[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 2)

DYLM

Do You Love Me?

Main Cast :

Bae Suzy, Kai, Kim Myung Soo, Krystal Jung.

Support Cast :

Eunji (Apink), Min (Miss A), Jung Kook (BTS), Suga (BTS), Sohyun (4Minute), Jiyeon (T-Ara), etc.

Genre : Love, Friendship, Comedy, Romance.

Length : Chapter.

Author : Oktyas

Previous: Part 1,

Disclaimer : FF ini aku buat karena terinspirasi dari kisah my sister. Dan aku berpikir bahwa kisah ini terlalu mengagumkan bila tidak diabadikan di sebuah karya. Tokoh Kai di sini saya buat sama persis dengan sifat dan karakter di kisah aslinya. Saya mohon agar para reader mendoakan agar my sister bener-bener jadian sama tokoh Kai di kisah asli. Amin.

Happy reading🙂

 

Jika hati seseorang berubah, siapa yang patut disalahkan?

2

 

Suzy, Min, dan Sohyun benar-benar membuat daerah di sekitar mereka berisik. Mereka tertawa dan tiba-tiba saling dorong. Ketika Suzy hendak mengambil boneka yang ada di tangan Min, dengan serempak Min dan Sohyun mendorong Suzy. Sehingga membuat Suzy terduduk di pangkuan Kai. Suzy langsung terkejut menyadari bahwa ia berada di pangkuan Kai, sedangkan Kai yang dari tadi sedang memperhatikan Suzy tak kalah terkejutnya, dan mereka hanya bisa saling pandang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Kai dan Suzy langsung membuang muka. Tanpa basa-basi, Suzy pun langsung bangkit dari pangkuan Kai dan duduk diam di sebelahnya dengan perasaan yang campur aduk.

Untungnya tidak lama setelah itu, bus pun sampai di pantai, tempat tujuan mereka. Kai membawakan tas Suzy. Lalu menyerahkan tas Suzy kembali ketika mereka sampai di depan villa dimana mereka akan menginap malam ini.

“Gomawo.” Kata Suzy sedikit canggung. Karena dia sedang memikirkan hal di bus tadi.

“Ne.” Jawab Kai datar. Lalu ia pergi menuju ke gerombolan anak laki-laki lainnya.

Suzy, Min, dan Sohyun bersama tiga teman sekelas mereka lainnya berada di satu kamar. Setelah selesai menempatkan barang-barang mereka, Suzy dan teman-temannya bergegas keluar untuk mengikuti kegiatan selanjutnya di pantai yang luas. Ada beberapa perlombaan yang diadakan dari sekolah. Seperti lari estafet dan volly pantai. Lari estafet beranggotakan enam orang, laki-laki dan perempuan. Sedangkan volly pantai ada dua tim, laki-laki dan perempuan yang masing-masing tiga orang.

“Suzy-ah! Kau ikut lari estafet, ne?” Tawar Jung Kook.

“Na-ya? Kau gila? Aku tidak bisa berlari.” Tolak Suzy sungkan.

“Tidak masalah.” Jawab Jung Kook enteng.

“Bagaimana kalau kalah nantinya? Hss, sireo!”

“Ya! Kau bukan satu-satunya yeoja yang ikut kan? Ada Sohyun dan Ga Eun. Araji?” Bujuk Suga yang tiba-tiba datang dari belakang Suzy.

“Sireo. Aku akan menghambat kalian. Aku tidak bisa berlari.” Suzy tetap dengan pendiriannya.

“Kajja Suzy-ah. Ne?” Bujuk Sohyun. “Kajja Suzy-ah.” Rengek Sohyun.

“Bagaimana kalau aku membuat kalian kalah?” Tanya Suzy takut.

“Maka kami akan membuatmu tidak akan kalah.” Ujar Kai melangkah dengan santai dan menghampiri Suzy. “Bagaimana? Mau berpartisipasi?” Kai mencoba meyakinkan Suzy dengan tatapan matanya. Dengan ragu-ragu, akhirnya Suzy bersedia mengikuti lari estafet.

Lomba lari estafet kelas X Social 1 orang pertama yang akan berlari adalah Ga Eun, kemudian Jung Kook, lalu Sohyun, Suga, dilanjutkan Suzy dan yang terakhir Kai. Sambil menunggu lomba dimulai, mereka mempersiapkan diri mereka masing-masing, dengan pemanasan ringan. Akhirnya giliran mereka datang. X Social 1 menghadapi X IPA 2. Pertandingan sengit pun dimulai.

Ga Eun memimpin, meninggalkan lawannya jauh, lalu Jung Kook, Jung Kook berlari  cepat, lalu tongkatnya di serahkan ke Sohyun, posisinya sama dengan posisi lawan. Lalu sampailah tongkat itu kepada Suga. Suga memimpin, tapi ketika tongkat itu berpindah ke Suzy, Suzy berhasil didahului oleh lawannya. Tertinggal cukup jauh. Suzy terus berlari sampai nafasnya hampir habis dan tongkat itu berpindah ke tangan Kai. Kai berusaha berlari secepat yang ia bisa. Tapi sayang, tiba-tiba ia jatuh, dan terkena kulit-kulit kerang yang tajam sehingga sukses membuat lutunya berdarah.

“Kai!” Teriak anak-anak X Social 1 hampir bersamaan.

Kai bangkit, dan terus berlari. Sampai akhirnya ia dapat menyamai posisi lawan, dan sampai ke garis finish terlebih dulu dengan perbedaan jarak yang tipis.

Semua anak-anak X Social 1 berlari menghambur ke arah Kai. Dan meneriaki nama Kai.

“Ya! Kim Jong In! Daebak!” Seru Jung Kook menepuk pundak Kai.

“Dasar sok keren.” Sahut Suga memeluk Kai dari belakang.

“Yee! Kita menang! Hore!” Seru Sohyun girang disambung sorakan senang dari teman-teman lainnya.

Suzy memandang Kai dengan tatapan haru. Kai melihat tatapan itu, dan berjalan menghampiri Suzy, “Sudah kubilang, kau tidak akan kalah.” Ujar Kai mengacak-acak rambut Suzy.

“Kau berdarah Kai, bagaimana dengan pertandingan selanjutnya nanti?” Tanya Suzy khawatir.

“Tidak masalah. Apa kau mau ikut lagi nanti?”

“Aniyo! Sudah cukup sampai di sini.” Jawab Suzy cemberut.

“Dasar!” Kai menjitak pelan kepala Suzy. Mereka berdua berjalan menuju ke teras villa yang memang dekat dengan pantai.

“Duduklah. Aku akan mengobatimu.” Suzy masuk ke dalam kamarnya mengambil kotak P3K-nya lalu kembali keluar. Suzy membersihkan luka Kai dengan cairan antiseptik dan memberikan obat merah lalu menempelkan plaster di atasnya. “Selesai.”

Kai meneguk air mineral yang dibawakan Suzy dan melepas lelah. Duduk di teras villa sambil melihat lomba volly pantai. “Suzy-ah. Tidak usah ke sana.”

“Wae?”

“Apa kau tega meninggalkanku sendirian? Setelah aku mengeluarkan tenagaku agar kita tidak kalah tadi?” Kai mengungkit lomba lari estafet tadi.

“Ya! Kau ikhlas tidak sebenarnya?” Tanya Suzy cemberut.

“Menurutmu?” Goda Kai. Suzy tidak menjawab, dia memonyongkan bibirnya karena sebal. Sial kau Kai, batin Suzy.

Kai mengeluarkan ponselnya lalu mengambil gambar Suzy yang sedang cemberut. “Kau terlihat cantik kalau seperti itu.” Kata Kai menahan tawa sambil mengamati foto Suzy yang ada di ponselnya. Suzy yang menyadari bahwa dia difoto Kai langsung marah-marah dan meminta ponsel Kai.

“Berikan padaku!” Bentak Suzy.

“Sireo!” Jawab Kai cuek.

“Berikan! Ppali!” Minta Suzy galak.

“Sireo! Ini ponselku.” Kai malah memasukkan ponselnya ke saku celananya.

Dasar kau Kai! Aish, jinjja! Kata Suzy di dalam hati kesal.

 

Malam harinya, Suzy sibuk bercanda dengan Sohyung dan Min. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Mereka bercerita, mulai dari cerita horor sampai cerita konyol.

“Ah jinjja? Kau tahu darimana?” Tanya Suzy penasaran.

“Kau tidak percaya? Dulu eonni-ku dia sekolah Gangnam High School juga. Dia pernah melihat hantu perempuan di ruang musik.” Kata Sohyun meyakinkan.

“Menakutkan sekali.” Kata Suzy merapatkan diri ke Min.

“Kau percaya hantu Suzy-ah?” Cibir Min, “Mereka itu tidak ada.”

“Min-ah, kau tidak percaya padaku?”

“Aniyo. Kau kan tidak melihat sendiri. Bagaimana kalau eonni-mu berbohong, euh?”

“Maldo andwae. Eonni-ku tidak berbohong.” Sohyun membela eonni-nya.

“Oh iya, Min-ah, aku juga punya cerita hantu. Hantu itu nyata, kau harus percaya. Begini ceritanya….” Suzy menceritakan cerita hantunya sampai larut malam. Baru pukul 02.00 am, mereka lelap tertidur.

Keesokan harinya, semua siswa kelas sepuluh berkemas untuk meninggalkan villa dan kembali ke sekolah. Pagi ini, Suzy benar-benar tidak bisa membuka matanya karena ia terlalu mengantuk gara-gara bercanda dengan Min dan Sohyun semalaman. Suzy membawa tasnya dengan sempoyongan. Untung saja ada Jung Kook yang membantu membawakan tas Suzy.

“Gomawo Kookie-ah.” Ujar Suzy.

“Gwencana. Tidurlah di dalam bus. Kau benar-benar terlihat lelah sekali.”

“Hee, ne Kookie-ah.” Kata Suzy lalu duduk di sebelah Kai yang masih sibuk dengan ponselnya.

Di perjalanan, Suzy merasa benar-benar lelah. Ia tidak mempunyai tenaga untuk bercanda ataupun mengobrol. Untuk menjaga matanya terjaga saja benar-benar perlu tenaga ekstra.

“Ehm.” Kai berdeham, “Matamu berkantung.”

“Eoh? Ne. Aku tidur larut semalam.” Jawab Suzy lemas. Dia beberapa kali menguap.

“Tidurlah.” Saran Kai iba.

“Tidak, tidak perlu. Aku tidak terbiasa tidur di dalam kendaraan.”

“Jinjja? Aku kira itu sedikit aneh.” Gumam Kai tidak jelas.

Tapi kata-kata Suzy runtuh ketika Kai mendapati Suzy sudah terlelap tidak berdaya di sampingnya, “Dasar gengsi.”

Tanpa sengaja kepala Suzy bersandar di pundak Kai. Kai hanya memandangi Suzy dengan tersenyum simpul. Dan mengusap rambut Suzy lembut dengan maksud agar semakin nyenyak Suzy tertidur. Tidurlah yang nyenyak, Suzy-ah. Kata Kai dalam hati.

Sebelum mereka sampai ke sekolah, Suzy sudah terbangun lebih dulu. Dan merasa gugup ketika mendapati dirinya bersandar pada pundak Kai. Segera Kai membetulkan posisi duduknya dan merapikan rambutnya yang berantakan.

“Kau sudah bangun?” Tanya Kai. Suzy belum siap untuk menjawab pertanyaan dari Kai. Ia masih merasa gugup. “Eoh, apa aku membuatmu terbangun?” Tanya Kai lagi.

“Eh, ani, aniyo. Aku hanya merasa tidak enak. He, maaf soal bahumu.” Kata Suzy gugup.

Kai terkekeh, “Kenapa harus minta maaf? Kalau kau mau tidur lagi, tidurlah.”

Suzy menggeleng gugup. Pipinya merona merah. Entah dari mana semburat merah itu muncul di pipi chubby-nya.

***

Hari ini Suzy berangkat ke sekolah bersama Myung Soo. Sesampainya di depan gerbang sekolah, ia turun dari motor namjachingu-nya yang memboncengkannya.

“Jaga dirimu, Suzy-ah.” Pesan Myung Soo.

“Ne, Oppa.” Jawab Suzy, “Kenapa kau tidak cepat pergi?”

“Kau mengusirku? Aku hanya ingin melihat-lihat sebentar.” Jawab Myung Soo kesal.

“Cepat pergi lah Oppa. Bagaimana kalau teman-temanku melihatmu? Mereka pasti jatuh cinta padamu.” Ujar gadis itu jujur.

“Ya! Kau ini. Baiklah, aku pergi. Bye chagi-ya.” Motor Myung Soo menghilang ketika dia membelok di sebuah tikungan.

Suzy berjalan menuju kelasnya. Setiap anak yang berpapasan dengan Suzy menatap Suzy dengan ekspresi aneh. Suzy merasa ada yang aneh dengan teman-teman mereka. Apa penampilanku berantakan? Makanya mereka melihatiku. Batin Suzy. Suzy merapikan blazernya, rambutnya yang mungkin berantakan ketika ia membonceng motor Myung Soo. Tapi seperinya bukan itu jawabannya. Tetap saja murid-murid lain yang berpapasan dengannya menatap Suzy dengan ekspresi aneh. Bahkan mereka berbisik dengan teman di sebelahnya ketika melihat Suzy.

“Aishh, jinjja! Ada apa denganku?” Desah Suzy penasaran.

“Ya! Bae Suzy!” Seru Jung Eunji dari belakang. Terlihat gadis itu mengatur nafasnya yang terengah-engah. “Tunggu dulu. Biarkan aku mengambil nafas.” Kata gadis itu sambil menarik nafas perlahan-lahan.

Setelah Eunji sudah terlihat lebih tenang, Suzy melontarkan pertanyaan untuk sahabatnya itu, “Ada apa Eunji?”

“Ah iya. Kau-, kau benar-benar dalam masalah Suzy-ah.” Kata Eunji berubah panik.

“Ma-masalah apa?” Tanya Suzy tak kalah panik.

“Ikut aku. Kajja!” Eunji menyeret Suzy menuju ke majalah dinding sekolah.

Di sana terpampang banyak foto kegiatan waktu mereka ke pantai. Tapi ada salah satu foto yang janggal terpajang di situ yaitu, foto ketika Suzy tidur bersandar di pundak Kai dan saat Kai mengusap rambut Suzy. Suzy terkejut melihat foto itu terpajang di situ. Jadi ini alasan mengapa mereka memandangiku, batin Suzy.

“Eottoke?” Kata Suzy tergagap.

“Suzy-ah. Sebaiknya kau katakan pada Kai.” Saran Eunji, “Ayo kuantar kau masuk kelas.” Eunji menggandeng lengan Suzy.

Sampai di kelas, Min dan Sohyun langsung menyambut Suzy.

“Gwencana Suzy-ah. Jung Kook dan Kai sedang mencari pelaku pemfoto-nya. Sebentar lagi juga fotonya akan dilepas.” Min menenangkan temannya itu.

Langsung saja setelah terpajangnya foto itu, gosip yang mengatakan bahwa Suzy dan Kai berpacaran segera menyebar. Mereka lalu mengait-ngaitkan sikap Kai yang terlalu manis dan perhatian terhadap Suzy.

“Bagaimana mereka tega?” Kata Suzy dengan pandangan kosong. Tentu saja perasaan Suzy saat ini benar-benar campur aduk. Malu, takut, canggung campur menjadi satu. Dia malu kepada teman-temannya, dia malu bagaimana dia bisa dengan santainya menyandarkan kepalanya di pundak Kai. Dia takut teman-temannya menilai dia sebagai perempuan tidak tahu malu, jalang, atau apa pun itu. Dan yang paling ia takutkan adalah Kai membencinya, dan persahabatan mereka berhenti di sini. Suzy juga merasa canggung ketika nanti dia harus bertemu Kai dan meminta maaf.

Tidak lama kemudian Jung Kook dan Kai datang. Suzy menundukkan kepalanya. Benar-benar tidak berani menatap mata Kai.

“Suzy-ah. Apa kau sudah melihatnya?” Tanya Jung Kook. Suzy hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.

“Aissh. Tenang saja Suzy-ah, aku dan Kai sudah mengambil fotonya. Benar-benar brengsek yang melakukan ini.” Teriak Jung Kook kesal. Lalu tanpa sengaja Jung Kook menangkap tatapan ketakutan di mata Suzy.

“Suzy-ah, gwencana?” Tanya Jung Kook khawatir mendekati Suzy diikuti Kai.

“Suzy. Waeyo?” Giliran Kai yang bertanya.

“Mianhae.” Ujar Suzy pelan. “Aku tidak bermaksud untuk,-”

Sebelum Suzy menyelesaikan permohonan maafnya, kalimatnya sudah dipotong oleh Kai, “Satu-satunya yang harus kumaafkan adalah yang menempel foto ini.”

“Tapi Kai-ah, kau menjadi,-”

Lagi-lagi Kai memotong kalimat Suzy, “Menjadi sahabat yang baik?” Tanya Kai sambil tersenyum.

***

Semakin hari, gosip itu semakin menyebar. Bahkan sudah sampai ke telinga-telinga para senior. Hal ini membuat Suzy dan Kai menjadi pusat perhatian saat bersama. Tidak hanya karena Kai yang lumayan mempunyai banyak penggemar tapi juga karena teman-teman seangkatan mereka yang hobi mengatakan mereka benar-benar pacaran. Selain itu banyak siswi-siswi yang menjadi iri dengan Suzy. Selain digosipkan pacaran dengan Kai, mereka juga cemburu karena Suzy juga dikelilingi dua laki-laki keren yaitu Jung Kook dan Suga.

Suzy memilih untuk menjauhi Kai akhir-akhir ini. Ia menganggap ini adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan.

“Bae Suzy!” Panggil Kai, “Temani aku ke perpustakaan.”

“Ah, mian. Aku ada janji dengan Eunji.” Kata Suzy berbohong. Suzy menolak ajakan Kai. Dia tidak ingin gosip itu semakin berkembang jika mereka terus bersama.

“Sebentar saja.” Minta Kai.

“Mian. Aku tidak bisa.” Suzy langsung pergi mencari Min dan Sohyun.

Suzy, Min dan Sohyun berada di kantin sekolah mereka.

“Suzy-ah, kenapa kau menjauhi Kai?” Tanya Min.

“Menjauhi? Aniyo.” Elak Suzy.

“Kau menjauhi mereka Suzy-ah. Kai, Jung Kook dan Suga. Wae?” Giliran Sohyun yang bertanya. Suzy hanya diam.

“Gara-gara gosip murahan itu?” Desak Sohyun.

“Aku hanya, aku hanya ingin mengakhiri gosip itu.” Jawab Suzy akhirnya.

“Tapi bukan seperti ini caranya.” Ujar Min sambil memakan kripik kentangnya.

“Seperti apa? Ini yang terbaik.” Jawab Suzy gusar.

***

Kai, Jung Kook, dan Suga mereka berada di restaurant Suga. Mereka sengaja mampir ke restaurant Suga untuk sekedar mengobrol. Dan kebetulan mereka sudah lama tidak datang ke sini.

“Kai-ah, kau merasa ada yang aneh tidak dengan Suzy?” Tanya Jung Kook sambil mengaduk lemon tea-nya.

“Ehm, ne. Dia sedikit menjauhiku.”

“Ah, iya. Dia juga menghindariku.” Sahut Suga, “Apa karena gosip sialan itu?”

“Mungkin. Aku tadi bertanya pada Sohyun, tapi dia malah bilang, jangan menjauhi Suzy.” Ujar Jung Kook.

“Jangan menjauhi Suzy?” Gumam Kai, “Jangan menjauhi Suzy walaupun Suzy menjauhi kalian. Mungkin itu maksud kalimat Sohyun.”

“Benar. Mungkin seperti itu maksudnya.” Kata Suga sambil memakan ayam gorengnya.

“Kita perlu bicara pada Suzy.” Usul Jung Kook.

“Ya. Kita harus bicara dengannya.” Angguk Kai setuju.

***

Keesokan harinya, Kai, Jung Kook, dan Suga siap mengintrogasi Suzy. Setelah melakukan konsultasi dengan Min dan Sohyun. Seperti hari-hari sebelumnya, Suzy tetap menjauhi mereka bertiga. Gadis itu hanya melempar senyum sekenanya.

Saat istirahat, Kai menghampiri Suzy yang sedang membereskan mejanya. “Bae Suzy.”

“K-Kai?” Suzy terkejut.

“Kita perlu bicara.” Kai tidak berbasa-basi.

“Bicara apa? Oh iya aku ada janji dengan Min di perpus.” Elak Suzy terburu-buru meninggalkan Kai. Tapi Kai menarik tangannya.

“Kita perlu bicara.” Kai menatap mata Suzy tajam. Suzy tidak bisa melakukan apapun melihat tatapan mata Kai.

“Kenapa kau menjauhiku, dan yang lainnya?”

“Aku,- aku..” Suzy menghembuskan nafas.

“Wae?”

“Aku, aku hanya tidak ingin ada gosip seperti ini. Ini terlalu sukar untuk didengar. Bukankah begitu?” Suzy mengungkapkan alasannya.

“Kau tahu seharusnya kau tidak perlu melakukan ini.” Kai meyakinkan Suzy, “Tidak perlu sama sekali, Suzy-ah.”

Suzy terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Tetaplah bersama kami. Kau temanku. Jangan coba untuk pergi dariku. Ara?” Suzy mengangguk.

Kai menarik tangan Suzy. “Min menunggumu di kantin.” Kemudian mereka menuju ke kantin menemui Min, Sohyun, Jung Kook dan Suga yang sudah menunggu mereka. Sesampainya di sana, mereka langsung memesan makanan untuk merayakan kembalinya Suzy kepada mereka.

“Ini untuk Suzy yang kembali pada kita.” Sorak Jung Kook senang, “Bersulang.” Mereka bersulang, “Cheers.”

“Suzy-ah, kau tidak perlu mendengarkan apa kata mereka.” Ujar Suga, “We don’t care!”

Suzy tersenyum malu-malu, “Gomawo semuanya.”

“Ya! Lihat wajahnya merah.” Goda Min. Mereka menyambut godaan Min dengan tertawa.

“Bagaimana kalau hari ini ke rumahku? Hitung-hitung untuk mempererat pertemanan kita.” Tawar Kai dengan nada diplomatis.

“Setuju! Jarang-jarang Kai menawari untuk datang ke rumahnya.” Sambut Suga semangat. Yang disetujui Jung Kook, Min dan Sohyun.

“Suzy?”

“Ehm, baiklah.” Kata Suzy.

***

Mereka berenam akhirnya sampai ke rumah Kai. Rumahnya terlihat benar-benar besar dan mewah. Halaman depannya saja sudah seperti taman kota. Warna dinding rumah itu putih tulang. Kesan klasik tergambar jelas pada rumah Kai yang super megah itu.

Mereka masuk ke dalam ruang tamu rumah itu yang sangat luas. Decak kekaguman terungkan dari mulut Suzy, Sohyun, dan Min yang belum pernah datang ke sini sebelumnya.

“Wow, luasnya.” Decak Min kagum yang disetujui oleh Suzy dan Sohyun.

“Kajja! Kita masuk ke dalam. Di dalam kita akan lebih nyaman.” Kai mengajak teman-temannya masuk ke ruangan selanjutnya. Entah ruangan apa itu, terlihat lebih santai. Letaknya dekat dengan kolam renang dan dapur.

“Tunggu sebentar. Aku akan meminta Bibi Hwang memasak untuk kalian.” Kata Kai melangkah ke dapur menghampiri Bibi Hwang.

“Kai-ah!” Panggil Jung Kook. Kai berjalan agak terburu-buru kembali ke ruang tadi. “Ehm, apa kau masih menyimpannya?”

“Menyimpan apa?” Kening Kai berkerut.

“Itu, ehm, yang kita beli bulan lalu. Kotak.” Jung Kook menjawabnya dengan agak gugup. Ia hanya memberi kode-kode yang bersangkutan dengan sesuatu yang dimaksud Jung Kook.

Kai terlihat berpikir sebentar, “Ah, yang kita beli setelah dari rumah Krystal?”

“Ne. Kita membeli 5 buah. Apa masih ada?” Sambung Jung Kook senang.

“Tentu!” Sahut Kai.

“Ya! Apa yang kalian bicarakan? Membeli apa?” Ujar Suga yang penasaran.

“Kau pasti suka!” Jawab Jung Kook girang. Lalu dengan hitungan detik, Kai, Jung Kook dan Suga sudah berlari ke kamar Kai yang berada di lantai dua.

“Suzy-ah, menurutmu apa yang dibicarakan mereka?” Sohyun ikut-ikutan penasaran.

“Molla.” Geleng Suzy, “Mungkin…” suzy mencoba memikirkan sesuatu.

Lalu tiba-tiba terdengar teriakan Suga, Jung Kook, dan Kai, kemudian mereka turun lagi ke bawah. Mereka tertawa misterius sambil menyembunyikan sesuatu dari balik bajunya.

“Suga-ya! Kembalikan! Hissh! Aku dan Jung Kook yang membelinya.” Kai tidak terima sebuah barangnya diminta Suga. Lalu Jung Kook dan Kai menyergap Suga bebarengan.

“Ya! Ya! Apa yang kalian lakukan? Kalian masih punya empat!” Protes Suga. Lalu sesuatu jatuh dari balik baju Suga.

Suzy, Min dan Sohyun yang dari tadi memperhatikan mereka terpekik kaget ketika melihat benda itu. Kai dan Jung Kook pun langsung terlihat panik dan segera memungut barang tersebut.

“Dasar laki-laki,” Ucap Suzy terbata. Suzy tidak menyangka bahwa temannya itu menyimpan 5 DVD Film Blue. Aigoo!

“Heehee.” Kai hanya meringis dipandangi Suzy dengan tatapan kau ini benar-benar memalukan menyimpan film seperti itu.

 

Makanan yang dimasak Bibi Hwang akhirnya selesai juga. Meja makan yang tadi sempat terlihat kosong sekarang sudah penuh dengan makanan lezat dari Bibi Hwang. Dengan cekatan Jung Kook dan Suga sudah duduk manis di kursi diikuti Min dan Sohyun.

“Bae Suzy, kau tidak makan?” Tanya Kai heran.

“Eh? Ehm ne.” Kata Suzy.

Setelah selesai makan, mereka lalu bermain di kolam renang yang berada di halaman belakang.

“Bagaiamana kalau kita berenang?” Tawar Suga.

“Sireo! Aku tidak membawa baju ganti.” Tolak Suzy tegas.

“Kalian bisa pakai baju noona-ku.” Ujar Kai memandang Suzy, Min dan Sohyun.

“Jinjja?” Tanya Min antusias. Kai mengangguk.

Dan byur! Terdengar suara orang jatuh ke dalam kolam renang. Terlihat Suga sudah masuk ke kolam renang terlebih dahulu karena di dorong Jung Kook.

“Ya! Kau!” Tunjuk Suga dari dalam kolam. Lalu byur, Jung Kook mendorong Kai masuk ke dalam kolam.

Jung Kook dengan senang hati mengejar Suzy, Min dan Sohyun agar masuk ke dalam kolam. Tapi mereka menolak, kecuali Min yang dengan sukarela masuk ke dalam kolam tanpa adanya paksaan. Jung Kook akhirnya berhasil mendorong Sohyun. Dan sekarang, hanya Suzy yang tertinggal.

“Tidak Jung Kook. Aku tidak mau.” Kata Suzy berjalan mundur menjauhi Jung Kook. Jung Kook menggenggam keduan lengan Suzy.

“Sireo! Sireo!” Teriak Suzy. Tapi tentu saja Jung Kook memasukkan Suzy ke dalam kolam dan Jung Kook juga ikut masuk ke dalam kolam.

Mereka bermain di dalam kolam sampai lupa waktu. Hingga mereka kedinginan karena terlalu lama bermain air. Yang pertama kali keluar dari kolam adalah Kai. Ia mengambilkan 5 buah handuk untuk teman-temannya, dan di letakkan di meja dekat kamar mandi.

Suzy mencari handuk yang tertumpuk di meja dekat kamar mandi tapi tidak ada. Di sana hanya ada beberapa baju kering untuk mereka pakai nanti.

“Kai-ah, dimana handukku?” Tanya Suzy. Lalu ia berbalik dengan niat untuk mencari Kai, tapi Kai ada di hadapannya sekarang sambil membawa sebuah handuk. Suzy diam terpaku karena terkejut.

Kai mengeringkan rambut Suzy dengan handuknya dalam diam. Suzy tidak berbuat apa-apa, gadis itu hanya menurut saja.

“Eoh? Ada orang ternyata di sini?” Kata seseorang terkejut. Ternyata noona-nya Kai. Suzy dan Kai menoleh ke arah noona-nya Kai. Kai melihat noona-nya dan tiba-tiba merasa canggung. LaluKai menyampirkan handuk itu ke pundak Suzy. “Cepat ganti bajumu.” Kai berjalan meninggalkan Suzy.

“Kau teman Kai?” Tanya noona-nya Kai ramah.

“Ehm ne.” Suzy mengangguk.

“Namaku Kim Jin Hee, noona-nya Kai.”

“Bae Suzy.” Suzy menjabat tangan Jin Hee eonni.

“Senang mengenalmu.” Katanya ramah lalu meninggalkan Suzy.

Karena sudah malam, Jung Kook, Suga, Suzy, Min dan Sohyun memutuskan untuk kembali menuju rumah mereka masing-masing.

***

Di rumah, kini tinggal Kai dan noonanya saja. Jin Hee mengetuk kamar adiknya. Adiknya itu tidak menyahut. Tapi Jin Hee tahu kebiasaan adiknya yang suka sekali bermain game online, sehingga ia masuk saja tanpa menunggu jawaban dari Kai.

“Jong in-ah.” Panggil noonanya pelan, lalu duduk di tepi tempat tidur Kai.

“Ne?” Kai menoleh ke arah noonanya sebentar. Kemudian ia fokus lagi ke layar laptopnya.

“Siapa tadi?”

“Siapa, siapa?”

“Temanmu tadi.”

“Eoh, wae?” Kai lalu menghentikan kegiatan bermain game-nya dan membalikkan kursinya menghadap noonanya.

“Gadis yang cantik.”

“Kenapa kau berbicara seperti itu? Aneh.” Gerutu Kai malas.

“Berbicara seperti apa? Dia memang cantik kan?”

“Bukan itu. Kenapa kau tiba-tiba membicarakan temanku? Apa kau mengenalnya.”

“Aniyo. Tapi sepertinya aku akan kenal padanya.” Kata noona-nya penuh arti. Kening Kai berkerut.

“Kau suka padanya kan Jongie-ah. benarkan?” Pancing noona-nya.

Wajah Kai langsung panik. Sepertinya pertanyaan noona-nya ini tepat sasaran. Kai langsung menyambar cola yang ada di sebelahnya dan meminumnya dengan cepat.

“Apa terlalu terlihat?” Tawa Kai malu.

“Ah. Tentu saja, tatapan matamu itu. Kau harus pandai menyembunyikannya.” Dengus noonanya.

“Ahh,” Kai menghembuskan nafasnya. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. “Noona, apa aku salah?”

Jin Hee menggeleng cepat, “Tidak. Tidak sama sekali.”

“Tapi aku sudah bersama Sojung.” Kata Kai ragu-ragu.

“Apa jika kau sudah mempunyai kekasih tidak boleh menyukai orang lain? Yang harus kau lakukan adalah membuat keputusan Jong In-ah, kau memilih bertahan atau pergi. Maka dari itu di sebuah hubungan yang serius diperlukan komitmen yang kuat.”

“Ah, aku tidak tahu. Aku merasa nyaman bila bersama dengannya, selalu ingin melindunginya. Aku tidak tahu mulai kapan aku suka padanya, perasaan itu muncul dengan tiba-tiba.” Jawab Kai pasrah.

“Sepertinya kau mempunyai PR berat malam ini Jong In-ah.” Jin Hee bangkit dan mengelus rambut Kai pelan, lalu meninggalkan Kai sendiri untuk memikirkan masalahnya di kamar.

TBC

***

36 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 2)

  1. kyknya ff ini memang lebih tentang suzy dan kei daripada dgn myungsoo ya… dan moment suzy dan kei juga banyak… apa yg bakal terjadi nih thor dgn mereka ber 4… wah pusing deh keliatan… seru tapinya… lanjut thor…

  2. wahh..kisah yg rumit tpi menyenangkan tpi nanti kaizy myungzy kaistal myungstal ya..

    lanjut baca deh…
    ngomong” aku doa in supaya sisternya author bisa sama dia ya

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s