[FF Freelance] Our Target (Part 10)

our targetTitle                       : Our Target!

Author                  : Park Min Gi

Main Cast            : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Genre                   : Horor-Romance

Length                  : (Part 10)

Rated                    : PG-15

Summary             : When a plan change for some reason…

 

“This plot definetly mine & just a fanfiction”

 

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8, Part 9,

 

 

 

 

***

Begitu mereka tiba di Vampire Mansion. Jonghyun dan Taemin hanya bisa menganga melihat keadaan Jinki di tempat tidur.

“B-Bagaimana mungkin Jinki bisa mengeluarkan darah manusia dari tubuhnya?!! D-dia itu kan VAMPIRE?!!!”

 

Jonghyun berjalan kesana kemari-memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang masuk akal.  Mengenai Jinki, mengenai darah Jinki,  mengenai Asmodeus yang semakin lama semakin mengirimkan berbagai pasukan yang membahayakan mereka. Saking sibuknya, ia sama sekali tak memperhatikkan gerak-gerik Sulli yang tiba-tiba berubah aneh saat, pertama kali melihat darah Jinki mengalir dengan deras. Belum lagi, bau darah Krystal yang membuat Sulli sebagai seorang Vampire baru, tak bisa mengendalikan rasa hausnya lebih lama lagi.

Selama satu detik keadaan sunyi senyap, namun sejurus kemudian terdengar geraman kecil yang membuat Jonghyun, Taemin, dan Kai menoleh kearah Sulli. Jonghyun menautkan alisnya, mengikuti arah pandang Sulli yang sejak tadi tak berpindah dari satu titik.

Taemin yang menyadarinya duluan berlari secepat kilat menuju Sulli untuk menghadangnya mengganggu Jinki dan juga Krystal.

“L-lepaskan!!” Geram Sulli, berusaha melepaskan diri dari cengkraman Taemin.

“Sulli-aay hentikan!!” balas Taemin, semakin mengeraskan cengkramannya pada Sulli dibantu dengan Kai yang mulai mengerti ke arah mana Sulli memandang. Krystal hanya membelalak menatap sahabatnya sejak tadi sudah berubah menjadi Vampire. Ia shocked-tak dapat berkutik selain mengerlingkan matanya, membandingkan sesuatu diantara nyata atau kiasan.

Jonghyun berjalan cepat menuju posisi Taemin dan Kai mencengkram Sulli. “Lepaskan dia, Tae, Kai..”, perintah Jonghyun yang membuat TaeKai-berpandangan tak percaya.

Namun begitu Jonghyun memberi tatapan penuh keyakinan, Taemin dan Kai perlahan melepas cengkramannya pada Sulli. sejurus berikutnya, Sulli mengambil ancang-ancang untuk menerkam Krystal, namun belum sempat ia mengambil langkah sekecil apapun, Lengannya tengah ditarik dengan kasar oleh Jonghyun, hingga tubuh vampire baru itu dengan cepat berada di dalam pelukan sang Vampire angkuh.

Wajah Sulli terkubur di sisi kanan leher Jonghyun. “Hentikan. mereka bukan makananmu, Sulli..” ucapnya pelan, Sulli-bak frustasi dan kelaparan hanya bisa menurut dan mencoba mencari-cari aliran darah disekitar leher Jonghyun. but, she got nothing.

“J-jong…” Sulli hanya bergumam kecil di dalam leher Jonghyun, sebelum akhirnya bergerak tenang dan membalas pelukan sang vampire. Yeoja yang kini berubah menjadi vampire itu saat ini, bak seorang anak kecil yang berhasil ditenangkan orang tuanya. Ia terdiam –tak bergeming dari pelukan Jonghyun. matanya masih terbuka namun, pandangannya hanya tertuju pada leher Jonghyun. bibirnya pun, terkubur disudut leher sang vampire angkuh.

Pemandangan itu membuat Taemin semakin terbakar oleh cemburu dan amarah. Kai hanya bisa menggelengkan kepalanya pada kedua insane itu, sembari menepuk-nepuk pelan bahu Taemin.

 

Tiba-tiba,

 

BRAKKK

Sebuah pintu terdengar dibuka dengan kasar.  Membuat keempat vampire dan satu manusia itu menoleh dengan tatapan penuh waspada. Beberapa bayangan besar, Nampak jelas secara perlahan hingga membuat Krystal bergidik ngeri. Sementara, para vampire masih berposisi waspada akan apa yang sebentar lagi datang tepat didepan mereka.

Jonghyun, Taemin dan Kai terkejut saat mendapati  siapa yang tengah menghampiri mereka. Vampire yang datang berarak-arak, begitu anggun. Formasi mereka kaku dan formal. Mereka bergerak cukup gesit bersama-sama, tapi tidak seperti sedang berbaris. Melainkan mengambang dengan gerakan sinkron yang sempurna menghampiri ketiga vampire itu perlahan.

Sosok-sosok berjubah abu-abu menyebar ke sisi kanan, sementara sosok –sosok yang berjubah biru dongker menyerbu sisi kiri tepat di depan ketiga vampire itu.

Krystal tak bisa mengatakan apapun saat melihat para sesepuh yang sepertinya vampire itu membuka jubah mereka.  Sosok-sosok itu begitu berkilau sama seperti pertama kali ia melihat Kai-Taemin-Jonghyun dan juga…Jinki.

“Appa??!” Gumam Jonghyun, yang sontak membuat Sulli dan Krystal terkejut dan menoleh bergantian kea rah Jonghyun dan salah seorang Vampire itu.

“Ya, Kim Jonghyun. aku mengutusmu mencari adikmu dan lekas membawanya kembali ke istana! Tapi kenapa kau malah membuat masalah bersamanya dengan Asmodeus??!!!” ketus salah seorang vampire, yang sepertinya adalah ayah Jonghyun. namun, parasnya jauh lebih muda dari pada anaknya sendiri. Mungkin, karena senyum-nya terlampau manis.

“A-..ini..bukan-…itu” Jonghyun gelagapan,

“Appa Ini salahku. B-bukan Jonghyun-hyu-“

 

PLAAAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Kai yang semakin membuat keadaan tampak menegang khususnya, bagi Krystal dan Sulli.

“Tentu saja ini salahmu!! Kalau tidak, Jonghyun tidak akan melanggar peraturan yang ada!!” bentak Kim Bum selaku sang ayah. Ia mengeluarkan taring panjangnya, bak tengah hilang kendali akan emosi pada anak-anaknya.

Tatapan Krystal berpaling pada salah seorang vampire di sebelah ayah Jonghyun. bukan karena, ketampanan pria yang lebih tua itu, namun…karena sejak tadi Vampire itu tak kunjung berhenti menatapnya.

“Kau?…untuk apa kau disini??!” , ujar pria itu hingga membuat semua orang sontak menjadikan Krystal pusat perhatian.

“..” Krystal hanya bisa menganga-tak mengerti bagaimana bisa pria itu mengenalinya.

“Lee Ahjussi?..k-kau mengenalinya??” Tanya Kai-bingung.

“Appa? Bagaimana bisa kau kenal dengan Krystal ??!” Taemin menambahkan,

 

Vampire yang bernama asli Lee Minho itu hanya bisa terdiam sembari menautkan kedua alisnya mengobservasi Krystal. Sebelum akhirnya, ia mendapati pria yang tertidur-tak berdaya di samping yeoja itu adalah,

“J-JINKI??! A-ADA APA DENGANNYA??!” tanya Lee Minho, selaku sang ayah.

“Jinki melawan beberapa vampire diluar sana dan…ahjussi sebentar! Kenapa Jinki bisa mengeluarkan darah??! Bukankah dia..”

Pertanyaan Jonghyun memancing semua perhatian yang tertuju pada ayah Jinki. ia mendesah pelan, kemudian berniat menjelaskan pada semua yang menatapnya.

 

 

..

“Jinki bukan makhluk abadi seperti kita.” Ujarnya singkat, yang semakin membuat semua orang menautkan alis-penasaran “dia setengah manusia dan setengah vampire. Ia bisa, menjadi vampire sepenuhnya jika ia jauh dari perisai-nya. Tapi, ketika ia sudah berada dekat dengan perisai itu, maka jiwa manusianya akan kembali! Dan ia bisa terluka kapanpun seperti seorang manusia pada umumnya,…”

“Apa maksudmu dengan perisai?! Kenapa kau tak memberitahukan hal ini lebih dulu padaku, Minho?!!” ,geram Kimbum.

“Perisai itu..adalah yang bisa merubah Jinki kembali menjadi manusia. Dan siapapun yang bersama dengan perisai itu selain Jinki, ia adalah belahan Jiwa anakku..” jelasnya lagi,

“S-siapa perisai itu?! d-dimana dia?? Kami sama sekali tidak melihatnya!!” sanggah Jonghyun, yang sedikit kecewa mendapati kenyataan bahwa Jinki bukan sebangsa asli dengan nya.

“Perisai itu…adalah dia…” jelas Minho lagi, sambil menunjuk ke arah Kelinci putih yang sejak tadi berada di sudut ruangan. Krystal sontak mengambil kelinci itu dan memeluknya erat,

“Ini adalah piaraan On-..maksudku, Jinki yang ia titipkan padaku dua tahun yang lalu! Jadi maksudmu,Jinki yang ku kenal dua tahun lalu, adalah benar-benar seorang manusia? Tapi-… kenapa ia harus pergi dan melupakan segalanya??!” tanya Krystal-tak dapat lagi menahan rasa penasarannya.

“Itu karena… kami menginginkan Jinki kembali ke dunia Vampire! Karena itulah, Kami tak lagi membiarkannya kembali ke dunia manusia, karena kami takut bahwa Jinki seketika akan kembali mengingat dan kembali berubah menjadi manusia jika bertemu dengan perisai dan belahan jiwanya…”

“T-tunggu dulu!” ujar Jonghyun memotong pembicaraan, “K-kalau perisai itu adalah dia berarti, b-belahan Jiwa Jinki adalah…”

“Krystal.” Gumam Sulli menegaskan. Kai mengerling tajam, mendengar hal itu akhirnya terucap.

 

Krystal terkejut mendengar namanya disebutkan. Ia menoleh kea rah Jinki dan berusaha menghampirinya. “A-apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya sadar??!” tanya Krystal,

“Ia harus meminum darahmu..” jawab Minho singkat. dan seketika, suasana Nampak hening usai mendengar ucapan itu tergumam diudara.

 

 

#JinkiPov

Kegelapan itu dengan cepat menutupi mataku, lebih gelap darisebelumnya. Seperti penutup mata yang tebal, tak membiarkanku membuka meski hanya sedikit. Anehnya, yang menutup bukan hanya kedua mataku, melainkan seluruh tubuhku dengan beban yang menekan. Melelahkan sekali untuk ku-dorong melawannya. Mungkin akan lebih mudah bila aku menyerah, dan membiarkan kegelapan itu semakin menyelami diriku.

Tapi,

Tiba-tiba saja..beberapa cahaya berkelap-kelip dalam impuls dibenakku. Seperti, sebuah adegan nyata yang dimunculkan hanya beberap potongan saja. Tak dapat melihatnya dengan jelas siapa kedua orang yang berada di dalam cahaya itu, namun… keduanya terlihat begitu familiar.

Seorang gadis yang ku ketahui telah berulang-kali mengikutiku ke taman. Mungkin menurutnya, ia tak tau bahwa aku menyadari keberadaannya. Ia selalu, memperhatikankku dari jauh saat aku tengah bermain dengan…Bunny.

Aku membiarkannya terus begitu. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku sedikit senang karena dengan begini, aku tidak lagi bermain sendiri. Meskipun, gadis itu hanya menatapku dari jauh, tapi…setidaknya ia selalu bersamaku saat aku mengutarakan semua perasaanku pada Bunny.

Perasaan khawatir dan takut bahwa gadis itu menganggapku gila awalnya muncul tatakala aku tak melihatnya lagi sehari setelahnya. tepat disaat, Bunny memberitahuku bahwa waktuku untuk menjadi manusia telah habis.

Kelinci putih itu…bukan kelinci biasa. Ia adalah perisai-ku. Kapanpun ia muncul, aku dapat tetap menjadi manusia. Tapi…saat itu, aku berfikir bagaimana jika setelah aku kembali, perisaiku mati. Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya, dan aku…tak-kan pernah kembali menjadi manusia??

Meskipun menjadi manusia membuat tubuhku sangat lemah dan mudah dibodohi. Tapi… ada-kalanya aku ingin berhenti menjadi sosok monster, yang harus menahan haus akan darah manusia setiap harinya. Hal itu sangat menyiksa.

Namun begitu aku berbalik, aku mendapati gadis itu tiba-tiba berdiri tegap di tempatnya. Ku kira, ia sudah menyerah untuk memperhatikan-kegiatanku.

Entah apa yang membuat senyumku mengembang begitu melihatnya. Namun, segenap hal itu dapat membuatku yakin untuk menitipkan Bunny padanya,…

Sekilas terbaca dengan jelas nama gadis itu di dalam nametag di seragamnya. Tertulis,..Krystal Jung.

 

 

..

“Masih belum ada perubahan?”

“Belum.”

Tekanan yang sangat pelan, lalu embusan napas dikulitku yang membara.

“Darahnya telah bersatu, tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan! Sebentar lagi, Jinki akan bangun…”

“Aku tau.”

Tanpa ada keraguan sedikit-pun, aku dapat mengenali suara ini. Jonghyun dan Ayah telah berbincang-bincang mengenai keadaanku saat ini. ingin sekali aku membuka mata , namun sepertinya perubahan apa-pun juga pasti akan membuatku hilang kendali dan mengggoyahkan pertahanannku.

“Jinki…apa kau bisa mendengar ayah?”

 

Namun, tiba-tiba saja segalanya begitu terang dalam sekejap.

Tajam. Jelas.

Aku bisa dengan mudah membuka mataku meskipun, sebagian tubuhku masih sulit untuk digerakkan. Hal pertama yang kulihat adalah, wajah ayah dan Jonghyun. sepertinye perkiraanku benar, mereka menungguiku sejak kemarin.

“D-dad…” gumamku lemah, ayahku Nampak bernafas lega dan tersenyum kepadaku. Ku lihat Jonghyun juga melakukan hal yang sama.

“Selamat pagi…” ucap Ayahku lembut.

Tiba-tiba saja hal itu menjadi aneh. Mengapa ayahku berada di sini??!

“D-dad…kenapa kau bisa ada disini? “ tanyaku to-do-point. Setelah yakin, bahwa seluruh tenagaku kembali pulih.

“Aku tak bisa membiarkan kalian melawan asmodeus sendirian! Ayah Jonghyun bersama Istri dan Ibumu sedang menuju kesana, untuk menjelaskan segalanya.” Jelas ayah. Tiba-tiba saja, aku merasa menjadi begitu tidak berguna karena tak bisa menangani kesalahan adikku sendirian.

“Ya Hyung! jangan memikirkan apapun dulu! ini bukan kesalahanmu atau aku!” Jonghyun menyeletuk,

Aku hanya bisa mendesah pelan memikirkan perkataan Jonghyun. bahkan, tanpa aku mengutarakannya-pun, Jonghyun sudah bisa membaca semua pikiranku.

 

***

Author-Pov

Jinki berjalan perlahan ke arah sebuah pekarangan di dekat rumahnya. Ia merasa bahwa,cuaca diluar sungguh nyaman dibanding di dalam kediamannya itu.

“kau sudah sadar?”

Tiba-tiba sebuah suara menginterupsi paginya hingga membuat ia berbalik dan mendapati sosok Krystal Jung bersama…Bunny.

“Kau…”

“Onew-yya, ternyata kau memang benar-benar Onew! ” seru gadis itu sambil tersenyum menatap ke arah Jinki. Namja itu tetap terdiam dalam posisinya, memandang bingung kea rah yeoja yang membawa perisainya itu dalam pelukannya.

“Bagaimana bisa Bunny itu..”

“apa kau lupa?” tanya Krystal, “kau memberikannya padaku sehari sebelum kau menghilang. ku kira, aku tidak akan pernah melihatmu lagi, ku kira telah terjadi sesuatu yang buruk padamu…” jelasnya, yang kali ini Jinki dapat melihatnya dengan jelas, bahwa ekspresi gadis itu menjadi sedikit murung.

“maaf…”

Krystal kembali memandang kea rah Jinki tatakala Namja itu bergumam ucapan itu. ia menautkan alisnya pertanda bingung.

“Maaf karena telah merepotkanmu. Aku…tau…dari ayah, bahwa kau yang memberikan darah padaku kemarin! Padahal,… kau sama sekali membenci hal yang berkaitan dengan vampire bukan? lalu kenapa kau memberikan darahmu padaku secara Cuma-Cuma?” tanya Jinki, dengan nada yang lembut.

Krystal tersenyum untuk yang kedua kalinya, dan berjalan mendekati namja yang saat ini masih menjadi sosok manusia itu.

Mata Jinki membelalak perlahan saat sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. ia melihat mata Krystal yang tertutup dan sangat dekat dengan wajahnya. entah kenapa, melihat wajah Krystal seindah itu dengan bibirnya yang tengah menciumnya, membuatnya ingin menikmati adegan ini lebih lama lagi. Ia-pun menutup matanya perlahan, sebelum akhirnya Krystal menyudahi kecupan itu. singkat namun sanggup mengguggah semua perasannya menjadi satu.

Yeoja itu tak juga kunjung menghentikkan senyum yang indah yang menghiasi wajahnya setiap melihat Jinki.

“ini… ku kembalikan padamu!” ucap Krystal sambil menyerahkan kelinci kecil ‘Bunny’ yang tak lain adalah perisai kepada Jinki. “ia sudah menemukan kembali pemiliknya, jadi ku rasa tugasku untuk menjaganya hanya sampai disini saja~”

Jinki memeluk Bunny itu dengan sayang. Menyelusupkan jari-jarinya pada bulu-bulu putih kelinci itu. rasa rindu akan perisainya itu, sudah tertahan sejak lama.

“K-krystal..”

“ya?”

“apa kau sudah tau bahwa…kalau aku menyerahkan perisaiku pada-“

“Maksudmu tentang soulmate itu?” potong Krystal, yang langsung membuat Jinki mengangguk perlahan. “aku sudah mengetahuinya, jauh sebelum ayahmu mengatakannya padaku.”

Jinki meresponnya dengan menautkan sebelah alisnya-bingung.

“sejak kau datang bersama Jonghyun untuk menyelamatkanku dari Kai saat itu, ku rasa aku telah ter-imprint secara tidak langsung denganmu. Perasaanku saat melihatmu, adalah perasaan yang sama saat pertama kali aku memutuskan untuk menjadi stalkermu yang bodoh dua tahun lalu, Onew…”

Jinki terdiam bak meresapi segala kata-demi-kata yang terucap dari mulut yeoja itu. “tapi…bukankah sekarang, kau sangat membenci vampire..?”

Krystal lagi-lagi mendekatkan wajahnya pada Jinki. “aku memang tidak menyukai Vampire,…tapi aku… telah terlanjur menyukaimu.”, Bisiknya lembut dalam jarak dekat dari bibir Jinki.

Jinki memandang Mata Krystal , untuk membuktikan suatu kebenaran akan kata-katanya. Perkataan gadis itu sungguh tulus ia ucapkan dari dalam hatinya. Namun tiba-tiba, pandangannya menjadi terarah pada bibir Krystal yang untuk kedua kalinya sangat dekat dengannya.

“Can I…?” tanya Jinki sambil mengarahkan matanya ke bibir Krystal agar Krystal mengerti.

Gadis itu tersenyum, bak me’welcome’kan dirinya melakukan hal itu. tanpa pikir panjang, Jinki kembali menyentuh bibir Krystal untuk kedua kalinya setelah, gadis itu sempat melakukan aksi itu duluan tadi.

Ciuman mereka kali ini lebih lama dari yang sebelumnya. karena, Krystal menaruh kedua tangan di leher Jinki untuk mendekatkan dirinya dengan namja itu, sementara Jinki menaruh satu tangannya di pinggang krystal guna melakukan hal yang sama, karena sebelah tangannya tengah menggendong kelinci kecil, sang perisai itu.

 

Tanpa mereka ketahui, sesosok vampire sedang menyaksikan adegan itu dengan ekspresi penuh amarah dan tidak terima. Vampire berkulit gelap itu geram dan meninjukan tangannya ke sebatang pohon, lalu pergi dengan menggayut kata-kata kutukan di dalam hatinya.

Jonghyun yang tidak sengaja melewati vampire itu tiba-tiba sedikit kaget mendapati adiknya begitu dingin saat menatapnya.

“Kai? Kau kenapa??!”

Kai hanya menolehkan pandangan Jijik pada vampire lebih tua yang tidak lain adalah kakaknya itu. Jonghyun tak juga menyerah menanyakan hal itu pada adiknya, ia-pun menarik pergelangan tangan Kai,untuk mendapatkan jawaban dari adiknya.

“LEPASKAN TANGANKU HYUNG!! AKU BENCI PADAMU DAN JONGHYUN-HYUNG!! KALIAN BENAR-BENAR MENGHANCURKAN SEGALANYAA!!!!!!!!!!!!!!” bentaknya kasar, sambil mendorong tubuh Jonghyun yang masih tersentak kaget akan perilaku tiba-tiba adiknya.

 

TBC

One more chapter~ sorry it took so long! Sorry for Taelli shipper, but Since the first I write it I decided to make Jongli in the end. But, for Kaistal ship, Dont give up just yet! I’m still considering the possibility Kaistal in the end in the last part. So, keep reading it^^ .

9 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 10)

  1. Kasian Kai sama Taemin, kayaknya mereka bakalan musuhin hyung mereka, kalo gitu bakalan seru, lajut thor, yg cepet. udah lama ga baca ff ini

  2. Aduh kenapa jadi pada ganti begini ya couple nya. Hh tapi aku masih beeharap kaistal lanjut ya~
    Keren. Next part soon

  3. kasian Kai😦 kalo sulli sama jjong sih fine2 aja. tp next chap kai harus sama krystal ya thor :3 jlan critanya makin seru berharap next chap critanya panjaaang😉

  4. seru lanjutiiinnnnn…

    pi koq nenew ma krys sih,… cemburuuuuuu… (plaaakkkk…. nampar diri sendiri)

    next part cpetan yaaa….🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s