[FF Freelance] Our Story (Part 4)

our story 2

 

Autor: @shinharafly3424

Length: chapter

Genre: romantic, sad

Disclaimer:

FF pertama semoga suka, sudah di publis di blog autor  http://shinhara3424.wordpress.com/

Cast:

– kwon yuri

– choi siwon

– lee donghae

– im yoona

Previous: Part 1Part 2, Part 3,

DON’T COPY DON’T PASTE

-Yoonhae’s Love Story-

 

“Aku dan donghae dulu adalah sepasang kekasih”

-Yoonhae’s Love Story-

“yoona-ah, saranghae!”

“maukah kau menjadi pacarku?” Tanya anak lelaki yang bernama donghae kepada gadis cantik yang berada didepannya ini.

“haruskah ku jawab?” terlihat raut wajah si gadis yang terlihat bingung.

“ne, kalau kau tidak menjawabnya aku akan berteriak sekencang mungkin dari atas sini sambil menyebutkan namamu, agar semua orang tau perasaanku kepadamu”. Tantang donghae.

“aish mana ada orang yang sedang mengatakan cintanya dengan memaksa seperti itu” sebal sang gadis yang tak lain adalah yoona

“jadi kau tidak mau menjadi pacarku?” Tanya donghae dengan nada takut.

“hmm..aku berfikir-fikir dulu” ucap yoona sambil berfikir.

“ayolah, jebal..” pinta donghae sambil memohon.

Seulas senyum hadir dibibir tipis milik yoona.
“ne aku ingin menjadi kekasihmu” ucapnya dengan tegas.

“jinjayo? Ka-au menerimaku?” Tanya donghae dengan wajah berbinar-binar.

“hmm” jawab yoona sambil menganggukan kepalanya.

Donhae langsung memeluk yoona dengan erat.
“gomawo” ucapnya disela-sela pelukannya dengan yoona.

Hampir seluruh siswa mengatakan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi, mereka mempunyai hobi yang sama, makanan kesukaan yang sama, warna favorit yang sama. Dimana ada yoona pasti disitu ada donghae, mereka bagaikan romeo dan juliet.

Saat ini mereka sedang duduk dibawah pohon didekat sungai han. Mereka baru saja menyelesaikan ujian kelulusan mereka.

“Yongie, setelah lulus kau akan meneruskan kemana?” Tanya donghae.

“Hemm aku akan kuliah dan mengambil jurusan jurnalistik, kau bagaimana?” Sekarang yoona yang bertanya

“ahh akuu, akuu hemm” sang pria terlihat sedang berfikir “aku akan terus mengikutimu hehehe” ledek donghae.

“Aku serius” yoona memukul lengan donghae
“Berjanjilah bahwa kita akan selalu bersama” lanjut yoona

“Ne, aku berjanji, aku akan selalu ada untukmu, dan kita akan selalu bersama sampai tua dan mempunyai anak yang lucu-lucu” ucap donghae panjang lebar

“Tch, fikiran mu terlalu jauh” dengus yoona

“Tidak apa-apakan jika kita membuat rencana hahah” tawa donghae

Mereka menghabiskan waktu dengan tertawa dan berkhayal.
Kehidupan mereka sangat menyenangkan, sampai pada suatu saat dimana mereka harus menentukan tujuan dan tidak bisa melawan takdir.

•••

“donghae-ya, eomma dan appa sudah merencanakan kau akan melanjutkan sekolah mu dimana!” ucap eomma donghae.

“memangnya aku akan bersekolah dimana?” Tanya donghae.

“kau sudah eomma daftarkan di universitas Columbia, disana universitasnya sangat bagus, dan eomma rasa kau akan senang”

“tapi eomma, aku tidak ingin jauh-jauh, kenapa tidak di seoul saja eomma?. Pinta donghae sambil merengek kepada eommanya. “aku mohon eomma” pintanya lagi.

“mianhae sayang, tapi ini yang terbaik untukmu” bujuk eomma donghae.
“disana juga ada hyung mu, jadi kau tidak akan kesepian” lanjutnya.

Mau tidak mau donghae harus mengikuti apa kata ibunya, sebenarnya bersekolah diluar negri adalah impiannya, tapi karena dia sudah berjanji kepada yoona untuk selalu bersama-sama dan dia menolaknya, tapi usahanya untuk menolak tidak berhasil.

•••

Dibawah pohon dekat sungai han tempat favorit mereka, saat ini mereka sedang menatap pemandangan didepan mereka, mereka sama-sama terdiam, hingga terdengar suara donghae yang memulai pembicaraan.

“yongie, aku ingin membicarakan sesuatu” ucap donghae dengan nada takut.

“bicaralah, kenapa kau gugup seperti itu, seperti sedang mengakui kesalahan saja hehe” balas yoona yang diselingi tawanya.

“yongie, aa-kuu sudah mendapatkan universitas dan aku sudah menentukan akan melanjutkannya kemana” donghae melanjutkan ucapannya.

“Woah jinja? Apa kau juga berniat satu universitas dengan ku? Kalau iya aku akan sangat senang sekali.” Ucap yoona yang sangat bergembira.

“An-niyo, aku~ aku akan melanjutkannya ke luar negri!” Ucap donghae hati-hati.

DEG

Jantung yoona seakan berhenti berdetak

“Mwo~? Ka-au akan ke luar negri?” Ucap yoona tak percaya

“Ne, eomma dan appa ku sudah merencanakan nya dan sudah mendaftarkan nama ku disana”

“Ta..pi, kita~” ucapan yoona terputus

“Mianhae, tapi aku tidak bisa menepati janji ku”ucap donghae menyesal sambil menundukan wajahnya

“Kau jahat” tanpa terasa air mata yang dia tahan dari tadi tumpah membasahi pipi mulusnya

“Mianhae..mianhae” lirih donghae

“Apa kita harus berakhir seperti ini? Hiks..” Tangis yoona semakin terisak

“yoongie, bisakah kau menungguku? Hanya 3 tahun mungkin, aku akan kembali lagi untuk mu”.

“Mianhae, aku tak bisa itu terlalu lama untuk ku”

“Ta-pi..”

Yoona berdiri dari duduknya, dan menghapus airmata nya dengan kasar.

“Aku rasa aku harus menenangkan hatiku untuk saat ini!”
“Jangan hubungi aku donghae-ssi” lanjutnya dan berlalu dari hadapan donghae.

Donghae yang melihat itu tidak bergeming, dia tau yoona membutuhkan waktu untuk sendiri.

“Mianhae.. Mianhae.. Hanya kata itu yang bisa ku ucap” donghae berbicara sambil mengangkat kepalanya untuk melihat langit. cairan bening itu keluar dari mata indahnya.

•••

“Apa aku egois, tapi ini terlalu sakit” lirih yoona sesampainya dia dikamarnya.
“Tapi dia sudah berjanji” tangis yoona memenuhi ruang kamarnya
“Hiks.. Hiks.. !”
“Kau jahat lee donghae”

Sudah beberapa hari mereka tidak saling bertemu bahkan untuk menanyakan kabar satu sama lain saja tidak. Donghae memenuhi permintaan yoona untuk tidak menghubunginya. Keduanya sama-sama terjebak oleh kata yang disebut rindu. Egois, mereka berdua memang memiliki sifat yang sama.

Hingga tiba dimana donghae harus pergi untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Hari ini adalah hari keberangkatannya menuju new york, kota yang 3 tahun bahkan 5 tahun kedepan akan menjadi tempat tinggalnya. Entahlah bagaimana nasib hubungan mereka. Tidak ada yang mengakhirinya tapi tidak ada yang bisa melanjutinya juga.

Drtt.. Drttt
Ponsel yoona berbunyi menandakan ada pesan masuk. Segera yoona membukanya

From: donghae

Yongie, hari ini aku akan berangkat menuju new york, dengan waktu keberangkatan 11.30 , aku harap kau datang ke bandara untuk memastikan hubungan kita, jika kau datang ku anggap kau masih menginginkan hubungan ini, tapi jika kau tak datang..aku rasa kau memang ingin mengakhirinya. Yongie aku masih menunggumu disini, dan berharap kau datang! Aku mencintaimu!

Hati yoona bergetar, dia bingung harus bagaimana, dilain sisi dia tidak ingin mengakhirinya, tapi dia tidak yakin apakah hubungan jarak jauh dapat berjalan lancar.

At incheon airport

Donghae berjalan kesana kemari sambil melihat jam ditangannya.
“Hae-ya, kenapa kau sangat gelisah?” Tanya eommanya

“Aku sedang menunggu seseorang eomma” jawab donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari pintu airport

“Apa dia akan datang?” Tanya eommanya lagi

“Entahlah, tapi perasaanku berkata dia akan datang” lirih donghae

bagi penumpang jurusan new york city segera memasuki pintu keberangkatan luar negri

Lalu donghae mengalihkan matanya menjadi melihat papan pengumuman perjalanan

“Sepertinya dia tidak datang” ucapnya dengan lesu.

Donghae akhirnya berjalan memasuki pintu keberangkatan luar negri setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya.

Dilain sisi, seorang gadis sedang berlari sangat kencang seperti dikejar-kejar penjahat. Dia berlari setelah turun dari taksi yang membawanya ke bandara. Yoona, dia berlari tanpa mendengar teriakan dari orang-orang yang hampir dia tabra. Tidak sedikit orang yang malah telah ditabraknya. Sambil membungkukan badan dia mengucapkan kata maaf. Dia mencari pintu keberangkatan luar negri. Saat dia menemukan nya, sayang orang yang dia cari sudah tidak ada.

“Maaf, permisi pak, apakah pesawat tujuan new york sudah berangkat?” Tanya yoona pada salah satu petugas.

“Ah sudah berangkat sejak 15 menit yang lalu” jawab petugas tersebut

DEG

Lagi-lagi jantung yoona seakan berhenti berdetak.
“Kamsahamnida” ucapnya sambil membungkukan badannya.

Saat ini yoona sedang menangis disalah satu kursi dekat bandara. Hatinya terasa hancur, bahkan untuk memperbaiki semuanya dia terlambat.

“Ini sangat menyakitkan, dibandingkan saat aku mendengar kau akan ke luar negri” lirihnya

“Lee donghae, saranghae! Jeongmal saranghae!” Tangisnya semakin terisak

 

-yoonhae’s Love Story-

 

“Rasanya sangat sakit, bahkan dia pergi sebelum mengetahui apa yang ku ingin kan dari hubungan kita” ucap yoona.
“Dia pergi dan berfikir kalau aku menginginkan hubungan ini berakhir”

“Kisah cinta kalian sangat rumit haha” canda siwon memecah suasana.

“Aish, baru sebentar aku merasakan kau bisa berubah menjadi seorang sahabat dan sekarang kau mulai mengajak ku untuk bertengkar lagi” ucap yoona dengan mempoutkan bibirnya.

Akhirnya yoona bisa mengeluarkan isi hatinya yang seminggu ini mengajal hatinya. Saat ini tidak ada siwon yang selalu menggoda yoona, dan tidak ada yoona yang selalu kesal dengan sikap playboy siwon. Mereka terlihat sangat akur seperti seseorang yang mendengarkan keluh kesah sahabatnya.

“Lalu kenapa kau tidak langsung menjelaskannya saat pertama bertemu dengannya?” Tanya siwon.

“Bagaimana aku mau menjelaskannya, saat bertemu denganku saja dia selalu menghindar” yoona mengakhiri kalimatnya dengan helaan nafas.
“Aku ingin sekali menjelaskan kepadanya, aku rasa dia juga masih menyimpan perasaan yang sama denganku”

“Setelah kau menjelaskan kepadanya, apa yang akan kau lakukan?”

“Mungkin~ aku akan…” Yoona memutuskan ucapannya.

“memintanya kembali kepada mu?” Ucapan yoona dilanjutkan siwon.

“Mungkin” ucapnya dengan mengedikan bahunya.

“Hmm apapun pilihan mu itu semoga tidak membuatmu sakit untuk yang kedua kalinya.”

“Aku harap juga begitu”

“Oke semoga kau beruntung”. “Sepertinya aku harus segera kelokasi lagi, aku sangat dibutuhkan sepertinya hahaha” candanya

“Ya..ya.. Aku tau itu hahaha” saat ini siwon merasa senang karena bisa melihat yoona tertawa lepas.

“Oke.. Bye!”

Siwon berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan yoona. Yoona hanya melihat punggung siwon dengan seulas senyum. Lalu dia berdiri dari duduk nya dan memanggil siwon.

“Wonie-ah” teriaknya.

Siwon menoleh kearah yoona dengan tatapan bingung. Sejak kapan di mempunyai panggilan seperti itu.

“GOMMAWO”

 

-To Be Continue-

DON’T BE SILENT READERS

 

8 thoughts on “[FF Freelance] Our Story (Part 4)

  1. aduhhhhh…kebanyakan yoonhae dibanding yoonwon.. mauny yoona jgan jelasin kesalahpahaman itu sm donghae,,hahaha,, biar yoona dkat n jadian deh sm siwon.. hehehehe..
    donghae sm yuri aj,,kan udh tunangan gitu,,, lanjut chingu..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s