Love Test

Love Test myungzy

Love Test

Inspired from urbanlejen

[icydork] | Myungsoo and Suzy | Psycho | PG 17+

“Aku pikir kau sama denganku.”

Kota kecil di pinggiran kota Seoul ini sudah cukup terkenal dikarenakan adanya seorang gadis cantik dengan kulit putih dan berambut panjang. Pemuda-pemuda di kota itu selalu mengantri agar bisa mengencani gadis itu.

Tapi, setiap pemuda yang sudah menginjak rumah gadis itu. Mereka akan berlari terbirit keluar dari rumah gadis itu.

Kalian heran? Pasti.

Bahkan, orang tua dari gadis itu heran mengapa banyak pemuda yang berlari setelah bertemu dengan gadis itu.

Gadis itu sempurna yang memiliki nama Bae Suzy.

Tak lama kemudian semkain jarang adanya pemuda yang ingin mengunjungi rumah Suzy untuk berkencan. Mereka lebih baik tidak pernah menginjak rumah itu.

Banyak desas-desus yang muncul yang berkata bahwa kemungkinan besar Suzy mempunyai kepribadian buruk atau tubuh fisiknya ada yang cacat.

Sampai pada suatu ahri dimana seorang pria berparas tampan dan gagah itu memberanikan diri untuk mengajak Suzy berkencan.

Myungsoo namanya.

Myungsoo mengetuk pintu rumah Suzy pelan dan akhirnya pintu itu pun terbuka.

Muncullah lelaki tua di balik pintu itu sambil tersenyum, “Apa ada yang kau inginkan?”

Myungsoo tersenyum simpul, “Aku ingin mengajak anak gadis anda keluar.”

Lelaki tua selaku ayah dari Suzy langsung meloncat kegirangan dan membuka pintu itu dengan lebar seakan-akan memberikan jalan untuk Myungsoo agar bisa masuk ke dalam rumahnya.

“Tentu saja. Dia sedang berada di ruang tamu menonton acara di televisi.”

Suzy sontak mematikan televisinya dan duduk diam malu di atas sofa rumah mereka.

“Aku tinggal ya.” Sang ayah berpamitan ke belakang.

Myungsoo duduk di seberang Suzy sambil tersenyum.

“Namaku Kim Myungsoo. Kau, Suzy kan?” Myungsoo memperkenalkan dirinya.

Suzy hanya mengangguk malu, pipinya merona, “Iya. Salam kenal, Myungsoo.”

Dan dari sana mereka memulai berbincang, menukar cerita mereka. Terkadang Myungsoo melemparkan pertanyaan ke Suzy dan Suzy hanya bisa membalasnya dengan suara yang kecil dan pipi yang merona merah layaknya kepiting rebus.

Matahari sudah mulai mengumpat lagi ke Barat dan Myungsoo pun berpamitan untuk pulang.

“Hm, Suzy-ssi, bisakah kau ikut denganku sekarang? Aku akan mentraktirmu.” Tanya Myungsoo.

Darah Suzy berdesir cepat, nafasnya tak terkendali, jantungnya berdebar hebat.

“Oh, maaf,” Suzy membungkukkan tubuhnya seraya minta maaf. “Tidak sekarang.” Lanjut Suzy.

Myungsoo mengangkat salah satu alisnya, “Jadi kapan?”

“Datanglah kembali tengah malam dan hati-hati jangan mengetuk terlalu keras atau kau akan membangunkan orang tuaku.” Jawab Suzy.

Myungsoo mengangguk dengan ragu-ragu.

“Aku akan kembali lagi malam ini, tunggu aku di jendela kamarmu.”

Malam pun tiba. Myungsoo mengetuk jendela Suzy pelan.

TOK TOK TOK

Begitulah suaranya dan tiba-tiba jendela kamar Suzy terbuka.

Suzy muncul dibalik jendela itu dan tersenyum, “Tunggu aku di depan pintu.” Lalu menutup jendela itu lagi.

“Aku ingin kau melakukan sebuah ujian atas cintamu,” kata Suzy. “Jika kau benar-benar mencintaiku, kau pasti akan melewati ujian ini. Berjanjilah padaku bahwa jika saja dirimu gagal, kau tidak akan pernah memberitahukan orang lain tentang apa yang terjadi malam ini.”

Myungsoo tidak bisa membayangkan mengapa Suzy berkata seperti ini. Namun diluar kendali, Myungsoo menyetujuinya.

“A-aku janji.” Myungsoo berjanji.

“Baiklah, ikuti aku.” Ajak Suzy.

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Myungsoo. Namun Suzy diam, mengacuhkan pertanyaan Myungsoo.

Jaket yang dikenakan Suzy tertiup angin dan berkibaran saat dia berjalan. Myungsoo masih mengikutinya dari belakang. Melewati jalan setapak yang penuh dengan semak-semak dan akhirnya Suzy berhenti di sebuah makam yang masih sangat baru.

Suzy meraih sekop yang sudah mulai mengarat lalu menggali dan membingkar makan baru itu.

Gaun tidurnya yang berwarna putih itu berubah menjadi kecoklatan karena tanah yang masih basah.

Kaki Suzy menginjak sebuah peti mati. Dengan cepat Suzy membukanya, nampaklah sebuah kain kafan yang agak kotor. Suzy merobek di bagian lengannya dan mencabik lengan mayat tersebut lalu mengunyahnya.

Suzy tersenyum menyeringai ke arah Myungsoo, “Inilah ujiannya.”

Suzy menyudahkan acaranya dan bangkit berdiri, “Jika kau mencintaiku, kau akan melakukan apa yang kulakukan … Kau akan makan apa yang kumakan.”

Dengan begitu, Suzy menarik lengan dari mayat itu dan terlepas dari tempatnya lalu memberikannya kepada Myungsoo.

Myungsoo menelan saliva-nya susah payah. Namun Myungsoo memilih untuk mencoba makan apa yang dimakan oleh Suzy.

Myungsoo menrobek daging mayat tersebut, memasukannya ke dalam rongga mulutnya, mengunyahnya, dan menelannya.

Myungsoo tidak pernah menyangka bahwa rasanya akan seenak ini. Namun Baekhyn menyadari bahwa daging yang dia makan ini terbuat dari tepung dan gula-gula. Ini tiruan.

Suzy langsung meledakkan tawanya, “Kau tahu, dari semua laki-laki yang datang untuk mengajakku berkencan, hanya dirimu satu-satunya yang tidak melarikan diri. Aku ingin menikahi seseorang yang pemberani dan ini membuktikan kaulah orang itu. Sekarang, aku bisa jatuh cinta padamu.”

Myungsoo diam, tidak merespon Suzy, lalu tersenyum singkat.

“Hanya gula-gula?” Tanya Myungsoo. “Aku pikir kau sama denganku.”

Myungsoo meraih sekop yang berkarat itu dan membongkar makan disebelahnya. Myungsoo merobek kain kafan, dagingnya, dan memakannya.

Dan kini Suzy-lah yag berlari, menjerit ketakutan.

END

Mungkin ada beberapa bagian yang aku benar-benar copy dari aslinya tapi ini kebanyakan dari kata-kata aku sendiri dan ada beberapa bagian yang memang sedikit berbeda.

Tapi FF ini ter-inspirasi dari urbanlejen 🙂

 

24 thoughts on “Love Test

  1. OMG haahaha aduhh aku smpe bergidik ngeri tdi pas bca ..aduh teryta suzy mlh ngerjain orang doank hahaha bgus juga cara nya lol

    nah low myung makan yg apa itu aigoo knp suzy jdi nya yg lari ketakutan ahh penasaran tpi dh END hahaha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s