[FF Freelance] Can You Love Me Sehun? (Chapter 3)

ghyJudul: Can you love me Sehun? 3

Author: @yenykristina

Genre: romance, sad, married life

Rating: PG-15

Cast: Sehun, Jung Sena

Previous: Chapter 1, Chapter 2,

-previous chap-

 

Sena memapah sehun menuju kamarnya. Walau berat gadis ini tak tega dengan keadaan Sehun saat ini, ia membaringkan Sehun di ranjangnya sendiri. Sena menatap sehun khawatir dan yang memenuhi kepalanya sekarang adalah apa yang membuat Sehun melakukajn semua ini.

 

Gadis itu hendak melangkahkan kakinya keluar ruangan tapi tertunda saat sebuah tangan menariknya sehingga limbung dan menimpa tubuh Sehun. Sena membelalakan matanya kaget, gadit itu meronta di atas tubuh S. Sehun buru buru membalikan posisi sehingga Sena berada tepat di bawahnya.

 

“Sehun lepaskan, apa yang kau lakukan?!!”

 

Ch 3

 

Sena berteriak di bawah tubuhnya dan mendorong kuat dada pria ini. Tetapi tenaganya tidak ada apa apa nya.

 

“Kau brengsek Haneul” Sena mendengar jelas gumaman Sehun . ia dibuat kembali terbelalak tak kala sebuah sapuan lembut menerpa bibirnya. Ia terus memukuli dada Sehun tetapi malah membuatnya semakin memperdalam ciumannya.

 

Sehun semakin ganas atas apa yang diperbuatnya. Sena terus melontarkan makian kepada Sehun.   Ia mengunci bibir Sena dengan bibirnya. Entah sadar atau tidak Sehun merobek kemeja tipis yang dipakai Sena sehingga gadis itu hanya mengenakan pakaian dalam.

Sena menutup matanya dalam dan terlihat butir butir air mata terjatuh bebas. Sehun merasakan sesuatu yang asin ketika mencium bibir Sena. Gadis itu menangis karenanya. Tentu saja Sehun tidak memperdulikannya, akal sehatnya sekarang dikendalikan penuh oleh nafsu yang membabi buta.

Ini sama sekali bukan ciuman yang manis. Sena sadar semuanya sarat akan emosi dan terkesan mengebu gebu. Sena dapat merasakan emosi Sehun yang sangat kacau dari caranya menciumnya.

 

Ooo

 

 

Sinar matahari menelusup masuk melalui celah jendela kamar Sehun. Seorang gadis kurasa lebih tepatnya seorang wanita yang hanya mengenakan selimut ditubuhnya itu menangis sesengukan. Ia tidak baik baik saja setelah apa yang Sehun lakukan semalam. Memori itu tergambar jelas bagaimana Sehun melakukan itu semua dengan kasar.

Sehun yang tidur membelakagi Sena merasa tidurnya sedikit terusik akibat suara tangisan Sena. Sehun tersadar dari tidurnya dan menoleh ke arah sumber suara. Ia sadar atas apa yang dilakukannya semalam. Ia menatap punggung gadis itu datar. Ia mengacak rambutnya gusar, kata maaf pun sangat susah untuk dikeluarkan. Alih alih meminta maaf atau semacamnya, Sehun malah turun dari ranjang tanpa menloleh ke arah Sena.

“Kau…brengsek” umpat Sena, ia menatap penuh benci pada pria itu.

Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik “Kita akan menikah Lusa, apa yang kau khawatirkan?” hanya itu yang ia katakana? tidak ada permohonan maaf sama sekali? bagai ribuan jarum menusuk hati sena. Sehun sukses membuatnya layaknya wanita murahan. Sesuatu yang sangat berharga milik Sena telah direnggut paksa oleh calon suaminya sendiri.

Sena buru buru memakai pakaiannya dan meninggalkan kamar Sehun. Ia berlari menuju kamarnya dan langsung menuju kamar mandi. Suara gemercik air memenuhi kamar mandi yang ditematinya. Sena tkdak menghiraukan tubuhnhya yang mengigil akibat air dingin yang membasahi tubuh kecilnya, suara tangisan pilu Sena teredam oleh suara gemercik air yang kian deras.

Ia mengusap tubuhnya kasar, saat ini ia benar benar merasa dirinya kotor. Walaupun sebentar lagiu mereka menikah, Sehun tidak berhak memperlakukannya seperti ini. Sena berharap setidaknya Sehun menghargainya sebagai seorang gadis, namun nyatanya tidak sama sekali. Melakukan hubungan layaknya suami istri  diluar ikatan yang sah membuat Sena menangung dosa besar

Ooo

 

Sehun terdiam di kamar mandi, Ia sadar bahwa tindakannya salah besar. Ia tidak bisa mengontrol emosi. Sesuatu yang dilakukan tanpa pertimbangkan akan berakibat fatal, Sehun lupa akan poin itu. Ia harus bersiap dijauhi atau bahkan dibenci oleh Sena. Ia memperhatikan bekas cakaran yang terukir di lengan kanannya. Sehun merutuki dirinya sendiri dan memejamkan matanya dalam.

Jika saja malam itu ia tidak mabuk, semua ini tidak akan pernah terjadi.

 

 

Flash back

 

Sehun merasa bosan dirumah. Ia mengutak atik ponselnya tapi tidak ada apa apa di akun social medianya. Sebuah ide melintas di pikirannya. Ia bangkit dan menyambar kunci mobilnya, mungkin kerumah Chanyeol dapat mengobati rasa bosannya.

 

Sehun memacu mobilnya meninggalkan rumah. Kaca mobil ia turunkan tak perduli udara dingin menyeruah masuk menusuk kulitnya. Sehun sangat menyukai musim dingin, terlebih saat butiran salju menerpa wajah putihnya Seperti biasa jalanan Seoul tidak pernah lengang. Tidak butuh waktu lama untukk sampai di rumah Chanyeol, sekitar 30 menit akhirnya Sehun sampai di rumah Chanyeol.

 

Sehun mematikan mesin mobil dan merogoh ponsel di saku kemejanya. Ia mengetik pesan untuk Sena bahwa ia berada di rumah Chanyeol. Sehun turun dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam rumah Chanyeol. Ia membuka pintu rumahnya tetapi tidak ada siapapun dirumah itu. Sehun mencari Chanyeol di dapur tetapi ia tidak ada di sana, “mungkin di tempat biasa” pikir sehun. Ia menuju halaman belakang rumah itu yang terdapat sebuah danau kecil tetapi nihil. Tidak mungkin kalau Chanyeol sudah tidur sore hari begini.

 

Sehun memastikan dugaannya dengan menuju kamar Chanyeol, pintu kamar tersebut sedikit terbuka. Samar samar terdengar suara aneh dari sana, Sehun lantas berjalan lebih dekat. Suara desahan seorang wanita semakin jelas terdengar. Sehun tahu Chanyeol sering membawa wanita keluar masuk wanita wanita nya. Sehun sedikit mengintip melalui celah pintu. Bukankah saat ini Chanyeol butuh privasi? Sehun sadar akan hal itu, ia hanya penasaran wanita mana lagi yang dibawa Chanyeol ke rumahnya.

 

Sehun mengendap ngendap, ia memajukan tubuhnya dan meraih gagang pintu kamar Chanyeol. Ia melihat Chanyeol dan seorang wanita tengah bergumul di atas ranjang.  Sehun tidak bisa meliat dengan jelas siapa wanita itu karena kepala Chenyeol menghalangi pandangannya. Baru ketika Chanyeol menarik kepalanya Sehun mengenali siapa wanita yang sedang beradegan ranjang di depannya.

 

Tangan Sehun mengepal menahan amarah, sebuah kenyataan yang membuat hatinya tersengat ribuan volt listrik .Chanyeol bercinta dengan wanitanya.

 

Sena? tentu saja bukan. Dia -Haneul- wanitanya Sehun.

 

Jadi selama ini Sehun memiliki kekasih? Tantu saja, mereka  telah berhubungan 1 tahun belakangan ini.

 

Sehun bertemu dengan Haneul di club yang setiap malam Ia kunjungi bersama Chanyeol. Haneul memiliki paras cantik dan tubuh yang sexy. Tentu saja setiap pria yang meilhatnya akan langsung tertarik, termasuk sehun sendiri. Sejak saat itu mereka saling menghubungi satu sama lain dan menjadi kekasih, tapi apa yang Sehun lihat sekarang ini tidak bisa dipercaya.

 

Sehun menggebrak pintu kamar itu dengan tangan nya. Membuat dua orang didepannya menghentikan aktivitas mereka. Wanita itu gelagapan menutupi tubunya dengan selimut. Wanita itu berjalan terseok seok menghampiri Sehun yang berada di ambang pintu.

 

“Se..Sehun aku bisa jelaskan” wanita itu sekarang berlutut di kakinya.

“Atas apa yang aku lihat barusan, kurasa itu sudah cukup menjelaskan semua ini” Sehun berbicara kepada Haneul tetapi pandangannya lurus menatap Chanyeol.

 

“Kita sudahi saja hubungan ini. Seharusnya dari awal kita tidak memulainya.” Sehun menarik kasar kakinya yang di genggam Haneul membuat wanita itu terjerembab di bawahnya.

 

“Sehun-ah maafkan aku” Haneul terisak dibawah nya dan kembali berlutut di hadapan Sehun.

 

 

Sehun melangkahkan kakinya dimana mobilnya terparkir, ia memasuki mobil dan tanpa pikir panjang langsung melajukan mobilnya keluar dari sana. Pria itu mengusap gusar kepalanya, kejadian itu terus berputar di otaknya membuat Sehun melajukan mobilnya lebih kencang lagi.

 

Disinilah Sehun sekarang. Dengan 2 botol wine di depannya, pria itu terus saja bergumam tak jelas. Pikirannya kalut saat ini hanya wine lah yang menjadi temannya saat ini.

Sehun tidak mudah percaya oleh siapa pun. Ketika kepercayaan itu ia titipkan kepada sahabatnya, dalam hitungan detik orang itu menghancurkannya berkeping keping. Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, dan dalam keadaan mabuk Sehun nekat menggendarai mobilnya pulang.

 

Flashback off

 

 

“Umma sudah sampai di bandara, bisakah kau menjemput kami Sehun-ah?” tanya wanita di seberang telepon. Hari ini orang tua sehun kembali dari jepang dan telah tiba di bandara.

 

“Ne” jawab Sehun singkat

 

“Oh ya ajak Sena sekalian, kasihan bila harus di rumah sendirian” sehun berpikir sebentar. Dapat dipastikan Sena tidak akan mau ikut mengingat dari kemarin mereka terlibat perang bisu.

 

“Dia sedang tidur, biar aku sendiri saja umma. Annyeong” sebelum ibunya membalas Sehun buru buru memutus sambungan telepon.

 

Sehun turun dari tempat tidur dan memakai jaketnya. Ia menutup pintu kamar pelan dan melirik pintu kamar yang ada di sampingnya. “dari kemarin dia tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali” pikirnya. Sehun melangkah cuek turun kelantai bawah untuk mengambil kunci mobil.

 

Ooo

 

Kini ke empat orang itu berkumpul di meja makan. Ibu Sehun terlihat berbincang dengan suaminya seraya menunggu hidangan siap, entah lah mungkin mereka membicarakan bisnis. Sena tidak menyadari arah pandang Sehun sedari tadi menuju kepadanya. Ia bermain dengan sendok dan garpunya mengharap ada makanan disana. Akibat perang bisu diantara Sehun dan Sena gadis itu bahkan tidak makan seharian. Sekarang perutnya benar benar minta di isi ulang.

 

“Wajahmu terlihat pucat” tiba tiba lelaki yang berada si sampingnya itu berbicara kepadanya. Sedetik kemudian ibu dan ayah Sehun juga menatap Sena. Sena gelagapan karena semua pasang mata tertuju kearahnya.

 

“A..aku baik baik saja” Sena menjawabnya dengan senyum tipisnya.

 

Dua orang pelayan itu membawa beberapa nampan yang berisi makanan. Wajah sena berbinar melihat makanan lezat di hadapannya. Gadis itu segera mengambil nasi dan beberapa lauk.Orang tua Sehun terkekeh menyaksikan ulah Sena. dan yang di amati hanya bisa tersenyum gugup.

 

“ini makanlah, kau harus terlihat segar saat acara pernikahan besok” Sehun mengambil daging di piringnya dan memberikannya kepada sena.

 

Sena terdiam dengan sikap Sehun. “kau benar benar seperti bunglon” batin Sena. Apa Sehun hanya akan bersikap manis kepadanya saat ada kedua orang tuanya? Sena tersenyuk kecut memikirkannya.

 

Ooo

 

Suasanya mulai munyi dan bulan menunjukkan sinar tertetrangnya. Sena meninjakkan kakiknya di kamar yang selama ini ia tempati. Ia matikan lampu di sampingnya dan bersiap berbaring. Tiba tiba siluet orang membuka pintu kamarnya dan masuk.

 

Sena tahu itu Sehun. Tapi apa yang ia lakukan selarut ini di kamarnya. Ia bangkit dan bersandar seraya menutupi tubuhnya dengan selimut. Sena masih trauma atas kejadian kemarin.

 

Sehun semakin mendekat dan membuat Sena mengeluarkan keringat dingin

 

“Kau..sedang apa kau disini?” Sena bertanya dengan gemetar.

 

Sehun mendudukan tubuhnya di ranjang Sena. Ia menatap Sena sendu, ia meraih kedua tangan Sena dan mengenggamnya.

 

“maafkan aku” Sehun berkata dengan pandangan serius ke arah Sena. membuat hati Sena gemetar.

 

“maafkan aku Sena-ya” Sehun mengulangi perkataannya karena wanita di hadapannya tak kunjung merespon

 

Entah apa yang Sena rasakan, jantungnya bergemuruh dan muncul rasa yang tak terdeskripsi dari hatinya. Air mata itu tergenang di pelupuk matanya. Sehun yang melihatnya langsung memeluk Sena dengan erat. Pertahanan Sena akhirnya runtuh juga, air mata nya mengalir membasahi pipi. Ternyata sehun tak sebrengsek yang ia pikirkan

 

“aku menyesal telah melakukan itu padamu, saat itu aku terbawa emosi. Ku mohon maafkan aku” sehun berkata seprti itu di sela isakan tangis wanita yang ada di dekapnya.

 

Sena menarik dirinya dari pelukan Sehun, ia menatap manik mata Sehun. Sena mencari keseriusan dari tatapan matanya. Sehun mengangkat kedua tangannya dan menghapus air mata Sena.

 

Sehun mendekat ke arah Sena. Sena terpaku di tempatnya. Lagi lagi hal yang tak disangkanya terjadi. Sehun mengecup kedua kelopak mata Sena lembut. Sena memejamkan matanya pelan. “Aku berjanji tidak akan membuat mereka (kedua mata Sena) menangis karenaku” Sehun berkata pelan dan tersenyum tersenyum ke arah Sena. Tak bisa dipungkiri bahwa raut kelegaan terpancar dari wajahh Sehun tatkala wanita yang ada di hadapannya juga membalas senyumannya.

 

Ooo

 

Matahari kembali menampakkan cahayanya. Suara kicauan burung yang lalulalang seolah ikut merasakan hari yang bahagia ini. Tapi tidak  dengan Sena. Meskipun gadis itu selalu menampakkan senyuman manisnya ke arah para undangan, jauh di lubuk hatinya tersimpan kesedihan yang mendalam. Keluarganya, ia sangat ingin berbagi momen bahagia ini dengan seluruh keluarganya.

 

Setetes cairan bening keluar dari pelupuk mata nya. Ibu Sehun menyadari hal ini, ia memeluk hangat tubuh Sena. “Aigoo pengantin wanitanya cantik sekali, lebih cantik lagi jika ia tidak menangis” kedua tangannya ia tangkupkan ke pipi Sena dan menghapus air mata yang terus mengalir.

 

Lengkungan tipis tertarik dari sudut bibir gadis itu. Ibu Sehun benar ia tidak boleh bersedih. Sena percaya bahwa keluarganya pasti menyaksikannya dari atas sana.

 

Sebentar lagi acara pemberkatan akan segera dimulai. Kediaman keluarga Oh  kini terlihat sangat ramai. Di halaman rumah tersebut banyak mobil berjejer rapi dan juga di sepanjang sisi jalanan terdapat beberapa karangan bunga.

 

Di taman belakang -tempat dilaksanakannya pemberkatan- terdapat sebuah altar dengan hiasan bunga berwarna putih yang menggantung di setiap sisinya, sangat indah. Raut bahagia terpancar dari para keluarga dan undangan ketika kedua mempelai itu berjalan beriringan menuju altar. Sang pengantin wanita merangkul lengan si pengantin pria dengan sebuket bunga mawar putih di tangan kirinya. Keduannya memakai pakaian bernuansa putih khas pengantin. Tidak ada yang tahu gurat kesedihan terpancar jelas di wajah sena karena ia mengenakan sebuah penutup wajah, ya untung saja.

 

Terlihat seorang pastor yang sudah tua menaiki altar. Semua undangan berdiri dari tempatnya. Kedua orang tuanya tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, mereka terus tersenyum ke arah Sena dan Sehun.

 

Kedua mempelai itu pun naik ke altar dan berdiri saling berdampingan di depan penghulu. Sena terlihat gugup saat pastor membacakan beberapa ayat dari kitab yang dibawanya. Sehun terlihat tenang seperti biasa dan Sena heran bisa bisanya pria yang ada di hadapannya itu tidak merasa gugup sama sekali.

 

“Oh Sehun. Bersediakah kau menjadi pendamping hidup Jung Sena, menemaninya dalam suka dan duka, sehat dan sakit, miskin dan kaya?”

 

Sehun menarik nafas dalam dan mengeluarkannya pelan “Ya saya bersedia”

 

Sang pastor mengangguk dan beralih menatap Sena “Jung Sena. apa kau siap menjadi pendamping hidup Oh Sehun menemaninya dalam suka dan duka, sehat dan sakit, miskin dan kaya?”

 

“A..aku..” Sena mendadak gagap. Terlihat keringat mengalir di pelipisnya. Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Semua orang menanti jawaban dari nya. Sena menatap wajah sehun yang datar. Membuat rasa ragunya semakin besar untuk melanjutkan jawabannya. Wajah Sena yang pucat terlihat sangat kontras dengan lipstik merah dibibirnya.

 

Sena mengigit bibir tipisnnya dan memremas gaun yang dipakainya. Ia mendongak dan menatap kembali Sehun. Sehun menatapnya tajam dengan alis mengkerut yang menandakan ia menyuruh Sena cepat menjawab pertanyaan pastor”

 

Gadis itu menarik napas panjang “Aku…a aku tidak..”

 

 

tbc

visit yenoxoxoworld88.wordpress.com for more fanfic ^^

 

 

 

 

15 thoughts on “[FF Freelance] Can You Love Me Sehun? (Chapter 3)

  1. Yaaakk !!! Waeee???? Kenapa sena bilang tidak???? Bukankah sena juga mencintai sehun???
    jgn lama2 ya thoor… penasaran bangeet…

  2. Sena jangan bilang ‘tidak’ dong… Kalo nolak, kasian orang tuanya Sehun. FF-nya bagus…. Aku suka konflik-nya. Juga feel-nya kerasa banget……

    Keep spirit ya !!😉

  3. Eonni Sehunnya ditolak-kah? Oya kalo kalo di chap 2 aku request flashbacknya dimiringin, aku mau request lagi buat cast yang ngomong sendiri juga dimiringin tulisannya. Biar feel dan bisa dibedain secara kasat mata. Eonni jangan marah ne, aku cuma nulis sesuai yang terlintas dipikiran aja -___-“

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s