The Longest Love Letter

The Longest Love Letter

[icydork] | Yerin and Jaebum | Romance, Sad, Angst | All Rated

Dear Jaebum,

Apa kabarmu? Ah, pertama-tama maaf karena kau harus membaca tulisanku yang sangat amburadul untuk dibaca. Aku yakin matamu akan memerah ketika membaca tulisanku ini. Haha, maafkan aku.

Jaebum, maaf jika aku mengirimmu surat seperti ini. Ini sudah tahun yang lumayan canggih bukan? Bisa saja jika aku mengirimmu lewat pesal atau e-mail. Tapi, aku ingin kau menyimpan surat ini. Aku berjanji bahwa benda ini adalah benda terakhir yang menghubungkan diriku dengan dirimu.

Aku mencintaimu.

Mungkin kau sudah sangat teramat bosan untuk melihat kalimat itu di setaip pagi dan malam. Aku yakin kau mengetahui seberapa besar cintaku padamu. Aku rela membohongi kedua orang tuaku agar kita bisa berkencan bersama, aku rela menjaga jarak dengan teman lelaki yang lain karena kau memintanya, aku rela menghambat impianku sebagai fashion designer untuk ikut bersamamu ke jurusan yang kau inginkan.

Kau tahu betul bahwa melupakanmu bukanlah hal mudah untukku, aku yakin kau juga. Dekat selama dua tahun dan menjalin hubungan selama tiga tahun. Aku tahu itu tidak mudah Jaebum, aku tahu, sangat tahu.

Tapi, aku tidak bisa mempertahankan hubungan ini lagi. Seandainya kau bisa merasakan perasaan wanita yang sudah mengorbankan semuanya untuk kekasihnya tapi diputuskan begitu saja dikarenakan bosan.

Aku benci hal itu Jaebum, sangat.

Jaebum, aku mohon kepadamu untuk menyimpan surat ini. Kau boleh membuang sepatu pasangan kita, tas pasangan kita, merobek boneka pemberianku, dan hal yang lain. Aku mohon, simpanlah hal ini yang baik. Kau tahu kan bahwa aku tidak suka menulis seperti ini? Jadi, tolong hargai aku.

Aku tidak tahu alasanmu yang sebenarnya untuk memutuskan hubungan kita. Apa ada wanita lain diluar sana? Apa aku kurang baik untukmu? Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi?

Itu sangat menyakitkan, Jaebum. Sesak rasanya.

Hahaha, sebenarnya banyak hal yang ingin aku tumoahkan disini tapi aku rasa kau tidak bisa memberikan waktu yang banyak untuk membaca tulisan yang mungkin kau anggap sampah. Jangankan untuk membaca, untuk membalas pesanku saja kau tidak niat bukan?

Seharusnya kau berada di posisiku, menontonmu bermain bola dengan teman-temanmu tapi diacuhkan olehmu, menunggumu kau bangun dari tidur siangmu tapi kau tidak membalas pesanku.

Aku menangis saat itu, Jaebum. Aku menangis.

Seandainya aku berada di posisimu, aku tidak akan melakukan hal itu kepada kekasihku.

Kau melepaskan aku dengan alasan yang tidak tepat. Alasan bosanmu itu bagaikan kau sudah bosan memakai ponsel lama lalu kau menyimpannya di laci dan membeli yang baru.

Ya, aku bagaikan benda yang kau letakkan di laci tersebut, kau tidak membuangnya. Walaupun kau tidak membutuhkannya lagi, aku masih ada disana. Aku yakin suatu saat kau akan menghampiriku seperti ponsel yang kau letakkan di laci tersebut jika kau perlu, Jaebum.

Asal kau tahu, aku selalu bersedia untukmu Jaebum. Jika Tuhan mengijinkan.

Jaebum, oh—tidak, kertas ini ternodai lagi. Mungkin kau sudah melihat dengan jelas ada tetesan darah disini. Aku sudah menulis ulang surat ini selama tiga kali tapi tetap ada darah yang menetes dari hidungku.

Jaebum, aku mengidap kanker darah.

Maafkan aku yang tidak memberi tahumu, aku yakin kau akan sangat menyesal karena sudah meninggalkanku dalam keadaan seperti ini. Haha, aku terlalu percaya diri ya? Maaf, tapi aku yakin kau sudah mengenalku baik Jaebum.

Ah, yah, kau sudah tahu bukan bahwa aku mengidap kanker darah?

Jujur, aku akan mengetahui penyakit ini lebih dulu jika kau mau mengantarku ke dokter waktu itu. Andai saja kau lebih mementingkan aku dibandingkan latihanmu waktu itu, aku sudah mengetahui ini dari waktu itu.

Jaebum, terima kasih sudah mau menjadi kekasih pertamaku. Mungkin aku bukan yang pertama, tapi terima kasih sudah megundangku menjadi bagian hidupmu dalam waktu yang tidak terhitung sebentar.

Percayalah, kau adalah mantan terakhirku dalam hidupku ini. Aku mencintaimu Jaebum, selalu mencintaimu.

Kau boleh melupakan aku atau tidak mengingatku lagi, tapi kau harus selalu menyimpanku di dalam hatimu sampai kapanpun walaupun aku hanya mendapat bagian yang sangat teramat terpojok ataupun setitik. Aku ingin kau selalu menyimpanku dalam hatimu layaknya aku selalu menyimpanmu di dalam hatiku.

Jaebum, jadikanlah hubungan kita sebagai pelajaran untukmu. Jangan kau sia-siakan wanita yang akan menjadi istrimu kelak. Jangan membuangnya seperti kau membuangku.

Bagaikan membuang sebuah permata berharga ketika kau mengumpulkan batu.

Ah, mungkin ini kesalahanku juga jadi kau memutuskanku. Ini kesalahanku yang selalu menanyakan kenapa kau bersikap dingin kepadaku belakangan ini. Mungkin kau kesal dan jengkel lalu memtuskan aku.

Maaf, Jaebum. Maaf.

Jaebum, aku tidak tahu kapan kau akan membaca surat ini. Aku menulis ini ketika masa skripsiku dan aku tidak akan pernah tahu kapan kau membacanya. Semoga saja ketika kau membacanya, aku masih disini. Masih di bumi ini dengan fisik yang lengkap dan bugar.

Hm, aku tidak mau membuatmu penasaran jadi aku tinggalkan kapan aku membuat surat ini untukmu di ujung surat ini.

Jaebum, walaupun kau berada disana dan aku disini. Aku tetap mencintaimu. Siapapun wanita yang akan menjadi istrimu kelak, aku rela. Aku hanya ingin membuktikan kepadamu bahwa aku seorang yang setia, tidak sepertimu, Jaebum. Haha.

Mungkin kau tengah menggeram membaca perkataanku tadi. Tapi, aku jujur dengan hal tadi. Kau tidak setia Jaebum.

Walaupun kau tidak setia, menyebalkan, malas, nakal, sering tidak hadir di kelas, aku tetap mencintaimu.

Aku selalu mencintaimu, walau kau tidak.

Hatiku selalu memilihmu, walau kau tidak.

Kau selalu ada dihatiku dan kau juga haru sama denganku.

Jaebum, aku bangga pernah menjadi bagian yang pentind di hidupmu.

Terima kasih sudah mengajariku tentang cinta dan menghabiskan waktumu kepadaku.

Terima kasih banyak.

14 September 2010

Yang mencintaimu,

Yerin

5 thoughts on “The Longest Love Letter

  1. ya ampuuuunnn, hampir setiap aku baca ff yerin-jaebum, pasti yg nyesek bagian yerin😦
    kasian banget sih dia, udah diputusin, sakit kenker pula😦
    bagus banget ini ffnya🙂

  2. nyesek amat.. jaebum jahat banget lebih milih latihannya daripada nganter yerin ke dokter– bagus thor, gua jadi inget mantan yg gua kirimin surat untuk terakhir kalinya lol jadi curhat

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s