[FF Freelance] Our Story (Part 5)

our story 2Autor: @shinharafly3424

Length: chapter

Genre: romantic, sad

Disclaimer:

FF pertama semoga suka, sudah di publis di blog autor  http://shinhara3424.wordpress.com/

Cast:

– kwon yuri

– choi siwon

– lee donghae

– im yoona

Previous: Part 1Part 2Part 3, Part 4,

DON’T COPY DON’T PASTE

°
°
°

SIDERS GO AWAY !!

-yuri’s side story-

Aku gadis kecil yang memiliki segalanya, harta, kedudukan, wajah yang cantik. Semua yang ku mau bisa terwujudkan.Usiaku sekarang menginjak 13 tahun, appa dan eomma ku selalu menuruti semua keinginan ku, mobil mewah, pakaian mewah, fasilitas yang selalu berkecukupan. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Kakak ku seorang lelaki bernama yujin, kwon yujin.

Appa ku seorang pengusaha yang sangat terkenal diseoul. Perusahaan appa ku termasuk perusahaan terbesar diseoul. Hampir semua perusahaan kecil ingin bergabung dengan perusahaan appa ku.

Dari kecil hingga sekarang aku selalu mempunyai body guard, yaa karena appa dan eomma takut terjadi sesuatu yang buruk padaku, tidak jarang banyak orang-orang yang ingin menculik ku untuk meminta tebusan dari appa. Perusahaan appa sangat maju sehingga menimbulkan banyak nya pesaing yang ingin menjatuhkan appa, bahkan mereka bisa mencelakai appa.

•••

Suatu hari appa, eomma, dan yujin oppa pergi untuk menghadiri wisuda kelulusan yujin oppa, sebenarnya aku ingin ikut, tapi aku sedang dirawat dirumah sakit. karena aku terkena diare. Jadi appa dan eomma melarangku untuk ikut acara kelulusan oppa ku.

~

Tiba-tiba kim ahjussi datang keruangan inap ku, dia menunduk lemas, wajah nya pucat.

“Sebenarnya ada apa ahjussi?” Tanyaku yang mulai kuatir. Entahlah perasaanku mulai tak enak.

“Nona.. Tuan dan nyonya mengalami kecelakaan maut saat menuju acara kelulusannya tuan muda”

Deg

Mendengar ucapan kim ahjussi, hatiku seperti tertusuk sebilah pisau.

“appa, eomma… meng-apa ini bisa terjadi ahjussi?”
tanya ku disela isak tangisku.

“mobil yang tuan dan nyonya tumpangi tertabrak oleh truk besar dan mobil tuan masuk kejurang” ucap kim ahjussi tanpa melihat mukaku

“lalu, oppa ku bagaimana?”

“saat kejadian terjadi tuan muda terpental dari mobil, dan yang berhasil diselamatkan hanya tuan muda, nona ”

“arghh… APPA, EOMMA….”

“sekarang jasad tuan dan nyonya berada di seoul hospital, dan tuan muda masih ditangani”

Tangis ku semakin pecah. Aku berharap ini adalah mimpi buruk, aku belum bisa kehilangan mereka. EOMMA.. APPA.. Aku takut sendiri.

-pemakaman-

air hujan turun membasahi bumi ini, entahlah sejak kapan air mataku dan hujan menjadi satu. rasanya langit dan bumi sukses membuat hari ini menjadi sangat buruk untukku. TUHAN mengapa semuanya harus terjadi padaku. Apa tujuanmu untuk hidupku?, aku sendiri, dan aku takut itu. Semuanya berubah, dimulai dari SEKARANG

tiba- tiba ada seorang ahjumma datang menemuiku, dia bersama suaminya dan juga kedua anak laki-lakinya.

“yuri-ah, kau yang sabar ya, tenang ada ahjuma disini”

“ak-ku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, appa, eomma pergi meninggalkan ku, dan yujin oppa sedang tertidur dirumah sakit, apa oppaku tidak ingin bangun ahjumma?”

“oppa mu pasti akan bangun, dia pasti ingin melihat dongsaeng kesayangannya yang cantik  ini”

“benarkah, tapi kapan oppa akan bangun, aku takut sendiri ahjumma?”

“sesegera mungkin, kau jangan takut sayang, disini ada ahjussi dan ajhumma” tiba-tiba ahjussi ikut menenangkanku

“kau juga punya oppa baru sekarang, ini anak ahjumma. yang ini donghwa” ucap ahjumma sambil menunjuk kearah anak lelaki yang kira-kira umurnya 5 tahun di atas ku.

“hai yuri, aku donghwa, panggil aku donghwa oppa ne!” ucapnya sambil menyodorkan tangan kanan nya ke arah ku

“ne donghwa oppa” jawabku sambil membalas uluran tangannya.

“dan yang ini donghae” ucap ahjumma sambil menarik anak lelaki yang berdiri dibelakangnya.

“aku donghae” ucapnya tanpa melihat wajahku

“yuri, kwon yuri” aku mengulurkan tangan ku untuk bersalaman dengannya. Aku fikir dia tidak akan menyambut uluran tangan ku, dan ketika kuturunkan tanganku, tangannya sudah menyambut ku.

“Panggil aku oppa juga!” Ucapnya sambil tersenyum ke arahku. Sangat manis senyumnya

“Hmm” aku mengangguk sambil membalas senyumannya.

•••

Aku pergi mengunjungi rumah sakit dimana yujin oppa dirawat.

“Oppa, kapan kau akan bangun” air mataku turun secara tiba-tiba.
“Aku merindukanmu, aku merindukanmu yang selalu menjailiku, meledek ku, yang membuat ku selalu menangis dan meminta bantuan appa. Aku merindukan saat dimana aku sedang sedih kau selalu ada untuk ku, dan disaat hatiku seperti ini kau selalu memelukku” ku curahkan semua isi hatiku.
“Oppa…” Lirihku mengakhiri kalimat panjang yang aku keluarkan. Ku biarkan cairan bening ini menghiasi pipi ku.

“Yujin hyung apa kabar?”
Tiba-tiba suara seseorang dibelakang punggung ku menyadarkan aku bahwa saat ini aku tidak sendiri, aku kesini berdua dengan donghae oppa.

” aku lee donghae, aku anak dari teman appa mu, senang berkenalan dengan mu” kemudian dia berjalan mendekatiku dan memegang pundak ku.

“kau tenang saja hyung, aku akan menjaganya, tuan putri ini tidak akan kesepian, dan aku tidak akan membiarkan pipi ini dibasahi oleh air mata lagi” ucap donghae oppa sambil memutar tubuhku dan menghapus air mata yang masih tersisa dipipiku.

“Gommawo oppa…” Aku pun langsung memeluknya dan menangis dipelukannya. Dia pun mengelus pundak ku untuk menenangkanku.

“Kau harus cepat sadar hyung..” Lanjutnya.

~

Setelah pemakaman, hak asuh ku diambil oleh ahjumma lee dan ahjussi lee. Aku tidak tau bagaimana nasib perusahaan appaku, dan aku tidak pernah ingin mengetahuinya. Ahjumma dan ahjussi sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri. Bahkan mereka menyuruhku memanggilnya dengan sebutan eomonim dan abeoji. Aku tinggal dirumahnya bersama donghwa dan juga donghae oppa. Tapi karena donghwa oppa harus melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi dia harus tinggal di amerika karena sekolahnya berada disana.

Sudah lima hari eomma dan appa pergi meninggalkan ku dari dunia ini, yujin oppa masih belum terbangun dari tidurnya. Aku merindukan mereka.

Saat aku sedang memandang halaman luar ini, tiba-tiba eomonim menghampiriku dan memelukku, aku bingung ada apa. Saat ku liat wajahnya, ada cairan bening yang keluar dari matanya.

“Eomonim, ada apa? Mengapa menangis?

“Yujin sayang” eomonim semakin terisak

“Yujin oppa kenapa?” Aku mohon jangan berita buruk yang aku dengar.

“Yujin, tidak bisa diselamatkan sayang. Oppa mu sudah meninggal”

Kenapa harus berita ini yang aku dengar, kepala ku pusing, dan cairan bening ini tiba-tiba keluar dari mataku.

“Eomonim, apa itu benar?” Tanya ku tak percaya

“Ne sayang, sekarang kita harus ke rumah sakit”

Tiba-tiba mataku menjadi buram dan kepalaku pusing sekali. Dan semuanya gelap.



Sudah seminggu kisah paling menyakitkan itu terjadi, sekarang aku sedang duduk di halaman belakang rumah ini. Aku memandang ke atas langit, banyak bintang, apakah appa, eomma, dan yujin oppa terbang keatas dan menjadi bintang.

“Eomma, appa, yujin oppa, boghosipo. Aku merindukan kalian, kenapa kalian meninggalkan ku sendiri.”

“Kau tidak sendiri yul” tiba-tiba ada suara yang mengalihkan pandanganku. Dia ternyata donghae oppa.

“Oppa”

“Hei, ada aku, eomma, appa dan donghwa hyung. Kau tidak akan sendiri!”

“Benarkah kalian ada untuk ku?”

“Aku berjanji akan selalu ada untuk mu”

“Janji?” ucap ku sambil mengacungkan jari kelingking ku

“Janji” donghae oppa langsung menautkan jari kelingkingnya ke padaku.

Entahlah setelah mendengarkan perkataannya, aku merasa lebih nyaman sekarang.

Hari berganti hari, tanggal berganti tanggal, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Sudah empat tahun berlalu setelah kepergian keluarga ku. Usiaku sekarang sudah 17 tahun dan donghae oppa 18 tahun.

Saat aku sedang berjalan untuk ke dapur, aku melihat pintu kerja abeoji tidak tertutup, aku mendekatkan diri ke ruangan tersebut, tiba-tiba aku mendengar suara eomonim.

“Yeobo, keputusan ku sudah bulat untuk menjadikan yuri menantu kita” ucap eomonim

Apa aku tidak salah dengar?

“Ne sebaiknya kita cepat-cepat menjodohkan mereka”

Menjodohkan siapa? Aku dengan?

“Iya kita harus segera memberi tahu donghae dan yuri tanggal pertunangan mereka”

TUNANGAN.. PERJODOHAN.. Aku dan donghae oppa..
Aku sangat terkejut tetapi dilain sisi aku sangat senang, aku memang mencintai donghae oppa, tapi bagaimana dengannya?

~

“Aku tidak bisa eomma, aku menganggap yuri hanya sebagai dongsaeng ku saja”

DEG

Aku hancur mendengar perkataan donghae oppa.

“Tapi~” ucapan eomonim terputus karena donghae oppa pergi begitu saja

“Aish anak itu”

“Biar aku yang bicara dengannya” bujuk ku kepada eomonim

~

“Oppa boleh kah aku masuk?” Tanyaku hati-hati

Tiba-tiba pintu terbuka

“Masuklah” ucapnya dingin

Hening, saat ini kami sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Aku duduk di pinggiran tempat tidur dan oppa sedang melihat ke luar jendela kamarnya

“Oppa, aku tau kau menolak perjodohan ini karena…” Ucapku memecah keheningan

“Mianhae yul, tapi aku sudah memiliki kekasih” ucapnya menyesal

“Tidak apa-apa oppa, aku tau itu!”

“Apa kau menyimpan perasaan padaku yul?” Tanyanya yang membuatku terdiam.

“Ak-ku…”

“Mianhae yul, sebaiknya kau buang perasaan itu karena-”

“Aku tidak memintamu membalasnya oppa, kau tidak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab atas perasaanku, dan aku tidak menuntut apapun darimu, cukup aku yang rasakan ini” ucapku memotong perkataan donghae oppa, jelas saja jika aku terus mendengar ucapannya, mungkin aku bisa langsung membencinya.

“Kita masih bisa menjadi adik-kakak kan?” Lanjutku memecah perdebatan kita.

“Hmm.. Pasti” dia menoleh ke arahku sambil tersenyum

~

Aku sudah mulai melupakan perasaanku terhadap donghae oppa, tapi tiba-tiba Entah apa yang terjadi, donghae oppa menerima perjodohan ini. Padahal dulu dia yang dengan keras menolak perjodohan ini. Sekarang dia berada di amerika bersama donghwa oppa. Sudah seminggu dia disana untuk melanjutkan kuliahnya. Dan saat berada disana tiba-tiba dia ingin melanjutkan pertunangan ini. Entahlah, mungkin aku hanya pelariannya dari kekasihnya itu, tapi walaupun begitu aku akan selalu mencintainya dan membuatnya mencintaiku.

Dan aku harap suatu hari nanti, aku bisa mendengar kau mengucapkan “saranghae” padaku.

-To Be Continue-

DON’T BE SILENT READERS

Advertisements

6 thoughts on “[FF Freelance] Our Story (Part 5)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s