[FF Freelance] My Perfect Boyfriend

555924_727420510608026_1063579480_nJudul FF : My Perfect BoyFriend

Story by : Nurul3424

Cast :
• Kim Jongwoon (Super Junior’s Yesung)
• Tiffany Hwang (SNSD’s Tiffany)

Other Cast :
• Kim Taeyeon (SNSD’s Taeyeon)
• Jessica Jung (SNSD’s Jessica)
• Kim Heechul (Super Junior’s Heechul)
• Cho Kyuhyun (Super Junior’s Kyuhyun)
• Kim Ryeowook (Super Junior’s Ryeowook)

Genre : romance, comedy

Length : one shoot

Twitter : @nuyuuyy

 

Disclaimer : FF ini juga dipublish di blog  http://shinhara3424.wordpress.com/

Don’t be a plagiat




Happy reading !




Aku berada disebuah bukit yang indah, pemandangan yang asri. Kicauan burung terdengar merdu di telinga. Gaun yang ku pakai begitu indah seperti seorang putri. Tapi aku dimana? Disini sunyi hanya terdengar suara burung. Aku berlari. Aku terus berlari tapi aku berhenti ketika melihat seorang pria menggunakan pakaian seperti seorang pangeran. Aku hanya dapat melihat punggungnya. Siapa dia? Aku mendekat. ‘Kreekk’ aku tidak sengaja menginjak ranting pohon. Ohh tidak dia berbalik. Woah dia sangat tampan. Tapi sepertinya aku mengenalnya. Di-dia….

“Tiffany hwang, mau kah kau menjadi permaisuri ku” ucap pria itu pada ku. Dia tersenyum, senyum yang sungguh mempesona. Membuat dada ini berdegub cepat.

“A..aku sangat ingin. Aku bersedia menjadi permaisuri mu” ucap ku dengan yakin. Ya aku sangat yakin bagaimana tidak pria ini sangat mempesona.

Dia mendekat ke arahku, semakin dekat. Dia memegang tanganku. Oh tidak wajah nya hanya tinggal beberapa senti didepan wajahku. Apa dia ingin mencium ku? Ahh apa yang harus ku lakukan? Ku majukan bibir ku, ku pejamkan mataku. Tapi kenapa sangat lama. Kumajukan tubuhku dan…

“Aww… appo…”

Aku terjatuh dari tempat tidurku. Oh sial semua hanya mimpi. Ku lihat jam diatas meja dan ternyata.

“Omo… Sudah jam 7. Aku telat ke sekolah. Eomma….”

Buru-buru aku sambar handuk dan bergegas masuk ke kamar mandi.

•••

“Ahh aku telat” aku berlari sampai digerbang sekolah ku. Oh tidak ini sudah dikunci. “Apa yang harus ku lakukan? Apa aku bolos saja? Ahh tidak tidak” aku menggelengkan kepalaku. “Ahh aku tau” tiba-tiba aku berfikir untuk melompati dinding samping. Aku berjalan kearah samping sekolahan ku. Ku lempar tas yang sedari tadi ku bawa “bukk” lalu aku memanjat dinding ini.

“Cahh.. Ternyata sangat mudah untuk masuk kesekolah ini” ucapku dengan smirk diwajahku.

“Sedang apa kau?”

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara seseorang. Aku berbalik dan..

“Kyaaaaa…” Aku terjatuh dan terduduk dirumput karena kaget dengan apa yang aku lihat.

“Sun..sunbaenim kau sedang apa?”

“Kau tidak lihat aku sedang apa?” Ucapnya dingin.

Oh tidak, betapa bodohnya pertanyaan ku. Yang ku lihat dia sedang duduk dibangku taman ini dan membaca. MEMBACA? Bukankah aku sudah sering melihatnya membaca disini. Kenapa tidak terfikir untuk ku bertemu jongwoon sunbaenim disini. Aisshh ini sangat memalukan.

“Mianhae sunbaenim” aku bangun dan berlari menuju kelasku.

Aku terus mengutuk kebodohan diriku “pabo..pabo. Tiffany hwang kau memang pabo” aku memukul kepalaku.

Beruntung sekali park seonsaenim belum masuk ke kelas. Aku melihat taeyeon sedang duduk bersama jessica. Apa yang mereka bicarakan? Aku menghapirinya.

“Hei..”

“Eoh.. Kau telat lagi?” Tanya jessica.

“Hmm.. Menurut mu?” Aku langsung duduk dibangku ku dan menenggelamkan kepalaku di atas meja. Aku masih malu dengan kejadian yang tadi.

“Park seonsaenim sudah tiba” tiba-tiba suara taeyeon menyadarkan ku. Ahh hari ini aku malas sekali untuk sekolah.

•••

Aku memakan ramenku dengan lahap karena tadi pagi aku tidak sempat sarapan. Sekarang aku, taeyeon, dan jessica sedang berada dikantin.

“Fany-ah, kau telat karena memimpikan jongwoon sunbaenim lagi?”

“Uhuk..uhuk..” Aku tersedak mendengar ucapan taeyeon.
“M-mwo? Bagaimana kau tau” tanyaku penasaran.

“Woahh.. Jadi benar kau memimpikan jongwoon sunbaenim?” Sambung jessica.

Aku menghentikan makan ku dan mengangguk.

“Hmm.. Dan yang lebih sialnya lagi, saat aku masuk dengan melompat dinding samping sekolahan, dia melihatnya. Huahhh” aku meletakan kepalaku diatas meja.

“Mworago?” Ucap mereka bersamaan.

“Lalu apa yang kalian lakukan” tanya taeyeon.

“Kami pergi kekantin dan minum teh bersama”

“Benarkah?” Tanya jessica. Aku menatap mereka berdua dengan muka kesal.

“Menurutmu apa iya aku dan dia bisa sedekat itu. Arghh kalian membuat ku kesal. Aku malu…” Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan ku.

“Lihat lihat itu jongwoon sunbaenim. Dia bersama kyuhyun sunbaenim dan ryeowook sunbaenim”

Aku menengok kearahnya. Dan sial dia juga melihat ku. Apa yang harus ku lakukan. Dia terlihat sangat tampan. Tapi.. Lihatlah gadis-gadis itu mengejar jongwoon sunbaenim. Aishh sainganku begitu banyak. Aku tidak boleh kalah dari mereka.

“Woahh mereka terlihat sangat tampan sampai-sampai para gadis itu mengejar mereka” ucap taeyeon.

“Saingan mu begitu banyak fany-ah” tiba-tiba terdengar suara berat yang menghampiri kami. Ya itu suara heechul oppa, kekasih jessica.

“Oppa.. Kau menyebalkan” ucapku dan langsung memukul lengannya.

“Kau benar-benar menyukainya fany-ah?” Tanya heechul oppa.

“Hmm” aku mengangguk. “Aku sangat-sangat-sangat menyukainya oppa. Tapi sayang dia sangat sulit untuk ku capai” ucapku lesu.

“Mengapa kau sangat putus asa. Kau tidak akan tau jika kau tidak mengatakannya” ucapan taeyeon membuat ku berfikir ulang.

“Lagi pula aku tidak pernah melihat mu seputus asa ini fany-ah” lanjut jessica.

“Lalu aku harus apa sekarang? Dia pria yang sangat sempurna. Pintar, tampan, keluarganya dari kalangan atas, cucu dari pemilik yayasan. Aishh sangat terbalik dengan ku. Sebaiknya aku menyerah saja” lalu aku berdiri dan meninggalkan mereka.

“Ada apa dengannya” ucap taeyeon.

Jongwoon sunbaenim adalah lelaki populer disekolahku. Dia sangat tampan. Bagi setiap gadis disekolahku dia adalah sosok pria yang sangat sempurna. Sejak masuk kesekolah ini dan melihatnya sering membaca buku dihalaman belakang sekolah, aku jadi menyukainya. Aku fikir awalnya hanya sebatas kagum tapi sepertinya aku mencintainya. Tapi sayang dia terlalu sempurna untuk wanita sepertiku.

~

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Aku ingin sekali cepat-cepat sampai rumah. Aku lelah.

“Fany-ah kau yakin tidak ikut kami?” Tanya jessica

Aku menggeleng lesu “aku lelah, ingin cepat-cepat pulang. Aku duluan ya byee” ucap ku kepada kedua sahabatku.

~

Cuacana nya sangat panas. Kenapa eomma tidak menyiapkan supir untuk ku saja. Jika pulang dengan menggunakan bus akan sangat melelahkan. Kenapa bus nya belum juga datang, aku sangat lapar. Tiba-tiba mataku menangkap sesosok yang sangat ku kenal, jongwoon sunbaenim. Dia menaiki bus juga. Kenapa dengan mobilnya. Aku tidak pernah melihatnya pulang dengan bus. Dia melihat kearah ku, saat tatapan kami bertemu aku menundukan kepalaku tanda hormat kepadanya. Omo~ dia menghampiriku.

“Kau pulang dengan menaiki bus?” Tanyanya. Ahh jantungku. Ada apa dengan jantungku? Berdetak dengan cepat. Semoga jongwoon sunbaenim tidak mendengarnya.

“N-ne sunbaenim” ucapku gugup.

“Tch.. Kau gadis yang sangat lucu”

“Eoh..” Lucu? Apa maksudnya?

“Iya, kau selalu gugup saat aku tanya. Apa kau takut denganku?”

“ANIYO..” Ucapku sedikit berteriak.
“Maksudku.. Bukan itu..” Aku mengibaskan tanganku didepan wajahnya.

“Hahaha kau benar-benar sangat lucu”

Dia tertawa. Oh my GOD. Apa aku tak salah liat. Dia tertawa, dia tertawa kepadaku. Lihatlah dia terlihat sangat tampan.

“Hei kau tidak ingin naik”

“Eoh.. Ne” ahh aku menatapnya sampai aku tidak tau busnya sudah datang.

Lalu aku menaiki bus. Semua bangku sudah terisi penuh. Tapi.. Ada satu bangku yang kosong dan itu disebelah jongwoon sunbaenim. Mau tak mau aku duduk disana. Aku lihat jongwoon sunbaenim mengeluarkan buku. Pasti dia akan membaca. Kenapa dia sangat senang membaca? Membaca adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Ku lirik dia sesekali. Dia akan berhenti dimana ya? Dia terlihat sangat serius.

“Ehem.. Sunbaenim kau turun dimana?” Ucapku. Ahh apa aku salah berbicara. Ahh pabo fany, kau memang pabo, untuk apa kau bertanya seharusnya kau diam saja.

“Aku juga tidak tau akan turun dimana”

“Eoh.. Bagaimana bisa kau tidak tau akan turun dimana” upps, aku keceplosan.

“Kau akan turun dimana?” Dia bertanya.

“Halte kedua aku akan turun, sebentar lagi aku turun” ucapku

“Oh..” Ucap nya sambil menganggukan kepala tanpa melepas pandangannya dari buku itu. Dia memang orang yang sangat serius. Walaupun terlihat serius dia tetap sangat tampan.

“Ahh sepertinya sudah sampai, sunbaenim aku duluan ya. Anyeong” aku bangkit dari bangku dan membungkukan badanku. Aku pun turun dari bus.

“Aishh.. Untung saja aku segera turun kalau tidak mungkin jantungku sudah copot karena berdetak terus”

•••

“Eomma aku pulang”

Dimana eomma? Aku sangat lapar. Aku berjalan ke arah dapur. Ahh itu dia eomma.

“Eomma aku pulang” aku memeluk eomma dari belakang.

“Eoh.. Kau sudah pulang fany, kau lapar? Eomma sudah menyiapkan makanan” ucap eomma.

“Tumben eomma sangat rapih, ingin pergi kemana?” Tanya ku sambil duduk di bangku dan mengambil piring.

“Eomma akan pergi kerumah kim ahjumma. Mungkina akan pulang sore. Kau dirumah ya”

“Untuk apa eomma kesana” tanya ku curiga.

“Ada sesuatu yang penting” eomma tersenyum dan pergi meninggalkan aku.

“Huh.. Aku sendirian dirumah”

•••

“Ahjussi tunggu… Ahh gomawo ahjussi” aku membungkukan badanku setelah melewati gerbang sekolahan. Hampir aku telat lagi. Kalau saja eomma tidak menyiramku pagi ini mungkin aku sudah telat.

“Fany-ah” aku menengok dan ternyata heechul oppa yang memanggilku.

“Wae oppa?” Tanya ku.

“Bisakah kau kekelasku, aku ingin menitipkan sesuatu pada mu untuk jessica”

“Kenapa tidak kau antar saja sendiri oppa” aku mempoutkan bibir ku.

“Jessica sedang marah pada ku. Bantulah oppa mu yang tampan ini fany-ah”

“Huh.. Oke oke, kajja” ajak ku.

Aku berjalan menuju kelas heechul oppa. Sesampainya didepan kelas aku baru ingat kalau heechul oppa sekelas dengan jongwoon sunbaenim. Jantungku bedegub kencang ‘apa dia ada dikelas ya’ aku merapihkan pakaian dan rambutku.

“Biasa saja tidak usah berlebihan. Jongwoon tidak akan melihatmu” ucapan heechul oppa membuyarkan lamunanku.

“Oppa kau jahat sekali” marah ku.

“Kajja..” Ajaknya.

Sesampainya didalam kelas aku mengedarkan pandangan ku ‘dimana jongwoon sunbaenim duduk’. Ahh itu dia, omo dia sangat tampan. Dia sedang membaca buku. Membaca buku lagi? Apa itu hobi nya?

‘Bukk’

“Aww.. Oppa kalau berhenti jangan mendadak” aku menabrak punggung heechul oppa. Ahh aku malu jongwoon sunbaenim melihatku.

“Kau yang jalan nya tidak lihat-lihat”

Huh.. Aku mengusap jidat ku yang sakit. Lalu heechul oppa mengeluarkan bunga dan coklat dari tas nya.

“Ige..” Dia menyerahkannya kepadaku.

“Hanya ini?” Tanya ku.

“Ne, cepatlah kau pergi. Dan salam untuk jessica”

“Iya, gomawo oppa” aku meledeknya.

“Gomawo fany-ah” dia membalikan ucapanku.

•••

Seperti biasa aku harus pulang sekolah dengan menggunakan bus. Biasanya aku akan ikut dengan mobil taeyeon ataupun ikut dengan heechul oppa dan jessica. Tapi mereka semua mempunyai urusan masing-masing.

‘Jderr’

“Ahh hujan..” Aku buru-buru berlari menghindari hujan. Tapi tiba-tiba ada yang menahan tangan ku.

“Su..sunbaenim..”

“Sebaiknya kita menggunakan payung ini bersama-sama. Percuma kau berlari. Halte bus masih jauh” ucapnya dengan memayungi ku.

“Eoh.. Tapi sunbaenim..”

“Kajja..” Dia menarik tangan ku.

Ahh.. Sunbaenim aku mohon jangan dekat-dekat dengan ku. Aku takut kau mendengar detak jantungku. Kami berduan dengan satu payung. Ahh taeyeon dan jessica tidak akan percaya jika melihat ini.

“Ehem..” Deheman jongwoon subaenim membuyarkan lamunanku. “Kau dan heechul ada hubungan apa?” Tanya nya.

“Ahh.. Aku dan heechul oppa hanya sebatas adik dan kakak. Wae sunbaenim?”

“Aniyo.. Hanya bertanya”

“Eoh..”

“Kau ingin pulang?” Tanyanya lagi.

“Iya”

“Kau mau menemaniku?”

“HAH?” Aku terkejut dengan ajakannya. Aku menutup mulutku dengan tanganku. Setiap mendengar kata-kata yang aneh dari mulutnya membuatku mengeluarkan perkataan yang membuatku malu.

“Hahah.. Kau selalu terlihat lucu jika seperti itu”

“Ahh.. ” Aku menggaruk kepalaku.

“Kau mau?”

“Ee… Kemana sunbaenim?”

“Aku ingin melihat matahari terbenam”

“Eoh..” Aku menengok ke arahnya.

“Wae? Apa ada yang salah?” Tanyanya.

“Ani..”

“Jadi…?”

“Hmm” aku mengangguk.

Dia tersenyum. Ahh demi apapun didunia ini dia sangat tampan. Ohh Dewi kuanin tolonglah aku. Aku sangat senang saat ini.

•••

Kami sampai di pantai yang terkenal dengan keindahan sunset nya. Hujanpun sudah reda.

“Ahhh.. Ini indah sekali..” Ucapku saat menginjak pasir pantai.
“Woahh.. Aku belum pernah kesini sebelumnya. Ini sungguh indah sunbaenim” kaki ku sudah tidak menggunakan alas lagi. Kakiku begitu dingin ketika air laut menghempas ke kakiku. Jongwoon sunbaenim hanya melihat ku dari belakang. Dia tidak bergerak sama sekali. Hanya memandangi indahnya pantai ini. Sepertinya hanya aku yang menikmati pantai ini.

~

Saat ini kami sedang duduk diatas pasir putih yang halus ini. Kami masih mengenakan pakaian sekolah. Kami menunggu matahari terbenam.

“Tiffany..”

‘WHAT’ dia memanggil nama ku? Dia memanggil namaku?

“Ne sunbaenim?”

“Jadi benar nama mu tiffany?”

“Eoh..?” Apa maksudnya?

“Hahah kau selalu terlihat gugup saat berbicara dengan ku”

“Ahh..hahah” aku tertawa dengan terpaksa.

“Saat pertama aku melihatmu adalah saat kau melompat di dinding sekolah”

“Hah? Kau mengingat itu?”

“Bagaimana tidak, kau perempuan pertama yang aku lihat memanjat seperti seorang lelaki haha”

Aishh.. Aku malu.. eotteoke? Apa yang harus ku lakukan.

“Fany-ah.. Apa kau pernah jatuh cinta?”

‘Jatuh cinta’ woah kau bertanya dengan orang yang salah. Aku sudah jatuh cinta dengan mu. Apa kau tidak bisa melihatnya.

“Fany-ah”

“Ahh.. Ne, aku pernah jatuh cinta. Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta, sunbaenim”

“Benarkah? Berapa kali?”

“Hah? Kenapa kau jadi bertanya seperti itu?”

“Ani.. Hanya sekedar bertanya”

Ada apa dengannya? Dia benar-benar orang yang berbeda. Jika disekolah dia akan sangat cuek dengan gadis gadis itu. Tapi jika bersama dengan ku dia bisa tersenyum dan bercerita.

“Tiffany hwang, mau kah kau menjadi kekasihku?”

Deg..

Apa? Apa aku tidak salah dengar, atau aku sedang bermimpi? Ada apa dengannya, kenapa dia berbicara seperti itu. Ini benar-benar seperti mimpiku.

“S..su..sunbaenim, k.ka-u bercanda?”

“Menurutmu?” Dia tersenyum.

“Hahah.. Kau pasti bercanda sunbaenim” aku menggelengkan kepalaku.

“Heechul sudah menceritakannya padaku”

“MWOO.. Heechul oppa bercerita tentang apa?”

“Kau menyukaiku kan?”

Heechul oppa mulut mu benar-benar tidak bisa diajak berkerja sama.

“Mianhae sunbaenim” aku menundukan wajahku.

“Untuk apa? Aku senang kau menyukaiku. Selama itu kah kau menyukaiku fany-ah?”

“Ahh, ne sunbaenim”

“Dan satu lagi, bisa kah kau tidak memanggilku seformal itu. Panggil aku oppa saja. Sama seperti kau memanggil heechul”

“Eoh.. Ne..”

Apa-apaan ini. Aku malu. Aku benar-benar malu.

“Jadi bagaimana?”

“Sunbaenim, ahh maksudku jongwoon oppa.. Aku memang menyukaimu tapi-”

“Ahh lihat mataharinya mulai terbenam. Indah sekali eoh..”

Ucapanku terputus.padahal aku ingin bertanya siapa gadis yang saat itu dia peluk. Tapi ya sudahlah. Aku akan tetap mencintaimu oppa.

Saat ini kami berdua melihat matahari terbenam. Ini sangat indah, seindah hatiku yang berbunga-bunga saat jongwoon oppa memintaku menjadi kekasihnya.

“Fany-ah.. Mari kita berkencan?”

“Hmm.. Ne oppa” ucapku yakin.

 

-The end-

 

Leave your comment

 

4 thoughts on “[FF Freelance] My Perfect Boyfriend

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s