[FF Freelance] Love in Seoul (Chapter 1)

[pic] Love in SeoulTitle : Love in Seoul (Chapter 1)

Author : Anita

Genre : Romance, School Life

Rate : PG-13

Main Cast :

1) Yuki Kasiwagi (AKB48)

2) Byun Baekhyun (EXO)

3) V / Kim Taehyung (BTS)

4) Kim You Jung (Actress)

Length : Chapter

Note : FF ini author buat dari inspirasi yang begitu saja terlintas dipikiran saat sedang nyuci piring. Harap jangan copy-paste *ah, gak mungkin*😀 dan habis membaca, tolong tinggalkan jejak kalian ya. Gomawo~

———-Chapter 1———-

 

Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku di sebuah negara yang sama sekali aku belum pernah datangi sebelumnya. Di sini aku akan mulai menjalani hidupku sebagai seorang pelajar SMA. Aku tidak memiliki siapapun di negara ini. Keluarga, saudara, semuanya berada di Jepang, negara ku.

Namaku Yuki Kasiwagi. Aku baru saja lulus SMP dan akan meneruskan ke bangku SMA. Dan aku meneruskan SMA di sini, di negara yang terkenal akan boyband tampannya, Korea. Aku senang sekali di perbolehkan hidup mandiri, dan memutuskan Korea tempat tujuanku untuk melanjutkan sekolah. Orang tuaku mengizinkan itu. Biarpun aku belum lancar dalam berbahasa Korea, setidaknya aku mengerti. Karena dari SD aku sudah belajar bahasa Korea di tempat lesku.

Saat pertama kali datang ke sini, aku ditemani oleh kedua orang tuaku, ibu dan ayah. Mereka membantuku mencarikan tempat akan aku tinggal dan tentu saja sekolah. Mereka mencarikan aku tempat tinggal yang dekat dengan sekolah.

“Anata ni totte, kono basho wa anata to tame ni jubundearu. (Karena kamu sendiri, tempat ini cukup kan untukmu.)

Biarpun tempat tinggal ku lebih sempit dari rumah ku di Jepang sana, setidaknya tempat ku tinggal sekarang nyaman dan tetangga sebelah baik terhadapku. Bahkan ibu dan ayah meminta mereka untuk memperhatikan aku. Walaupun ibu dan ayah mengizinkan aku menjalani hidup jauh dari mereka, tapi tetep saja mereka sangat mengkhawatirkan aku.

Pertama kalinya mendatangi sekolah untuk mendaftar di sekolah tersebut, aku sempat melihat sosok cowok yang membuat mataku langsung tertuju padanya. Biarpun tinggi badannya tidak setinggi boyband favorit ku di Korea, Kyuhyun super junior. Tapi aku suka wajahnya. Begini ya wajah asli cowok-cowok Korea. Sipit-sipit manis. Aku suka!

Tapi siang ini, aku tidak tau harus mau kemana seorang diri. Aku masih belum berani pergi sendiri. Padahal hari pertama masuk SMA ku tinggal beberapa hari lagi. Selain sekolah, tidak ada tempat lagi yang aku tau di negara Korea ini. Tapi aku sempat baca di internet tempat-tempat indah di Korea, seperti sungai han, pulau jeju, dan masih banyak lagi.

Sebelum aku memulai sekolah, aku ingin sekali ketempat-tempat indah yang ada di Korea. Dan menemukan seorang teman. Saat pertama kali tinggal di tempat ku sekarang ini, aku sudah berkenalan dengan seseorang yang ternyata satu sekolah dengan ku, Kim You Jung namanya. Dia gadis yang baik, kelihatannya. Tapi aku tidak bisa begitu saja memintanya mengantarku untuk berjalan-jalan, sekitar rumah ku saja. Aku dengannya belum berteman baik.

Aku pun memutuskan pergi ke mini market dekat rumah. Membeli kebutuhanku untuk kurung waktu sebulan. Membeli beras, membeli berbagai sayuran yang aku bisa ku masak, dan sebagainya. Aku ingin membelinya sekaligus agar aku tidak bolak-balik ke mini market untuk membelinya. Orang tua ku mengirimkan aku uang lebih, keluarga kami yang bisa di katakan berkecukupan tidak begitu memusingkan jika aku kekurangan uang. Kalau kurang, aku bisa menghubungi mereka dan meminta mereka mengirimkannya. Tapi aku tidak ingin menyusahkannya, tinggal sendiri di negara orang tanpa seorang pun yang dikenal sudah membuat beban tersendiri bagi orang tua yang di tinggal anak satu-satunya.

Keluar dari mini market, aku membawa belanjaanku yang banyak dan berat seorang diri. Ah, menyebalkan! Aku seperti ibu-ibu yang membawa belanjaan sebanyak ini. Sempat saat membawa belanjaan, aku tersandung. Aku lantas di bantu oleh seorang cowok. Sesudah membantuku, dia memperkenalkan diri. Namanya Kim Taehyung, sempat ku kira dia cowok yang kulihat di sekolah ku saat aku mendaftar. Wajah mereka hampir mirip. Tapi nyatanya dia berbeda sekolah denganku. Sebelum dia pergi, tidak lupa aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Korea padanya. Dan dia membalas ucapanku. Kupikir dia akan merasa aneh dengan logat suaraku, tapi ternyata tidak.

Untungnya jarak rumah ku dengan mini market sangat dekat, jadi cowok yang bernama Kim Taehyung itu membantu ku membawa belanjaan sampai tempat tinggal ku berada, tidak begitu masalah baginya. Aku benar-benar berhutang budi padanya. Suatu saat nanti, jika bertemu dengannya lagi aku pasti membantunya. Apapun itu!

Hari sudah berganti malam, tapi aku tidak tau harus melakukan apa seorang diri. Bosan, ya pasti bosan. Aku hanya seorang diri di sini. Andai saja aku punya teman dekat, aku pasti memintanya untuk tinggal bersamaku. Berulang kali aku menekan tombol remot tapi acara TV Korea tidak ada yang ku mengerti. Aku hanya menonton acara musik, menunggu comebacknya super junior tapi tak kunjung comeback. Please, ELF menunggu kalian!

Kerjaan ku dari pagi sampai saat ini, hanya makan, tidur, bersih-bersih, dan belanja. Aku benar-benar tidak ada kerjaan sekarang. Jadi bingung mau berbuat apa. Main? Main apa kalau hanya sendiri. Coba saja aku banyak kerjaan, pasti mengeluh capek. Giliran sekarang tidak berbuat apa-apa, bingung. Itulah manusia. Haha Tapi aku suka di sini. Sungguh. Karena tidak ada orang tua di sini, aku bisa melakukan apapun yang aku suka. Biarpun saat ini aku masih kesepian, tapi nanti kalau sudah memiliki teman dekat, pasti hari-hari ku akan menyenangkan.

“Yuki-ssi,”

Terdengar suara bibi sebelah memanggilku.

“Ne… Ahjumma,”

“Ini, makanan sup kimchi untukmu. Kamu sudah makan malam?” ucapnya dalam bahasa Korea penuh perhatian.

“Ne, Gamsahamnida,”

“Datanglah ke tempatku, bermain dengan You Jung,”

“Ne,”

Aku tidak bisa banyak berbicara dalam bahasa Korea, tapi bibi itu membalas dengan senyuman yang begitu lembut padaku. Perhatian yang dia berikan seperti ibu ku, padahal aku belum lama bertetangga dengannya. Semoga saja kehangatan yang dia berikan berangsur lama, tidak hanya pada saat ini saja.

Aku pun membawa masakannya ke dalam rumah, “Oishi, (Enak)” gumamku menyantap sup kimchi buatan bibi sebelah. Masakan bibi sebelah begitu enak. Aku sangat suka, jadi ingin menyoba semua masakan khas negara ginseng ini. Terlihat dari acara TV yang tadi aku lewatkan, acara memasak terlihat lezat masakan-masakan Korea yang di masak. Seharusnya tadi aku menontonnya, mungkin saja aku bisa membuatnya. Sayang sekali, acarnya pasti sudah selesai.

Selesai menyantap makanan dari bibi itu, aku langsung membersihkan mangkuk sup bibi. Aku berniat untuk mengembalikan mangkuknya sekarang juga. Aku ingin dia tau kalau aku sudah selesai memakan masakannya dan ingin sekali lagi mengucapkan terima kasih atas makanan yang dia berikan.

“Terima kasih atas makanannya,” ucapku dalam bahasa Korea ke bibi yang baru saja memberikan aku sup kimchi.

“Sudah di makan? Cepat sekali,” katanya sambil tertawa.

Aku hanya membungkukkan badan sambil mengucapkan terima kasih lagi lalu pergi setelah bibi berkata itu. Aku tidak ingi berlama-lama mengobrol dengannya. Saat baru keluar dari rumah bibi, aku melihat sosok ana cowok yang seperti sedang mengawasi sesuatu ke arah tempat tinggalku. Aku bisa melihatnya dari rumah bibi, karena ruma bibi dengan tempat ku tinggal cuma beberapa langkah saja.

Seakan aku mengenal wajah itu, aku pun berjalan mengarah padanya.

“Nuguseyo?”

Dia sontak menatapku. Ternyata dia cowok yang kulihat saat mendaftar sekolah dulu, tapi untuk apa dia datang ke tempat ku? Kami saling kenal saja tidak.

 

-TBC-

 

0:12 FF ini selesai. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa gak sadar udah jam segitu. Saya lupa besoknya ada ngampus. Karena tanggung tetep diterusin. Ngebosenin ya? Belum, ini baru awal. Tapi kalo dikit yang komen. Dengan perasaan sedih, FF ini author berhentikan sampai di sini. Hiks. Annyeong!

5 thoughts on “[FF Freelance] Love in Seoul (Chapter 1)

  1. udah bagus kok, aku suka ceritanya🙂
    cuman, mau koreksi dikit boleh kan?
    ini alurnya aga terlalu cepet menurut aku. terus, pas bagian si V nolong yuki lebih enak kalo ada dialognya deh, juga pas yuki kenalan sama you jung. ngga tau kenapa kalo ngga pake dialog kesannya itu kecepetan. terus, kata ‘cowok’ aga kurang pas. lebih pas kalo ‘laki-laki’ aja.
    maaf kalo aku terkesan sok tau/bawel, cuma pengen ngasih masukan aja kok🙂
    semangat lanjutinnya ya, aku tunggu^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s