[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 7)

Untitled-2

  • Title : My Ice Prince Myungsoo Part 7
  • Script Writer : Kim Soo Kyung
  • Main Cast : #Bae Suzy #Kim Myungsoo
  • Support Cast : Find by your self
  • Genre : Marriedlife, Romance, Etc.
  • Rating : PG-18
  • Length : Short Story/ Short Chapter
  • Disclaimer : Just Fiction🙂

 Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4, Part 5, Part 6

 

==Part 7==

 

===

 

“My..Myungsoo,,ponselmu berbunyi”

Myungsoo memberikan satu kecupan hangat dibibir istrinya tanpa mengindahkan ucapan Suzy yang berada dibawah tubuhnya.

“M..Myungsoo,, angkat teleponnya” ucap Suzy gugup.

Myungsoo menggeleng pelan dan memberikan kecupan keduanya dibibir Suzy.

“B..Bagaimana jika itu penting?”

“Ani” jawab Myungsoo singkat, ia memberikan kecupan ketiganya untuk Suzy.

“S..Soal pekerjaan,,mungkin?”

“Jangan gugup” sela Myungsoo, ia memberikan kecupan keempatnya.

“A..ani, tapi itu..”

“Pasti Wooyoung” ia mendaratkan kecupan kelimanya.

“Myungsoo,, sebaiknya kau angkat dulu” kedua tangan Suzy buru-buru menutup rapat mulut Myungsoo saat ia ingin memberikan kecupan keenam pada istrinya. Myungsoo menghela nafasnya pelan, pada akhirnya ia jadi juga untuk mengangkat telpon yang ia yakin 100% adalah Wooyoung, tangannya bergerak menuju meja kecil disamping ranjang tidur mereka tanpa membuat posisi tubuhnya berpindah dari atas Suzy.

Pandangan mata Myungsoo beralih menatap Suzy sesaat setelah ia mengecek ponselnya. Tubuhnya kini berpindah berbaring disamping Suzy, saling berhadapan.

“Telponnya sudah dimatikan”

“Kau terlalu lama mengangkatnya, bagaimana jika itu penting?”

“Tak akan penting selagi itu Wooyoung”

“Myungsoo..Berbicara soal Wooyoung aku jadi teringat sesuatu”

“Jangan memikirkan Wooyoung, kau hanya boleh memikirkanku”

“Bukan itu, hanya saja sifat konyolnya yang kadang muncul dan kadang tenggelam itu membuatku teringat akan..”Suzy memotong kalimatnya.

“Junho?”

“Kau tak marahkan kalau aku mengatakan aku…merindukan sahabat terbaikku itu?”

“Marah? Tentu” Myungsoo memutar badannya membelakangi tubuh Suzy, menarik selimutnya hingga atas kemudian menenggelamkan dalam-dalam tubuhnya dibalik selimut itu.

“Aih, Myungsoo kau benar-benar marah?”

Tak ada jawaban yang Myungsoo berikan.

“Myungsoooo” Suzy menggoncangkan tubuh Myungsoo beberapa kali.

“Aku kan hanya merindukan sahabatku, apa aku salah?” Suzy mengerucutkan bibirnya sebal.

“Sahabat yang selalu berusaha memacari sahabatnya sendiri?” Myungsoo akhirnya membuka seperempat selimutnya hingga menampakkan kepalanya.

“Oo, kau mengetahui diriku hingga pada tahap itu?”

“Aku mengetahuinya! Segalanya!”

“Jangan pernah menganggap omongan Junho adalah sebuah keseriusan, dia hanya suka bercanda”

“Hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkanmu?”

“Aigoo..kau ini memang, kapan-kapan akan kuajak kau ke apartemennya agar kau bisa mengenalnya lebih dalam, lagi pula kalau memang dia menghalalkan segala cara sudah dari dulu dia mengguna-gunai diriku”

“Bela lah terus!” Myungsoo kembali menutup seluruh tubuhnya dibalik selimut.

Suzy berdecak, ia bangkit dari ranjangnya kemudian menarik selimut yang menutupi tubuh Myungsoo juga bantal yang Myungsoo gunakan sebagai alas kepalanya kemudian berjalan menuju sofa besar yang letaknya lurus tepat dari ranjang tidur Myungsoo dan Suzy, ia akan tidur di sofa.

Myungsoo membuka mata dan menghela nafas sejenak saat merasakan Suzy menarik selimut dan bantalnya secara paksa kemudian menyusul Suzy dari belakang.

“Kau pikir aku akan membiarkanmu tidur disini?”

Suzy membenamkan kepalanya dibalik selimut, berusaha bersikap acuh tak acuh.

“Suzy”

Myungsoo tak mendapat jawaban apapun.

“Kenapa jadi kau yang marah?”

Myungsoo masih tak mendapat jawaban apapun. 5 menit masih tak ada respon yang Myungsoo dapat, ia menarik selimut yang menutupi tubuh Suzy kemudian menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang membuat mata Suzy membulat kaget.

“Yyaa Myungsoo.. turunkan aku!” Suzy menggerak-gerakkan kedua kakinya sebagai wujud perlawanan.

 

“Maaf” mata Myungsoo terpejam, tangan kanannya mendekap erat Suzy yang berbaring saling berhadapan dengannya kini karena Myungsoo yang memaksanya.

“Tidurlah”

“Kau menyebalkan”

“Aku mengaku salah” Myungsoo mempererat pelukannya masih dengan mata yang masih terpejam.

“Sudah sepantasnya kau mengakui kesalahanmu”

“Aku tau, aku salah dan kau tidak salah”

Suzy menghela nafasnya menatap wajah Myungsoo yang masih terpejam.

“Sikap cemburuanmu terlalu berlebihan terhadap Junho”

“Karena aku sangat mencintaimu” ucap Myungsoo membuat Suzy terdiam sesaat.

“Myungsoo” panggil Suzy.

“Ya”

“Buka matamu”

Suzy menatap wajah Myungsoo yang perlahan membuka kedua matanya.

“Jangan marah padaku lagi, aku juga mengaku salah” Suzy membenamkan kepalanya di dada Myungsoo dan memeluk tubuh suaminya erat, Myungsoo hanya tersenyum kecil.

“Myungsoo..” Suzy mendongakkan kepalanya sedikit keatas.

“Ada apa?” Myungsoo menundukkan kepalanya menatap wajah Suzy.

“Kau tidak akan melarangku menemui Junho kan?”

“Aku tidak janji”

“Myungsoooo…”

“Tidur, atau aku akan membuat malam ini menjadi malam yang panjang untuk kita jika kau terus seperti ini”

Suzy mengerucutkan bibirnya, matanya terpejam saat dirasanya Myungsoo mengecup lembut keningnya.

“Selamat malam”

 

===

 

“Kapan rencana kalian kembali ke Korea?” tanya Wooyoung sembari mengunyah makanannya, Wooyoung mengajak Myungsoo dan Suzy makan siang di restaurant hotel.

“Sepertinya lusa”

“Aih cepat sekali, tidak mau menghabiskan waktu lebih lama lagi disini?”

“Kerjaan Myungsoo akan semakin menumpuk bila kami lebih lama disini”

“Apa gunanya asisten kalau begitu? bodoh sekali..”

“Jang Wooyoung..! Kenapa jadi kau yang ribut?”

“Aku hanya ingin melihat sahabatku menghabiskan waktunya lebih lama di Jepang, dan.. ah ya, hari ini aku harus pulang, istriku sangat merindukanku dan kali ini ia tak dapat menahannya jadi aku akan menjemput kalian di hotel lusa, hari ini dan besok adalah free time, kalian boleh kemana saja asal kalian tau tempatnya dan tidak akan tersesat apalagi merepotkanku nantinya, kalian mengerti?”

“Emm” Suzy dan Myungsoo menganggukkan kepalanya bersamaan.

 

<> 

“Kau akan mengajakku kemana besok?” Suzy memainkan ujung-ujung rambut Myungsoo yang sedang berbaring dipangkuannya.

“Tidak tau”

“Kenapa tidak tau?”

“Aku minim informasi soal daerah ini, tanpa pengarahan Wooyoung sebelumnya aku tak berani mengajakmu jalan-jalan”

“Kita bisa menghubungi Wooyoung dulu kan untuk meminta informasi?”

Myungsoo mendongakkan kepalanya sedikit keatas, kedua tangannya menangkup pipi Suzy kanan dan kiri.

“Jika Wooyong mengatakan istrinya sangat merindukannya maka seharian penuh itu ia tak akan memedulikan ponselnya sama sekali”

“Kau mengerti maksudku kan?” tanya Myungsoo kemudian.

Suzy menggeleng pelan, membuat Myungsoo tersenyum lebar.

“Mereka akan melakukan apa yang kita akan lakukan sekarang” Myungsoo menarik wajah Suzy mendekat kemudian mengecup bibirnya 30 detik.

“Sudah mengerti sekarang?” tanya Myungsoo setelah menyudahi ciumannya, kali ini dijawab anggukan pelan oleh Suzy.

“Apa?”

“Berciuman..” jawab Suzy malu-malu.

“Lebih daripada itu” Myungsoo bangkit dari pangkuan Suzy kemudian menggendong istrinya menuju ranjang meninggalkan sofa empuk yang menjadi singgasana mereka sedari tadi.

Shhhtt…

Tangan kanan Suzy menahan gerakan tangan Myungsoo yang hendak melepas kancing ketiga dari baju yang Suzy kenakan, kedua matanya menatap wajah Myungsoo.

“Andwae” ucap Myungsoo seolah tau maksud dari tatapan Suzy.

“Angkat sebentar saja, bagaimana jika itu penting?”

“Kemarin kita gagal karena ini”

“Tidak untuk sekarang, angkatlah dulu Myungsoo” Suzy menangkup kedua pipi Myungsoo sembari tersenyum malu.

Lagi-lagi Myungsoo harus menghela nafasnya karena hal seperti ini, dengan wajah frustasi Myungsoo bangkit dari atas tubuh Suzy, tangannya meraih ponsel berwarna putih yang terletak diatas meja kecil disamping ranjang tidur mereka.

“Yeoboseyo”

“…”

“Apa?”

“…”

“Tunda dulu”

“…”

“Aku tidak bisa”

“…”

“Baiklah”

Tuutt…

Myungsoo memutuskan sambungan teleponnya, matanya kini beralih menatap tubuh Suzy yang masih berbaring diatas ranjang sembari memerhatikan dirinya sejak menerima telepon tadi, Myungsoo mengacak rambutnya frustrasi.

 

<> 

“Kau marah denganku?” Myungsoo mengeratkan genggaman Suzy dibalik saku jaket sebelah kanan yang dikenakannya.

“Tentu saja tidak, untuk apa aku marah?”

“Apa honeymoon gagal kita berkesan bagimu?”

“Tentu saja berkesan, aku tak mengganggap honeymoon kita gagal, kau yang terbaik” Suzy menyandarkan kepalanya dipundak kiri Myungsoo.

“Suzy”

“Emm.. ”

“Lihat aku”

Suzy mengangkat kepalanya mengikuti perintah Myungsoo.

“Saranghae”

“Nado saranghae” Suzy tersenyum kemudian memejamkan matanya saat bibir Myungsoo mulai mengecup dan melumatnya dengan lembut disaat penumpang pesawat lainnya tengah terlelap tidur, mungkin tidak semua tapi Myungsoo dan Suzy tak peduli soal itu.

 

===

 

Seoul, South Korea.

 

“Kenapa berangkatnya pagi sekali? Aku bahkan belum menyiapkan sarapan untukmu” Suzy memasangkan dasi hitam tanpa motif pada kerah kemeja suaminya.

“Pengusaha China itu dikejar waktu”

“Dikejar waktu?”

“Setelah rapat denganku dia akan ada rapat dengan perusahaan lain”

“Selesai..” Suzy tersenyum lebar melihat hasil karyanya.

“Aku berangkat”

“Ne” Suzy mengangguk, matanya terpejam saat Myungsoo mengecup hangat kening lalu bibirnya.

“Ah ya, aku pulang malam”

“Begitu ya?” tanya Suzy dengan nada tak bersemangat.

“Kerjaanku banyak sekali”

“Arraseo”

“Aku pergi” Myungsoo mengusap-usap kepala istrinya sebelum akhirnya ia benar-benar pergi.

“Hati-hati”

 

<> 

Suzy tampak kebingungan mencari-cari sesuatu, sudah beberapa kali rasanya ia mengelilingi setiap sudut rumahnya mulai dari kamar hingga ruang tamu, ia menghentikan aktivitasnya sejenak dan tampak berfikir.

“Aisshh..jinjja?” Suzy menepuk pelan dahinya.

“Bagaimana kau bisa lupa bahwa kau sekarang tak memiliki handphone lagi?” Suzy bermonolog.

“Myungsoo… neoneun, assh kenapa aku bisa lupa? Itu karena kau yang memenuhi otakku!” Suzy kembali melanjutkan monolognya.

“Ah ya, aku akan pulang malam” kalimat Myungsoo tadi pagi kembali terlintas dipikiran Suzy.

“Myungsoo tak akan marah kan kalau aku bermain sebentar ke apartemen Junho?”

“Tidak, dia tidak akan marah kalau dia tidak tau kekeke” Suzy tertawa pelan.

“Aku merindukan sahabatku yang satu ini, aku harap sore ini dia sudah pulang dari kantornya” Suzy menghela nafas ringan.

 

Ting Tong.. Ting Tong..

Jari telunjuk Suzy berulang kali menekan tombol bel pintu apartemen Junho, pandangan matanya kini beralih menatap jam tangan yang ia kenakan pada tangan kirinya.

“Jam 6”

“Harusnya dia sudah pulang” gumam Suzy, ia mengangkat kepalanya saat melihat pintu apartemen perlahan mulai terbuka, menampakkan si tuan rumah yang kini sudah berdiri tepat dihadapannya.

“Omo.. Junhoooo…” Suzy menjinjitkan kakinya, kedua tangannya meraih leher Junho kemudian memeluknya dengan penuh semangat.

“Aigoo, gadis cantik dari mana yang tiba-tiba datang ke apartemen Lee Junho kemudian memeluk pria paling tampan ini?” Junho melepaskan pelukan Suzy.

“Aku merindukanmu”

Junho menoyor pelan kepala Suzy sembari menyeret tangan Suzy masuk kedalam.

“Menghilang begitu saja setelah meminta bantuan ini itu, hebat sekali! Ku hubungi ponselmu tak aktiv, ku sms dan itu selalu gagal kemudian sekarang tiba-tiba datang menemuiku, memelukku, kemudian mengatakan kau merindukanku!” Junho mendudukkan dirinya disamping Suzy dan menyodorkan segelas orange juice kepada sahabatnya yang tengah terduduk di sofa.

“Myungsoo menghancurkan ponsel kesayanganku, dan itu karena kau! pesan terakhir yang kau kirim!” Suzy meminum jus yang Junho berikan.

“Menghancurkan ponselmu? Aisshh laki-laki itu! Jadi kalian masih bermusuhan? Seperti anak kecil saja” ejek Junho.

“Enak saja! Kami sudah baikan”

“Dan..Myungsoo.. emm.. mengajakku honeymoon di Jepang kemarin” ucap Suzy malu-malu.

“Ap..apa? Hon.. honey.. moon? Kau dan Myung..soo?” lagi-lagi Suzy mengangguk malu.

“Ja..di.. kau dan.. Myungsoo sudah…”

“Selalu gagal” Suzy menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan cengiran dibibirnya.

Junho menghembuskan nafas lega, setidaknya ia belum siap mendengar berita semacam itu keluar dari mulut Suzy.

“Aku harap kalian selalu gagal tiap kali Myungsoo ingin melakukannya”

Bukkk..

Suzy melempar satu bantal tepat di wajah Junho.

“Doa macam apa itu?” Protes Suzy.

“Heh, pada akhirnya kau memang harus mengakui kalau kau sudah benar-benar mencintai Myungsoo” Junho menghela nafas panjang.

“Itu memang benar” ucap Suzy tanpa malu-malu dengan senyum yang merekah lebar dibibirnya.

“Aku patah hati!”

“Jangan memulai omong kosongmu!”

“Itu bukan omong kosong, kau tau itu!”

“A-ku ti-dak ta-u!”

“Kau jahat sekali padaku!”

“Kalau aku jahat padamu, aku tak mungkin merindukanmu, dan lagi..emm.. sebenarnya Myungsoo melarangku menemuimu tapi karena aku sangat merindukanmu aku curi-curi waktu kemari dan ini tanpa sepengetahuannya, dia pulang malam hari ini”

“Hei kenapa dia posesif sekali?!” Suzy mengangkat kedua bahunya keatas tanda tak tau.

“Aku tak mau tau sekeras apa dia melarangmu menemuiku tapi kau harus sering-sering mengunjungiku atau aku tak mau bertemu denganmu lagi selamanya, aku tak menganggapmu sahabatku lagi”

“Lee Junho, apa kau sedang mengancamku?”

“Ani”

“Lalu?”

“Lalu? Emm..lalu kabar wanita itu? yang katamu adalah selingkuhan Myungsoo?”

Suzy berdecak, bukan itu maksud pertanyaan Suzy.

“Itu…”

“Adik perempuannya?”

“Bukan”

“Kakak perempuannya?”

“Bukan juga”

“Sahabatnya?”

“Bukan!”

“Lalu?”

“Dia sepupu Myungsoo”

Taakk..

Junho menjitak kepala Suzy pelan.

“Appo!”

“Sudah kubilang kan? Kau selalu menilai semuanya dari sudut pandangmu saja, kau tak mendengarkan kataku, bagaimana rasanya salah paham? Kau tak malu dengan Myungsoo?” ceramah Junho.

“Kenapa kau cerewet begini? Aku mengaku salah!” dumel Suzy.

“Wajahmu jelek jika seperti itu, aku lapar buatkan aku makanan ya? Kau juga belum makan kan? Katamu Myungsoo pulang malam kan? Dia tak akan tau kan? Ayolah” Junho mengusap-usap perutnya yang lapar.

“Shireo! Setelah semena-mena menceramahiku sekarang kau memintaku membuatkanmu makanan?”

“Jeballlll” Junho bergelayut manja di lengan Suzy.

 

<> 

Suzy melemaskan otot-otot tangannya sembari menggeliat kecil, pandangan matanya bergerak ke seluruh penjuru arah saat matanya perlahan mulai terbuka secara utuh. Suzy melotot kaget saat pandangannya jatuh pada sebuah jam dinding kotak yang tertempel di dinding ruang tamu apartemen Junho.

“J..jam 11?” Suzy bangkit dari tidurnya kemudian menepuk-nepuk kencang paha Junho yang menjadi alas tidur kepalanya tadi.

“Yaakk Junho!” Suzy mengguncangkan tubuh Junho yang tak kunjung bangun.

“Engg…” Junho mengerang ringan.

“Aisshh, kau tau ini jam berapa? Aku akan mati kalau Myungsoo pulang lebih dulu!”

“Apa…” erang Junho lagi.

“Kalau saja kau tak menyuruhku makan banyak maka aku tak akan kekenyangan dan aku tak akan ketiduran!”

“Tenang saja”

“Aasshh..neo!” Suzy bangkit dari sofa, tangannya dengan cepat mengambil tas yang tak jauh dari tempatnya kemudian pergi meninggalkan apartemen Junho.

Junho bangkit dengan cepat saat mendengar derap langkah kaki Suzy yang sangat terburu-buru mulai tetasa menjauh meninggalkannya.

“Suzy…tunggu…aku akan mengantarmu”

“Kau cari mati? Kau mau Myungsoo menyemprotmu?”

 

Suzy meremas ujung bajunya tanda gelisah, kedua kakinya secara bergantian perlahan turun dan keluar dari taksi yang ia tumpangi, Suzy menatap  kearah dalam rumahnya.

 

==TBC==

 

 

37 thoughts on “[FF Freelance] My Ice Prince Myungsoo (Part 7)

  1. Wah tambah seru nih, yang mau melakukan itu selalu gagal kkk~. ini ff makin buat penasaran, lanjut ya thor jangan lama lama

  2. Waduh..lagi2 gagal kkk~ poor Myungsoo.
    Bisa gawat nih, kalo Suzy ketahuan…eottohke? *penasaran
    Keep waiting for the next part ^^

  3. hayoooo,suzy sih pke acara curi2 wktu dteng ke rumahnya junho oppa,waduh gawat klo smpe myungsoo tau…
    kajja suzy!! hahah ffnya bkin penasaran thor,can’t wait buat next chapternya!😀

  4. Akhirnya dilanjutin jg…next part jgn lama ya thor ^^
    Aigoo itu myungzy ada aja halanganya padahal kan mau liat mereka cepet” ada aegi #loh haha
    Semoga aja myungpa blm pulang…klw myungpa tau dan cemburu kan gawat
    Junho yg sabar ya jd sahabat suzy aja gak apala, suka deh sm persahabatan junzy mereka thor😀

  5. Aiiish,.Bae suzy,neo jinjaa,!! Kan myung oppa dh mempringati jangan mnemui junho lagi tp ini mlah melnggr n sempt2x curi2 waktu wt ktemu,dasar,:@
    apa jdix coba,klw pas myung oppa pulng dr kantor n ng nemuin suzy,alias suzyx lom pulang,habislah sudh kau Bae Suzy,..!!!!

    haaah,,pnsaarn bnget lnjutanx,
    thor ffx makin seru,eh ani tambah seru,

    keep hwaighting thor,.!!;)

  6. huaaaa… maaf thor aku br komen..
    aku baru nemu ff ini dan mulai baca dr awal, jd baru ninggalin jejak di chapter ini.. ><
    aih myungsoo.. ga tau deh mau ngomong apa..
    gw penasaran deh myungsoo sejak kapan suka sama suzy?
    yak.. suzy pake kekeh ketemu junho. -.-

    btw thor ini chapter 8nya tak ada kah? atau emg blm ada? yah.. sayang bgt thor.. :"(

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s