[FF Freelance] Young Marriage (Part 4)

Young Marriage (New Cover)Tittle : Young Marriage.

Author : JH.Moon

Rating : PG 15

Genre : Romance, Sad (little), Friendship.

Length : Chaptered.

Main Cast :

–         A Pink’s Naeun as Son Naeun.

–         Infinite’s L as L/Kim Myungsoo, The Prince of South Korea.

Support Cast :

–         A Pink’s Namjoo as Kim Namjoo, Naeun’s Bestfriend.

–         F(x)’s Krystal as Krystal Jung/Jung Soo Jung, L’s Ex-Girlfriend.

–         EXO K’s Kai as Kai/Kim Jong In, Naeun’s Bestfriend.

–         Infinite’s Lee Sungjong as Sungjong, L’s Cousin.

–         F(x)’s Sulli as Choi Jin Ri/Sulli, Krystal’s Bestfriend.

Disclaimer : Cast belong to God and Herself/Himself, author cuman meminjamnya !

Warning : maaf kalau typo(s) bertebaran, bahasa gak baku, tanda baca salah,dll.

Previous: Part 1Part 2, Part 3,

RCL please, hargai yang ngetik :’)

Part ini Author banyakin MyungEunnya karena banyak yang protes MyungEunnya dikit banget,wkwk.

Maaf kalau ceritanya terlalu maksa, soalnya otak author lagi jebol buat mikir UTS/?

 

 

Happy Reading !

 

Part 4

 

=Author Pov=

 

————————————-

 

 

“Jadi kau Son Naeun ?”

 

Naeun terdiam sesaat, “Ne-ne, Annyeonghaseyo Permaisuri, Son Naeun imnida..” Ucap Naeun sedikit gugup sambil membungkukkan badannya 90 derajat.

 

“Hm ne..duduklah” Permaisuri mempersilahkan Naeun untuk duduk di sofa kecil yang sudah disediakan di tengah-tengah Gazebo sambil tersenyum lebar, menampakkan sederet gigi putihnya yang masih utuh.

 

Naeun mengangguk dan segera duduk manis begitu juga dengan Permaisuri yang duduk di sofa yang berhadapan dengan Naeun.

 

Permaisuri memandang Naeun dari atas sampai bawah, seperti sedang menilai apakah Naeun cocok dengan putranya, L.

 

“Kau bersekolah di Chungdam High School kan ?’ Tanya Permaisuri memulai pembicaraan.

 

“Ne” Naeun mengangguk.

 

“Haha..aku yang menyuruh L pindah kesana, aku ingin dia mengenalmu, aku tidak mau nanti kalian saling kaget jika langsung menikah tanpa dipertemukan dulu, seperti aku dulu, haha..”

 

Naeun mengangguk lagi, dia bingung harus menjawab apa, dia baru tahu kalau  ternyata Permaisuri dan Raja dulu juga menikah karena dipaksa.

 

“Hm begini Naeunnie..aku ingin selama seminggu ke depan kau tinggal di Istana” Ucap Permaisuri singkat sambil menatap Naeun.

 

Naeun cengo, tinggal ? tinggal di Istana ? DIA ?

 

“E-eh ? tinggal di Istana ?” Tanya Naeun memastikan.

 

“Ne dan aku tidak ingin kau menolaknya, kau harus beradaptasi dengan lingkungan Istana karena kau akan menjadi Putri, dan kemudian akan menggantikanku menjadi Permaisuri” Jelas Permaisuri.

 

Naeun diam, dalam hati tertawa, padahal setelah setahun pernikahan dia akan bercerai dengan L, mana mungkin dia jadi Permaisuri.

 

“Jadi bagaimana Naeun ? Kau mau kan ?” Tawar Permaisuri kepada Naeun yang kelihatannya malah seperti “Memaksa”.

 

“Hmm..tapi aku tidak membawa baju ganti dari rumah Permaisuri..” Naeun beralasan, sebenarnya dia memang tidak membawa satupun baju dari rumah, mana mungkin kan dia tidak berganti baju.

 

“Gwenchana, itu masalah mudah, aku sudah menyiapkan baju yang sesuai denganmu” Ucap Permaisuri tersenyum.

 

Naeu mengangguk saja, padahal dia ingin menolak tawaran untuk tinggal di kerajaan, tapi nanti ummanya alias Nyonya Son pasti marah dan malah mengusirnya dari rumah.

 

“Baguslah, oh ya aku ingin kau ke suatu tempat, aku sudah menyiapkan buku-buku yang harus kaupelajari sebagai calon Putri Mahkota”

 

“Mwo ?” Tanya Naeun dengan mimik kecewa, dia pikir dia kesini hanya untuk makan malam, tapi ternyata juga disuruh belajar ? Aigoo~

 

“Ne, penasihatku akan mengantarmu ke sana, aku masih ada banyak urusan nona Son Naeun, kalau begitu sampai jumpa nanti makan malam” Permaisuri tersenyum, memperlihatkan gigi putihnya lagi dan berlalu, meninggalkan Naeun yang cengo di Gazebo.

 

“Nona ? mari saya antar ke ruang belajar” Sahut suara sang penasihat kerajaan kepada Naeun.

 

“E-eh ? ne” Naeun segera berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti penasihat kerajaan yang sudah mulai berjalan meninggalkan Gazebo itu.

 

Naeun melirik ke kanan dan kiri, memandang bangunan-bangunan kuno khas Kerajaan Korea, tiba-tiba L melintas di pikirannya.

 

“Aishh kenapa aku teringat namja itu sih, apa namja itu juga tinggal di salah satu tempat disini ?” Pikir Naeun sampai sampai dia tidak sadar bahwa dia menabrak penasihat kerajaan yang sudah berhenti berjalan di depannya.

 

GEDEBUK

 

“Aduuhh”

 

“Mianhae nona, kau tidak apa-apa ??” Tanya Penasihat Kerajaan khawatir, Naeun memegangi hidungnya yang merah.

 

“G-gwenchana” Naeun mengangguk, kalau saja yang ditabrakanya ini bukan penasihat kerajaan pasti dia akan segera menghabisinya (?)

 

“Kita sudah sampai, silahkan masuk” Penasihat Kerajaan itu membuka pintu sebuah ruangan kecil, di tengah tengah ruangan itu terdapat meja kecil seperti meja belajar yang rendah, dan bantal untuk tempat duduk di belakang meja, juga beberapa buku-buku tebal yang sudah tertata rapi di atas meja. Naeun cengo memandang buku-buku tebal tersebut, inikah yang harus dipelajarinya ?

 

“Silahkan anda belajar disini, kalau ada perlu silahkan memanggil pelayan yang berjaga di luar ruangan ini, kalau begitu saya permisi dulu nona Son Naeun” Penasihat Kerajaan tersebut membungkuk sopan kepada Naeun dan meninggalkan Naeun sendirian di dalam ruangan belajar itu.

 

“AIGOOO !” Naeun menghela napas dengan keras, memandang frustasi setumpuk buku tebal yang harus dipelajarinya.

 

“Aishh, aku kan hanya akan menjadi Istri, kenapa harus belajar juga sih” Naeun duduk di atas bantal yang sudah disiapkan dan mengambil salah satu buku yang harus dipelajarinya. Dibukanya buku itu, Naeun membolak-balik halamannya tanpa membacanya.

 

5 menit….

 

10 menit…..

 

15 menit……….

 

20 menit……

 

30 menit…

 

“Agghhh~” Naeun menutup buku tersebut keras-keras, “Pelajaran macam apa ini ? Bahasa…tata krama..aigoo, aku bisa gila” Ucap Naeun frustasi, mana perutnya bunyi sedari tadi.

 

“Aku lapar, apa aku boleh meminta camilan kepada pelayan yang ada di depan ya ?” Pikir Naeun.

 

TRING

 

Naeun terkaget dengan bunyi sms dari ponselnya yang dia taruh di meja, “Aishh, siapa sih sore-sore gini” Naeun mengambil ponselnya dan melihat sms yang masuk, ternyata dari Namjoo.

 

“Naeun kau sedang apa ?”

 

“Aigoo, jadi dia sms cuman tanya gini ?” Naeun segera mengetik balasannya.

 

“Aku sedang belajar Namjoo~”

 

“Mwo ? tumben kau belajar ?Kau sakit perut ya ? :o”

 

“Aishh, dia pikir aku tidak pernah belajar apa”

 

“Aishh, aku dipaksa tau, aku sedang berada di Istana namja jelek idolamu itu -_-”

 

“Idolaku ? maksudmu L ? Aishh dia tidak jelek tau, MWO ?! KAU SEDANG BERADA DI ISTANA ? KENAPA BISA ?”

 

“Nanti kujelaskan, bye -_-”

 

Naeun mematikan ponselnya entah kenapa saat ini dia sedang tidak ingin ber-smsan dengan siapapun meskipun itu Kai, namja pujaan hatinya.

 

“Aishh, lapar~”

 

***

 

Seorang namja tampan sedang meninju-ninju samsak tinjunya, peluhnya bercucuran disekitar wajahnya, kaos nya juga basah terkena keringat, menambah sedikit kesan sexy atas dirinya.

 

“Yooo ! Myungsoo~ !”

 

L menghentikan aktivitas latihan meninjunya, memang kalau sedang senggang L suka berlatih tinju. L menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

 

“Sungjong ? Wae ?” Tanya L malas.

 

“Aku membawakanmu minum ! Ternyata kau masih suka latihan tinju nee ?” Sungjong menghampiri L dan memberi L sebotol minuman dingin.

 

“Hmm..” L langsung menyambar botol minuman itu dan menegaknya habis, tampaknya dia sangat haus.

 

“Kudengar calon istrimu itu sedang belajar eoh ?” Tanya Sungjong.

 

“Belajar ? mana aku tau, setahuku nanti dia akan ikut makan malam” Jawab L ketus, entah kenapa moodnya tiba-tiba menjadi jelek jika teringat Naeun atau segala hal yang berhubungan dengan dirinya.

 

“Aishh kau ini, aku ingin kau membantuku” Sungjong merangkul bahu L.

 

“Mwoya eoh ?”

 

“Ige..antarkan ini padanya, dia pasti lapar” Sungjong menyerahkan tas plastik besar yang berisi penuh dengan camilan ringan kepada L.

 

“Aigoo ? Cemilan sebanyak ini ?” L geleng-geleng heran melirik isi tas plastik tersebut.

 

“Hehe, kau mau mengantarkannya kan ? aku yakin dia pasti capek belajar dan kelaparan” Jawab Sungjong yakin, Naeun memang kelaparan, tapi capek belajar ? tidak mungkin, Naeun sama sekali tidak membaca buku yang disediakan di mejanya tadi, namanya juga Naeun…

 

 

“Kau kan bisa mengantarnya sendiri ? Dan kenapa kau perhatian sekali padanya ? ” Tanya L berwajah kesal.

 

“Aishh jeball L, kali ini saja, tentu saja aku perhatian padanya, dia kan akan menjadi bagian dari keluarga kita, sudahlah sana !” Nyengir Sungjong.

 

L yang tidak ingin mendengar ocehan Sungjong pun terpaksa harus mengantarkan camilan tersebut, L segera mengganti bajunya dan berjalan keluar dari ruang latihan tinjunya menuju ruangan tempat belajar Naeun.

 

“Lebih baik dia tinggal di Amerika selamanya saja” Gerutu L teringat sepupunya yang super cerewet itu.

 

L mengetok pelan jendela tradisional ruangan belajar Naeun tersebut, mana mungkin dia masuk lewat depan, pasti pelayan alias dayang istana nanti akan mengira dia akan melakukan hal yang tidak-tidak dan bisa bisa seluruh dayang istana akan menggosipkannya.

 

TOK TOK

 

“Mwo ?” Naeun kaget dan melirik arah suara ketokan tersebut yang berasal dari satu-satunya jendela di ruangan itu yang tertutup rapat.

 

“Apa cuma perasaanku saja atau tadi memang ada yang mengetok jendela itu ? Atau jangan-jangan tempat ini berhantu ?!” Ucap Naeun tidak tidak.

 

TOK TOK TOK TOK

 

“Aigoo, bukankah pelayan ada di depan, kenapa mereka mengetok-ngetok jendela segala ??” Jawab Naeun menjauh dari jendela, dia benar-benar takut kali ini.

 

“Aishh, yeoja ini lama sekali sih” bisik L, sudah dua kali dia mengetok jendela tidak ada jawaban, mana mungkin kan dia meninggalkan jajanan di depan jendela, mana ada es krimnya lagi, bisa bisa meleleh.

 

“YAK ! SON NAEUN !” L berbisik melalui celah jendela yang terbuka sedikit.

 

“Aigoo, sekarang ada bibir ngomong sendiri..hii” Memang celah jendela yang terbuka itu sangat kecil sampai-sampai hanya terlihat bibir L saja (?)

 

“BUKA JENDELANYA CEPAT ! INI AKU L !” Bisik L lagi dengan nada memerintah.

 

“Mwo ? L ? Putra Mahkota sombong yang sok ganteng itu ?” Tanya Naeun ceplas ceplos.

 

“CEPAT BUKA AKU BILANG !”

 

Naeun segera membuka jendela besar itu, dan benar saja, sekarang L tepat berada di depannya sambil membawa tas plastik yang berukuran sangat besar yang berisi cemilan titipin Sungjong tadi.

 

“Kau ? Kenapa bisa disini ??” Tanya Naeun heran sekaligus kaget.

 

“Ige” Tanpa basa-basi L langsung menyodorkan tas plastik berisi camilan titipan Sungjong itu.

 

“Mwo ? Apa ini ? Jangan bilang sekumpulan kecoa ??” Tanya Naeun takut, Naeun memang sangat jijik dengan hewan yang bernama “Kecoa”.

 

“Anniyo ! Dan lagipula kenapa aku harus menakutimu ? kurang kerjaan sekali huh” Ucap L sinis.

 

“Arra arra, lalu apa ini ?” Naeun menunjuk tas plastik itu.

 

“Liat saja sendiri”

 

Dengan ragu-ragu Naeun membuka tas plastik itu.

 

“Mwo ?? Ini…?” Naeun mengobrak-abrik isi tas plastik itu, “Ini kan semua camilan kesukaanku !”

 

“Mwo ? Jinjja ?” Tanya L agak terkaget, kenapa Sungjong bisa tahu camilan favorit Naeun, padahal kenal apalagi bertemu saja tidak pernah ? Apa mungkin ada informasi lengkap tentang Naeun di salah satu website ?

 

“Nee, dari siapa ini ? Kau ?” Tanya Naeun kepada L dengan tampang heran, mana mungkin L sebaik ini padanya.

 

“Anni, bukan. Dari penggemarmu mungkin” Jawab L seadanya, entah kenapa dia tidak ingin menyebutkan nama Sungjong.

 

“Mwo ? Arra arra aku tahu aku cantik, jadi wajar saja jika banyak yang mengidolakanku” Ucap Naeun pede sambil membuka bungkus Ice Cream, segera dilahapnya Ice Cream berukuran jumbo itu (?)

 

“Aigoo…ckckck” L menggelengkan kepalanya melihat Naeun yang begitu rakus.

 

“Kau ini, tidak bisakah makan pelan-pelan ? seperti anak kecil saja” Ejek L kepada Naeun dengan nada sinis tentunya.

 

“Apa masalahmu eoh ?” Tanya Naeun sewot tanpa mempedulikan ejekan L, dia malah asyik menghabiskan Ice Creamnya.

 

“Tentu saja masalah, kau akan menjadi istriku, dan suatu saat bagaimana kalau kau diundang di acara makan besar para pejabat dan menteri ? Apa kau tidak malu ? Kau sangat rakus dan makanmu belepotan seperti anak kecil” Cerocos L tanpa henti, “Ige, lap mulutmu pakai ini” L merogoh saku celananya dan mengeluarkan saputangan kecil yang bersih dari sana.

 

“Ige, jangan lupa mencucinya sebelum kau mengembalikannya, itu saputangan kesayanganku” L melempar saputangannya dan berhasil ditangkap oleh tangan Naeun yang berlumuran Ice Cream.

 

“Ne ne cerewet, ternyata namja sepertimu juga punya benda kesayangan eoh ?” Naeun segera membersihkan mulutnya dengan saputangan yang diberikan oleh L tadi, sementara L diam dan memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Naeun, dia kan manusia biasa, wajar kan kalau punya benda kesayangan (?)

 

 

30 Minute Later

 

“Aghhh~, Omo..aku kenyang sekali” Naeun bersendawa lumayan keras, dia sangat kenyang karena sudah menghabiskan camilan dari penggemar rahasianya yang diantarkan oleh L yang sudah pergi meninggalkannya tadi.

 

“Oh ya, saputangannya” Naeun memasukkan saputangan L yang sudah kotor ke dalam tangannya, “Apa bagusnya sih saputangan begini ? Aku beli 1000 buah atau 1 juta buah pun juga bisa” Ucap Naeun meneliti saputangan L yang biasa-biasa saja.

 

GREKKK

 

“Waa !”

 

“Eoh ? Mianhae nona, apakah saya mengagetkan anda ?” Ucap Penasihat Kerajaan yang tiba-tiba membuka pintu ruang belajar Naeun dan langsung masuk menghampiri Naeun.

 

“Eoh ? N-ne, waeyo eoh ?” Naeun segera menutupi tas plastik beserta bekas bungkus cemilannya yang berserakan dengan tubuhnya, mungkin bisa gawat kalau dia ketahuan malah makan dan tidak belajar.

 

“Kajja, Permaisuri mengundang anda untuk makan malam bersama”

 

“Mwo ? Sekarang ?” Naeun melirik jam tangannya dan benar saja ini sudah waktunya makan malam.

 

“Nee, dan apa yang anda sembunyikan ?” Penasihat Kerajaan berusaha melihat apa yang sedang ditutupi oleh Naeun.

 

“Anniyo, gwenchana, kajja” Ucap Naeun nyengir.

 

“Mari ikuti saya” Penasihat Kerajaan pun berjalan keluar, sementara Naeun buru-buru menyembunyikan sampahnya ke dalam lemari yang ada di ruangan itu.

 

“Fiuh, hampir saja” Naeun segera menyusul Penasihat Kerajaan yang sudah pergi itu, tidak peduli bagaimana nasib sampahnya yang disembunyikan di lemari nanti..

 

 

***

“Ohh, jadi kau dari kelas X-8 ?”

 

“Ne, kalau kau ? kurasa aku tidak pernah melihatmu” Tanya Namjoo kepada Krystal, karena bersekolah di tempat yang sama dan juga tinggal di apartemen yang sama bahkan berdampingan kamar, akhirnya Namjoo memutuskan untuk berkenalan dengan Krystal, yeoja yang baru saja ditemuinya tadi pagi, siapa tahu dia bisa berteman akrab dengan Krystal seperti dia berteman dengan Naeun.

 

“Aku dari kelas X-1, tentu saja kau tidak pernah melihatku, kita saja sudah beda gedung, haha..” Krystal tertawa manis sambil menyingkirkan rambutnya yang menutupi wajahnya.

 

“Aigoo, kau sangat cantik, kau pasti populer di sekolah~” Ucap Namjoo terkesima dengan wajah Krystal, menurutnya Krystal mungkin bisa saja lebih cantik daripada Naeun, tapi kalau menurut Naeun tentu saja dirinya yang paling cantik di sekolah….

 

“Mwo ? Haha anni, kau juga cantik Namjoo” Krystal tersenyum kepada Namjoo.

 

“Hehe anni, aku biasa saja. Oh ya suara apa itu ?” Tanya Namjoo mendengar suara seperti air yang direbus sudah matang.

 

“Oh, tadi aku merebus air untuk teh, tunggu sebentar ne” Krystal berdiri dan berjalan ke dapurnya.

 

“Ohh, jadi dia berasal dari kelas X-8 ?” Ucap Krystal dalam hati sambil membuat teh untuk Namjoo, “Kelas X-8 itu bukannya kelas Son Naeun ? Yeoja yang bersama kemarin ?” Ucap Krystal lirih.

 

Krystal kembali lagi ke ruang tamu sambil membawa nampan yang berisi 2 cangkir teh, diletakannya teh tersebut di meja.

 

“Gomawo ne~” Ucap Namjoo.

 

“Nee, oh iya bolehkah aku bertanya ?” Ucap Krystal duduk di samping Namjoo, dia ingin bertanya tentang Naeun kepada Namjoo, siapa tahu Namjoo mengenalnya, entah mengapa dia sangat penasaran dengan Naeun.

 

“Ne, tentu saja, bertanya tentang apa ?”

 

“Mianhae kalau aku terlalu ingin tahu…tapi, apakah kau kenal dengan yeoja yang bernama Naeun ? Nama lengkapnya Son Naeun” Tanya Krystal hati-hati.

 

“Mwo ?? Naeun ??”

 

Krystal tidak menjawab melainkan hanya mengangguk saja, “Ne, apakah kau kenal dengannya ? Kudengar dia juga di kelas X-8”

 

“Tentu saja aku mengenalnya, dia sahabatku sejak SMP, dia adalah orang yang paling dekat denganku” Jawab Namjoo.

 

“Mwo ? Jinjja ??” Tanya Krystal semakin penasaran, ternyata Namjoo sahabat Naeun yang paling dekat, pasti Namjoo tahu ada apa antara Naeun dan mantan kekasihnya, L.

 

“Ne~ waeyo ? Apakah kau juga mengenalnya ?” Tanya Namjoo.

 

“O-oh ? Anni, hanya saja kemarin lusa aku melihatnya di koridor dekat kamar mandi perempuan”

 

“Mwo ? Jinjja ?? Aku tidak tahu, kemarin lusa aku tidak bersama dengannya sih saat Istirahat” Jawab Namjoo, tentu saja, kemarin lusa kan Naeun mengantar L keliling sekolah saat Istirahat.

 

“Nee..dan aku melihatnya bersama Putra Mahkota negara kita, Kim Myungsoo, ada apa dengan mereka ?” Tanya Krystal langsung ceplas ceplos tanpa berbasa-basi dulu.

 

“Mwo ? Hmm..mereka…” Namjoo bingung harus menjawab apa, dia harus merahasiakannya, kalau tidak Naeun akan marah, tapi sepertinya Krystal tidak akan memberitahukannya kepada siapapun.

 

“Mm..tapi ini sedikit rahasia, bisakah kau tidak memberitahukannya kepada siapapun ?”

 

“Mwo ? Ne ne, wae ??” Tanya Krystal tersenyum, dia semakin penasaran, sebenarnya ada apa antara L dengan Naeun.

 

“Sebenarnya…” Namjoo mendekatkan mulunya ke telinga Krystal, “Sebenarnya mereka akan menikah Krystal” Bisik Namjoo kepada Krystal.

 

Krystal terdiam, senyum dari wajah cantiknya menghilang seketika.

 

“M-mwo ? Menikah ?” Tanya Krystal dengan nada sedikit bergetar, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Namjoo.

 

“Ne, aku tidak tahu kenapa, yang jelas L dan Naeun dijodohkan oleh orang tua masing-masing dan akan menikah secepatnya, sebenarnya Naeun tidak mau tapi dia terpaksa, benar-benar enak ya jadi Naeun, kalau dijodohkan dengan Putra Mahkota sih siapa yang tidak mau coba~” Ucap Namjoo santai.

 

Krystal menunduk diam, airmata menggenang di pelupuk matanya, meminta dikeluarkan, Krystal berusaha menahan tangisnya, ada Namjoo disini.

 

“Krystal ?? Gwenchana ?? Kau kenapa ?” Tanya Namjoo melirik Krystal yang sedari tadi menunduk.

 

“Gwenchana, gwenchanayo..hmm..Namjoo ? bisakah kau pulang ? entah kenapa tiba-tiba aku sedang ingin sendirian..” Ucap Krystal dengan suara serak.

 

Namjoo heran dengan sikap Krystal yang tiba-tiba berubah, tapi dia tidak ingin mencampuri urusan Krystal, dia kan baru saja mengenalnya.

 

“Arraseo, sampai jumpa ne..” Namjoo keluar dan menutup pintu apartemen Krystal pelan-pelan, sedangkan Krystal masih terduduk diam di sofa.

 

Setelah memastikan Namjoo benar-benar sudah pergi Krystal beranjak dari sofanya, dia berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dibukanya laci yang ada di meja kamarnya, tangannya mengacak-ngacak isi laci itu sampai dia menemukan selembar foto, diambilnya foto itu.

 

Dipandangnya foto itu, terdapat potret diri seorang namja yang tampan luar biasa, sedang merangkul bahu seorang yeoja yang cantik, mereka tampak sangat serasi, senyum menghiasi wajah mereka yang sempurna.

 

Krystal memandang nanar foto itu, foto dirinya bersama mantan kekasihnya, L. Diremasnya foto itu dengan tangannya sampai tak terbentuk, kemudian dilemparnya foto itu ke dalam tong sampah di dalam kamarnya.

 

“Kim Myungsoo..beraninya kau mengkhianatiku seperti ini…aku benar-benar benci padamu…”

 

=Author Pov End=

 

 

***

=Naeun Pov

 

 

“Naeun ? Kenapa tidak makan ?”

 

“Oh ? Nee Permaisuri..” Aku melanjutkan makanku dengan sangat pelan-pelan, tentu saja saat ini aku sedang makan malam bersama dengan keluarga kerajaan, Raja, Permaisuri, Putra Mahkota bodoh itu sendiri dan adik Putra Mahkota, namanya Eunji.

 

“Aku benar-benar tidak selera makan kali ini, apa gara-gara tadi aku makan terlalu banyak camilan sampai kenyang ya ?” Ucapku dalam hati sambil memandangi Putra Mahkota bodoh itu makan, dia makan dengan sangat sok keren, membuatku ingin muntah saja, tapi entah kenapa aku ingin terus melihatnya (?)

 

“Waeyo Naeun ? Ada yang salah dengan wajahku ?” Tanya L tiba-tiba dengan sangat lirih sambil menatap tajam mataku, membuatku tersedak daging yang sedang ingin aku telan.

 

UHUK UHUK

 

“Gwenchana ??” Eunji memberiku air minum dan menepuk-nepuk punggungnku, aku segera meminumnya, tenggorokanku benar-benar sakit rasanya, dan oh sial, seisi ruangan sekarang memerhatikanku, mungkin karena baru kali ada yang tersedak saat makan malam bersama keluarga Raja.

 

“Ne-ne, gomawoyo unnie” Ucapku kepada Eunji, kulirik tajam L yang sedang menahan tawanya.

 

“Yeoja sembrono” Ucapnya tanpa suara, tapi aku bisa mengetahuinya dari gerak bibirnya.

 

“Hm..Naeun ?”

 

“Ne Raja ?” Tanyaku kepada Raja, Ayah L. Sepanjang makan malam ini baru kali ini dia berbicara.

 

“Aku ingin membicarakan pernikahanmu dengan putraku, Myungsoo”

 

Aku mengangguk, akhirnya sampailah pada topik “Pernikahan”, sesuatu yang paling tidak ingin kudengar saat ini, aku melirik Putra Mahkota bodoh itu, tampaknya dia juga tidak senang membahas pernikahan.

 

“Aku sangat senang kau mau menerima Myungsoo sebagai calon suamimu” Raja tersenyum, aku membalas senyum canggung kepadanya.

 

“Ne Raja..” Jawabku sambil mengangguk lagi.

 

“Begini, aku tidak ingin berlama lama lagi, lebih cepat lebih baik, kalian, Naeun dan Myungsoo..” Raja berbicara sambil melihat L dan Aku.

 

“Ne Raja ?” Tanya L.

 

“Akhirnya buka mulut juga kau…” Ucapku lirih mencibir Putra Mahkota bodoh itu.

 

“Son Naeun, Kim Myungsoo ? Kalia akan menikah satu minggu lagi”

 

Aku terdiam, berusaha mencerna perkataan Raja, aku tidak percaya dengan apa yang kudengar.

 

“Mm..mianhae Raja ? Bisakah anda mengulanginya lagi ?”

 

“Eoh ? Kalian akan menikah satu minggu lagi, Kim Myungsoo, Son Naeun”

 

“MWO ?!”

20 thoughts on “[FF Freelance] Young Marriage (Part 4)

  1. ciaat ciaaat… keren keren thor😀
    itu endingnya bakalan Myungsoo sama Naeun seterusnya kaan ngga bakal cerai ??
    lanjuut thorrr ke part selanjtnya ! ditunggu😀

  2. Aigoo…. Naeun myungsoo cocok banget sih _< .. keren banget .!!!!!

    Lanjut Thor jangan lama" ….,
    kalau sampai lama ,Aku datang ke rumah author.Hihihihi… :O

  3. Keren n jg suka jlan critanya~ cuman disini L sama Naeun kurang ada sisi romantisnya, disini yg ditonjolkan sok jual mahal mereka, kalo di kasih sisi romantisnya pasti greget tuh😀 mian thor ini cuma saran aja hehe :*

  4. .hello,, aq reader bru nih
    .ma’f ya klo q bru koment skarang sbenarnya q dah bca dri part 1 tpi pas mo komen hp ny eror melulu,,
    .cerita ny keren bange, mang agak mrip sma princes hours tpi.ni lbih greget gtu…
    lnjutin ya thor,,, jngan lma”
    sekali lg ma’f ya bru komen..

  5. Mudah-mudahan krystal’a ga jahat….
    hnmm
    ayo cepet nikahin aja,mereka
    aku penasaran akan seperti apa pernikahannya…??

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s