan ketika megingat ice cream

“Yap! Ice Cream, sepertinya Strawberry Mint bisa mendinginkan hatimu… eothee…?” katanya lagi,

“Nnnee… Kajja, aku sudah tidak sabar…” kataku langsung bersemangat begitu mengingat Strawberry Mint yang merupakan rasa ice cream kesukaannku.

“Okeee… be there soon…” katanya lagii dengan menginjak pedal keras lebih keras dan menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke toko icecream langganan kami. Huehhee

******

            Setelah beberapa saat akhirnya kami sampai di toko ice cream yang menjadi langgananku sejak aku di New York, kedai ice cream sederhana di pinggir taman kota, yah disinilah aku biasa membeli pendingin hati ketika aku sedih, marah, kecewa dan lain lain.

“Chaaaa— Strawberry Mint is coming…” sahut Siwon Oppa yang datang dengan dua cup ice cream ditangannya, dan memberikan satu padaku yang sudah duduk di pinggir taman.

“Aiigooo, Finally, Gomawo Oppa…” kataku kegirangan dengan eye smile di wajahku saat ini

“Nnnee, enjoy…” kata Siwon Oppa dengan senyum lesung pipitnya padaku, Akkkhh, senyum yang sangat indah yang kadang membuatku salah tingkah dan jantungku berdebar tak menentu, Oppa-ah… bisakah kau tidak tersenyum seperti itu?

Kami berduapun menyantap ice cream masing masing dalam hening dan dengan pikiran masing masing,aku masih memikirkan Daddy, kapankah kasus ini berakhir? Aku sudah sangat ingin pulang ke Korea dan hidup seperti orang normal lainnya,tanpa cemas dan khawatir akan ancaman dan segala teror. Aku sungguh lelah!

“Gomawo Oppaa… aku rasa aku tidak bisa berhenti berterima kasih padamu…” kataku membuka kata dikala hening sesaat tadi

“Dan aku rasa, aku juga tidak bisa berhenti mengatakan untuk berhentii berterima kasih kepadamu…” jawab Siwon Oppa lagi

“Hmm…. aku sungguh sungguh Oppa,  kau selalu ada untukku dan bahkan selalu membantuku kapanpun itu, kadang aku berfikir, Oppa itu adalah malaikat pelindungku, Jinja Gomawo untuk semuanya…” kataku lagi

“……….” tidak ada kata yang terucap dari mulut Siwon Oppa saat itu, dia hanya diam dan menatap mataku tajam, pandangannya begitu dalam dan sangat sulit untuk kuartikan, aku bahkan merasa terkunci seakan tak bisa bergerak oleh tatapannya saat ini. Ough, apa yang terjadi padaku ya Tuhan…?

“Awwwwh… Appo! Yaaaak! Opaaa!” teriak ringisku ketika kurasakan Siwon Oppa mengetuk keningku dengan lumayan keras

“BABO-ya…! sudah kukatakan berhenti berterima kasih! Dasar kau!” sungutnya membalas teriakanku tak kalah keras

“Yaaak Oppaa! Aku tidak Babo!” teriakku bertambah lengking bahkan naik 4 oktav dari sebelumnya

“Yaaak! Berhenti berteriak!” teriak Siwon Oppa lagi

*******

 

 

Author’s side :

Chaaaah— akhirnya Author dapet bagian juga di FF ini, hahaha, (Author GaJe, Paaallliiii!), yap lanjut ke cerita, hahaha

@Kantor Kejaksaan Seoul

“Hoejang-nim… ada paket untuk anda….” kata seorang petugas pada Tn.Hwang yang tak lain adalah Daddy Tiffany dan merupakan seorang Jaksa terkenal di Korea.

“Dari siapa…?” tanya beliau pada petugas tersebut

“Mollaa… disini tiidak ditulis alamat pengirimnya….” kata petugas itu lagi

“Khamsahamida, silahkan kembali bekerja…” kata Tn.Hwang setelah mengambil paket tersebut dan meminta petugasnya kembali bekerja.

“Nneee Hoejang-nim…” kata petugas itu dan segera keluar dari ruangan

Tuan Hwang membolak balik paket tersebut mencari nama si pengirim dan memang tidak ditemukannya, Tuan Hwang pun mulai membuka plester di setiap ujung paket tersebut, didalam hati dia terus bertanya dari siapa gerangan paket ini?

“Apa ini…?” gerutu Tuan Hwang begitu melihat amplop dalam paket tersebut, Tuan Hwang kembali membukanya, dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang diterimanya saat ini. Didalam amplop tersebut terdapat 10 buah foto Tiffany yang tak lain adalah anaknya sendiri sedang beraktivitas di New York, foto-foto tersebut memperlihatkan Tiffany sedang kuliah, berbelanja, jogging, makan dll. Dan terdapat surat kecil dalam amplop tersebut yang bertuliskan :

“Dia tumbuh menjadi wanita yang cantik, maka dari itu berhentilah kau sebelum terlambat!”

KJK

Itulah isi surat kecil yang terdiri dari satu kalimat yang penuh makna tersebut, Tuan Hwang begitu terkejut dan frustasi dengan ini, dia sudah berusaha tidak melibatkan Tiffany untuk kasus ini, sudah cukup istri dan anak laki lakinya yang menjadi korban.

“Huuuufffftt…” Tuan Hwang menghembuskan nafas berat dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar di kursi ruangannya yang besar, dia langsung meregangkan dasinyadan berusaha memutar otak untuk mencari jalan keluar masalah ini.

“Siwon dan Joon….” 2 nama agen kepercayaannya tersebut seketika muncul dikalam pikiran kalutnya saat ini. Tuan Hwang langsung mengambil ponsel khusus anti lacak yang sudah di desain khusus untuk menghubungi Tiffany dan agennya di New York. Setelah beberapa saat akhirnya terdengar jawaban suara Siwon dari seberang sana.

“Nnneee Hoejang-nim….” jawab Siwon dengan setengah sadar berhubung dia sedang tidur

“Kau masih tidur? Yaaak! Sudah jam berapa ini…?” gerutu Tuan Hwang

“Hoejang-nim, disini masih tengah malam, apa anda lupa kita tidak berada di belahan bumi yang sama…?” jawab Siwon lagi

“Aiigoo, Mianhae Siwon-ah, aku lupa, pikiranku sangat kacau saat ini….” kata Tuan Hwang dengan nada cemas dan frustasi

“Wae….? terjadi sesuatu Hoejang-nim…?” mata Siwon yang tadi masih fifety2 sekarang sudah ON 100% mendengar nada bicara Tuan Hwang

“Nnnee, hal yang kita takutkan akhirnya terjadi Siwon-ah, Kim Jang Kook benar benar mengetahui Fany di New York, ternyata ini bukan sekedar ancamannya, pagi ini aku menerima paket yang kuyakin darinya, paket itu berisi foto foto Tiffany di New York Siwon-ah… aku mulai merasa khawatir dan tidak tenang…” jelas Tuan Hwang panjang lebar pada Siwon

“Jinjaeyeo…? Aiigoo, bagaimana dia bisa, Akkhhh….” gerutu Siwon tak karuan

“Entahlah, aku juga tidak habis pikir, apa disana Fany baik baik saja…?” tanya Tuan Hwang lagi

“Nnnee, disini kami belum menemukan gerak gerik ataupun tanda mencurigakan Hoejang-nim, Umm… bisakah anda mengirim Scanning foto foto tersebut? Biar nanti diteliti Joon, mana tau ada petunjuk dari sana…” kata Siwon lagi

“Baiklah, akan kukirim secepatnya, aku percayakan Fany pada kalian disana, jika kalian perlu bantuan agen ataupun anggota, kalian bisa menghubungi kantor kedutaan besar Korea disana, aku akan memberitahu mereka…” kata Tuang Hwang lagi

“Nnnee, Arrseoyo Hoejang-nim…” jawab Siwon mantap

Tuan Hwangpun menutup telfon dan segera bergerak melakukan rencananya tadi, Tuan Hwang men scan foto foto Tiffany tersebut dan mengirimkannya ke e-mail Siwon serta menghubungi kantor kedutaan besar Korea untuk bantuan pasukan kapanpun diperlukan.

“Aku tidak akan berhenti sebelum kau tertangkap JangKook-ah…!” gumamnya dalam hati, dendamnya kepada Kim Jang Kook bak bola salju (sule kaleee) yang semakin lama semakin besar.

*******

Siwon’s side :

Sudah 3 hari ini aku dan Joon sibuk mencari tanda ataupun petunjuk yang mendekat ke arah Kim Jang Kook. Joon sampai insomnia karena sibuk meretas berbagai situs dan menganalisis foto foto yang dikirimkan Tuan Hwang. Aku juga selalu berusaha selalu berada didekat Fany walaupun dengan menjadi penguntitnya setiap hari, tapi demi keselamatannya aku rela melakukannya.

“Sudah menemukan sesuatu…?” tanyaku pada Joon yang tengah sibuk berkutat dengan Komputer dan berkas berkasnya.

“Sedikit, semalaman aku berusaha menganalisis foto foto ini dan disalah satu fotonya terlihat Tanggal di salah satu papan iklan yang ikut terambil di foto tersebut, kau lihat bagian foto ini, foto ini diambil seminggu yang lalu, kau tau Tiffany pergi kemana pada saat itu…?” Tanya Joon begitu melaporkan hasil investigasinya.

“Seminggu yang lalu? Eoh… dia pergi jalan jalan dengan temannya… Krii…” belum sempat aku melanjutkan namanya Joon kembali bicara

“Yap! Aku sudah yakin dia pergi bersama namja itu karena di riwayat pesan Tiffany aku melihatnya berjanji dengan Kris pada hari itu, dan aku penasaran dengan namja yang bernama Kris ini, dan kau tau aku sampai meretas komputer kantor imigrasi Amerika…” kata Joon lagi

“Lalu…? apa yang kau dapat…?” tanyaku tak sabar

“Aku bisa mendapatkan data riwayat hidupnya, cerita Fany tentang asal usul keluarga Kris seratus persen salah, Kris sama sekali bukan keturunan Cina-Korea-America, dia orang Korea asli dengan ayah bermarga Kim dan ibu Park. Ini sungguh aneh bukan? Pertama kedatangannya tak jauh berbeda dengan terciumnya jejak Fany disini, kedua untuk apa dia berbohong tentang asal usul keluarganya? Dan yang lebih parah, kenapa dia gencar sekali mengambil perhatian Fany….” jelas Joon panjang lebar dengan hasil pengamatannya, Whooaa, dia memang hebat untuk hal hal semacam ini, Daebak!

“Whooa Daebak! Kau benar! Akupun memiliki feeling yang tidak baik padanya,kau bilang tadi marga ayahnya Kim, apa bukan Kim Jang Kook…?” tanyaku semakin penasaran

“Hmm,,, anieyeo… disini tertulis nama ayahnya Kim Sang Hyun, apa harus aku analisa lagi…?” kata Joon lagi

“Owwh, nnee, aku masih penasaram dengan kebetulan kebetulan ini, tapi jika kau lelah istiirahatlah sebentar, kami masih membutuhkan orang sepertimu, jangan sampai kau mati kelelahan untuk investigasi ini…” kataku mengingatkan pada Joon yang memang adalah seorang Insomnia, yah penyakit yang biasa diderita para Hacker dan ahli komputer tentunya.

“Arraseoyoo, aku akan istirahat, kau tenang saja, kau harus lebih hati hati Siwon-ah… Fany jelas dalam bahaya saat ini…” katanya lagi mengingatkanku

“Arraseoyoo..”

*******

            Setelah mendengar penjelasan atas investigasi yang dilakukan Joon aku seperti pagi biasanya, mengikuti Fany ke kampus dan semua kegiatannya hari ini, aku memastikan dia masuk kelas dengan baik, dan kembali menunggunya di depan kampus, pandanganku terhenti ketika melihat mobil Audy A6 terparkir disampingku, aku melihat siapa pengendaranya, dia tak lain adalah namja yang tengah kami bicarakan pagi ini bersama Joon. Akupun memutuskan untuk keluar dan bicara dengannya.

“Kris-shi, bisa bicara sebentar…?” kataku begitu dia hendak berjalan setelah memarkir mobilnya

“Owh, Siwon-shi, Annyeong Haseyo… tentu saja, ada apa…?” katanya dengan berusaha bersikap sopan padaku.

“Hmm, mengenai keluargamu, boleh aku bertanya…?” tanyaku membuka pembicaraan

“tentu saja…” jawabnya, namun kali ini kurasakan nada bicaranya berubah seketika

“Apa benar kau keturunan Cina-Korea—America…? atau Kau adalah keturunan Korea asli dengan Marga Kim dan ibu Park…?” tanyaku dengan serius dan menatap tajam padanya saat ini.

“Heuh… kau mencari informasi tentangku…? detektif bodoh mana yang kau sewa hingga mendapatkan informasi seperti itu eoh…?” jawabnya dengan meremehkan pertanyaanku, kini terlihat jelas sifat aslinya yang sangat tidak sopan bahkan berbicara informal padaku.

“Kau mungkin bisa membohongi Fany dan yang lainnya tentang asal usulmu tapi jangan harap kau bisa membohongiku Kris, jauhi Tiffany!” kataku lagi

“MWO…? Jauhi..? bagaimana kalau aku tidak mau eoh…? sudahlah aku harus masuk dan menemui Tiffanyku, dan kau, silahkan berusaaha sekuat tenagamu menjaganya, berhati hatilah…” katanya dengan senyum aneh padaku, dan apa? Tiffanyku? Hey.. apa kau sudah gila?

“Kau yang harus berhati hati Kris-ah….!” kataku sebelum dia benar benar melangkah pergi dariku, kecurigaan ku seakan bertambah besar padanya, sepertinya aku tidak bisa tinggal diam, Tiffany bisa celaka bila begini, apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku melarangnya secara terang terangan untuk menjauhi Kris.

********

Author’s side :

Hooreeee…. sayaa dapet bagian lagiiii….!!!1 (Dasar Author Lebay! Udah ayo lanjutn ceritannya!)

Tiffany tampak berjalan bersama Kris menuju ke parkiran dimana disana ada Siwon yang menanti sedari tadi, mata Kris dan Siwonpun bertemu dan saling memancarkan energi kebencian masing masing.

“Siwooon Oppaa….” teriak Fany sekaligus mengalihkan pandangan Siwon yang sedari tadi memandangi Kris penuh kebencian

“Eoh Fany-ah…” sapa Siwon berusaha santai meskipun kini dia mulai emosi melihat Kris yang sepertinya terus menempeli Fany

“Oppa sedang apa disinii…? kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu kalau Oppa mau ke kampusku…?” tanya Fany lagi

“Eoh, Oppa ingin kau menemaniku untuk makan icecream, suasana hatiku sedang panas dan tidak bersahabat, mungkin menyantap Chocolate Mint bersamamu bisa mendinginkannya…” kata Siwon lagi dengan menatap tajam pada Kris seakan menyindir.

“Ooohh… apa pekerjaanmu begitu membuat streess…? baiklah, kajja, Kris-ah… aku duluan nnee, Bye….” kata Fany dengan sumringah dan berjalan menuju mobilnya,

“Oke, Bye…. hati hati,,,,” kata Kris, sedangkan Fany sudah jalan menuju mobilnya yang terletak beberapa mobil dari tempat Siwon dan Kris berdiri.

“Ooowwwh, jadi pekerjaanmu menjaga Fany sangat membosankan dan membuatmu frrustasi seperti ini?” kata Kris ketika Fany pergi mengambil mobilnya

“MWO…? Apa maksudmu…?” tanya Siwon heran,

“Kau tau sendiri dengan apa maksudku, kuharap kau bisa mengawalnya dengan selamat sampai rumah…” kata Kris lagi dengan sedikit menyeringai

“Yaaaak! Katakan padaku, siapa kau sebenarnya…?” tanya Siwon lagi tak bisa mengendalikan emosinya hingga tangannya terkepal kuat disamping.

“Cari tahu saja dengan detektif bodohmu itu….!” kata Kris lagi

“Yaaak! Neo….!” belum jadi Siwon bicara Tiffany tiba tiba berhenti dengan mobilnya

“Oppaa-ah… bukankah kita mau pergi, kenapa kau masih disitu, palliii, aku sudah tidak sabar…” kata Fany

“Eoh, Nnneee… kajja…” kata Siwon dengan memberikan tatapan kebencian terakhir pada Kris dan masuk kedalam mobilnya.

Siwon dan Tiffany akhirnya melaju meninggalkan Kris yang msih setia berdiri dengan memberikan lambaian goodbye nya pada Fany, setelah kedua mobil SiFany menghilang di ujung portal sana diapun menyeringai, dan bergumam “Its Show Time…!” gumamnya dan segera masuk kedalam mobilnya.

**********

Tiffany’s side :

15 menit perjalanan akhirnya Siwon Oppa dan aku sampai  di kedai ice cream langganan kami, kami memarkirkan mobil masing masing, yah hari ini aku baru bisa membawa mobilku setelah beberapa hari yang lalu mobilku rusak entah kenapa.

Aku keluar mobil terlebih dahulu dan menunggu Siwon Oppa didepan mobilnya, aku melihat dia sedang menelfon sedangkan aku sudah tidak sabar untuk menyentap Strawberry mint yang serasa sudah ada didalam mulutku saat ini.

“Oppaa-ah… Palliiii….” kata Fany sambil menggerakkan tangannku tidak sabar, sedangkan aku melihat Siwon Oppa masih sibuk dengan iphonenya.

“Chakaman Fany-ah…” katanya tidak bersuara dan memberiku kode dengan tangannya.

Akupun menunggunya dengan memainkan iphoneku untuk mengalihkan pikiranku yang sudah dipenuhi oleh Strawberry Mint saat ini, tiba tiba dari ujung jalan sana aku melihat seorang pengendara motor melaju dengan sangat kencang, awalnya aku biasa saja dan tidak bergeming dari tempat berdiriku, namun lama kelamaan aku menyadai kalau pengendara motor itu melaju ke arahku seaakn ingin menabrakku….

“Aaaaarrrrrgggghhhhh…..” akupun berteriak dan kurasakan tubuhku terhempas dan kepalaku terbentur

“Fany-aaaaaaah….” teriakan Siwon Oppa terdengar jelas di telingaku saat itu, dan setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi.

********

Siwon’s side :

“Bagaimana keadaan Fany…?” tanya Joon ketika pintu dibukakan oleh Soojin Ahjumma

“Kata dokter dia baik baik saja, hanya luka dibagian kepala, dan kakinya, sebentar lagi dia akan sadar…” kata Soojin Ahjumma,

Yaaah, aku serasa sangat bodoh dan lalai hari ini, kenapa kejadian ini bisa terjadi? Aku tengah menelfon dengan Hwang Hoejang saat itu, Hwang Hoejang mengatakan kalau Tiffany dalam bahaya, dan sesaat itu juga aku melihat seorang pengendara motor menabrak Fany tanpa bisa kuhentikan terlebih dahulu. Aku merasa sangat bodoh!

“Siwon-ah… sudahlah, ini bukan salahmu, kau sudah menjaganya dengan baik selama ini…” kata SOojin Ahjumma yang duduk disampingku dan mengelur punggungku guna membuatku tenang.

“Hmm… Entahlah Ahjumma, aku merasa sangat bodoh, kenapa bisa aku membiarkannya celaka seperti itu….” jawabku yang masih frustasi dengan kebodohanku sendiri

“Siwon-ah… berhenti menyalahkan dirimu sendiri…” kata Joon yang angkat bicara.

“Joon-ah… apa kau sudah menyelidiki Kris lebih lanjut, aku yakin dialah penyebab kejadian ini, aku yakin dia adalah salah satu dari mereka,,,” tanyaku pada Joon, setelah apa yang telah dikatakan Kris siang ini membuatku tambah yakin kalau dia adalah musuh terdekat yang dicurigai saat ini.

“Hmm nnee.. itu juga yang ingin aku bicarakan denganmu, aku sudah menelusuri latar belakang keluarganya, aku mendapat bantuan dari Seungho hyung di Korea, Kim Sang Hyun yang merupakan ayah Kris adalah adik dari Kim Jang Kook, dan kita pernah menangkapnya ketika penyelunduan senjata api 3 tahun yang lalu, kau ingat?” Jelas Joon, aku sangat terkejut mendengar informasi yang diberikan Joon,

“Kim Sang Hyun…? Busan…?” tanyaku setelah sedikt mengingat penyelundupan senjata api tersebut

“Yap Busan, jadi bisa saja ini adalah kongsi balas dendam Kris dengan pamannya Kim Jang Kook, kita harus segera bertindak Siwon-ah…” kata Joon lagi

“Aaakkhh Shit! Seharusnya dari awal kita sudah waspada dengannya, Aiigoo…” gerutuku

“Siwon-ah, kau tenanglah, kita hadapi sama sama nneee, Hwang Hoejang mempercayakan Fany kepada kita pasti bukan tapa alasan, dia sangat yakin kalau kita bisa menjaga Fany dengan baik, kau adalah yang terbaik di agennya, dan Joon juga ….” kata Soojin Ahjumma yang sedari tadi tak berhenti berusaha menenangkanku.

“Bertahanlah sebentar lagi Siwon-ah… Hwang Hoejang-nim sudah menemukan gudang senjata dan narkoba Kim Jang Kook, tinggal sebentar lagi nnee, semuanya akan berakhir…” kata Joon lagi, yah memang benar tadi Hwang Hoejangnim juga sudah menelfon kalau dia sudah menyusun rencana untuk menangkap Kim Jang Kook, dia sudah menemukan saksi dan gudang senjata serta narkoba Kim Jang Kook.

“Yaaah, semoga saja ki…… “kata kataku terhenti ketika kulihat Fany yang sudah berdiri dipintu kamarnya

“Fa.. Fany—ah…….”

“MWO…? Tugas…? Agen…? Hwang Hoejang…?” tanyanya dengan suara tercekat dan kulihat butiran air mata mengalir di pipinya, Ough Sial, kenapa Fany harus mendengar pembicaraan ini?

“Fay-ah… kaa.. kami…” aku berusaha menjelaskan ketika aku sudah tidak tahan melihat air matanya, aku merasa sangat buruk dan merasa sangat hancur melihatnya seperti ini.

 

To Be Continued….
Eothokee….???? Please More Respon J
No SILENT PLISSS!
More FF? , Join with My FP http://www.facebook.com/CitraMelicaJoonSiFanyTae?ref=ts&fref=ts

ThaJoonFany/ThaSiFany Present❤

 

11 thoughts on “[FF Freelance] My Duty Love (Chapter 2)

  1. gomawo chingu untuk ff yg ssuper keren banget deabak dech 100%. aq suka bnget sama cerita, selalu gak sabaran nunggu kelanjutan dari setiap partnya. next ditunggu part selanjutnya yach. gomawo yo. ^_^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s