1-4-3 [2nd Version]

143-dikdotspace

1-4-3

by

dikdotspace

Cast : ‘Infinite’ Lee Howon as Howon, ‘Miss A’ Lee Minyoung as Min || Genre : Romance || Length : Drabble || Credit Poster : Nox

*

The only thing I hoped for was a small breath with you.

The only thing I hoped from you was just a couple words.

The only thing I hoped for was to have the same viewpoint as you.

The thing I hoped from you was to be together. (Julia – Infinite)

*

Apa hanya aku yang merasakan ini? Apa hanya aku yang terikat? Apa aku salah mengartikan sikapnya selama ini? Apa aku yang terlalu berharap?

Lagi-lagi seperti ini. Aku selalu merasa terikat olehnya. Padahal tak ada suatu ‘ikatan’ diantara kami. Teman dekat? Mungkin tidak. Kekasih? TIDAK! Ini hanya ‘ikatan’ yang aku rasa juga bisa mengikatnya. Kau terlalu percaya diri Lee Minyoung.

“Kau tak mendengarkanku kan?” ucapan Howon membuyarkan lamunanku.

Lihat! Dia tidak marah, ia tersenyum. Tunggu, kenapa dia tersenyum? Apa ada sesuatu yang penting tadi?

“Kau tidak mendengarkanku kan? Syukurlah kalau begitu.”

Apa yang tadi ia katakan? Apa tadi dia mengutarakan perasaannya padaku? Aish, percaya dirimu tidak hilang ternyata Lee Minyoung.

“Kajja, hujan sudah reda,” tanpa memperdulikan tatapan anak-anak yang lain, ia menarikku untuk mengikutinya.

Sunbae,”

Seorang gadis berambut panjang tiba-tiba berhenti didepan Howon, dan tentu saja membuat Howon–dan aku–berhenti.

“Bisakah sunbae mengantarku pulang?”

Cih, percaya diri sekali dia. Seorang Lee Howon mengantar yeoja lain pulang selain aku? Oh, mungkin saat di dunia ini hanya tinggal dia satu-satunya yeoja.

Tanpa menjawab permintaan yeoja itu, Howon kembali melangkah menuju sepeda motornya. Dan kini, aku sudah duduk dibelakangnya.

“Kenapa selalu kau yang bersama sunbae?” teriak gadis itu saat motor Howon melaju melewatinya. Haha, kau iri padaku? Terima kasih. Tapi apa kau akan iri padaku jika kau seperti aku? Tidak ada status pasti. Aish. Sudahlah. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Aku yang terlalu berlebihan.

“Ya!” teriakku saat Howon mulai melajutkan motornya dengan kecepatan tinggi. Spontan aku langsung memeluknya. Kudengar dia tertawa. Dia menertawakanku? Menertawakan ketakutanku? Haha lucu sekali kau Lee Howon.

*

Taman? Kenapa dia berhenti disini? Ia menepuk tanganku yang masih memeluknya, menyuruhku untuk turun.

“Kenapa kita berhenti di taman? Kau mau menemui siapa Hoya?”

“Bisakah kau memanggilku Hoya saat kita hanya berdua?”

Hey, kenapa dia jadi sensitif? “Bukankah kita sedang berdua?”

“Min-ah, bisakah kau tunggu disini sebentar?”

Kau tidak menjawab pertanyaanku dan menyuruhku menunggumu disini. Aku sebal padamu. Perlahan tapi pasti Howon pergi menjauh. Awas kau jika menyuruhku menunggumu terlalu lama.

Sudah lima menit dan ia belum kembali? Ada urusan apa bocah tengil itu? Tiba-tiba saja aku merasakan seseorang memakaikan aku headphone. Lagu Love U Like U mulai mengalun. Aku menoleh kepadanya dan melihat seorang namja tampan berdiri disebelahku. Dari uluran tangannya, aku yakin dia ingin mengajakku ke suatu tempat. Entahlah, kenapa aku menerima uluran tangannya.

Tak jauh didepanku, ada beberapa orang menari untukku. Untukku? Seorang namja bermata sipit mengambil tanganku yang sedaritadi masih dalam genggaman namja tampan tadi. Namja bermata sipit itu memberikanku bunga lili kuning, bunga kesukaanku.

Dia pun mulai menuntunku untuk kembali melangkah. Sekarang kami berhenti di tengah taman. Hamparan bunga berwarna-warni menyapa mataku. Indahnya. Aku melepas tangan namja tadi lalu berlari menuju tengah-tengah bunga-bunga indah itu. Karena aku terlalu fokus dengan bunga-bunga tadi, aku bahkan tak menyadari Howon telah berdiri dibelakang. Aku baru menyadarinya saat ia menepuk bahuku.

Dibelakangnya ada enam namja yang tidak asing. Itu namja bermata sipit, itu namja tampan tadi, dan keempat lainnya mereka yang menari. Masing-masing dari mereka membawa selembar kertas berukuran besar. Howon berjalan mendekati mereka dan berhenti tak jauh dari mereka.

Tanpa aba-aba dari siapapun, mereka membalikkan kertas-kertas itu satu per satu. Would-you-be-my-girl-?. Omo, Howon. Kau .. kenapa bisa seromantis ini? Howon kembali mendekatiku.

“Lee Minyoung. Saranghae. Would you be my girl?” ujarnya sedikit kikuk. Mungkin dia gugup. Lihat wajahnya gugup, membuatku ingin tertawa. Upss, ternyata aku tidak bisa menyembunyikan tawaku.

“Kenapa kau tertawa? Apa kau menolakku?” tanyanya ketus.

“Kenapa kau marah-marah padaku? Kau membuat semuanya tidak romantis lagi.”

“Aish, mianhae. Jadi … bagaimana?”

Aku terdiam. Melihat wajah gugupnya. Sungguh, dia sangat lucu. Jangan rusak momen ini Minyoung. Kau harus menahan tawamu.

Aku melangkah mendekatinya. Dengan sedikit berjinjit, aku membisikkan jawabanku.

“Aku mau.”

Aku mundur selangkah dan melihat ekspresinya. Melihat wajah senangnya membuatku ingin tertawa lagi. Bagaimana dia bisa seekpresif ini? Dan bagaimana aku baru menyadarinya sekarang?

Howon sedikit membungkukkan badannya, menyamakan denganku. Wajahnya sangat dekat denganku. Sepertinya ia ingin membisikkan sesuatu padaku.

Mataku terbelalak. Ia tidak membisikkan apapun padaku. Ia mencium pipiku lalu berlari meninggalkanku. Aku sempat terbeku beberapa saat hingga akhirnya aku berlari mengejarnya. Ternyata ia memang benar-benar tidak romantis.

-fin

*

Finally bisa post 1-4-3 versi kedua. Maafin ya baru bisa ngepost sekarang. Authornya lagi sibuk banget. Biasa anak kelas 12. Jadi ya *kalian tahu sendiri. Maaf juga kalo versi keduanya jauh dari harapan *deep bow. Untuk versi ketiga alias versi terakhir akan author usahain untuk ngepost secepatnya. Mungkin juga bukan versi terakhir *kalo banyak yang suka. Kalo gitu annyeong chingu

*PS : Fanfic ini sekaligus buat ngerayain comebacknya Miss A,  kesuksesan konser OGS dan tentunya kemenangan Infinite di MAMA 2013

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s