Gone [Chap1]

Gone part 1

Tittle: Gone
Genre : Sad Romance
Length : Chaptered
Author : Park Mi-Rin
Rating : PG-13
Poster Teaser : Mi-nji Art
Main Cast : Park Jiyeon “Jiyeon T-ara” , Kim Min-Seok “Xiumin Exo” , Henry Lau “Henry Super Junior”
Support Cast : Find yourself
Backsong : Jin – Gone


*kyaaa*
Akhirnya FF ini rilis *prokprok*
Ini terinspirasi dari MV Jin – Gone dan jujur aku sangat tersentuh dengan acting Xiumin disini hoho gmana dengan kalian ^^ Daripada saya banyak bacot ye dan bikin kesel lebih baik

HAPPY READING CHINGUDEUL!!!!

***
sebuah mobil terlihat berhenti di depan sebuah rumah vintage yang berhalaman luas. seorang gadis turun dari mobil, setelah supirnya membukakan pintu. Ia merapikan tasnya dan berjalan lurus dengan tatapan kosong menuju halaman.

“nona Jiyeon apa perlu..”
“aku bisa sendiri..”Ucap Jiyeon berjalan pasti melintasi halaman rumah tersebut.

Ditempat lain seorang anak lelaki tengah sibuk memainkan piano, melantunkan nada-nada yang begitu enak di dengar. Matanya teralih pada seorang gadis yang tengah melintas diluar jendela. Gadis yang tak lain adalah Jiyeon yang masih berjalan menuju pintu rumah tersebut. mata anak lelaki itu masih tak beralih pada sosok gadis yang pertama kali dilihatnya hari ini.

‘plakk!!!’ suara pukulan ke arah piano membuyarkan padangan anak itu.
“Xiumin! Focus!!!”
“Nde.. Hyung” Ucap Xiumin yang mulai memainkan pianonya dari awal.
“tetap fokus! Aku keluar sebentar”
“nde, hyung” Ucap Xiumin.

Ditengah lagu, Xiumin terus penasaran dengan anak perempuan yang tadi Ia lihat. Dia kembali memalingkan padangannya ke arah ruangan sebelah yang berbatas hanya dengan pintu kaca. Sambil memainkan piano di depannya. Terlihat Henry yang tak lain adalah kakaknya tengah berbicara dengan gadis itu.

Henry menghampiri Xiumin dan menyudahi latihan hari ini. Dan menyuruh adiknya itu untuk segera pulang.

“Aku akan kembali besok, hyung”
“tentu saja! Bukankah permainanmu untuk bagian ini tak ada peningkatan?” sindir Henry sambil tertawa melihat ekspresi adiknya yang selalu tegang. “kenapa kau begitu serius, cepatlah pulang”
“baiklah, sampai bertemu besok” Ucap Xiumin berpamit pulang.

Henry memang terlihat tegas dalam segala hal. Sejak 5 tahun lalu ia memulai hidupnya sendiri dan meninggalkan rumah. Meskipun terkadang Henry bersikap biasa-biasa saja Xiumin tetap bersikap formal pada kakaknya.itu karna henry memang sedikit keras pada adiknya. Namun bukan karna membenci Xiumin yang lebih di sayangi di keluarga, namun itu setidaknya dapat memberitahu Xiumin kalau dia masih memperdulikan adiknya itu meskipun sudah lama mereka tak tinggal serumah dan hanya bertemu ketika latihan piano seperti sekarang.

Xiumin keluar dari ruangan belajarnya dan di sambut oleh sekertaris ayahnya yang tengah menunggu di depan pintu. Xiumin mengambil tasnya dan terlihat mengunyah beberapa buah yang terlihat seperti permen. Saat bersamaan ia berpapasan dengan Jiyeon, gadis yang sejak tadi membuatnya penasaran. Awalnya pandangannya tak mengarah kemanapun tapi entah mengapa saat melintas perasaannya menjadi aneh seketika. Kepalanya secara reflex melihat ke arah gadis manis tanpa senyum itu.

“Cepat, tuan. Taeyeon songsaenim telah menunggu di rumah…”Ucap sekertaris Yoon yang melihat Xiumin tengah berhenti melangkah dan melamun melihat ke arah Jiyeon.
“arrasoyoe~ arra…”Ucap Xiumin terlihat sedikit kesal berjalan keluar dari rumah henry. “sampai kapan hal menyebalkan ini terjadi”omel Xiumin berjalan cepat ke arah mobil.

***

Siang hari ini dengan wajah cerah Xiumin turun dari mobilnya terus mengunyah sesuatu dan terus mengumpat kasar. Piano, bukanlah hal yang dibencinya tapi diperlakukan sebagai anak-anak itu yg sangat ia kesalkan. Bagaimana tidak kemana-mana ia harus di kawal seperti anak presiden negara ini.

Kesalnya menghilang ketika memasuki rumah Henry dan mendapati anak perempuan yang kemarin terlihat serius memainkan nada-nada dengan menekan tuts piano dengan perlahan.

“Jiyeon~a! ini bukan pertama kalinya kau memegang piano! Ada apa denganmu!!!”bentak Henry yang terdengar sejak Xiumin memasuki ruangan.

Jiyeon hanya terdiam dengan bentakan kasar henry. Tak ada yang bisa Jiyeon lakukan selain terus berpura-pura tak terjadi apapun. Tatapannya kosong, sudah berbulan-bulan gadis ini terlihat aneh bagi henry.

“kalau kau begini terus, aku akan menyerah mengajarimu!”Omel henry meninggalkan Jiyeon.

“kenapa hyung begitu kasar padanya?”keluh Xiumin. Xiumin bangkit, sekertaris Yoon terlihat menarik Xiumin. Xiumin melepas tasnya yang di tarik oleh Sekertaris Yoon sehingga ia berhasil melangkah mendekati Jiyeon yang terus menekan nada do pada piano didepannya.

“wae? Apa kau takut dimarahi olehnya?” Tanya Xiumin yang duduk di sebelah Jiyeon.
Jiyeon hanya diam dan terus menekan sembarang tuts didepannya.
“Yakh.. Kau mendengarku kan?” Tanya Xiumin menatap wajah Jiyeon.
Tatapan gadis hanya lurus kedepan dan tak berkata sepatah katapun.
Xiumin terdiam. Ia memegang dadanya yang berdetak lebih cepat tak seperti biasanya. “Yeppo..”Ucap Xiumin.
Jiyeon mengedipkan matanya. Ekspresi wajahnya terlihat berubah hendak akan tersenyum atas pujian Xiumin.
“neo.. Punya mata yang indah.. Kau sangat beruntung..” Lekungan manis yang akan berubah menjadi senyum menghilang. Jiyeon bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Xiumin.
“eoh?” Xiumin keheranan dengan tingkah Jiyeon. “Yakh!! Eodigga?” Jiyeon pergi begitu saja. “Yakh!! Yakh!!!” Teriak Xiumin masih duduk di bangku piano. “waegeore? Apa aku salah bicara?”Ucap Xiumin menggaruk kepalanya menatap Jiyeon di balik jendela yg pergi tanpa menengok ke arahnya sedikitpun. “aneh..” Xiumin menggembungkan pipinya mulai memainkan piano dihadapannya.
“kemana Jiyeon?” Tanya henry yang memasuki ruangan piano.
Xiumin berhenti memainkan pianonya. “eoh? Hyung. Nughu? Jiyeon?”
“anak perempuan tadi.”
“ahh, jadi nama Jiyeon?”
“eoh? Park Jiyeon! Apa dia marah lagi?”
“ye? Molla. Kenapa hyung bertanya padaku.”
“apa kau mengatakan hal aneh padanya?”
“aniyo..”
“kau mengusirnya?”tuduh Henry.
“anyi anyi!!!”
“Lalu kenapa dia pulang? Ini belum waktunya pulang. Dia baru datang beberapa menit lalu.” omel Henry melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya.
“apa dia murid baru hyung?”
“dia bahkan bermain lebih baik darimu!!”
“mwo? Lebih baik? Dia bahkan hanya bisa menekan tuts do berulang-ulang!”Omel Xiumin.
“yakh! Neo!!!” Ucap Henry hendak memukul kepala Xiumin. “lanjutkan yg kemarin!!” Ucap henry.
Xiumin memanyunkan bibirnya lalu mulai memainkan piano di depannya. Sementara henry meraih ponselnya dan berjalan keluar meninggalkan Xiumin. “Yakh!!! Jangan mainkan lagu itu! Mainkan yang kemarin!”Teriak Henry.
“dia bahkan sedang sibuk menelpon. Ahh hyung memang memiliki pendengaran yang baik!”keluh Xiumin.

Sementara Jiyeon dengan wajah tampak begitu kesal masuk kedalam mobilnya setelah dibukakan oleh supirnya.
“hari ini berakhir dengan cepat?”Tanya supir Jiyeon.
“eoh. Aku ingin pulang..”Ucap Jiyeon. “Pallii!!” sambung Jiyeon. “Shirreo!!! Jinjja Shirreo!!” Batin Jiyeon menyandarkan kepalanya pada kaca mobil.

***

Esok harinya Jiyeon datang lagi ke rumah Henry untuk melanjutkan les pianonya. Jiyeon duduk di depan piano. Belum ada tanda bahwa henry ada disana. Jiyeon hanya diam dengan tatapan kosong di depan pianonya.

“Kau datang..”
“hmm..”Ucap Jiyeon menundukkan sedikit kepalanya memberi salam.
“Kau sudah lama?”
“Anyi, aku baru saja sampai…” Ucap Jiyeon mengenggam tangannya sendiri.
Henry memperhatikan tangan Jiyeon yang terlihat akan mengatakan sesuatu. “waeyo?”
“eoh?”
“ahh, lupakan. Sampai mana kemarin?” Ucap henry duduk di sebelah Jiyeon.
“menyerahlah…” Henry menatap kesal ke arah Jiyeon.
“ah…” Henry mendesah panjang, menghempaskan buku di depannya. lalu bangkit meninggalkan Jiyeon begitu saja.

Permen yang biasa Xiumin letakkan di atas meja piano pun berhamburan kemana-mana ketika terkena buku not lagi yang di hampas henry. Henry tampak keluar dari ruangan dengan wajah kesal menuju kamarnya.

Dilain tempat tak jauh dari sana, Xiumin tengah berdiri membuka pintu rumah Henry dengan raut wajah yang sedikit lesuh. Seakan dia tengah mengumpulkan dirinya untuk bertemu henry dan mendengar omelan lelaki itu.

“ah.. Lihatlah apa lagi yang terjadi..”Keluh Xiumin yang menghempaskan tubuhnya di atas sofa di ruangan depan.

Xiumin memejamkan matanya bersandar pada sofa yang terbilang cukup besar itu. Matanya terbuka setelah mendengar suara sesuatu yang terjatuh di ruang musik henry yang saat itu bersebelahan dengan dimana Xiumin tengah beristirahat. Xiumin membusungkan tubuhnya melihat ke arah ruangan yang hanya di batasi dengan pintu kaca.

Xiumin bangkit tersenyum melihat gadis kemarin itu ada disana. “Apa yang dia lakukan..”Keluh Xiumin melangkah lebih dekat ke arah pintu.

Jiyeon yang tengah duduk di lantai terlihat meraba-raba sesuatu pada lantai. Mata Xiumin tak berkedip melihat hal itu. Permen miliknya tengah berhamburan di lantai. Xiumin menampakkan wajah aneh ketika melihat Jiyeon yang bereksperi datar tak kunjung menyentuh permen itu dan malah menyentuh ke arah lain.

“sekertaris Yoon, apa gadis itu..”
“ye?”
“apa dia tak bisa melihat apapun?”Tanya Xiumin yang mengayunkan tangannya sendiri di depan mukanya.
“Tuan muda, jangan..”

to be contiuned

 

tinggalkan komentar anda ^^ hehehe

16 thoughts on “Gone [Chap1]

  1. annyeonghaseyo :)#bungkuk90derajat

    kenapa henppa emosi bgt sih?? ati” darah tinggi loh oppa :p
    hahaha..
    ah, emang bener ya jieon buta? wae? hiks..hiks..
    eon, aku mau nanya#bedirisambilangkattangan
    akhiran’a gak bakalan sama kayak yg di mv aslikan? jebal..jeball..
    masa eonni tega misahin xiuppa sama jieon 😦
    tolong jangan pisahkan mereka #meraung-raungsambilnyeretkakikayaksusterngesot

    eon, part lanjutan’a jgn lama” ya eon 🙂

    HWAITTTIIINNNGGG 😀

  2. Baru nenu ff ini dan suka sama ceritanya apa la gi sama cast yg author pake, my baby dino hehe oke aku mau lanjut baca part dua dulu anyeong ^^

  3. Baru nemu ff ini dan suka sama ceritanya apa lagi sama cast yg author pake, my baby dino hehe oke aku mau lanjut baca part dua dulu anyeong ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s