[FF Freelance] Our Target (Part 11 – END)

our targetTitle                       : Our Target!

Author                  : Park Min Gi

Main Cast            : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Genre                   : Horor-Romance

Length                  : (Part 11)

Rated                    : PG-17

Summary             : When a plan change for some reason…

“This plot definetly mine & just a fanfiction”

 

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9, Part 10,

***

“Jonghyunn-aah! Jonghyun-aah!!”

Sebuah panggilan yang terdengar genting menggema diruangan tempat Kai mendorong Jonghyun dengan kasar. Kedua vampire yang masih meregang amarah itu menoleh, dan mendapati Taemin dan ayahnya berlari ke arah mereka dengan wajah yang lebih pucat dari kulit normal vampire pada umumnya.

Ekspresi mereka sedikit bergidik ngeri dan menegang.

“Mana Jinki?!” tanya ayah Jinki saat menyadari sang anak kedua tidak bersama dengan Jonghyun maupun Kai,

“Jonghyun-Hyung, King Kim Bum gagal membujuk Asmodeus, ia malah menyandra ayah dan Ibu kalian juga ibuku disana! A-asmodeus bahkan menyuruh semua anak buahnya menyerang kita d-disini!!” jelas Taemin sedikit tergagap karena terlampau takut.

“APA?!!”

“Jonghyun-aah cepat cari dan bawa Jinki kesini. Kau juga Kai!” perintah raja Lee,

Kai mendengus kesal sebelum terpaksa menuruti perintahnya. Ia-pun pergi bersama Taemin, mencari Jinki diluar.

***

“Eumhh…~” desah Krystal, sesaat setelah ia melepas ciumannya dengan Jinki. “apa kau yakin tak membutuhkan nafas dalam hal ini? bukankah kau masih menjadi manusia sekarang?? Disini ka nada Bunny!” tanya Krystal, tak menyangka bahwa Jinki-sanggup menciumnya hingga 10 menit lebih.

“Sepertinya hormone manusiaku lebih kuat, eum..mungkin saja sekelas dengan kekuatan vampire ku! Hehe” jelas Jinki-terkekeh. Ia mengelus pelan pipi Krystal, sebelum menoleh ke suatu sudut yang memunculkan beberapa sosok vampire sepertinya berada tepat dibelakang Krystal, berjalan menghampiri mereka.

“K-krystal… “

“ne..?”

“berdirilah dibelakangku…” ucap Jinki penuh keseriusan. Krystal yang menyadari ekspresi Jinki berubah tegang dan waspada, tanpa pikir panjang langsung menuruti kata-kata Jinki. sesaat-setelah ia melihat kerumunan vampire berusaha mendekati mereka, ia langsung menggayut lengan Jinki erat dan membiarkan Bunny pergi dari rangkulannya.

Jika Bunny tetap berada bersama mereka, Jinki takkan bisa menjadi Vampire. Dan ia bisa mati, jika vampire-vampire ganas ini menggigitnya.

“Mau apa kalian?!” tanya Jinki-ketus.

Salah seorang vampire menyeringai. Memperlihatkan sederet gigi panjangnya menyapa pertanyaan Jinki. “tak kusangka, kau menyisakkan satu manusia dibelakangmu Lee Jinki.”

Jinki hanya mengernyitkan dahinya menatap beberapa kumpulan vampire itu dengan garang. Ia takkan membiarkan siapapun melukai gadis yang berada di belakangnya ini.

“Wohoo~ sepertinya kalian adalah sepasang kekasih. Ha-ha, menjijikan sekali! Asmodeus pasti tidak akan sungkan lagi untuk membunuhmu dengan tangannya sendiri, jika ia mengetahui hal ini!” ujar salah seorang Vampire yang memiliki rambut panjang sepundak-menatap mereka bak sebuah Loyang pizza yang lezat.

“O-onew…” Krystal bergidik ngeri. Ia bukan hanya takut pada apa yang akan terjadi padanya nanti, namun juga takut akan apa yang terjadi pada Jinki.

“Oh, kalian disini rupanya!” sebuah suara membuat semua yang berada di dalam pekarangan menoleh dan mendapati vampire brunnete berwarna cokelat bersama dengan wanita yang berwarna serupa rambutnya, datang secara tiba-tiba.

“Jong!” Ujar Jinki, tampak lega.

Salah seorang komplotan vampire itu mengernyitkan dahinya bak tengah mengidentifikiasi seorang wanita baru yang berada di sebelah Jonghyun. “Siapa dia?”

Jonghyun menyeringai sambil berkata, “NewBorn and My girlfriend. Any problem with it??”

Sulli tersenyum tatakala Jonghyun menjawab semua itu dengan merangkul dirinya erat. Ia-pun meresponnya dengan mencodongkan tubuhnya agar lebih dekat ke Jonghyun, memasang wajah nakal saat Jonghyun mencium singkat pipinya.

Jinki dan Krystal hanya tertawa kecil tatakala melihat kedua pasangan itu-in action, sementara komplotan vampire lainnya, beberapa memandang hal itu begitu menjijikan, namun sebagian lagi memasang eskpresi iri.

“Bukankah, Asmodeus melarang kalian untuk-“

“Asmodeus melarang vampire untuk menjadikan manusia sebagai Vampire bila manusia itu bukan keinginan sang manusia. Ia juga melarang, bila beberapa manusia itu tahu mengenai bangsa vampire!” ujar King Lee, yang datang tiba-tiba bersama Kai dan Taemin, menyelesaikan pernyataan hukum vampire.

“Ah~ King lee! Lama tidak berjumpa, yang kau katakana sangat benar. Namun sayangnya, kedua vampire termuda ini masih menyisakkan manusia yang mengetahui bangsa kita..”

Mereka memandang ke arah Krystal yang kini semakin memperat rangkulannya pada lengan Jinki.

“aku tak ingin berbasa basi cukup lama! Membosankan. Lebih baik kita selesaikan dengan cepat!” perintah sang vampire terdepan, yang membuat komplotan vampire bersigap untuk menyerang kelompok Jinki.

***

Krystal Pov

Entah bagaimana hal itu terjadi. namun, aku begitu takut akan berbagai hal yang akan ku lihat dan alami nantinya. Aku mendengar Onew menyuruhku untuk bersembunyi disalah satu pohon. Dengan bantuannya, aku bersembunyi disana dan melihatnya kembali kesana.

Tak berani melakukan apapun. Karena begitu aku membuka mata, peperangan itu telah dimulai dengan keji dan kasar. Tatapan yang dapat ku tangkap dari pandangan mereka adalah, saling memburu. Bunuh,..atau dibunuh.

Kelompok kiriman Asmodeus bergerak dengan sangat cepat hingga membuat kelompok Onew kewalahan. Hal itu tak berlaku bagi, King Lee. Ayah Onew. di sudut kanan, aku melihat Sulli yang sejatinya baru kemarin menjadi vampire, tengah kewalahan dan kehabisan tenaga menghadapi vampire bertubuh besar yang sejak tadi mengincar dirinya. Melihat Sulli sepertinya akan kalah, aku berniat untuk keluar dari persembunyian dan mencoba melakukan sesuatu untuk menolongnya.

Namun, belum sempat melakukan apapun Jonghyun sudah menyelamatkan Sulli dan mematahkan kedua kaki vampire bertubuh besar itu kemudian mencabik lehernya-kasar. Ku lihat, tatapan vampire Bengal itu semakin menyeramkan ketika ia tengah membunuh lawannya. Begitu menyeramkan, hingga mengingatkanku pada tatapan Jongin kala itu.

Jinki menyadari bahwa Kai mulai lemah dan kewalahan dengan lawannya. Aku melihatnya, bergerak mendekati Kai setelah, membunuh musuh-musuhnya dengan gesit kemudian berniat menolong adik kandung Jonghyun itu.

“Tak perlu membantuku, Hyung.!!” ketus Kai, masih sibuk memberikan tinjauan dan cengkraman tajam pada musuh-musuhnya.

“Tapi kau terlihat-“

“PERGI!!” perintahnya kasar, membuat Jinki tertegun dan meninggalkannya untuk membantu ayahnya dan Taemin. Hal itu membuatku menautkan alis, kesal.

Aku melirik sebentar ke arah Jonghyun dan Sulli. ekspresi Jonghyun sangat jelas terlihat bahwa ia khawatir pada Sulli. maka dari itu, sang vampire berniat melawan beberapa komplotan itu namun tak berada jauh dari pacar-nya, yang tidak lain adalah sahabatku. Melihat mereka seperti itu, membuatku semakin merasa tidak berguna. Aku hanya bisa bersembunyi tanpa melakukan apapun, melihat…Onew berjuang diantara hidup dan mati karena, sebagian dari kesalahanku.

Kalau saja ia mengubahku seperti yang dilakukan Jonghyun pada Sulli?

Kalau saja aku mau..

Kalau saja..

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!”

Terdengar suara erangan yang membuatku tersentak kaget. Bukan hanya aku, namun semua komplotan Jinki. pandangan kami mengarah pada Kai yang tersungkur di sudut kiri dengan luka yang cukup parah. Belum lagi, ada tiga vampire yang tengah berusaha mematahkan kedua tangan, kaki, dan memutuskan kepalanya.

Jinki langsung menyerbu ketiga vampire itu dengan lincahnya. Ia merobek leher belakang salah seorang vampire dan memutar kepalanya kebelakang hingga vampire itu tersungkur dan tak bernyawa lagi. Sementara, dua vampire lainnya kembali menyerbunya hingga membuat ia harus berlari kea rah yang lebih jauh mempersiapkan strategi dan kekuatannya untuk menangkis serangan itu.

Ku lihat King Lee masih sibuk melindungi Taemin. Jonghyun juga masih sibuk melawan para Vampire yang berusaha menyerang Sulli. Kai tersungkur-tak berdaya, keadannya sungguh parah. Meskipun akan sembuh pada akhirnya, namun membutuhkan sedikit waktu untuk kembali siap berperang.

Pandanganku kembali ku arahkan pada Onew. ia masih sibuk mencari waktu yang pas untuk membalas serangan kedua vampire yang mengejarnya dengan gesit itu. tak bisa berdiam diri lebih lama lagi, aku-pun mengikuti mereka, hingga kami berempat berada di dalam hutan yang berbeda dengan Jonghyun dan yang lainnya.

Aku kehilangan sosok Onew. mereka menghilang dibalik beberapa sebrang pohon besar, yang membuat pemandangan menjadi rada gelap.

Cekrek`

Bunyi langkah kaki mendekatiku dari belakang, membuatku mematung. Depresi akut menghantuiku, akan apa yang sebentar lagi aku lihat.

“Kau…pasti manusia yang bernama Krystal Jung, Bukan?” seorang vampire muncul dibalik rerumputan. Wajahnya dingin, bak tak pernah ada kebahagiaan menghampirinya. Aku semakin terdiam-tak bergeming, melihat ia melangkah mendekatiku. Vampire itu bertubuh besar, memiliki bentuk wajah yang lonjong, rambut tergerai bak bangsawan, namun memiliki wajah semenyeramkan alien. Bulu kudukku semakin berdiri tiap kali ia berbicara,

“JANGAN DEKATI DIA!”

Suara yang familiar dalam pendengaranku, membuatku menoleh hingga mengguggah air mata tatakala aku mendapati sosok Onew berada tepat di depanku. Kembali melindungiku.

“O-onew…” gumamku, sembari memeluknya dari belakang. Ia hanya menoleh setengah, melalui pundaknya. Menggenggam erat tanganku yang memeluk dadanya, berusaha membuatku tenang.

Seorang vampire itu menyeringai licik memandang kami. Entah mengapa aku merasakan kematian sangat dekat dengan kami, meskipun ia beberapa berdiri lumayan jauh dari kami.

“Lee Jinki, apa kau tau? bahwa, dalam hukum bangsa vampire tidak diperkenankan memiliki belahan jiwa dari bangsa berbeda.”

“A-aku…”

“Dan kau tau pasti, apa konsekuensinya jika kau melakukan hal itu??”

AUTHOR POV

Jinki membelalak mengingat sanksi atas semua itu. tubuhnya kaku, saat menyadari bahwa hanya dirinya dan Krystal dihutan ini. ia mulai tau ke arah mana pembicaraan ini. “Kalau kau melakukan hal itu,…Langkahi dulu mayatku. A-asmodeus!” ujar Jinki-sarcastik.

Krystal membelalak begitu nama itu disebutkan. J-jadi, d-dia adalah?…

Genggaman tangan Jinki semakin mengerat pada gadis itu. sama halnya dengan gadis itu, ia semakin mencodongkan tubuhnya mendekap Jinki dengan erat.

“Lee Jinki, kau pasti juga tau bahwa diantara keluarga Lee…aku paling menyukaimu. Aku…tidak ingin menyakitimu sekecil apapun. Aku senang Lee Minho dapat mendidikmu dengan baik di dalam bangsa kami,..tapi…

Tak kusangka, kau akan mengecewakanku dengan memilih manusia itu. bahkan, kau berani mempertaruhkan segalanya demi belahan jiwa-mu itu!” lanjutnya,

“…Aku tidak perduli!” seru Jinki tajam. Vampire un-immortal itu, kini kembali menatap sang Iblis dengan garang. “Apapun resikonya, siapapun tidak boleh menyentuhnya. Sekalipun kau!”

Asmodeus terkekeh, “itu sebabnya, aku menyukaimu. Kau memiliki tekad yang cukup berani untuk melawanku, meskipun hal itu…sangat tidak berguna!”

Tiba-tiba mata Jinki dan Krystal kembali membelalak melihat Asmodeus telah mencengkram Bunny. Perisai Jinki, yang membuat Jinki kembali menjadi manusia dimanapun ia berada dekat dengannya.

“B-bunny..?”

Kelinci itu sangat kesakitan. Asmodeus menekan jari-jari yang dipenuhi kuku panjangnya diarahkan pada leher kelinci itu. ia berniat, membunuh perisai itu dengan memutuskan lehernya.

Krystal yang melihat hal itu, tak kuasa menahan airmatanya. Kelinci yang selama ini ia rawat, terlihat begitu kesakitan berada di dalam tangan Asmodeus.

“Lepaskan!! LEPASKAN KELINCI ITU!!!!!!!!!! Tidakah kau melihat, DIA KESAKITAN!! LEPASKAN!!!” teriak Krystal terisak-penuh tangis, tatakala ia merasa bahwa Kelinci itu tengah menangis-meminta bantuan.

Asmodeus kembali menyeringai, “Kesakitan? Kau memintaku agar kelinci ini tidak lagi kesakitan?..”

Tiba-tiba dalam sejurus berikutnya, kepala Kelinci itu terputus ditangan Asmodeus. “begitu, nona Jung?”

Krystal terlihat sangat Shocked melihat apa yang barusan terjadi. tangisnya semakin membludak tatakala ia melihat kepala kelinci itu jatuh tepat dihadapannya.

Gadis itu terduduk usai melepaskan dekapannya dari Jinki. kesedihan membutakan dirinya, sampai ia tak menyadari bahwa Jinki telah sepenuhnya menjadi manusia.

“Jangan menangis dulu, Nona Jung…masih ada pertunjukan selanjutnya!” seru Asmodeus, kemudian memberi sebuah isyarat berupa panggilan pada anak buahnya. detik berikutnya, tanpa Krystal sadari beberapa vampire langsung menyerbu mereka

Dan yang paling membuatnya terkejut adalah… saat Jinki memeluk erat untuk melindunginya.

“ONEWWW-YYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!????? ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!”

***

Seorang gadis tengah mengamati perilaku namja yang masih asik bermain dengan kelinci putihnya. Memperhatikan setiap gerak-gerik namja tampan itu, setiap detiknya. Seperti seorang stalker, yang rela menghabiskan waktu hidupnya untuk memandangi namja itu.

Ia tersenyum sumringah tatakala, melihat kelinci putih itu menggigit kecil jari sang namja. Hingga membuatnya, merasa sedikit nyeri.

‘Aissh~ Bunny-yya, aku bukan makananmu~! Kau ini aneh sekali, memang –nya jari-jariku terlihat seperti wortel?’

Gadis itu hanya menyimpulkan senyum kecil melihat rintihan lucu sang namja.

‘Ya, hanya karena aku mirip kelinci, bukan berarti kau bisa menggigitku! Arraso?’ ujarnya, sembari mengerucutkan bibir pada kelinci itu.

Saat itu ia mengetahui. Bahwa pemilik kelinci putih itu bernama…Lee Onew.

Sejak saat itulah, waktunya terkadang habis hanya untuk menatap namja itu dari kejauhan. Gadis itu sangat mengagumi senyumnya, ia bahkan tak pernah berhenti memikirkannya dimanapun ia berada. Namja itu..berhasil mencuri hatinya tanpa ia sadari terlebih dahulu.

***

Krystal Pov

Kabut merah yang ku lihat disekeliling komplotan vampire itu perlahan pudar. Menjadi lebih terang dari sebelumnya. aku sempat melihat senyum licik penuh kemenangan diwajah Asmodeus tampak jelas, sebelum akhirnya ia dan kelompoknya menghilang.

Meninggalkanku dengan Jinki…yang masih terkapar direrumputan.

Mereka…

Mereka telah melukai Jinki-ku…

Dan sekarang,…

Bagaimana bisa aku sanggup melihat keadaannya yang lemah seperti ini…

“K-krystal…” gumam Jinki dalam pelukanku, tubuhnya semakin melemah.

“…”

“Mianhae,…”

Aku menggigit bibirku berusaha memberanikan diri menatap sosok namja yang berada dipelukanku. Tubuhnya sangat dingin, lebih dingin jika dibandingkan dengan sosoknya yang menjadi vampire.

“Maaf, karena aku mengganggu kehidupanmu…, d-dan m-maaf karena aku membuatmu menjadi seperti ini,…” ucapnya terbata, darah berulang kali keluar dari bibir gemuknya.

“b-berhentilah berbicara…k-kumohon, jangan katakana apapun yang membuatku berfikir bahwa kau ingin meninggalkan aku!” seruku, yang tak sanggup lagi menahan perasaan takut ini lebih lama. Ku peluk tubuhnya lebih erat, ku dekatkan ia dengan wajahku,

“Krystal-aah…”

“…”

“a-aku…menyukaimu…” ucap Jinki, disertai batuk darah yang semakin terdengar parau. Aku hanya bisa mengubur dirinya didalam dekapanku. Air-mataku pun tak menunjukkan tanda untuk berhenti. Hal itu berlangsung lama, bahkan sampai aku tak mendengar suara batuk Onew lagi.

Sampai tubuhnya berhenti mengejang…

Sampai akhirnya,…aku sama sekali tak bisa mendengar deruan nafasnya.

Dan saat itulah, keluarga vampire Lee..dan Kim tiba. Kemudian, langsung menguburkan diri dalam duka, seperti yang tengah aku rasakan saat ini.

***

Two Years Later

Seorang gadis tengah berjalan-jalan disekitar pekarangan sekolah menegah atas-nya dulu. menikmati setiap angin yang berhembus cukup kencang, hingga menerpa beberapa helai rambutnya. Menikmati setiap moment yang dulu pernah terjadi ditempat ini. mengingat setiap menit dan detik, yang pernah terjadi dalam kehidupannya…ditempat ini.

“Sudah lama sekali aku tidak melihatmu!”

Sebuah suara sedikit mengejutkannya. Membuatnya menoleh, dan mendapati sesosok vampire Bengal yang penampilannya sama sekali tak berubah, dari semenjak mereka bertemu.

“..Kai?” gumam sang gadis-pelan,

“Ku fikir, aku takkan pernah lagi bertemu denganmu.” Krystal tersenyum pada vampire berkulit cokelat itu,

“aku… rindu padanya…”

Kai menyunggingkan senyum manis pada sang gadis merespon perkataannya. “sudah ku duga, kau pasti kesini karena hal itu…hihi”

“Bagaimana keadaan yang lain?”

“ahh, semenjak hari itu… diantara mereka tidak ada yang mau kembali kesini..” jelas Kai, ekspresinya berubah sedih, dan penuh rasa bersalah.

“Lalu kau?..untuk apa kau kesini?” tanya Krystal-bingung.

“Aku…merasa bersalah pada Jinki-Hyung. sebelum ia meninggal, ia menyelamatkanku…tapi aku-”

“Onew pasti memaafkanmu!” Jelas Krystal,sembari tersenyum manis memandangi pepohonan. “aku yakin itu.”

Kai mendesah pelan usai mendengar pernyataan itu keluar dari mulut Krystal. “..eum..dan kau…”

Krystal kembali menoleh ke-arahnya.

“apa kau…mau memaafkanku juga?” gadis itu tertawa kecil mendengar ucapan sang vampire yang terdengar sangat polos.

“aku sudah memaafkanmu sejak dulu, Mr.Vampir!” ujar sang gadis,

“Hehe…kalau begitu… maukah kau mengulangnya dari awal?” tanya Kai, dengan kepolosan yang semakin menjadi-jadi. Vampire itu mengulurkan tangannya, guna berniat mengulang semua kejadian dimasa lalu, dan melupakan segalanya yang kelam.

Krystal menyimpulkan senyum kecil, sebelum akhirnya menyambut tangannya.

“Kenalkan, aku…Kim Jongin. dan aku, adalah Vampire…” ucap Kai sambil mengunggah senyum termanis yang ia miliki pada Krystal.

“Aku…Krystal Jung. Seorang gadis, yang sangat menyukai… Vampire.”

THE END

Ouh finally!!! Im sorry it took so long, dan akhirnya benar-benar diluar perkiraanku. Sangat burukkan? Mianhae, aku benar-benar telah kehilangan inspirasi mulai dari chapter ke lima. Dan part ini, benar-benar diluar dugaan –ku jika dibandingkan prediksi sejak awal. Maaf kata-katanya berantakan dan maaf juga kalau alurnya rada aneh dan berantakkan.

Still,

Gomawo for all those people whos still liked and read it!

Im so appreciate it! thankyousomuch :*

18 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 11 – END)

  1. “Kenalkan aku anak dari mr.vampir kai and nona jung krystal” hahaha x.x n_n
    Daebakkkk ending yg good too much(?)
    Truss sulli gak ktemu krystal lgi 😦

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s