[FF Freelance] The K’s – Back (Chapter 2)

CYMERA_20131007_142917THE K’s

Author : @prileyy – Prils

Casts: Kay/Choi Hyona (OC), Kim Jong In/Kai, Cho Kyuhyun, Wu Yi Fan/Kris, Kim Cheryl (OC), Wu Hyera (OC)

Length : Series/Chaptered

Genre : Romance, Family, School life, Angst, Sad ? or  Happy? You decide

Rate : PG 13 – you know your age ?

Previous: Chapter 1,

NOTE: setelah sekian lama diculik sama Kyuhyun akhirnya saya kembali dengan Chapter kedua. HULALALALA. *hidupinkembangapi. dan jika di chapter ini kependekan atau banyak typo atau ga srek dan lain-lain saya minta maaf. terima kasih sudah menunggu ^^ mwah

http://www.expressmyownideas.wordpress.com

selamat membaca

Semenjak perkataan Kyuhyun yang membuatku shock seketika aku tidak bisa menjalani hidupku seperti biasa. Bayangan Ken selalu menghampiri. Aku tidak tau harus bagaimana semua ini membuatku bingung, tidak masuk akal memang apa yang dikatakan Kyuhyun. Aku berusaha untuk tidak mempercayainya tapi tidak satu pun yang bisa mendukung ketidakpercayaanku itu.

Tiba tiba saja seseorang memegang pundakku kusadari Hyera duduk didepanku. “Melamun apa lagi?”

“Tidak. Ada apa?” aku menghindari menjawab pertanyaannya

Hyera tersenyum gembira sekali melihatku. Aku bingung ada apa dengannya? dikarenakan Cher sangat sibuk sekarang hubunganku dengan Hyera semakin dekat. “apa yang sudah kau lakukan terhadap Oppaku?” tanyanya sambil terus tersenyum.

“Aku? Apa yang sudah kulakukan pada Kris Oppa?” jujur saat ini aku benar benar bingung.

“Kau tau? Sejak pertama kali bertemu denganmu Oppa ku itu menjadi sangat tidak waras. Well bukan artian menjadi gila hanya …. Mmm bagaimana mengatakannya ya? Kau pasti pernah mendengar istilah ‘Love at the first sight’? nah mungkin seperti itu yang dialami oppaku sekarang.”

“Aku tidak mengerti”

Hyera hanya tersenyum senang, membuatku semakin tidak mengerti Ia lalu meninggalkanku dan sebelum benar benar pergi dia berkata “See ya tonight.”

Aku melangkah santai ke dalam rumah. Beberapa pelayan menyambutku, Aku bertanya dimana Halmeoni kata Kim ahjumma Halmeoni sedang di dapur membantu menyiapkan untuk makan malam karena akan ada tamu, kupikir hanya rekan bisnis Harabeoji dan Appa. Aku melanjutkan berjalan ke ruang makan tidak jadi ke kamarku.

Wangi makanan yang sungguh menggoda selera. Kulihat beberapa pelayan sibuk bolak balik dari dapur ke meja makan membawa beberapa makanan untuk makan malam. Banyak sekali memangnya siapa yang akan datang pikirku. Aku pergi menemui Halmeoni, kulihat beliau sedang mencicipi beberapa masakan yang belum dihidangkan. Aku memeluknya dari belakang.

“Halmeoniiii, beogoshippoyooooo.” Kataku manja.

Kurasakan halmeoni menegang “Aigo, cucu halmeoni yang cantik ini manja sekali. Sudah pulang sekolah?”

“Sudah, sibuk sekali? Dan kulihat banyak sekali makanan. Ada acara apa?” Aku penasaran.

“Akan ada tamu yang datang, katanya teman Harabeoji, Kakekmu itu memang suka membuat acara dadakan, dia saja baru tadi siang menelepon Halmeoni menyuruh menyiapkan makan malam special karena akan ada tamu. Kau tau Halmeoni langsung pergi berbelanja buru buru. Kakekmu yang menyebalkan itu sungguh terlalu.”

Aku tertawa keras mendengar penuturan halmeoni. Padahal mereka sudah berumur tetapi tetap saja masih bersikap seperti itu. “Hahaha biarpun begitu tetap saja Halmeoni cinta kan?” aku sengaja menggodanya.

“Kau ini, ternyata cucu Halmeoni sekarang sudah dewasa. Kau sudah besar hmm? Padahal rasanya baru kemarin kita merayakan ulang tahunmu dan Ken yang ke 5.”

“Hmm ya, aku kan sudah hampir 18 tahun” Ken, tahun ini kita tidak lagi merayakan ulang tahun bersama.

“Sebaiknya kau segera ganti pakaianmu lalu mandi dan istirahat.”

“Bolehkah aku membantu memasak?” tanyaku.

“Tentu saja cantik” Halmeoni mengusap kepalaku. Aku langsung bersorak lalu segera berlari ke kamarku untuk mandi dan siap siap membantu memasak. Kuhempaskan begitu saja tasku ke atas tempat tidur lalu mengambil handuk. Kulihat pelayan masih menyiapkan air hangat untukku di kamar mandi jadilah aku menunggu dulu. aku mengambil ponsel dari dalam tas kulihat ada beberapa panggilan tidak terjawab setelah ku check ternyata dari Kyuhyun. Dia juga mengirimiku pesan yang isinya apakah aku ada waktu untuk bertemu aku pun membalas pesannya menanyakan ada apa dan ingin bertemu dimana dan kapan.

Tidak lama setelah kukirim pesanku ia menelepon.”Yeoboseyo” sapanya.

“Yeoboseyo Kyu, ada apa?”

“Besok? Maukah kau bertemu denganku?” Kudengar nada bicaranya agak pelan. Sebenarnya aku bingung dengan sikap Kyuhyun karena kata katanya membuatku bingung. Kenapa dia tidak bertanya saja bisakah kita bertemu atau apakah aku ada waktu luang.

“Baiklah. Bertemu dimana?”

“Maukah kau ke apartmentku? Lebih nyaman. Kalau kau tidak keberatan.”

Aku berpikir sejenak, mengapa harus di apartmentnya? Sebenarnya agak kurang nyaman aku jarang sekali berkunjung seorang diri tetapi aku ingin tahu mengapa Kyuhyun mengajakku bertemu, kuputuskan untuk menyetujuinya, “Beritahu padaku alamatmu. Besok setelah pulang sekolah aku kesana.”

“Maaf merepotkanmu, kalau saja aku sedang tidak sibuk mungkin aku yang akan langsung menemuimu.” Dia meminta maaf

“Tidak apa-apa. Ada yang perlu kuketahui?”

“Ken hanya merindukanmu.”

Dan aku hanya tersenyum mendengar perkataannya.

 

***

 

“Grandmaaaa, kenapa sudah bersih? Bukankah aku sudah mengatakan aku ingin coba memasak.” Kataku cemberut ketika tiba didapur semua pelayan sedang membersihkan peralatan memasak.

Sweetheart, kita tidak punya waktu untuk bereksperimen, lain kali saja kita main masak masakkan okay? Lihat sudah hampir jam 6. Kau itu mandi lama sekali” Halmeoni membujukku sambil mengusap lenganku.

“Yaaa Grandma tahu sendirilah bagaimana wanita.” Memang sih aku tadi lama sekali di kamar mandi. Sepertinya tadi aku ketiduran.

Halmeoni hanya terkekeh mendengar penuturanku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kamar. Kata halmeoni aku harus memakai pakaian yang sopan karena akan ada tamu. Setelah memilih milih dan menanyakan pendapat Kim Ahjumma akhirnya kuputuskan untuk memakai dress selutut berwarna soft pink yang sangat feminim. Tidak lupa aku menata rambutku, sebenarnya tidak perlu ditata sedemikian rupa hanya kubiarkan tergerai saja dan kuberi hiasan jepitan di sisi kanannya.

Sambil menunggu Appa dan Harabeoji pulang aku duduk diayunan favoritku sambil mendengarkan lagu. Aku memejamkan mataku menikmati angin dan membayangkan hari esok. Mendengar Kyuhyun berbicara tentang Ken membuatku sedih, tetapi disisi lain aku juga senang. Entahlah aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya.

Karena aku memasang earphone ditelingaku aku tidak mengetahui Appa sudah pulang. Appa membangunkanku perlahan sambil merapikan poniku.

Baby, wake up. Hey ”

Aku mengerjapkan mataku berusaha untuk melihat lebih jelas. Appa duduk disampingku. Masih menggunakan setelan kemejanya dengan dasi yang dilonggarkan, tangan kirinya masih menenteng jas kantor dan tangannya yang lain membenahi poniku. “Dad kapan pulang?”

“Baru saja. Kau menunggu Daddy pulang hm?”

Aku menyenderkan kepalaku ke lengan Appa. “Aku selalu setia menunggu Appa pulang. Lihatlah bahkan aku sudah berdandan cantik sekali karena katanya hari ini ada tamu. Memangnya siapa yang datang?”

“Aigooo tidak usah berdandan kau sudah cantik sayang. Nanti kau juga tahu.” Appa menjepit kecil hidungku. “Tamunya sebentar lagi datang. Appa siap siap dulu.” lanjutnya dan appa beranjak berjalan menuju kamarnya.

Aku pun melangkah menuju ruang tengah kulihat halmeoni sudah rapi. Beliau menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan aku duduk disampingnya. Sambil menunggu kami hanya berbincang bincang. Halmeoni menggodaku bertanya tentang Kai. Bagaimana aku bisa berpacaran dengannya. dan kujelaskan bahwa pada saat ditaman ketika itu aku tidak sengaja bertemu dengannya lagi setelah insiden pertemuan pertama yang membuatku kesal setengah mati. Dia memang orangnya seperti itu dan Halmeoni mengerti bahwa Kai hanya bercanda yang mengatakan bahwa dia adalah pacarku. Membayangkannya saja sudah membuatku mual. Lelaki seperti dia bagaimana kami kaum wanita bisa menggantungkan hidupnya? Sebenarnya Halmeoni tidak keberatan aku berteman dengan Kai karena ketika acara makan siang bersamanya Kai kelihatan sangat baik dan sopan. Cih, apanya yang sopan? Tidak taukah Halmeoni betapa susahnya aku menghilangkan coretannya yang ditulis ditanganku menggunakan spidol marker? Kai, jangan membahasnya lagi.

Halmeoni menanyakan bagaimana perasaanku yang sudah hampir 2 bulan berada disini kukatakan bahwa aku baik baik saja, tidak perlu dikhawatirkan. Halmeoni juga menanyakan kesehatanku pasca operasi jantungku dan kujawab bahwa aku senang jantungnya sudah membuatku hidup dan sangat bersyukur Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk menjalani hidupku lagi meskipun ada yang berubah. Halmeoni juga menasihatiku katanya aku tidak boleh terus terusan menyalahkan diriku atas kejadian itu. karena memang semua sudah menjadi takdir Tuhan, dan yang Tuhan berikan pasti yang terbaik untuk kita.

Aku mengerti itu. hanya saja aku masih belum menerima. Ken itu separuh jiwaku. Kami sudah berbagi semuanya bahkan sebelum lahir kedunia. Hanya dia yang tau bagaimana perasaanku. Bukan berarti orang lain tidak kuanggap. Halmeoni juga bicara bahwa ia sangat mengkhawatirkanku ketika aku masih tinggal di Indonesia. Katanya karena aku tidak ada yang mengurus. Aku sangat tahu kekhawatiran halmeoni pada kami dulu. hidup dari kecil tanpa kasih sayang seorang Ibu. Tidak pernah sama sekali aku menyalahkan tuhan yang sudah mengambil eomma dariku. Eomma pasti sudah bahagia disana. Aku sangat berterima kasih pada eomma karena sudah memberikanku dan dia kesempatan untuk melihat dunia. Eomma adalah ibu terbaik sepanjang masa. Aku juga tidak akan menyalahkan Eomma karena tidak bertahan demi kami. Karena apapun yang dilakukan seorang Ibu pastilah yang terbaik untuk buah hati mereka. Halmeoni juga menanyakan apakah Appa tidak pernah memperkenalkan seorang wanita padaku selama ini? dan aku hanya menegakkan bahuku tanda tidak tahu. Entahlah Appa sepertinya tidak ingin mengubah statusnya dari single parents menjadi married (again). Pernah sekali aku bertanya kepada Appa kenapa Appa tidak menikah lagi. Aku sama sekali tidak keberatan Appa menikah lagi. Selama appa bahagia aku juga akan bahagia. Dan appa hanya menjawab bahwa menikah bukanlah sesuatu yang hanya diucapkan dengan kata-kata dan status tetapi bagaimana seseorang mengubah kita menjadi lebih baik dan menerima kita apa adanya.

Mencintai seseorang juga berarti mencintai apa yang dicintainya, mencintai seseorang berarti menerima kekurangan pasangan. Mencintai seseorang berarti siap mencintai dan dicintai. Bagaimana jika wanita itu hanya mencintai appa tetapi tidak mencintai diriku? Belasan tahun Appa hidup tanpa seorang istri, dan aku yakin itu tidak mudah. Dulu aku masih belum mengerti posisi appa sebagai single parents. Seringkali aku menangis kepada Appa karena Appa tidak menepati janjinya untuk menemaniku bermain karena pekerjaannya. Dan tentu saja pada saat itu hanya Ken yang menghiburku. Aku juga pernah menanyakan kepada Appa mengapa Eomma pergi ke surga dan meninggalkanku dengan Ken? Kupikir karena Aku anak yang nakal karena itu Aku dan Ken sangat patuh kepada appa. Kami tidak ingin Appa pergi seperti eomma. Appa hanya memeluk kami dan menangis. Appa bilang tidak akan meninggalkan kami sampai kapanpun. Aku benar benar terharu saat itu. biarpun saat itu kami masih kecil tetapi aku bisa merasakan perasaan Appa. Bersalah? Mungkin. Tetapi tidak ada yang bisa disalahkan.Dan sejak saat itu aku tidak pernah mengeluh karena hanya punya 1 orang tua.

Aku sangat kagum betapa cintanya Appa terhadap Eomma. Betapa berharganya Eomma, betapa posisi Eomma sebagai seorang yang Appa cintai dari dulu sampai sekarang tidak pernah tergantikan betapa Eomma sudah memberikan Appa anak anak sebagai pengganti orang orang yang Appa cintai. Aku hanya bisa membayangkan bertemu dengan Eomma meskipun hanya dalam mimpi. Bagaimana Eomma membuat Appa terikat dengannya. Aku sangat ingin begitu. Aku ingin cintaku hanya untuk seorang lelaki saja. Forever until eternity.

Cukup lama Aku bercerita tentang diriku selama ini semenjak kejadian itu, Appa dan Harabeoji sudah rapi dan ikut duduk di sofa bersamaku dan Halmeoni. Tidak lama setelah itu kami mendengar bunyi bel. Pelayan langsung membukakan pintu. Harabeoji langsung menghampiri tamu tersebut. Seorang pria tampan dengan kemejanya yang rapi menjabat tangan harabeoji. Jadi inikah maksud Hyera tentang ‘see ya tonight’?

 

***

 

Aku sama sekali tidak menyangka bahwa yang datang adalah Kris? Ada sedikit perasaan senang bertemu dengan Kris. Biarpun kami belum sempat berbicara banyak tetapi aku yakin Kris adalah orang yang menyenangkan. Aku sangat suka perlakuannya terhadap Hyera. Bagaimana cara dia memperlakukan wanita. Kris datang sendiri, tadinya dia ingin mengajak Hyera tetapi Hyera sedang pergi bersama temannya. Jadilah Kris sendiri yang disini. Harabeoji bertanya banyak hal tentang Kris, dimulai dari keluarganya yang merupakan sahabat baik keluarga Choi, pendidikannya dan lainnya. Kris tampak santai menjawab semua pertanyaan harabeoji. Sesekali Appa juga ikut menimpali.

Ketika makan malam usai, kami pun melanjutkan perbincangan diruang tengah. Kris duduk disebelahku. Perasaan ini membuatku ingin terus menatapnya. Kris yang menunjukkan mukanya yang dingin tetapi tetap mempertahankan perasaannya yang lembut. Diam-diam kurasakan Kris melirikku. Aku juga tidak segan menatapnya.

Tidak terasa sudah hampir jam 11 akhirnya Kris pamit pulang. Kris sangat berterima kasih karena sudah mengundangnya untuk makan malam. Ia juga bilang bahwa lain kali kami yang harus berkunjung ke rumahnya sekalian bertemu dengan  keluarga Wu. Harabeoji sangat senang sekali katanya beliau sangat merindukan kakeknya Kris yang notabenenya sahabat harabeoji.

Setelah Kris pulang menggunakan mobil Porsche nya aku langsung ke atas menuju kamarku. Kurebahkan diriku diatas kasur. Aku memikirkan perkataan harabeoji dan Kris tadi. Mengenai perjodohan. Pastilah aku yang dimaksud. Kris juga tidak kelihatan menolak perjodohan ini. Apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu?

 

***

 

Setelah pulang sekolah aku langsung pergi  ke alamat yang diberikan Kyuhyun. Apartmennya berada di lantai 7. Sengaja aku menyuruh supirku untuk pulang saja dan bilang pada halmeoni bahwa aku berada di rumah temanku, tidak kusebutkan itu Kyuhyun karena percuma saja Halmeoni tidak mengenal Kyuhyun. Kutekan bell di depan pintu apartment nomor 143. Selang berapa detik seorang pria tampan menggunakan kaos putihnya dan celana panjang hitam berdiri didepanku. Tidak ada yang berbeda dengan penampilan Cho Kyuhyun, karena aku yakin pakaian apapun yang dipakainya tetap akan membuatnya terlihat sangat mengesankan.

“Masuklah.” Kyuhyun berkata sambil menggeser tubuhnya dari pintu dan mempersilahkanku masuk. “Sebentar aku buatkan minum dulu.” Aku hanya mengangguk.

Aku sibuk memperhatikan apartment milik Kyuhyun, apartment yang isinya tidak terlalu banyak, cukup rapi untuk seorang laki-laki. Aku melihat beberapa piagam yang di gantung di dinding, tertera nama Cho Kyuhyun, lomba menyanyi, olimpiade matematika dan lain-lain. Ada juga piala yang disimpan di dalam lemari. Foto-foto yang terbingkai indah diatas buffet panjang. Pandanganku tertuju pada foto 2 orang anak kecil, perempuan dan laki-laki. Mereka saling berpelukan, aku suka sekali dengan foto ini. Senyum anak kecil, aku merindukan masa-masa itu. Dunia anak yang tidak ada kesedihan dan luka di dalamnya. Kadang aku tidak ingin menjadi dewasa seiring berjalannya waktu masalah dan kesedihan dating seakan tidak membiarkanku hidup tenang. Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang dengan dua gelas ditangannya

“Kakakku, namanya Ahra, Cho Ahra” Kyuhyun berkata sambil memberikan segelas jus jeruk kepadaku.

Aku memandangi foto kakaknya Kyuhyun, “Cantik” kudengar Kyuhyun tertawa keras “Jangan mengatakan itu langsung di depannya, dia akan langsung melayang dan bertingkah like a boss” aku hanya memandangnya bingung.

Kyuhyun lalu melangkahkan kakinya ke sofa, Aku hanya mengikutinya. Dia menyuruhku untuk duduk disampingnya, bukan duduk berhadapan.

“Kau tau? saudaramu itu berisik sekali, semenjak bertemu denganmu aku semakin tidak nyaman dengan pikiranku.” Kyuhyun mengeluh lelah.

“Berisik sekali kah?” Aku hanya tertawa mendengar keluhannya.

“Awalnya aku tidak terlalu merasa terganggung karena aku masih bisa mengontrol pikiranku tetapi semakin lama dia selalu berbicara bahkan terkadang berteriak. Dia merindukanmu, setelah kita bertemu dia semakin kehilangan kendali, bahkan ketika tidur pun dia seolah-olah masuk ke dalam mimpiku. Mungkin setelah bertemu denganmu dia agak sedikit bisa kukendalikan.”

Aku hanya mendengar penuturan Kyuhyun, ntahlah aku masih belum percaya dengan semua ini. “Bisakah aku berbicara dengannya?”

“Maaf Kay, Aku tidak bisa membiarkannya memasuki pikiranku lebih jauh lagi. Ada yang ingin Kau katakan padanya? Katakan saja, Aku sangat yakin dia pasti mendengar.”

“Benarkah? Dia disini?” tanyaku memastikan dan Kyuhyun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

“Well, jika maksudmu dia ‘disini’ dalam wujud itu tidak juga. Dia melihat kita, Dia juga mendengar. Hanya tidak bisa disentuh tapi aku yakin kau bisa merasakannya, kalian telah bersama cukup lama.”

Aku sangat berharap bisa melihatnya. “Halo Oppa, bagaimana kabarmu disana? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyebutkan namamu lagi, memang benar kan setahun waktu yang cukup lama. Aku sangat merindukanmu, apakah Kau juga merindukanku? Aku minta maaf untuk semuanya” Aku berbicara seolah-olah Ken memang didepanku, tetapi nyatanya yang kulihat hanyalah tatapan Kyuhyun yang serius. Lalu kulihat Kyuhyun memejamkan matanya, dahinya mengkerut tetapi dia tidak berbicara. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya.

Sejurus kemudian Kyuhyun membuka matanya dan menatapku dalam. “Sebegitu bersalahnya Kau? Percayalah, Dia sama sekali tidak menyesal, tidak mencoba menyalahkanmu untuk kejadian ini.”

“Kau tahu yang terjadi pada kami? Dia menceritakannya?”

“Tidak juga, Dia tidak menceritakannya tetapi aku hanya tahu. Dia didalam diriku sama saja dengan Aku yang berada di dirinya. Meskipun aku sangat tidak mengizinkan dia mengambil alih diriku tetapi aku cukup berterima kasih padanya.”

“Berterima kasih untuk apa? Bukankah katamu saudaraku itu sangat berisik?” Aku hanya tersenyum miris.

“Untuk kisahmu, kisah kalian. Dan untuk nyawaku. Kita masih punya banyak waktu, dan aku akan menceritakan kisahku lain waktu.”

“Apa dia mengatakan sesuatu?” Aku mencoba untuk kembali berbicara dengannya.

Kyuhyun menatapku dalam, tatapannya berbeda dengan tatapan Ken. Tentu saja. “Dia juga sangat merindukanmu dan dia berkata dia tidak ingin melihatmu terus menyalahkan dirimu atas kejadian ini, berhentilah menangis atas suatu kesedihan, sesungguhnya yang ingin dilihatnya hanya melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia. Senyum untuk orang-orang yang sangat menyayangimu bukan air mata untuk orang yang sudah meninggalkanmu.”

Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mataku. Sungguh mataku sudah sangat panas ingin mengeluarkannya tetapi karena ucapan Kyuhyun aku merasa ada yang menghalangiku untuk menangis. Aku hanya menunduk “Aku ingin memelukmu, mungkinkah?”

Kurasakan sepasang tangan hangat melingkari leherku memelukku erat, Akupun membalas pelukannya. Kyuhyun mengelus lembut kepalaku “Aku tidak tahu bagaimana rasanya pelukan ini tetapi cobalah rasakan pelukan Ken, Dia yang ada didiriku saat ini”

Aku tidak menjawab perkataannya, sesuai dengan apa yang diutarakannya aku mencoba untuk merasakan bahwa Ken-ku memang disini. Kuakui memang rasanya seperti Ken sedang memelukku, meskipun kami di dunia berbeda dan dia berada di raga yang berbeda tetapi dia tetap disini bersamaku, Ken benar-benar menepati janjinya. Aku ingin mendengar suaranya sungguh suaranya sangat indah karena suaranyalah yang menjauhkanku dari mimpi buruk. Ketika dia menyanyikan lagu dengan pianonya semuanya menjadi sempurna. Aku mencintainya sebagai saudaraku, sebagai temanku, sebagai sahabatku dan sebagai sebagian diriku yang ada di dirinya. Kami hanya 1 yang menjadi 2, dan bahkan sekarang menjadi setengah setelah dia pergi.

 

***

 

– to be continued pasti –

 

sekali lagi saya mengucapkan terima kasih 

:)

6 thoughts on “[FF Freelance] The K’s – Back (Chapter 2)

  1. lanjutkan, aku akan setia menunggu. Memang sampe berapa part? Inget thor, harus di lanjutin loch. Awas aja kalo engga ;-> emang si ken kenapa meninggal?

    • kurang tau berapa part. kayaknya bakal lumayan panjang. soalnya ini aja belum mendekati ada masalah. masih menjelaskan kehidupan masing-masing peran.
      ken meninggal itu pasti dijelaskan nanti. dan kenapa ken sama kyuhyun bisa connected itu juga pasti dijelaskan

      makasih udah baca dan comment ^^

  2. wah,,part ini nggak sepanjang part 1 nya… maaf y thor, baru komen..😀.. kasian banget sma Kay kayaknya dia benar-benar kehilangan separuh jiwanya…
    keep writing…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s