[FF Freelance] Its That True (Chapter 1)

[PIC] ITS THAT TRUE

TITLE      : ITS THAT TRUE (Chapter 1)

AUTHOR:@AYA1708

GERNE  :ROMANTIC,DRAMA

CAST     : KARIN KIRANA (OC)

All Member MBLAQ

LAUREN (HELLO BABY-MBLAQ)

KRIS (EXO)

RATING : PG-13

LENGTH :CHAPTER

Blog       : www.ayaisha.blogspot.com

Note      : FF ini juga di post di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com

~o0oOo0o~

 

Semakin mendengarkan lagu itu…. Pikiranku 100x lipat lebih memikirkanmu. Semakin memikirkanmu perasaan jatuh dan sakit semakin menusuk. Jarak dan perbedaan terlalu jauh dan itu adalah hal yang tak mungkin bagiku untuk menggapaimu.terkadang bayangan semumu dalam benakku… senyummu,matamu,hidungmu, dan suaramu semua terpampang jelas di benankku. Aku mengenalmu. Tapi kamu tak akan pernah kenal dengan ku kecuali keajaiban tuhan turun di bumi. Aku hanya butiran kecil dimatamu. Tak berarti bagimu

“berhenti mendekat…. Aku salah sudah datang masuk di kehidupanmu. Aku tak mau kehadiranku akan menjadi tembok besar yang akan menghambat karir mu dan sosiality mu… aku tak bisa melanjutkan semua ini”ungkap Karin berjalan mundur 1 langkah dengan mata berkaca-kaca. Ia menyadari kata-katanya telah menyakiti hati pria yang tengah berdiri di hadapannya.

Seungho hanya diam terpaku di hadapan Karin. Kakinya begitu sulit melangkah. Tangannya pun sulit menggapai tubuh gadis dihadapannya. Perasaan sakit dan bersalah menyelimuti hatinya yang kalut atas kejadian 30 menit lalu. Dimana gadis dihadapannya disakiti banyak orang karna dirinya.

Lauren yang hanya berdiri di belakang Karin memandang pedih perasaan kakak angkat. Butiran bening pun jatuh membasahi pipi lembutnya. Ia merasa bersalah telah mengenalkan seungho dengan Karin. Ia tak menyangka kejadian ini akan menimpa orang yang selalu sabar merawat dirinya. Lauren hanya bisa melihat pertengkaran seungho dan Karin. Karna ia tahu bahwa kakaknya sudah sangat tersakiti dengan kejadian ini.

Karin mundur selangkah demi selangkah demi menghindari seungho dan berbalik meninggalkan taman bunga dimana seungho dkk berada. Ia berusaha menutupi wajah nya dengan tangannya. Lauren hanya bisa mengikutinya dari belakang

Seungho hanya diam terpaku memandang punggung Karin yang lama kelaman menghilang dari matanya. Mir pun hanya memalingkan mukanya. Ia tak kuat melihat kejadian pedih yang menimpa seungho dan Karin. Seungho pun berbalik dan meninggalkan taman dengan langkah kosongnya. G.O, joon dan mir berusaha merangkul dan support. Sementara thunder berhenti sejenak memandang arah di mana Karin melangkah pergi. Ia berasa sedih ketika ke dua orang yang dia sayangi berhenti ditengah jalan. Persahabatan kandas dengan mudah karna 1 insiden

BAB 1

AKU MENGENALMU

Give it to my Y, listen to my Y

Jebal nareul dorabwa

Give it to my Y,

Dae daphae naege wae ireo neunji nareul haebwa

Oh yeah

Just simple lyrics, deep meaning, alunan lagu yang unik. Lagu yang mengartikan hati laki-laki yang tersakit oleh penghianatan seorang perempuan yang dia cinta. Karin berulang-ulang mendengar kan lagu Y milik MBLAQ. Lagu Y adalah lagu kpop pertama yang ia miliki. Lagu-lagu kpop yang begitu marak dikalangan remaja. Rasa penasaran yang menyelimutinya yang membuat Karin men download lagu Y milik MBLAQ dari negri gingseng tersebut.

Sudah 6 bulan Karin bekerja di negeri Gingseng KOREA. Ia bekerja di sebuah perusahaan home care pada bagian marketing staf. Pada awal-awal ia bekerja di Korea ia merasakan culture shock. Perbedaan adat dan kebiasaan begitu berbeda dengan negaranya Indonesia. Hampir tiap hari sehabis dia pulang kerja dia pasti akan pergi kursus bahasa korea untuk memperbaiki bahasanya agar dapat berbincang dengan nyaman ke banyak orang. Di kantor pun Karin dikenal orang yang ramah dan giat. Ia dapat menyesuaikan cara kerja orang  korea yang jauh lebih giat dan cekatan. Karna keramah tamahannya yang suka senyum dan menolong banyak orang itu lah yang menyebabkan Karin memiliki banyak teman dari berbagai devisi.

Berawal dari keisengannya dalam mengirim surat lamaran keluar negrilah. Membuatnya dia sampai dengan Negri yang memiliki julukan Macan Asia. Pada awalnya ia hanya mengalami kejenuhan dengan masa-masa kuliah. Krisis ekonomi di keluarga yang kiat merosot membuatnya ia bertekat keras mencari kerja sambilan selama kuliah hingga ia lulus. Ia berusaha melamar kerjaan di berbagai tempat hingga akhirnya ia menemukan website yang menawarkan kerjaan di luar negri. Dengan bermodalkan keyakinan dan tekat. Ia mengisi formulir dan membuat CV. 1 bulan, 2bulan tak ada panggilan dari luar negri. Karin hanya pasrah keputusannya. Hingga pada bulan ke 4. Ada sebuah email yang berisikan Tes wawancara online yang di adakan Khusus untuk Karin karna jarak yang tak memungkinkan. Dan 2 minggu kemudian Karin diterima kerja dan di berikan Fasilitas Apartemen selama 1 tahun dan Akomodasi untuk pergi ke korea. Itu adalah hal yang membahagiakan bagi Karin. Mungkin inilah saatnya ia mulai mengakat keluarganya kembali. Karna ia adalah anak tunggal di keluarganya. Ia harus menjadi Tulang punggung di keluarganya.

“Karin, nanti malam mau tidak jalan-jalan ke myeong dong? I want shopping hehehehehe…..” ungkap hye ri menghampiri meja kerja karin.

“ahh… tapi nanti malam aku ada les bahasa.. gimana?”

“kau bisa privat dengan ku”

“hye ri.. kau jangan berusaha menjebak karin,bahasa korea mu paling payah” kata min joo sang manager marketing yang berteriak dari seberang meja kerja Karin.

“aisshhh. Kau ini min joo-ssi”. “it’s okay… aku rasa aku tidak masuk les hanya sekali tidaklah masalah..aku pun ingin jalan-jalan menikmati kota seoul” kata Karin tersenyum.

Tepat pukul 8 karin dan hye ri pulang kerja. Mereka pergi menuju halte bis dan pergi menuju myeong dong. selama perjalan Karin dan hye ri selalu berbincang bahkan terkadang diselingi canda-candaan konyol hye ri. Hye ri adalah teman terdekat Karin selama ada di korea. Gadis berambut panjang yang memiliki julukan mood maker di kantor. Ia selalu menghidupkan suasana ketika suasana kantor boring maupun tegang. Terkadang hye ri dengan iseng mengajaran beberapa kata banmal(bahasa slank) ke Karin oleh sebab itulah hye ri sering di ejek teman-teman karna sifat isengnya suka mengerjai Karin yang tergolong masih baru di korea. Namun disisi lucu hye ri, ia memiliki pula sisi baik dan kedewasaannya.

Tak lama kemudian mereka pun sampai di myeong dong. Satu demi persatu koto mereka kunjungi. Mulai dari kosmetik fashion, accesorise hingga elektronik.setelah mereka mendapatkan beberapa barang yang mereka butuhkan mereka melajutkan masuk kedalam toko yang penuh dengan barang kpop. Pandangan Karin mendarat di sebuah poster besar bergambar mblaq. Matanya tiba-tiba tertuju oleh satu member mblaq. Hye ri menghampiri dengan beberapa pernak pernik kpop di tangannya.

“ kenapa kau memandang mblaq?apakah mereka your idol ??”Tanya hye ri tertegun bingung

“ahhh.. ini yang namanya mblaq.. aku baru tahu membernya” ucap Karin sambil terus memandang poster dinding

“what… kamu baru tahu ini member mblaq ?! jangan-jangan kau tak tahu ini?” Tanya hye ri sambil menunjukan sebuah kipas tangan yan bergambar artis kpop.

“tak tahu.. siapa itu ??”Tanya Karin polos.

Hye ri hanya memukul dahinya. Ia tak menyangka bahwanya temannya begitu payah dengan artis kpop. Sepertinya ia harus menjadi guru privat Karin tentang kpop.

Mereka pun memutuskan untuk mencari tempat nongkrong yang nyaman. Setelah asyik berbelanja selama 2 jam. Tibalah mereka disebuah cafe

Coffie . ketika Karin akan memesan makanan tiba-tiba ada gadis blastren yang membawa coffie dingin dan menabrak Karin. Baju putih Karin pun kotor karna tumpahan coffie milik gadis blastren. Gadis itu pun langsung minta maaf kepada Karin.

“ maaf kan aku, aku tak sengaja… biar aku bersihkan dan membelikanmu baju baru..” kata gadis tersebut dengan bahasa korea yang sangat fasih.

“its.. okay… kebetulan aku baru membeli baju, kau tak perlu membeli baju lagi .. lagipula aku juga salah, maafkan aku.” Kata Karin ramah dan berdiri bergegas mengambil salah satu tas shoppingnya membawa ketoilet untuk ganti baju.

Setelah berganti baju. Karin kembali menuju meja hye ri berada. Ternyata hye ri sudah memesan makan terlebih dahulu ketika Karin berganti baju.

“ kau tak kesal dengan gadis tadi?”Tanya hye ri sambil menyeruput coffie lattenya.

“sama skali tidak.. lagi pula dia tak sengaja, aku sendiri pun salah tidak melihat dia berjalan”

disisi lain terlihat ada seorang laki-laki sedang bersantai di ruang backstage. Ia sedang asik dengan gadget nya.

“hyung.. Lauren sms tuh” kata seorang cowok yang rambutnya tengah dirapikan oleh stylish.

From : Lauren

Oppa, hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan eonni mischa. Apa yang harus aku lakukan aku telah membuat masalah dengannya barusan..?

“seungho hyung.. Lauren sms apa ??” Tanya thunder

“dia barusan melihat orang yang sangat mirip dengan mischa.. dan dia barusan membuat masalah dengan gadis itu.”

“mischa nunna?? Bukannya mischa nunna sudah meninggal 1 tahun yang lalu..”terlihat joon kaget mendengar perkataan leadernya.

“kasihan dia.. dia pasti merindukan kakaknya” kata seungho.

To : Lauren

Kau yakin ? kamu dimana? Sebentar lagi kita akan perform tunggu 20 menit.. oppa akan kesana, berusahalah kau minta maaf dengannya.

5 menit kemudian MBLAQ pun perform di panggung Inkigayo. Mereka menampilkan lagu comebacknya mereka dengan perfect dan energic. Semua mata begitu terpana dengan penampilan comeback mereka.

-CAFÉ HOLLAD-

Karin dan hye ri terlihat asyik sharing berbagi pengalaman lucu mereka. Ketika mereka tertawa tiba-tiba hp hye ri berbunyi. Panggilan tersebut ternyata dari pacar hye ri. Karin yang tadinya hanya melihat hye ri, pun teringat hp nya. Ia mencari hp nya terselip di antara barang-barangnya di dalam tas tanpa ia sadar ia telah menjatuhkan sesuatu dari dalam tasnya.

“ Karin kita pulang yuk… dong joon sudah menungguku dirumah.” Kata hye ri sambil merapikan barangnya dari meja ke dalam tasnya.

“ahh, baiklah.. besok kita harus kerja pula”. Mereka pun meninggalkan café.

Karin dan hye ri pun berpisah di halte. Ketika Karin menunggu bus ia teringat dengan insiden di café tadi. Ia merasakan aneh di hatinya. Ketika hatinya memikirkan insiden itu hatinya semakin berdegup dengan kencang.

What wrong with my heart… something happped?

Tak lama kemudian bis yang Karin tunggu pun datang. Selama diperjalanan Karin tampak gelisah. Tangan panjangnya semakin menggenggam erat tas shoppingnya. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa tak akan terjadi apa-apa dengan dirinya.

-BACKSTAGE-

“hyung aku ijin pergi sebentar menemui Lauren bolehkan ?”tanya seungho kepada manager.

“ada keperluan apa?begitu pentingkah?”

“sepertinya dia berhalusinasi mischa nunna lagi aku khawatir… kebetulan dia juga baru membuat masalah di café.”

“ahhh.. pastikan kau menyamar dengan baik.. kali ini aku ijinkan. Tapi kamu harus sampai dorm sebelum jam 12.. ini pakai mobilku saja”kata manager sambil mengeluarkan sebuah kunci mobil dari sakunya.

Seungho pun sudah berganti baju casual lengkap dengan hoddie masker hitam serta kaca mata baca. Terlihat seungho begitu buru-buru. Ia begitu mengkhawatirkan perasaan Lauren. Baru 1 tahun ia ditinggal kakaknya mischa karna kecelakaan. Dan 6 bulan kemudian keluarga Lauren kembali kekanada kecuali Lauren karna harus melanjutkan sekolahnya yang tidak dapat berhenti ditengah jalan. Para member sudah mengagap Lauren seperti adik sendiri. Mereka bertemu dengan Lauren ketika mereka di kontrak untuk membintangi variety show Hello baby selama 3 bulan pada saat itu Lauren masih berumur 5tahun. Tak jarang member MBLAQ sering bergantian datang kerumah Lauren atau Lauren datang mengunjungi dorm member MBLAQ. Mereka sudah seperti keluarga sendiri.

Tak lama kemudian seungho sampai di café yang di maksud Lauren. Terlihat Lauren duduk sendirian di pojok ruangan. Seungho pun langsung menghampiri Lauren.

“dimana kah mereka ??”Tanya seungho.

“mereka sudah pergi 5 menit yang lalu..”kata Lauren sambil menunjukan bangku dimana orang yang Lauren maksud duduk. Seungho mengamati seksama. Matanya yang jeli telah menemukan sesuatu yang terjatuh di bawah meja. Seungho pun menghampiri meja yang di maksud Lauren. Ternyata sebuah kartu nama yang terjatuh.

KIM KA RIN

Marketing staff

Address: DONGWAN building 199-2,cheongcheon-dong,korea

Telp :+8231/2345***

“Lauren, oppa menemukan kartu namanya..”kata seungho sambil melihat kartu nama di tangannya.

“biar aku yang simpan oppa..suatu saat aku akan pergi kesana..”ucap Lauren sambil mengamati kartu yang kini berada di tangannya.

-Apartemen Donghwa-

suara-suara burung-burung gereja kecil bernyayian di pagi hari seakan berusaha membangunkan Karin dari mimpi indahnya, tak hanya burung-burung kecil yang berusaha membangukan Karin dari lelapnya tapi matahari pun berusaha membangunkan Karin dengan cahaya nya yang menyorot dari celah tirai putih. Karin pun terbangun dan bersiap-siap untuk melanjutkan aktifitas bekerjanya.

Selama di perjalanan ia melihat kalender di HPnya. 2 hari kemudian adalah ulang tahun pacarnya yang ke 25th. Karin bingung harus memberikan kado ulang tahun apa ke pacarnya yang sudah menjalin hubungan sekitar 4 bulanan. Tak lama kemudian bis tiba di halte dekat kantornya. Karin pun siap menghabiskan waktu selama 14 jam karna ada jam lembur hari ini.

-Dongwan Office-

14 jam sudah berlalu. Karin berhasil menyelesaikan semua dokumen-dokumen yang akan di persiapan untuk rapat hari Senin. Semua otot Karin terasa kaku dan pegal karna seharian berada di hadapan layar putih dan setumpukan lembar putih perpena hitam yang bertender di atas meja Karin. Ia regangkan tubuhnya untuk melemaskan otot-ototnya yang sudah berkerja keras melebihi hari biasanya. Terlihat ruangan Karin begitu sepi karna beberapa karyawan sudah pulang termasuk hye ri. Kini rasa kantuk dan lapar hinggap di tubuh langsing Karin.

Selama perjalan Karin terus memegangi perutnya karna menahan lapar. Ia berharap agar bis yang dia tumpangi segera berhenti disekitar apartement Karin dan mampir ke mini market sebentar untuk membeli beberapa cemilan dan minuman.

Doa Karin pun terkabul. Tak lama kemudian bis Karin berhenti di halte. Ia turun dari bis berjalan pasti memasuki mini market dan mengambil keranjang kecil. Terlihat ada seseorang memakai masker putih sedang memilih beberapa snack. Karin yang tanpa pikir panjang mengambil beberapa ramyun,jjangjjangmyeon dan beberapa snack. Karin merasa tak asing dengan postur tubuh pria yang berada sisi Karin yang sibuk memilih makanan dan beralih ke kasir. Karin tak terlalu memperdulikannya, yang ia pedulikan secepatnya ia harus berada dirumah dan memasak makanan. Ketika Karin berada di kasir ia melihat pria tadi yang sibuk mencari sesuatu selagi dia antri di belakang pria tersebut.

“apa yang dia cari ??”Tanya Karin terhadap petugas kasir.

“dompetnya” ucapnya singkat.

“ahhhh… begitu berapa tagihannya dia ??” Tanya Karin sambil membuka dompetnya. Pria itu langsung menoleh kearah Karin.

“55000 won” kata petugas kasir. Karin pun langsung menyerahkan uang berjumlah 55000 won. Pria itu berusaha menahan tangan Karin agar tidak menyerahkan uangnya.

“tak perlu anda bertindak seperti itu ??” kata pria itu terkejut.

“tak apa …aku hanya berbuat baik. Lain kali jangan sampai dompet tertinggal lagi” kata Karin meyakinka pria denga senyumnya.

Pria yang tidak keketahui namanya pun mengucapkan terimakasih dan meninggalkan mini market.

Setelah petugas kasir menghitung belanjaan Karin. karin pun pergi dengan tergesa-gesa setelah membayar transaksi. Tak menyangka tangan Karin di tarik oleh seseorang dari tadi berdiri di luar pintu mini market.

“kau yang barusan kan ??ku pikir anda sudah pulang”Tanya Karin terkejut.

“aku tidak bisa pulang dengan menerima uang secara cuma-cuma. Bisakaha aku mendapatkan no rekeningmu ?? aku akan transfer mengganti uangmu..”kata pria tersebut yang sudah melepas kaca mata dan maskernya menunjukan mukanya.

“ ahhh tak perlu anda bersikap seperti itu…”

“aku tidak bisa menerima uangmu secara cuma-cuma..”

“baiklah…kau itu mau mu, ini no. rekeningku 18345480*** atas nama Karin kirana”

“terima kasih banyak… aku pergi dulu” kata pria itu tersenyum dan membungkukkan tubuhnya 45° dan pergi meninggalkan Karin.

Dia tidak menyadari mukaku ?apakah aku tidak popular ? aku rasa dia buka orang korea

Memengang erat jaketnya menahan dinginnya malam. Karin berlari memasuki apartement. Sesampai apartemenya Karin langsung melepas jaket tebalnya dan berlari meletakan belanjaannya di meja dapur dan mengambil bungkus ramyun dan siap untuk memasaknya. Cacing-cacing dalam perut Karin serasa sudah menyanyi minta makan. 10 menit akhirnya makanan Karin telah ready dan siap untuk di santap.

-Apartement Gungju-

Krekk… suara pintu terbuka. Masuklah seorang berparas cute yang memegang sekantong plastik sambil menahan dinginnya malam. Semua orang telah menanti dia di ruang tamu.

“YAH! Thunder bagaimana kau lupa membawa dompet. ?”teriak seseorang yang baru keluar dari kamar sambil memegang sebuah dompet kulit berwarna hitam ditangannya.

“tenang joonie hyung… aku sudah membawa makanan..” kata Thunder sambil menunjukan kantong plastik ditangannya.

“bagaimana kau membayar semua makanan itu sedangkan dompetmu tertinggal ??” Tanya seungho yang daritadi duduk mengamati Thunder di sofa tamu.

“ada wanita yang membayar makanan kita..”

“fans ??”Tanya sang magnae Mir terkejut

“sepertinya bukan… soalnya ketika aku buka maskerku dan menunjukan wajahku, ia tak menyadari siapa aku dan dia hanya bersikap biasa… sepertinya dia orang asing, maybe Thailand,Vietnam, atau Indonesia”

“ceritanya nanti saja,sekarang kita masak ramyun strew dulu… aku sudah lapar” kata G.O yang sudah berada didapur dan memasang celemeknya.

Kini meja telah penuh dengan kimchi dan beberapa piring yang berisikan nasi serta sebuah panci kuning yang besar yang berisikan ramyun strew makanan buatan G.O. mereka pun memulai makannya. G.O adalah member yang paling jago masak di antara member Mblaq. Ia memiliki banyak kreasi dalam hal memasak sesuai dengan persedian bahan yang ada di kulkas. Sifatnya yang baik, hangat serta selalu menjadi pendengar yang baik di grup membuatnya menjadikan salah satu kakak yang paling berharga. Meski ia memiliki posisi cukup penting di grup sebagai Leader Vocal, ia selalu berbaik hati berbagi ilmu dengan para membernya. Ia bukan hanya sebagai senior saja tapi dia bisa memposisikan dirinya sebagai kakak,guru,sahabat, bahkan sosok sebagai Ibu. Seungho adalah Leader Mblaq yang mempunyai begitu besar Charisma. Umurnya yang paling tua di grup membuatnya dirinya harus bersikap Dewasa dan Bijak. Meski ia memiliki umur paling tua. Ia tak pernah bertindak seenaknya dengan adik-adiknya. Bahkan ia terkadang bersikap seperti anak kecil karna ia ingin akrab dengan adik-adiknya di grup. Ia tak mau ditakutin oleh para member, tapi ia hanya ingin di hormati saja. Julukannya sebagai Leader yang memiliki banyak Talent cukup membuatnya sebagai Leader terpopuler di korea. Ke Populerannya tak lantas membuat dirinya begitu sombong. Berbeda dengan sang leader yang memiliki charisma, sang magnae atau yang biasa dibilang adik terkecil dalam sebuah grup justru memiliki sifat kebalikan sang leader. Sifatnya yang selalu membuat mood maker di dorm membuat semua orang menyayanginya layaknya bayi. Meski pun ia memiliki sifat kekanak-kanakan ia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, ia pun mengerti kondisi dimana saat dia bersikap lucu maupun bersikap dewasa dialah orang yang bernama Mir, seseorang yang sangat mencintai kampung halamannya Jansung. Lee Joon member tertua ke tiga setelah GO. Ia jauh lebih popular dulu sebelum ia debut sebagai member MBLAQ. Ia lebih terkenal diluar negri karna ia membintangi Film Hollywood bersama Rain yang tak lain adalah Guru sekaligus Produser Agensi yang menaungi MBLAQ. Wajahnya yang tampan serta tubuhnya yang penuh dengan otot otot membuatnya di gemari banyak wanita. Posisinya yang berada ditengah-tengah membuat dirinya sebagai penengah antara grup Older dan Younger dikala terjadi perdebatan didalam grup. Joon selalu menempatkan dirinya sebagai pihak Netral. Ia memiliki sifat hampir mirip dengan Mir. Yaitu Mood maker. Serta member ke empat adalah Thunder. Pria yang memiliki wajah kecil, cute dan memiliki kulit susu. Wajahnya yang begitu muda terkadang banyak orang mengatakan dia adalah magnae dalam grup padahal sesungguhnya dia bukanlah magnae. Mir terkadang iri melihat orang selalu memuji Thunder karna ketampanannya dan sebutan magne. Tapi Thunder selalu berusaha meyakinkan orang-orang bahwa Mir jauh lebih tampan daripada dirinya. Serta ia mempertegas bahwa ia bukanlah magnae di dalam grup. Ia tak ingin perasaan Mir tersakiti karna perkataan orang lain. Thunder memiliki kakak yang juga berkecimpung didunia seni suara. Kakaknya Thunder adalah Sandara park salah satu member girlband terpopuler di Korea. Karna kepopuleran kakaknya. banyak orang bahwa Thunder menumpang popularitas di atas nama kakaknya. Karna perkataan orang lain, ia selalu berusaha keras. Bukan hanya kakaknya yang memiliki bakat tapi ia juga memiliki Bakat yang luar biasa. Sifatnya yang suka bekerja keraslah yang membuat seluruh member begitu mencintai dan menghargai jerih payahnya untuk keluar dari jebakan Nama besar kakaknya Sandara.

Keesokan harinya di hari Sabtu. Karin tidak pergi kekantor karna ia mendapatkan libur sehari setelah kemarin ia lembur. Karin tengah sibuk membuat breakfast pagi untuk dirinya. Tangannya yang lentik dengan mahir memotong dan mengupas sayuran yang akan ia buat untuk breakfast salad yang jadi menu andalan Karin di pagi hari.

“aku rasa hari ini aku harus ke bookstore, sudah lama aku tak membeli uku baru…” gumam Karin sambil mengaduk seluruh sayurannya di dalam sebuah mangkok.

Besok ultah kris…sehabis membeli buku aku akan membeli kado untuk kris.

Setelah breakfast. Karin berbersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi ke Seundong bookstore terletak tak jauh dari apartement Karin mungkin hanya 500m. Seundong Bookstore terletak ditengah kota Namsan, toko buku terbesar dan terlengkap ini tak pernah sepi dari peminat dan pembeli. Arsitektur hijau penuh dengan daun-daun serta area membaca yang sangat nyaman membuat Karin menjadikan Seundong sebagai tempat favoritnya di Korea.

Tepat pukul 11.00 KTS Karin keluar dari apartement. Pakaian casual Kaos bergambar doraemon berserta hoodie resleting abu-abunya, Jins panjang dan jaket tebal coklat mempercantik selera fashion Karin yang begitu Simple tentunya Karin tak melupakan Topi kesayangannya yang bersarang diatas kepalanya.

“ahh.. dinginnya…” kata Karin sambil mempererat jaketnya seraya mengunci pintu apartementnya.

Kaki Karin melangkah di tengah Musim dingin. Ia terus mengeratkan jaketnya menahan dingin dan memandang sekitar. Banyak para mahasiswa,Pekerja kantoran serta ibu-ibu berjalan di tengah kota Namsan. Karin tersenyum memandang orang-orang berjalan dengan cepat dan serius. Ia bahagia tinggal di Korea. Tak lama kemudian tangan dengan pasti membuka pintu kaca milik Seundong bookstore. Terlihat pada hari itu tak terlalu ramai. Entah dikarenakan cuaca begitu Dingin yang membuat orang-orang bermalas aktivitas atau keluar dari Rumah. Karin menghampiri deretan buku Internasional. Ia mencari Buku dari Indonesia. Jemari kecilnya menyusuri satu-persatu bilik buku yang berjajar dengan rapi. Hingga telunjuknya berhenti di sebuah buku bernama “Misteri Kontroversi Dunia” karya penulis terkenal indonesia Adhi Permana. Karin sangat menyukai buku bertipe Sosial Politik dan beberapa jenis Sastra terkenal. Ketika Karin asyik membaca buku tiba-tiba ada laki-laki menarik tangan Karin yang sedang membuka buku. Laki-laki itu langsung menutupi wajahnya dengan buku Karin yang masih menempel kuat di tangan Karin. Karin terkejut terdiam dengan kehadiran laki-laki tersebut. Tangannya begitu dekat dengan wajah laki-laki tersebut.

“chogiyo…apa yang anda lakukan dengan buku saya?”Tanya Karin dengan muka masih terkejut.

“mianhamnida.. Bantu saya untuk menghindari Wartawan,mereka semua sedang mengejarku,aku tak bisa pergi ke mobilku”kata laki-laki tersebut yang tak berubah dari posisnya.

“Wartawan…?”.

Karin pun menggelengkan kepala untuk menghilangkan rasa syoknya dan membantu laki-laki yang sedang membutuhkan pertolongannya. Ia langsung menarik laki-laki kesudut Bilik buku.

“lepaskan jaket anda…gunakan jaketku,topi,kacamata tentunya juga  maskerku… setelah itu anda keluar dengan santai jangan membuat mereka curiga. Aku akan mengenakan jaket anda… carilah taxi dan pergilah ketempat yang aman, ku berikan anda handphone ini…didalam handphone ini cari nama contact Karin 2, beritahu anda berada dimana.. aku akan pergi dimana tempat anda berada..”kata Karin panjang lebar sambil membuka jaketnya tebalnya yang panjang.

“anda bisa celaka…”kata laki-laki tersebut khawatir.

“percaya dengan ku”kata Karin meyakinkan. Akhirnya  mereka saling bertukar jaket dan Karin menyerahkan masker,kacamata dan topi terhadap laki-laki terebut. Laki-laki tersebut telah siap dengan penyamarannya.

“anda sebenarnya siapa kalau boleh tahu ??”

“aku G.O seorang penyanyi” kata laki-laki sambil merapikan jaketnya.

“bagaimana bisa anda pergi tanpa penyamaran sama sakali?”Tanya Karin.

“aku pikir aku tak akan di kenali karna hari ini begitu dingin.. aku beranggapan bahwa semua orang akan malas keluar rumah karna cuaca dingin.”

“yaaa sudah lah. Sekarang anda keluar dari book store dengan hati-hati, jangan lupa cari contact ku untuk menghubungi aku” kata Karin lirih.

G.O punmerapikan diri dan berjalan lirih sambil menutupi sebag mukanya dengan kerah jaket. Sedangkan Karin langsung menganakan jaket milik G.O.

Gak jadi beli buku deh… G.O??namanya unik kekekeke

Puluhan wartawan dan beberapa fans masih berdiam di depan pintu bookstore. Karin mulai terlihat gelisah. Demi menyelamatkan dirinya Karin pun terpaksa menerobos kerumunan wartawan dan fans

“good bless me.. please”gumam karin

Karin menghela nafas panjang dan berjalan setengah lari mengeratkan tasnya dengan tangannya dan menutupi kepalanya dengan tudung jaket bulu mulik G.O. Kini ia telah bersiap menerobos kerumunan manusia yang tengah menanti di luar halaman meski cuaca begitu dingin mereka tak bosan berada di halaman bookstore. Karin membuka pintu bookstore dan merasuk dalam kerumunan. Cahaya flash camera begitu banyak, tangan-tangan jahil yang mencoba menarik jaket G.O pun begitu terasa di tubuh Karin. Tak jarang ada seorang fans yang secara tak sengaja mencakar pergelangan tangan Karin. Karna begitu dinginnya cuaca, rasa sakit di pergelangan Karin tak terasa. Karin terus dan terus berusaha keluar dari kerumunan dan berlari ke arah taxi yang tengah berhenti. Pada akhirnya Karin berhasil melarikan diri dan masuk kedalam taxi. Didalam taxi, Karin merapikan rambut panjangnya yang aak-acakan karna tertarik beberapa fans dan rasa sakit goresan pada pergelangan tangan Karin pun mulai terasa perih dan sedikit berdarah.

Menolong orang sampai aku terluka sendiri…

FROM : Karin 2

Apakah kau baik-baik saja ??maaf sudah merepotkanmu. Aku berada di parkiran Namsan Tower…

-G.O-

“pak tolong ke parkiran Namsan Tower, Terima kasih” kata Karin ramah.

Seraya menanti taxi sampai tujuan. Karin merapikan dirinya dan melepaskan jaket G.O yang menempel di badannya dan menyisir rambutnya yan kusut. Karin terus memegang pergelangannya menahan sakit. Tak lama kemudian taxi putih yang ditumpangi Karin sampai di parkiran Namsan Tower.

“oak tolong tunggu sebentar yaaa?”kata Karin terhadap sopir taxi.

Lalu Karin segera turun dari taxi. Mata Karin mencari sosok tinggi yang mengenakan jaket panjang coklat mudanya. Akhirnya ia menemukan seseorang yang tengah duduk di bawah pohon menahan dinginnya salju.

“G.O ssi…”sapa Karin mendekat.

“ahh dinginnya, ini jaket mu” kata G.O sambil melepas jaket dengan cepat. Karin langsung memberi jaket G.O yang sudah tidak ia kenakan. Ketika Karin menyerahkan jaket G.O, G.O melihat goresan merah yang terlihat dengan sedikit darah di pergelangan tangan Karin. G.O langsung menarik pergelangan tangan Karin.

“tanganmu terluka…”kata G.O terkejut. Karin yang terkejut dengan perlakuan G.O langsung menarik tangannya dari tangan G.O dan memakai jaketnya kembali.

“tak apa.. hanya luka kecil”kata Karin sambil menutupi lukanya dengan hoddie dan jaketnya. “kau yakin ?”Tanya G.O khawatir sambil menyerahkan topi,masker dan kaca mata dari Karin.

“tak apa.. percayalah… aku harus kembali dengan aktivitasku yang tertunda bye..bye”kata Karin yang hendak meninggalkan G.O di tengah salju. Tapi G.O kembali menahan tangan Karin.

“tunggu.. terima kasih banyak sudah banyak membantu bahkan kau terluka karnaku..kalau boleh tahu namamu siapa?”Tanya G.O yang tak melepskan tangan Karin.

“Karin.. Karin Kirana, sama-sama.. aku senang membantu orang lain”kata Karin tersenyum. Perlahan tangan G.o melemah dan melepaskan tangan Karin. Karin pun langsung bergegas menuju taxi yang menunggunya.

Anehh…..

Selama perjalanan Karin hanya melamun dari sisi kaca memandang butiran salju yang turun.

“agasshi ..kita mau kemana?”Tanya sopir taxi.

“ahh.. maaf, tolong antarkan aku ke toko obat sebentar setelah itu antarkan aku ke The Plaza Seoul Mall yang pak…”

“baiklah agasshi”

Karin turun dari taxi dan memasuki sebuah toko berwarna hijau.

“bisakah saya beli obat untuk luka goresan dan perban?”Tanya Karin.

“sebentar yaa..”kata apoteker cowok berjas putih. Tak lama kemudian dia datang dengan membawa beberapa obat dan sebuah perban.

“mana luka anda?biar saya yang mengobatinya”

Karin menunjukan luka goresan di pergelangan tangannya. Apoteker laki-laki tersebut mengobati luka Karin dengan hati-hati.

“bagaimana bisa kulit putih bersih dan sehat ini terluka?”tanya sang apoteker yang dengan teliti mengoleskan obat diatas luka Karin.

“hanya tercakar orang tak dikenal”kata Karin sambil menatap lukanya yang kini sedang di balut oleh dokter.

“ahhh selesai..oleskan obat ini 3x sehari dan rutin menganti perban agar tidak meninggalkan bekas luka, dan sebelum mengoleskan luka bersihkan luka dengan air hangat.”kata sang apoteker sambil menyerahkan obat oles dan beberapa perban. “terima kasih banyak dok…”kata Karin sambil menyerahkan beberapa lembar uang. Setelah itu Karin pergi dari apotek dan menajutkan pergi ke mall untuk mencari kado ultah pacarnya Kris.

Aku merasakan hambar di hatiku…

-TBC-

One thought on “[FF Freelance] Its That True (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s