[Chaptered] Who Are You? (Chapter 3)

who-are-you

Poster by : SURY

Author : Park Eun Ji

Cast :

Jung Jin Young ( Jinyoung “B1A4 )
Kim Myung Soo (L “Infinite”)
Baek Su Ji (Suzy “Miss A”)
Choi Jun Hong ( Zelo “B.A.P”)
Im Yoon Ah ( Yoona “SNSD”)
Other

Genre : Romance, tragedy, friendship, school life

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Disclaimer : Semua cast di sini milik Tuhan YME, keluarga masing-masing, dan diri mereka masing-masing. Alur cerita terinspirasi dari salah satu novel yang pernah author baca (;

FF ini juga di publish di sini

Enjoy this Fan Fiction!!! ^^

CHAPTER 3
Sementara itu di toilet
Yoona berpikir sambil mencuci tangannya di wastafel.

” Kenapa firasatku semakin tidak enak ya? Ah, Im Yoona! Kau tidak boleh berpikiran negatif!” Batin Yoona.
” Ya, ekspresimu aneh sekali. ” Ujar Suzy yang berada di sebelahnya.
” Ah, benarkah? Itu hanya perasaanmu saja. Ayo kita keluar! ” Yoona langsung mengubah air mukanya.

Saat keluar dari toilet, Suzy dan Yoona begitu terkejut melihat Zelo sedang menangis karena mereka tidak pernah melihat Zelo menangis sebelumnya. Ia selalu telihat tegar. Begitu mengetahui Yoona dan Suzy sudah kembali , ia buru – buru menghapus air matanya. Zelo tidak mau terlihat lemah, apalagi di hadapan perempuan.

Ya, Jinyoung baik-baik saja kan? Mengapa kau menangis tadi?” Tanya Suzy panik sekaligus cemas.

Setelah terdiam beberapa saat, Zelo menggeleng dan berkata dengan sedih.

” Kondisinya semakin memburuk. Kata perawat, harapan hidupnya juga semakin menipis. ”

Suzy menutup mulutnya dengan tangan kanannya sambil menangis. Sementara Yoona hanya mampu terdiam karena shock.

” Permisi, apakah kalian kerabat dari Jung Jin Young.” Seorang perawat menghampiri mereka.
” Iya, kami kerabatnya. ” Jawab Zelo.
” Ah kalau begitu bisakah kalian mengurus administrasinya? ”
” Tentu saja. Kami akan mengurusnya.”
” Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu.” Perawat itu tersenyum sambil membungkukkan badan.
” Aku saja yang akan mengurusnya. Kalian tunggu di sini. ” Ucap Suzy.

Ternyata, perawat itu salah orang. Biaya administrasi sudah ditanggung oleh pihak Jewerly Airlines.

” Ah jinjja perawat itu…mengerjaiku saja!” Keluh Suzy. Baru beberapa langkah berjalan, ia melihat Zelo dan Yoona.

” Ya, kalian berdua kenapa menyusulku? Ada apa dengan kalian?” Suzy panik melihat Zelo dan Yoona yang seperti mayat hidup.
” Ayo kita ke tempat Jinyoung. ” Gumam Zelo pelan.

Di tempat Jinyoung

” Zelo, mengapa kau membawa kami ke kamar mayat? Jinyoung oppa tidak mungkin berada di dalamnya kan?” Ucap Suzy panik.

Mianhae Suzy Jinyoung sudah… meninggal. Luka yang dialaminya cukup parah dan ia kehilangan banyak darah. Melakukan transfusi pun percuma karena sudah sangat terlambat. Sekarang dia sudah berada di dalam sana. ” Ucap Zelo sedih sambil menatap ke pintu ke kamar mayat.

Suzy pun langsung jatuh terduduk dan menangis. Yoona pun juga menangis. Kemudian Zelo menarik tangan Suzy lembut untuk membuatnya berdiri.

” Ayo kita lihat Jinyoung. ” Kata Zelo hati – hati.

Suzy hanya menggangguk dan Zelo meminta izin kepada petugas penjaga kamar mayat untuk masuk karena mereka semua adalah kerabat dari Jinyoung. Penjaga itu mempersilahkan mereka masuk.

” Inilah mayat dari tuan Jung Jinyoung. Saya turut berduka cita.” Ucap petugas yang bernama Lee Donghae.

Gamshahamnida petugas Lee.” Kata Zelo sopan.

Ne,cheonmaneyo. Saya pamit dulu. Kalian jangan lama – lama di sini ya karena ruangan ini harus steril.” Ujar petugas Lee.

Ne algeseumnida. ” Balas Zelo dan petugas itu meninggalkan mereka bertiga

Setelah mereka bertiga terdiam kaku selama beberapa detik di samping mayat Jinyoung, akhirnya Zelo memberanikan diri untuk membuka selimut yang menutupi Jinyoung dengan tangan yang sangat gemetaran.

Sosok Jinyoung pun terlihat, dengan luka parah di hampir seluruh tubuhnya yang sudah di balut perban. Bagian kiri kepalanya yang sudah dibalut perban bahkan masih mengeluarkan darah. Kulitnya sangat pucat dan dingin. Keadaan Jinyoung saat ini benar – benar menyedihkan.

Suzy langsung memeluk namjachingunya dan menangis semakin kencang. Zelo mengelus bahu Suzy untuk menenangkannya sambil juga menangis tanpa suara. Sedangkan Yoona menangis sesenggukan.

Kemudian orang tua Jinyoung juga masuk ke kamar mayat. Eomma Jinyoung langsung menangis histeris melihat jenazah anaknya, sedangkan suaminya hanya merangkul bahu istrinya sambil menangis dalam diam.

3 hari kemudian di rumah Suzy

Hari ini adalah hari pemakaman Jinyoung. Sampai sekarang mereka semua tidak menyangka Jinyoung meninggalkan mereka secepat ini.

Suzy berharap ini hanya mimpi buruk tetapi ironisnya ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Sebelum pergi, ia menuju cermin dan menatap bayangannya di cermin.Wajahnya terlihat sangat buruk, matanya bengkak dengan lingkaran hitam samar-samar di sekitarnya karena ia menangisi kepergian Jinyoung semalaman tanpa tidur 1 menit pun.

Ia membuka laci meja riasnya dan mengambil kaca mata hitam kemudian memakainya menutupi matanya yang terlihat sangat buruk saat ini. Setelah itu, ia menuju pintu kamar dan membukanya. Suzy kaget saat melihat dongsaengnya Krystal ada di depan pintu kamarku, sepertinya ia hendak masuk ke kamarku.

Eonnie, chingu eonnie di ruang tamu sekarang. Mereka berkata kalian bertiga akan menghadiri pemakaman Jinyoung, namjachingumu. Aku turut berduka cita. Kau yang kuat ya, eonnie.” Ia memelukku sambil menangis pelan. Jinyoung sudah sangat dekat dengannya seperti saudara kandung.

Gomawo Krystal. Kau tahu? Aku sangat sedih. Tapi aku sudah berjanji pada diri sendiri kalau eonnie akan merelakan kematian Jinyoung oppa, agar ia tenang di alam sana .  Nah, kau harus juga begitu. Ok?” Ujar Suzy sambil berusaha tersenyum dan menghapus air mata Krystal.

” Ne, arraseo. Mianhae aku tidak bisa datang karena ada urusan mendadak dan tidak bisa di tolak.” Sesal Krystal.
Gwenchana aku mengerti. Ayo kita ke ruang tamu. ” Ajak Suzy

Sementara itu

Yoona berharap waktu di mana Jinyoung meninggal 3 hari yang lalu tidak pernah ada. Sehingga ia tidak perlu menghadiri pemakamannya. Yoona benar-benar tidak sanggup melihat jasad Jinyoung yang akan disatukan dengan tanah.

“Mengapa orang sebaik dia harus meninggal?Kenapa?” Pertanyaan itu terus meloncat – loncat di pikirannya. Lamunannya terhenti begitu Suzy datang menghampirinya dan menepuk bahunya pelan sambil tersenyum -semua akan baik-baik saja-.

Setelah pamit pada dongsaeng dan orang tua Suzy, mereka bertiga langsung menuju ke tempat pemakaman. Di sepanjang perjalanan, mereka bertiga hanya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing – masing. Seharusnya kejadian ini tidak pernah terjadi…

Di pemakaman

Zelo hampir tidak bisa mengendalikan diri ketika jasad Jinyoung dimasukkan ke dalam liang lahat. Suzy dan Yoona menangis kencang, terdengar eomma Jinyoung menangis histeris. Teman – teman dan keluarga Jinyoung yang datang ke pemakaman juga menangis sesenggukan.

Jinyoung orang yang sangat baik kepada semua orang. Dia juga paling dewasa dan bijak di antara ketiga sahabatnya -Zelo, Yoona, Suzy-. Semua orang yang mengenal dia pasti sangat menyayanginya. Mereka semua yang ada di pemakaman ini merasa sangat kehilangan.

” Tunggu dulu, orang itu… Jinyoung? ” Zelo bergumam sendiri ketika tanpa sengaja tatapannya menuju ke seseorang.

” Ah,itu mungkin hanya halusinasiku saja. ” Gumam Zelo.

 +_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

Pemakaman Jinyoung telah selesai, semua orang satu per satu meninggalkan tempat pemakaman itu dengan sisa – sisa air mata. Tetapi ada 3 orang yang masih berada di situ, yaitu Suzy, Zelo, dan Yoona. Mereka saling terdiam sambil duduk di samping makam Jinyoung. Kemudian Suzy berkata.

” Jinyoung oppa, aku sangat kehilanganmu. Baru beberapa hari berlalu sejak kau meninggal, tapi aku sudah sangat merindukanmu. Aku sangat merindukan saat kau menatap mataku lembut, saat kau membelai kepalaku, dan banyak hal – hal lain yang aku rindukan dari dirimu.  Kami semua pasti akan sangat merindukan sikapmu yang begitu baik dan dewasa. Walaupun wujud fisikmu sudah terkubur dan menyatu dengan tanah, tapi kenangan – kenangan yang kami lalui bersamamu dan kebaikan – kebaikanmu akan selalu kami ingat. Kami bertiga pasti akan terus bersahabat selamanya. Meskipun sampai sekarang aku masih belum bisa menerima kematianmu, tapi perlahan – lahan aku pasti akan bisa menerima kematianmu oppa, agar kau bisa tenang di sana. Saranghaeyo oppa.” Suzy berucap panjang lebar sambil berlinang air mata.

” Jinyoung, aku yakin kau sudah bahagia di surga sekarang. Banyak orang, termasuk aku yang masih belum bisa menerima kematianmu, sama seperti Suzy. Tapi suatu saat nanti aku juga pasti akan bisa menerima kematianmu Jinyoung, aku berjanji, agar kau bisa meninggalkan dunia ini tanpa beban apapun. Semua hari – hari yang kami lewati bersamamu dari dulu sampai sekarang terasa begitu cepat. Kau tahu?hidup kami semua menjadi lebih indah karenamu. Aku tahu ini agak sedikit berlebihan, tapi itulah kenyataannya. Aku, Zelo, dan Suzy pasti akan menjaga persahabatan kami dengan sangat baik. Kami berjanji. Kami semua menyayangimu Jinyoung. Berbahagialah di alam sana.” Kali ini giliran Yoona yang berbicara sambil tersenyum kecil di dalam tangisannya.

” Jinyoung, kau ingat tidak saat kita berempat -kau-aku-suzy-yoona- pertama kali bertemu saat masa orientasi SMP? Saat itu cuma kita berempat yang dihukum karena peralatan yang kita bawa untuk MOS tidak lengkap.” Zelo tersenyum sedih.

” Saat itu kau selalu menatap Suzy saat dia tidak menyadari, lalu setelah kita menyelesaikan hukuman dan menuju pos berikutnya, aku memanggil Suzy yang merupakan teman SDku dan mengenalkannya kepadamu. Yoona yang merupakan sahabat Suzy menggodamu dan Suzy saat itu. Saat itu aku merasakan ada ikatan batin yang sangat kuat di antara kita berempat. Dan firasatku benar, sejak saat itu kita berempat mulai dekat dan menjadi sahabat. Lalu saat 2 SMP, kau mulai berpacaran dengan Suzy. Sungguh, ketika itu aku dan Yoona sangat bahagia melihatnya. Kalau bisa,aku ingin merasakan kejadian – kejadian itu kembali. Dan pada saat hari kelulusan SMP, kau mengatakan akan pindah ke Melbourne. Saat itu kami sedih sekali. Sekarang, saat kita berempat akan lulus SMA setahun lagi, tapi kau sudah meninggalkan kami semua terlebih dahulu.” Lanjut Zelo, yang saat ini sudah mulai menangis.

” Jinyoung, kami semua sangat menyayangimu. Mengapa kau harus pergi secepat ini? Tapi kami semua harus bisa menerima kematianmu. Aku tidak mau kau menderita di alam sana. Aku mau kau bahagia di sana. Persahabatan kami bertiga denganmu akan terus berlanjut walaupun maut memisahkan kita. Kami akan menjaga persahabatan ini sampai kami mati. Selamat tinggal Jinyoung. Kami selalu mengingatmu di benak kami.” Ucap Yoona sedih.

Zelo melihat orang yang mirip dengan Jinyoung lagi. Ia duduk di sebuah makam sambil meletakkan bunga Chrysantemum putih. Pandangannya terlihat sangat sedih.

Aish jangan berhalusinasi Zelo! Orang itu bukan Jinyoung! ” Batinnya dan ia segera bangkit berdiri.

“Ayo kita pulang! Semakin lama aku di sini, semakin tidak bisa pula aku menerima kematian Jinyoung. Aku tidak mau Jinyoung menjadi menderita di alam sana karena aku tidak bisa menerima kematiannya.” Ujar Zelo sedih.

” Ayo, kau benar…aku juga…merasakan hal yang sama… Aku akan merelakan Jinyoung oppa pergi untuk selamanya.” Kata Suzy sambil menghapus sisa – sisa air matanya dan bangkit berdiri.

” Iya, kita harus merelakan kepergian Jinyoung. Ini demi kebahagiaan Jinyoung juga.” Tegas Yoona sambil tersenyum tipis.

1 tahun kemudian

Suzy, Zelo, dan Yoona hari ini sudah berjanji akan bertemu di taman kota jam 8 pagi ini untuk mengunjungi makam Jinyoung. Hari ini tepat 1 tahun Jinyoung meninggalkan mereka semua.

Mereka bertiga kini sudah kuliah di salah satu universitas ternama di Korea. Suzy mengambil jurusan Managemen, Yoona mengambil Ilmu Komunikasi, sedangkan Zelo mengambil jurusan Seni Rupa dan Musik.

Pagi ini, di apertemen yang di sewa Suzy bersama Yoona, tidak ada orang sama sekali kecuali Suzy. Yoona sedang membeli persediaan makanan di minimarket 24 jam karena persediaan yang ada sudah benar-benar habis. Ia melihat jam dinding putih yang tergantung di kamarnya. Jam 7, tapi ia sudah menyiapkan makanan kesukaan Jinyoung dan sudah rapi.

Suzy memutuskan untuk pergi lebih awal ke taman kota. Ia perlu udara segar untuk merilekskan diri. Ia mengirim pesan singkat kepada Yoona bahwa ia sudah pergi duluan.

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

Setelah 15 menit bosan bermain ayunan, Suzy memutuskan untuk berjalan – jalan mengelilingi taman kota ini. Ia sangat menyukai taman kota ini, selain pemandangannya indah, udara di sini sangat segar jika pagi hari dan juga…taman ini mengingatkanku pada Jinyoung, dia juga menyukai taman ini.

Dulu, ketika Jinyoung masih hidup, mereka berdua selalu setiap hari ke taman ini. Terkadang, mereka juga bersama Yoona dan Zelo. Mereka seringkali jogging bersama atau hanya sekedar duduk-duduk untuk menghirup udara segar sambil meminum kopi hangat.

TAK!!!

High heels yang dipakai Suzy patah haknya. Maklum, ia sudah memilikinya sejak awal masuk SMA, jadi sudah tua. Suzy hampir saja terjatuh ke tanah jika seseorang tidak menahan kedua lengannya.

Mianhae! Gamsahamnida sudah membantuku. ” Ujar Suzy sambil membungkukkan badannya.

Gwenchana…

Suzy sangat terkejut mendengar suara namja itu. Ia menegakkan badannya kembali dan menatap wajah orang yang telah menolongnya. Suzy sangat terkejut melihat orang yang berada di hadapannya saat ini.

” Sebenarnya ini baru aku beli, tapi tidak apa-apa. Pakailah!” Namja itu tersenyum lebar sambil mengeluarkan sebuah sneakers berwarna tosca dengan tali kuning dari kantong belanjanya.

Omona!

-TBC-

A/N : Aloha!*tebar bunga mawar* Readers pasti udah nunggu kelanjutan dari FF Who Are You kan? Tada!!Ini dia lanjutannya😄 gimana seru ga?atau makin penasaran?Ditunggu ya commentnya gamsahamnida~ *bow* ^^

6 thoughts on “[Chaptered] Who Are You? (Chapter 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s